Anda di halaman 1dari 15

LAPORAN AKHIR

PRAKTIKUM MEKANIKA FLUIDA I

MODUL 7

PERIODE I (2018/2019)

Kelompok XVII

Nama Mahasiswa/NIM : Yesaya Emeraldy P./104217026

PROGRAM STUDI TEKNIK LINGKUNGAN

FAKULTAS PERENCANAAN INFRASTRUKTUR

UNIVERSITAS PERTAMINA

2018
PENENTUAN KOEFISIEN ALIRAN DENGAN VENTURIMETER
Dennis Filipi1, Sri Dewi Handayani1, Yesaya Emeraldy Priutama1*
1
Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Perencanaan Infrastruktur,
Universitas Pertamina
*Corresponding author: yesayaep@gmail.com
Abstrak: Aliran fluida sangat dipengaruhi oleh luas penampang, tekanan, gravitasi, dan tinggi permukaan.
Debit aliran fluida dipengaruhi oleh diameter pipa dan kecepatan fluida. Nilai koefisien dapat kita ketahui
dengan menggunakan alat piezometer dan venturimeter. Aliran fluida zat cair pada pipa tertutup mempunya
gesekan layer menyebabkan kecepatan aliran ditengah lebih tinggi dibanding dipinggir karena terjadi gesekan
dengan pipa dan layer.
Kata kunci: fluida, venturimeter, piezometer, gesekan,layer

Abstract: Fluid flow is strongly influenced by cross-sectional area, pressure, gravity, and surface height. Fluid
flow is influenced by pipe diameter and fluid velocity. We can know the coefficient value by using a piezometer
and venturimeter. Fluid flow of liquid in a closed pipe has a friction layer causing the flow velocity in the
middle is higher than the edge because there is friction with the pipe and layer.

Keyword: fluid, venturimeter, piezometer, friction, layer.

I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Aliran pipa tertutup merupakan pengaplikasian dari hukum bernoulli. Pada
praktikum kali ini akan diaplikasikan dalam venturimeter. Gesekan pada aliran fluida
venturimeter mempunya koefisien tersendiri. Pada aliran pipa tertutup kita juga akan
mendapatkan energi yang terhilang akibat gesekan dengan bahan material maupun
partikel.

1.2 Rumusan Masalah


1. Bagaimana hubungan luas penampang pipa dengan ketinggian aliran?
2. Bagaimana bentuk grafik Q dan Cd dari hasil pengamatan?

1.3 Tujuan Penelitian


1. Mengetahui koefisien aliran (Cd) berdasarkan aliran debit (Q) menggunakan alat
venturimeter
2. Membuat perbandingan antara tekanan terukur dan ideal sepanjang venturimeter

1.4 Teori Dasar


Pada pelaksanaan eksperimen mekanika fluida debit dan kecepatan aliran
sangat penting. Pada pipa tertutup, debit diukur menggunakan prinsip Bernoulli yang
dapat diaplikasikan menggunakan venturimeter. Alat ini dapat mengaplikasikan pipa
tertutup untuk mengukur laju aliran fluida. Cara kerja dari venturimeter dengan
membuat luas penampang dari diameter yang lebih besar menjadi lebih kecil
kemudian membesar lagi, sehingga kehilangan tinggi tekan akibat adanya ekspansi
terjadi secara tiba-tiba.

Dengan menggunakan Persamaan Bernoulli (persamaan 1.4.1) dan Persamaan


Kontinuitas (persamaan 1.4.2), akan didapatkan rumus untuk menghitung debit (Q)
(persamaan 1.4.3).

(1.4.1)

(1.4.2)

√ (1.4.3)
( )

Bilangan Cd merupakan koefisien aliran venturimeter yang didapatkan dari


hasil eksperimental yang telah dilakukan. Nilai-nilainya berbeda pada tiap tabung
piezometer terletak pada kisaran 0,92 – 0,99. Distribusi tekanan ideal dapat dilakukan
dengan cara penurunan dari Persamaan Bernoulli.

(1.4.4)

Perbandingan hn-h1tersebut menunjukkan fraksi head kecepatan di tabung piezometer.

( ) ( )
(1.4.5)

Dan didapatkan rumus tekanan ideal dengan mensubstitusikan rasio sisi kanan
ke tempat rasio kecepatan sebagai berikut:
( ) ( ) (1.4.6)

II. METODE PENELITIAN


2.1 Alat dan Bahan
Alat yang digunakan pada praktikum kali ini adalah venturimeter, bangku
hidraulik, stopwatch, gelas ukur, label, dan penggaris. Bahan yang digunakan berupa
fluida zat cair yaitu air.

2.2 Metode dan Langkah Kerja


Langkah awal yang harus kita lakukan adalah membuat aliran konstan dengan
cara memancing pompa pada hydraulic bench. Jika aliran sudah konstan, hydraulic
bench dapat dimatikan dan sambungkan selang apparatus ke hydraulic bench dengan
terlebih dahulu melepas selang pancing. Kran untuk output dipastikan tertutup.
Hydraulic bench dinyalakan kembali sambil menyesuaikan bukaan katup supaya
menghasilkan aliran lambat melalui pipa. Kran output dibuka dan diamati ketinggian
manometer setelah aliran didalam pipa konstan. Volume diukur, waktu dan ketinggian
air pada piezometer dicatat. Langkah-langkah sebelumnya dapat diulang kembali
hanya dibedakan aliran debit, dengan syarat debit masih memberikan perbedaan
ketinggian yang jelas pada pembacaan piezometer. Hasil pengamatan pada masing-
masing perlakuan yang berbeda dicatat.

