Anda di halaman 1dari 10

[VOLUME 4 NOMOR 2, OKTOBER] 2017

PENGEMBANGAN MODEL BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK


PEMECAHAN MASALAH UNTUK MENINGKATKAN KEMATANGAN
KARIR SISWA PADA SMK NEGERI 11 SEMARANG

Alber Tigor Arifyanto


E-mail : tigoralber@gmail.com

ABSTRACT

Result of preliminary studies in SMK Negeri 11 Semarang found that 7,61 % students were
at low levels of career maturity. Guiding and counseling teachers had done some efforts to
enhance students’ career maturity by using group guidance model with problem-solving
techniques. This study was aimed as follows: (1) to investigate the implementation of
guidance and group counseling career maturity of class XI students majoring in graphic
preparation, (2) to find effective models to help improve students' career maturity, (3) to
determine the effectiveness of group guidance models by problem solving techniques to
enhance students' career maturity and (4) to know the effectiveness of group guidance model
using problem-solving techniques in increasing students’ career maturity.This study used
educational research and development method. The field testing of the guidance group model
using problem-solving techniques was proven to be effective in improving students' career
maturity. This was indicated by the changes in the level of career maturity of students before
being given treatment (pre-test) and after being given a treatment (post-test), i.e. there was
increasing value of 14.97%.

Keywords: career maturity; group guidance model; problem-solving techniques.

19
[VOLUME 4 NOMOR 2, OKTOBER] 2017

ABSTRAK

Hasil studi pendahuluan pada SMK Negeri 11 Semarang ditemukan sebanyak 7,61%
siswa dengan tingkat kematangan karir rendah. Guru BK telah melakukan upaya
meningkatkan kematangan karir salah satunya melalui layanan bimbingan
kelompok, namun masih belum optimal. Sehingga perlu dikembangkan model
bimbingan kelompok yang dapat membantu meningkatkan kematangan karir siswa,
salah satu alternatif tersebut adalah melalui bimbingan kelompok dengan teknik
pemecahan masalah. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) memperoleh gambaran
pelaksanaan bimbingan kelompok pada SMKN 11 Semarang, (2) mengetahui tingkat
kematangan karir siswa kelas XI-PS, (3) menemukan model yang efektif untuk
membantu meningkatkan kematangan karir siswa, dan (4) mengetahui keefektifan
model bimbingan kelompok dengan teknik pemecahan masalah dalam
meningkatkan kematangan karir siswa. Penelitian ini menggunakan metode Research
and Development. Hasil uji lapangan diketahui bahwa model bimbingan kelompok
dengan teknik pemecahan masalah terbukti efektif dalam meningkatkan
kematangan karir siswa yaitu terjadi peningkatan sebesar 14,97%.

Kata kunci : Kematangan karir, model bimbingan kelompok, teknik pemecahan


masalah.

A. PENDAHULUAN
Siswa SMK merupakan sosok jurusan yang telah dipilihnya saat ini.
remaja yang salah satu tugas Permasalahan ini penting untuk
perkembangannya adalah berkaitan diperhatikan sehubungan dengan
dengan karir dan pendidikan lanjut. berbagai kebingungan yang dialami
Menurut Ginzberg dalam Suherman siswa dalam menentukan arah
(2009:90) menyebutkan masa remaja karirnya. Berdasarkan hasil penelitian
usia 11 sampai 18 tahun berada pada yang dilakukan Saka, Gati, dan Kelly
masa tentatif yaitu remaja memiliki (2008) tentang pemilihan karir remaja.
pilihan karir hanya berdasarkan pada Remaja yang tidak memiliki pilihan
rasa ketertarikan dan kesenangan atau karir yang jelas cenderung memiliki
minat, sedangkan faktor-faktor lain gangguan emosi dan kepribadian
tidak dipertimbangkan. Menyadari seperti pesimistis, gangguan
bahwa minatnya selalu berubah-ubah kecemasan (anxiety), dan konsep diri
maka ia mulai menanyakan kepada negatif serta self esteem yang rendah.
dirinya sendiri apakah dia memiliki Hasil studi pendahuluan yang
kemampuan melakukan suatu peneliti lakukan masih terdapat siswa
pekerjaan dan apakah kemampuan itu dengan kematangan karir rendah. Hal
cocok dengan minatnya. ini di kemukakan oleh SN (guru BK)
Permasalahan karir yang yang menyebutkan bahwa “ tingkat
terjadi pada siswa biasanya berkaitan kematangan karir siswa SMK pada
dengan kurang mantapnya pilihan umumnya tergolong tinggi, namun

