Anda di halaman 1dari 29

LAPORAN AKHIR KULIAH KERJA LAPANGAN

PEMELIHARAAN TANAMAN KELAPA SAWIT (Elaeis


guineensis Jacq.) BELUM MENGHASILKAN DI KEBUN
PT. KEN BROTHERS MULIA SEJAHTERA
TANJUNG JABUNG TIMUR, JAMBI

OLEH :
YESI OKTAVIA
D1A016138

PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI


FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS JAMBI
2019
HALAMAN PENGESAHAN

PEMELIHARAAN TANAMAN KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.)


BELUM MENGHASILKAN DI KEBUN PT. KEN BROTHERS MULIA
SEJAHTERA TANJUNG JABUNG TIMUR, JAMBI

YESI OKTAVIA

D1A016138

Jambi, ………..

Mengetahui, Menyetujui

Wakil Dekan Bidang Akademik, Pembimbing


Kerjasama Dan Sistem Informasi

(Dr.Ir.Wilyus, M.Si) (Dr. Ir. Aryunis,MP)


NIP. 19640923199103031002 NIP. 196010081989022001

i
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT, dengan karunia-Nya


penulis dapat menyelesaikan Laporan Akhir Kuliah Kerja Lapangan yang berjudul
“Pemeliharaan Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) Belum
Menghasilkan Di Kebun PT. Ken Brothers Mulia Sejahtera Tanjung Jabung
Timur, Jambi”
Pada kesempatan ini, penulis juga mengucapkan terima kasih kepada pihak-
pihak yang turut andil dalam penulisan laporan akhir kuliah kerja lapangan ini,
yaitu:
1. Kedua Orang Tua saya yang selalu memberikan dukungan moril maupun
material sehingga kegiatan kuliah kerja lapangan ini berjalan dengan baik,
2. Pembimbing Magang, Ibu Dr.Ir.Aryunis, MP yang telah memberikan
bimbingan dan arahan dalam penulisan laporan akhir kuliah kerja lapangan,
3. Komisi Magang yang telah memberikan pengarahan serta memfasilitasi
penulis selama mengikuti kegiatan kuliah kerja lapangan
4. Pembimbing Lapangan, bapak M Taufik yang telah membimbing selama
kegiatan di lapangan
5. Seluruh staf dan karyawan PT Ken Brothers Mulia Sejahtera yang telah
bersedia menerima, mengakomodasi, membimbing, berbagi pengalaman
dan ilmu selama berada di lapangan dan
6. Teman-teman seperjuangan selama mengikuti kegiatan kuliah kerja
lapangan, bagas, indra, fauzan, eka, dan zul
Penulis menyadari bahwa laporan ini belum mendekati sempurna. Oleh
karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun untuk
penyempurnaan penilisan laporan ini di kemudian hari. Semoga laporan akhir
kuliah kerja lapangan ini dapat memberikan manfaat bagi pihak yang membacanya.
Jambi, November 2019

Penulis

ii
DAFTAR ISI

HALAMAN PENGESAHAN ............................................................................. i


KATA PENGANTAR ......................................................................................... ii
DAFTAR ISI........................................................................................................ iii
DAFTAR GAMBAR ........................................................................................... iv
DAFTAR LAMPIRAN ....................................................................................... v
I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang ........................................................................................... 1
1.2 Tujuan......................................................................................................... 2

II. METODE PELAKSANAAN


2.1 Waktu dan Tempat ..................................................................................... 3
2.2 Ruang Lingkup Kegiatan ........................................................................... 3
2.3 Metode Pengumpulan Data ........................................................................ 3

III. KEADAAN PERUSAHAAN


3.1 Gambaran Umum Instansi/Perusahaan ...................................................... 3
3.2 Kegiatan Perusahaan .................................................................................. 3

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN


4.1 Hasil ........................................................................................................... 3
4.2 Pembahasan ................................................................................................ 3

V . PENUTUP
5.1 Kesimpulan................................................................................................. 3
5.2 Saran ........................................................................................................... 3

DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................... 5


LAMPIRAN .................................................................................................... 6

iii
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1. bagan organisasi .................................................................................... 5
Gambar 2. apel pagi ................................................................................................ 6
Gambar 3. kegiatan stacking ................................................................................... 7
Gambar 4. normalisasi sungai ................................................................................. 7
Gambar 5. pemupukan ............................................................................................ 9
Gambar 6a buah yg siap panen, 6b panen tbs ....................................................... 10
Gambar 7. kegiatan penyisipan ............................................................................. 12
Gambar 8. hasil kastrasi ........................................................................................ 15
Gambar 9. pemupukan kieserite di TBM .............................................................. 16
Gambar 10. kegiatan penyemprotan diareal TBM ................................................ 18

iv
DAFTAR LAMPIRAN
1. peta administrasi kebun bukit naga ................................................................... 21
2. fasilitas kebun KBMS ....................................................................................... 23

v
I. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Dalam sektor perekonomian Indonesia, komoditas kelapa sawit memegang


peranan yang cukup strategis karena komoditas ini punya prospek yang cerah
sebagai sumber devisa. Di samping itu, minyak kelapa sawit merupakan bahan baku
utama pembuatan minyak goreng yang banyak digunakan di seluruh dunia,
sehingga secara terus menerus mampu menjaga stabilitas harga minyak sawit.
Komoditas ini pun mampu menciptakan kesempatan kerja yang luas dan
meningkatkan kesejahteraan masyarakat (Risza, 2010). Kelapa sawit merupakan
tanaman penghasil minyak nabati terbanyak dan memiliki keunggulan diantara
tanaman penghasil minyak nabati lain. Keunggulan tersebut diantaranya tahan lebih
lama, tidak cepat bau, dan tahan terhadap tekanan dan suhu tinggi (Sunarko,2007)
Indonesia merupakan negara penghasil kelapa sawit, pada tahun 2016
sampai dengan 2017, areal perkebunan kelapa sawit tersebar di 25 provinsi yaitu
seluruh provinsi di Pulau Sumatera dan Kalimantan, Provinsi Jawa Barat, Banten,
Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat,
Gorontalo, Maluku, Papua dan Papua Barat. Provinsi Jambi menjadi salah satu
sentra penghasil kelapa sawit di Indonesia. Berdasarkan status pengusahaannya,
perkebunan kelapa sawit dibedakan menjadi perkebunan rakyat (PR), perkebunan
besar negara (PBN), dan perkebunan besar swasta (PBS). Dari ketiga jenis
pengusahaan tersebut, PBS menguasai 50,77% luas areal kelapa sawit Indonesia,
PR 37,45%, dan PBN hanya 11,67%.
Pemeliharaan tanaman adalah bagian cukup penting untuk memperoleh
hasil produksi yang lebih maksimum setelah melalui proses persemaian,
pembukaan lahan dan penanaman pohon di lapangan yang diikuti dengan
penanaman penutup tanah untuk memperkecil pertumbuhan gulma maka saatnya
untuk melanjutkan pemeliharaan. Pemeliharaan Tanaman Belum Menghasilkan
adalah awal dari penentuan tinggi rendahnya tandan yang akan dihasilkan setelah
pada awal telah diikuti dengan sistem yang telah diatur sehingga tanaman dapat
disebut “TBM“. Pemeliharaan tanaman dimaksudkan untuk menciptakan kondisi
lingkungan tumbuh optimal bagi tercapainya pertumbuhan dan produksi optimal
tanaman yang dibudidayakan.
Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) adalah tanaman yang sampai pada
saat pengamatan belum pernah memberikan hasil, karena masih muda atau tanaman
sudah cukup umur tetapi belum dapat menghasilkan karena tidak cocok dengan
iklim, ketinggian tempat, kondisi tanah dan sebagainya. Tanaman Menghasilkan
(TM) adalah tanaman yang sebelum saat pengamatan pernah memberikan hasil dan
masih akan memberikan hasil, meskipun pada saat pengamatan sedang tidak
menghasilkan (badan pusat statistic, 2016). Adapun yang di maksud dengan TBM
pada kelapa sawit adalah masa sebelum panen (dimulai dari saat tanam sampai
panen pertama berlangsung 30-36 bulan. Adapun Tujuan dari Pemeliharaan TBM
adalah untuk mendapatkan pertumbuhan tanaman yang seragam dan berproduksi
tinggi. Manfaat pemeliharaan TBM mengoptimalkan pertumbuhan vegetatif
tanaman sawit sebagai penunjang pertumbuhan generatif yang berproduksi tinggi.
PT. Ken Brother Mulia Sejahtera memiliki dua kebun tanaman kelapa yang
sawit, kebun pertama memiliki luas ± 500 ha dan kebun kedua memiliki luas ± 100
ha. Pemeliharaan kelapa sawit yang baik perlu dilakukan untuk mencapaian
kualitas dan kuantitas tandan buah segar (TBS) yang baik, oleh karena itu penulis
tertarik untuk “memahami dan mempelajari tentang bagaimana pihak PT. Ken
Brother Mulia Sejahtera memelihara tanaman kelapa sawit belum
menghasilkan (TBM)”.
1.2 Tujuan
Tujuan Umum :
1. Mengetahui penerapan teori yang diterima di jenjang akademik dengan
praktek yang dilakukan dilapangan.
2. Mempererat dan meningkatkan hubungan kerjasama antara perguruan
tinggi dan perusahaan atau instansi kuliah kerja lapangan.
3. meningkatkan kemampuan teknis lapangan dan manajerial dalam
melaksanakan kegiatan.
Tujuan khusus :
1. mempelajari cara pemeliharaan tanaman kelapa sawit belum
menghasilkan di PT. Ken Brothers Mulia Sejahtera.

