Anda di halaman 1dari 2

JOB SHEET 1 ANALISIS KIMIA KUANTITATIF (AKK)

TITRASI ASAM BASA


PENENTUAN KADAR ASAM CUKA

SARUAN PENDIDIKAN : SMK NEGERI 2 PALOPO


MATA PELAJARAN : ANALISIS KUANTITATIF KONVENSIONAL (AKK)
KELAS/SEMESTER : XI/GANJIL

A. Kompetensi Dasar
3.1 Menerapkan konsep dan prinsip standarisasi larutan
4.4 Melakukan standarisasi larutan
B. Tujuan Percobaan
Menentukan kadar larutan cuka X dan cuka Y yang sebenarnya dengan cara titrasi asam basa
C. Dasar Teori
Asam cuka adalah bahan kimia yang salah satunya digunakan sebagai bahan penyedap makanan. Asam cuka
bersifat elektrolit lemah dimana proses ionisasinya membentuk kesetimbangan. Untuk mengetahui konsetrasi
larutan asam cuka digunakan proses titrasi. Titrasi adalah proses penentuan konsentrasi suatu larutan sampel dengan
menggunakan larutan standar. Larutan standar adalah larutan yang sudah diketahui konsentrasinya. Jenis titrasi ini
adalah titrasi alkalimetri. Dalam proses titrasi dikenal adanya titik ekivalen dan titik akhir titrasi. Titik ekivalen pada
titrasi asam basa adalah saat dimana mol asam sama denga mol basa. Titik ekivalen adalah saat mol asam cuka sama
dengan mol NaOH sebagai larutan standar. Sedangkan titik akhir titrasi adalah saat titrasi dihentikan karena
terjadinya perubahan warna indikator. Pada titrasi asam lemah dan basa kuat titik ekivalen akan berada pada pH
seiktar 9, sehingga pada titrasi ini digunakan indikator phenolftalin (PP) yang mempunyai trayek pH perubahan
warna 8,2 – 9,0 dengan perubahan warna, tidak berwarna untuk pH di bawah 8,2 dan berwarna merah pada pH di
atas 9.

D. Alat dan Bahan


Alat – alat
- Erlenmeyer 250 ml ..... buah
- Buret dan statif ..... buah
- Pipet volume 10 ml ..... buah
- Labu ukur 100 ml ..... buah
- gelas kimia ..... buah
- corong ..... buah
- pipet tetes ..... buah
Bahan – bahan
- Asam Cuka pasar ( Cuka Merk ....., Cuka Merk ....., Cuka Merk .....)
- NaOH 0,1 M
- Indikator PP
- aquades
- Tissue rol
E. Prosedur Kerja
1. Ambil 10 mL asam cuka perdagangan, lalu encerkan sampai volume 100 mL dalam labu ukur.
2. Masukkan 10 mL larutan asam cuka yang telah diencerkan ke dalam erlenmeyer, kemudian tetesi dengan
indikator PP sebanyak 3 tetes.
3. Titrasi larutan asam cuka dengan larutan NaOH 0,1 M. Titrasi harus dilakukan secara hati-hati dan tabung
erlenmeyer terus menerus digoncangkan. Titrasi dihentikan saat terjadi perubahan warna yang tetap, yaitu dari
warna bening menjadi merah muda/ungu muda.
4. Hitung volume larutan NaOH 0,1 M yang digunakan.
5. Ulangi prosedur di atas hingga diperoleh tiga data yang hampir sama.
6. Hitunglah kadar asam cuka perdagangan tersebut.
(Massa jenis asam cuka (𝜌 𝑎𝑠𝑎� 𝑐𝑢𝑘𝑎) = 1,05 �/��)

F. Data Percobaan
1. HASIL PENGAMATAN

a. Cuka Merk .......................


Skala biuret Volume NaOH
Percobaan Konsentrasi Cuka
Awal akhir (mL)
1 10 mL
2 10 mL
3 10 mL
Volume NaOH rata-rata
b. Cuka Merk .......................
Skala biuret Volume NaOH
Percobaan Konsentrasi Cuka
Awal akhir (mL)
1 10 mL
2 10 mL
3 10 mL
Volume NaOH rata-rata

c. Cuka Merk .......................


Skala biuret Volume NaOH
Percobaan Konsentrasi Cuka
Awal akhir (mL)
1 10 mL
2 10 mL
3 10 mL
Volume NaOH rata-rata

2. Perhitungan
a. Reaksi :
........................ + ............................. → .................. + .....................

b. Konsentrasi Asam Cuka


VA .MA = VB . MB

V NaOH . M NaOH
M asam =
V CH3COOH

c. Mol (n) NaOH Yang digunakan

Mol (n) NaOH dari asam Cuka Merk ...... = M NaOH x V rata-rata NaOH (L)

d. Karena mol CH3COOH = mol NaOH


Sehingga :
Mol Asam Cuka yang digunakan adalah :
n CH3COOH = 1 . n NaOH
n CH3COOH = .....................

e. Kadar asam Cuka

(𝜌𝑎𝑠𝑎� 𝑐𝑢𝑘𝑎 = 1,05 �/��)

3. Pertanyaan
1) Mengapa pada pembuatan larutan NaOH harus memakai air yang sudah dididihkan?
2) Apa beda antara Larutan baku dan larutan standar?
3) Jelaskan perbedaan Asidimetri dan Alkalimetri?
4) Berikan alasan penggunaan Indikator pada titrasi diatas!

G. Pembahasan

H. Kesimpulan