Anda di halaman 1dari 7

Penentuan titik leleh.

Titik leleh adalah suhu dimana suatu senyawa mulai beralih fasa dari padatan
menjadi cairan sampai kesemuanya menjadi cair sempurna. Titik leleh dapat dicari melalui sebuah
eksperimen. Bahan yang diperlukan adalah pipa kapiler dan alat penentu titik leleh.

Inilah gambar alat penentu titik leleh:

Langkah-langkah penentukan titik leleh adalah sebagai berikut.

1. Masukkan sampel padat ke dalam pipa kapiler hingga mencapai panjang sekitar 0,5 cm.
Usahakan sampel mencapai bagian bawah pipa kapiler (bagian bawah adalah bagian yang
tertutup / buntu).
2. Memasukkan pipa kapiler ke dalam alat penentu titik leleh. Biasanya medium pemanas yang
digunakan adalah gliserin.
3. Pastikan padatan dalam pipa teramati lewat kaca pembesar alat.
4. Nyalakan alat (meliputi lampu dan pemanas), dan mulailah mengamati kenaikan suhu lewat
termometer.
5. Catatlah suhu jika padatan mulai meleleh, dan catatlah suhu sekali lagi saat seluruh padatan
leleh.

Misal, jika padatan mulai meleleh pada suhu 66o C dan meleleh sempurna pada suhu 68o C, maka
titik leleh zat tersebut adalah 66-68o C.

Titik leleh juga dapat digunakan sebagai acuan apakah senyawa tersebut murni atau tidak.
Senyawa murni biasanya mempunyai rentangan titik leleh tak lebih dari 3 derajat Celcius. Misalnya,
suatu bahan mempunyai titik leleh 128-136o C, maka dapat diketahui senyawa tersebut belum murni
karena rentang titik lelehnya adalah 8 derajat Celcius. Untuk memurnikan senyawa organik dapat
menggunakan teknik rekristalisasi

Titik leleh adalah temperatur dimana zat padat berubah wujud menjadi zat cair pada tekanan satu
atmosfer. Dengan kata lain, titik leleh merupakan suhu ketika fase padat dan cair sama-sama berada
dalam kesetimbangan.

Titik leleh zat padat adalah suhu di mana zat tersebut akan berubah wujud menjadi cair. Titik leleh suatu
zat padat tidak mengalami perubahan yang berarti dengan adanya perubahan tekanan. Pengaruh ikatan
hidrogen terhadap titik leleh tidak begitu besar karena pada wujud padat jarak antarmolekul cukup
berdekatan dan yang paling berperan terhadap titik leleh adalah berat molekul zat dan bentuk simetris
molekul. Titik leleh senyawa organik mudah untuk diamati sebab temperatur dimana pelelehan mulai
terjadi hampir sama dengan temperatur dimana zat telah habis meleleh semuanya.

Perbedaan titik leleh senyawa-senyawa dipengaruhi oleh beberapa hal, di antaranya adalah perbedaan
kuatnya ikatan yang dibentuk antar unsur dalam senyawa tersebut. Semakin kuat ikatan yang dibentuk,
semakin besar energi yang diperlukan untuk memutuskannya. Dengan kata lain, semakin tinggi juga titik
lebur unsur tersebut. Perbedaan titik leleh antara senyawa-senyawa pada golongan yang sama dapat
dijelaskan dengan perbedaan elektronegativitas unsur-unsur pembentuk senyawa tersebut.

Jika zat padat yang diamati tidak murni, maka akan terjadi penyimpangan dari titik leleh senyawa
murninya. Penyimpangan itu berupa penurunan titik leleh dan perluasan range titik leleh. Misalnya :
suatu asam murni diamati titik lelehnya pada temperature 122,1oC – 122,4oC penambahan 20% zat
padat lain akan mengakibatkan perubahan titik lelehnya dari temperature 122,1o- 122,4 oC menjadi
115o - 119 oC. Rata-rata titik lelehnya lebih rendah 5oC dan range temperature akan berubah dari 0,3oC
jadi 4oC.

Dengan mengetahui titik leleh suatu zat, maka kita dapat mengetahui kemurnian suatu zat. Untuk zat-
zat murni, pada umumnya memiliki titik leleh yang lebih tinggi dibandingkan ketika zat tersebut telah
tercampur dengan zat lain. Berdasarkan hal inilah, maka untuk memperoleh logam yang murni, maka
bijih logam yang dihasilkan dari proses tambang dipanaskan dalam dapur pemanasan sampai melebur
dan kemudian melalui proses lebih lanjut akan diperoleh logam yang murni.

