Anda di halaman 1dari 11

EVALUASI I ANALISIS LOKASI DAN PERENCANAAN:

REVIEW JURNAL
“PEMILIHAN LOKASI TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR
(TPA) SAMPAH KECAMATAN NUNUKAN KABUPATEN
NUNUKAN PROVINSI KALIMANTAN TIMUR”

OLEH:
AUKE HERDYANSAH (3613100051)

JURUSAN PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA


FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOVEMBER
SURABAYA
2015
Kata Pengantar

Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang karena karunia-Nya penulis dapat
menyelesaikan makalah berjudul “Evaluasi I Analisis Lokasi dan Keruangan: Review
Jurnal ‘Pemilihan Lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Kecamatan
Nunukan Kabupaten Nunukan Provinsi Kalimantan Timur” dengan tepat waktu.
Pembuatan makalah ini bertujuan untuk meresensi jurnal yang telah dibuat
sebelumnya.

Penulis berterima kasih kepada semua elemen yang telah membantu dalam
pembuatan makalah ini serta tidak lupa penulis berterimakasih kepada Dosen
Pembimbing mata kuliah Analisis Lokasi dan Keruangan untuk membantu membuat
makalah ini.

Pada makalah ini penulis berharap dapat memberikan manfaat untuk penulis sendiri
serta pembaca makalah ini mengenai resensi jurnal yang telah dibuat

Penulis juga terbuka menerima kritik dan saran terhadap penulisan makalah jika dalam
makalah ini terjadi kesalahan penulisan agar kedepannya menjadi lebih baik.

Surabaya, 20 Maret 2015

Penulis

1
Daftar Isi

Kata Pengantar....................................................................................................................... 1
Daftar Isi .................................................................................................................................. 2
Pendahuluan........................................................................................................................... 3
Konsep Dasar Teori Lokasi ................................................................................................... 3
Alasan Pemilihan Lokasi ....................................................................................................... 4
Faktor-Faktor Lokasi .............................................................................................................. 5
Implikasi Teori Terhadap Lokasi yang Dipilih ...................................................................... 6
Leason Learned ..................................................................................................................... 8
Daftar Pustaka ...................................................................................................................... 10

2
Pendahuluan
Kecamatan Nunukan terletak di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Timur. Lokasi ini
merupakan area “terluar” dari batas geografis Indonesia dan berbatasan langsung
dengan Negara Malaysia. Oleh karena itu, dalam perencanaan Kabupaten Nunukan
lokasi ini dijadikan sebuah front city sehingga segala aspek pendukung kota harus
dipersiapkan dengan matang sehingga bisa menjadi basis terdepan dari kedaulatan
negara.

Dalam perkembangannya, Kabupaten Nunukan mempunyai permasalahan utama yaitu


tidak terdapatnya lokasi pembuangan sampah yang layak. Sampai saat ini tempat
pembuangan akhir atau TPA yang digunakan di Kabupaten Nunukan menempati lokasi
yang tidak layak, dekat dekat jalan raya dan bersebelahan denggan lokasi Rumah
Sakit Umum di Kabupaten Nunukan.

Dari studi kasus diatas, diperlukan kajian atau analisis untuk menentukan lokasi TPA
yang tepat. Sehingga permasalahan sanitasi yang terdapat di Kabupaten Nunukan
dapat terselesaikan.

Konsep Dasar Teori Lokasi


Dalam teori lokasi, hal yang menjadi pembahasan merupakan siapa (bisa berupa
orang, instansi, atau perusahan) yang memproduksi barang atau jasa pada lokasi yang
mana dan mengapa memilih lokasi tersebut. Dalam penentuan lokasi TPA di
Kabupaten Nunukan, terdapat beberapa teori lokasi yang digunakan, diantaranya:

a. Pendekatan perencanaan
Dalam pendekatan perencanaan dapat dilakukan sebuah analisis
menggunakan beberapa faktor yang terdapat di dokumen perencanaan. Dalam
hal ini dokumen yang berkaitan adalah Standar Nasional Indonesia (SNI)
dengan nomor SNI 03-3241-1994 tentang Tata cara Pemilihan Lokasi Tempat
Pembuangan Akhir Sampah yang dikeluarkan oleh Dewan Standardisasi
Nasional atau usulan dari Departemen Pekerjaan Umum.
b. Analisis interaksi keruangan
Analisis interaksi keruangan merupakan salah satu pendekatan yang dilakukan
dalam analisis untuk mengkaji aspek lokasional kegiatan wilayah dan kota.
Dalam perspektif analisis keruangan dan analisis interaksi keruangan terdapat
beberapa teknik yang digunakan, diantaranya model gravitasi, breaking point

3
theory, penentuan hirarki kota, dan penetapan orde kota dengan metode rank
size rule dan zipf.
c. Teori Von Thunen
Teori ini mengemukakan bahwa harga sewa lahan disebabkan oleh beberapa
hal diantaranya jarak lokasi suatu tempat terhadap central atau pusat kegiatan,
biaya pengangkutan atau operasional dari lokasi ke pusat kegiatan, dan harga
produksi (pertanian).

