Anda di halaman 1dari 14

MAKALAH

PERDAGANGAN INTERNASIONAL

DISUSUN OLEH :

Tian Nuraeni
Dea Nurhayati
Reni Nurmalasari
Yasep Cahyana S.

Kelas IX – F

SMP NEGERI 1 RANCAKALONG


TAHUN PELAJARAN 2019/2020
KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur kita panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas berkat
rahmat dan karunia-Nya lah makalah ini dapat terselesaikan dengan baik tanpa ada kendala
yang berarti.
Makalah ini merupakan makalah yang tersusun dari berbagai sumber dan referensi
dalam bidang studi ekonomi. Dalam makalah ini mengangkat sebuah judul tentang
“Perdagangan Internasional”, yang kami kiranya para pembaca
dapat mengetahui perdagangan internasional, tujuan dan kebijakan dari perdagangan
internasional.
Meskipun Kami telah menyelesaikan makalah ini, namun Kami sadar bahwa mungkin
didalam kandungan makalah yang tersaji ini masih terdapat sesuatu yang kurang. Karenanya,
kami selaku pembuat makalah ini, mohon dengan sangat agar para pembaca dapat
memberikan kritik dan saran yang konstruktif agar kami dapat memperbaiki kesalahan yang
terdapat pada makalah kami. Dan tidak lupa kami sangat berharap agar makalah ini sangat
bermanfaat bagi para pembaca.

Rancakalong, Januari 2020

Penyusun

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ........................................................................................................ i


DAFTAR ISI .................................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN ................................................................................................ 1
1.1 Latar Belakang .................................................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah ............................................................................................ 1
1.3 Tujuan ................................................................................................................... 1
BAB II PEMBAHASAN .................................................................................................. 2
2.1 Pengertian Perdagangan Internasional ................................................................. 3
2.2 Teori Perdagangan Internasional ........................................................................... 3
2.3 Manfaat Perdagangan Internasional .................................................................... 4
2.4 Faktor Pendorong Perdagangan Internasional ..................................................... 5
2.5 Faktor Penghambat Perdagangan Internasional ................................................... 6
2.6 Kebijakan Perdagangan Internasional ................................................................. 7
2.7 Tujuan Kebijakan Perdagangan Internasional ................................................... 8
2.8 Jenis-jenis Perdagangan Internasional .................................................................. 8
BAB III PENUTUP ........................................................................................................... 10
3.1 Kesimpulan .......................................................................................................... 10
3.2 Saran ..................................................................................................................... 10
DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................................... 11

ii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Tak bisa dipungkiri bahwa dalam beberapa dekade terakhir, perekonomian global telah
mengalami peningkatan yang luar biasa dalam perpindahan faktor produksi dan barang.
Pengaruh globalisasi memberi ekses tertentu bagi dunia bersama-sama dalam konsumsi
layanan, barang, nama merek, serta pengetahuan. Hal ini dapat dibuktikan dengan hadirnya
teori perdagangan internasional yang komprehensif sangat penting tidak hanya untuk
ekonomi profesional tetapi juga untuk setiap orang yang ingin memahami mekanisme
globalisasi dan hubungan antar bangsa. Idealnya, teori perdagangan "seharusnya"
memberikan wawasan ke dalam mekanisme perdagangan internasional dan penentu pola
perdagangan, dan interaksi perdagangan dan pertumbuhan ekonomi.
Aspek spesialisasi atau sesuai dengan minat dalam masyarakat adalah salah satu aspek
penting dalam perdagangan. Bahkan dalam masyarakat yang paling primitif sekalipun, orang
bekerja sama dalam penggunaan sumber daya mereka yang terbatas. Tingkat tinggi
spesialisasi dalam masyarakat membuat standar hidup semakin tinggi dan persediaan barang
dan jasa lebih banyak. Tanpa perdagangan spesialisasi tidak terjadi. Pertukaran barang dan
jasa antara penduduk Negara yang berbeda disebut perdagangan internasional. Setiap negara
cenderung untuk mengkhususkan diri dalam produksi komoditas yang dapat menghasilkan
dengan biaya yang relatif lebih murah dibandingkan dengan negara lain.
Tidak jarang, dalam aktivitas perdagangan internasional memunculkan persaingan
dagang. Hal ini bukanlah sesuatu yang baru atau tabu. Mengapa terjadi demikian? Dan Apa
juga faktor-faktor penyebabnya? dan berbagai pertanyaan lainnya.
Persoalan ini yang melatarbelakangi Kami untuk kemudian memasukkan topik tentang
"PERDAGANGAN INTERNASIONAL" dalam makalah kami.

