Anda di halaman 1dari 11

SATUAN ACARA PENYULUHAN

PENYULUHAN KESEHATAN GIZI MASYARAKAT


PUSKESMAS SUNGAI JINGAH
“ANEMIA PADA REMAJA”

DISUSUN OLEH :

DEVIA GUSTIANA MAULIDA P07131215113

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLITEKNIK KESEHATAN BANJARMASIN
PRODI SARJANA TERAPAN GIZI DAN DIETETIKA
2020

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP) ANEMIA


Topik : Anemia
Sasaran : Siswa-Siswi SMPN 27 Banjarmasin
Hari / tanggal : Selasa, 11 Februari 2020
Jam : 09.00 – 10.00
Waktu : 30 menit
Tempat : SMPN 27 Banjarmasin

A. Latar Belakang
Anemia merupakan dampak masalah gizi pada remaja putri. Anemia gizi
disebabkan oleh kekurangan zat gizi yang berperan dalam pembentukan
hemoglobin, dapat karena kekurangan konsumsi atau gangguan absorpsi.
Zat gizi tersebut adalah besi, protein, vitamin B6 yang berperan sebagai
katalisator dalam sintesis hem di dalam molekul hemglobin, vitamin C,
zinc yang mempengaruhi absorpsi besi dan vitamin E yang mempengaruhi
stabilitas membran sel darah merah. Sebagian besar adalah anemia gizi
besi.

B. Tujuan Instruksional Umum ( TIU )


Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan diharapkan masyarakat
dapat memahami dan mengerti tentang anemia.

C. Tujuan Instruksional Khusus ( TIK )


Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan diharapkan remaja dapat
menjelaskan kembali :
1) Pengertian Anemia
2) Mengapa perempuan lebih rentan anemia dibanding laki-laki.
3) Tanda dan gejala anemia
4) Bahaya anemia Remaja
5) Faktor yang menyebabkan anemia
6) Pengaruh anemia
7) Cara mencegah dan mengobati anemia
8) Makanan yang mengandung zat besi
D. Materi
Terlampir

E. Metode
1. Ceramah
2. Tanya jawab

F. Media
1. Materi SAP dengan Power Point
2. Leaflet

G. Kegiatan Pembelajaran
PELAKSANAAN
No Waktu Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Peserta
1. 2 menit Pembukaan : Menjawab salam
1. Memberi salam Mendengarkan dan
2. Menjelaskan tujuan penyuluhan memperhatikan
3. Menyebutkan materi/pokok
bahasan yang akan disampaikan
2. 15 menit Pelaksanaan : Menyimak dan
Menjelaskan materi penyuluhan memperhatikan
secara berurutan dan teratur.
Materi :
1. Pengertian Anemia
2. Mengapa perempuan lebih
rentan anemia dibanding laki-
laki.
3. Tanda dan gejala anemia
4. Bahaya anemia Remaja
5. Faktor yang menyebabkan
anemia
6. Pengaruh anemia
7. Cara mencegah dan mengobati
anemia
8. Makanan yang mengandung zat
besi
. 10 menit Evaluasi : Menyimak dan
1. Menyimpulkan inti mendengarkan
penyuluhan
2. Menyampaikan secara singkat
materi penyuluhan
3. Memberi kesempatan kepada
remaja untuk bertanya
4. Memberi kesempatan kepada
remaja untuk menjawab
pertanyaan yang dilontarkan

4. 3 menit Penutup : Menjawab salam


1. Menyimpulkan materi
penyuluhan yang telah
disampaikan
2. Menyampaikan terima kasih
atas perhatian dan waktu yang
telah di berikan kepada peserta
3. Mengucapkan salam

H. Evaluasi
Evaluasi Proses
a. Penyuluhan kesehatan mengenai penatalaksanan anemia berlangsung
lancar dan remaja mengerti tentang materi penyuluhan yang diberikan.
b. Selama penyuluhan dilaksanakan diharapkan terjadi interaksi yang
positif antara penyuluh dengan remaja, ditandai dengan keaktifan
remaja dalam bertanya dan adanya kemauan remaja untuk
mendengarkan dengan baik.
c. Kehadiran remaja diharapkan tidak kurang dari 80%, remaja hadir tepat
waktu dan tidak meninggalkan ruangan saat penyuluhan berlangsung.

