Anda di halaman 1dari 24

BAB II

GAMBARAN UMUM
A. LUAS WILAYAH

Puskesmas Pajagan merupakan unit pelaksana teknis dinas kesehatan

Kabupaten Lebak dengan jarak ± 13 km dari kota Rangkasbitung,dengan luas wilayah

40.230 Km2.

Secara Historis Puskesmas Pajagan awalnya merupakanPustu dari puskesmas

Sajira, dan tahun 2007 ditetapkan statusnya menjadi Puskesmas, sehingga di

kecamatan Sajira terdapat dua puskesmas yaitu Puskesmas Sajira dan Puskesmas

Pajagan dengan status rawat jalan.

Wilayah kerja puskesmas Pajagan memiliki batas wilayah terdiri dari :

1. Sebelau Utara berbatasan dengan Kecamatan Maja& Curugbitung

2. Sebelah Selatan berbatasan dengan Kecamatan Cimarga& Sajira

3. Sebelah Timur berbatasan denganwilayah kerja puskesmas Sajira

4. Sebelah Barat berbatasan dengan Kecamatan Rangkasbitung

Meliputi tujuh desa wilayah kerjayaitu :

1. Desa Pajagan

2. Desa Cuyah

3. Desa Parungsari

4. Desa Mekarsari

5. Desa Bungurmekar

6. Desa Calungbungur

7. Desa Paja

13
Gambar 2.1
Peta Wilayah Kerja Puskesmas Pajagan

KETERANGAN :
Jalan Raya Cipanas Rangkasbitung
Jalan Desa Puskesmas
Sungai Ciberang Balai Desa

14
Letak geografis wilayah kerja Puskesmas Pajagan sebagian besar berada di

daerah perbukitan yang diselingi areal persawahan dan perkebunan dengan 7 Desa

yang terdiri dari Rukun Tetangga (RT) sebanyak 103, Rukun Warga (RW) sebanyak

33. Jarak RW atau kampung yang terdekat dengan puskesmas adalah kampung

Pajagan /Desa Pajagan dan yang terjauh adalah Desa Paja dengan jarak 25 Km dari

titik Puskesmas Pajagan Kecamatan Sajira Kabupaten Lebak.

Tabel 2.1
Data Wilayah Pelayanan Di Puskesmas Pajagan
Tahun 2018

Wkt tempuh
Luas Jarak ke Jumlah
terjauh ke
No Desa Wilayah Puskesmas Jumlah KK
Puskesmas
(Ha) (Km)
(menit) RT RW

1
Parungsari 628 11 10 19 4 1429
2
Ciuyah 795 5 10 12 `6 1420
3 1257
Pajagan 1442 3 10 22 8
4
Mekarsari 530 0.5 10 12 4 925
5
Bungurmekar 548 2 20 13 4 700
6
Calungbungur 552 3 20 18 4 829
7
Paja 629 12 25 7 3 521
JUMLAH 40.230 103 33 7081

Sumber : Data profil desa Tahun 2018

Berdasarkan table di atas terlihat bahwa desa Pajagan mempunyai luas

wilayah paling besar, sementara jumlah KKterbanyak berada di desa Parungsari.

Sebanyak=1429 KK.

Berikut table di bawah ini yang memperlihatkan sarana pendidikan dan jenis

sarana kesehatan yang ada diwilayah puskesmas pajagan.

15
Tabel 2.2
Data Fasilitas Pelayanan Di Puskesmas Pajagan
Tahun 2018

Jumlah Fasilitas Pelayanan


Jumlah Sekolah
Kesehatan

Lain2
NO DESA Dr/Bd
SD/ SMP/ SLTA/ Pont Poli Poske
TK Pustu /BP
MI MTS MA ren ndes sdes
Swast
a

1 Parungsari 2 2 1 1 9 0 0 0 2

2 Ciuyah 2 4 1 0 2 0 0 0 4

3 Pajagan 3 3 3 0 9 0 0 0 4

4 Mekarsari 4 1 1 1 3 0 0 0 2

5 Bungurmekar 2 2 1 0 4 0 0 0 1

6 Calungbungur 0 1 1 0 1 0 0 0 2

7 Paja 1 1 1 0 1 0 0 0 1
JUMLAH 14 15 9 2 29 0 0 0 16

Sumber : Data Diolah dari UPT Pendidikan Kecamatan dan Profil Desa Tahun 2018

Berdasarkan table di atas diketahui bahwa jumlah sekolah daasar sebanyak 15, SLTP

sebanyak 9 dan SLTA sebanyak 2 sekolah.Disamping itu terdapat 14 sekolah non formal

ataau pondok pesantren sebanyak 29 yang tersebar di 7 desa.