1.2 Rumusan Masalah


1. Apa itu Perdagangan Internasional?
2. Apa saja teori-teori tentang Perdagangan Internasional?
3. Apa saja Manfaat yang ditimbulkan dari perdagangan Internasional?
4. Faktor – faktor apa yang terdapat pada Perdagangan Internasional?
5. Kebijakan apa saja yang dikeluarkan oleh pemerintah dalam Perdagangan
Internasional?
6. Apakah Tujuan pemerintah membuat Kebijakan pada Perdagangan Internasional?
7. Apa itu Neraca Pembayaran?

1.3 Tujuan
Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah sebagai berikut:
1. Mengetahui apa itu Perdagangan Internasional
2. Mengetahui Teori yang terdapat pada perdagangan Internasional
3. Mengetahui Manfaat yang ditimbulkan oleh Perdagangan Internasional
4. Mengetahui Berbagai Faktor dalam Perdagangan Internasional

1
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Perdagangan Internasional


Perdagangan internasional adalah perdagangan yang dilakukan oleh penduduk suatu
negara dengan penduduk negara lain atas dasar kesepakatan bersama. Penduduk yang
dimaksud dapat berupa antar-perorangan (individu dengan individu), antara individu
dengan pemerintah suatu negara atau pemerintah suatu negara dengan pemerintah negara
lain. Di banyak negara, perdagangan internasional menjadi salah satu faktor utama untuk
meningkatkan GDP. Meskipun perdagangan internasional telah terjadi selama ribuan tahun
(lihat Jalur Sutra, Amber Road), dampaknya terhadap kepentingan ekonomi, sosial, dan
politik baru dirasakan beberapa abad belakangan. Perdagangan internasional pun turut
mendorong Industrialisasi, kemajuan transportasi, globalisasi, dan kehadiran perusahaan
multinasional.
Kecenderungan setiap negara adalah sama dalam hal untuk mengkhususkan diri dalam
produksi komoditas yang dapat mereka hasilkan dengan biaya yang relatif lebih murah
dibandingkan dengan negara lain. Oleh karena itu, pembagian kerja internasional dan
spesialisasi meriyatkan perdagangan internasional. Tanpa perdagangan internasional hal itu
tidak dapat terjadi.
Seperti kita ketahui bahwa Perdagangan Internasional adalah suatu proses tukar-
menukar atau jual beli barang dan jasa yang terjadi antara dua negara atau lebih. Ada dua
macam perdagangan internasional yaitu ekspor dan impor. Ekspor adalah kegiatan menjual
barang, jasa, atau faktor produksi ke luar negeri dengan tujuan memperoleh keuntungan
sedangkan Impor adalah kegiatan membeli barang, jasa, atau faktor produksi dari luar negeri
dengan memperoleh keuntungan.
Menurut beberapa ahli terdapat beberapa pengertian perdagangan internasional antara
lain:
1. Amir M.S yang menyatakan bahwa “Dibandingkan dengan pelaksanaan perdagangan di
dalam negeri, perdagangan internasional sangatlah rumit dan kompleks.” Kerumitan
tersebut antara lain disebabkan karena adanya batas-batas politik dan kenegaraan yang
dapat menghambat perdagangan.
2. Adam Smith yang menyatakan bahwa “Memfokuskan pada keuntungan mutlak yang
menyatakan bahwa suatu negara akan memperoleh keuntungan mutlak dikarenakan
negara tersebut mampu memproduksi barang dengan biaya yang lebih rendah
dibandingkan negara lain.”
3. Ricardian yang menyatakan bahwa “Memfokuskan pada kelebihan komparatif dan
mungkin merupakan konsep paling penting dalam teori pedagangan internasional.” Tidak
seperti model lainnya, rangka kerja model ini memprediksi dimana negara-negara akan
menjadi spesialis secara penuh dibandingkan memproduksi bermacam barang
komoditas. Ricardian tidak secara langsung memasukan faktor pendukung, seperti jumlah
relatif dari buruh dan modal dalam negara.
4. Heckscgher-Ohlin yang menyatakan bahwa “Alternatif dari model Ricardian dan dasar
kelebihan komparatif. Mengesampingkan kompleksitasnya yang jauh lebih rumit model
ini tidak membuktikan prediksi yang lebih akurat.”

