Anda di halaman 1dari 30

LAPORAN HASIL PENJUALAN

“MIE GEPREK TANGGAL TUA”


Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Kewirausahaan
Dosen pengampu :
Rizky Oktaviana E.P., M.Pd

Disusun oleh:
1. Inne Ratnasari (5.16.06.15.0.010)
2. Pramiftha Widy Novelia (5.16.06.15.0.023)

PROGRAM STUDI MATEMATIKA


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS ISLAM MAJAPAHIT
MOJOKERTO
2019

i
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami ucapkan kepada Allah SWT atas berkat dan rahmat-
Nya yang masih bisa kami rasakan sampai saat ini. Segala kemudahan dalam
setiap langkah terutama dalam penyusunan laporan bisnis ini.
Tujuan mahasiswa guna menggali ilmu sampai pada jenjang kuliah untuk
mendapatkan pekerjaan baik bekerja di instasi pemerintahan maupun swasta.
Mencari pekerjaan di Indonesia sekarang ini merupakan hal yang cukup sulit, hal
ini dikarenakan kurangnya lapangan pekerjaan yang tersedia saat ini. Sehingga
menyebabkan jumlah pengangguran semakin banyak. Dilihat dari segi ekonomi
individual tentu saja pengangguran itu sangat merugikan karena manusia
mempunyai kebutuhan yang tidak terbatas. Oleh karena itu sebagai calon tenaga
kerja kita harus mampu berfikir kreatif dan inovatif yang mampu membaca
peluang serta pandai memanfaatkan peluang tersebut sesuai dengan kemampuan
yang dimiliki dan tidak terfokus hanya pada satu jenis pekerjaan saja.
Dalam laporan bisnis ini menjelaskan tentang suatu inovasi yang dapat
diaplikasikan dalam perencanaan bisnis yang mana akan mengulas tentang
pengaturan serta perencanaan pembuatan bisnis. Kami telah berupaya semaksimal
mungkin untuk membuat laporan bisnis ini. Namun, karena masih adanya
keterbatasan pada kami, apabila ada kesalahan baik dalam penulisan maupun
ulasannya kami selaku penulis memohon maaf. Semoga laporan ini juga nantinya
akan berguna bagi pembacanya .

Mojokerto, 25 Desember 2019

ii
DAFTAR ISI

Halaman Judul ....................................................................................

Kata Pengantar ............................................................................................

Daftar Isi ............................................................................................

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang ...................................................................................