2
II. METODE PELAKSANAAN

2.1 Waktu dan Tempat


Pelaksanaan kegiatan KKL ini akan dilaksanakan selama 8 minggu yaitu pada
tanggal 02 September sampai dengan minggu tanggal 02 November 2019.
Pelaksanaan kegiatan kuliah kerja lapangan dilaksanakan di kebun PT Ken Brothers
Mulia Sejahtera, Desa Sungai Toman, Kec Mendahara Ulu, Kab. Tanjung Jabung
Timur
2.2 Ruang Lingkup Kegiatan
Ruang lingkup kegiatan KKL ini dilakukan secara umum, yaitu
mempelajari segala aspek kegiatan atau pekerjaan yang dilakukan oleh PT. Ken
Brother Mulia Sejahtera dalam pemeliharaan tanaman kelapa sawit.
Kegiatan secara khusus, melihat dan mengumpulkan informasi yang
dilakukan oleh PT Ken Brothers Mulia Sejahtera yang berkaitan dengan
manajemen dan pemeliharaan kelapa sawit. Pemeliharaan itu sendiri meliputi
Konsolidasi tanaman (sensus-penyisipan), Pemeliharaan piringan, jalan pikul, dan
gawangan, pengendalian gulma, pengendalian hama dan penyakit, penunasan
pelepah, pemupukan tanaman dan Kastrasi.
2.3 Metode Pengumpulan Data

Kegiatan KKL yang dilaksanakan meliputi kegiatan teknis lapangan dan


kegiatan manajerial di kantor. Kegiatan-kegiatan tersebut disesuaikan dengan
jadwal yang telah ditetapkan oleh pihak PT. Ken Brother Mulia Sejahtera

Dalam pelaksanaan KKL, metode pengumpulan data yang digunakan


meliputi data primer dan data sekunder. Pengumpulan data primer dapat dilakukan
dengan :
1. Metode Observasi
Ikut serta dalam kegiatan pemeliharaan tanaman kelapa sawit seperti ;
Konsolidasi tanaman (sensus-penyisipan), Pemeliharaan piringan, jalan pikul, dan
gawangan, pengendalian gulma, pengendalian hama dan penyakit, penunasan
pelepah, pemupukan tanaman dan Kastrasi. di PT. Ken Brothers Mulia Sejahtera

3
2. Metode Diskusi
Dalam pengumpulan data dilakukan diskusi dan tanya jawab dengan
manager, Asisten kepala, Asisten Divisi, Mandor, dan para pekerja yang ada di
lapangan mengenai kegiatan yang dilaksanakan.
3. Metode wawancara
Mewawancarai secara langsung dengan pembimbing lapangan dan
karyawan PT. Ken Brothers Mulia Sejahtera yang bertujuan untuk memperoleh
keterangan dalam pengumpulan data KKL dengan bantuan pertanyaan yang sesuai
dengan tujuan dari kegiatan KKL ini.
Data sekunder adalah data yang diperoleh secara tidak langsung melalui
media perantara. Pengumpulan data sekunder dilakukan dengan menghimpun data
– data yang sudah tersedia di kantor PT. Ken Brothers Mulia Sejahtera yang
berhubungan dengan tujuan dari kegiatan KKL.
Selama melaksanakan kegiatan di lapangan mahasiswa mendokumentasikan
kegiatan yang dilakukan dalam bentuk gambar atau video.