2
2.2 Teori Perdagangan Internasional
Tercatat ada 2 (dua) teori dalam perdagangan internasional yaitu teori keunggulan
mutlak dan teori keunggulan komparatif.
1. Teori Keunggulan Mutlak (Absolute Advantage Theory)
Teori ini dipelopori oleh Adam Smith
Suatu negara disebut memiliki keunggulan mutlak dari negara lain jika negara tersebut
mampu memproduksi lebih banyak barang daripada negara lain. Biasanya, menggunakan
sumber produksi yang sama. Teori ini menjelaskan bahwa dengan melakukan spesialisasi
pada produksi barang yang produktivitas-nya lebih tinggi dibandingkan negara lain, negara
itu akan memperoleh keuntungan dalam perdagangan internasional.
2. Teori Keunggulan Komparatif (Comparative Advantage Theory)
Teori ini dipelopori oleh David Ricardo
David Ricardo merupakan murid dari Adam Smith, ia melengkapi teori gurunya yang
mengatakan bahwa perbedaan keunggulan komparatif juga dapat memberi keuntungan. Dua
negara akan tetap dapat melakukan pertukaran melalui perdagangan internasional walaupun
salah satu negara mempunyai semua keunggulan.

2.3 Manfaat Perdagangan Internasional


Perdagangan internasional akan memberikan keuntungan bagi pelaku – pelakunya.
Namun, lebih dari itu secara makro manfaat perdagangan internasional juga tidak sedikit.
Manfaat – manfaat tersebut antara lain sebagai berikut :
1. Memperoleh Divisa
Jika suatu negara mengekspor suatu komoditas, maka akan mendapat mata uang asing.
Mata uang asing itulah yang disebut devisa. Devisa dapat digunakan untuk membeli barang,
jasa, atau faktor produksi dari negara lain.
2. Memperluas Kesempatan Kerja
Kegiatan ekspor akan memberikan kesempatan untuk memperluas kesempatan kerja.
Untuk menghasilkan barang ekspor dibutuhkan tenaga kerja yang sangat besar untuk
memenuhi target yang ditentuka oleh suatu perusahaan.
3. Men-stabil-kan Harga-harga
Jika harga suatu jenis barang dalam negeri mahal atau jumlahnya tidak memenuhi
permintaan pasar, barang tersebut harus diimpor. Dengan adanya impor, harga barang yang
mahal perlahan akan kembali stabil dan permintaan akan terpenuhi.
4. Meningkatkan Kualitas Konsumsi
Melalui perdagangan internasional, masyarakat dapat membeli barang yang belum
dapat dihasilkan oleh negaranya atau mutunya kurang. Perdagangan internasional dapat
memacu industri dalam negeri untuk meningkatkan kualitas produk untuk bersaing di pasar
internasional.
5. Mendorong Munculnya Teknologi Baru Dalam Proses Produksi
Spesialisasi akan membuat produsen terus berusaha melakukan perkembangan
teknologi baru agar biaya produksi semakin murah.
6. Memperluas Daerah Pemasaran
Adanya perdagangan internasional menyebabkan pasar yang bisa dijangkau produsen
semakin luas, karena tidak hanya di dalam negeri melainkan di luar negeri juga.