B. Tujuan ............................................................................................

C. Manfaat ............................................................................................

BAB II LANDASAN TEORI

A. Kewirausahaan .....................................................................................

B. Produksi ............................................................................................

C. Pemasaran ............................................................................................

D. Distribusi ............................................................................................

BAB III PELAKSANAAN KEGIATAN DAN PEMBAHASAN

A. Pelaksanaan Kegiatan ..........................................................................

B. Proses Produksi ....................................................................................

C. Pemasaran ............................................................................................

D. Hasil Penjualan ...................................................................................

E. Laporan Keuangan ...............................................................................

F. Pembahasan .........................................................................................

BAB IV PENUTUP

A. Kesimpulan ..........................................................................................

B. Saran ............................................................................................

LAMPIRAN

iii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Awal mula terlaksananya praktek ini, didasari oleh tugas mata kuliah
kewirausahaan dan didalam tugas tersebut dibentuk beberapa kelompok,
setiap kelompok beranggotakan 2 sampai 3 orang. Setiap kelompok
diwajibkan untuk membuat suatu bussnies plan bisa berupa produk maupun
jasa. Sesuai kesepakatan kelompok kami, yakni “Mie Geprek Tanggal Tua”
kami membuat bussnies plan yang menghasilkan sebuah produk. Produk
disini berupa olahan mie yang dipadukan dengan berbagai bumbu rempah dan
dilengkapi topping sesuai selera konsumen. Dari situ kami memiliki
keinginan yang sama untuk terus mengembangkan produk tersebut. Produk
kami diberi nama “Mie Geprek Tanggal Tua”.
Kami mengambil nama “Mie Geprek Tanggal Tua”. Arti Istilah
Tanggal Tua dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah akhir
bulan. Sedangkan menurut para karyawan atau para pekerja, istilah tanggal
tua identik dengan periode di mana cadangan keuangan mulai menipis
sementara waktu gajian belum tiba. Dengan adanya “Mie Geprek Tanggal
Tua” ini, para pekerja masih bisa menikmati mie geprek porsi yang banyak
dengan potongan ayam yang besar dan memiliki tingkat kepedasan yang
berbeda-beda meskipun di tanggal tua. Mie geprek yang kami sajikan adalah
mie geprek dengan porsi yang lebih banyak dan potongan ayam yang lebih
besar dari mie geprek biasaya, bergizi tinggi, dan lebih higienis. Meskipun
demikian, “Mie Geprek Tanggal Tua” dijual dengan harga yang tetap
terjangkau.
Alasan kami menawarkan produk ini adalah karena saat ini semakin
banyak masyarakat yang menggemari makanan pedas. Maka dari itu kami
ingin membuka usaha dengan menginovasikan jenis olahan mie menjadi
makanan yang mempunyai tingkat kepedasan yang berbeda-beda namun tetap
sehat untuk tubuh. Selain itu juga bahan baku untuk pembuatan mie geprek
tanggal tua banyak tersedia disekitar kita, harganya juga terjangkau oleh

1
semua kalangan masyarakat dan mudah untuk memperolehnya.

B. Tujuan
Pelaksanaan penjualan produk dilakukan demi mencapai sebuah tujuan
tertentu. Tujuan diselenggarakannya praktek Kewirausahaan ini adalah untuk
mengajarkan mahasiswa bagaimana caranya bersaing dalam dunia usaha serta
untuk mendapatkan nilai mata kuliah Kewirausahaan. Disamping itu juga
dapat memberikan pengalaman dalam berniaga di dunia nyata. Sehingga
menjadi pengalaman yang sangat berharga untuk mahasiswa yang memulai
dengan berniaga tingkat mikro.

C. Manfaat
Berbagai hikmah yang dapat kami ambil dari pelaksanaan penjualan ini
adalah cara memasarkan produk dengan budget yang minim dan dengan hasil
yang maksimal serta masih berpacu pada syariat Islam. Sehingga kecil
kemungkinan untuk mendapatkan penghasilan yang haram. Dengan
penghasilan dari kerja kita sendiri akan membuat kita lebih sadar untuk hidup
hemat karena bukan cara yang mudah untuk mendapatkan uang. Manfaat
diselenggarakannya praktek ini adalah untuk mengajarkan mahasiswa
bagaimana caranya bersaing dalam dunia usaha serta untuk mendapatkan nilai
mata kuliah pratik kewirausahaan dan mendapat pengalaman dalam
berwirausaha

