Anda di halaman 1dari 40

BAB I

PENDAHULUAN

1. LATAR BELAKANG

Dalam rangka pemerataan pelayanan kesehatan dan pembinaan kesehatan masyarakat


telah di bangun puskesmas. Puskesmas adalah unit pelaksana teknis dinas kesehatan
kota yang bertanggung jawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan di suatu
wilayah kerja tertentu. Puskesmas berfungsi sebagai :

1. Pusat penggerak pembangunan berwawasan kesehatan .


2. Pusat pemberdayaan keluarga dan masyarakat.

3. Pusat pelayanan kesehatan strata pertama.

Untuk menunjang pelaksanaan fungsi dan penyelenggaraan upayanya, puskesmas


dilengkapi dengan instrumen manajemen yang terdiri dari :

1. Perencanaan tingkat Puskesmas


2. Lokakarya Mini Puskesmas

3. Penilaian Kinerja Puskesmas Dan Manajemen Sumber Daya termasuk alat, obat,
keuangan dan Tenaga serta didukung dengan manajemen sistem pencatatan dan
pelaporan disebut e-puskesmas (elektronik puskesmas) dan upaya peningkatan
mutu pelayanan ( antara lain melalui penerapan quality assurance ).

Mempertimbangkan rumusan pokok-pokok program dan program-program unggulan


menjadi prioritas di suatu daerah, perlu dirumuskan secara sebagaimana disebutkan
dalam Rencana Strategis Departemen Kesehatan dan program spesifik daerah, maka
area program yang akan spesifik oleh daerah sendiri demikian pula strategi dalam
pencapaian tujuannya, yang harus disesuaikan dengan masalah, kebutuhan serta
potensi setempat.

Puskesmas merupakan ujung tombak terdepan dalam pembangunan kesehatan yang


mempunyai peran cukup besar dalam upaya mencapai pembangunan kesehatan.Untuk
mengetahui tingkat kinerja Puskesmas, perlu diadakan Penilaian Kinerja Puskesmas.
B. PENGERTIAN PENILAIAN KINERJA PUSKEMAS

Penilaian kinerja Puskesmas adalah suatu upaya untuk melakukan penilaian hasil kerja /
prestasi Puskesmas.

Pelaksanaan penilaian dimulai dari tingkat Puskesmas sebagai instrumen mawas diri
karena setiap Puskesmas melakukan penilaian kinerjanya secara mandiri, kemudian
Dinas Kesehatan Kota Cilegon melakukan verifikasi hasilnya. Adapun aspek penilaian
meliputi hasil pencapaian cakupan dan manajemen kegiatan termasuk mutu pelayanan
(khusus bagi Puskesmas yang telah mengembangkan mutu pelayanan) atas
perhitungan seluruh Puskesmas. Berdasarkan hasil verifikasi, Dinas Kesehatan Kota
Cilegon bersama Puskesmas dapat menetapkan Puskesmas kedalam kelompok (I,II,III)
sesuai dengan pencapaian kinerjanya. Pada setiap kelompok tersebut, Dinas kesehatan
Kota Cilegon dapat melakukan analisa tingkat kinerja puskesmas berdasarkan rincian
nilainya, sehingga urutan pencapian kinerjanya dapat diketahui, serta dapat dilakukan
pembinaan secara lebih mendalam dan terfokus.

C. TUJUAN DAN MANFAAT PENILAIAN KINERJA PUSKESMAS

1. Tujuan
1. Tujuan Umum

Tercapainya tingkat kinerja puskesmas yang berkualitas secara optimal


dalam mendukung pencapaian tujuan pembangunan kesehatan Kota
Cilegon.

2. Tujuan Khusus

 Mendapatkan gambaran tingkat kinerja Puskesmas (hasil cakupan


kegiatan, mutu kegiatan, dan managemen Puskesmas) pada akhit
tahun kegiatan
 Mendapatkan masukan untuk penyusunan rencana kegiatan ditahun
yang akan datang

 Dapat melakukan identifikasi dan Analisa masalah, mencari


penyebab dan latar belakang serta hambatan masalah kesehatan
diwilayah kerjanya berdasaarkan adanya kesenjangan pencapaian
kinerja

 Mengetahui dan sekaligus dapat melengkapi dokumen untuk


persyaratan akreditasi puskesmas

 Dapat menetapkan tingkat urgensi suatu kegiatan untuk


dilaksanakan segera pada tahun yang akan datang berdasarkan
prioritas

2. Manfaat Penilaian Kinerja Puskesmas :

1. Puskesmas mengetahui tingkat pencapaian (prestasi) kunjungan


dibandingkan dengan target yang harus dicapai.