3
7. Mempercepat Pertumbuhan Ekonomi
Spesialisasi produksi, penemuan teknologi baru, dan pasar yang sangat luas karena
adanya perdagangan internasional membuat perekonomian terus berjalan lebih cepat,
sehingga pertumbuhan ekonomi juga akan lebih cepat.
8. Setiap Negara Akan Menikmati Semua Barang yang Dibutuhkan.
Suatu negara yang tidak memproduksi barang yang ter-spesialisasi atau ter-standarisasi,
akan tetap bisa menikmati barang dari negara lain yang telah dibayar.
9. Memungkinkan Terjadinya Spesialisasi
Suatu negara tidak perlu untuk memproduksi barang komoditi, karena negara itu akan
mendapatkan barang yang negara perlukan. Karena biaya yang mahal menjadi salah satu
negara dalam memproduksi barang.
10. Meningkatkan Produktivitas dan Efesiensi Produksi
Dengan berkonsentrasi memproduksi barang – barang yang biaya produksinya murah,
sehingga faktor produksinya bisa dialihkan untuk memproduksi barang itu. Sehingga
produktivitas imput akan meningkat dan proses produksi menjadi lebih efisien.

2.4 Faktor Pendorong Perdagangan Internasional


Adanya banyak faktor yang mendorong negara – negara di dunia melakukan
perdagangan internasional. Faktor tersebut antara lain sebagai berikut :
1. Perbedaan Sumber Daya Alam
Perbedaan sumber daya alam mengakibatkan setiap negara menghasilkan produk yang
berbeda, jarang suatu negara memiliki sumber daya alam yang lengkap untuk memenuhi
konsumsi. Hal ini mendorong terjadinya perdagangan di antara negara yang memiliki sumber
daya yang berbeda, dengan cara melakukan pertukaran antarnegara.
2. Perbedaan Barang dan Jasa yang Diproduksi
Karena keterbatasan yang dimiliki, suatu negara tidak mungkin memproduksi sendiri
semua barang dan jasa yang dibutuhkan warga negaranya. Hal ini yang menyebabkan ada
perbedaan barang dan jasa yang diproduksi. Dan juga, sangat memungkinkan untuk
melakukan perdagangan internasional.
3. Perbedaan Selera Konsumen
Selera konsumen akan memengaruhi jenis barang dan jasa yang akan diimpor atau
diekspor suatu negara. Misalnya warga Eropa menyukai produk yang bernuansa alam, maka
Indonesia berkesempatan dalam mengekspor produk yang bernuansa alam ke Eropa.
4. Penghematan Biaya Produksi (Efisiensi)
Perdagangan internasional memungkinkan suatu negara dapat memasarkan hasil
produksi pada banyak negara. Negara yang berproduksi dalam jumlah yang besar sehingga
dapat menurunkan biaya produksinya. Barang yang diproduksi dalam jumlah besar maka
akan murah, sebaliknya barang yang diproduksi dalam jumlah yang kecil akan mahal.
Masalah ini kemudian menjadi alasan sehingga negara berkembang tidak dapat memproduksi
barang yang memiliki teknologi tinggi.
5. Perbedaan Harga Barang yang Diproduksi
Perbedaan ini terjadi karena adanya perbedaan biaya produksi untuk menghasilkan
barang tersebut. Perbedaan biaya produksi disebabkan karena adanya perbedaan kemampuan
negara dalam mengolah sumber daya ekonomi yang dimiliki. Dengan demikian, akan

4
menyebabkan suatu negara memilih untuk mengimpor barang yang biaya produksinya di
dalam negeri lebih mahal sehingga harganya akan lebih mahal.
6. Perbedaan Teknologi
Beberapa negara telah berhasil dalam memproduksi teknologi maju. Dan sebagian lagi
belum dapat menerapkan teknologi maju dengan baik. Negara yang menggunakan teknologi
maju akan menjual barang dengan murah pada negara yang teknologinya masih sederhana.
7. Keinginan Membuka Kerja Sama dengan Negara Lain.
Faktor ini akan mendorong terjadinya perdagangan internasional yang pada gilirannya
akan menyebabkan kerja sama antarnegara di bidang lain juga semakin erat.
8. Era Globalisasi
Era globalisasi yang salah satunya terwujud dengan perdagangan bebas dunia yang
akan segara menyearang negara berkembang mau tidak mau harus di hadapi oleh negara itu.