2
BAB II
PEMBAHASAN

A. Teori Kewirausahaan
Kewirausahaan (Entrepreneurship) adalah proses mengidentifikasi,
mengembangkan, dan membawa visi ke dalam kehidupan. Visi tersebut bisa
berupa ide inovasi, peluang, cara yang lebih baik dalam menjalankan sesuatu.
Hasil akhir dari proses tersebut adalah penciptaan usaha baru yang dibentuk
pada kondisi risiko atau ketidak pastian.
Wirausaha secara historis sudah dikenal sejak diperkenalkan oleh
Richard Castillon pada tahun 1755. Beberapa istilah wirausaha seperti di
Belanda dikenal dengan onder nemer, di Jerman dikenal dengan unternehmer.
Pendidikan kewirausahaan mulai dirintis sejak 1950-an di beberapa negara
seperti Eropa, Amerika, dan Kanada. Bahkan sejak 1970-an banyak
universitas yang mengajarkan kewirausahaan atau manajemen usaha kecil.
Pada tahun 1980-an, hampir 500 sekolah di Amerika Serikat memberikan
pendidikan kewirausahaan. Di Indonesia, kewirausahaan dipelajari baru
terbatas pada beberapa sekolah atau perguruan tinggi tertentu saja. Sejalan
dengan perkembangan dan tantangan seperti adanya krisis ekonomi,
pemahaman kewirausahaan baik melalui pendidikan formal maupun
pelatihan-pelatihan di segala lapisan masyarakat kewirausahaan menjadi
berkembang.
Orang yang melakukan kegiatan kewirausahaan disebut wirausahawan.
Muncul pertanyaan mengapa seorang wirausahawan (entrepreneur)
mempunyai cara berpikir yang berbeda dari manusia pada umumnya. Mereka
mempunyai motivasi, panggilan jiwa, persepsi dan emosi yang sangat terkait
dengan nilai nilai, sikap dan perilaku sebagai manusia unggul

B. Teori Produksi
“Proses adalah suatu cara, metode maupun teknik untuk penyelenggaraan
atau pelaksanaan dari suatu hal tertentu” (Agus Ahyari, 2002: 65). Sedangkan
produksi adalah: “Kegiatan untuk mengetahui penambahan manfaat atau

3
penciptaan faedah, bentuk, waktu dan tempat atas faktor-faktor produksi yang
bermanfaat bagi pemenuhan konsumen” (Sukanto Reksohadiprodjo, 2000: 1).
Dari uraian di atas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa mengenai
proses produksi, yang dimaksud dengan proses produksi adalah: “Suatu cara,
metode maupun teknik bagaimana penambahan manfaat atau penciptaan
faedah, bentuk, waktu dan tempat atas faktor-faktor produksi sehingga dapat
bermanfaat bagi pemenuhan kebutuhan konsumen.
Dari pengertian di atas, dapat kita lihat proses produksi merupakan
kegiatan atau rangkaian yang saling berkaitan untuk memberikan nilai atau
menambah nilai kegunaan terhadap suatu barang. Suatu proses produksi yang
bertujuan memberi nilai suatu barang dapat dilihat pada proses produksi yang
mengolah bahan baku menjadi barang setengah jadi atau barang jadi.
Sedangkan proses produksi yang bertujuan untuk menambah nilai atau
kegunaan suatu barang atau jasa dapat dilihat pada proses produksi yang
merubah barang setengah jadi menjadi barang jadi.
Adapun produksi disini adalah transformasi dari faktor-faktor produksi
(bahan mentah, tenaga kerja, modal, serta teknologi) menjadi hasil produksi
atau produk. Agar tujuan berproduksi yaitu memperoleh jumlah barang atau
produk (termasuk jenis produk), dengan harga dalam waktu serta kualitas
yang diharapkan oleh konsumen, maka proses produksi perlu diatur dengan
baik.

C. Teori Pemasaran
Pemasaran merupakan salah satu kegiatan pokok yang dilakukan
perusahaan dalam rangka mencapai tujuan yaitu mempertahankan
kelangsungan hidup untuk berkembang, dan mendapatkan laba. Pemasaran
juga merupakan faktor penting dalam memenuhi kebutuhan konsumen. Untuk
itu kegiatan pemasaran harus dapat memberikan kepuasan konsumen jika
perusahaan tersebut menginginkan usahanya tetap berjalan terus atau
menginginkan konsumen mempunyai pandangan yang baik terhadap
perusahaan.
Definisi pemasaran menurut William J. Stanton yang dikutip oleh Swasta