Dalam menentukan titik leleh suatu zat, adapun faktor-faktor yang mempengaruhi cepat atau
lambatnya zat tersebut meleleh adalah :

1. Ukuran Kristal

Ukuran Kristal sangat berpengaruh dalam menentukan titik leleh suatu zat. Apabila semakin besar
ukuran partikel yang digunakan, maka semakin sulit terjadinya pelelehan.

2. Banyaknya Sampel.

Banyaknya sampel suatu zat juga dapat mempengaruhi cepat lambatnya proses pelelehan. Hal ini
dikarenakan, apabila semakin sedikit sampel yang digunakan maka semakin cepat proses pelelehannya,
begitu pula sebaliknya jika semakin banyak sampel yang digunakan maka semakin lama proses
pelelehannya.

3. Pengemasan Dalam Kapiler.

· Pemanasan dalam suatu pemanas harus menggunakan bara api atau panas yang bertahan.

· Adanya senyawa lain yang dapat mempengaruhi range titik leleh.

itik leleh adalah suhu dimana fase cair dan fase padat dalam keadaan setimbang dimana tekanan luar
sama dengan 1 atm. idealnya titik leleh ini berada dalam 1 titik, namun kenyataannya berada dalam
suatu rentang tertentu, biasanya antara 0,3 – 0,5 derajat. hal ini dikarenakan pada zat padat yang akan
dilelehkan tersebut, terdapat zat pengotor, atau pada saat terjadi pelelehan zat padat mengurai karena
tidak stabil.
titik leleh ini sangat penting karena merupakan standar untuk:

1. identifikasi senyawa yang tidak diketahui. suatu senyawa yang tidak diketahui dapat diidentifikasi
dengan menentukan titik lelehnya. titik leleh yamg didapat dari percobaan kemudian dicocokkan
dengan literatur yang ada.

2. uji kemurnian. senyawa yang telah diketahui namanya untuk lebih meyakinkan bahwa senyawa yang
kita miliki benar merupakan senyawa yang dimaksud, bisa dilkukan uji kemurnian dengan uji titik leleh.

3. menentukan berat molekul dari suatu senyawa. senyawa yang belum diketahui berat molekulnya
namun kita mengetahui titik lelehnya, maka untuk mencari berat molekuklnya bisa dilakukan dengan
metode rsat

dewasa ini telah banyak alat penguji titik leleh yang berkembang dari mulai yang sederhana sampai yang
paling modern. diantaranya adalah:

a. labu kjeldahl, labu yang berisi cairan tangas bersuhu didih tinggi kemudian dipanaskan diatas
pembakar bunsen sambil di aduk-aduk. prinsip utama dari labu kjeldahl ini adalah dengan menggunakan
aliran konveksi diharapkan terjadi proses distribusi panas dari sumber (api bimsen) ke padatan yang
telah dimasukkan ke dalam pipa kapiler sebelumnya.

b. alat thiele, memilki prinsip yang sama dengan labu kjeldahl, namun pemanasan dilakukan di atas
penangas listrik. sehingga tidak diperlukan pengadukan.

c. melting block, prinsip utama dari alat ini adalah menggunakan proses konduksi dari logam untuk
penghantaran panas. pada alat ini terdapat dua luabang di bagian atas yang digunaka untuk menaruh
pipa kapiler dan termometer, sementar dua lubang disamping digunakan untuk mengamati keadaan
padatan yang akan berubah menjadi cairan.

d. elektrothermal, merupakan alat yang lebih modern karena pengamatan sangat mudah dilakukan.
ketika mulai dan berakhirnya semua padatan mencair maka akan terdengar bunyi alarm. sehingga
suhunya dapat di atur, dan pengamatan dilakukan dengan menggunakan kaca pembesar untuk lebih
meyakinkan bahwa semua padatan telah menjadi cair.
Titik leleh didefinisikan sebagai temperatur dimana zat padat berubah menjadi cairan pada tekanannya
satu atmosfer. Titik leleh suatu zat padat tidak mengalami perubahan yang berarti dengan adanya
perubahan tekanan. Oleh karena itu tekanan biasanya tidak dilaporkan pada penentuan titik leleh ,
kecuali kalau perbedaan dengan tekanan normal terlalu besar. Pada umumnya titik leleh senyawa
organic mudah diamati sebab temperatur dimana pelelehan mulai terjadi hamper sama dengan
temperatur dimana zat telah meleleh semuanya. Contohnya : suatu zat dituliskan dengan range titik
leleh 122,1°- 122,4°C dari pada titik lelehnya 122,2°C.

