Anda di halaman 1dari 52

SEDIAAN STERIL MATA

FISIOLOGI MATA
AIR MATA

Air mata mengalir dari mata ke dalam hidung melalui 2 duktus


lakrimalis; setiap duktus memiliki lubang di ujung kelopak mata
atas dan bawah, di dekat hidung. Air mata berfungsi menjaga
kelembaban dan kesehatan mata, juga menjerat dan membuang
partikel-partikel kecil yang masuk ke mata. Selain itu, air mata
kaya akan antibodi yang membantu mencegah terjadinya infeksi.
AIR MATA
Air mata Diproduksi oleh sistem kelenjar air mata : 1.Glandula
lacrimalis asesorius Krause danWolfring (sekresi dasar) 2.
Glandula lakrimalis utama mayor (sekresi refleks).
Fungsi air mata :
1. Melicinkan permukaan optik bola mata 2. Media pelepasan
sel ‘desquamasi’. 3. Suplai oksigen ke kornea 4. Antimikroba 5.
Lubrikasi pergesekan palpebra dan kornea 6. Mencegah
pengeringan permukaan luar bola mata
AIR MATA
 Walaupun air mata mengandung enzim bakteriostatik dan lisozim, menurut Sihota
(2007), hal ini tidak dianggap sebagai antimikrobial yang aktif karena dalam mengatasi
mikroorganisme tersebut, air mata lebih cenderung memiliki fungsi mekanik yaitu
membilas mikroorganisme tersebut dan produk-produk yang dihasilkannya.

 K+, Na+, dan Cl- terdapat dalam konsentrasi lebih tinggi dalam air mata dari dalam
plasma. Air mata juga mengandung sedikit glukosa (5 mg/dL) dan urea (0,04 mg/dL)
dan perubahannya dalam konsentrasi darah akan diikuti perubahan konsentrasi glukosa
dan urea air mata. pH rata-rata air mata adalah 7,35, meski ada variasi normal yang
besar (5,20-8,35). Dalam keadaan normal, cairan air mata adalah isotonik. Osmolalitas
film air mata bervariasi dari 295 sampai 309 mosm/L (Whitcher, 2000). Berikut adalah
ilustrasi dari elektrolit, protein dan sitokin dalam komposisi air mata (Pflugfelder, S.C.,
2004).
AIR
MATA
1. PENGERTIAN SEDIAAN

TETES MATA
Tetes mata adalah sediaan steril yang berupa larutan atau
suespensi yang digunakan dg cara meneteskan obat pada selaput
lendir mata disekitar kelopak mata dari bola mata (Farmakope)
Larutan obat mata adalah larutan steril, bebas partikel asing,
merupakan sediaan yang dibuat dan dikemas sedemikian rupa hingga
sesuai digunakan pada mata (Farmakope)
COLLYRIUM
larutan steril yang jernih, bebas partikel asing yang dipakai
untuk membersihkan mata.
sediaan berupa lar steril,jernih ,bebas zarah
asing,isotonis,digunakan untuk membersihkan mata,dpt ditambahkan
zat dapar dan zat pengawet
OBAT MATA STERIL
Yang dimaksud sebagai obat mata adalah tetes mata, salap mata,
pencuci mata dan beberapa bentuk pemakaian yang khusus serta
inserte sebagai bentuk depo, yang ditentukan untuk digunakan
pada mata utuh atau terluka. Obat mata digunakan untuk
menghasilkan efek diagnostik dan terapetik lokal, dan yang lain
untuk merealisasikan kerja farmakologis, yang terjadi setelah
berlangsungnya penetrasi bahan obat dalam jaringan yang
umumnya terdapat disekitar mata.Pada umumnya bersifat
isotonis dan isohidris
Untuk membuat sediaan yang tersatukan, maka faktor-faktor berikut
hendaknya diperhatikan :
a. Steril atau miskin kuman
Pemakaian tetes mata yang terkontaminasi mikroorganisme dapat
terjadi rangsangan berat yang dapat menyebabkan hilangnya daya
penglihatan atau tetap terlukanya mata sehingga sebaiknya dilakukan
sterilisasi akhir (sterilisasi uap) atau menyaring larutan dengan filter
pembebas bakteri

b. Kejernihan (bebas atau miskin bahan melayang)