2. Puskesmas dapat melakukan identifikasi dan analisis masalah, mencari


penyebab dan latar belakang serta hambatan masalah kesehatan di
wilayah kerjanya berdasarkan adanya kesenjangan pencapaian kinerja
puskesmas (out put dan out come)
3. Puskesmas dan Dinas kesehatan Kota Cilegon dapat menetapkan tingkat
urgensi suatu kegiatan untuk dilaksanakan segera pada tahun yang akan
datang berdasarkan prioritasnya.

4. Dinas kesehatan Kota Cilegon dapat menetapkan dan mendukung


kebutuhan sumber daya puskesmas dan urgensi pembinaan puskesmas.

D. RUANG LINGKUP PENILAIAN KINERJA PUSKESMAS

a) Pencapaian cakupan pelayanan kesehatan meliputi :

1. UKM esesnsial yang berupa pelayanan promosi kesehatan, pelayanan kesehatan


lingkungan, pelayanan kesehatan ibu, anak dan Keluarga berencana, pelayanan
gizi, dan pelayanan pencegahan dan pengendalian penyakit.

2. UKM Pengembangan dilaksanakan setelah Puskesmas mampu melaksanakan


UKM esensial secara optimal, mengingat keterbatasan sumber daya dan adanya
proritas masalah kesehatan.
3. UKP yang berupa rawat jalan, pelayanan gawat darurat, pelayanan satu hari (one
day care), home care, dan atau rawat inap berdasarkan pertimbangan kebutuhan
pelayanan kesehatan.

b) Pelaksanaan managemen Puskesmas dalam penyelenggaraan kegiatan, meliputi

1. Proses penyusunan perencanaan, penggerakan pelaksanaan dan pelaksanaan


penilaian kinerja

2. Managemen sumber daya termasuk managemen sarana, prasarana, alat, obat,


sumber daya manusia dan lain-lain.

3. Managemen keuangan dan Barang Milik Negara/ Daerah

4. Managemen Pemberdayaan masyarakat

5. Managemen data dan informasi

6. Managemen program termasuk Program Indonesia sehat dengan pendekatan


Keluarga

7. Mutu Pelayanan Puskesmas, meliputi :

 Penilaian input pelayanan berdasarkan standart yang ditetapkan

 Penilaian proses pelayanan dengan menilai tingkat kepatuhannya terhadap


standart pelayanan yang telah ditetapkan

 Penilaian output pelayanan berdasarkan upaya kesehatan yang


diselenggarakan, dimana masing-masing program/kegiatan mempunyai
indicator mutu sendiri yang disebut Standart Mutu Pelayanan (SPM)
sebagai contoh : Angka Drop Out pengobatan pada pengobatan TBC paru

 Penilaian Outcome pelayanan antara lain melalui pengukuran tingkat


kepuasan pengguna jasa pelayanan Puskesmas dan pencapaian target
indicator outcome pelayanan
Selanjutnya dalam upaya peningkatan mutu pelayanan Puskesmas, Puskesmas
wajib diakreditasi oleh Lembaga independent penyelenggara akreditasi yang
ditetapkan oleh Menteri, secara berkala paling sedikit 3 (tiga) tahun sekali.

BAB II
PELAKSANAAN PENILAIAN KINERJA

A.BAHAN DAN PEDOMAN

Bahan yang dipakai pada penilaian kinerja puskesmas adalah hasil pelaksanaan
pelayanan kesehatan, manajemen puskesmas dan mutu pelayanan. Sedangkan dalam
pelaksanaannya mulai dari pengumpulan data, pengolahan data, analisis hasil / masalah
sampai dengan penyusunan laporan berpedoman pada Peraturan menteri Kesehatan
Republik Indonesia nomor 44 tahun 2016

B. TEKNIS PELAKSANAAN

Teknis pelaksanaan penilaian kinerja UPTD Puskesmas DTP Ciwandan tahun 2018
sebagaimana berikut di bawah ini:

1. Pengumpulan Data.

Pengumpulan data dilaksanakan dengan memasukkan data hasil kegiatan


puskesmas tahun 2018 ( Januari s.d Desember 2018 ) dengan variabel dan sub
variabel yang terdapat dalam formulir penilaian kinerja puskesmas.