4
III. KEADAAN PERUSAHAAN
3.1 Gambaran Umum Instansi/Perusahaan
PT. Ken Brothers Mulya Sejahtera merupakan perusahaan yang bergerak di
bidang perkebunan kelapa sawit, secara geografis perusahaan ini berada disekitar
1°-15° LS dan 103°-57° BT. Dengan ketinggian tempat 0-1000 m dpl. Secara
administrasi PT Ken Brothers Mulia Sejahtera terletak di desa sungai toman
kecamatan mendahara ulu tanjung jabung timur, luas areal perkebunan perusahaan
600 ha terbagi atas dua divisi yaitu kebun bukit naga seluas 500 ha dan kebun
kangkung 100 ha.
3.1.1 Visi dan Misi Perusahaan
1. Visi Perusahaan
“Mewujudkan perkebunan sawit yang efisien, produktif dan berkelanjutan”.
2. Misi Perusahaan
1. Menjadi perusahaaan agribisnis yang efisien dengan manajemen dan team
yang terbaik dan termotivasi.
2. Membangun perkebunan sawit yang terintegrasi dengan peternakan sapid an
dikelola secara professional.
3. Melakukan pembangunan perkebunan kelapa sawit secara berkelanjutan.
3.1.2 Struktur Organisasi Perusahaan

Owner

Manager

Audit

Asisten Kebun Administrasi

Mandor 1

Mandor
Mandor Panen
Perawatan

Gambar 1. bagan organisasi

5
3.2 Kegiatan perusahaan (kegiatan di perusahaan/instansi yang diikuti selama
Kuliah Kerja Lapangan (KKL)
Kegiatan yang di ikuti selama kuliah kerja lapangan di perusahaan yaitu :
1. Apel pagi
yaitu pemberian arahan sekaligus bentuk kedisiplinan di perusahaan ini.
Kegiatan apel pagi di PT. Ken Brothers Mulia Sejahtera (KBMS )dilakukan sesuai
dengan bentuk dan sasaran apel mulai dari asisten kebun dan mandor 1 sampai
dengan pekerja. Kegiatan apel karyawan memiliki tujuan untuk mengarahkan
pembagian kerja serta absensi karyawan setiap paginya, apel pagi dilakukan pada
pukul 06.00-06.15 WIB yang bertempat di lapangan sekitar wilayah kantor.

Gambar 2. apel pagi


2. Stacking
Stacking adalah membuka areal hutan dengan mengunakan alat berat dan
menyusun potongan-potongan kayu sesuai pancang rumpukan yang telah
ditentukan. Kegiatan stacking disini menggunakan exacapator tipe hitaci SKN-02.
Dalam menentukan titik rumpukan hal pertama yang harus diketahui adalah
menentukan arah rumpukan dengan menggunakan kompas yaitu U-S (180/0°) dan
T-B (90/270°) setelah itu baru menancapkan kayu sebagai tanda rumpukan.

6
Gambar 3. kegiatan stacking

3. Tracking
Tracking adalah pengukuran lahan menggunakan GPS untuk mengetahui
luas suatu areal.
4. Sensus pokok
Sensus Pokok adalah Mengumpulkan data pohon tiap blok, yaitu terdiri dari
tanaman mati, sisipan, titik tanam yang kosong, tanaman abnormal. Jumlah pohon
hidup didata secara akurat dan diperbahaarui setiap tahunnya.
5. Normalisasi sungai
Normalisasi sungai yaitu merubah aliran sungai dari aliran yang tidak
beraturan menjadi aliran yang beraturan dengan cara membersihkan dan
melebarkan sungai dengan menggunakan alat berat (exacapator ).

Gambar 4. normalisasi sungai

7
6. Cuci parit
Cuci parit adalah kegiatan Pencucian parit meliputi pembuangan
rumput/sampah/gulma dan sebagainya yang berada di permukaan air.
Pendalaman parit dilakukan dengan pengorekan tanah dan Lumpur. Tanah-tanah
yang berada di atas dan di bawah permukaan air dibuang ke luar parit di luar kaki
lima (>2,5 m dari bibir parit).
7. Pengawasan pemupukan
Pemupukan adalah suatu usaha/kegiatan pemberian pupuk tiap-tiap pokok
pada tanaman kelapa sawit yang dilakukan untuk menyediakan unsur hara bagi
tanaman (kelapa sawit), dalam hal ini pupuk yang dimaksud adalah jenis pupuk
Organik dan Anorganik

− Pupuk Organik
Adalah merupakan dari sisa-sisa tanaman dan atau hasil dari industi
pengolahan sawit
− Pupuk Anorganik
Adalah pupuk yang berasal dari olahan industri yang terdiri dari
Anorganik Tunggal dan Anorganik Majemuk

Tujuan dari kegiatan ini adalah agar penggunaan pupuk tepat guna dan tepat
sasaran sehingga tersedia unsur hara bagi tanaman supaya tanaman mampu
berproduksi secara maksimal.