Persyaratan ini dimaksudkan untuk menghindari rangsangan akibat
bahan padat. Sebagai material penyaring digunakan leburan gelas,
misalnya Jenaer Fritten dengan ukuran pori G 3 – G 5.
c. Pengawetan
Dengan pengecualian sediaan yang digunakan pada mata luka
atau untuk tujuan pembedahan, dan dapat dibuat sebagai obat
bertakaran tunggal, maka obat tetes mata harus diawetkan.
Pengawet yang sering digunakan adalah thiomersal (0.002%),
garam fenil merkuri (0,002%), garam alkonium dan garam
benzalkonium (0,002-0,01%), dalam kombinasinya dengan
natrium edetat (0,1%), klorheksidin (0,005-0,01%),
klorbutanol (0,5%), dan benzilalkohol (0,5-1%).
d.Tonisitas
 Sediaan tetes mata sebaiknya dibuat mendekati isotonis agar
dapat diterima tanpa rasa nyeri dan tidak dapat menyebabkan
keluarnya air mata, yang dapat mencuci keluar bahan
obatnya. Untuk membuat larutan mendekati isotonis, dapat
digunakan medium isotonis atau sedikit hipotonis, umumnya
digunakan natrium-klorida (0,7-0,9%) atau asam borat (1,5-
1,9%) steril.
e. Pendaparan
 Mirip seperti darah. Cairan mata menunjukan kapasitas dapar
tertentu.Yang sedikit lebih rendah oleh karena system yang terdapat
pada darah seperti asam karbonat, plasma, protein amfoter dan
fosfat primer – sekunder, juga dimilikinya kecuali system –
hemoglobin – oksi hemoglobin. Harga pHnya juga seperti darah 7,4
akan tetapi hilangnya karbondioksida dapat meningkatkannya sampai
harga pH 8 – 9. pada pemakain tetes biasa yang nyaris tanpa rasa
nyeri adalah larutan dengan harga pH 7,3 – 9,7. daerah pH dari 5,5
– 11,4 masih dapat diterima.

- Dapar natrium asetat – asam borat, kapasitas daparnya tinggi dalam


daerah asam.
- Dapar fospat, kapasitas daparnya tinggi dalam daerah alkalis.
f.Viskositas dan aktivitas permukaan
 Tetes mata dalam air mempunyai kerugian, oleh karena mereka
dapat ditekan keluar dari saluran konjunktival oleh gerakan
pelupuk mata. Oleh karena itu waktu kontaknya pada mata
menurun. Melalui peningkatan viskositas dapat dicapai distribusi
bahan aktif yang lebih baik didalam cairan dan waktu kontak yang
lebih panjang. Lagi pula sediaan tersebut memiliki sifat lunak dan
licin sehingga dapat mengurangi rasa nyeri. Oleh Karena itu
sediaan ini sering dipakai pada pengobatan keratokonjunktifitis.
Sebagai peningkat viskositas digunakan metal selulosa dan
polivinilpiroridon (PVP).
2. MACAM – MACAM SEDIAAN