Evaluasi Hasil
A. Jangka Pendek
Peserta penyuluhan mengerti setidaknya 80% dari semua
materi yang telah disampaikan dengan kriteria:
a. Pengertian anemia
b. Mengapa perempuan lebih rentan anemia dibanding laki-laki.
c. Tanda dan gejala anemia
d. Bahaya anemia Remaja
e. Faktor yang menyebabkan anemia
f. Pengaruh anemia
g. Cara mencegah dan mengobati anemia
h. Makanan yang mengandung zat besi
B. Jangka Panjang
Meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan kesadaran
remaja akan anemia serta faktor risiko anemia.
MATERI PENYULUHAN

A. Pengertian
Anemia (dalam bahasa Yunani: Tanpa darah) adalah keadaan saat
jumlah sel darah merah atau jumlah hemoglobin (protein pembawa
oksigen) dalam sel darah merah berada di bawah normal. Sel darah merah
mengandung hemoglobin yang memungkinkan mereka mengangkut
oksigen dari paru-paru, dan mengantarkannya ke seluruh bagian tubuh.
Anemia menyebabkan berkurangnya jumlah sel darah merah atau jumlah
hemoglobin dalam sel darah merah, sehingga darah tidak dapat
mengangkut oksigen dalam jumlah sesuai yang diperlukan tubuh.

B. Perempuan lebih rentan anemia disbanding dengan laki-laki


Masyarakat Indonesia umumnya lebih banyak mengkonsumsi
makanan nabati disbanding hewani, sehingga masih banyak yang
menderita anemia. Kebutuhan zat besi pada perempuan adalah 3 kali lebih
besar daripada pada laki-laki. Perempuan setiap bulan mengalami
menstruasi yang secara otomatis mengeluarkan darah. Itulah sebabnya
perempuan membutuhkan zat besi untuk mengembalikan kondisi tubuhnya
kekeadaan semula. Hal tersebut tidak terjadi pada laki-laki. Selain itu
wanita yang sering melakukan diet atau pengurangan makanan karena
ingin mendapatkan tubuh yang ideal. Demikian pula pada waktu
kehamilan, kebutuhan akan zat besi meningkat 3 kali dibanding dengan
pada waktu sebelum kehamilan. Ini berkaitan dengan kebutuhan
perkembangan janin yang dikandungnya.

C. Tanda Gejala Anemia


1. mudah lelah, lesu, letih, lelah, dan tak berdaya
2. muka pucat,
3. tidak bersemangat,
4. mudah mengantuk, bawaan ingin tidur dan merasa lemas terus-terusan
5. dan mudah pusing, badan melayang-layang, dan otak sulit mencerna
informasi
6. Pandangan berkunang-kunang

D. Bahaya Anemia Pada Remaja


1. Pada anak dan remaja
 Anak menjadi kurang cerdas
 Semangat belajar menurun
 Mudah terserang penyakit
2. Pada ibu hamil dan menyusui
 Dapat menimbulkan perdarahan sebelum dan sesudah melahirkan
 Berat badan bayi yang dilahirkan rendah
 Kematian ibu saat melahirkan
 Pada ibu menyusui dapat menyebabkan jumlah ASI dan
kualitasnya menurun
3. Pada Wanita
 Daya tahan tubuh menurun
 Kebugaran menurun
 Kemampuan bekerja menurun

E. Faktor yang menyebabkan anemia pada remaja


1. Rendahnya Pengetahuan dan Ilmu Kesehatan
2. Rendahnya pengetahuan para remaja terhadap isu kesehatan dan ilmu
kesehatan. Bagi mereka, kesehatan bukanlah hal utama yang harus
menjadi perhatian. Masih merasa muda sehingga tidak harus menjaga
kesehatan.
3. Kehilangan darah yang disebabkan oleh perdarahan menstruasi
4. Kurangnya zat besi, vitamn B 12, asam folat, vitamin C dalam
makanan yang dikonsumsi
5. Penyakit misalnya TBC, Hepatitis, gastritis, radang usus buntu dsb.
6. Pola hidup remaja berubah dari yang semula serba teratur menjadi
kurang teratur, misalnya sering terlambat makan atau kurang tidur.
7. Ketidakseimbangan antara asupan gizi dan aktifitas yang dilakukan.
8. Cacingan, terutama cacing tambang yang dapat menyebabkan
perdarahan dalam dinding usus meskipun sedikit tetapi terjadi secara
terus menerus yang menyebabkan kehilangan zat besi.
9. Mengurangi Porsi Makan
10. Keinginan untuk memiliki tubuh seperti peragawati dan para bintang
sehingga tidak mau makan banyak. Bila hal ini terus berlanjut, bisa
menyebabkan menderita anorexia nervosa, bulimia, dan penyakit
‘mental disorder’ lainnya.
11. Minimnya Sosialisasi Gizi Khusus Remaja
12. Masalah ini bisa diatasi bila sejak kecil para orang tua dan orang-orang
dewasa di sekitar remaja memberikan contoh hidup sehat dan
memberikan pengetahuan memadai mengenai nutrisi dan ilmu gizi
lainnya.