20
[VOLUME 4 NOMOR 2, OKTOBER] 2017

juga masih terdapat siswa dengan perubahan yang ada pada dirinya dan
tingkat kematangan karir rendah”. lingkungannya, dan membuat pilihan-
Hasil ini didukung oleh analisis pilihan baru, keputusan keputusan
terhadap instrumen inventori atau penyesuaian yang selaras dengan
kematangan karir yang peneliti tujuan dan nilai hidupnya. Teknik
sebarkan kepada siswa kelas X jurusan pemecahan masalah mengajarkan
persiapan grafika SMKN 11 Semarang pada individu bagaimana pemecahan
tahun ajaran 2011/2012, yaitu masih masalah secara kreatif dan sistematis.
terdapat siswa dengan tingkat Tujuan penelitian ini adalah 1)
kematangan karir rendah yakni 8 Memperoleh gambaran pelaksanaan
siswa. bimbingan kelompok pada SMK
Uraian diatas menunjukkan Negeri 11 Semarang, 2 Mengetahui
masih terdapat siswa yang memiliki kondisi riil kematangan karir siswa
kematangan karir yang rendah yang kelas XI jurusan Persiapan Grafika
ditandai belum mengenal dan SMK Negeri 11 Semarang. 3)
menemukan potensi dirinya, belum Tersusunnya model bimbingan
memahami sepenuhnya jurusan yang kelompok dengan teknik pemecahan
telah ia masuki, belum mengenal masalah yang efektif untuk
secara luas berbagai pekerjaan dan meningkatkan kematangan karir siswa
kemungkinan mendapatkannya, juga kelas XI jurusan Persiapan Grafika
hal-hal lain yang terkait dengan karir SMK Negeri 11 Semarang, dan 4)
siswa. Mengetahui efektifitas pelaksanaan
Penggunaan teknik pemecahan layanan bimbingan kelompok dengan
masalah dalam kegiatan bimbingan teknik pemecahan masalah untuk
kelompok mempunyai banyak fungsi meningkatkan kematangan karir siswa
selain dapat lebih memfokuskan kelas XI jurusan Persiapan Grafika
kegiatan bimbingan kelompok SMK Negeri 11 Semarang.
terhadap tujuan yang ingin dicapai,
juga dapat membuat suasana yang B. METODE PENELITIAN
terbangun dalam kegiatan bimbingan Penelitian ini menggunakan metode
kelompok lebih bergairah dan tidak penelitian dan pengembangan
cepat membuat siswa jenuh (research and development). Dengan
mengikutinya. Teknik pemecahan prosedur pengembangan sebagai
masalah merupakan suatu proses berikut,
kreatif dimana individu menilai

21
[VOLUME 4 NOMOR 2, OKTOBER] 2017

TAHAP I
Persipan TAHAP II TAHAP III
Pengembangan Model Merancang
Uji Kelayakan
: Model BKp Model Hipotetik
1. Studi lapangan (telaah Dengan Teknik Uji kelayakan rasional
kondisi obyektif Pemecahan model oleh pakar dan
lapangan) Masalah praktisi
2. Kajian pustaka Hipotetik
3. Kajian hasil penelitian
TAHAP IV
TAHAP V Perbaikan Model
Uji Lapangan Hipotetik
(Empirik) Model Perbaikan model hipotetik
Hipotetik (Teruji I)

TAHAP VI
Model “Akhir” Bimbingan Kelompok Dengan Teknik
Pemecahan Masalah Untuk Meningkatkan Kematangan
Karir Siswa

Bagan 1. Tahapan Prosedur Pengembangan

2.1 Desain Uji Coba Model Bimbingan Kelompok


Desain penelitian ini membandingkan hasil pretest dan
menggunakan one group pretest-posttest posttest satu kelompok subyek
design. Menurut Sugiyono (2009:111), penelitian saja tanpa ada kelompok
uji keefektifan dalam desain one group pembanding. Dengan rumus sebagai
pretest-posttest design adalah dengan berikut:

O1 X O2
02

Gambar 1. Skema One Group Pretest Posttest Design

2.2 Subyek Ujicoba


Hasil analisis terhadap berjumlah 105 siswa, menunjukkan
instrumen inventori kematangan karir masih terdapat 8 siswa yang memiliki
yang diberikan kepada siswa kelas X- kematangan karir rendah. Kemudian
PS (X-PS.1, X-PS.2 dam X.PS.3) yang

22
[VOLUME 4 NOMOR 2, OKTOBER] 2017

peneliti menjadikan 8 siswa tersebut digunakan sebagai dasar untuk


sebagai subyek penelitian menyusun model “akhir” bimbingan
2.3 Instrumen Pengumpul Data kelompok dengan teknik pemecahan
Instrumen pengumpul data masalah untuk meningkatkan
yang digunakan meliputi: skala kematangan karir siswa di SMK
psikologis, panduan wawancara, Negeri 11 Semarang.
pedoman observasi dan instrument Sedangkan untuk mengetahui
validasi. efektifitas model bimbingan kelompok
2.4 Teknik Analisa Data dengan teknik pemecahan masalah
Analisa data dalam penelitian untuk meningkatkan kematangan
ini dilakukan dalam 3 tahap, yaitu : karir adalah dengan Uji –t, uji-t
1) Analisis Data Penelitian Tahap dilakukan untuk menguji perubahan
Pertama yag terjadi akibat suatu perlakuan
Analisis data penelitian pada peneliti terhadap subyek penelitian
tahapan ini dilakukan secara dan membandingkan skor pre test dan
kuantitatif dan kualitatif. Prosedur post test (Sugiyono, 2009).
kuantitatif dilakukan dengan
menghitung prosentase tingkat
C. HASIL DAN PEMBAHASAN
kematangan karir siswa siswa.
3.1 Profil Pelaksanaan Layanan
Prosedur kualitatif dilakukan untuk
Bimbingan Kelompok di SMK
memaknai deskripsi kondisi objektif
Negeri 11 Semarang
tentang: (1) kebutuhan akan
peningkatan kematangan karir siswa,
Berdasarkan hasil wawancara
(2) pelaksanaan layanan bimbingan
dengan kepala sekolah, 2 orang guru
kelompok di sekolah.
dan 2 orang siswa diperoleh informasi
2) Analisis Data Penelitian Tahap
bahwa program bimbingan dan
Kedua
konseling telah dibuat terencana mulai
Analisis data pada tahap ini
dari program tahunan sampai
dilakukan secara kualitatif. Bentuk
program mingguan dan telah
analisisnya adalah menelaah kondisi
dikonsultasikan dengan kepala
objektif: kebutuhan siswa akan
sekolah. Guru BK pada SMK Negeri 11
peningkatan kematangan emosional,
Semarang telah membuat program BK,
dan pelaksanaan layanan bimbingan
program ini dibuat berdasarkan
kelompok sebagai dasar untuk
analisis kebutuhan yang dilakukan
merumuskan model “awal” layanan
diawal tahun ajaran baru. Salah satu
bimbingan kelompok dengan teknik
layanan yang diprogramkan adalah
pemecahan masalah di SMK Negeri 11
layanan bimbingan kelompok, layanan
Semarang. Analisis ini dipertajam
ini telah diberikan kepada siswa yang
dengan masukan dan hasil validasi.
memiliki masalah atau dalam rangka
menyelesaikan suatu permasalahan.
3) Analisis Penelitian Tahap Ketiga
Bimbingan kelompok yang
Data penelitian tahap ketiga
dilaksanakan mengikuti 4 tahapan
dianalisis secara kualitatif dan
yaitu tahap pembentukan, peralihan,
kuantitatif. Bentuk analisis kualitatif
inti/kegiatan dan tahap pengakhiran
yang dilakukan adalah menelaah
proses implementasi model dan

23
[VOLUME 4 NOMOR 2, OKTOBER] 2017

atau penutup, hal ini dilakukan rendah, khususnya kelas X-PS.


dengan teknik diskusi. Informasi tersebut diperkuat lagi
3.2 Profil Tingkat Kematangan Karir dengan analisis instrumen inventori
Siswa kematangan karir yang peneliti sebar
Berdasarkan hasil wawancara kepada siswa X-PS yang menunjukkan
dengan guru pembimbing diperoleh terdapat 8 siswa dengan kematangan
informasi bahwa masih terdapat siswa karir rendah. Untuk lebih jelasnya
dengan kematangan karir yang dapat dilihat pada grafikl berikut:

80
71,43%
60 75

40
20,95%
20 5,71%
22 1,90%
0 6 2
Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat
rendah
Tabel 1. Profil Umum Tingkat Kematangan Karir Siswa

3.3 Hasil Pengembangan

Model bimbingan meningkatkan kematangan karir siswa


kelompok yang dimaksud dalam bab pada SMK Negeri 11 Semarang Kota
ini adalah pengembangan model Semarang yang disusun untuk tesis
bimbingan kelompok dengan teknik bidang bimbingan dan konseling.
pemecahan masalah untuk

Pengembangan model bimbingan kelompok terlihat pada tabel berikut:

Model BKp Teknik Pemecahan Masalah Untuk


No BKp di SMKN 11 Semarang
Meningkatkan Kematangan Karir Siswa
1 Rasional: Rasional:
BKp adalah yang diberikan Bimbingan kelompok dengan teknik pemecahan
kepada sekelompok masalah adalah upaya membantu siswa yang
individu yang dilakukan melalui kegiatan kelompok, yang
dilakukan/dipimpin oleh dipimpin oleh pemimpin kelompok dengan
guru BK dalam membahas memanfaatkan dinamika kelompok, yang
masalah-masalah aktual beranggota 8-10 orang, menggunakan teknik
yang dialami oleh siswa pemecahan masalah, membahas topik-topik tentang
yang beranggotakan 10-15 karir dalam upaya meningkatkan kematangan karir
orang. siswa.
2 Tujuan: Tujuan:
Pencegahan, pemeliharaan a. Umum, untuk meningkatkan pengetahuan,
dan pengembangan pemahaman dan sikap terhadap karir.
terhadap berbagai masalah b. Khusus, peningkatan kematangan karir siswa.
yang dialami siswa

24
[VOLUME 4 NOMOR 2, OKTOBER] 2017

3 Materi: Materi:
Berdasarkan analisis IKMS Materi telah disusun secara sistematis, namun
atau muncul saat bersifat fleksibel yaitu berubah sesuai kondisi yang
pelaksanaan bimbingan dialami anggota. Namun demikian tema-temanya
kelompok masih tetap berkaitan dengan aspek kematangan
karir
4 Komponen utama Komponen utama
a. Pemimpin kelompok a. Pemimpin kelompok
b. Anggota kelompok b. Anggota kelompok
c. Teknik diskusi bebas c. Teknik diskusi pemecahan masalah
d. Materi d. Materi tentang aspek-aspek kematangan karir
5 Pelaksanaan Pelaksanaan
Melalui 4 tahap : tahap Melalui 4 tahap yaitu:
pembentukan, tahap a. tahap pembentukan
peralihan, tahap kegiatan, b. tahap peralihan
dan tahap pengakhiran c. tahap kegiatan
- tahap produktivitas(identifikasi masalah,
eksplorasi masalah, menetapkan tujuan,
membuat alternatif pemecahan masalah, dan
mengkaji solusi terbaik).
- tahap realisasi (implementasi dan evaluasi).
d. tahap pengakhiran
6 Evaluasi: Evaluasi:
Laiseg dan laijapen Laiseg
Unsur yang dinilai: Unsur yang dinilai: kemampuan, partisipasi,
kemampuan, partisipasi, perubahan sikap yang menekankan pada
perubahan sikap. kematangan karir
Tabel 1. Pengembangan Model Bimbingan Kelompok dengan Teknik Pemecahan
Masalah

3.4 Uji Keefektivan Model Bimbingan Kelompok dengan Teknik Pemecahan


Masalah untuk Meningkatkan Kematangan Karir Siswa

Berdasarkan nilai hasil menjawab hipotesis penelitian adalah


perhitungan Uji Normalitas dengan membandingkan perbedaan
Kolmogorov Smirnov nampak bahwa antara skor pree-test dan skor post-test
nilai Kolmogorov Smirnov = 0,958 dengan analisis paired sample t-test
dengan probabilitas 0,317. Oleh karena yang merupakan uji beda dua sampel
nilai probabilitasnya >0,05 maka data berhubungan atau sampel
tersebut berdistribusi normal. berpasangan. Paparan lebih rinci akan
Untuk menguji keefektifan dijelaskan dalam tabel berikut:
model bimbingan kelompok yang
dikembangkan sekaligus untuk

25
[VOLUME 4 NOMOR 2, OKTOBER] 2017

Paired Samples Test

Paired Differences

Std. Std. Error


Mean Deviation Mean T df Sig. (2-tailed)

