Anda di halaman 1dari 13

RUANG LINGKUP DAN STRUKTUR ORGANISASI USAHA PERHOTELAN

Mata Kuliah : Akuntansi Hotel (EKA 443)

Disusun oleh:

I Putu Riandita (1707531061)

I Putu Andika Prasetyo (1707531072)

Dewa Putu Bayu Permadi (1707531084)

PROGRAM STUDI AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS UDAYANA

2019
1.1 Pengertian Hotel
Bagi wisatawan, hotel sebagai tempat penginapan diharapkan terwujud seperti
rumah ideal atau a home away from home. Semaraknya hotel sebagai tempat menginap
tidak akan mudah terlupakan oleh wisatawan apabila yang melayani adalah orang – orang
yang andal berwajah cerah, penuh dengan senyum persahabatan dan kekeluargaan, serta
adanya fasilitas penunjang pariwisata yang lengkap.
Hotel Proprietors Act (1956) mengatakan hotel adalah suatu perusahaan yang
dikelola oleh pemiliknya dengan menyediakan pelayanan makanan, minuman dan fasilitas
kamar untuk tidur kepada orang – orang yang sedang melakukan perjalanan dan mampu
membayar dengan jumlah yang wajar sesuai dengan pelayanan yang diterima tanpa adanya
perjanjian khusus.
Berdasarkan Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif No.
PM.53/MH.001/MPEK/2013, tentang Standar Usaha Hotel menyebutkan hotel adalah
usaha penyediaan akomodasi berupa kamar – kamar di dalam suatu bangunan, yang dapat
dilengkapi dengan jasa pelayanan makan dan minum, kegiatan hiburan dan/atau fasilitas
lainnya secara harian dengan tujuan memperoleh keuntungan.
Dari seluruh rumusan dan pengertian diatas, maka yang dimaksud dengan hotel
adalah suatu badan usaha yang bergerak di bidang jasa dan didalamnya terdapat beberapa
unsur pokok yang terkandung dalam pengertian hotel, yaitu :
1. Suatu jenis akomodasi
2. Menggunakan sebagian atau seluruh bangunan yang ada
3. Menyediakan fasilitas pelayanan jasa penginapan
4. Menyediakan makan dan minuman serta jasa lainnya
5. Fasilitas dan pelayanan tersebut disediakan untuk para tamu dan masyarakat umum
yang menginap
6. Berfungsi sebagai tempat sementara
7. Dikelola secara komersial
1.2 Jenis dan Penggolongan Usaha Hotel
Klasifikasi atau penggolongan hotel adalah suatu sistem pengelompokan hotel ke
dalam berbagai kelas atau tingkatan dan berdasarkan ukuran penilaian tertentu. Hotel dapat
dikelompokkan kedalam berbagai kriteria menurut kebutuhannya, namun ada beberapa
kriteria yang dianggap paling lazim digunakan. Pengelompokan atau pengklasifikasian
hotel di dunia berlainan antara negara satu dengan negara lainnya. Hotel bintang
dikelompokkan kedalam 5 kelas hotel bintang, yaitu :
1. Bintang satu
2. Bintang dua
3. Bintang tiga
4. Bintang empat
5. Bintang lima
6. Hotel nonbintang dapat disebut hotel melati

Standar usaha hotel merupakan rumusan kualifikasi atau penggolongan usaha hotel
yang mencakup :

1. Aspek produk
2. Aspek pelayanan
3. Aspek pengelolaan hotel

Penilaian standar usaha hotel digunakan untuk melakukan penggolongan kelas


hotel bintang dan nonbintang berdasarkan persyaratan dasar, kriteria mutlak dan tidak
mutlak. Kriteria mutlak dan tidak mutlak ini ditetapkan oleh Menteri dan penilaian dapat
dilakukan secara mandiri dan Lembaga Sertifikasi Usaha (LSU) Bidang Pariwisata. LSU
bidang pariwisata adalah Lembaga mandiri yang berwenang melakukan sertifikasi usaha
di bidang pariwisata sesuai dengan ketentuan peraturan perundang – undangan.