F. Pengaruh Anemia
1. Menurunkan daya tahan tubuh sehingga dapat remaja yang menderita
anemia dapat dengan mudah terserang penyakit.
2. Menghambat pertumbuhan fisik dan kecerdasan otak.
3. Taraf inteligensia: yaitu kemampuan untuk mencapai prestasi di
sekolah dan berbagai bidang kehidupan antara lain pergaulan sosial,
teknis, perdagangan, pengaturan rumah tangga.
4. Bakat khusus yaitu kemampuan yang menonjol di suatu bidang, misal
matematika, bahasa asing.
5. Organisasi kognitif menunjukkan materi yang sudah dipelajari,
disimpan dalam ingatan secara sistematis atau tidak.
6. Kemampuan berbahasa.
7. Daya fantasi, mempunyai kegunaan kreatif, antisipatif, rekreatif, dan
sosial.
8. Gaya belajar.
9. Teknik atau cara belajar secara efisien dan efektif.
G. Cara mencegah dan mengobati anemia
Tindakan penting yang dilakukan untuk mencegah kekurangan besi antara
lain
a. Konseling untuk membantu memilih bahan makanan dengan kadar
besi yang cukup secara rutin pada usia remaja.
b. Meningkatkan konsumsi besi dari sumber hewani seperti daging, ikan,
unggas, makanan laut disertai minum sari buah yang mengandung
vitamin C (asam askorbat) untuk meningkatkan absorbsi besi dan
menghindari atau mengurangi minum kopi, teh, teh es, minuman
ringan yang mengandung karbonat dan minum susu pada saat makan.
c. Suplementasi besi. Merupakan cara untuk menanggulangi ADB di
daerah dengan prevalensi tinggi. Pemberian suplementasi besi pada
remaja dosis 1 mg/KgBB/hari.
d. Untuk meningkatkan absorbsi besi, sebaiknya suplementasi besi tidak
diberi bersama susu, kopi, teh, minuman ringan yang mengandung
karbonat, multivitamin yang mengandung phosphate dan kalsium.
e. Skrining anemia. Pemeriksaan hemoglobin dan hematokrit masih
merupakan pilihan untuk skrining anemia defisiensi besi.

H. Makanan yang mengandung zat besi


a. Sayuran berwarna hijau tua seperti daun kangkung, katuk, daun
singkong, bayam, dan sawi.
b. Makanan hewani seperti ikan, daging, hati, dan ayam.
c. Kcang-kacangan seperti tempe, kacang merah, kacang hijau, kacang
panjang, kecipir, dan buncis.
d. Buah-buahan seperti jeruk, papaya, rambutan, dan belimbing.

I. Evaluasi
a. Evaluasi Proses : Berisi tentang jalanya proses penyuluhan yaitu
jumlah peserta yang hadir dengan target yang ingin dicapai serta
antusiasme peserta.
b. Evaluasi Hasil :
Prosedur : Tanya jawab
Jenis dan bentuk test : Pertanyaan lisan
Butir-butir:
1) Jelaskan pengertian anemia?
2) Mengapa perempuan lebih rentan anemia dibanding laki-laki.
3) Jelaskan tanda dan gejala anemia
4) Sebutkan apa saja bahaya anemia Remaja
5) Sebukan apa saja faktor yang menyebabkan anemia
6) Sebutkan apa saja pengaruh anemia
7) Bagaimana cara mencegah dan mengobati anemia
8) Sebutkan apa saja makanan yang mengandung zat besi
DAFTAR PUSTAKA

http//www.anneahira.com/anemia-remaja.htm
http//www.creasoft.wordpress.com/2008/04/15
http//www.digilib.unimus.ac.id/files/disk/10
http//www.doktermu.com/kesehatan-remaja/166-anemia-pada-remaja&wsi
http//www.smallcrab.com/anak-anak/593-anemia-pada-remaja-
perempuan&wsi
http//www.wikipedia.com