B. Kondisi Sumber Daya.


a. Ketenagaan
Sumber daya manusia merupakan penggerak dari sistem kesehatan yang penting bagi

terlaksananya pelayanan kesehatan. Adapun sumber daya manusia yang ada di

Puskesmas Pajagan tahun 2018 ada pada tabel 2 berikut ini :

16
Tabel 2.3
Data Ketenagaan Puskesmas Pajagam
Tahun 2018
YANG STATUS
NO JENIS KETENAGAAN KEKURANGAN
ADA KEPEGAWAIAN
1 S2 2 - ASN
2 DokterUmum 2 - ASN
3 Doktergigi 1 - ASN
4 DIII &Sarjana (S1)
- 1 ASN,
a. Kesmas 3
2 SuportingStaf
b. Sarjana (Umum) 1 - ASN

c. Ners 1 - SuportingStaf

d. D.IV Kebidanan 5 - 5 ASN

e. DIII Kebidanan 17 - 10 ASN, 7ss

F. S1.Keperawatan 1 - Suporting staf

f. AkademiKeperawatan 6 - ASN=1SuportingStaf=5

f. AkademiGizi 1 - ASN

g. AkademiKesling 1 - ASN

h. Akademi Gigi 1 - ASN

i. Ahli Farmasi 1 - ASN

j. Analis (Lab) 0 1 ASN

k. AhliKomputer 0 1 ASN
5 Perawat (SPK) 1 - ASN
6 Tenaga sopir 1 - Suporting staf
7 Tenaga Keamanan 1 - Sukwan
8 TenagaKebersihan (SLTP) 1 - Sukwan
JUMLAH 47 2
Sumber : Data Kepegawaian Puskesmas Pajagan Per Desember 2018

17
Pada tabel di atas,seluruh staf puskesmas Pajagan berjumlah 47 orang

dengan rincian status kepegawaian yaitu ASN = 26, Suporting Staf = 19 dan

sukwan = 2 orang.

Tabel ini disajikan berharap data ini dapat menjadi masukan bagi

pemangku kebijakan dalam mengalokasikan tenaga kesehatan di tiap sarana

dan prasarana pelayanan kesehatan sehingga dapat menunjang pelayanan

kesehatan secara optimal karena dihadapkan pada system kapitasi yang

dijalankan oleh pemerintah yang penyelenggaraannya oleh BPJS.

18
STRUKTUR ORGANISASI
PUSKESMAS PAJAGAN KECAMATAN SAJIRA 2018
KEPALA PUSKESMAS
SYARIFUDDIN, SE, M.Si
T .U.
Dayat, S.Pd

/MNB [g M
KEPEGAWAIAN BENDAHARA PENGELUARAN BENDAHARA PEMASUKAN BENDAHARA BARANG
Dayat, S.Pd Eka S. Astuti, Amd.Kep, SKM Denis maghfiroh amd keb. Bd.Sriwinarni SST
Amd.Kep, SKM

Pengelola KIA P2PL Kes. Gigi & Mulut Promkes Rawat Jalan
SYARIFUDDIN, SE, Farmasi
Bd Denis maghfiroh Agus Jumaedi. S drg.Lukky Indriasari Agus Jumaedi dr. Resty Diani Rahma amd
Far
M.Si
Pengelola KB Imunisasi BP. Gigi UKS BP. Umum Apotek
Bd Sri Winarni, SST Nia Puspawati,AmKb drg.Lukky Indriasari Agus Jumaedi. S dr. Resty Idha s
M.Si
Gizi Surveilans Rawat Jalan Gigi UKGS Ambulance
Irma rusmi Hardi KWS Jajang, Am. Kg Jajang, Am. Kg Muhi
M.Si M.Si M.Si
USG
BIKOR PP22Tb.
Kusta
Paru Kes.Kes.
Tenaga Kerja
Usila Kes.
J P KJiwa
M Rujukan
Manling
Bd Sri Winarni, SKM Agus Jumaedi.
Dayat, S.Pd S Devi Widyanto, SKM
Epriatiningsih,SST Rika.Maryam,Amd
Agus Jumaedi. S Amelia.Amd kep
Hardi. K, Ners
M.Si Keb
Kes. Anak P 2 Ispa – Diare Kes. Mata
Kes. Jiwa
R. Nurdiana, AmKeb epriatiningsih, SutiyonoAm.Ke
M.Darmawan,
M.Si Am.Keb p
M.Si
Kesling
Yulianingsih, Am.Kl PUSTU
AAKLAm.Kslg
Laboratorium M.Si PEMBINA DESA
M.Si
Hardi,Kws DEDESA M.Si
M.Si