 TETES MATA
1. Anti infektif dan antiseptik (ex:albucetin ed 5ml)
2. Mengandung kostikosteroid (ex:celestone ed 5ml)
3. Anti septik dg kortikosteroid (ex:c-xitrol ed 5ml)
4. Mempunyai efek midriatik (ex:c-tropin 5ml)
5. Mempunyai efek miotik (ex:c-carpin 1% ed 5ml)
6. Mempunyai efek glaucoma (ex:isotic adretor 5ml)
7. Mempunyai efek lain (ex: c-catarlent ed 15ml)
 COLLYRIUM
1. Pencuci mata untuk mata merah bengkak
2. Pencuci mata anti fungi
Pencuci mata untuk mata merah bengkak
 Mata merah,bengkak dan berair dapat disebabkan karena
terinfeksi jamur atau bakteri,atau bisa juga disebabkan karena
adanya luka didalam mata sehingga mata teriritasi dan
menimbulkan mata merah,bengkak dan berair.
 Larutan pencuci mata Asam borat ini berkhasiat sebagai
fungistatik dan bakteriostatik sehingga dapat mengobati mata
merah, berair dan bengkak.
Pencuci mata anti fungi
 Mata yang terinfeksi oleh jamur atau bakteri bisa
menyebabkan mata menjadi merah, bengkak dan berair. Hal
ini dapat diatasi dengan larutan pencuci mata dengan asam
borat sebagai zat aktif.
 Dimana asam borat berkhasiat sebagai fungistatik dan
bakteriostatik lemah serta natrium borat sebagai pendapar
juga bisa sebagai antibakteri sehingga dapat mengobati iritasi
pada mata.
2. MACAM – MACAM SEDIAAN
• Pencuci mata untuk mata merah bengkak
Mata merah,bengkak dan berair dapat disebabkan karena terinfeksi jamur
atau bakteri,atau bisa juga disebabkan karena adanya luka didalam mata
sehingga mata teriritasi dan menimbulkan mata merah,bengkak dan berair.
Larutan pencuci mata Asam borat ini berkhasiat sebagai fungistatik dan
bakteriostatik sehingga dapat mengobati mata merah, berair dan bengkak.
• Pencuci mata anti fungi
Mata yang terinfeksi oleh jamur atau bakteri bisa menyebabkan mata
menjadi merah, bengkak dan berair. Hal ini dapat diatasi dengan larutan
pencuci mata dengan asam borat sebagai zat aktif. Dimana asam borat
berkhasiat sebagai fungistatik dan bakteriostatik lemah serta natrium borat
sebagai pendapar juga bisa sebagai antibakteri sehingga dapat mengobati
iritasi pada mata.
3. KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN
SEDIAAN
 Sediaan tetes mata
Keuntungan :
1. Tetes mata secara umum larutan berair lebih stabil
daripada salep
2. Tidak mengganggu penglihatan saat digunakan
Kerugian :
1. Waktu kontak relatif singkat antara obat dan permukaan yg
terabsorsi.
2. Bioavailibilitas mata diakui buruk jika larutannya digunakan
scr topikal u/ kebanyakan obat kurang dari 1-3% dr dosis yg
dimasukkan melewati kornea sampai keruang anterior
3. KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN
SEDIAAN (cont...)
 Collyrium
Keuntungan:
1. Campuran homogen
2. Dosis dpt diubah-ubah
3. Dpt diberikan dlm lar.encer
4. Kerja awal lebih cepat krn obat cpt
diabsorbsi
Kerugian:
1. Vol. Bentuk lar. Lebih besar
2. Ada yg tdk stabil dlm larutan
 Kolirium memiliki nilai isotonis yang ekivalen dengan natrium
klorida 0,9 %. Batas toleransi terendah setara dengan natrium
klorida 0,6 % dan batas tertinggi setara dengan natrium
kolrida 2,0 % tanpa gangguan yang nyata.
 Nilai pH air mata normal lebih kurang 7,4. Range pH untuk
larutan mata yang masih di perbolehkan adalah 4,5 – 9. ( FI IV,
Hal 13 ). Nilai pH air mata normal + 7,4. Range pH untuk
larutan mata yang masih diperbolehkan adalah 4,5 – 9,0 (FI IV
hal. 13).
4. KETENTUAN/ SYARAT DARI SEDIAAN
YANG BAIK
 Persyaratan tetes mata
1. Steril
2. Jernih
3. Dalam pembawa yg mengandung bahan2 germisidal
untuk meningkatkan sterilitas
4. Bebas dari partikel yg tersuspensi
5. Bahan2 yg akurat
6. Isotonik / mendekati isotonik
7. Dibuffer sebagaimana mestinya
8. Dimasukkan dlm wadah yg steril
9. Dimasukkan dlm wadah yg kecil dan praktis
10. Ketelitian dan kebersihan dalam penyiapan larutan
 Obat tetes mata anastetik local
(tetrakain hidroklorida)
 Anastetik lokal adalah obat yang dapat menghambat hantaran saraf bila
dikenakan secara lokal pada jaringan saraf dengan kadar cukup. Anastetik
lokal sebaiknya tidak mengiritasi dan tidak merusak jaringan saraf secara
permanen. Kebanyakan anastetik lokal memenuhi syarat ini. Batas keamanan
harus lebar, mula kerja harus sesingkat mungkin, sedangkan masa kerja harus
cukup lama sehingga cukup waktu untuk melakukan tindakan operasi, tetapi
tidak demikian sampai memperpanjang masa pemulihan. Zat anastetik lokal juga
harus larut dalam air, stabil dalam larutan, dapat disterilkan tanpa mengalami
perubahan. Salah satu anastetik lokal yang dapat digunakan secara toikal pada
mata adalahTetrakain Hidroklorida. Untuk Pemakaian topikal pada mata
digunakan larutanTetrakain Hidroklorida 0,5%. Kecepatan anastetik Tetrakain
Hidroklorida 25 detik dengan durasi aksinya selama 15 menit atau lebih
 Obat tetes mata timolol maleat
 Sediaan tetes mata yang mengandung timolol maleat dibuat
untuk digunakan pada pengobatan penyakit glaucoma dan
ocular hipertensi. Glaucoma adalah peningkatan tekanan
intraoculer akibat produksi cairan yang berlebihan. Biasanya
sediaan yang dibuat diinginkan menyerupai atau meniru
fungsi dari air mata, sehingga dibuat senyaman mungkin
untuk mata.
 Obat tetes mata polivinil alkohol
 Sediaan tetes mata yang mengandung polivinil alkohol ini dibuat
untuk digunakan pada mata yang kering sehingga membutuhkan
lubrikasi.
 Obat tetes untuk mata kering
(NaCl)
 Ditambah pengental (PVA) untuk meningkatkan viskositas dan
berguna untuk memperpanjang durasi kontak di mata. Jika hanya
NaCl, NaCl mudah keluar sehingga waktu kontak di mata hanya
sebentar. Karena ditambah PVA dan benzalkonium klorida maka
konsentrasi NaCl harus diturunkan agar diperoleh sediaan mata
yang isotonis
 Obat tetes mata epinefrin HCL
 Epinefrin HCL secara topikal digunakan untuk mengurangi
tekanan intraokuler penderita glaukoma sudut lebar
berdasarkan efek vasokonstriksi lokal yang menyebabkan
pembentukan cairan mata berkurang.
 Obat tetes mata NaCl dan KCl
 Sediaan ini berkhasiat untuk menjaga isotonisitas dan
karekteristik sel.
4. KETENTUAN/ SYARAT DARI
SEDIAAN YANG BAIK (cont...)
 Collyrium
1. Sesuai antara kandungan bahan obat yg ada didlm sediaan
dg ersyaratan tertulis pd etiket dan tdk terjadi
pengurangan kalitas selama penyimpanan
2. Penggunaan wadah yg cocok,sehingga tidak hanya
memungkinkan sediaan ttp steril, tetapi juga mencegah
terjadinya interaksi str bahan obat dg material dinding
wadah
3. Tersatukan tanpa terjadi reaksi
4. Bebas pirogen
5. Isotonis
6. Isohidris
7. Bebas partikel melayang
5. CONTOH PRODUK DIPASARAN
6. CONTOH FORMULASI
 Formula Tetes Mata Atropin Sulfat:
R/ Atropin Sulfat 0,05
Lar. Dapar P Isotonis pH 6,5 ad 10ml
Mf.gutt.ophth.steril
7. CONTOH FORMULASI (Cont...)

