Anda di halaman 1dari 2

agram P-T untuk zat murni secara umum dapat dilihat dalam gambar berikut ini.

Diagram ini sering juga


disebut dengan diagram fasa zat karena antar tiga fase dipisahkan secara jelas, masing-masing dengan
sebuah garis. Ketiga garis bertemu di triple point. Garis penguapan (vaporisation) berakhir di titik kritis
karena tidak ada batas yang jelas antara fase cair dan fase uap. Tidak ada zat yang berada pada fase
cair jika tekanannya berada di bawah tekanan Triple point.

Pada kondisi tertentu fase padat, cair dan gas berada dalam kesetimbangan. Pada diagram P-v dan T-v
keadaan ini akan membentuk suatu garis yang disebut Triple line. Dalam diagram P-T keadaan ini
nampak sebagai suatu titik dan disebut Triple point. Triple point air adalah T = 0,010C dan P TR =
0,06113 kPa.

Ada dua cara zat padat berubah menjadi uap Pertama melalui proses mencair kemudian menguap dan
kedua fase padat berubah langsung menjadi fase gas (disebut menyublim). Menyublim hanya dapat
terjadi pada tekanan di bawah tekanan Triple point.

Melalui gambar diagram p-t di atas, bisa dilihat bahwa terdapat tiga garis yang bertemu di triple point,
yaitu :
– Garis Sublimation line (garis sublim) memisahkan daerah uap (vapor) dengan daerah beku (solid).
– Garis vaporization line (garis penguapan) memisahkan daerah cair dari daerah uap.
– Garis melting line (garis leleh) memisahkan daerah beku dari daerah cair.
Pada melting line sendiri, terdapat dua lokasi yang dibedakan dengan jenis garis, yaitu :
 Garis putus-putus melting line merupakan garis melting line untuk zat yang memuai saat beku.
 Zat yang menyusut saat beku garis melting line nya berupa garis biasa.
Kondisi liquid (cair) hanya dapat terjadi pada tekanan dibawah tekanan triple point.
Untuk zat yang menyusut saat beku, kondisi liquid ini juga harus memenuhi syarat, bahwa suhunya
haruslah berada diatas suhu triple point. Bila suhunya dibawah suhu triple point, maka zat tersebut sudah
dapat dipastikan berada dalam keadaan beku.
Untuk zat yang memuai saat beku seperti air, kondisi liquid dapat terjadi pada suhu dibawah suhu triple
point apabila tekanannya jauh lebih tinggi dari tekanan triple point. Sebagai contoh, air akan berada
dalam bentuk es pada tekanan 1 atm dan suhu dibawah 0 °C. Tetapi, bila tekanannya jauh lebih tinggi
dari 1 atm (0,1 Mpa) katakanlah misalnya pada tekanan 200 MPa, maka pada suhu -20 °C air tidak
berada dalam bentuk es, melainkan dalam bentuk cair.
Proses perubahan wujud zat dari beku ke uap
Gambar berikut lebih memperjelas bidang cair dari 2 jenis zat, yakni:
• Bidang a – b – d merupakan bidang cair dari zat yang memuai saat beku. Artinya, semua kombinasi
Tekanan dan Suhu dari zat yang berada di bidang ini berada pada keadaan cair.
• Bidang c – b – d merupakan bidang cair dari zat yang menyusut saat beku.
Proses perubahan wujud zat dari beku menjadi uap dapat terjadi melalui dua mekanisme.
– Pada proses yang ditandai dengan panah merah disamping, merupakan proses yang lazim dan telah
dibicarakan dalam bahasan kita sebelum ini, yakni zat dari keadaan beku berubah menjadi cair kemudian
berubah menjadi uap.
– Pada proses yang ditandai dengan panah biru, perubahan dari bentuk beku (padat) menjadi uap terjadi
tanpa melalui proses pelelehan (mencair). Bila anda mau membayangkannya, bayangkanlah batu es
yang berubah menjadi uap air tanpa mencair terlebih dahulu.
Proses ini disebut dengan menyublim. Dan dapat terjadi pada tekanan dan suhu dibawah tekanan dan
suhu triple point.
Sumber :
http://nurulimantmunib.wordpress.com
http://ratubilqiis.files.wordpress.com