Anda di halaman 1dari 12

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Dalam Pembukaan Undang-undang Dasar 1945 tercantum jelas cita-cita


bangsa indonesia yang sekaligus merupakan tujuan nasional bangsa Indonesia.
Tujuan nasional tersebut adalah melindungi segenap bangsa Indonesia dan
seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum
mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang
berdasarkan kemerdekaan perdamaian abadi dan keadilan sosial. ASN sebagai
tombak perubahan Indonesia. Menurut Undang-Undang No. 5 Tahun 2014 tentang
Aparatur Sipil Negara (ASN), Aparatur Sipil Negara yang selanjutnya disingkat
ASN adalah profesi bagi pegawai negeri sipil dan pegawai pemerintah dengan
perjanjian kerja yang bekerja pada instansi pemerintah. Pegawai ASN berperan
sebagai perencana, pelaksana, dan pengawas penyelenggaraan tugas umum
pemerintahan dan pembangunan nasional melalui pelaksanaan kebaijakan dan
pelayanan publik yang profesional, bebas dari intervensi politik, serta bersih dari
praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme.

Untuk mencapai hal tersebut diselenggarakanlah upaya pembangunan yang


berkesinambungan yang merupakan suatu rangkaian pembangunan menyeluruh
terarah dan terpadu, termasuk diantaranya pembangunan kesehatan. (UU no 36
Tahun 2009).

Rumah Sakit merupakan adalah institusi pelayanan kesehatan yang


menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara peripurna yang
menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan dan gawat darurat (PermenkesRI,
No 69 Tahun 2014).

Kesehatan lingkungan ditujukan untuk mewujudkan kualitas lingkungan yang


sehat, baik fisik, kimia, biologi maupun sosial yang memungkinkan setiap orang
mencapai derajat kesehatan setinggi-tingginya. Pemerintah daerah dan
masyarakat menjamin ketersediaan lingkungan yang sehat dan tidak mempunyai
risiko buruk terhadap kesehatan. Lingkungan yang sehat dimaksud adalah

1
mencakup lingkungan pemukiman, tempat kerja, tempat rekreasi, serta fasilitas
umum. (UU no 36 tahun 2009, pasal 162 dan 163). Peraturan Larangan merokok
di Kabupaten Way Kanan telah tertuang dalam Peraturan Bupati Nomor 41 Tahun
2012. Serta dipertegas melalui Surat Edaran Bupati Nomor 800/568/IV.02-
WK/VII/2019 Tentang Kawasan Dilarang Merokok.

Kewajiban Rumah Sakit dalam memberlakukan seluruh kawasan di Rumah


Sakit sebagai kawasan tanpa rokok tercantum dalam UU nomor 69 Tahun 2014.
Hal tersebut melatar belakangi penulis membuat Promosi tentang aturan larangan
merokok di lingkungan Rumah Sakit.

Rokok menjadi sumber penyebab kematian yang cukup besar, berbagai


penelitian telah membuktikan ada banyak bahaya rokok bagi kesehatan antara lain
menyebabkan penyakit asma, infeksi paru-paru, berbagai jenis kanker, serangan
jantung, stroke,demensia, impotensi dan banyak penyakit lainnya. Kerugian lain
dari merokok yakni dapat mencemari udara di lingkungan sekitar, asap rokok
mampu bertahan di udara sekitar 2,5 Jam meskipun tidak terdeteksi oleh indera
penciuman dan penglihatan, hal ini tentu mengganggu kenyamanan orang-orang
sekeliling yang tidak merokok atau disebut juga dengan perokok pasif. Badan
Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan terdapat lebih dari Tujuh Juta kematian
terjadi akibat penyakit yang ditimbulkan oleh asap rokok setiap tahunnya.
Diperkirakan sekitar 890.000 kasus kematian tersebut terjadi pada perokok pasif.

Menurut peraturan bersama menteri kesehatan dan menteri dalam negeri


nomor 188/menkes/PB/I/2011 Rokok adalah salah satu produk tembakau yang
dimaksudkan untuk dibakar dan atau dihisap atau dihirup termasuk rokok kretek,
rokok putih, cerutu atau bentuk lainnya yang dihasilkan dari tanaman Nicotiana
Tobacum, Nicotiana Rustica dan spesies lainnya atau sintetisnya yang asapnya
mengandung nicotin dan tar dengan atau tanpa bahan tambahan. Asap rokok
terbukti dapat membahayakan kesehatan individu, masyarakat dan lingkungan.

