Anda di halaman 1dari 6

PraktikumProteksiRadiasiEksterna

PRAKTIKUM PROTEKSI RADIASI EKSTERNA

I. PENDAHULUAN

Dalam kegiatan pemanfaatan sumberr adiasi harus dilakukan pembatasan


penyinaran, agar dosis yang diterima pekerja dan masyarakat tidak melebihi
nilai batas dosis (NBD).Hal tersebut dilakukan dengan penerapan prinsip
proteksi radiasi eksterna,yaitu menentukan lama bekerja, mengatur jarak,
serta menggunakan perisai radiasi sesuai keperluan.

Pada praktikum ini dipelajari pengaruh jarak terhadap laju dosis, pengaruh
waktu terhadap dosis dan penggunaan penahan radiasi gamma.

Setelah mengikuti praktikum ini peserta mempunyai kompetensi menerapkan


proteksi radiasi eksterna terhadap sinar-X/radiasi gamma, dengan indikator
keberhasilan :

1. Menerapkan fungsi jarak dalam pengendalian radiasi eksterna;

2. Menerapkan fungsi waktu dalam pengendalian radiasi eksterna;

3. Menerapkan fungsi perisai radiasi dalam pengendalian radiasi


eksterna;

4. Mampu memilih perisai radiasi yang paling efektif untuk sinar-X /


radiasi gamma.

1
Pusdiklat-BATAN, 2017
PraktikumProteksiRadiasiEksterna

II. TEORI
Dosis ekivalenyang diterima personal tergantung pada laju dosis dan lamanya
berada di daerah radiasi tersebut dan dapat dinyatakan dalam persamaan (1).

 t
H=H (1)

keterangan :
= Dosis (μSv)
t = waktu (jam)
.
H = Laju dosis ekuivalen (μSv/jam)
Berdasarkan persamaan (1), pembatasan dosis yang diterima personel dapat
dilakukan dengan membatasi beban kerja.

Sinar-X dan radiasi gamma merupakan salah satu jenis radiasi eksterna yang
sangat berbahaya, karena mempunyai daya tembus yang sangat besar.
Untuk mengurangi laju dosis radiasi pada posisi tertentu dilakukan dengan
mengatur jarak dan menggunakan bahan perisai radiasi.

Apabila laju dosis pada posisi tertentu dari sumber radiasi sudah diketahui,
maka laju dosis ekivalen pada posisi lain dapat dihitung menggunakan
persamaan (2).
2
 

r1 
H2 r 
 H1 (2)
 2

Keterangan :
.
H 1 = laju dosis ekuivalen pada posisi berjarak r1 dari sumber radiasi;
.
H 2 = laju dosis ekuivalen pada posisi berjarak r2 dari sumber radiasi.

Persamaan tersebut berlaku apabila jarak minimum 10 kali dimensi sumber


radiasi.

2 Pusdiklat-BATAN, 2017
PraktikumProteksiRadiasiEksterna

Jika sumber radiasi dengan pada jarak tertentu diberi perisai radiasi dengan
tebal x, maka laju dosis ekivalen adalah :

 H
H  e  x (3)
2 1

keterangan :
.
H 1 = Laju dosis ekivalen tanpa penahan radiasi (μSv/jam)
.
H 2 = laju dosis ekivalen dengan penahan radiasi setebl x(μSv/jam)
µ = koefisien atenuasi linier (= 0,693/HVL)
x= tebal perisai (satuan panjang)
HVL = tebal paro perisai (satuan panjang)

III. PERALATAN DAN BAHAN


1. Monitor perorangan: TLD badge dan dosimeter saku
2. Sumberradiasi gamma Cs-137 dan Co-60
3. Surveimeter gamma
4. Perisai radiasi : timbal (Pb), kayu, bata putih (habel), dan bata merah
5. Tanda radiasi, tali kuning, penyangga
6. Pengatur waktu
7. Kontainer

IV. LANGKAH KERJA

A. Persiapan
1. Identifikasi potensi bahaya yang ada di area kerja
2. Baca dan catat penunjukkan dosimeter saku
3. Pakai dosimeter saku

3
Pusdiklat-BATAN, 2017
PraktikumProteksiRadiasiEksterna

B. Pengaruh Jarak terhadap Laju Dosis dan Pengaruh Waktu terhadap


Dosis

1. Letakkan 3 buah dosimeter padajarak 50 cm, 75 cm, dan 100 cm dari


sumber radiasi.

