Anda di halaman 1dari 17

BAB I

Pendahuluan

A. Latar Belakang

Mengenai arti bank bisa dipastikan semua orang sudah mengerti, baik yang
pernah mengenyam pendidikan di sekolah ataupun yang tidak sekolahpun pasti
tahu arti umum dari bank. Meskipun tidak semua orang mempunyai tabungan di
bank, tapi kata bank sering dijumpai dalam kehidupan sehari hari, seperti iklan di
TV yang sering menampilkan iklan bank, atau ketika bepergian kita melihat
gedung bank.

Kami rasa kita semua sepakat bahwa arti pendek dari bank adalah tempat
menyimpan uang atau menabung, dan juga tempat untuk meminjam uang. Pada
artikel ini akan dibahas mengenai pengertian bank secara lengkap, mulai asal kata
bank, pengertian bank secara umum, dan pengertian bank menurut udang-undang
pemerintah.

Asal dari kata bank adalah dari bahasa Italia yaitu banca yang berarti
tempat penukaran uang. Secara umum pengertian bank adalah sebuah lembaga
intermediasi keuangan yang umumnya didirikan dengan kewenangan untuk
menerima simpanan uang, meminjamkan uang, dan menerbitkan promes atau
yang dikenal sebagai bank note.

Sedangkan pengertian bank menurut Undang-undang Negara Republik


Indonesia Nomor 10 Tahun 1998 Tanggal 10 November 1998 tentang perbankan,
yang dimaksud dengan bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari
masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat
dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan
taraf hidup rakyat banyak.

1
B. Rumusan Masalah

1. Pengertian bank umum serta fungsinya ?


2. Apa saja kegiatan usaha bank umum ?
3. Apa yang menjadi resiko usaha bank umum ?
4. Apa saja dasar operasi bank umum ?
5. Bagaimana bank menentukan mobilisasi dana, biaya dana , dan tingkat
bunga ?

2
BAB II
Pembahasan

A. Pengertian Bank Umum

Bank umum disebut juga sebagai bank komersial. Bank umum pada
dasarnya melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional atau berdasarkan
prinsip syariah, yang kegiatannya memberi jasa dalam lalu lintas pembayaran.
Pengertian bank umum menurut Peraturan Bank Indonesia No. 9/7/PBI/2007
adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional dan atau
berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu
lintas pembayaran. Jasa yang diberikan oleh bank umum bersifat umum, artinya
dapat memberikan seluruh jasa perbankan yang ada. Bank umum sering disebut
bank komersial (commercial bank).

Di dalam Undang-Undang No. 23 Tahun 1999 dan sebagaimana telah diubah


dengan Undang-Undang No. 3 Tahun 2004 tentang Perbankan, bank didefinisikan
sebagai badan usaha yang menghimpun atau mengumpulkan dana dari masyarakat
dalam bentuk simpanan atau deposito dan menyalurkannya kepada masyarakat
dalam bentuk kredit atau bentuk bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf
hidup rakyat banyak.

Dari definisi tersebut dapat disimpulkan, bahwa ada dua kegiatan pokok dari
bank umu,m, yaitu yang pertama adalah kegiatan pengumpulan dana atas dasar
kepercayaan dari masyarakat. Kegiatan kedua adalah penyaluran dana kepada
masyarakat dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat.

3
B. Fungsi Bank Umum

Pada dasarnya, fungsi sebuah bank adalah sebagai lembaga perantara


keuangan (financial intermediation). Dana yang ada di masyarakat (unit surplus)
dihimpun untuk kemudian disalurkan kepada masyarakat (individu dan
perusahaan) yang membutuhkan (unit defisit). Di sini Bank berperan sebagai
lembaga keuangan yang berfungsi menghubungkan pihak-pihak yang memiliki
kelebihan dana (unit surplus) dengan pihak-pihak yang membutuhkan dana (unit
defisit).