Penilaian hotel bintang menggunakan rentang nilai, sebagai berikut :

1. ≥ 936 : untuk kelas hotel bintang lima


2. 728 – 916 : untuk kelas hotel bintang empat
3. 520 – 708 : untuk kelas hotel bintang tiga
4. 312 – 500 : untuk kelas hotel bintang dua
5. 208 – 292 : untuk kelas hotel bintang satu
Tujuan klasifikasi atau penggolongan hotel secara umum adalah :

1. Menjamin kualitas produk, pelayanan dan pengelolaan dalam rangka memenuhi


kebutuhan dan kepuasan tamu
2. Memberikan perlindungan kepada tamu, pengusaha hotel, tenaga kerja dan masyarakat
baik untuk keselamatan, kesehatan, kenyamanan, keamanan dan kemudahan dalam
pelestarian lingkungan hidup
3. Sebagai pedoman teknis bagi calon investor untuk memilih investasinya di bidang
usaha perhotelan apakah pada hotel berbintang atau melati

Fasilitas usaha hotel sebagai bagian integral dari usaha pariwisata, yang merupakan
usaha akomodasi yang dikomersialkan, meliputi :

1. Kamar tidur
2. Makanan dan minuman
3. Pelayanan penunjang lain, seperti tempat rekreasi, fasilitas olahraga, fasilitas laundry
dan sebagainya

United State Lodging Industry membagi hotel menjadi beberapa jenis berdasarkan
lamanya tamu menginap, yaitu :

1. Transient Hotel
Hotel ini biasanya berlokasi di tengah kota. Kepentingan tamu menginap sebagian
besar adalah untuk urusan bisnis dan turis
2. Residential Hotel
Hotel ini pada dasarnya merupakan rumah – rumah berbentuk apartemen dengan kamar
– kamarnya, dan disewakan secara bulanan atau tahunan.

Dilihat dari lokasi hotel, maka hotel dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu :

1. Resort Hotel
Hotel ini pada umumnya berlokasi di tempat – tempat wisata dan menyediakan tempat
- tempat rekreasi dan juga ruang serta fasilitas konferensi untuk tamu – tamunya.
2. City Hotel
Hotel ini pada umumnya berlokasi di tengah kota dan ruang serta fasilitas konferensi
untuk tamu – tamunya.

Dilihat dari jaringan pemasarannya, hotel dapat dikelompokkan menjadi beberapa


kelompok hotel, yaitu :

1. Jaringan hotel internasional (international hotel chains)


Hotel ini pengelolaannya dibawah hotel jaringan internasional sehingga pemasaran dan
fasilitas antara jaringan hotel dalam satu grup sama
2. Jaringan hotel nasional (national hotel chains)
Hotel ini pengelolaannya dibawah hotel jaringan nasional sehingga pemasaran dan
fasilitas antara jaringan di satu grup akan sama
3. Hotel yang dikelola secara independen
Hotel yang dimiliki secara personal sehingga dari segi pemasaran dan pengelolaannya
tergantung dari pemiliknya

Dilihat dari tipe harga kamar (plan), yaitu penetapan harga kamar yang dikaitkan
dengan penyediaan makanan dan minuman babgi tamu, maka hotel dikelompokkan
menjadi :

