Anda di halaman 1dari 3

TEAM 1 / DDBA

Tugas Kelompok 3
Minggu 8 / Sesi 12

1. Jelaskan mengenai Business Model Pattern?


Business model pattern adalah komponen arsitektur model bisnis yang dapat
digunakan kembali dan dapat digunakan untuk menghasilkan model bisnis baru. Dalam
proses pembuatan model bisnis baru, inovator model bisnis dapat menggunakan satu
atau lebih dari pattern tersebut untuk menciptakan model bisnis baru. Masing-masing
pattern memiliki kesamaan dalam karakteristik, pengaturan blok bangunan model
bisnis, dan perilaku. Alexander Osterwalder menyebut kesamaan ini sebagai "Business
Model Pattern".

Penulis buku Business Model Generation, Alexander Ostewalder dalam bukunya


mencatatkan terdapat 5 Pattern yakni:

Unbundling business model


Konsep unbundling business model ini menjelaskan bahwa pola yang menunjukan
perusahaan yang memiliki bisnis yang tidak dapat disatukan dalam pengelolaanya
karena memiliki konsep dan tujuan yang berbeda biasanya berada pada segmen
bisnis customer relationship, product innovation, dan infrastructure. Tiga jenis
bisnis ini memiliki tantangan Ekonomi, Kompetitif dan budaya yang berbeda.

Long tail model


Pola long tail business model adalah pola yang menunjukan bahwa bisnis tersebut
cenderung menjual produk yang sedikit atau fokus pada pasar yang niche. Pola ini
terjadi ketika perusahaan yang memiliki banyak produk memutuskan untuk
menjual produk yang terlaris saja dan menjadikan segmen nya ceruk atau niche.

ENTR6081 – Entrepreneurship
Area head (merah) adalah untuk barang apapun yang sifatnya populer, dan area
long tail (oranye) adalah untuk barang apapun yang tidak terlalu populer tetapi
masih memiliki pengguna dan sesekali terjual.

Multi-sided platform model


Pola pada bisnis model ini berfokus pada adanya 2 segmen yang dijalankan oleh
perusahaan namun keduanya saling melengkapi satu sama lain. Kedua segmen
tersebut harus saling melengkapi dan memenuhi. Pola ini terjadi ketika perusahaan
memilih untuk tidak memiliki resources yang besar dan memanfaatkan channeling.

Free as a business model


Pola model bisnis ini menunjukan bahwa perusahaan menyediakan produk atau
jasa secara gratis untuk menarik pelanggan untuk ditawarkan berbagai pilihan
berbayar untuk menyempurnakan produk yang digunakan. Pola ini adalah pola
yang digunakan oleh Karja.id dimana wadah tersebut menyediakan informasi
tentang kewirausahaan dan industri kreatif di Indonesia secara gratis.

Open business model

ENTR6081 – Entrepreneurship
Pola model bisnis yang ini menunjukan dimana perusahaan cenderung
mengikutsertakan masyarakat dan publik dalam bekerjasama menciptakan produk
dan secara transparan dan terbuka bagi publik untuk menyumbangkan ide atau
memberi masukan. Pada pola model bisnis ini terjadi Open Innovation yang dimana
perusahaan lebih memiliki peluang besar dalam mendapatkan inovasi baru. Karena
perusahaan membuka kesempatan bagi banyak ilmu dan pemikiran untuk ikut
serta berkontribusi menciptakan inovasi.
Nah jadi itu 5 pola model bisnis yang kamu harus ketahui sobat, dari 5 pola tersebut
kamu dapat membentuk Business Model untuk bisnis kamu.

2. Mengapa Enterpreneur harus membuat Business Pattern?


Entrepreneur harus membuat dan menerapkan sebuah Business Pattern karena
entrepreneur diharapkan mampu menangkap ide-ide desain sebagai suatu pola
dasar dan deskripsi yang dapat digunakan secara berkesinambungan.
Pattern atau pola membantu mendeskripsikan bisnis model yang memiliki
kesamaan karakteristik, kesamaan pengaturan building blocks, atau kesamaan
perilaku. Pola ini akan membantu dalam memperjelas dinamika dalam bisnis
model dan akan menjadi dasar inspirasi untuk berjalannya suatu bisnis model.
Dengan mendefinisikan dan menjelaskan pola bisnis model ini dapat ditetapkan
format yang standar digunakan dalam konsep bisnis yang terkenal saat ini agar
berguna ketika mendesain suatu bisnis model.

ENTR6081 – Entrepreneurship