2. Pengolahan Data.

Setelah proses pengumpulan data selesai, dikelompokkan berdasarkan


kelompoknya kemudian dianalisis dilanjutkan dengan penghitungan sebagaimana
berikut di bawah ini :

a. Penilaian Cakupan Kegiatan Pelayanan Kesehatan

Cakupan sub variabel (SV) dihitung dengan membagi hasil pencapaian (H)
dengan target sasaran (T) dikalikan 100 atau SV (%) = H/Tx 100%
Cakupan variabel (V) dihitung dengan menjumlah seluruh nilai sub variabel
(ΣSV ) kemudian dibagi dengan jumlah variabel ( n ) atau

V (%) = Σ SV/n

Jadi nilai cakupan kegiatan adalah rerata per jenis kegiatan. Kinerja cakupan pelayanan
kesehatan dikelompokkan menjadi tiga, yaitu :

1. Kelompok I (kinerja baik) : Tingkat pencapaian hasil ≥ 91 %


2. Kelompok II (kinerja cukup) : Tingkat pencapaian hasil 81 – 90 %

3. Kelompok III (kinerja kurang) :Tingkat pencapaian hasil ≤ 80 %

b. Penilaian Manajemen Puskesmas

Penilaian kegiatan manajemen puskesmas dikelompokkan menjadi Tujuh kelompok:

1. Manajemen Umum
2. Manajemen Alat dan Obat (Sumberdaya)

3. Manajemen Keuangan

4. Manajemen Ketenagaan

5. Manajemen Operasional Puskesmas

6. Manajemen Lab

7. Manajemen Mutu

Penilaian kegiatan manajemen puskesmas dengan mempergunakan skala nilai sebagai


berikut :

 Skala Nilai 0
 Skala 1 Nilai 4

 Skala 2 Nilai 7

 Skala 3 Nilai 10
Nilai masing-masing kelompok manajemen adalah rata-rata nilai kegiatan masing-
masing kelompok manajemen.

Cara Penilaian :

1. Nilai manajemen dihitung sesuai dengan hasil pencapaian Puskesmas dan


dimasukkan ke dalam kolom yang sesuai.
2. Hasil nilai skala di masukkan ke dalam kolom nilai akhir tiap variabel

3. Hasil rata – rata dari penjumlahan nilai variabel dalam manajemen


merupakan nilai akhir manajemen

4. Hasil rata-rata dikelompokkan menjadi :

Baik : Nilai rata – rata > 8,5

Cukup : Nilai 5,5 – 8,4

Kurang : Nilai < 5,5

c. Penilaian mutu pelayanan

Cara Penilaian :

1. Nilai mutu dihitung sesuai dengan hasil pencapaian Puskesmas dan


dimasukkan ke dalam kolom yang sesuai.
2. Hasil nilai skala di masukkan ke dalam kolom nilai akhir tiap variabel

3. Hasil rata – rata nilai variabel dalam satu komponen merupakan nilai akhir
mutu

4. Nilai mutu dikelompokkan menjadi :

* Baik : Nilai rata – rata > 8,5

* Cukup : Nilai 5,5 – 8,4

* Kurang : Nilai < 5,5


BAB III

HASIL KINERJA UPTD PUSKESMAS DTP CIWANDAN TAHUN 2018

Hasil Kinerja UPTD Puskesmas DTP Ciwandan Tahun 2018 berdasarkan data tahun
2018 dapat kami sajikan sebagaimana berikut ini:

A. Hasil kinerja pelayanan kesehatan

1. Upaya Kesehatan Wajib

Tabel 1. Hasil Pencapaian Kinerja Upaya Kesehatan Wajib UPTD Puskesmas


DTP Ciwandan tahun 2018

No Komponen Upaya Hasil Cakupan Tingkat Kinerja Keterangan


Kesehatan Wajib/ (%)
Essensial
1. Upaya Promosi Kesehatan 77% Kurang Baik ≥ 8,5
2. Upaya Kesehatan 88% Cukup
Lingkungan Cukup ≥5,5-8,4
3. Upaya Kesehatan Ibu dan 83% Cukup
Anak termasuk KB Kurang < 5,5
4. Upaya Perbaikan Gizi 76,32% Kurang
Masyarakat
5. Upaya Pencegahan dan 67,50% Kurang
Pemberantasan Penyakit
Menular
6. Upaya Pengobatan 29,76% Kurang
Rata-rata Kinerja 70,2% Cukup
Grafik 1. Grafik Kinerja Upaya Kesehatan Wajib UPTD Puskesmas DTP Ciwandan 2018

2. Upaya Kesehatan Pengembangan

Tabel 2. Hasil Pencapaian Kinerja Upaya Kesehatan Pengembangan UPTD


Puskesmas DTP Ciwandan tahun 2018

No Komponen Upaya Hasil Cakupan Tingkat Keterangan


Kesehatan (%) Kinerja
Pengembangan
1. Upaya Kesehatan Usia 52,2% Kurang Baik ≥ 8,5
Lanjut
2. Upaya Kesehatan Mata 16,7% Kurang Cukup ≥5,5-
3. Upaya Kesehatan Jiwa 33,5% Kurang
8,4
4. Perawatan Kesehatan 80,52% Baik
Masyarakat Kurang < 5,5
5. Rawat Inap 10,85% Kurang
Rata-rata Kinerja 38,7% Kurang
Grafik 2. Grafik Kinerja Upaya Kesehatan Pegembangan UPTD Puskesmas DTP
Ciwandan Tahun 2018

Nilai cakupan kinerja pelayanan kesehatan adalah : rata – rata nilai upaya kesehatan
wajib dan upaya kesehatan pengembangan, atau dengan kata lain nilai pencapaian
upaya kesehatan wajib + pengembangan dibagi dua.

Jadi Nilai Kinerja cakupan pelayanan kesehatan UPT Puskesmas Ciwandan adalah :
54,45% (kurang)

B. Hasil Kinerja Kegiatan Manajemen

Tabel 3. Hasil pencapaian Kinerja Managemen UPTD Puskesmas DTP Ciwandan tahun
2018

No Komponen Managemen Nilai Tingkat Keterangan


Puskesmas Kinerja
1. Managemen 8,7 Baik Baik ≥ 8,5
Operasional Puskesmas
2. Managemen Alat dan 8,8 Baik Cukup ≥5,5-
Obat 8,4
3. Managemen Keuangan 10 Baik
4. Managemen Umum 9,6 Baik Kurang < 5,5
5. Managemen Ketenagan 8 Cukup
6. Managemen Lab 7 Cukup
Rata-rata 8,6 Baik

Jadi hasil kinerja kegiatan manajemen UPTD Puskesmas DTP Ciwandan adalah : 8,6
(Kinerja Baik )

C.Hasil Kinerja Mutu Pelayanan Klinis

Tabel 4. Hasil Pencapaian Kinerja Mutu Pelayanan KlinisUPTD Puskesmas DTP


Ciwandan tahun 2018

No Komponen Mutu Klinik Hasil Cakupan Tingkat Keterangan


(%) Kinerja
1. Gawat Darurat 99,75% Baik Baik ≥ 8,5
2. Rawat Jalan 99,70% Baik
3. Rawat Inap 62,50% Cukup
Cukup ≥5,5-
4. Bedah Minor 100% Baik
5. Persalinan 83,3% Baik 8,4
6. Farmasi 84,2% Cukup
7. Rekam Medis 100% Baik Kurang < 5,5
8. Pengelolaan limbah 100% Baik
9. Pelayanan 54,10% Kurang
pemeliharaan sarana
Puskesmas
10 Pencegahan dan 68,70% Cukup
pengendalian Infeksi
(PPI)
Rata-rata Kinerja 85,2% Baik