1. European Plan (EP)


European Plan adalah sistem penentuan harga sewa kamar belum termasuk harga
makanan. Jika ada tamu yang ingin makan dan minum, maka tamu dapat menggunakan
fasilitas restoran di hotel. Harga makanan dan minuman dibebankan tersendiri diluar
harga sewa kamar
2. American Plan (AP)
American Plan adalah penentuan harga sewa kamar sudah termasuk harga makanan
sebanyak dua atau tiga kali yang disajikan kepada tamu, tanpa memperhatikan apakah
tamu tersebut makan atau tidak. Sistem American Plan dapat dibedakan menjadi dua,
yaitu :
a. Full American Plan
Full American Plan adalah harga sewa kamar hotel sudah termasuk harga sewa
kamar ditambah harga tiga kali makan, yaitu breakfast, lunch dan dinner
b. Modified American Plan
Modified American Plan adlaah harga sewa kamar hotel sudah termasuk harga sewa
kamar ditambah harga makan dua kali, yaitu breakfast dengan lunch atau breakfast
dengan dinner
3. Continental Plan (CP)
Continental Plan adalah harga sewa hotel sudah termasuk sewa kamar ditambah harga
makan satu kali, yaitu breakfast. Jenis makanan breakfast yang disediakan adalah
makanan continental
4. Bermuda Plan (BP)
Bermuda Plan adalah harga sewa kamar hotel sudah termasuk harga kamar ditambah
harga makan satu kali, yaitu breakfast. Jenis breakfast yang disediakan adalah makanan
ala American atau English

Dilihat dari kepemilikan dan mananjemennya, hotel dapat dibagi menjadi tiga,
yaitu :

1. Proprietary Ownership adalah hotel yang tidak mempunyai hubuungan kepemilikan


atau pengelolaannya, dan tidak berinduk pada pada perusahaan yang lain
2. Franchise adalah hotel yang pengelolaannya memakai cara atau pola yang diciptakan
serta dikembangkan oleh perusahaan atau hotel – hotel lainnya
3. Management Contract adalah hotel yang pemiliknya membeli jasa pengelolaan dari
perusahaan lain dengan membayar sejumlah uang sesuai dengan perjanjian awal

Jenis – jenis kamar pada hotel dilihat dari jumlah/fasilitas tempat tidur di kamar
pada dasarnya dapat dibedakan menjadi :

1. Single room adalah kamar untuk satu orang yang dilengkapi dengan satu buah tempat
tidur berukuran single untuk satu orang
2. Twin room adalah kamar untuk dua orang yang dilengkapi dengan dua buah tempat
tidur untuk dua orang tamu berukuran single
3. Double room adalah kamar untuk satu orang yang dilengkapi dengan satu buah tempat
tidur berukuran besar (double) untuk dua orang
4. Double – Double room adalah kamar untuk empat orang yang dilengkapi dua kamar
dengan dua buah tempat tidur berukuran double untuk dua orang
5. Triple room adalah kamar yang memiliki double bed untuk dua orang ditambah dengan
extra bed

Adapun jenis kamar menurut harga atau tarif dan fasilitas yang ada di kamar dapat
dibedakan menjadi :

1. Standard room
2. Superior room
3. Moderate room
4. Suite room adalah kamar yang terdiri dari dua bagian, yaitu kamar tidur untuk dua
orang ditambah ruang tamu, ruang makan dan sebuah dapur kecil
5. Penthouse
6. Junior suite room adalah sebuah kamar besar yang terdiri dari ruang tidur dan ruang
tamu
7. Executive/president suite room adalah kamar yang terdiri dari tiga kamar besar yaitu
kamar tidur, kamar tamu, ruang makan dan sebuah dapur kecil

Dari segi status, pihak pengelola hotel dapat dibedakan menjadi :