4
dan Handoko (2000: 4). Pemasaran adalah suatu sistem keseluruhan dari
kegiatan kegiatan usaha yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan
harga, mempromosikan, dan mendistribusikan barang dan jasa yang dapat
memuaskan kebutuhan baik kepada pembeli yang ada maupun pembeli
potensial.
Pengertian pemasaran menurut Kotler (2000: 19) : “adalah proses sosial
dan manajerial dimana individu dan kelompok mendapatkan kebutuhan dan
keinginan mereka dengan menciptakan, menawarkan, dan menukarkan
produk yang bernilai satu sama lain”.
Berdasarkan definisi diatas dapat disimpulkan bahwa pemasaran
mempunyai arti yang lebih luas daripada penjualan, pemasaran mencakup
usaha perusahaan yang ditandai dengan mengidentifikasi kebutuhan
konsumen yang perlu dipuaskan, menentukan harga produk yang sesuai,
menentukan cara promosi dan penjualan produk tersebut. Jadi, pemasaran
juga merupakan kegiatan saling berhubungan sebagai suatu system untuk
menghasilkan laba. Pemasaran merupakan hal yang sangat penting bagi
keberhasilan suatu perusahaan. Terdapat falsafah dalam pemasaran yang
disebut sebagai konsep pemasaran. Basu Swastha dan Hani Handoko (2000:
6) mendefinisikan konsep pemasaran sebagai berikut : “Konsep pemasaran
adalah sebuah falsafah bisnis yang menyatakan bahwa pemuasan kebutuhan
konsumen merupakan syarat ekonomi dan sosial bagi kelangsungan hidup
perusahaan”.
Definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa tujuan dari konsep pemasaran
adalah memberikan kepuasan terhadap keinginan dan kebutuhan konsumen.
Konsep pemasaran tersebut dapat dicapai dengan usaha mengenal dan
merumuskan keinginan dan kebutuhan konsumen. Perusahaan dalam
memenuhi keinginan dan kebutuhan konsumen harus menyusun
kebijaksanaan produk, harga, promosi dan distribusi yang tepat sesuai dengan
keadaan konsumen.

D. Teori Distribusi
Distribusi merupakan proses pemindahan barang-barang dari tempat

5
produksi ke berbagai tempat atau daerah yang membutuhkan. Kotler (2005)
mendefinisikan bahwa distribusi akan mencakup perencanaan, pelaksanaan
dan pengawasan arus bahan dengan memperoleh produk akhir dari tempat
produksi dengan memperoleh keuntungan. Sebagian besar perusahaan
menyatakan bahwa tujuan distribusi adalah membawa barang dalam jumlah
tepat, pada waktu yang tepat, dan dengan biaya serendah mungkin.
Aspek terpenting dari distribusi suatu produk adalah biaya pengangkutan
sedangkan biaya pengangkutan sangat dipengaruhi oleh tarif angkut. Dengan
demikian, tingginya biaya pengangkutan akan mempersempit wilayah
pemasaran suatu produk. Panjang pendeknya distribusi pemasaran tergantung
beberapa faktor antara lain :
1. Jarak antara produsen dan konsumen, artinya semakin jauh jarak antara
produsen dan konsumen maka biasanya semakin panjang saluran yang
akan ditempuh oleh produk.
2. Cepat tidaknya produk rusak, artinya produk yang cepat atau mudah
rusak harus segera diterima konsumen, dengan demikian menghendaki
saluran yang pendek dan cepat.
3. Skala produksi, artinya bila produksi berlangsung dalam ukuran kecil
maka jumlah produk yang dihasilkan dalam ukuran kecil pula, sehingga
tidak akan menguntungkan jika produsen menjualnya langsung ke pasar.
Dalam kondisi demikian kehadiran pedagang perantara diharapkan, agar
saluran yang dilalui produk cenderung panjang.
4. Posisi keuangan perusahaan. Produsen yang kondisi keuangannya kuat
cenderung untuk memperpendek saluran tataniaga. Agar efektif,
pengoperasian aset sehari-hari harus mengimplementasikan strategi-
strategi yang telah dikembangkan berdasarkan struktur dan otomatisasi
rantai pasokan. Proses yang dijalankan adalah bagaimana membawa
produk yang benar ke outlet yang benar dan pelanggan yang tepat pada
waktu yang tepat pula.
Ada kemungkinan kesalahan apabila sasarannya tidak memenuhi
tuntutan pelanggan 100 persen. Persediaan harus tersedia di tempat yang tepat
pada waktu yang tepat setiap hari tanpa ada yang gagal. Tanpa adanya