 Persiapan pemupukan
o Menentukan blok yang akan dipupuk
o Mandor membagi/mengatur anggota sesuai dengan blok masing-
masing
o Mempersiapkan peralatan kerja dan APD yang sesuai
 Pemupukan Anorganik
o Dicek jumlah pokok yang akan dipupuk
o Dicek dosis per-pokok untuk setiap jenisnua berdasarkan dengan
Lab Sampling Unit (LSU)
o Aslap membuat surat permintaan barang gudang yang disetujui dan
diketahui atasan (FM& MK)
o Bagian gudang/logistik mengeluarkan barang/pupuk berdasarkan
permintaan
o Pupuk dimuat kedalam kendaraan pada sore hari dengan ditutup
terpal untuk dibawa pada besok pagi harinya
o Pupuk didistribusikan kelapangan dengan diletakkan dipinggir jalan
blok tanaman yang akan dipupuk

8
o Tenaga kerja pupuk harus membuka tali karung pupukyang
digunakan untuk diambil dan dimasukkan ke dalam ember
o Jenis-jenis pupuk yang ditaburkan :
 Pupuk Majemuk/NPK
 Kiserite/ Super Dolomit
o Dosis pupuk untuk TBM sesuai dengan rekomedasi pemupukan
kelapa sawit dan untuk TM sesuai rekomendasi dari analisis daun
dan tanah masing-masing blok
o Cara aplikasi
 Untuk tanaman TBM pemupukan dengan cara ditabur
dipiringan
 Untuk tanaman TM ditabur dipiringan terluar dan diluar
piringan atau di jalur gawangan mati untuk kondisi areal
yang bersih dari gulma
 System poket
 Waktu aplikasi masing-masing pupuk menyesuaikan dengan
kondisi dan cuaca
 Pemupukan organic
o Solid
 Ditumpuk diantara pokok tanaman sawit di gawangan mati
 Dosis 35-40 kg/titik
o Abu janjang
 Ditabur dilingkaran pokok piringan tanaman sawit
 Dosis 4 kg/pokok
o Tandan kosong
 Disusun antara tanaman dengan panjang x lebar (3 m x 3 m)
 Dosis 40 ton/ha

Gambar 5. pemupukan

9
8. Pembuatan titi panen
Titi panen (harvest bridge) adalah jembatan untuk mengantar buah kelapa
sawit setelah panen dari sekitar pohon menuju area pengumpulan sementara. Titi
panen diperlukan karena umumnya setiap blok terletak ditepi jalan sehingga pekerja
harus menyeberangi saluran pengairan yang mengelilingi setiap blok.
9. Pengawasan panen
Panen adalah pekerjaan potong tandan buah segar (TBS) di perkebunan
kelapa sawit. Kegiatan panen di PT Ken Brothers dilakukan setiap senin-sabtu,
kegiatan panen terbagi menjadi 6 sesi dan menggunakan system panen ancak
tetap,setiap sesi terdiri dari 16 ancak. Kelebihan dari ancak tetap adalah kebersihan
ancak lebih terjaga namun buah lebih lama keluarnya.
Kriteria buah yang dipanen yaitu buah merah serta terdapat satu brondolan
yang lepas per TBS.

(a) (b)

Gambar 6a buah yg siap panen, 6b panen tbs

10
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Teknik Pemeliharaan Tanaman Belum Menghasilkan Kelapa Sawit
(TBM)
Pemeliharaan tanaman dimaksudkan untuk menciptakan kondisi
lingkungan tumbuh yang optimal bagi tercapainya pertumbuhan dan produksi
optimal tanaman yang dibudidayakan. Tindakan pemeliharaan kelapa swit meliputi
penyiangan gulma, pemupukan, pengendalian hama dan penyakit, serta penataan
tajuk. Pemeliharaan tanaman pada komoditas perkebunan yang bersifat tahunan,
biasanya dikelompokkan kedalam tanaman belum menghasilkan ( TBM) dan
tanaman menghasilkan (TM). TBM pada kelapa sawit adalah masa sebelum panen
(dimulai dari saat tanam sampai panen pertama berlangsung 30-36 bulan. Periode
waktu TBM pada tanaman kelapa sawit terdiri dari:

 TBM 0: Menyatakan keadaan lahan sudah selesai dibuka, ditanami


kacangan penutup tanah dan kelapa sawit sudah ditanam pada tiap titik
tanam
 TBM 1: Tanaman pada tahun ke –I (0-12 bulan)
 TBM 2: Tanaman pada tahun ke –II (13-24 bulan)
 TBM 3: Tanaman pada tahun ke - III (25-30 atau 36 bulan)