2.5 Faktor Penghambat Perdagangan Internasional


Ada beberapa faktor yang dapat menjadi hambatan dalam melakukan perdagangan
internasional. Faktor – faktor tersebut antara lain :
1. Tidak Amannya Suatu Negara
Jika suatu negara tidak aman, maka para pedagang akan beralih ke negara lain yang
lebih lama. Faktor keamanan akan mempengaruhi untuk melakukan perdagangan
internasional.
2. Kebijakan Ekonomi Internasional oleh Pemerintah
Ada beberapa kebijakan suatu negara yang menghambat kelancaran perdagangan
internasional. Misalnya, perizinan yang rumit, pembatasan jumlah impor dan ekspor, dan
lain-lain.
3. Tidak Stabilnya Kurs Mata Uang Asing
Tidak stabil-nya kurs mata uang asing, membuat para eksportir maupun importir
mengalami kesulitan untuk menentukan harga valuta asing. Ini akan berdampak terhadap
penawaran dan permintaan dalam perdagangan.
4. Perbedaan Mata Uang Antarnegara
Mata uang yang berlaku di setiap negara berbeda. Pembayarannya tentunya akan
berkaitan dengan nilai uang itu sendiri. Negara yang melakukan kegiatan ekspor, biasanya
meminta kepada negara pengimpor untuk membayar dengan menggunakan mata uang negara
pengekspor. Dengan demikian, agar kedua negara diuntungkan dan lebih mudah proses
perdagangannya perlu adanya penetapan mata uang sebagai standar internasional.
5. Kualitas Sumber Daya yang Rendah
Rendahnya kualitas tenaga kerja dapat menghambat perdagangan internasional karena
jika sumber daya manusianya rendah, maka kualitas dari hasil produksi (produk) akan
rendah. Suatu negara yang memiliki kualitas produk rendah akan sulit bersaing dengan
barang yang dihasilkan oleh negara lain yang kualitasnya lebih baik. Dan ini akan menjadi
hambatan bagi negara yang bersangkutan untuk melakukan perdagangan internasional.

5
2.6 Kebijakan Perdagangan Internasional
Kebijakan perdagangan internasional adalah rangkaian tindakan yang akan diambil
untuk mengatasi kesulitan atau masalah hubungan perdagangan internasional guna
melindungi kepentingan nasional.
Adapun tujuan yang akan ditargetkan pemerintah dari kebijakan perdagangan
internasional itu antara lain :
1. Melindungi kepentingan dalam ekonomi nasional terhadap berbagai kemungkinan
pengaruh buruk/negatif dari berbagai negara lain
2. Melindungi kepentingan industri di dalam negeri dari berbagai kemungkinan persaingan
yang tidak sehat maupun kondisi yang kurang menguntungkan.
3. Melindungi lapangan kerja agar bisa tetap tersedia.
4. Menjaga keseimbangan dan stabilitas neraca terhadap pembayaran internasional
5. Mampu mendorong laju ekspor
6. Menjaga tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan stabil.
7. Menjaga stabilitas nilai tukar atau kurs.
Adapun macam-macam kebijakan perdagangan internasional adalah sebagai berikut :
1. Kebijakan Perdagangan Bebas
Perdagangan bebas adalah kebijakan perdagangan yang menginginkan adanya
kebebasan perdagangan, dengan demikian tidak ada rintangan yang menghalangi arus produk
dan ke luar negeri.
2. Kebijakan Perdagangan "Proteksionis"
Kebijakan perdagangan proteksionis adalah kebijakan perdagangan yang melindungi
produk-produk dalam negeri agar mampu bersaing dengan produk asing yang dilakukan
dengan cara membuat berbagai rintangan/hambatan arus produksi dari dan keluar negeri.
Jenis – jenis dari kebijakan perdagangan internasional dapat diberlakukan untuk impor dan
ekspor.
1. Kebijakan Perdagangan Internasional di Bidang Impor
Kebijakan perdagangan internasional untuk impor antara lain adalah kuota, tarif,
subsidi, dan larangan impor.
a. Kuota
Kuota merupakan jumlah yang ditetapkan untuk suatu kegiatan dalam satu masa atau
suatu waktu tertentu. Jadi, kuota dalam impor adalah jumlah total jumlah barang yang dapat
diimpor dalam masa tertentu. Kuota dapat dibedakan menjadi 4:
a) Absolute/Unilateral Quota yaitu kuota yang besar kecilnya ditentukan oleh satu
negara tanpa persetujuan negara lain.
b) Negotiated/Bilateral Quota yaitu kuota yang besar kecilnya ditentukan oleh perjanjian
2 negara atau lebih.
c) Tarif Quota yaitu gabungan antara tarif dan quota.
d) Mixing Quota yaitu kuota yang dimaksudkan untuk membatasi penggunaan bahan
mentah yang diimpor dalam proses produksi.
b. Tarif
Kebijakan ini diambil pemerintah dengan menetapkan tarif tinggi untuk mengimpor
suatu jenis barang. Dengan pengenaan tarif, harga barang impor menjadi mahal, sehingga