18
19
Seperti terlihat pada bagan struktur Organisasi Puskesmas Pajagan diatas terdiri
dari:

I. Kepala Puskesmas

II. Bagian Tata Usaha :

a. Urusan Keuangan

b. Urusan Kepegawaian

c. Urusan Umum

III. Unit Kesehatan Ibu, anak dan KB (KIA/KB);


a. Program Kesehatan Ibu

b. Program Kesehatan Anak, Remaja dan Lanjut Usia

c. Program Gizi Keluarga dan Masyarakat

d. Program Penyuluhan Kesehatan Masyarakat

IV. Unit Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan


Lingkungan

a. Program Pencegahan dan Imunisasi

b. Program Pemberantasan Penyakit

c. Program Pengamatan Penyakit dan Laboratorium

d. Program Penyehatan Lingkungan

V. Unit Pelayanan Kesehatan Masyarakat

a. Program Kesehatan Mata, Gigi dan Mulut, dan kesehatan khusus


lain

b. Program Perawatan Kesehatan Masyarakat

c. Program Kefarmasian dan Obat Tradisional

d. Program Pengobatan Umum

e. Program JPKM

19
Tata Kerja Puskesmas Pajagan

Tata Kerja Puskesmas Pajagan Kecamatan Sajira sebagai berikut :

1. Hal-hal yang menjadi tugas Puskesmas merupakan satu kesatuan yang


tidak terpisahkan.

2. Kepala Puskesmas dalam teknis operasional berada di bawah dan


bertanggung jawab kepada Kepala Dinas Kesehatan.

3. Setiap pimpinan satuan organisasi di lingkungan Puskesmas dalam


melaksanakan tugasnya wajib menerapkan prinsip koordinasi, integrasi,
sinkronisasi dan simplikasi.

4. Kepala Puskesmas memberikan laporan tentang pelaksanaan tugasnya


kepada Dinas Kesehatan

5. Ketentuan mengenai jenis laporan dan tatacara penyampaiannya


berpedoman kepada peraturan yang berlaku.

6. Pembuatan laporan adalah menjadi tanggung jawab Kepala Sub Bagian


Tata Usaha dan Unit menurut bidangnya masing-masing.

7. Apabila Kepala Puskesmas berhalangan maka diwakili oleh Kepala Sub


Bagian Tata Usaha.

8. Dalam hal Kepala Sub Bagian Tata Usaha berhalangan maka Kepala
Puskesmas menunjuk atau menugaskan salah satu Koordinator Unit
berdasarkan senioritas kepangkatan dan sesuai bidang tugasnya.

9. Kepala Puskesmas dapat memberikan saran dan pertimbangan kepada


Kepala Dinas Kesehatan Kepala Puskesmas dapat melaksanakan
perencanaan, pembinaan, dan pengawasan dalam bidang kepegawaian.

10. Kepala Puskesmas wajib membuat Daftar Penilaian Pelaksanaan


Pekerjaan (DP3) pegawai bawahannya setahun sekali dan Daftar Urut
Kepangkatan (DUK) sesuai dengan peraturan yang berlaku.

20
11. Kepala Puskesmas dapat membuat usulan pegawai yang akan mengikuti
pendidikan di dalam dan di luar negeri untuk disampaikan kepada
Kepala Dinas Kesehatan.