Fungsi mendasar dari bank umum adalah sejalan dengan pengertian bank,
yaitu berperan sebagai penghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkannya
kembali kepada masyarakat atau sektor riil, atau dunia usaha yang memerlukan.
Adapun Peran dan fungsi bank umum yang terdiri dari bank pemerintah, bank
swasta nasional, dan bank asing atau campuran secara spesifik antara lain sebagai
berikut :

1. Penciptaan Uang.

Bank umum mempunyai fungsi penciptaan uang dalam hal ini uang giral,
yaitu alat pembayaran melalui mekanisme pemindahbukuan. Kemampuan bank
umum dalam menciptakan uang giral menyebabkan posisi dan fungsi bank umum
menjadi sangat penting dalam pelaksanaan kebijakan moneter.

2. Mendukung Kelancaran Mekanisme Pembayaran.

Bank umum berfungsi untuk mendukung kelancaran mekanisme pembayaran.


Hal tersebut dimungkinkan karena salah satu jasa yang ditawarkan bank umum
adalah jasa-jasa yang berkaitan dengan mekanisme pembayaran. Contohnya,
penerimaan setoran, transfer uang, dan kliring.

4
3. Penghimpunan Dana Simpanan

Fungsi bank umum adalah menghimpun dana masyarakat. Dana yang paling
banyak disimpan oleh bank umum adalah dana simpanan. Di Indonesia, dana
simpanan terdiri dari tabungan, giro, deposito berjangka, sertifikat deposito.

4. Mendukung Kelancaran Transaksi Internasional

Bank umum juga memiliki fungsi yang sangat dibutuhkan untuk memudahkan
atau memperlancar transaksi internasional, baik transaksi barang atau jasa maupun
transaksi modal. Kesulitan-kesulitan dalam transaksi antarnegara akibat berbagai
kendala seperti perbedaan letak geografis, budaya, dan sistem moneter akan dapat
diatasi melalui kehadiran bank umum, sehingga transaksi menjadi lebih mudah,
cepat, dan efisien.

5. Penyimpanan Surat Berharga.

Bank umum dapat berfungsi sebagai lembaga untuk menyimpan surat-surat


berharga. Perkembangan ekonomi yang semakin pesat menyebabkan bank
memperluas jasa pelayanan dengan menyimpan sekuritas atau surat-surat
berharga.

6. Pemberian Jasa-Jasa Lainnya.

Bank umum dapat memberikan beragam jasa keuangan lain yang dapat
mempermudah kegiatan ekonomi masyarakat umumnya. Di Indonesia, pemberian
jasa oleh bank umum antara lain penyediaan fasilitas pembayaran telepon, transfer
uang lewat ATM, Anjungan Tunai Mandiri/Automatic Teller Machine, dan
pembayaran gaji karyawan.

5
C. Resiko Usaha Bank Umum

Bank, sebagai institusi yang memiliki izin untuk melakukan banyak aktivitas,
memiliki peluang yang sangat luas dalam memperoleh pendapatan
(income/return). Dalam menjalankan aktivitas, untuk memperoleh pendapatan
perbankan selalu dihadapkan pada risiko. Pada dasarnya risiko melekat (interent)
pada seluruh aktivitas bank. Seluruh aktivitas bank, produk, dan layanan bank
terkait dengan uang. Sifat dasar uang adalah anonim, siapa pun bisa memilikinya,
siapa pun ingin memilikinya, dan sangat mudah berpidah tangan bahkan hilang.
Oleh karena itu, seluruh aktinitas bank mulai dari penyerapan dana hingga
penyaluran dana sangat rentan terhadap hilangnya uang resiko kehilangan uang.

Resiko yang mungkin terjadi dapat menimbulkan kerugian bagi bank jika
tidak dideteksi serta tidak dikelola sebagaimana mestinya. Untuk itu, bank harus
mengerti dan mengenal risiko-risiko yang mungkin timbul dalam melaksanakan
kegiatan usahanya. Eksekutif dalam manajemen bank serta seluruh pihak terkait
harus mengetahui risiko-risiko yang mungkin timbul dalam kegiatan usaha bank,
serta mengetahui bagaimana risiko dan kapan risiko tersebut muncul untuk dapat
mengambil tindakan yang tepat. Pemahaman umum mengenai masing-masing
kategori risiko sangat penting sehinnga para manajer, pelaksana, dan bagian
pengawasan dapat berdiskusi tentang masalah-masalah umum yang secara alami
terjadi dari berbagai eksposur risiko. Risiko yang dikelola secara tepat dapat
memberikan manfaat bagi bank dalam menjalankan laba yang atraktif. Agar
manfaat tersenut dapat terwujud, para pengambil keputusan harus mengerti
tentang risiko dan pengelolaannya.