6
barang sejenis yang diproduksi di dalam negeri akan memiliki daya saing dan dibeli
konsumen.
Tarif dapat dibedakan menjadi 3 macam antara lain sebagai berikut :
1. Tarif Ad Valorem yaitu tarif yang besarnya dinyatakan dalam presentasi dari nilai yang
dikenakan tarif.
2. Tarif Specific yaitu tarif yang besarnya dihitung atas dasar satuan/ukuran fisik barang
yang diimpor.
3. Tarif Specific Ad Valorem yaitu tarif hasil kombinasi antara tarif Ad
Valorem dan Specific.
c. Subsidi
Karena ada perbedaan harga antara barang impor dan barang dalam negeri,
kemungkinan harga barang impor lebih murah daripada harga barang produksi dalam negeri.
Agar harga produksi dalam negeri dapat ditekan pemerintah dapat memberi subsidi pada
produsen dalam negeri. Ada 2 tujuan pemberian subsidi terkait dengan perdagangan
internasional yaitu untuk mengurangi ketergantungan terhadap barang impor dan untuk
mendorong produsen dalam negeri agar mampu memproduksi lebih banyak. Pemberian
subsidi pada perusahaan yang berorientasi ekspor akan mendorong produsen memproduksi
lebih banyak, sehingga mampu mengekspor lebih banyak. Subsidi biasanya diberikan
pemerintah dalam bentuk modal, keahlian, mesin-mesin, peralatan, keringanan pajak,
pengembalian pajak, fasilitas kredit, dan subsidi harga.
d. Larangan Impor
Larangan impor adalah kebijakan perdagangan internasional yang melarang secara
mutlak impor komoditas tertentu karena alasan – alasan khusus, baik yang bersifat ekonomi
maupun politis. Dengan berbagai alasan, terdapat barang tertentu yang dilarang impor.
Larangan impor bisa jadi dilakukan untuk membalas tindakan negara lain yang telah terlebih
dahulu melarang impor dan bisa juga dilakukan untuk menghemat devisa.
2. Kebijakan Perdagangan Internasional di Bidang Ekspor
Beberapa kebijakan perdagangan internasional di bidang ekspor adalah sebagai berikut:
a. Diskriminasi Harga
Diskriminasi harga adalah suatu tindakan dalam penetapan harga barang yang berbeda
untuk suatu negara dengan negara lainnya. Dalam perdagangan internasional, diskriminasi
harga dapat diberlakukan di negara yang berbeda untuk barang yang sama. Dan harga untuk
negara yang satu lebih mahal atau lebih murah daripada negara lainnya. Hal ini dilakukan
atas dasar perjanjian atau dalam rangka perang tarif.
b. Pemberian Premi (Subsidi)
Kebijakan ini diambil pemerintah untuk memajukan ekspor adalah dengan memberi
premi kepada badan usaha yang melakukan ekspor. Pemberian premi biasanya dalam bentuk
uang, serta pembebasan pajak dan fasilitas lain. Dengan tujuan agar barang ekspor memiliki
daya saing di luar negeri. Dan biasanya premi di berikan ketika suatu perusahaan mencapai
target produksi yang di tentukan oleh pemerintah.
c. Dumping
Dumping adalah kebijakan yang menetapkan harga jual di luar negeri lebih murah
dibandingkan harga di dalam negeri. Tujuan dari kebijakan ini adalah untuk menguasai pasar