Pair 1 Kematangan karir (Pretest) 8.12500 4.35685 1.54038 5.275 7 .001


- Kematangan karir
(Posttest)
Tabel 2. Hasil Pengujian Perbedaan Mean Pree-test dan Post-test

Tabel diatas menunjukkan senang memperoleh peningkatan


bahwa tingkat kematangan karir siswa pemahaman, pengetahuan dan
mengalami peningkatan antara keterampilan baru dalam menerapkan
sebelum dengan sesudah diberikan model ini.
layanan bimbingan kelompok dengan Berdasarkan hasil analisis
teknik pemecahan masalah. Hal ini data menunjukkan bahwa tujuan dari
dapat dilihat dari nilai t= 5,275, ttabel model bimbingan kelompok dengan
dengan nilai N = 8, maka derajat teknik pemecahan masalah ini
kebebasan (8-1)= 7 pada taraf tercapai, yakni dengan adanya
signifikansi 5 % adalah 2,365. Jadi nilai peningkatan kematangan karir siswa
thitung (5,275) > ttabel (2,365). kelas XI-PS pada SMK Negeri 1
Kesimpulannya adalah Hipotesa Semarang setelah mendapatkan
alternatif (Ha) diterima, berarti ada bimbingan kelompok dengan teknik
perbedaan antara hasil pre-test dengan pemecahan masalah yaitu sebesar
hasil post-test. maka dapat dikatakan 14,97%. Dari hasil uji statistik paired
bimbingan kelompok dengan teknik samples test juga menunjukkan nilai
pemecahan masalah efektif untuk thitung (5,275) > ttabel (2,365), yang berarti
meningkatkan kematangan karir bimbingan kelompok dengan teknik
siswa. pemecahan masalah efektif dalam
meningkatkan kematangan karir
3.5 Pembahasan Produk Akhir siswa.
Penelitian yang telah Schutz dalam Uygulama (2009:
dilakukan menunjukkan bahwa 68) menyatakan bahwa Pengalaman
implementasi model bimbingan yang didapatkan dalam bimbingan
kelompok dengan teknik pemecahan kelompok meletakkan penekanan
masalah pada SMK Negeri 11 khusus pada keterbukaan, kejujuran,
Semarang memberikan dampak yang pelaporan diri, tanggung jawab,
positif bagi peningkatan kematangan empati, dan kesadaran diri sendiri,
karir siswa. Memberikan dampak dan atribut fisik. Lebih lanjut ia
yang positif juga bagi konselor mengemukakan bahwa suasana
sekolah, dimana konselor merasa berbagi dalam bimbingan kelompok