Beberapa resiko bank yang mungkin dapat terjadi :

1. Resiko Kredit

Risiko kredit adalah sebagai risiko kerugian sehubungan dengan pihak


peminjam(counterparty) tidak dapat dan atau tidak mau memenuhi kewajiban

6
untuk membayar kembali dana yang dipinjamnya secara penuh pada saat jatuh
tempo atau sesudahnya.

2. Risiko Pasar

Risiko pasar adalah sebagai risiko kerugian pada posisi neraca serta pencatatan
tagihan kepada kewajiban di luar neraca (on and off-balance sheet) yang timbul
dari pergerakan harga pasar (market prices)

3. Risiko Operasional

Risiko operasional adalah sebagai risiko kerugian atau ketidakcukupan dari proses
internal, sumber daya manusia, dan sistem yang gagal atau dari peristiwa
eksternal.

4. Risiko Konsentrasi Kredit

Risiko konsentrasi kredit adalah ketika penempatan aktiva produktif bank


terkonsentrasi pada sattu sektor atau kelompok tertentu. Apabila terjadi masalah
pada sektor atau kelompok tersebutr, maka aktiva produktif yang ditempatkan
berada dalam bahaya.

5. Risiko Suku Bunga pada Buku Bank

Risiko suku bunga pada buku bank merupakan risiko kerugian yang disebabkan
oleh perubahan dari suku bunga pada struktur yang mendasari yaitu pinjaman dan
simpanan

6. Risiko Bisnis

Risiko bisnis adalah risiko yang terkait dengan posisi persaingan bank dan
prospek dari keberhasilan bank dalam perubahan pasar. Risiko bisnis lebih
berhubungan dengan keputusan bisnis yang diambil oleh dewan direksi bank dan
kaitannya dengan impilkasi risiko yanag mungkin timbul atas keputusan bisnis
tersebut. Dari sisi waktu, risiko bisnis bersifat jangka pendek hingga menegah.

7
7. Risiko Strategi

Risiko stratejik adalah resiko yang terkait dengan keputusan bisnis jangka panjang
yang dibuat oleh senior manajemen Bank. Risiko ini dapat juga dikaitkan dengan
impementasi dari stategi-strategi mereka.

8. Risiko Reputasional

Risiko reputasional merupakan risiko kerusakan potensial pada suatu perusahaan


yang dihasilkan dari opini publik yang negatif.

9. Dampak Resiko Perbankan

Sebagai dampak terjadinya resiko kerugian keuangan langsung, kerugian akibat


resiko (risk loss) pada suatu bank dapat berdampak pada pemangku kepentingan
(stakeholders) bank, yaitu pemegang sahyam, karyawan dan nasabah serta
berdampak juga pada perekonomian secara umum. Pengaruh risk loss pada
pemegang saham dan karyawan adalah langsung, sementara pengaruh terhadap
nasabah dan perekonomian tidak langsung. Berikut akan diuraikan dampak
potensial terhadap stakeholders dan ekonomi.

D. Dasar Operasional Bank Umum

Manajemen Bank memiliki sasaran dalam melaksanakan kegiatan


operasionalnya. Sasaran tersebut pada prinsipnya dapat dibedakan berdasarkan
jangka waktu, yaitu sasaran bersifat jangka pendek dan sasaran jangka panjang.

1. Sasaran Jangka Pendek

Sasaran jangka pendek ini berkaitan dengan penggunaan waktu dalam


operasional bank untuk mencapai tujuan yang bersifat jangka pendek. Sasaran
manajemen bank jangka pendek antara lain : pemenuhan likuditas, terutama untuk
memenuhi likuiditas wajib minimum yang ditetapkan oleh otoritas moneter
disamping kebutuhan likuiditas untuk memenuhi penarikan dana oleh nasabah

8
sehari-hari, menyediakan jasa-jasa lalu lintas pembayaran, dan penanaman dana
dalam bentuk surat-surat berharga jangka pendek atau instrumen pasar uang.