Jika zat padat yang diamati tidak murni , maka akan terjadi penyimpangan dari titik leleh senyawa
murninya. Penyimpangan itu berupa penurunan titik leleh dan perluasan range titik leleh. Misalnya :
suatu asam murni diamati titik lelehnya pada temperatur 122,1°C – 122,4°C penambahan 20% zat padat
lain akan mengakibatkan perubahan titik lelehnya dari temperatur 122,1°C – 122,4°C menjadi 115°C -
119°C. Rata – rata titik lelehnya lebih rendah 5°C dan range temperatur akan berubah dari 0,3°C jadi 4°C.

Atom-atom unsur alkali terikat dalam struktur terjenjal oleh ikatan logam yang lemah , karena setiap
atom hanya mempunyai satu elektron ikatan dan bertambah lemah jika jari-jari bertambah besar. Oleh
sebab itu titik leleh berkurang dari atas ke bawah dalam satu golongan. Sedangkan pada unsur halogen
yang berada dalam keadaan padat berupa kristal terikat oleh Gaya Van der Waals yang lemah. Gaya ini
bertambah jika jari-jari bertambah besar. Oleh sebab itu titik leleh bertambah dari atas ke bawah dalam
satu golongan. Titik leleh bargantung pada kekuatan relatif dari ikatan. Dalam satu golongan unsur
transisi dari atas ke bawah kekuatan ikatan bartambah, jadi titik leleh bertambah. Unsur C dan Si yang
mempunyai struktur kovalen yang sangat besar mempunyai titik leleh tinggi.

Titik leleh dari gas mulia ditentukan oleh besarnya nomor atom. Semakin besar nomor atom maka titik
lelehnya makin tinggi. Itu berarti ikatan Van der Waals sangat lemah. Sifat fisika dari karbon yaitu pada
titik lelehnya adalah titik leleh dari karbon sangat tinggi, sehingga karbon berbeda dengan non logam
lainnya. Titik leleh dan titik didih dinyatakan dalam keperiodikan, dapat dilihat pada table berikut.

Titik leleh adalah temperatur dimana zat padat berubah wujudmenjadi zat cair pada tekanan satu
atmosfer. Dengan kata lain,titik lelehmerupakan suhu ketika fase padat dan cair sama-sama berada
dalamkesetimbangan. Perubahan tekanan tidak mempengaruhi titik leleh suatuzat mengalami
perubahan yang berarti. Pengaruh ikatan hidrogenterhadap titik leleh tidak begitu besar karena pada
wujud padat jarak antarmolekul cukup berdekatan dan yang paling berperan terhadap titik leleh adalah
berat molekul zat dan bentuk simetris molekul. Titik lelehsenyawa organik mudah untuk diamati sebab
temperatur dimana pelelehan mulai terjadi hampir sama dengan temperatur dimana zat telahhabis
meleleh semuanya.Jika zat padat yang diamati tidak murni , maka akan terjadi penyimpangan dari titik
leleh senyawa murninya yang berupa penurunantitik leleh dan perluasan range titik leleh. Misal suatu
asam murni diamatititik lelehnya pada temperatur 122,1oC – 122,4oC dari titik lelehnya122,2oC.
Penambahan 20% zat padat lain akan mengakibatkan perubahan titik lelehnya menjadi 115oC - 119oC
dari 122,1oC – 122,4oC. ( Rata-rata titik lelehnya lebih rendah 5oC dan range temperaturnya berubah
menjadi 4oC dari 0,3oC )Pada unsur alkali memiliki satu elektron ikatan dan bertambahlemah jika jari-
jari bertambah besar, hal ini menyebabkan titik leleh berkurang dari atas kebawah dalam satu golongan.
Unsur halogen terikat oleh gaya Van der Waals yang lemah, gaya ini bertambah jika jari-jari bertambah
besar , oleh sebab itu titik leleh bertambah besar dari atas ke bawah dalam satu golongan. Kekuatan
ikatan logam bertambah dari kirike kanan , sehingga titik leleh bertambah dari kiri ke kanan dalam satu
periode. Gas mulia memliki ikatan Van der Waals yang sangat lemah ,sehingga titik lelehnya sangat kecil.
Titik leleh pada gas mulia ditentukanoleh besarnya nomer atom. Semakin besar nomor atom maka titik
lelehnya semakin tinggi. Sementara itu, titik leleh dari karbon sangattinggi.

