Anda di halaman 1dari 8

Mengkaji Seksual Anak, Remaja, dan Lansia

Oleh :

1. Dito Ristam Dwianto 201910420311094


2. Marizcha Amalia Sumardiko 201910420311111
3. Yuwono Ariyanto Susilo 201910420311112
4. Muhammad Rama Maulana 201910420311151
5. Indah Berliana Fauziah 201910420311153

Kelas : PSIK C 2019

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN

FAKULTAS ILMU KESEHATAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

2019

1
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat limpahan
rahmat dan karunia-nya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah yang
berjudul mengkaji seksual pada usia anak, remaja, dan lansia.

Dalam penyusunan makalah ini, kami banyak mendapat tantangan dan


hambatan akan tetapi dengan bantuan dari berbagai pihak hambatan itu bisa
teratasi. Oleh karena itu, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya
kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini,
semoga makalah ini bermanfaat bagi para pembaca sekalian. Kami mengharapkan
kritik dan saran dari semua pihak demi kesempurnaan makalah ini.

Malang, 26 November 2019

Penyusun

2
DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR..........................................................................................................2
DAFTAR ISI............................................................................................................3
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang.......................................................................................4
B. Rumusan Masalah..................................................................................5
C. Tujuan....................................................................................................5
BAB II PEMBAHASAN
A. Pengkajian terhadap seksualitas pada anak............................................6
B. Pengkajian terhadap seksualitas pada remaja........................................6
C. Pengkajian terhadap seksualitas pada lansia..........................................6
BAB III PENUTUP
Kesimpulan............................................................................................7
DAFTAR PUSTAKA..............................................................................................8

3
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Seksualitas dan seks merupakan hal yang berbeda. Seksualitas adalah
bagaimana seseorang merasa tentang diri mereka dan bagaimana mereka
mengkomunikasikan perasaan tersebut kepada orang lain melalui tindakan
yang dilakukannya seperti sentuhan, pelukan, ataupun perilaku yang lebih
halus seperti isyarat gerak tubuh, cara berpakaian, dan perbendaharaan kata,
termasuk pikiran, pengalaman, nilai, fantasi, emosi. Sedangkan Seks adalah
menjelaskan ciri jenis kelamin secara anatomi dan fisiologi pada laki-laki dan
perempuan, hubungan fisik antar individu (aktivitas seksual genital).
Teori perkembangan psikoseksual Sigmund Freud adalah salah satu teori
yang paling terkenal, akan tetapi juga salah satu teori yang paling
kontroversial. Freud percaya kepribadian yang berkembang melalui
serangkaian tahapan masa kanak-kanak di mana mencari kesenangan-energi
dari ide menjadi fokus pada area sensitif seksual tertentu. Energi
psikoseksual, atau libido, digambarkan sebagai kekuatan pendorong di
belakang perilaku.
Tahap perkembangan psikoseksual pada anak usia 3-6 tahun atau usia
preschool. Karakteristik sebagai berikut :
1. Organ genital sebagai sumber kenyamanan
2. Masturbasi
3. Mengalami kompleks oedipus atau kompleks elektra
Yaitu perasaan cinta anak terhadap orang tua lain jenis dan
menyingkirkan orang tua sesama jenis kelamin.
4. Kesulitan dalam identitas seksual dan bermasalah dengan otoritas,
ekspresi malu, dan takut.
Tahap perkembangan psikoseksual pada anak usia 6-12 tahun.
Karakteristik sebagai berikut :
1. Menekan semua minat terhadap seks karena kegiatan seksual tidak
muncul atau tidur
2. Penggunan koping dan mekanisme pertahanan diri muncul
Tahap perkembangan psikoseksual pada remaja atau usia pubertas.
Karakteristik sebagai berikut :
1. Genital sebagai pusat dari tekanan dan kesenangan seksual
2. Produksi hormon seksual menstimulasi perkembangan heteroseksual
3. Emosi yang belum matang
4. Kemampuan untuk menerima dan memberi cinta

4
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana pengkajian seksual pada anak?
2. Bagaimana pengkajian seksual pada remaja?
3. Bagaimana pengkajian seksual pada lansia?

C. Tujuan
1. Untuk mengetahui dan memahami seksualitas pada anak.
2. Untuk mengetahui dan memahami seksualitas pada remaja.
3. Untuk mengetahui dan memahami seksualitas pada lansia.

5
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengkajian seksual pada anak


Seksualitas pada anak usia 4-5 tahun atau usia pra sekolah :
1. Kesadaran terhadap diri sendiri meningkat
2. Mengeksplorasi anggota tubuh sendiri dan teman bermain
3. Mempelajari nama anggota tubuh dengan benar
4. Belajar mengendalikan perasaan dan tingkah laku
5. Menyukai orang tua yang berbeda jenis
6. Mempertanyakan mengenai bagaimana seorang bayi bisa ada
Seksualitas pada anak usia 6-12 tahun atau usia sekolah :
1. Mempunyai identifikasi yang kuat dengan orang tua yang berjenis
kelamin sama (misalnya anak perempuan dengan ibu)
2. Senang berteman dengan sesama jenis
3. Kesadaran diri meningkat
4. Mempelajari konsep dan peran jender
5. Mulai menyukai hal yang bersifat pribadi, modis
6. Sekitar usia 8-9 tahun mulai memikirkan tentang perilaku seksual,
menstruasi, reproduksi, seksualitas

B. Pengkajian seksual pada remaja


Seksualitas pada usia remaja 12-18 tahun :
1. Karakteristik seks mulai berkembang
2. Mulai terjadi menarche
Menarche adalah haid pertama dari uterus yang merupakan awal dari
menstruasi dan tanda telah menjadi pubertas pada remaja putri
3. Mengembangkan hubungan yang menyenangkan
4. Dapat terjadi aktivitas seksual, misalnya masturbasi
5. Mengidentifikasi orientasi seksual (homoseks / heteroseks)
6. Mencari perawatan kesehatan tanpa ditemani orang tua

C. Pengkajian seksual pada Lansia


Seksualitas pada usia lansia 65 tahun ke atas
1. Aktivitas seksual lebih berkurang
2. Sekresi vagina berkurang, payudara mengalami atrofi
Atrofi adalah pengecilan atau penyusutan jaringan otot atau jaringan
saraf. Atrofi adalah salah satu bentuk adaptasi yang ditandai oleh
berkurangnya ukuran sel jaringan atau organ di dalam tubuh.
3. Laki-laki menghasilkan sperma lebih sedikit dan memerlukan waktu
lebih lama untuk dapat ereksi dan ejakulasi

6
BAB III
PENUTUP

Kesimpulan

Seksualitas adalah bagaimana seseorang merasa tentang diri mereka dan


bagaimana mereka mengkomunikasikan perasaan tersebut kepada orang lain
melalui tindakan yang dilakukannya seperti sentuhan, pelukan, ataupun perilaku
yang lebih halus seperti isyarat gerak tubuh, cara berpakaian, dan perbendaharaan
kata, termasuk pikiran, pengalaman, nilai, fantasi, emosi. Pada perkembangannya
seksualitas pada anak, remaja, dan lansia mengalami perbedaan yang menonjol.

7
DAFTAR PUSTAKA

Mutasya Fitrah Umi, dkk. 2016. Jurnal Faktor-faktor yang berhubungan


dengan Usia Menarche Siswi SMP Adabiah. Fakultas Kedokteran
Universitas Andalas Sumatera Barat. Volume 5, Nomor 1

Karim Mutia Ashril. 2017. Jurnal Atrofi pada usia Lansia. Attribution
Non-Commercial (BY-NC). Jakarta.