III. HASIL DAN PEMBAHASAN


3.1 Hasil
Tabel 3.1.1 Pembacaan Ketinggian Skala Piezometer

Tabung Perlakuan 1 Perlakuan 2 Perlakuan 3


Piezometer Volume Pembacaan Volume Pembacaan Volume Pembacaan
Skala Skala Skala
A (1) 300 251 300 269 300 265
B 300 249 300 241 300 214
C 300 235 300 209 300 155
D (2) 300 226 300 176 300 93
E 300 216 300 146 300 43
F 300 229 300 187 300 126

Tabel 3.1.2 Distribusi Tekanan Ideal (Teoritis)


Tabung Diameter Area (m2)
Piezometer Penampang ( ) ( ) ( )
-3
(mm) ( x10 )

A (1) 25,0 0,428 4,906 0,033 0

B 13,9 0,769 1,516 0,351 -0,318


C 11,8 0,906 1.093 0,676 -0,643
D (2) 10,7 1 8,987 1 -0,967
E 10,0 1,07 7,85 1,310 -1,277
F 25,0 0,428 4,906 0,033 0

Tabel 3.1.3

Perlakuan Debit (m3/s) A2 (m2) v2 (m/s)


1 6,22 x 10-5 8,987x 10-5 0,69
2 1,07 x 10-4 8,987 x 10-5 1,19
3 1,56 x 10-4 8,987 x 10-5 1,73

Tabel 3.1.4 Distribusi Tekanan Eksperimen

Tabung Piezometer A (1) B C D(2) E F


Q1 = 6,22 251 249 235 226 216 229
x 10-5 0 -2 x 10-3 -16 x 10-3 -25 x 10-3 -35 x 10-3 -22 x 10-3

0 -0,081 -0,655 -1,024 -1,434 -0,901


Q2 = 1,07 269 241 209 176 146 187


x 10-4 0 -28 -69 -93 -123 -82

0 -0,381 -0,818 -1,267 -1,676 -1,117


Q3 = 1,56 265 214 155 93 43 126


x 10-4 0 -51 -110 -172 -222 -139

0 -0,331 -0,715 -1,118 -1,443 -0,90



Tabel 3.1.5 Nilai Od eksperimen

Perlakuan Waktu (s) Pembacaan Skala h1-h2 (m) (h1-h2)0,5 Cd


A (h1) A (h2)
1 4,82 251 226 2,5 x 10-2 0,518 0,97
2 2,78 269 176 9,3 x 10-2 0,305 0,87
3 1,92 265 93 17,2 x 10-2 0,414 0,92

Gambar 3.1.1 Perlakuan Kecil

Gambar 3.1.2 Perlakuan Sedang


Gambar 3.1.3 Perlakuan Besar

Grafik Nilai Q dan Nilai Cd


0,98

0,96

0,94
Nilai Cd

0,92

0,9

0,88

0,86
0 0,2 0,4 0,6 0,8 1 1,2 1,4 1,6 1,8
Nilai Q (x10-4)

Grafik 3.2 Nilai Q dan Nilai Cd

3.3 Pembahasan

 Area
 ( )

( ) ( )

( ) ( )

( ) ( )

( ) ( )
( ) ( )

( ) ( )

 ( ) ( )

( ) ( )

( ) ( ) | |

( ) ( ) | |

( ) ( ) | |

( ) ( ) | |

( ) ( )

 Debit

Perlakuan 1
| |

| |

| |

| |

| |

 Perlakuan 1

 ⁄ 42


Mencari nilai Cd Eksperimen


( )

 Perlakuan 2:

 ⁄

| |

| |

| |

| |

| |


0,818

Mencari Nilai Cd eksperimen


( )

 Perlakuan 3:

| |

| |

| |

| |

| |


Mencari Nilai Cd eksperimen

Q √ ( )

Ketinggian piezometer akan mengikuti kenaikan luas penampang


venturimeter. Semakin besar luas penampang maka ketinggian akan semakin tinggi,
karena hubungan ketinggian dan luas penampang berbanding lurus. Pada percobaan
perlakuan 1,2,dan 3 didapatkan nilai Cd mendekati nilai 0,92-0,99 yang menjelaskan
bahwa hasil margin of error perhitungan terbilang rendah.
IV. KESIMPULAN
Pada praktikum kali ini dapat disimpulkan bahwa luas permukaan pipa dan selisih
tinggi permukaan pada piezometer dapat mempengaruhi kecepatan aliran fluida pada.
diameter pipa, volume air, dan rentang waktu dari pengambilan volume air yang
menyebabkan besarnya debit aliran fluida di venturimeter.

V. REFRENSI
1. Mahlil, Teuku., dkk. (2018). Modul Praktikum Mekanika Fluida. Jakarta: Universitas
Pertamina.
2. Munson, Bruce. 2005. Fundamental of Fluid Mechanics Fourth Edition. Jakarta:
Penerbit Erlangga.
3. Triatmodjo, Bambang. (1993). Hidraulika I. Yogyakarta: Beta.
VI. LAMPIRAN