Pemeliharaan TBM adalah untuk mendapatkan pertumbuhan tanaman yang


seragam dan berproduksi tinggi. Manfaat pemeliharaan TBM mengoptimalkan
pertumbuhan vegetatif tanaman sawit sebagai penunjang pertumbuhan generatif
yang berproduksi tinggi. Kegiatan pemeliharaan TBM yang dilakukan di PT Ken
Brothers Mulia Sejahtera terdiri dari :

1. Konsolidasi tanaman (sensus-penyisipan),

Konsolidasi merupakan kegiatan perawatan tanaman yang pertama kali


dilakukan setelah penanaman. Hal ini bertujuan untuk memastikan tanaman yang
ditanam tumbuh sempurna, tegak dan sehat/normal. Kegiatan sensus tanaman
TBM dilakukan untuk mengetahui persentasi kematian dari bibit yang ditanam
supaya memudahkan dakam melakukan kegiatan penyisipan.

11
Kegiatan penyisipan tanaman dilakukan untuk mengganti tanaman yang
telah mati, hilang atau kemungkinan besar tanaman tidak akan berproduksi optimal.
Kedua kegiatan sensus dan penyisipan bertujuan untuk memastikan bahwa
tanaman-tanaman yang ada di lapangan adalah tanaman produktif. Pelaksanaan
penyisipan tanaman yaitu 3-6 bulan setelah tanam, sehingga dimungkinkan
terjadinya keseragaman panen. Frekuensi waktu penyisipan tanaman dilakukan
dengan ketentuan 2-4 rotasi per tahun selama 18 bulan sejak tanam.

Cara penyisipan tanaman yaitu tanaman yang mati dicabut kemudian


ditempatkan dalam gawangan. Kemudian penyisipan tanaman dilakukan dengan
diawali pembuatan titik tanam. Penanaman dilakukan dengan mengikuti prosedur
biasa, kecuali bibit yang digunakan bibit yang lebih besar (umur ≥ 12 bulan)
sehingga dimungkinkan dilakukan pemotongan pelepah bibit. Pupuk pada saat
penyisipan tanaman, diberikan sebanyak 1,5 kali dosis pupuk per lubang dari pada
penanaman awal. Selanjutnya diperlakukan sama seperti pada tanaman lain di
sekitarnya.

Gambar 7. kegiatan penyisipan


2. Pemeliharaan piringan, jalan pikul, dan gawangan,

Pemeliharaan yakni dengan melakukan pengendalian gulma di kebun


kelapa sawit yang dilakukan pada areal piringan (lingkaran batang) dan gawangan.
Pemeliharaan piringan dan gawangan bertujuan antara lain untuk mengurangi
kompetisi gulma terhadap tanaman dalam penyerapan unsur hara, air, dan sinar
matahari dan mempermudah pekerja untuk melakukan pemupukan dan kontrol di
lapangan. Disamping itu harus dijaga supaya intensitas pengendalian gulma jangan

12
berlebihan hingga berdampak menggundulkan permukaan tanah yang
menjadikannya rawan terkena erosi.

A. Piringan dan jalan pikul

Standar pemeliharaan piringan dan jalan pikul:

 Piringan bebas dari gulma sampai radius 30 cm di luar tajuk daun atau
maksimal 180 cm dari pohon.
 Ukuran piringan untuk TBM 0 yaitu dengan jari-jari 1 meter atau
berdiameter 2 meter dari pikok tanaman, sementara untuk TBM 1-3 dengan
jari-jari 1,5 meter atau berdiameter 3 meter dari pokok tanaman.
 Piringan harus dibersihkan dari semua jenis gulma dengan cara menggaruk
rumputan ke arah luar piringan menggunakan cangkul/ parang babat
 Pembuatan jalan pikul dilakukan pada umur tanaman 6-12 bulan dengan
ratio 1 : 2 selebar 1,2 m.
 Perawatan jalan pikul dan jalan kontrol dilakukan bersamaan dengan rawat
piringan.
 Perawatan piringan pada TBM 1 (umur < 12 bulan) sebaiknya manual,
kecuali ada pertimbangan lain.
 Perawatan di TBM 3 dapat dilakukan dengan chemis
 Perawatan piringan secara kimiawi harus dilakukan dengan hati-hati supaya
tidak mengenai pelepah. Penentuan jenis herbisida dan alat semprot harus
disesuaikan dengan jenis gulma yang dominan.
 Apabila pada areal piringan terdapat ilalang sebaiknya dilakukan wiping.
B. Gawangan

Perawatan gawangan dilakukan dengan membabat semua gulma yang ada


pada gawangan dengan parang, dan memastikan bahwa pembabatan harus mepet
(panjang gulma/ anak kayu yang tersisa bekas potongan tidak lebih dari 10 cm )
pengendalian gulma dapat dilakukan dengan cara chemis.