12. Ketentuan-ketentuan lainnya mengenai kepegawaian diatur dengan


peraturan yang berlaku.

c. Obat dan Bahan Habis Pakai


Pengelolaan manajemen obat-obatan dan bahan habis pakai lainya di

bawah satu koordinator. Tugas dan kewajiban seorang coordinator

pengelolaan obat dan bahan habis pakai mulai dari perencanaan dalam hal

pembagian kebutuhan dan kesediaan obat yang ada sampai laporan

pemakaian serta analisis kebutuhan yang akan datang. Akan tetapi karena

status puskesmas sebagai UPT maka penyediaan atau pengadaan kebutuhan

obat diatur oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak.

Dalam prosesnya, obat dan bahan habis pakai disimpan di bagian

gudang obat kemudian penggunaan dan penyaluran obat berdasarkan resep

dokter disediakan dibagian apotik puskesmas. Oleh karenannya

Koordinator obat dibantu beberapa orang petugas dibagian apotik.

Adapun laporan tahunan penggunaan obat dan bahan habis pakai tersebut

terlampir.

d. Peralatan
Secara garis besar peralatan yang ada di puskesmas merupakan alat

yang disediakan oleh pemerintah daerah yang dikelola oleh satu

penanggung jawab di bawah koordinasi Kepala Tata Usaha puskesmas. Ada

dua jenis peralatan, yaitu pertama peralatan penunjang pelayanan

administrasi, seperti mebueler alat elektronik dll, dan kedua pelayanan

kesehatan Adapun jenisnya sebagai berikut:

21
Tabel 4
Peralatan Penunjang Pelayanan Puskesmas Pajagan
Tahun 2018

Kondisi
Sarana dan
No Jumlah Tdk Ket
Prasarana Berfungsi
Berfungsi
1 KIA 1 
2 Poliklinik set 1 
3 UKS kit 10  Telah
didistribusikan
ke sekolah dasar
4 Bidan Kit 7 
5 USG set 1 
6 Kursi Gigi Set 1  Rusak Berat
7 Imunisasi set
a. RCW 45 1 
EK/RCW 50 EK
b. Vaccine carrier 14 
c. Cold pack
d. Cold Box
8 Promosi set
a. Papan informasi 3 
Sumber : Data Barang Puskesmas Pajagan Per Desember 2018

d. Sumber Pembiayaan

Anggaran (dana) merupakan penunjang berlangsungnya pelayanan

kesehatan. Secara sederhana, anggaran kesehatan merupakan rencana

keuangan yang ada dalam suatu organisasi dan Dinas Kesehatan adalah

organisasi tertinggi puskesmas yang mempunyai kewenangan dalan

merencanakan penggunaannya.

Menurut Kepmenkes 128 (2004), sumber pembiayaan puskesmas

pada dasarnya ada tiga sumber yaitu dari pemerintah Pusat dan Daerah,

pendapatan puskesmas dan sumber-sumber lainnya. Berikut penjelasan

sederhananya, yaitu:

22
1. Pemerintah

Anggaran yang disediakan oleh pemerintah yang utama berasal

dari pemerintah kabupaten/kota dan dari propinsi serta pusat yang

sifatnya lebih sebagai stimulan dan tidak tetap terdiri atas anggaran

untuk pembangunan yang mencakup dana pembangunan gedung,

pengadaan peralatan dan obat serta anggaran rutin yang mencakup

gaji, pemeliharaan, pembelian barang habis pakai dan biaya

operasional. Tujuan pengadaan dana tersebut sebagai pendorong

kegiatan baik yang bersifat promotif, preventif, kuratif bahkan

rehabilitative.

2. Pendapatan puskesmas

Pendapatan ini berasal dari retribusi yang besarnya ditentukan

oleh pemerintah daerah masing-masing.

3. Sumber lain

Pendapatan Puskesmas yang berasal dari subsidi pemerintah

selain dari pemerintah daerah juga berasal dari sumber lain seperti

Dana JKN dengan system kapitasi dan lainnya yang diberikan dalam

bentuk jasa pelayanan.

Sumber pembiayaan dari pendapatanPuskesmas ditetapkan dalam

peraturanPemerintah Daerah . Untuk Kabupaten Lebak, retribusi yang

dibebankan kepada Puskesmas diatur dalam perda No. 7 tahun 2010.

Penyerapan anggaran untuk tahun 2014, % dapat terserap

dengan baik untuk kemudian digunakan sebagai pembiayaan berbagai

kegiatan-kegiatan.Pertanggung jawaban penggunaan dana tersebut

23
tertuang dalam bentuk hasil kinerja Puskesmas dan bentuk

administratif lainnya.