Promosi Kesehatan salah satu bentuk pelayanan publik yaitu memberikan


pengetahuan kepada pengunjung atau Pegawai Rumah Sakit tentang Informasi
kesehatan termasuk mengenai aturan Larangan merokook di lingkungan Rumah
Sakit. Ketiadaan media Informasi mengenai larangan merokok yang telah diatur
dalam Undang-undang menjadikan masih ditemukannya pengunjung atau

2
pegawai yang merokok di lingkungan Rumah Sakit Umum Daerah Zainal Abidin
Pagaralam Way Kanan.

Output dari kegiatan aktualisasi yang akan dilaksanakan yaitu tersebarnya


informasi mengenai kawasan bebas asap rokok dan tidak adanya pengunjung
maupun pegawai yang merokok di lingkungan Rumah Sakit Umum Daerah Zainal
Abidin Pagaralam Way Kanan.

B. Tujuan dan Manfaat


1) Tujuan
Tujuan dari rancangan Aktualisasi ini yakni sebagai dasar dalam
pelaksanaan aktualisasi supaya rencana yang akan dilakukan berjalan
terarah.
Tujuan Aktualisasi ini antara lain untuk mengetahui nilai-nilai dasar
ANEKA
( Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti Korupsi)
yang harus dimiliki, dipahami serta diaktualisasikan oleh Aparatur Sipil
Negara dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi jabatannya.
2) Manfaat

Manfaat dari rancangan Aktualisasi ini yaitu untuk mengatasi Isu yang
ada di Rumah Sakit melalui implementasi nilai-nilai dasar ANEKA
(Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti Korupsi).

C. Ruang Lingkup
1) Tempat Pelaksanaan
Aktualisasi nilai-nilai dasar ASN ini akan dilakukan di Rumah Sakit Umum
Daerah Zainal Abidin Pagaralam Kabupaten Way Kanan.
2) Waktu Pelaksanaan

Pelaksanaan Aktualisasi nilai-nilai Dasar ASN ini akan dilaksanakan


selama 30 Hari Kerja yaitu mulai tanggal 12 September sampai dengan 23
Oktober 2019.

3
3) Kegiatan Pelaksanaan

Saat aktualisasi penulis berpedoman pada Tugas Pokok dan Fungsi


menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 tentang
kesehatan. Adapun tugas pokok dan fungsi Anggota Komite Promosi
Kesehatan Rumah Sakit sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 44
tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Promosi Kesehatan di Rumah Sakit.

1. Membuat Program Kerja, memantau pelaksanaan dan melakukan


evaluasi dari program PKMRS (Pasien, Keluarga, Masyarakat
Rumah Sakit) baik di dalam maupun diluar Rumah Sakit.
2. Merancang system yang mendukung pelaksanaan pendidikan dan
pelatihan bagi pasien, keluarga dan masyarakat berdasarkan
standar akreditas.
3. Membuat Standar Operasional Prosedur (SOP) semua kegiatan
PKMRS
4. Membuat brosur, leaflet, modul penyuluhan, paket informasi dari
berbagai sumber.
5. Menyusun jadwal pelakasnaan pemberian informasi dan edukasi
kepada pasien, keluarga maupun masyarakat awam.

Adapun kegiatan yang akan dilakukan saat aktualisasi antara lain


membuat Media Promosi Leaflet, Spanduk dan Banner. Yang mana
kegiatan tersebut menjadi upaya meningkatkan Media Promosi mengenai
aturan Larangan merokok di Lingkungan RSUD Zainal Abidin Pagaralam
Way Kanan.

4
D. Matrix Rancangan
Unit Kerja : Penyuluh Kesehatan masyarakat dibawah naungan Umum Kepegawaian
Identifikasi :

1. Kurangnya Variasi Media Promosi tentang Larangan Merokok di Lingkungan Rumah Sakit.
2. Kurangnya Pengetahuan Pengunjung/Petugas Rumah Sakit mengenai Kawasan bebas rokok.
3. Belum berjalannya budaya Salam Sapa di rumah sakit.
4. Kurangnya Kepatuhan petugas atau pengunjung Rumah Sakit terhadap aturan larangan merokok di
Lingkungan Rumah Sakit

Isu yang diangkat : Kurangnya Variasi Media Promosi tentang Larangan Merokok di Lingkungan Rumah Sakit.

Gagasan pemecah isu : Optimalisasi Media Promosi tentang kawasan Bebas Asap Rokok di RSUD Zainal
Abidin Pagaralam Way Kanan.