Standar pemeliharaan gawangan adalah sebagai berikut:

 Gawangan harus bebas dari gulma kelas C dan anak kayu, sedangkan gulma
yang berguna harus dikendalikan pertumbuhannya.

13
 Ada 3 jenis gulma yang perlu dikendalikan, yaitu ilalang rumput teki –
tekian dan tumbuhan pengganggu atau anak kayu di gawangan.
 Gulma utama yang tidak boleh ada di perkebunan kelapa sawit adalah
ilalang dan gulma berkayu.
 Sedangkan untuk gulma lunak seperti digitaria sp dan jenis gulma rumput
lunak lainnya masih dapat ditoleran tidak perlu dikendalikan asalkan
tingginya tidak melebihi 15-20cm
 Ilalang pada perkebunan kelapa sawit sangat perlu dihindari. Ilalang perlu
dikendalikan karena pertumbuhannya yang cepat sehingga penyerapan
unsur hara yang cepat pula oleh ilalang akan mengganggu pertumbuhan
kelapa sawit, selain itu juga dengan kondisi populasi ilalang yang tinggi
merupakan potensi terjadinya kebakaran.
 Pengendalian lalang dapat dilakukan dengan cara penyemprotan sheet, spot,
dan dengan cara wiping.
3. Kastrasi

Kastrasi atau Ablasi merupakan aktivitas membuang semua produk


generatif, yaitu bunga jantan, betina, dan seluruh buah (yang terlanjur jadi) guna
mendukung pertumbuhan vegetatif kelapa sawit. Dalam pemeliharaan tanaman
kelapa sawit, perlu diperhatikan pertumbuhan vegetative (akar,batang dan daun) d
an pertumbuhan bunga dan buah. Pada masa pertumbuhan vegetative, munculnya
Bunga, baik jantan maupun betina dapat mengganggu perkembangan pertumbuhan
vegetative. Oleh karena itu baik Bunga jantan maupun betina yang muncul sebelum
waktunya harus dibuang. Kastrasi dilakukan dari tanaman kelapa sawit yang
berumur 20-24 bulan. Tujuan dilakukannya pekerjaan kastrasi adalah:

 Mengalihkan nutrisi untuk produksi buah yang tidak ekonomis ke


pertumbuhan vegetatif.
 Pokok sawit yang telah dikastrasi cenderung lebih kuat dan seragam dalam
pertumbuhannya.
 Pertumbuhan buah yang lebih besar dan seragam beratnya.
 Menghambat perkembangan hama dan penyakit (Tirathaba, Marasmius,
tikus dan sebagainya).

14
Sanitasi merupakan kegiatan yang bertujuan untuk mempermudah proses
panen dan mendapatkan kondisi tanaman/ buah yang sehat. Pekerjaan sanitasi
dilakukan bersamaan dengan pekerjaaan kastrasi, sanitasi dilakukan pada umur
tanaman 28-30 bulan, dengan tujuan sebagai berikut:

 Membuang tandan Parthenocarphy dan tandan busuk terutama yang


terserang Tirathaba. Tandan tersebut harus diletakkan di gawangan mati.
 Membuang semua pelepah kering pada pangkal pokok dan dilarang
memotong pelepah segar.
 Membersihkan semua sampah di sekitar pokok untuk memudahkan
kegiatan pengutipan berondolan dan pekerjaan perawatan lainnya.

Gambar 8. hasil kastrasi

15
4. Pemupukan

Tujuan dilakukannya pemupukan adalah untuk menjaga dan meningkatkan


kesuburan tanah. Jenis pupuk anorganik yang diberikan yaitu pupuk majemuk,
pupuk urea, rock posfat, MOP, kiesrite/ super dolomit, borate. Dosis pupuk untuk
TBM sesuai dengan rekomendasi pemupukan kelapa sawit dan untuk TM sesuai
dengan rekomendasi dari analisa daun dan tanah masing-masing blok. Kegiatan
pemupukan di kebun ken brothers mulia sejahtera dilakukan sebanyak dua rotasi
pertahunnya, yang mana satu kali rotasi 4 jenis pupuk yang diberikan yaitu urea,
tsp, rp ( rock posfat ), borate. Dosis pupuk per tanamannya berbeda-beda sesuai
dengan jenis pupuknya. Untuk Dosis pupuk jenis kiserit dan dolomit yaitu
1kg/pokok tanaman, sementara untuk dosis pupuk jenis NPK yaitu 2kg/pokok
tanaman. Pupuk diberikan dengan cara ditebar disekitar pokok tanaman. Waktu
aplikasi masing-masing pupuk menyesuaikan dengan kondisi dan cuaca.