1. Hotel owner adalah pihak yang berstatus sebagai pemilik hotel


2. Hotel operator adalah pihak yang berstatus sebagai pengelola operasional kegiatan
hotel
3. Hotel franchisor adalah pihak yang berstatus sebagai pemilik waralaba pengelolaan
operasional kegiatan hotel dan berhak menjualnya kepada pihak lain, dalam hal ini
hotel owner
1.3 Sejarah dan Perkembangan Hotel di Eropa, USA dan Indonesia
Kata hotel dulunya berasal dari kata “Hospitium” (bahasa latin) artinya ruang tamu.
Dalam jangka waktu lama, kata hospitium mengalami proses perubahan pengertian dan
untuk membedakan antara Guest Room dan Masion House yang berkembang saat itu, maka
rumah – rumah besar disebut Hostel. Kata hostel lambat laun huruf “s” pada kata hostel
tersebut menghilang atau dihilangkan orang, sehingga kata hostel berubah menjadi hotel
seperti yang dikenal sekarang.
Sejarah perkembangan hotel di Eropa dimulai pada tahun 3000 SM telah ada
penginapan pertama yang berbentuk “inn”, yaoti rumah – rumah pribadi dengan beberapa
kamar yang disediakan bagi pejalan kaki untuk istirahat atau tidur. Kemudian tahun 961
Sesudah Masehi di Swiss-Alpine, Augustinian Monks membangun hotel Le Grand Saint
Bernard Hospice yang diperuntukkan bagi orang yang berziarah dari dan ke Roma.
Sejarah perkembangan hotel di USA dimulai dengan adanya City Hotel dibangun
pertama kali di New York pada tahun 1794. Tahun 1800-an, Amerika menjadi negara
pengembang usaha hotel yang utama, tapi karena harganya mahal hanya kaum hartawan
yang dapat menikmati menginap di hotel mewah bergaya Eropa. Kemudian pada tahun
1829, Hotel Tremont House di Boston, Amerika yang pertama kali melengkapi hotelnya
dengan lobby dan menyediakan kamar privat dengan pintu kamar dipasang kunci
pengaman
Sedangkan, sejarah perkembangan hotel di Indonesia sudah dimulai pada jaman
penjajahan Belanda yang dikelola secara komersial, tapi belum dikelola secara modern,
seperti :
1. Hotel Savoy Homan di Bandung dibangun tahun 1888, kemudian direnovasi tahun
1937 dan selesai tahun 1939
2. Hotel Preanger dibangun tahun 1897, kemudian baru pada tahun 1928 menjadi hotel
yang lebih berkonsep
3. Hotel Mij de Boer, hotel yang paling megah di Medan, didirikan tahun 1898 oleh Aeint
Herman de Boer (Belanda), yang diperuntukkan bagi penguasa perkebunan dan pejabat
pemerintah Belanda
4. Grand Hotel de Djokya, hotel lama di Malioboro – Yogyakarta didirikan tahun 1908
dan beroperasi tahun 1911, kemudian setelah renovasi diganti menjadi Hotel Garuda
1.4 Struktur Organisasi pada Hotel dan Standard Operational Procedure (SOP)
Struktur organisasi menunjukkan suatu tindakan hirarkis, dimana dari struktur
organisasi tersebut dapat diketahui bagian – bagian yang ada di hotel, hubungan antara
bagian di hotel serta hubungan antara atasan dan bawahan. Dasar penyusunan organisasi
antara satu hotel dengan hotel lainnya mempunyai kesamaan, karena setiap hotel
mempunyai produk layanan yang sama. Akan tetapi, bentuk dan luas organisasi hotel akan
berbeda antara satu hotel dengan hotel lainnya. Perbedaan tersebut disebabkan karena
adanya perbedaan – perbedaan :
1. Tipe dan jenis hotel
2. Ukuran hotel (besar atau kecil)
3. Fisik bangunan hotel
4. Kemampuan tenaga kerja yang ada didalamnya
5. Sistem manajemen dan pengelolaan yang diberlakukan

Struktur organisasi dirancang sesuai dengan kebutuhan hotel, semakin besar dan
lengkap fasilitasnya maka struktur organisasinya juga semakin kompleks. Struktur
organisasi pada hotel biasanya disusun berdasarkan fungsionalnya, seperti marketing,
accounting, personel dan produksi. Dari struktur organisasi karyawan dan orgnaisasi
didalamnya mendapatkan informasi :

1. Kedudukan dirinya dalam organisasi, dalam batas dan jalur wewenang serta tanggung
jawabnya sehingga mengurangi kebingungan karyawan untuk mendiskusikan
complain sesuai rantai komando atau perintah
2. Mengetahui jenjang karier yang jelas melalui hirarki yang ada dalam jabatan – jabatan
di struktur organisasi
3. Memberi informasi tanggung jawab untuk jalur intruksi
4. Menunjukkan jalur koordinasi dan kerjasama antar bagian melalui departemen dan
seksi – seksi yang ada dalam organisasi, juga fungsi serta tugas masing – masing
departemen dan seksi – seksi yang ada sehingga meningkatkan efisiensi