7
internasional. Cara dumping ini dapat dilakukan jika pasar dalam negeri dapat dikendalikan
oleh pemerintah.
d. Politik Dagang Bebas
Kebijakan ini merupakan pemberian kebebasan dalam ekspor dan impor oleh masing-
masing pemerintah. Kebebasan dalam perdagangan ini akan membawa beberapa keuntungan
seperti mutu barang yang tinggi dan harga yang relatif murah.
e. Larangan Ekspor
Larangan ekspor merupakan kebijakan pemerintah yang melarang baran dan jasa dijual
keluar melewati batas negara (ekspor) karena alasan – alasan khusus, baik yang bersifat
ekonomi, politis, sosial, atau budaya. Umumnya ada dalih yang digunakan untuk
memberlakukan kebijakan tersebut seperti alasan keamanan atau kesehatan.

2.7 Tujuan Kebijakan Perdagangan Internasional


Kebijakan perdagangan internasional diterapkan baik dalam kegiatan impor maupun
ekspor. Kegiatan perdagangan impor di tujukan untuk mengatasi dampak buruk dari
mengimpor barang. Salah satu keburukan mengimpor barang adalah perusahaan dalam negeri
yang memproduksi jenis barang yang sama akan kalah saing dengan barang impor. Kebijakan
perdagangan internasional di bidang ekspor juga di tujukan untuk melindungi produksi dalam
negeri di samping memperoleh keuntungan.
Dari pemaparan di atas terdapat lagi beberapa tujuan kebijakan perdagangan
internasional adalah sebagai berikut :
1. Mengendalikan Ekspor dan Impor
Setiap negara dapat menggunakan kebijakan perdagangan internasional untuk
mengendalikan ekspor dan impor.Kebijakan perdagangan bebas berusaha meningkatkan
ekspor dengan cara menghapus hambatan perdagangan. Sedangkan kebijakan perdagangan
"proteksionis" berusaha meningkatkan ekspor antara lain dengan cara menurunkan tarif
ekspor.
2. Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi
Perekonomian akan tumbuh dengan baik bila hasil produksi yang melimpah dapat
diekspor ke berbagai negara. Perekonomian akan tumbuh dengan baik bila negara bisa
melindungi industri dalam negeri, di antaranya dengan cara memberlakukan kuota impor
(batasan impor) atau bahkan larangan untuk mengimpor barang tertentu.
3. Menyehatkan Neraca Pembayaran
Untuk menghindari defisit (kekurangan) dalam neraca pembayaran, negara dapat
menggunakan kebijakan perdagangan proteksionis sebagai salah satu alat. Caranya yaitu
dengan berusaha meningkatkan ekspor dan sekaligus menekan impor dengan berbagai cara,
seperti memberlakukan kuota impor, tarif impor dan larangan impor.

2.8 jenis-jenis perdagangan internasional


1. Ekspor
Ekspor adalah kegiatan menjual barang ke luar negeri. Contohnya, ketika
Indonesia melakukan ekspor pakaian ke Amerika Serikat. Itu artinya Indonesia menjadi
negara yang melakukan penjualan pakaian. Ada dua cara yang dapat dilakukan dalam
melakukan ekspor: 1) Ekspor Biasa, dan 2) Ekspor Tanpa L/C. Apa beda keduanya?

8
Perbedaannya terletak di penggunaan letter of credit sebagai alat pembayaran. Ekspor biasa
adalah penjualan ke luar negeri dengan segala ketentuan yang berlaku, yang kemudian
ditujukan ke pembeli menggunakan L/C. Sementara Ekspor Tanpa L/C bisa terjadi jika
mendapat izin khusus dari departemen perdagangan.

2. Impor
Impor adalah kegiatan membeli barang dari luar negeri. Impor ini kebalikan dari
ekspor. Artinya, jika Amerika Serikat membeli pakaian dari Indonesia, dapat dikatakan
bahwa Amerika Serikat melakukan impor pakaian.

3. Barter
Merupakan transaksi dengan saling menukarkan barang satu sama lain. Barter
dilakukan dengan terlebih dahulu menentukan nilai suatu barang, untuk kemudian dibayar
kembali dengan barang yang memiliki nilai yang sesuai dan disepakati.