Alasan Pemilihan Lokasi


Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, masalah utama dari Kabupaten Nunukan
adalah tidak terdapatnya Tempat Pembuangan Sampah atau TPA yang layak. Lokasi
yang sudah ada sebelumnya terletak mendekati jalan raya dan bersebelahan dengan
Rumah Sakit Umum Kabupaten Nunukan.

Dari data yang dihimpun oleh Bappeda Kabupaten Nunukan, menyebutkan bahwa
timbunan sampah yang terdapat di Kabupaten Nunukan mencapai 2,65 l/orang/hari
dengan rincian:

a. Sampah rumah tangga = 2,00 l/orang/hari


b. Sampah daerah komersial = 0,30 l/orang/hari
c. Sampah pasar dan terminal = 0,15 l/orang/hari
d. Sampah jalan dan taman kota = 0,20 l/orang/hari

Proyeksi produksi sampah juga dapat dilihat dari pertambaan penduduk yang terjadi di
Kabupaten Nunukan yang mencapai 99.678 jiwa pada tahun 2013. Sehingga dari
jumlah penduduk yang sebanyak itu, produksi sampah akan mencapai 312.351,70
l/hari. Dengan jumlah produksi sampah pada tahun 2013, Kabupaten Nunukan
membutuhkan Tempat Pembuangan Sampah yang layak dan memadai sesuai dengan
kebuuhan kota.

4
Gambar 1: Tabel Jumlah Penduduk dan Produksi Sampah Kabupaten Nunukan
Sumber: Jurnal Resensi

Faktor-Faktor Lokasi
Faktor-faktor lokasi merupakan hal yang mendasar dalam melakukan sebuah
penentuan lokasi terutama fasilitas persampahan yang menjadi masalah di Kabupaten
Nunukan. Ada beberapa faktor yang digunakan dalam penentuan lokasi TPA ini
berdasarkan SNI dan pertimbangan Dinas Pekerjaan Umum, diantaraya adalah:

1. TPA tidak boleh berlokasi di danau, sungai dan laut.


2. TPA tidak boleh berada dalam kawasan zona berbahaya gunung berapi.
3. Ditinjau dari beberapa aspek hidrogeologi.
4. Topografi tidak boleh lebih dari 20%.
5. Tidak boleh dekat dengan bandara dengan peruntukan pesawat bermesin jet.
6. TPA tidak boleh berada dalam kawasan banjir
7. TPA tidak boleh berada di dalam cagar alam atau kawasan lindung.
8. Penyusunan harus terdiri dari tiga tahap yaitu tahap regional untuk
menghasilkan peta yang sesuai dengan wilayah perencanaan, tahap
penyisihan untuk menentukan satu atau dua lokasi terbaik, dan yang terakhir
adalah tahap penetapan untuk menentukan lokasi yang terbaik.

Setalah melewati tahap regional atau penentuan lokasi pertama, selanjutnya adalah
tahap penyisihan dengan menggunakan pengembangan faktor berupa parameter
penyisihan. Adapun parameter penyisihan yang digunakan adalah sebagai berikut:

a. Umum

5
Dalam parameter umum terdapat beberapa poin penting diantaranya batas
administrasi, pemilik hak atas tanah, kapasitas lahan, jumlah pemilik tanah dan
partisipasi masyarakat.
b. Lingkungan Fisik
Lingkungan fisik meliputi beberapa hal diantaranya kondisi tanah, air tanah,
sistem aliran air tanah, kaitan dengan pemanfaatan air tanah, bahaya banjir,
tanah penutup, intensitas hujan, jalan menuju lokasi, perpindahan sampah,
jalan masuk, lalu lintas, tata guna lahan, pertanian, daerah lindung, biologis,
kebisingan dan bau, serta estetika dari lingkungan yang bersangkutan.

Selain beberapa parameter atau kriteria diatas, ada beberapa kriteria lain yang tidak
terdapat di SNI atau pertimbangan dari Dinas Pekerjaan Umum. Kriteria lain itu adalah
penentuan lokasi dengan harga yang murah dan lokasi yang berdekatan dengan titik
paling berat dari produksi sebuah sampah. Hal ini dilakukan karena untuk
meminimalisir biaya yang diperlukan dalam pengelolaan sampah.