6
persediaan yang tepat, proses distribusi lainnya tidak akan dapat beroperasi.
Pengiriman kilat merupakan pengecualian yang jarang dilakukan. Pada
prinsipnya, agar dapat beroperasi setiap hari, persediaan harus ada di tempat
yang benar pada waktu yang tepat.

7
BAB III
PELAKSANAAN KEGIATAN DAN PEMBAHASAN

A. Pelaksanaan Kegiatan
Tanggal : 29 November 2019 s/d 24 Desember 2019
Pelaksana : Mahasiswa yang mengambil mata kuliah
Kewirausahaan

B. Proses Produksi

 Bahan yang digunakan


1. Mie
2. Tepung Terigu
3. Tepung Kanji
4. Minyak Goreng
5. Garam
6. Gula
7. Tepung sasha
8. Masako
9. Air Putih
10. Daging Ayam
11. Bawang Putih
12. Bawang Merah
13. Merica Bubuk
14. Sawi
15. Tomat
16. Mentimun
17. Cabe rawit
18. Cabe merah
19. Sosis
20. Pentol
21. Kecap

8
 Proses produksi atau proses pembuatan :
Cara pembuatan bumbu mie
1. Haluskan bawang merah dan bawang putih kemudian tumis hingga
matang

2. Bumbu cabe : Rebus cabe rawit terlebih dahulu kemudian haluskan

Cara pembuatan ayam crispi


1. Potong 1 kg daging ayam menjadi 20 potong
2. Cuci daging ayam yang sudah dipotong dengan bersih
3. Taburkan penyedap rasa pada daging ayam
4. Diamkan selama 10 menit
5. Buat adonan tepung crispi
a. Tepung basah : Masukkan ½ kg tepung terigu 2 ons tepung
kanji,beri air secukupnya kemudian diaduk hingga tercampur rata
b. Tepung kering : Masukkan 1 kg tepung terigu, 2 bungkus tepung
kentaki sasha, 2 ons tepung kanji dan aduk hingga rata

9
6. Tambahkan tepung basah sedikit kedalam daging ayam yang sudah di
diamkan tadi

7. Celupkan daging ayam tersebut ke dalam tepung kering

8. Celupkan daging ayam ke dalam tepung basah

9. Celupkan daging ayam ke tepung kering lagi

10
10. Lalu daging ayam digoreng sampai berwarna keemasan

Cara pembuatan butiran crispi


Tambahkan sedikit air kedalam sisa tepung pembuatan ayam crispi
kemudian goreng tepung dengan cara disaring terlebih dahulu
menggunakan saringan.

Cara membuat bumbu geprek


1. Haluskan 4 ons bawang merah, 2 ons bawang putih 1 kg cabe rawit, 1
ons cabe merah dan 4 buah tomat

11
2. Tumis bumbu yang sudah dihaluskan tadi dan tambahkan penyedap
rasa dan gula