2. Sasaran Jangka Panjang

Sasaran jangka panjang manajemen bank adalah bagaimana memeperoleh


keuntungan dari kegiatan bank untuk meningkatkan nilai perusahaan dan
memaksimalkan kekayaan-kekayaan pemilik bank. Untuk mencapai sasaran ini
manajemen mempertimbangkan faktor-faktor risiko yang dapat membahayakan
kondisi usaha bank. Untuk mencapai sasaran jangka panjang ini, bank tidak boleh
mengorbankan sasaran jangka pendek dan mengabaikan praktik-praktik dan
prinsip-prinsip perbankan yang sehat.

Untuk mencapai sasaran tersebut, manajemen bank harus memperhatikan


beberapa hal dalam pengelolaan aktiva dan kewajiban sebagai berikut :

a. Mengelola likuiditasnya

b. Memperkecil risiko dengan mengalokasikan dananya pada aset yang berisiko


rendah atau melakukan diversifikasi

c. Memperoleh dana dengan biaya rendah

d. Menentukan jumlah modal yang harus dipertahankan dan meningkatkan


modal sesuai kebutuhan.

Dari sasaran strategi bank umum tersebut, maka dibuatlah dua dasar
operasi bank umum yaitu :

1. ESENSI PROGRAM

Program Dasar-Dasar Operasi Perbankan bertujuan untuk membekali dan


memahami mengenai teknis operasional perbankan bagi pegawai yang baru
bergabung dengan perbankan. Program ini bersifat sangat teknis karena berkaitan
dengan pemahaman mengenai jenis produk dan jasa–jasa perbankan, teknik

9
menjual dan melayani customer, jenis risiko yang melekat di bank yang
merupakan pengetahuan awal yang harus diketahui oleh seorang calon bankir.

Manfaat esensi program adalah mampu memahami bisnis bank,


menerapkan cara-cara melayani yang beretika dan beretiket, memahami produk-
produk pokok bank (Funding, Kredit, dan Transaksi LN), penerapan hukum
perbankan, prinsip-prinsip Know Your Customer (KYC) dan ketentuan anti
money laundering, dan dapat menjadi effective marketer pada tahap pemula.

2. ESENSI MATERI

Materi yang dibahas bersifat teknis dengan pendekatan praktek sehari–hari


di perbankan khususnya mengenai pengetahuan dasar produk, jasa, hukum, dan
risiko bank yang harus diketahui oleh para pegawai/karyawan yang baru
bergabung dengan perbankan.

E. Penentuan Mobilisasi Dana, Biaya Dana, dan Tingkat Bunga

a. Mobilisasi Dana

Bank dalam menjalankan usahanya menghimpun dana dari masyarakat


dan menyalurkannya kembali dalam berbagai alternatif investasi. Demikian pula
dari segi penyaluran dananya, hendaknya bank tidak semata-mata memperoleh
keuntungan yang sebesar-besarnya bagi pemilik tapi juga kegiatannya itu harus
pula diarahkan untuk usaha meningkatkan taraf hidup masyarakat.

Dalam hal upayanya menghimpun dan memobilisasi dana dari masyarakat,


bank selalu berupaya agar dana yang ditarik dari masyarakat tersebut dapat dibeli
dengan biaya yang relatif murah, tetapi hal tersebut merupakan hal yang sangat
sulit dilakukan sebab semakin ketatnya peraturan dari otoritas moneter (BI) dan
juga semakin tajamnya persaingan antar bank.

10
Kegiatan penghimpunan dana merupakan kegiatan pokok yang dapat
dilihat pada sisi pasiva neraca bank. Keberhasilan bank dalam melakukan
penghimpunan atau mobilisasi dana sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor:

a. Kepercayaan masyarakat pada suatu bank, dimana hal ini sangat dipengaruhi
oleh kinerja bank yang bersangkutan, posisi keuangan, kapabilitas, dan
kredibilitas para manajemen bank.

b. Ekspektasi, yaitu perkiraan pendapatan yang akan diterima oleh penabung


dibandingkan dengan alternatif investasi lainnya dengan tingkat resiko yang sama.

c. Keamanan, yaitu jaminan keamanan oleh bank atas dana nasabah.

d. Ketepatan waktu, yaitu pengembalian simpanan nasabah yang harus selalu tepat
waktu.

e. Pelayanan yang lebih cepat dan fleksibel.

f. Pengelolaan dana bank yang hati-hati.

b. Biaya Dana

Biaya dana adalah total bunga yang dikeluarkan oleh bank untuk
memperoleh dana simpanan baik dalam bentuk simpanan giro, tabungan maupun
deposito. Total biaya dana tergantung dari seberapa besar bunga yang ditetapkan
untuk memperoleh dana yang diinginkan, semakin besar bunga yang dibebankan
terhadap bunga simpanan, semakin tinggi pula biaya dananya demikian pula
sebaliknya.