Implikasi Teori Terhadap Lokasi yang Dipilih


Dari berbagai dasar teori yang telah dijelaskan di awal makalah ini, terdapat beberapa
bentuk implikasi yang dikaitkan dengan penentuan lokasi TPA di Kabupaten Nunukan.
Implikasi teori dikaitkan dengan kriteria dan parameter yang digunakan dalam
penentuan lokasi ini. Berikut penjelasan teori lokasi yang digunakan:

No. Teori Lokasi Hal yang Berkaitan


1. Pendekatan perencanaan Semua kriteria yang digunakan dalam
langkah observasi awal merupakan
implikasi dari pendekatan perencanaan.
SNI dan pertimbangan Dinas Pekerjaan
Umum menjadi sumber kriteria. Mulai dari
peninjauan aspek geologi yang
menjelaskan bahwa lokasi TPA tidak
boleh berada dalam zona bahaya gunung
berapi. Tinjuan lain berupa dari aspek
hidrogeologi dengan beberapa kriterianya.
Lalu kemiringan tapak yang berhubungan
dengan topografi tanah, lokasi TPA yang

6
tidak boleh berada di dekat bandara serta
penempatan TPA yang tidak boleh pada
kawasan banjir dan cagar alam.
2. Perspektif analisis keruangan dan Teori ini menjelaskan bahwa dalam
Analisis interaksi keruangan penentuan hirarki kota harus bisa
menentukan fasilitas yang bisa menunjang
sebuah kota, penentuan fasilitas publik
yang harus memperhatikan kualitas dan
kuantitasnya serta tingkat efisiensi dalam
pengadaan sebuah fasilitas kota. Fasilitas
persampahan merupakan fasilitas yang
cukup penting bagi berlangsungnya
sebuah kota karena bagaimana sebuah
sistem persampahan yang baik bisa
mengelola residu yang dihasilkan oleh
elemen sebuah kota agar tidak mencemari
lingkungan sekitarnya.
3. Teori Von Thunen Dalam teori Von Thunen dijelaskan bahwa
jarak suatu lokasi satu dengan yang
lainnya berdampak pada biaya
pengangkutan suatu barang atau orang
(biaya angkut). Dalam hal ini kriteria yang
digunakan dalam penentuan lokasi TPA
menggunakan lokasi yang murah dan
dekat dengan titik berat produksi sampah
di Kabupaten Nunukan. Ini menunjukkan
bahwa teori Von Thunen digunakan untuk
meredam biaya dalam pengelolaan
sebuah sistem persampahan di
Kabupaten Nunukan.

Dalam penelitiannya, telah ditemukan beberapa lokasi yang sesuai denga kriteria dan
lolos seleksi menggunakan parameter penyisih, diantaranya:

No. Lokasi Teori Penjelasan

7
1. Mambunut, Desa  Pendekatan Dalam pendekatan
Nunukan Selatan perencanaan perencanaan lokasi ini telah
 Analisis interaksi terseleksi sesuai kriteria yang
keruangan ada. Analisis interaksi
 Von Thunen keruangan juga memberikan
alasan yang kuat terkait lokasi
persampahan yang merupakan
fasilitas kota. Dan yang terakhir
teori von thunen yang
berbicara mengenai jarak suatu
lokasi terhadap centroid untuk
menekan biaya sewa lahan
atau biaya pengangkutan.
2. Sei Fatimah,  Pendekatan Tidak jauh berbeda dengan
Desa Nunukan perencanaan lokasi yang pertama, hanya
Barat  Analisis interaksi saja teori dari Von Thunen
keruangan kurang diterapkan disini
sehingga lokasi ini masih
belum bisa dikatakan efisien
secara pembiayaan.

Leason Learned
Berdasarkan hasil pembahasan diatas, dapat disimpulkan bahwa penentuan lokasi
TPA harus memperhatikan banyak aspek karena TPA sendiri dinilai cukup krusial
penempatannya pada sebuah kota.

Proses seleksi yang panjang mulai penentuan lokasi berdasarkan SNI, pertimbangan
Dinas Pekerjaan Umum serta kriteria khusus, lalu dilanjutkan dengan proses seleksi
menggunakan parameter penyisih masih menyisakan beberapa tanggungan.
Diantaranya seperti yang dituliskan oleh penulis bahwa perlu adanya pengujian terkait
kondisi kondisi geologi secara teknis serta pengujian AMDAL. Selain itu sosialisasi
kepada masyarakat sebagai stakeholder sangat diperlukan mengingat pembangunan
kota juga harus memperhatikan aspek sosial.

8
Selain itu teori-teori lama yang diungkapkan oleh beberapa pakar zaman dahulu masih
relevan dengan kondisi sekarang. Salah satunya teori mengenai jarak dan biaya yang
diungkapkan oleh Von Thunen, pakar ekonomi. Dalam teorinya dijelaskan bahwa
penentuan jarak suatu lokasi dan pusat kegiatan akan berpengaruh pada biaya
operasional baik hasil produksi maupun pengangkutan barang atau orang.

9
Daftar Pustaka
Sayekti, Agus. 2005. Pemilihan Lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah
Kecamatan Nunukan, Kabupaten Nunukan Provinsi Kalimantan Timur. Buletin Geologi
Tata Lingkungan

Santoso, Eko Budi dkk. 2012. Diktat Analisis Lokasi dan Keruangan (RP09-1209).
Institut Teknologi Sepuluh November

10