25
[VOLUME 4 NOMOR 2, OKTOBER] 2017

memberikan pengalaman yang bisa langkah sistematis tersebut akan


membantu individu menemukan cara mengajarkan individu mengalami
baru dalam pemecahan masalah. proses berpikir analisis sintesis,
Prayitno, dkk (1998:90) sehingga teknik ini sangat tepat
menegaskan bahwa penyelenggaraan digunakan dalam meningkatkan
layanan bimbingan kelompok yang kematangan karir siswa.
berkualitas melalui penerapan Model bimbingan kelompok
kegiatan dinamika kelompok yang yang dikembangkan ini relevan
efektif ditandai dengan hadirnya dengan kebutuhan di lapangan yang
suasana kejiwaan yang sehat di antara menunjukkan perlunya upaya
peserta layanan, meningkatnya strategis untuk meningkatkan
spontanitas, lahirnya perasaan positif kematangan karir serta meningkatkan
(seperti senang, gembira, rileks, mutu pelayanan bimbingan konseling.
nikmat, puas, bangga), meningkatkan Model bimbingan kelompok dengan
minat atau gairah untuk lebih terlibat teknik pemecahan masalah dapat
dalam proses kegiatan, memberikan rambu-rambu dan
memungkinkan terjadinya katarsis. langkah-langkah proses pemecahan
Kemudian Winkel dan Hastuti masalah secara sistematis baik bagi
(2004:555) menambahkan bahwa guru BK maupun memberikan
keberhasilan dalam kegiatan pelajaran kepada siswa, agar dapat
bimbingan kelompok juga tergantung menerapkannya dalam kehidupan
dari kadar motivasi serta minat para sehari-hari. Sehingga bimbingan
konseli dan kesediaannya untuk kelompok dengan teknik pemecahan
melibatkan diri secara aktif dalam masalah ini dapat dijadikan sebagai
mengikuti proses kegiatan. sebuah layanan alternatif yang efektif
Bimbingan kelompok dengan dalam upaya mengatasi berbagai
teknik pemecahan masalah ini sangat persoalan yang dialami siswa di
tepat diberikan kepada siswa dalam sekolah.
menyelesaikan berbagai permasalahan
yang dialaminya serta akan D. SIMPULAN
memandirikan siswa dalam Komponen Model bimbingan
menghadapi perubahan yang terjadi kelompok dengan teknik pemecahan
baik pada dirinya maupun pada masalah untuk meningkatkan
lingkungan. Hal ini sejalan dengan kematangan karir siswa terdiri dari: a)
pendapat Romlah (2006:93) yang rasional, b) tujuan, c) asumsi, d)
mengemukakan bahwa teknik target intervensi, e) peran dan
pemecahan masalah merupakan kompetensi konselor, f) materi, g)
teknik yang pokok untuk hidup dalam tahap-tahap model, dan g) evaluasi
masyarakat yang penuh dengan dan indikator keberhasilan. Hasil
perubahan-perubahan, teknik penilaian kelayakan model dari pakar
pemecahan masalah membantu dan praktisi menunjukkan bahwa
individu mempersiapkan untuk dapat model yang dirancang layak untuk
menyesuaikan diri sepanjang dilaksanakan dan dipraktekkan di
hayatnya. Bimbingan kelompok sekolah khususnya bagi siswa tingkat
dengan teknik pemecahan masalah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
dengan menggunakan langkah- Model bimbingan kelompok dengan

27
[VOLUME 4 NOMOR 2, OKTOBER] 2017

teknik pemecahan masalah yang Romlah. 2006. Teori dan praktek


dikembangkan terbukti efektif untuk bimbingan kelompok. Malang:
meningkatkan kematangan karir Universitas Negeri Malang
siswa. Uji keefektifan model Sharf, Richard S. (2001). Applying
dibuktikan dengan uji statistik career development theory to
parametrik t-test. Hasilnya diperoleh counseling. California: Thomson
nilai probabilitas dibawah 0,05 Broke/Cole Publishing
(0,001<0,05) artinya hasil akhir Company.
penelitian menunjukkan ada
perbedaan/perubahan peningkatan Sugiyono. 2009, Metode penelitian
kematangan karir siswa antara pendidikan, pendekatan kuantitatif ,
sebelum dan sesudah diberikan kualitatif I. Bandung: Alfabeta.
layanan bimbingan kelompok dengan Supriatna, M. (2009). Layanan
teknik pemecahan masalah. Sehingga bimbingan karir di sekolah
dapat dikatakan bahwa bimbingan menengah. Bandung: Departemen
kelompok dengan teknik pemecahan Pendidikan Nasional Universitas
masalah efektif untuk meningkatkan Pendidikan Indonesia.
kematangan karir siswa.
Uygulama & Egitimde Kuram. 2009
E. DAFTAR RUJUKAN Effectiveness of a group guidance
program on realistic study field
Hartinah, Sitti. 2009. Konsep Dasar choice among first year high school
Bimbingan Kelompok. Bandung : students (jurnal online). ISSN:
PT Refika Aditama 1304-9496. Diperoleh dari FTP:
Mantha and Sivarama Krisna, 2001. http://eku.comu.edu.tr/index/5
Handbook on Problem-solving Skills /1/daydin.pdf. Journal of
for Public Managers. Centre For Theory and Practice in Education
Good Governance. Volume 5 (1). Çanakkale Onsekiz
Mart University, Faculty of
Prayitno dan Amti, Erman., 2001. Education.
Layanan bimbingan dan konseling
kelompok. (L6 & L 7). Padang: Wibowo, M.E. 2004. Modul pelayanan
Jurusan Bimbingan dan bimbingan dan konseling di sekolah.
Konseling FIP UNP Semarang: LPMP
Prayitno. 2004. Layanan informasi, Winkel W.S dan Sri Hastuti. 2005.
layanan bimbingan dan konseling Bimbingan dan konseling di institusi
kelompok. (L2, L6 & L7). Padang: pendidikan. Yogyakarta: Media
Jurusan Bimbingan dan Abadi
Konseling FIP UNP

28