Cara pembuatan Mie Geprek Tanggal Tua


1. Rebus mie

2. Masukkan sedikit minyak goreng ke dalam penggorengan

3. Tambahkan bumbu mie setengah sendok makan

12
4. Tambahkan bumbu cabe sesuai selera

5. Tumis sampai harum dan beri sedikit air

6. Tambahkan penyedap rasa,garam dan kecap secukupnya

7. Tunggu sampai mendidih


8. Masukkan sawi yang sudah dipotong dan dicuci terlebih dahulu

13
9. Tunggu sampai sawi sedikit layu kemudian masukkan mie

10. Setelah mie terlihat matang angkat lalu diamkan

Cara pembuatan toping komplit Mie Geprek Tanggal Tua


1. Goreng sosis dan pentol sampai matang

2. Masukkan sosis,ayam crispi,pentol kedalam cobek. Tambahkan bumbu


geprek sesuai selera

3. Geprek menggunakan ulek-ulek

14
Cara penyajian Mie Geprek Tanggal Tua
1. Masukkan Mie geprek tanggal tua kedalam cup kotak 750 ml

2. Masukkan toping mie geprek

3. Tambahkan potongan butiran crispi, mentimun dan tomat

4. Mie geprek tanggal tua siap disajikan

15
 Modal yang dimiliki :

Setoran Modal Jumlah


1. Modal Inne Rp 250.000,-
2. Modal Pramiftha Rp 250.000,-
Jumlah Rp 500.000,-

C. Pemasaran
 Pada praktek kewirausahaan ini, strategi pemasaran yang kami gunakan,
yaitu :
1. Mengiklankan produk di berbagai media sosial seperti Whatsapp,
Facebook maupun Instagram.
2. Menawarkan produk dari mulut ke mulut kepada konsumen
 Sedangkan untuk sasaran pemasaran, yaitu :
1. Tetangga dan teman-teman
2. Mahasiswa UNIM

16
D. Hasil Penjualan

Penjualan Harga Jumlah


Level Topping
(Porsi) (Rp) (Rp)
Sosis - 11.000 -
Pentol - 11.000 -
Mie Geprek
Ayam Crispy 2 12.000 24.000
Komplit 3 14.000 42.000
Sosis 6 12.000 72.000
Pentol 1 12.000 12.000
Mie Geprek Level 1
Ayam Crispy - 14.000 -
Komplit 7 15.000 105.000
Sosis - 13.000 -
Pentol - 13.000 -
Mie Geprek Level 2
Ayam Crispy 3 15.000 45.000
Komplit 6 16.000 96.000
Sosis 4 14.000 56.000
Pentol 2 14.000 28.000
Mie Geprek Level 3
Ayam Crispy 1 16.000 16.000
Komplit 15 17.000 255.000
Jumlah 50 751.000

17
E. Laporan Keuangan

Harga Jumlah
No Uraian Satuan Volume
(Rp) (Rp)
1 PEMASUKAN
1. Modal Inne 250.000
2. Modal Pramiftha 250.000
TOTAL PEMASUKAN 500.000
2 PENGELUARAN
Bahan Habis Pakai
1. Mie Kg 2,5 10.000 25.000
2. Tepung Terigu Kg 1,25 8.000 10.000
3. Tepung Kanji Kg 1,25 14.000 17.500
4. Minyak Goreng Liter 2 13.000 26.000
5. Garam Bks 1 2.500 2.500
6. Gula Kg 0,25 11.200 2.800
7. Tepung sasha Bks 2,5 3.500 8.750
8. Masako Bks 2,5 500 1.250
9. Air Putih Ltr 0 0 0
10. Daging Ayam Kg 1 32.000 32.000
11. Bawang Putih Ons 5 3.500 17.500
12. Bawang Merah Ons 5 2.500 12.500
13. Merica Bubuk Saset 3 500 1.500
14. Sawi Ikat 1,25 2.500 3.125
15. Tomat Kg 0,5 2.500 1.250
16. Mentimun Kg 1,25 10.000 12.500
17. Cabe rawit Kg 2,5 35.000 87.500
18. Cabe merah Ons 2,5 4.000 10.000
19. Sosis Biji 41 1.000 41.000
20. Pentol Biji 34 400 13.600
21. Kecap Botol 1 11.700 11.700
Jumlah Bahan Habis Pakai 337.975
Peralatan Penunjang
1. Panci Unit 1 Tersedia 0
2. Meja Unit 1 Tersedia 0
3. Nampan Unit 2 Tersedia 0
4. Penggorengan Unit 2 Tersedia 0
5. Pisau Unit 2 Tersedia 0
6. Wadah/Baskom Unit 3 Tersedia 0
7. Serok Unit 2 Tersedia 0

