Anda di halaman 1dari 20

Tonang

Dwi Ardyanto

Pendidikan:
Dokter : S1 (UNS - 1999)
PhD : S2 leading to S3 (Tottori Univ Japan - 2006)
SpPK : PPDS PK UNS (2011)
Luar Negeri: Singapore (2010), Australia (2011), Thailand (2012); Italia, Perancis
dan Swiss (2018), Thailand (2018), Vietnam (2019)

Pekerjaan/Afiliasi:
Dosen FK dan Pascasarjana UNS
Wakil Direktur Pelayanan dan Diklit (2016-2019); Diklit (2020-2023) RS UNS
Konsultan UTD PMI Surakarta
Pemerhati JKN
Kompartemen JKN PP PERSI
KETUA RT
Regulasi Kelas RS:
Kemana dan Bagaimana
RS menghadapinya?
Tonang Dwi Ardyanto
FK UNS 93
Lintasan
Permenkes 56/2014
UU RS 44/2009 Basis jenis layanan dan
RU dan RSK, jumlah SD (tdak
Kelas A, B, C dan tergantung jumlah TT)
D
1979 2010 2019

2009 2014
Kepmenkes Permenkes 340/2010 Permenkes 30/2019
51/1979 Kelas A, B, C dan D Basis jenis layanan, dan
Kelas A, B, C, D basis Jenis layanan, jumlah SDM, ada batas
dan E jumah SDM dan TT maksimal,

(Tonang, 2020)
Kepmenkes 51/1979

A B C D E

Kelas A Kelas B Kelas C Kelas D Kelas E


Spesalis dan Spesialis dan Sub- Spesials terbatas, Kedokteran RS dengan 1
Sub-spesialis, spesialis, RS rujukan ruukan tingkat umum dan giri, macam pelayanan
RS Rujukan tingkat propinsi, kabupaten/kota, menerima khusus
menerima rujukan dar menerma rujukan rujukan dari
tertinggi
kab/kota dari puskesmas puskesmas

Pedoman PMK
KMK 983/1992 KMK 543/1994
Organisasi RS 1045/2006

(Tonang, 2020)
UU 44/2009 tentang RS
Rumah sakit Rumah sakit Rumah sakit Rumah sakit
umum kelas umum kelas umum kelas umum kelas
A B C D

2
1 Rumah sakit Rumah sakit Rumah sakit
khusus khusus khusus
kelas A kelas B kelas C

RUMAH SAKIT UMUM (pasal 24) RUMAH SAKIT KHUSUS (pasal 24)

l Rumah Sakit umum kelas A dan kelas B l Kelas A, B dan C


memiliki kemapuan pelayanan medik spesialis
dan subspesialis
l Rumah Sakit umum kelas C dan kelas D
memiliki kemapuan pelayanan medik spesialis, KLAUSUL PEGAWAI TETAP
kecuali rumah sakit kelas D pratama
l Pasal 12
UU 44/2009 tentang RS

Permenkes
•  Jenis layanan 56/2014 •  Jenis layanan
•  Jumlah SDM •  Jumlah SDM
•  Jenis layanan
•  Jumlah TT •  Jumlah TT
•  Jumlah SDM
•  Tenaga tetap •  Tenaga Tetap
•  Jumlah TT
•  Ada batas maksimal
•  Tenaga tetap
PMK
PMK 30/2019
340/2010

(Tonang, 2019)
Indonesian Hospital
A 57 4 Permenkes no 56/2014
Pemerintah
B 232 193 Non Pemerintah

459
C 1.013

Data RS Online per 17


Oktober 2019.
D 237 565

500 300 100 100 300 500 700 900 (Tonang, 2019)
Permenkes 56/2014: Batas
Minimal
40

35

30

25
SubSp
20 Lainnya
15 Penunjang
Dasar
10

0
Kelas D Kelas C Kelas B Kelas A
(Tonang, 2019)
Permenkes 56/2014
30

25

20

15 Minimal
10
Lapangan

0
Kelas D Kelas C Kelas B Kelas A
(Tonang, 2019)
Permenkes 30/2019
45
40
35
30
25
Minimal
20
15
Maksimal
10
5
0
Kelas D Kelas C Kelas B Kelas A
(Tonang, 2019)
Estimasi proporsi RS
Kelas A
setelah penerapan
Permenkes 30/2019

Kelas B

Kelas C

Kelas D (Tonang, 2019)


Sampai 27 September 2020
SE Menkes 4 November 2019
Kelas RS?

PMK 30

Revisi?
(Dirjen Yankes, 10 Januari 2019)
(Dirjen Yankes, 10 Januari 2019)
Analisis Strategi
Revisi PMK 30/2019 Kelas Standar
Sudah finalisasi, sangat berubah, Masih menjadi diskusi antara
lebih “longgar” daripada Kelas Standar dan Standar Kelas.
Permenkes 340/2010 Saat ini masih sangat variatif,
perlu waktu relatif lama untuk
SWOT mewujudkan satu kelas JKN

Tarif tunggal Standar Pelayanan


Masih perlu waktu, dimulai dulu Sebenarnya sudah disusun oleh
dengan pengumpulan data setelah Para OP dalam hampir 2 tahun
ada penyesuaan iuran JKN, terakhir, tapi masih berbasis kelas
perubahan pola kepeesrtaan dan RS. Perlu penyusunan ulang
pola utilitas. Paling cepat akhir dengan perubahan regulasi kelas
2020. Pertanyaan besar: definisi RS. Ini juga mementukan skema
Kebutuhan Dasar Kesehatan tarif tunggal.

(Tonang, 2020)
Analisis Strategi

Kekuatan Kelemahan
RS tinggal mendayagunakan Dapat menjebak pada sikap
kompetensi yang ada saat ini pragmatis, tanpa kemauan untuk
(existing). Tentang Standar Perlatan, pengembangan ke masa depan
masih menunggu Standar Pelayanan.

SWOT
Peluang Ancaman
RS relatif lebih mudah meng-hitung Dapat dikatakan bahwa pelayanan
peluang yang dapat dipilih dan kesehatan dalam level RS akan
dikembangkan. Sambil mengantifipasi masuk ke “pasar bebas”.
perubahan regulasii dalam 5 tahun ke
depan.

(Tonang, 2020)
Terima kasih

Anda mungkin juga menyukai