2. ASAM BENZOAT (C6H5COOH )

Asam benzoat adalah adalah padatan kristal berwarna putih dan juga digunakan sebagi zat pengawet
yang sering dipergunakan dalam saos dan sambal. Asam benzoat disebut juga senyawa antimikroba
karena tujuan penggunaan zat pengawet ini dalam kedua makanan tersebut untuk mencegah
pertumbuhan khamir dan bakteri terutama untuk makanan yang telah dibuka dari kemasannya. Jumlah
maksimum asam benzoat yang boleh digunakan adalah 1000 ppm atau 1 gram per kg bahan (permenkes
No 722/Menkes/per/1X/1988). Pembatasan penggunaan asam benzoat ini bertujuan agar tidak terjadi
keracunan. Asam benzoat mempunyai ADI 5 mg per kg berat badan (hanssen, 1989 dalam Warta
Konsumen, 1997), Adapun titik leleh kristal asam benzoat dalam literatur adalah 122,4⁰C.

3. ASAM SALISILAT (C7H6O2)

Asam salisilat merupakan turunan dari senyawa aldehid. Senyawa ini juga biasa disebut o-
hidroksibensaldehid, o-formilfenol atau 2-formilfenol. Senyawa ini stabil, mudah terbakar dan tidak
cocok dengan basa kuat, pereduksi kuat, asam kuat, dan pengoksidasi kuat. Tidak berwarna menjadi
kuning pada larutan dengan bau kenari pahit Titik lebur 1-2 0C, Sifat-sifat lain yang dimiliki oleh asam
salisilat adalah sebagai berikut: Panas jika dihirup, di telan dan apabila terjadi kontak dengan kulit, Iritasi
pada mata, Iritasi pada sauran pernafasan, Iritasi pada kulit.

Ketika suatu zat padat dipanaskan maka zat padat akan meleleh. Dengan kata lain pada suhu tertentu
zat padat mulai meleleh dan dengan kenaikan sedikit suhu semua zat padat akan berubah fasa menjadi
cair. Suatu zat padat mempunyai molekul-molekul dalam bentuk kisi yang teratur dan diikat oleh gaya-
gaya gravitasi dan elektrostatik. Bila zat tersebut dipanaskan, energi kinetik dari molekul-molekul
tersebut akan naik. Hal ini akan mengakibatkan molekul bergetar yang akhirnya pada suatu suhu
tertentu ikatan-ikatan molekul tersebut akan terlepas, maka zat padat akan meleleh.

Titik leleh (sebenarnya trayek titik leleh) adalah suhu yang teramati ketika zat padat mulai meleleh
sampai semua partikel berubah menjadi cair. Titik leleh senyawa murni adalah temperatur dimana zat
padat berubah wujud menjadi zat cair pada tekanan satu atmosfer. Dengan kata lain, titik leleh
merupakan suhu ketika fase padat dan cair sama-sama berada dalam kesetimbangan. Kalor diperlukan
untuk transisi dari bentuk kristal, pemecahan kisi kristal, sampai semua berbentuk cair. Proses pelelehan
ini dalam kesetimbangan atau reversible. Untuk melewati proses ini memerlukan waktu dan sedikit
perubahan suhu.

Perubahan tekanan tidak mempengaruhi titik leleh suatu zat mengalami perubahan yang berarti.
Pengaruh ikatan hidrogen terhadap titik leleh tidak begitu besar karena pada wujud padat jarak antar
molekul cukup berdekatan dan yang paling berperan terhadap titik leleh adalah berat molekul zat dan
bentuk simetris molekul. Titik leleh senyawa organik mudah untuk diamati sebab temperatur dimana
pelelehan mulai terjadi hampir sama dengan temperatur dimana zat telah habis meleleh semuanya.

Jika zat padat yang diamati tidak murni, maka akan terjadi penyimpangan dari titik leleh senyawa
murninya yang berupa penurunan titik leleh dan perluasan range titik leleh. Misal suatu asam murni
diamati titik lelehnya pada temperatur 122,1oC-122,4oC dari titik lelehnya 122,2oC. Penambahan 20%
zat padat lain akan mengakibatkan perubahan titik lelehnya menjadi 115oC - 119oC dari 122,1oC –
122,4oC. ( Rata-rata titik lelehnya lebih rendah 5oC dan range temperaturnya berubah menjadi 4oC dari
0,3oC .