Bila melihat besaran nilai yang diterima masih jauh dari

kecukupan, namun dikarenakan berbagai pertimbangan dan

keterbatasan maka dana yang diperoleh disesuaikan sehingga

diharapkan tidak mengurangi motivasi kerja pegawai Puskesmas.

Selain dana yang bersumber dari APBN, APBD, JKN dan BOK ada

juga dana yang diperoleh dari pemberdayaan melalui institusi sekolah

tentang pemberdayaan masyarakat. Sumber pembiayaan Puskesmas

Pajagan diperoleh dari APBN danAPBD serta dana dari kementrian

Kesehatan dalam bentuk dari Bantuan Operasional Puskesmas (BOP),

JKN dan Bantuan Operasional Kesehatan (BOK).

Untuk sumber pembiayaan kesehatan di puskesmas terbesar

bersumber dari JKN dari yang diterima Puskesma sistemkapitasi dan

klem ,berdasarkan jumlah pelayanan kesehatan yang

dilayani.Besarnya sumber pembiayaan kesehatan dari JKN

disesuaikan dengan jumlah keanggotaan masyarakat menjadi peserta

BPJS baik yang PBI maupun Non PBI.

Setiap sumber anggaran yang ada dalam proses penggunaan

selalu disertai petunjuk teknis baik dari pusat maupun dinas

kesehatan kabupaten.

Dana JKN merupakan salah satu programPemerintah dalam

Upaya menekan angka AKI dan AKB disamping sebagai wujud

penghargaan pemerintah terhadap kinerja yang dihasilkan oleh

setiap SDM di puskesmas.Program ini baru dimulai pada awal tahun

24
2014 dan masih berlanjut sampai dengan saat ini.Bantuan

Operasional Puskesmas dialokasikan untuk membiayai penggunaan

kebutuhan operasional puskesmas seperti perjalanan dinas pegawai,

maintenance puskesmas, listrik, ATK dan lainnya,

Sedangkan alokasi Bantuan Operasional Kesehatan (BOK)

adalah untuk membiayai kegiatan kesehatan yang

dilaksanakankegiatan preventif dan promotif seperti program

promosi kesehatan, kesehatan lingkungan, gizi masyarakat,

pemberantasan penyakit menular, dan kesehatan ibu dan anak

termasuk keluarga berencana.

e. Sarana dan Prasarana

Sebagian besar sarana dan prasarana di puskesmas

pengadaannya diatur dan ditetapkan oleh dinas kesehatan kabupaten,

provinsi maupun Kementrerian Kesehatan, sedangkan untuk

maintenance yang sifatnya bisa ditanggulangi diserahkan ke

puskesmas yang bersangkutan dengan dana bersumber pada Bantuan

Operasional Puskesmas (BOP), JKN maupun Bantuan Operasional

Kesehatan (BOK). Berikut data tabel Sarana dan prasarana yang ada

dipuskesmas pajagan, sebagai beriktu :

25
Tabel 5
Data Sarana dan Prasarana Puskesmas Pajagan
Tahun 2018
Kondisi
No Sarana dan Prasarana Jumlah Tdk Ket
Berfungsi
Berfungsi
I Sarana Kesehatan
Perlunya
a. Gedung Puskesmas Induk 1 unit 
relokasi
b. Posyandu 36 Pos 

II Peralatan kantor
a. Komputer (PC) 5 unit 4 1
b. Laptop 5 unit 4 1
c. Camera digital 1 unit 1
d. Infocus 2 unit 1 1
III Prasarana
a. Genset 1 unit 1
Sumur
b. Air Bersih/PAM 1 unit 
bor

IV Sarana Pendukung
a. Ambulance 1 unit 
b. Sepeda motor 1 unit 

Sarana Pendukung
V
Manajemen
pelayanan dlm bentuk
Set/Kit
a. UGD Kit 1 unit 
b. Partus Set 1 unit 
c. Poliklinik Kit 1 unit 
Tanpa
d. Lab sederhana Kit 1 unit  PemutarSen
trifuse
e. USG 1 unit 
f. PTM Kit 1 unit 
Perlu
g. Dental Unit 1 unit  penggantian
Sumber : Data Logistik Puskesmas Pajagan 2018

Berdasarkan tabel di atas sebagian besar sarana dan prasarana

masih baik dan dapat difungsikan.