Biaya dana (cost of fund) yang harus dikeluarkan oleh bank, tergantung
berapa besar dana yang berhasil dihimpunnya serta berapa besar ketentuan suku
bunganya. Faktor-faktor yang mempengaruhi biaya dana faktor-faktor yang
mempengaruhi besarnya biaya dana antara lain :

11
1. Tingkat suku bunga yang dibayar.

2. Komposisi dari portfolio sumber dana.

3. Ketentuan mengenai cadangan wajib minimum (reserve requirment).

4. Biaya pelayanan untuk mendapatkan dana (service cost)

5. Pajak atas bunga.

6. Tingkat efisiensi.

Manfaat Perhitungan Biaya Dana Disamping untuk keperluan penentuan


“harga jual” (antara lain untuk menentukan tingkat bunga kredit/lending rate),
maka manfaat lain dari perlunya perhitungan biaya dana atau cost of fund adalah
antara lain :

1. Untuk mengantisipasi, merencanakan dan membuat program dalam


upaya memperoleh kombinasi sumber dana yang paling murah.

2. Untuk menentukan besarnya keuntungan/laba yang diperoleh.

c. Penentuan Tingkat Bunga

Suku bunga adalah harga dari penggunaan uang atau bias juga dipandang
sebagai sewa atas penggunaan uang untuk jangka waktu tertentu. Atau harga dari
meminjam uang untuk menggunakan daya belinya dan biasanya dinyatakan dalam
persen (%).

Bunga bank dapat diartikan sebagai balas jasa yang diberikan oleh bank
yang berdasarkan prinsip Konvensional kepada nasabah yang membeli atau
menjual produknya. Bunga juga dapat diartikan sebagai harga yang harus dibayar
kepada nasabah (yang memiliki simpanan) dengan yang harus dibayar oleh
nasabah kepada bank (nasabah yang memperoleh pinjaman).

12
Agar keuntungan yang diperoleh bank dapat maksimal, maka pihak
manajemen bank harus pandai dalam menetukan besar kecilnya komponen suku
bunga. Hal ini disebabkan apabila salah dalam menentukan besar kecilnya
komponen suku bunga maka akan dapat merugikan bank itu sendiri. Faktor-faktor
yang mempengaruhi penentuan suku bunga yaitu:

1. Kebutuhan Dana

Faktor kebutuhan dana dikhususkan untuk dana simpanan yaitu, seberapa


besar kebutuhan dana yang diinginkan. Apabila bank kekurangan dana, sementara
permohonan pinjaman meningkat, maka yang dilakukan oleh bank agar dan
tersebut cepat terpenuhi adalah dengan meningkatakan suku bunga simpanan.
Namun peningkatan suku bunga simpanan juga akan meningkatkan suku bunga
pinjaman. Sebaliknya apabila dana yang ada dalam simpanan di bank banyak,
sementara permohonan pinjaman sedikit maka bung simpanan akan turun.

2. Target Laba yang Diinginkan

Faktor ini dikhususkan untuk bunga pinjaman. Hal ini disebabkan target
laba merupakan salah satu komponen dalam menentukan besar kecilnya suku
bunga pinjaman. Jika laba yang diinginkan besar maka bunga pinjaman juga besar
dan demikian sebaliknya. Namun untuk menghadapi pesaing target laba dapat
diturunkan seminimal mungkin.

3. Kualitas Jaminan

Kualitas jaminan juga diperuntukkan untuk bunga. Semakin likuid jaminan


(mudah dicairkan) yang diberikan, maka semakin rendah bunga kredit yang
dibebankan dan demikian sebaliknya.