Fomula Obat Cuci Mata ZnSO₄

R/ ZnSO₄ 0,1
Asam Borat 0,5
NaCl qs
Aquadest ad 100 ml
m.f.collyrium 100ml
s.t.dd.ods (obat cuci mata)
8. Prosedur
TETES MATA

1. Membuat aquadest steril, kemudian didinginkan.


2. Mensterilkan semua peralatan (untuk larutan dalam air tutup flakon tidak
perlu didinginkan dulu dan untuk larutan dalam minyak tutup flakon harus
dikeringkan terlebih dahulu).
3. Menara kaca arloji, menimbang Atropin sulfat, masukkan dalam beaker
glass, tambahkan sebagian aquades steril. Tutup beaker glass dengan kaca
arloji dan digoyangkan hingga larut.
4. Timbang NaH2PO4.2H2O, masukkan dalam beaker glass, tutup dan larutkan.
5. Timbang Na2HPO4.2H2O, masukkan dalam beaker glass, tutup dan larutkan.
6. Tambahkan NaCl, masukkan dalam beaker glass, tutup dan larutkan.
7. Setelah semua larut, masukkan dalam gelas ukur dan tambahkan aquadest
steril ad 12 ml, lalu dikembalikan dalam beaker glass dan ditutup. Saring
dengan kertas saring steril ke dalam gelas ukur. Saringan pertama
disisihkan (0,5ml), saringan kedua ditampung ke dalam flakon yang sudah
dikalibrasi dan steril.
8. Mensterilkan obat dalam flakon beserta penetesnya di otoklaf
9. Prosedur
COLLYRIUM
1. Membuat aquadest steril, kemudian didinginkan.
2. Mensterilkan botol kaca dan tutup botol.
3. Menimbang semua bahan. Larutkan asam borat dengan aquadest steril
panas dalam beker
4. Setelah dingin tambahkan ZnSO4 larutkan.
5. Tambahkan NaCl aduk sampai larut dan homogen. Tambahkan aquadest
steril ad 110 ml.
6. Saring dengan kertas saring steril. Saringan pertama disisihkan (0,5ml),
saringan kedua ditampung kedalam botol yang sudah dikalibrasi dan steril.
7. Botol ditutup dan disterilkan di otoklaf pada t 1210 C selama 15 menit.
SALEP MATA : Eye Ointment,
Oculentum
SALEP MATA
Menurut FI ed III hal. 20
Salep mata adalah salep steril untuk pengobatan mata yang
menggunakan dasar salep yang cocok.