18
8. Sutil Unit 2 Tersedia 0
9. Telenan Unit 1 Tersedia 0
10. Kompor Gas Unit 1 Tersedia 0
11. Tabung Gas Unit 1 18.000 18.000
12. Mangkok Pcs 10 Tersedia 0
13. Sendok Pcs 10 Tersedia 0
14. Garpu plastik Pcs 100 150 15.000
15. Gelas Pcs 10 Tersedia 0
16. Toples Pcs 3 Tersedia 0
17. Cup Plastik 750 ml Pcs 50 1.360 68.000
18. Blender Unit 1 Tersedia 0
19. Saringan Unit 1 Tersedia 0
20. Stiker Lbr 3 10.000 30.000
Jumlah Peralatan Penunjang 131.000
Transportasi
BBM liter 1 10.000 10.000
Jumlah Transportasi 10.000
Pembuatan Laporan
Pengadaan Laporan Eks 1 10.000 10.000
Jumlah Pembuatan Laporan 10.000
TOTAL PENGELUARAN 488.975
PENJUALAN
3 Mie Geprek Tanggal Tua Porsi 50 51.000
TOTAL PENJUALAN 51.000
LABA BERSIH (3-2) 262.025

SALDO (1-2) 11.025

19
F. Pembahasan
Pada penjualan yang pertama, produk yang kami hasilkan adalah kroket
dan lumpia sesuai dengan rencana yang telah kita ditetapkan sebelumnya.
Dari bentuk yang dihasilkan adalah lumpia yang ukurannya kecil, jadi
harganya kami buat Rp 1.200,00 per biji. Untuk kroket bentuk yang kami
hasilkan bermacam-macam, ada yang berbentuk bulat bola, oval bola, dan
kotak dengan harga Rp 1.500,00 per biji.
Penjualan pertama kami dapat menghabiskan seluruh barang dagang
atau produk yang kami buat yaitu kroket dan lumpia, tanpa ada sisa dan
mendapat laba bersih sebesar Rp 19.000,00 setelah dikurangi dengan
kekurangan modal yang kami alami sebesar Rp 23.000,00.
Kekurangan yang kami alami pada saat penjualan pertama menjadi
bahan evaluasi untuk pembuatan produk serta strategi pemasaran yang kami
terapkan. Perubahan demi perubahan kami terapkan perlahan-lahan untuk
mendapatkan hasil yang maksimal
Pertama, kami memperbaiki dari segi kemasan yang kurang menarik.
Hal itu disebabkan karena tidak adanya label pada produk kami. Karena
sebuah label adalah hal yang penting untuk mengenal produk dari perusahaan
mana, dan apabila memungkinkan ada label halal yang telah ditetapkan oleh
MUI.Namun karena untuk latihan berniaga, kami belum sanggup untuk
melakukan pelabelan halal dari MUI. Untuk itu, kami melakukan pembuatan
label dengan menempeli stiker di atas mika kemasan kami seperti gambar
dibawah ini.