Semoga pemerintah, baik pusat maupun daerah

mempertimbangkan penambahan jumlah kendaraan yang ada.Karena

masih ada dari 7 desa wilayah kerja puskesmas pajagan ada dua desa

26
yang hanya dapat dilalui roda dua,dan perlu adanya relokasi bangunan

fisik gedung Puskesmas.

1. Kondisi Peran Serta Masyarakat

Berbagai upaya telah dilakukan untuk meningkatkan cakupan

pelayanan kesehatan termasuk di dalamnya mengoptimalkan potensi

sumber daya masyarakat yang ada di desa karena secara langsung

masyarakat merupakan sasaran program kesehatan.

Tanpa masyarakat, program kesehatan tidak dapat berjalan dengan

baik karena selain sebagai sasaran program kesehatan, masyarakat juga

aset dalam melaksanakan program.Hal ini disebabkan karena

keterbatasan sumber daya kesehatan sehingga dengan masyarakatlah,

tenaga kesehatan bekerjasama dalam menyukseskan program.

Hal utama yang menjadi pertimbangan perlunya keterlibatan

masyarakat karena mereka lebih mengenali keadaan wilayahnya dan

lebih mudah bersosialisasi dengan masyarakat lainseperti kader, dukun

bayi dan tokoh masyarakat.

ntuk mempermudah kegiatan di desa dalam meningkatkan derajat

kesehatan masyarakat, puskesmas telah membentuk posyandu yang

dalam pelaksanaannya dibantu oleh para kader kesehatan yang diambil

dari masyarakat setempat, bermitra dengan dukun paraji dengan harapan

dapat menekan angka kematian baik bayi, balita maupun kematian ibu.

Secara langsung maupun tidak langsung masyarakat merupakan ujung

tombak keberhasilan program kesehatan.

27
Tabel 6
Data Peran Serta Masyarakat di Puskesmas Pajagan
Tahun 2018
KADER DUKUN BAYI
JML
NO DESA POSYA Tot Belum
Di Bermitra Magang
NDU Aktif % al bermitra
latih
Jml Jml % Jml % Jml %
1 Pajagan 6 30 30 100 5 3 60 2 40 0 0
2 Ciuyah 6 30 30 100 2 1 50 1 50 0 0

3 Parungsari 6 30 30 100 2 2 100 0 0 0 0

4 Mekarsari 6 30 30 100 2 1 50 1 50 0 0

5 Bungurmekar 4 20 20 100 3 2 66,7 1 33,3 0 0

6 Calungbungur 4 20 20 100 3 2 66,7 1 33,3 0 0

7 Paja 4 20 20 100 2 1 50 1 50 0 0

Jumlah 36 170 170 100 19 12 63,1 7 36,9 0 0

Sumber : Data Puskesmas Pajagan 2018

Kondisi peran serta masyarakaat berkembang secara

dinamis, hal yang paling berpengaruh terhadap perkembangannya adalah

kesadaran dan tingkat pemahaman masyarakat tentang pentingnya

menjaga derajat kesehatan pribadi, disamping perlu dipertimbangkan

juga adanya kepentingan berbagai pihak baik secara pribadi maupun

golongan yang mendorong masyarakat memanfaatkan sarana dan

prasarana kesehatan di puskesmas.

2. Kondisi Kependudukan dan Sasaran Program

Sebagian besar wilayah merupakan areal pertanian dan perkebunan

sehingga mata pencaharian penduduk sebagian besar sebagai petani atau

buruh tani.

Penduduk sebagai sasaran program juga sebagai pelaku dalam

proses pembangunan, berkaitan dengan hal inimaka manusia sebagai

28
pelaku dalam proses pembangunan adalah merupakan sumber potensi

dalam menentukan keberhasilan terhadap pembangunan itu

sendiri.Fokus pelayanan ada pada UKP dan UKM sehingga jumlah

penduduk yang terdistribusi secara gender baik laki-laki dan perempuan.