5
Tabel 1. Matrix Rancangan
Keterkaitan Kontribusi Penguatan
Kegiatan Ouput/ Substansi Terhadap
No Tahapan Kegiatan Nilai
Hasil Mata Visi-Misi
Pelatihan Organisasi Organisasi

1 2 3 4 5 6 7
1. Konsultasi rencana 1. Koordinasi Ketua dan anggota Akuntabilitas: Kegiatan sosialisasi Penguatan Nilai- nilai
kegiatan kepada Ketua dengan Ketua PKRS mengetahui, tanggung jawab rancangan aktualisasi
organisasi :
Komite Promosi Komite PKRS menyetujui, dan sesuai dengan misi
Kesehatan Rumah Sakit terkait rancangan mendukung Nasionalisme: RSUD ZAPA yaitu : • Profesional
Zainal Abidin Pagaralam. aktualisasi. kegiatan aktualisasi tidak membeda-
• Bermutu
Kemudian untuk 2. Undangan Rapat yang akan bedakan.  Mengelola
dilakukan Sosialisasi Sosialisasi. dilaksanakan seluruh • Mandiri
rencana kegiatan kepada 3. Sosialisasi Etika Publik: sumberdaya
• Berdaya Saing
anggota PKRS. dengan anggota • Notulen Hasil sopan dan ramah. secara
Komite PKRS Rapat. transparan,
• Daftar Hadir Komitmen Mutu: efektif dan
Rapat. efektif dan efisien akuntabel
• Foto/ Video
kegiatan Anti Korupsi:
sosialisasi Jujur dan transparan.
rancangan
aktualisasi
2. Inventarisir Materi/ Media 1. Koordinasi • Bukti hasil Akuntabilitas: Kegiatan Penguatan Nilai- nilai
Sosialisasi mengenai dengan atasan koordinasi tanggung jawab Pengumpulan Materi organisasi :
aturan larangan merokok mengenai bahan dengan atasan mengenai Aturan
di Rumah Sakit serta materi. Nasionalisme: • Profesional
Larangan merokok,
bahaya rokok bagi • Foto/ Video diskusi dan
terkait dengan misi • Bermutu
kesehatan. kegiatan. musyawarah

6
2. Mendata Etika Publik: RSUD ZAPA, yaitu: • Mandiri
Informasi yang cermat, dan sopan.
1. Menciptakan • Berdaya Saing
akan
disampaikan. Komitmen Mutu: lingkungan
sumber yang dapat kerja yang
3. Mendata dipercaya. aman dan
Informasi yang nyaman.
belum ada pada Anti Korupsi:
media promosi Jujur dan transparan. 2. Meningkatkan
sebelumnya. jumlah dan
kualitas
sumber daya
manusia
(SDM) Rumah
Sakit yang
profesional
untuk
menunjang
pelayanan.

3. Pembuatan Media 1. Konsultasi 1. Hasil akhir Akuntabilitas: Kegiatan Pembuatan Penguatan Nilai- nilai
Promosi Banner dan dengan ketua Materi tanggung jawab. Media Promosi organisasi :
Spanduk mengenai Komite PKRS promosi Banner dan Spanduk
Aturan Larangan mengenai yang akan di Nasionalisme: • Profesional
mengenai aturan
Merokok. pembuatan cetak pada bekerjasama dengan
• Bermutu
Media Promosi media ahli desain agar media Larangan Merokok
Berupa promosi. promosi kesehatan terkait dengan misi • Mandiri
Leaflet,Spanduk dapat selesai dengan RSUD ZAPA, yaitu:
Berdaya Saing
dan Banner. 2. Foto-foto Optimal.
2. Membuat Kegiatan 1. Memberikan
Konsep Etika Publik: pelayanan
kesehatan