2. Letakkan surveimeter padajarak 50 cm dari sumber radiasi.

3. Siapkan pengatur waktu untuk mengukur selang waktu pengukuran


dosis.

4. Keluarkan sumber radiasi pada posisi yang telah ditentukan dan pada
saat yang sama hidupkan pengatur waktu.

5. Catat laju dosis radiasi pada jarak 50 cm dari sumber radiasi .

6. Letakkan surveimeter pada jarak 75 cm dan 100 cm dari sumber


radiasi.

7. Catat laju dosis radiasi pada jarak 75 cm dan 100 cm dari sumber
radiasi .

8. Catat dosis radiasi yang diterima ketiga dosimeter saku pada selang
waktu5 menit dan 10 menit.

9. Masukkan sumber radiasi ke dalam kontainer dan ukur laju dosis pada
permukaan kontainer untuk memastikan bahwa sumber telah masuk
ke dalam kontainer.

Tugas:
- Buat grafik hubungan antara jarak denganlaju dosis, -
Buat grafik hubungan antara waktu dengandosis.

C. Pengaruh Penahan Radiasi terhadap Laju Dosis

1. Siapkan beberapa jenis bahan perisai radiasi: bata merah, bata putih,
kayu, dan Pb.

2. Keluarkan sumber radiasi Cs-137 pada posisi yang sudah ditentukan.

4 Pusdiklat-BATAN, 2017
PraktikumProteksiRadiasiEksterna

3. Letakkan surveimeter pada jarak atau laju dosis tertentu dari sumber
radiasi, dan catat nilai laju dosis sebagai intensitas mula-mula.

4. Letakkan satu lempeng bahan perisai pada posisi di antara sumber


dan surveimeter.

5. Baca laju dosis radiasi setelah melewati lempeng bahan perisai dan
catat hasilnya.

6. Tambahkan lempeng bahan perisai menjadi dua ketebalan dan ukur


laju dosis setelah melewati bahan perisai tersebut serta catat hasilnya.

7. Lakukan pengukuran laju dosis untuk ketebalan berikutnya,sampai


diperoleh minimal nilai laju dosis menjadi setengah laju dosis mula-
mula.

8. Ulangi langkah 4 s.d. 6 untuk jenis bahan perisai radiasi yang lain.

9. Ganti sumber radiasi dengan yang memiliki energi lebih tinggi, seperti
Co-60 dan ulangi langkah 2 sampaidengan 8.

10. Masukkan sumber radiasi ke dalam kontainer dan ukur laju dosis pada
permukaan kontainer untuk memastikan sumber radiasi sudah masuk
ke dalam kontainer.

Tugas:
1. Tentukannilai HVL bahan perisai radiasi,
2. Urutkan jenis bahan perisai radiasi berdasarkan efektifitasnya,
3. Sebutkan faktor yang mempengaruhi nilai HVL suatu bahan perisai
radiasi.

E. Penutup
1. Rapikan peralatan dan letakkan pada tempat yang telah ditentukan.
2. Matikan surveimeter.
3. Baca dan catat penunjukan dosimeter saku.

5
Pusdiklat-BATAN, 2017
PraktikumProteksiRadiasiEksterna

DAFTAR PUSTAKA

1. Pusdiklat BATAN. Dasar Fisika Radiasi Pelatihan Keselamatan Radiasi


untuk Calon Petugas Proteksi Radiasi.Jakarta. 2017.
2. Pusdiklat BATAN. Dasar Proteksi Radiasi Pelatihan Keselamatan Radiasi
untuk Calon Petugas Proteksi Radiasi. 2017.
3. Peraturan Pemerintah No.33 Tahun 2007 tentang Keselamatan Radiasi
Pengion dan Keamanan Sumber Radioaktif.
4. Peraturan Kepala BAPETEN No. 4 Tahun 2013 tentang Proteksi dan
Keselamatan Radiasi dalam Pemanfaatan Tenaga Nuklir.

6 Pusdiklat-BATAN, 2017