4. Konsinyasi (Consignment)
Kamu pernah lihat nggak ada ibu-ibu yang menitipkan kue untuk dijual di warung?
Atau dalam skala lain, brand yang menitipkan bajunya untuk dijual di distro-distro. Nah,
transaksi dengan sistem “menitipkan barang” disebut dengan konsinyasi. Dalam
lingkup internasional, barang-barang yang mau dijual “dititipkan” di pasar internasional dulu
menunggu adanya pembeli. Penjualannya dapat dilakukan melalui pasar bebas atau bursa
dagang dengan cara dilelang.

5. Package Deal
Merupakan kegiatan perdagangan internasional yang berguna untuk memperluas
pasar suatu produk. Sistem ini dilakukan dengan cara membuat perjanjian dagang (trade
agreement) dengan suatu negara. Isi perjanjian tersebut berupa ketetapan jumlah barang
yang akan diekspor ke negera lain atau diimpor ke negara tertentu.

6. Border Crossing
Border Crossing adalah perdagangan yang terjadi di negara yang saling
berbatasan dan berdasarkan perjanjian tertentu. Tujuan perdagangan ini adalah untuk
memudahkan penduduk yang berada di negara perbatasan agar lebih mudah dalam
berbelanja. Perdagangan ini dapat terjadi dengan cara:

7. Sea Border Crossing


Perdagangan antarnegara yang melewati lintas batas laut. Sistem ini dilakukan
oleh negara yang memiliki batas negara berupa laut dan dilakukan berdasarkan persetujuan
dan ketentuan yang berlaku.

8. Overland Border Crossing


Perdagangan antarnegara yang melewati lintas batas darat. Sistem ini dilakukan
oleh negara yang memiliki batas negara berupa daratan dan dilakukan berdasarkan
persetujuan yang berlaku.

9
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan dalam makalah sebagaimana sebelumnya, dapat disimpulkan
bahwa:
1. Perdagangan internasional adalah kegiatan ekspor dan impor antar negara.
2. Terdapat 2 teori tentang perdagangan internasional yaitu teori keunggulan mutlak dan
teori keunggulan komparatif.
3. Manfaat dari perdagangan internasional sangat banyak seperti memperluas lapangan
kerja, memperluas daerah pemasaran, memperoleh devisa, dan lain-lain.
4. Kita harus bekerja sama dengan bangsa-bangsa lain untuk saling tukar menukar hasil
produksi.
5. Semakin berkembangnya perekonomian suatu negara semakin banyak pula kebutuhan
masyarakatnya.

3.2 Saran
Sebelum mengakhiri makalah ini Kami menyarankan :
1. Pihak terkait sebaiknya membuat peraturan-peraturan tentang bagaimana cara
pembayaran antar negara agar tercipta negara yang damai.
2. Agar kebutuhan penduduknya terpenuhi, suatu negara harus melakukan perdagangan
internasional yaitu kegiatan ekspor dan impor.
3. Apabila seseorang ingin membeli barang yang tidak bisa dihasilkannya maka dia harus
mempunyai daya beli.
Demikianlah saran-saran dari kami, semoga bisa membawa manfaat bagi kita semua
khususnya bagi pembuat makalah dan juga bisa bermanfaat bagi pembaca untuk bisa
mengetahui tentang betapa pentingnya perdagangan.

10
DAFTAR PUSTAKA

R. Fitria Hartatik, Aisyah Nur Mimin. Ekonomi Untuk SMA dan MA Kelas XI Jilid 2. Jakarta:
Pusat Pembukuan.
S. Alam,2014. Ekonomi Untuk SMA/MA Kelas XI Kurikulum 2013. Jakarta:ESIS

http://agenoame.blogspot.co.id/2017/12/makalah-ekonomi-tentang-perdagangan_5.html
https://phylo2.blogspot.co.id/
https://id.wikipedia.org/wiki/Perdagangan_internasional
https://makalah-web.blogspot.com/2018/03/makalah-terbaru-tentang-perdagangan-
internasional.html
https://blog.ruangguru.com/jenis-jenis-perdagangan-internasional-1

11