Dengan melihat table diatas hasil Kinerja Mutu Klinik UPTD Puskesmas DTP Ciwandan
tahun 2018 adalah 85,2% (termasuk kinerja baik)

D.Hasil Total Kinerja Kegiatan

Tabel 5. Hasil Total Total Kinerja Kegiatan UPTD Puskesmas DTP Ciwandan tahun 2018

No Komponen Kegiatan Pencapaian Tingkat


Kinerja
1. Pelayanan Kesehatan 54,45% Kurang
2. Managemen 8,6 Baik
3. Mutu Klinik 85,2% Baik

BAB IV
ANALISIS HASIL KINERJA

1. Hasil Kinerja Kegiatan (Upaya Kesehatan Wajib Dan Upaya Kesehatan


Pengembangan) UPTD Puskesmas DTP Ciwandan 2018

HASIL CAKUPAN
NO KOMPONEN KEGIATAN
(%)
I Promosi Kesehatan 77,3%
II Kesehatan Lingkungan 88,1%
III KIA termasuk KB 90,6%
IV Perbaikan Gizi Masyarakat 76,3%
V P2M 100%
VI Imunisasi dan Surveilans 67,5%
VII Pengobatan 0,3%
IX Pengembangan 31,9%
RATA - RATA 60,2%

Grafik 3. Grafik Kinerja Pelayanan Kesehatan

Dari Grafik diatas semua kegiatan belum mencapai 100% yaitu Upaya Kesehatan
Essensial (71,4%) yang termasuk dalam kategori Cukup dan Upaya Kesehatan
Pengembangan (31,8%) yang termasuk dalam kategori Kurang.

Kemudian dapat kita jabarkan lagi kedalam pencapaian kinerja per kegiatan

1. PROMKES
Grafik 4. Grafik Upaya Promosi Kesehatan

Dari Grafik diatas terlihat bahwa terdapat 22% Rumah tangga yang belum ber-
PHBS, Tidak adanya Kelurahan yang memanfaatkan dana 10% untuk UKBM, dan
terdapat 4% Remaja (siswa SMP dan SMA) yang belum dilakukan skrining anak
sekolah kesehatan remaja.

2. KESEHATAN LINGKUNGAN
Grafik 5. Grafik Upaya Kesehatan Lingkungan

Dari grafik diatas terlihat bahwa terdapat 17% Kelurahan yang belum melakukan
STBM

3. KIA DAN KB
Grafik 6. Grafik Upaya Kesehatan Ibu dan Anak termasuk KB

Dari Grafik diatas terlihat bahwa terdapat 51% ibu hamil yang belum memperoleh
pelayanan antenatal sesuai standart minimal 4 kali (K4), terdapat 25% persalinan
yang tidak ditolong di fasyankes, terdapat 25% ibu nifas yang belum memperoleh
pelayanan ibu nifas minimal 3 kali, terdapat 9% neonatal dengan komplikasi yang
tidak ditangani, terdapat 18% neonates yang tidak berkunjung ke sarana
kesehatan atau mendapat pelayanan kesehatan (KN1), terdapat 23% neonatal
yang belum mendapatkan pelayanan kesehatan minimal 3 kali, terdapat 10% bayi
yang belum memperoleh pelayanan kesehatan.
4. GIZI
Grafik 7. Grafik Upaya Perbaikan Gizi Masyarakat

Dari grafik diatas terdapat 13,6% ibu nifas yang belum mendapatkan vitamin A,
terdapat 4,4% ibu hamil yang belum mendapatkan tablet zat besi sebanyak 90
tablet, terdapat 3,57% belum ditemukan balita dengan kasus gizi kurang, terdapat
25,8% bayi usia 0-6 bulan tidak mendapatkan ASI eksklusif dan terdapat 5% bayi
usia 6 bulan tidak mendapat ASI eksklusif