Makin murni senyawa tersebut, trayek (range) suhu lelehnya makin sempit, biasanya tidak lebih dari 1
derajat. Adanya zat asing di dalam suatu kisi akan mengganggu struktur kristal keseluruhannya, dan
akan memperlemah ikatan-ikatan di dalamnya. Akibatnya titik leleh senyawa (tidak murni) ini akan lebih
rendah dari senyawa murninya, dan yang paling penting adalah trayek lelehnya yang makin lebar.
Penentuan tititk leleh suatu senyawa murni ditentukan dari pengamatan trayek titik lelehnya, dimulai
saat terjadinya pelelehan (sedikit), transisi padat-cair, sampai seluruh kristal mencair Hal ini dilakukan
terhadap sedikit kristal (yang sudah digerus halus) yang diletakan dalam ujung baawah pipa gelas
kapiler, lalu dipanaskan secara merata dan perlahan di sekitar kapiler ini. Pengukuran suhu harus tepat
di tempat zat tersebut meleleh.

Pada unsur alkali memiliki satu elektron ikatan dan bertambah lemah jika jari-jari bertambah besar, hal
ini menyebabkan titik leleh berkurang dari atas kebawah dalam satu golongan. Unsur halogen terikat
oleh gaya Van Der Waals yang lemah gaya ini bertambah jika jari-jari bertambah besar , oleh sebab itu
titik leleh bertambah besar dari atas ke bawah dalam satu golongan. Kekuatan ikatan logam bertambah
dari kirike kanan , sehingga titik leleh bertambah dari kiri ke kanan dalam satu periode. Gas mulia
memliki ikatan Van der Waals yang sangat lemah ,sehingga titik lelehnya sangat kecil. Titik leleh pada
gas mulia ditentukan oleh besarnya nomor atom. Semakin besar nomor atom maka titik lelehnya
semakin tinggi. Sementara itu titik leleh dari karbon sangat tinggi.

Dalam menentukan titik leleh suatu zat, adapun faktor-faktor yang mempengaruhi cepat atau
lambatnya zat tersebut meleleh adalah :

1. Ukuran Kristal

Ukuran kristal sangat berpengaruh dalam menentukan titik leleh suatu zat. Apabila semakin besar
ukuran partikel yang digunakan, maka semakin sulit terjadinya pelelehan.

2. Banyaknya sampel

Banyaknya sampel suatu zat juga dapat mempengaruhi cepat lambatnya proses pelelehan. Hal ini
dikarenakan apabila semakin sedikit sampel yang digunakan, maka semakin cepat proses pelelehannya.
Begitu pula sebaliknya jika semakin banyak sampel yang digunakan maka semakin lama proses
pelelehannya.

3. Pengemasan dalam kapiler.

· Pemanasan dalam suatu pemanas harus menggunakan bara api atau panas yang bertahan.
· Adanya senyawa lain yang dapat mempengaruhi range titik leleh.

4. ASAM OXALAT ( H2C2O4 )

Asam oksalat adalah senyawa kimia yang memiliki rumus H2C204

dengan nama sistematis asam etanadioat. Asam oksalat termasuk ke dalam asam dikarboksilat yang
paling sederhana dengan rumus HOOC-COOH. Asam oksalat mempunyai sifat asam yang lebih kuat
dibandingkan asam asetat.

Asam oksalat digunakan untuk metal treatment, oxalate coatings, anodizing,

metal cleaning, textile dan dyieng. Penggunaan asam oksalat (H2c2o4) yang sangat luas menyebabkan
banyaknya metode-metode sintesis asam oksalat (H2c2O4)Proses sintesis asam oksalat (H2C2O4) dapat
dilakukan dengan berbagai macam cara yaitu di antaranya sintesis dari natrium formiat, fermentasi
glukosa, peleburan alkali dan oksidasi karbohidrat dengan HNO3.

Kristal asam oksalat hanya terbentuk pada suasana dingin, sehingga proses pembuatan asam oksalat ini
diatur sedemikian rupa agar kristal asam oksalat tersebut dapat terbentuk. Kristal asam oksalat yang
terbentuk yaitu berwarna kuning muda.Rendemen (% hasil) yang diperoleh pada sintesis asam oksalat
ini yaitu sebesar 27,62% dan titik leleh kristal asam oksalat yang diperoleh yaitu sebesar 98ºC.

Anda mungkin juga menyukai