4. Kebijaksanaan Pemerintah

Dalam menentukan bunga simpanan maupun bunga pinjaman, bank tidak


boleh mlebihi batasan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. Artinya ada

13
batasan maksimal dan ada batasan minimal.untuk suku bunga yang diizinkan.
Tujuannya adalah agar bank dapat bersing sacara sehat.

5. Jangka Waktu

Baik untuk bunga simpanan maupun bunga pinjaman, faktor jangka waktu
sangat menentukan. Semakin panjang jangka waktu pinjaman, maka semakin
tinggi bunganya. Hal ini disebabkan besarnya kemungkinan resiko macet dimasa
mendatang. Demikian pula sebaliknya jika pinjaman berjangka waktu pendek,
maka bunganya relatif rendah. Akan tetapi untuk bunga simpanan berlaku
sebaliknya, semakin panjang jangka waktu maka bunga simpanan semakin rendah
dan sebaliknya.

6. Reputasi Perusahaan

Reputasi perusahaan juga sangat menentukan suku bunga terutama untuk


bunga pinjaman. Bonafiditas suatu perusahaan yang akan memperoleh kredit
sangat menentukan tungkata suku bunga yang akan dibebankan nantinya, karena
biasanya perusahaan yang bonafid kemungkinan resiko kredit macet dimasa
mendatang relatif kecil dan demikian sebaliknya perusahaan yang kurang bonafid
factor resiko kredit macet cukup besar.

7. Produk yang Kompetitif

Produk yang kompetitif sangat menentukan besar kecilnya pinjaman.


Kompetitif maksudnya adalah produk yang dibiayai sangat laku di pasaran. Untuk
produk yang kompetitif, bunga kredit yang diberikan relatif rendah jika
dibandingkan dengan produk yang kurang kompetitif. Hal ini disebabkan produk
yang kompetitif tingkat perputaran produknya tinggi sehingga pembayarannya
diharapkan lancar.

14
8. Hubungan Baik
Biasanya bunga pinjaman dikaitkan dengan factor kepercayaan kepada
seseorang atau lembaga. Dalam prakteknya, bank menggolongkan nasabahnya
antara nasabah uatam (primer) dan nasabah biasa (sekunder).

9. Persaingan

Dalam kondisi tidak stabil dan bank kekurangan dana sementara maka

tingkat persaingan dalam memperebutkan dana simpanan cukup ketat,

maka bank harus bersaing ketat dengan bank lainnya.

15
BAB III

Penutup

Bank umum merupakan bank yang diibaratkan yang berinteraksi langsung dengan
masyarakat yang berurusan dengan keuangan. Bank umum dibagi dua yaitu bank
umum konvensional dan bank umum syariah. Bank Umum adalah bank yang
menghimpunkan dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkan
kepada masyarakat dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.

Tugas dan fungsi bank umum :

i. Penciptaan Uang
ii. Menghimpun Dana
iii. Menyalurkan Dana
iv. Memberikan jasa-jasa lainnya.

Tujuan bank umum yaitu bertujuan menunjang pelaksanaan pembangunan


nasional dalam rangka meningkatkan pemerataan, pertumbuhan ekonomi, dan
stabilitas nasional kearah peningkatan kesejahteraan rakyat bersama.

Pemerintah dapat menugaskan bank umum untuk melaksanakn program


pemerintah guna mengembangkan sektor-sektor perekonomian tertentu atau
memberikan perhatian yang lebih besar pada koperasi dan pengusaha kecil-
menengah dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak berdasarkan
ketentuan yang diatur lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah.

16
DAFTAR PUSTAKA

Kasmir. 2010. Pemasaran Bank. Media Grafika. Jakarta

Hasibuan, Malayu S.P. 2005. Dasar-Dasar perbankan. PT Bumi Aksara. Jakarta

Kasmir. 2012. Dasar-Dasar Perbankan. Rajawali Pers. Jakarta

http://dindanurlysa.blogspot.com/2012/04/pengertian-fungsi-dan-tujuan-
jenis_16.html di akses tanggal 14 April 2015

http://agussetyonugroho.blogspot.com/2011/02/bank-umum.html di upload 14
April 2015

repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/17071/3/Chapter%20II.pdf

17