5. P2 (PENGENDALIAN PENYAKIT)

Indikator Target Hasil Skor


Satu Hasil Sasaran 1 Jml Kegia Cakupan Pencap
N kinerja
an
Kegiatan thn tan aian
o
(Pembilang) (Penyebut) Sasar Total Kegiatan
an 1 thn
1 thn
1 2 3 3a 4 5 6 7 8 9
P2
A TB Paru
1 Cakupan 70 % Jumlah Jumlah 148 93 0,6284 63%
Penderit pasien baru perkiraan
a TBC TB BTA pasien baru
dengan positif yang TB BTA
BTA ditemukan positif
positif dan di obati
yang
ditemuka
n
2 Cakupan 85 % Jumlah Jumlah 101 97 0,96039 100%
Penderit pasien BTA pasien BTA 604
a TBC positif yang positif yang
dengan dinyatakan diobati
BTA sembuh
positif
yang
disembu
hkan
B Kusta
Penemu <5 % Jumlah 5/100.000 3 10 33,3 100%
an penderita kali jumlah
penderita kusta penduduk
kusta ditemukan
(semua
type)
2 Pengoba 10 % Jumlah Jumlah 3 3 1 100%
tan 0 penderita penderita
penderita kusta kusta
kusta diobati ditemukan
(semua (semua
type) type)
C Diare
1 Penemu 10 % Jumlah Jumlah 1252 992 0,79233 79%
an kasus 0 kasus diare Insiden 227
diare ditemukan diare
(puskesma (214/1000
s dan X 10%
kader) di jumlah
dalam dan penduduk
luar gedung diwilayah)
2 Kasus 10 % Jumlah Jumlah 1252 992 0,79233 79%
Diare 0 penderita penderita 227
ditangani diare yang diare
diberi oralit ditemukan
di di
sarkes/yan sarkes/yan
du atau di du atau di
dalam dan dalam dan
luar gedung luar gedung
D ISPA

1 Cakupan 80 % Jumlah jumlah 201 166 0,82587 83%


penemua penderita insiden 065
n dan pnemonia pneumonia
tatalaksa balita yang (10% x jml
na ditangani balita)
penerita
pnemoni
a balita
E Demam
Berdara
h
Dengue
(DBD)
1 Angka ≥ 95 % Jumlah Jumlah 95 96 1,01052 100%
Bebas rumah/ban rumah/ban 632
Jentik gunan gunan
(ABJ) bebas diperiksa
jentik (sasaran
100
rumah/desa
)
2 Cakupan 10 % Jumlah Jumlah 8 8 1 100%
Penyelidi 0 kasus DBD kasus DBD
kan yang ditemukan
Epidemio dilakukan
logi (PE) PE
DBD
3 Penderit 10 % Jumlah Jumlah 8 8 1 100%
a DBD 0 penderita penderita
yang DBD yang yang
tertanga ditangani di ditemukan
ni semua
fasyankes
RATA – RATA 90%

Grafik 8. Grafik Upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit

Dari grafik diatas terdapat 7,2% belum ditemukan penderita TBC dengan BTA
positif, terdapat 20,7% belum ditemukan kasus diare, terdapat 20,7% kasus diare
belum tertangani
Dari grafik diatas terdapat 7,2% belum ditemukan penderita TBC dengan BTA
positif, terdapat 20,7% belum ditemukan kasus diare, terdapat 20,7% kasus diare
belum tertangani
Grafik 9. Grafik Upaya Pengobatan

Dari Grafik ditas terdapat 46,2 % penduduk yang tidak melakukan kunjungan
rawat jalan umum baik dalam maupun luar Gedung
Grafik 10. Grafik Upaya Kesehatan Usia Lanjut

Dari Grafik tersebut diatas terdapat terdapat 65,56 lansia yang belum
mendapatkan pelayanan kesehatan
Grafik 11. Grafik Upaya Kesehatan Mata

Dari Grafik diatas terdapat 1,02% masyarakat belum ditemukan kasus melalui
pemeriksaan visus atau refraksi, terdapat 8,66% belum ditemukan kasus penyakit
mata, terdapat 0,8% belum ditemukan kasus katarak pada penduduk usia >45
tahun, terdapat 34,9% belum dilakukan rujukan pada pasien dengan penyakit
katarak
Grafik 12. Grafik Upaya Kesehatan Jiwa

Dari Grafik tersebut diatas terdapat 4,78% belum ditemukan dan ditangani kasus
gangguan perilaku, gangguan jiwa, masalah Napza, dll, dari rujukan kader dan
masyarakat, terdapat 14,59 % belum terditeksi dan ditangani kasus jiwa
(gangguan perilaku, gangguan jiwa, gangguan psikosomatik, masalah napza, dll)
yg datang berobat di Puskesmas