Berikut tabel dibawah ini data kependudukan diwilayah kerja puskesmas

pajagan, yaitu:

Tabel 7
Data Penduduk Di Puskesmas Pajagan
Tahun2018
NO DESA L P ∑ KK
1 PARUNGSARI 2414 2225 4639 1429

2 CIUYAH 2667 2556 5223 1420

3 PAJAGAN 2728 3929 6657 1257

4 MEKARSARI 1264 1350 2614 925

5 CALUNGBUNGUR 1592 1544 3136 829

6 BUNGURMEKAR 1527 1424 2941 700

7 PAJA 971 896 1867 521

JUMLAH 1316 13924 27077 7081

Sumber : Data BPS dan profil Desa 2018

Jumlah penduduk berdasarkan tabel di atas, yang terbanyak berada

di Desa Pajagan dengan jumlah penduduk sebanyak 6657 jiwa dan

jumlah penduduk terkecil di Desa Paja sebanyak 1.867 Jiwa. Sedangkan

untuk distribusi penduduk lebih banyak Perempuan sebesar 13924.Jiwa.

3. Kondisi Bidang Pendidikan

Pendidikan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan

keterampilan, sehingga media transfer pengetahuan dan keterampilan

tersebut dapat secara formal maupun informal. Pendidikan formal seperti

pada umumnya yaitu mulai dari TK/PAUD/RA sampai perguruan

29
tinggi.Sedangkan contoh pendidikan informal seperti kursus, praktek

lapangan dan lain-lainnya.

Penyelenggara pendidikan disetiap daerah biasanya di bawah

naungan Kementrian Pendidikan dan Kementrian Agama. Sekolah yang

ada di wilayah kerja Puskesmas Pajagan ada yang berstatus negeri

maupun swasta, mulai dari tingkat dasar sampai SLTA dan sampai saat

ini belum ada sekolah tinggi baik negeri maupun swasta. Sedangkan

untuk pendidikan pra sekolah seperti PAUD, RA maupun TK hampir di

setiap desa mengalami peningkatan bila dibandingkan tahun sebelumnya.

Pendidikan anak dimulai dari Anak usia sekolah adalah anak yang

berusia 6-19 tahun, yang sesuai dengan proses tumbuh kembangnya

dibagi menjadi 2 sub kelompok yaitu pra remaja (6-9 tahun) dan remaja

(10-19 tahun).Saat ini jumlah sekolah dasar yang berada di wilayah kerja

puskesmas pajagan sebanyak 15 sekolah yang terdiri dari 12 SD negeri

dan 3 MI.

Tabel di bawah ini menyajikan tentang upaya kesehatan sekolah

dengan sarana pra sarana penunjang, yaitu:

Tabel 8
Data Upaya Kesehatan Sekolah Puskesmas Pajagan
Tahun 2018
Jumlah Sekolah Dengan
Guru Dengan
No Nama Sekolah Yang Dengan Kader/D
UKS UKS Kit
ada JPKM okcil
1 TK/RA 14 0 0 0 0
2 SD/MI 15 3 10 10 10
3 SLTP/MTs 9 1 1 4 1
4 SLTA/SMK 2 0 0 0 0
Sumber : Data Puskesmas Pajagan 2018

30
Dengan adanya pendistribusian UKS Kit tahun 2018 ke sekolah

dasar berpengaruh terhadap adanya pembentukan kader kesehatan

disekolah.Kegiatan kesehatan dalam domain di tingkat sekolah dasar

adalah kegiatan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) dan Usaha Kesehatan

Gigi Sekolah (UKGS).Akan tetapi kegiatan dalam bidang UKGS belum

berjalan optimal. UKS merupakan bagian dari program kesehatan anak

usia sekolah. Dimana maksudnya adalah upaya terpadu lintas program

dan lintas sector dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan serta

membentuk perilaku hidup bersih dan sehat anak usia sekolah.

UKS merupakan termasuk dalam upaya kesehatan pengembangan.

Kegiatan dalam upaya kesehatan anak sekolah yang selama ini dilakukan

oleh Puskesmas Pajagansudah sampai pemeriksaan kesehatan dasar anak

sekolah berupa penjaringan kesehatan anak sekolah kelas satu dengan

kegiatan penentuan status gizi melalui pengukuran BB dan TB,

pemeriksaan gigi dan mulut dan pemeriksaan lainnya yang sederhana

dengan sasaran utama anak sekolah dasar (SD) dan madrasah ibtidaiyah

(MI).