Menurut FI ed IV hal. 12
Salep mata adalah salep yang digunakan pada mata. Pada
pembu atan salep mata harus diberikan perhatian khusus.
Sediaan dibuat dari bahan yang sudah di sterilkan dengan
perlakuan aseptik yang ketat serta memenuhi syarat uji
sterilitas.
Salep mata (oculenta) adalah sediaan
setengah padat yang mudah dioleskan dan
digunakan sebagai obat luar. Bahan
obatnya harus larut atau terdispersi
homogen dalam dasar salep yang cocok
(Anief, 2000).
• Keuntungan
1. Dapat memberikan bioavailabilitas lebih besar
daripada sediaan larutan dalam air yang
ekuivalen.
2. Onset dan waktu puncak absorbsi yang lebih
lama.
3. Waktu kontak yang lebih lama sehingga jumlah
obat yang diabsorbsi lebih tinggi.

• Kerugian
Dapat menggangu pengelihatan, kecuali jika
digunakan saat akan tidur/
indikasi Salep Mata:
1. meredakan sementara mata merah akibat
iritasi ringan yang dapat disebabkan oleh
debu, sengatan sinar matahari, pemakaian
lensa kontak, alergi atau sehabis berenang.
2. antiseptik dan antiinfeksi.
3. radang atau alergi mata.
1. Cucilah tangan anda.

2. Jangan menyentuh ujung tube salep.

3. Tengadahkan kepala sedikit miring ke belakang.

4. Pegang tube salep dengan satu tangan dan tariklah pelupuk mata yang
sakit ke arah bawah dengan tangan yang lain sehingga akan membentuk
“kantung”.

5. Dekatkan ujung tube salep sedekat mungkin dengan “kantung” tanpa


menyentuhnya.

6. pakai salep sesuai dengan yang tertulis di etiket.

7. Pejamkan mata selama 2 menit.

8. Bersihkan salep yang berlebih dengan tissue.

9. Bersihkan ujung tube dengan tissue lain


SALEP MATA
 = sediaan semipadat yang dapat mengandung bahan obat
tersuspensi, terlarut atau teremulsi.
 Syarat= homogen, steril, bebas partikel asing, pH 3,5-8,5
 Perhatikan pemilihan basis utk salep mata (inert,
nontoksik,noniritatif, kompatibel dengan zat aktif, atau
bahan tambahan lain, mudah tdknya obat lepas dari basis)
BASIS SALEP MATA
# Dapat digunakan kombinasi hidrokarbon dengan senyawa lain
seperti kolesterol, adeps lanae, dan bisa juga ditambahkan
parafin cair (30%).
# jangan pakai vaselin putih
# Basis emulsi o/w kurang cocok
# perhatikan pengaruh jenis dan jumlah basis terhadap
viskositas
Contoh Formula
Oculentum gentamycin
R/ Gentamycin sulfat 0,3%
Klorbutanol 0,5 %
Oculentum Ophtalmic 1 ad 10
Sterilisasi cara 5 (aseptik)
Resep standart oculentum symplex
R/ Lemak bulu 2,5
Paraffin cair 0,5
Vaselin kuning ad 10
Sterilisasi cara 4 (panas kering)
(FOI hal 224)
PEMBUATAN SALEP MATA
SALEP MATA SULFACETAMID
 Formula standar
Komposisi. Tiap g mengandung :
Sulfacetamidum Natricum 25 mg
Oculentum simplex hingga 1 g
Penyimpanan. Dalam wadah tertutup rapat atau dalam tube.
Dosis. 5 kali sehari, dioleskan.
Catatan. 1. Oculentum simplex terdiri dari 2,5 g setil alcohol, 6 g lemak bulu
domba, 40 g paraffin cair dan vasellin putih hingga 100 g.
Disterilkan dengan cara panas kering.
2. Dibuat dengan teknik aseptik
3. Sediaan berkekuatan lain : 100 mg; 200 mg ( FORNAS, 1978 ).

 R/ Sulfacetamidum Natricum 0,25 g


BASIS :
 Setil alcohol 0,24375 g
Lemak bulu domba 0,585 g
Parafin cair 3,9 g
Vaselin flavum ad 10 g
TERIMAKASIH