Grafik 13. Grafik Perawatan Kesehatan

Dari Grafik tersebut diatas terdapat 19,48% belum dilakukan pemantauan


terhadap keluarga rawan

6. Hasil Kegiatan Managemen UPTD Puskesmas DTP Ciwandan tahun 2018

Kinerja Managemen Puskesmas dibagi menjadi 6 variabel yaiyu Managemen


Operasional Puskesmas, Managemen Alat dan Obat, Managemen Keuangan,
managemen Umum, Managemen Ketenagaan, Mnanagemen Lab. Berikut ini
gambaran pencapaian kinerja Managemen di UPTD Puskesmas DTP Ciwandan
tahun 2018 :
Grafik 14. Grafik Kegiatan Managemen Puskesmas

Dari grafik tersebut diatas terlihat bahwa pencapaian kinerja sebagian besar Baik
yaitu ( 1,2,3,4) , tetapi masih ada dengan kreteria kurang yaitu dari Managemen
Ketenagaan dan Managemen Lab.

Pada Managemen Operasional Puskesmas Puskesmas Ciwandan baru sebagian


dalam membuatnya yaitu pada Pembuatan data pencapaian cakupan kegiatan
pokok tahun lalu, Penyusunan RUK melalui Analisa dan perumusan masalah
berdasarkan prioritas, Penyusunan RPK secara terperinci dan lengkap.

Pada Managemen Alat dan Obat Puskesmas Ciwandan belum secara rutin
melakukan pencatatan penerimaan dan pengeluaran kartu stok harian, membuat
laporan semesteran dan laporan akhir tahun barang inventaris hanya dilakukan 1
tahun sekali .
Pada Managemen Umum Puskesmas Ciwandan pada daftar penjagaan KGB,
norminatif pegawai, dan pensiun data masih tidak lengkap, register/ catatan
hukum dislipin data masih belum lengkap.

Pada Managemen Ketenagaan < 50% pegawai belum mengumpulkan Dupak


sampai dengan semester II tahun 2018 bagi tenaga fungsional .

Pada Managemen Laboratorium masih 30% lagi dalam pembuatan kartu stok
untuk setiap jenis reagen, Kalibrasi alat laboratorium hanya dilakukan pada
beberapa alat, Pada standarisasi hasil pemeriksaan lab sesuai jenis pelayanan
yang ada baru dilakukan < 25 stik.

7. Hasil Kegiatan Mutu Klinik UPTD Puskesmas DTP Ciwandan Tahun 2018

Grafik 15. Grafik Kegiatan Mutu Klinik


Gawat Darurat 99,75% Baik Baik ≥ 8,5
Rawat Jalan 99,70% Baik
Rawat Inap 62,50% Cukup
Cukup ≥5,5-
Bedah Minor 100% Baik
Persalinan 83,3% Baik 8,4
Farmasi 84,2% Cukup
Rekam Medis 100% Baik Kurang < 5,5
Pengelolaan limbah 100% Baik
Pelayanan 54,10% Kurang
pemeliharaan sarana
Puskesmas
Pencegahan dan 68,70% Cukup
pengendalian Infeksi
(PPI)
Rata-rata Kinerja 63,66% Cukup

Dengan melihat table diatas hasil kinerja mutu klinik pelayanan kesehatan UPTD
Puskesmas DTP CIwandan tahun 2018 adalah 63,66% termasuk kinerja cukup

8. Hasil Kinerja UPTD Puskesmas DTP Ciwandan Tahun 2018

Grafik 15. Hasil kinerja

No Komponen Kegiatan Pencapaian Tingkat


Kinerja
1. Pelayanan Kesehatan 54,45% Kurang
2. Managemen 8,6 Baik
3. Mutu Klinik 85,2% Baik

1. IDENTIFIKASI MASALAH DAN ALTERNATIF PEMECAHAN MASALAH

Dengan melihat gambaran diatas hasil kinerja kegiatan UPTD Puskesmas DTP
Ciwandan tahun 2018 memprioritaskan masalah sebagai berikut :