Dari 15 sekolah dasar dengan upaya kesehatan sekolah diwilayah

kerja Puskesmas pajagan yang disertai dengan pembentukan dokter kecil

baru sudah mencapai10 sekolah dasar (SD) meskipun dokcil tersebut

belum mendapatkan pendidikan atau pelatihan secara optimal, sementara

5 sekolah lainnya belum terbentuk.Hal ini disebabkan sekolah tersebut

belum mempunyai sarana seperti UKS Kit dan juga petugas pengelola

UKS puskesmas yang mempunyai beban kerja lebih sehingga focus

petugas terbagi.

31
Namun demikian, diharapkan untuk tahun yang akan datang, upaya

kesehatan sekolah dan pembinaan dokter kecil dapat terbentuk pada

semua tingkat sekolah agar upaya kesehatan anak sekolah dapat

terpantau dan terbina dengan baik.

4. Kondisi Kesehatan Lingkungan

Lingkungan adalah segala sesuatu yang ada disekitar kita baik

benda hidup maupun benda mati.Sedangkan sehat adalah kondisi

sejahtera dari fisik, mental dan social dan ekonomi.Lingkungan

mempunyai pengaruh yang besar terhadap kehidupan.

HL Bloom menyatakan lingkungan merupakan factor terbesar yang

mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat.Untuk itu diperlukan suatu

lingkungan sehat untuk menjamin kehidupan manusia.

Lingkungan sehat yang dimaksud dalam visi Indonesia sehat

adalah lingkungan yang kondusif untuk hidup sehat, bebas polusi,

tersedia air bersih, lingkungan memadai, pemukiman sehat, perencanaan

kawasan sehat serta terwujudnya kehidupan yang saling tolong menolong

dengan memelihara budaya bangsa (kompas, 5 November 2002,

Depkes.go.id).

a). Rumah sehat

Manusia membutuhkan tempat untuk tinggal dan

bernaung.Seiring kemajuan peradaban, tuntutan terhadap rumah

tinggal semakin tinggi tidak hanya dari segi keamanan dan estetika

namun juga segi kesehatan.

Menurut UU RI No. 4 tahun 1992, rumah adalah bangunan yang

berfungsi sebagai tempat tinggal atau hunian dan sarana pembinaan

32
keluarga.Oleh karena rumah berhubungan erat dengan kesehatan

penghuninya maka perlu diperhatikan persyaratan sehat suatu

rumah.

Rumah sehat secara umum dapat memenuhi kebutuhan fisiologis,

psikologis, mencegah penularan penyakit dan dapat mencegah

terjadinya kecelakaan.

b). Tempat Pengolahan Makanan dan Tempat Tempat Umum

Tempat pengolahan makanan (TPM) yang ada di wilayah kerja

puskesmas Pajagan sebanyak 12 tempat.Sedangkan yang memenuhi

syarat kesehatan ada 9 tempat (75%), adapun daftar table TPM

menurut status Hygiene Sanitasi terlampir.

Tempat-tempat umum (TTU) adalah suatu tempat dimana

orang banyak berkumpul untuk melakukan kegiatan baik secara

insidentil maupun terus menerus secara membayar maupun tidak

(Depkes, 1998).

Mengingat banyaknya orang yang akan melakukan kegiatan

atau memanfaatkan produk/hasil di tempat tersebut maka akan

terjadi peningkatan hubungan/kontak yang memungkinkan

terjadinya penularan penyakit baik langsung (antar personal)

maupun tidak langsung (melalui perantara benda, alat atau tempat

kegiatan).

Jenis TTU yang diperiksa adalah Sarana Pendidikan, Sarana

Kesehatan, dan Hotel.Untuk mencegah penularan dari TTU yang

tidak sehatmelalui usaha-usaha penyehatan TTU dengan Inspeksi

Sanitasi TTU.

33
Tempat-tempat umum yang ada diwilayah kerja puskesmas

sebanyak 23 TTU dan yang memenuhi syarat kesehatan dari

sejumlah yang diperiksa yaitu sebanyak 17 tempat atau 78,3%.

c). Rumah Sehat.

Sebagian besar masyarakat memusnahkan sampah secara

dibakar dibakar akan tetapi tidak sedikit pula masyarakat

memperlakukan sampah dengan membuang ke sungai atau

membiarkannya pada tempat-tempat yang mereka anggap tidak

mengganggu pemandangan seperti belakang rumah dll.

34