20
Kedua, perbaikan bentuk produk. Penjualan pertama kami membentuk
kroket dengan macam-macam bentuk, hal itu dievaluasi dari para pembeli untuk
membentuknya menjadi bulat kecil-kecil sehingga bisa sekali gigitan. Untuk
lumpia, kami memilih ukuran kulit lumpia yang besar agar cukup untuk isi yang
bervariasi.
Ketiga adalah strategi pemasaran yang kami lakukan yaitu dengan
memperluas penyebaran pasar di sekitar kampus UMS. Hal itu dikarenakan
adanya peluang penjualan untuk calon mahasiswa baru yang sedang mendaftar.
Kemudian sasaran pembeli kami utamakan kepada orangtua yang mayoritas suka
dengan ketela, apalagi dengan inovasi yang baru, banyak konsumen yang
penasaran dengan produk yang kami buat, biasanya kroket dan lumpia berisikan
sayur-sayuran dan mempunyai rasa gurih dan asin, tetapi kroket dan lumpia yang
kami buat berasa manis karena kami membuatnya dengan bahan baku ubi ungu.
Hal lain yang kami perbaiki untuk penjualan kedua yaitu bentuk stand dan gaya
penjual yang menarik dengan menghias stand kami dengan pernak pernik dan ada
tulisan-tulisan yang menarik konsumen untuk datang dan membeli produk yang
kami buat yaitu kroket dan lumpia ubi ungu, dan kami juga memakai dresscode
yang unik dan kreatif untuk menambah menarik minat pembeli untuk datang ke
stand kami

Beberapa evaluasi yang kami terapkan untuk penjualan kedua berjalan


dengan lancar. Namun masih ada kendala yang kami hadapi ketika menjual
produk yaitu saingan yang begitu banyak dan produk yang dijual pesaing juga
tidak kalah menariknya. Sehingga produk yang pada penjualan pertama habis
tanpa sisa tidak terjadi pada penjualan produk kedua. Penjualan kedua mengalami
kualahan dalam hal pemasaran sehingga produk kami sisa. Meskipun sisa laba
yang kami dapatkan lumayan lebih banyak dari penjualan pertama. Karena ada
beberapa sisa bahan pada pembuatan produk pertama seperti keju, meses, mika,
dan gas yang dapat digunakan kembali untuk pembuatan produk kedua. Namun
kami juga mengecek untuk bahan yang telah membusuk. Hal itu yang membuat
pembelian bahan baku dan bahan pembantu produk kedua tidak begitu banyak
mengeluarkan uang.

21
Telah dijelaskan dari laporan keuangan pada sub bab sebelumnya bahwa
penjualan kedua mengalami untung sebesar Rp 174.000,00. Sisa ini kami bagikan
secara merata tiap-tiap anggota yaitu Rp 34.800,00. Artinya per anggota telah
kembali modal Rp 20.000,00 dan laba Rp 14.800,00.

22
BAB IV
PENUTUP

A. Kesimpulan

Kami telah melaksanakan praktik kewirausahaan dengan seoptimal


mungkin dan berjalan dengan lancar sesuai dengan perencanaa yang telah
ditetapkan sebelumnya. Hasil penjualan kami kembali modal dan mendapat
laba yang kemudian kami bagi rata. Hal itu dikarenakan kami bekerjasama
dengan tingkat kerja keras yang sama.
Segala hal yang bersifat positif dari pelaksanaan praktik kewirauhsaan
kami ambil sebagai contoh untuk dijadikan motivasi lebih giat lagi dalam
berniaga. Karena berniaga menjadikan kita pribadi yang jujur, aktif, dan dapat
berfikir lebih dalam lagi untuk berikir prospek dalam praktik ini. Ada hal baik
pasti juga ada hal yang kurang/tidak baik. Hal yang kurang baik kami buang
jauh-jauh dari bahan motivasi dalam berniaga.

B. Saran
a. Gunakan berbagai macam strategi pemasaran yang tepat untuk menarik
pelanggan atau pembeli
b. Pilih tempat yang strategis dalam melakukan penjualan, agar mendorong
kegiatan jual beli yang dilakukan
c. Buatlah stand yang semenarik mungkin agar para pelanggan atau pembeli
tertarik untuk datang ke stand kita
d. Pililah Bahan Baku dengan kualitas yang baik

23
LAMPIRAN

Beberapa testimoni dari konsumen

24
25
26
27