7
Spanduk dan 3. Spanduk Ilustrasi yang sopan bermutu dan
banner Banner dan tidak terjangkau
mengenai Leaflet menyinggung berorientasi
Aturan Larangan pada kepuasan
Merokok di Komitmen Mutu: pasien.
Lingkungan menarik dan dapat 2. Meningkatkan
Rumah Sakit. dipahami semua jumlah dan
3. Koordinasi golongan masyarakat/ kualitas
dengan pengunjung. sumber daya
Percetakan manusia (SDM)
dalam rangka Anti Korupsi: Rumah Sakit
pembuatan amanah. yang
Media Promosi. profesional
untuk
menunjang
pelayanan.
3. Meningkatkan
sistem
informasi dan
managemen
rumah sakit
yang
akuntabel.
4 Mendistribusikan 1. Koordinasi • Foto- Foto Akuntabilitas : Kegiatan Penguatan Nilai- nilai
Informasi dengan cara dengan Kegiatan. Bertanggung jawab. Mendistribusikan
organisasi :
memasang Spanduk dan Kasubbag Informasi mengenai
Banner serta Umum dan • Bukti Nasionalisme : • Profesional
Aturan Larangan
membagikan Leaflet pada Kepegawaian Kegiatan kerja sama.
merokok, terkait • Bermutu
Pengunjung mengenai untuk membantu Undangan
Aturan Larangan pemasangan Sosialisasi, dengan Visi RSUD • Mandiri
Merokok di Rumah Sakit. Spanduk dan Materi dan Etika Publik : ZAPA, yaitu:
Berdaya Saing
banner di bagian Notulen Hasil sesuai aturan dan Menjadi rumah sakit

8
Pendaftaran dan Sosialisasi. tidak mengganggu
yang memberikan
Balkon depan jalannya kegiatan
pelayanan
bangunan • Sosialisasi pelayanan. profesional, bermutu,
Rumah Sakit. dengan
mandiri dan berdaya
2. Membagikan membagikan Komitmen Mutu :
Leaflet pada leaflet efektif dan efisien saing 2021
pengunjung kepada dalam menyampaikan Serta Misi RSUD
pengunjung Informasi secara Zainal Abidin
Rumah Lugas dan Jelas. Pagaralam, Yaitu :
Sakit.
• Banner dan Anti Korupsi : 1) Menciptakan
Spanduk Kejujuran dan lingkungan kerja
terpasang transparan. yang aman dan
dengan nyaman.
sempurna. 2) Memberikan
pelayanan
kesehatan
bermutu dan
terjangkau
berorientasi
pada
kepuasan
pasien.

9
E. Jadwal Kegiatan
Adapun jadwal kegiatan aktualisasi yang telah penulis lakukan, yakni sebagai
berikut:
Tabel 2. Jadwal Kegiatan

September Oktober
No Kegiatan
Minggu Minggu Minggu Minggu
III IV I II
1 Konsultasi rencana aktualisasi dengan Komite Serta
Sosialisasi tentang rencana kegiatan kepada Anggota Komite
Promosi Kesehatan Rumah Sakit Zainal Abidin Pagaralam.
2 Inventarisir Informasi dan Materi mengenai Aturan Larangan
merokok serta dampak perokok aktif dan pasif
3 Pembuatan Media Promosi Banner dan Spanduk mengenai
Aturan Larangan Merokok.
4 Mendistribusikan Informasi dengan cara memasang Spanduk
atau Banner mengenai Aturan Larangan Merokok.

Keterangan:
: Kegiatan Minggu ke I : Kegiatan Minggu ke III
: Kegiatan Minggu ke II : Kegiatan Minggu ke IV

10
F. Kendala dan Antisipasi
Kendala dan antisipasi yang penulis jumpai di Rumah Sakit Umum Daerah Zainal Abidin Pagaralam Way Kanan
diantaranya sebagai berikut:
Tabel 3. Kendala dan Antisipasi Kegiatan
No Kegaiatan Kendala Antisipasi
Konsultasi rencana kegiatan kepada

1 Ketua Komite Promosi Kesehatan Tidak Ada Kendala -


Rumah Sakit Zainal Abidin Pagaralam

Kesulitan mendapatkan  Mencari literature Menggunakan


Inventarsir Materi/ Media
sumber yang akurat karena Jaringan Data Seluler Pribadi atau
2 mengenai aturan larangan
Jaringan Wifi Rumah Sakit menggunakan Sumber Internet
merokok di Rumah Sakit.
tidak lancar. Lain.

Pembuatan Media Promosi


Leaflet, Banner dan Spanduk Keterlambatan dari  Mencetak Lebih Awal
3
mengenai Aturan Larangan percetakan  Mencari tempat percetakan lain.
Merokok.
Mendistribusikan Informasi dengan
cara memasang Spanduk atau  Mengkoordinasikan dengan Kepala
Pemasangan terhambat
Banner mengenai Aturan Bagian Umum Kepegawaian agar
4 Karena keterbatasan Satuan
Larangan Merokok. Serta ikut menindak lanjuti proses
tugas keamanan.
Pembagian Leaflet sekaligus pemasangan.
Sosialisasi bahaya merokok

11