Dari struktur organisasi dapat dipersiapkan analisis jabatan (job analysis) yang
terdiri dari :

1. Uraian tugas (job description)


2. Standar manual pekerjaan (standard operational procedure)
3. Spesifikasi jabatan (job specification)

Job description menggambarkan kewajiban dari masing – masing posisi. Prosedur


manuali SOP (standard operational procedure) memberikan gambaran bagaimana
pekerjaan atau kewajiban akan dilaksanakan. Struktur jabatan yang ada di hotel, seperti :

1. Manager : General Manager, Resident Manager


2. Head/Manager Department : Room, Food and Beverage, Accounting, Maintenance
dan Engineering
3. Chef : Kitchen, Pastry
4. Assistant Manager
5. Supervisor
6. Staff

Departemen – departemen yang ada pada usaha hotel merupakan gambaran dasar
untuk menyusun organisasi pada hotel. Adapun departemen – departemen yang ada pada
usaha hotel adalah :

1. Room Department
a. Front Office, berfungsi dalam memberikan pelayanan pada bagian depan hotel
b. Room Division, berfungsi dalam administrasi yang berkaitan dengan kamar
c. Housekeeping, berfungsi dalam masalah penyiapan dan pembersihan kamar
d. Reservation, berfungsi menerima reservasi dari tamu atau agen
e. Bellboy, berfungsi memberikan pelayanan mengantar dan membantu tamu
membawa barang
f. Operator, berfungsi memberikan pelayanan melalui telepon
2. Food and Beverage Department
a. Cook, berfungsi menyiapkan menu sesuai order dan bertugas pada F & B Produksi
b. Steward, berfungsi membantu cook dan membersihkan peralatan di dapur
c. Waiter/Waitress, berfungsi memberikan pelayanan pada tamu dan bertugas pada F
& B Service
3. Accounting Department
a. General Cashier, berfungsi mengadministrasikan penerimaan dan pengeluaran kas
dan bertugas pada back office
b. Income Auditor, berfungsi melaporkan pendapatan hotel dan bertanggung jawab
atas pengendaliannya
c. Credit, berfungsi melakukan Analisa kredit dan kebutuhan modal kerja hotel
d. Staff (Account Receivable, Account Payable), berfungsi membantu administrasi
piutang dan utang
e. Bookkeeper, berfungsi membuat penyesuaian dan memposting data akuntansi serta
menyusun laporan keuangan
4. Marketing/Sales, berfungsi dalam administrasi pemasaran hotel
5. Personnel, berfungsi dalam administrasi karyawan hotel
6. Minor Department
a. Operator, berfungsi memberikan pelayanan telepon
b. Laundry, berfungsi memberikan pelayanan laundry
c. Sport, berfungsi memberi pelayanan fasilitas olah raga
d. Sauna dan lain - lain
7. Departemen lain yang menunjang usaha perhotelan antara lain :
a. Purchasing, berfungsi melakukan pembelian barang keperluan hotel
b. Security, berfungsi menjaga keamanan hotel
c. Houseman, berfungsi melakukan pembersihan area di luar kamar

Wygant, et, al (2008), membagi struktur organisasi dalam hotel menjadi tiga kategori,
yaitu:

1. Hotel kecil
2. Hotel sedang

3. Hotel besar
DAFTAR PUSTAKA

Widanaputra, AAGP., Suprasto, H Bambang., Ariyanto, Dodik., Sari, Maria M Ratna. 2009.
Akuntansi Hotel (Pendekatan Sistem Informasi)

Widanaputra, AAGP., Suprasto, H Bambang., Ariyanto, Dodik., Sari, Maria M Ratna. 2018.
Akuntansi Hotel (Pendekatan Sistem Informasi berbasis USALI)