Anda di halaman 1dari 3

Nama : Michella Devianca Purwanto

Prodi : Pendidikan Akutansi (3A)


Nim : 1802106023

Tugas PSAK

1.Nilai Kontrak = Rp. 20.000.000


Perkiraan Biaya = Rp. 6.000.000 -
Rp. 14.000.000
Pembayaran di terima = Rp .86.000.000 +
Rp.100.000.000
Pengeluaran = Rp .6.000.000 –
Rp .94.000.000

7.Nilai Tercatat = Rp.20.000.000


Nilai Akumulasi = Rp .7.200.000 –
= Rp.12.800.000
= Rp .1.000.000 –
= Rp.11.800.000 : 8
= Rp. 1.475.000

Beban Amortisasi = Rp. 1.457.000


Akumulasi Amortisasi = Rp. 1.475.000

3. Pendapatan penjualan bangunan rumah, ruko, bangunan sejenis lainnya beserta kapling tanahnya diakui
dengan metode akrual penuh (full accrual method) apabila seluruh kriteria berikut:
proses penjualan telah selesai;
harga jual akan tertagih;
tagihan penjual tidak akan bersifat subordinasi di masa yang akan datang terhadap pinjaman lain yang
akan diperoleh pembeli; dan
penjual telah mengendalikan risiko dan manfaat kepemilikan tersebut.
• Pengakuan pendapatan dengan metode akrual penuh dilakukan atas seluruh nilai jual dengan cara
sebagai berikut:
– Piutang bersih didiskontokan ke nilai sekarang dengan menggunakan tingkat bunga yang
sesuai, yang tidak boleh lebih rendah dari tingkat bunga yang diperjanjikan di pengikatan
atau perjanjian jual beli. Diskonto tidak dilakukan bila umur sisa tagihan kurang dari 12
bulan.
– Dibuat penyisihan untuk piutang yang diperkirakan tidak akan tertagih.
Apabila penjual merencanakan untuk memberikan potongan harga jual atau memperjanjikan hal demikian
dalam pengikatan atau perjanjian jual beli sebagai insentif bagi pembeli untuk melunasi utangnya lebih
awal, jumlah potongan harga yang diperkirakan akan diambil pembeli harus ditaksir dan dibukukan pada
saat penjualan. Potongan harga yang diberikan secara seketika atau tanpa rencana dibebankan ke laba rugi
pada periode pemberiannya.
• Apabila suatu transaksi real estat tidak memenuhi kriteria metode akrual penuh, pengakuan
penjualan ditangguhkan dan transaksi tersebut diakui dengan metode deposit (deposit method)
sampai seluruh kriteria penggunaan metode akrual penuh terpenuhi.
• Penerapan metode deposit:
– penjual tidak mengakui pendapatan atas transaksi penjualan unit real estat, penerimaan
pembayaran oleh pembeli dibukukan sebagai uang muka;
– piutang dari transaksi penjualan unit real estat tidak diakui;
– unit real estat tersebut tetap dicatat sebagai aktiva penjual, demikian juga dengan
kewajiban yang terkait dengan unit real estat tersebut, walaupun kewajiban tersebut telah
dialihkan ke pembeli;
khusus untuk unit real estat, penyusutan atas unit real estat tersebut tetap diakui oleh penjual.

4. Aset kontinjensi adalah aset potensial yang timbul dari peristiwa masa lalu dan keberadaannya
menjadi pasti dengan terjadi atau tidak terjadinya satu peristiwa atau lebih peristiwa di masa depan
yang tidak sepenuhnya berada dalam kendali entitas.

Liabilitas kontinjensi adalah:

kewajiban potensial yang timbul dari peristiwa masa lalu dan keberadaannya menjadi pasti dengan
terjadi atau tidak terjadinya satu atau lebih peristiwa di masa depan yang tidak sepenuhnya berada
dalam kendali entitas; atau

kewajiban kini yang timbul sebagai akibat peristiwa masa lalu, tetapi tidak diakui karena:

tidak terdapat kemungkinan entitas mengeluarkan sumber daya yang mengandung manfaat ekonomik
(selanjutnya disebut sebagai “sumber daya”) untuk menyelesaikan kewajibannya; atau

jumlah kewajiban tersebut tidak dapat diukur secara andal.

Provisi adalah liabilitas yang waktu dan jumlahnya belum pasti.

PENGAKUAN

Provisi diakui jika:


entitas memiliki kewajiban kini (baik bersifat hukum maupun bersifat konstruktif) sebagai akibat
peristiwa masa lalu;

kemungkinan besar penyelesaian kewajiban tersebut mengakibatkan arus keluar sumber daya yang
mengandung manfaat ekonomik; dan

estimasi yang andal mengenai jumlah kewajiban tersebut dapat dibuat.

Jika kondisi di atas tidak terpenuhi, maka provisi tidak diakui.

Entitas tidak diperkenankan untuk mengakui liabilitas dan aset kontinjensi.