Kegiatan pemupukan dilakukan juga dengan pemberian pupuk organic


seperti pupuk solid, abu janjang, dan tandan kosong. Untuk pemberian pupuk solid
yaitu dengan menumpukkan diantara pokok tanaman sawit digawangan mati
dengan dosis 35-40 kg/titik. Pemberian abu janjang dengan cara ditaburi dilingkar
pokok piringan tanaman sawit dengan dosis pupuk 4kg/pokok. Sementara tandan
kososng yaitu Disusun antara tanaman dengan panjang x lebar (3 m x 3 m) dosis 40
ton/ha

Gambar 9. pemupukan kieserite di TBM

16
5. Pengendalian hama dan penyakit

Sebagian besar hama yang menyerang tanaman kelapa sawit pada periode
TBM adalah hama golongan insekta (serangga). Hama lain yang menyerang
tanaman yaitu tikus, babi, landak, rusa, kera, dan orang hutan namun untuk hama
yang ditemui dikebun ken brothers yaitu hama babi dan tikus.

Menurut pahan (2012) pada TBM, tikus menyerang umbut/titik tumbuh.


Gejala serangannya berupa bekas gerekan, lubang-lubang pada pangkal pelepah,
bahkan sering ditemui pelepah yang putus/terkulai. Pengendalian hama dan
penyakit yang dilakukan di kebun ken brothers terdiri dari mekanis, kimiawi dan
biologis. Sebelum melakukan pengendalian hama dan penyakit tanaman terlebih
dahulu dilakukan sensus pada areal yang teridentifikasi oleh hama dan penyakit,
dengan tujuannya adalah untuk mendeteksi perkembangan hama, apabila
perkembangannya sudah dalam kategori kritis maka perlu dilakukan pengendalian.

Pengendalian hama babi pada saat penanaman dilakukan dengan memasang


pagar individu pada masing-masing tanaman kelapa sawit, sementara untuk hama
tikus dapat dilakukan pencegahan dengan memasang rodentisida pada areal yang
diserang sesuai dengan dosis rekomendasi. Sementara untuk serangan yang
disebabkan oleh serangga ulat maka dilakukan dengan penyemprotan pestisida
sesuai dengan rekomendasi pada tanaman kelapa sawit yang terserang hama dan
penyakit. Penyemprotan tidak dilakukan pada kondisi hari hujan. Untuk
pengendalian secara umum lebih diutamakan pengendalian dengan metode
pengendalian secara manual dan kultural juga secara biologi dari pada
menggunakan bahan kimia. Tindakan pengendalian secara manual yaitu dengan
cara mengutip dan mengumpulkan ulat dan kepompong misalnya pada serangan
hama ulat api hal itu bertujuan untuk mencegah terjadinya ledakan populasi ulat
api. Pengendalian secara kultur teknis dilakukan dengan menanam tanaman inang
musuh alami hama antara lain dengan menanam bunga pukul delapan (turnera
subulata). Sedangkan pengendalian secara biologi yaitu dengan menggunakan virus
yang berasal dari hama itu sendiri yang terserang penyakit. Setelah pengendalian
hama dan penyakit tanaman dilakukan monitoring untuk mengamati efektifitas
tindakan pengendalian yang dilakukan.

17
6. Pengendalian gulma

Pengendalian gulma dapat dilakukan secara manual dengan Menggunakan


tenaga manusia lansung dengan cara menebas/membabat dengan parang atau sabit.
Kegiatan dalam Pengendalian gulma salah satunya yaitu dengan rawat gawangan
dengan cara babat dan dongkel. Semua jenis gulma yang tumbuh dijalur tanaman
ataupun di jalur gawangan harus dibersihkan, dibabat berjarak 10 cm dari tanah.
Untuk gulma jenis anak bambu yang masih tumbuh di jalur tanaman ataupun di
jalur gawangan harus dibersihkan, dibabat ± 30 cm dari tanah dan dicabut hingga
ke akarnya. Sementara untuk jenis pakisan yang sudah membentuk kayu dipotong
atau dibabat pada pangkalnya sehingga berjarak 10 cm dari tanah. Selain itu
pengendalian gulma juga dapat dilakukan dengan pengendalian secara Chemist
yaitu menggunakan bahan kimia seperti herbisida yakni melihat jenis gulma yang
ada di sekitar gawangan kelapa sawit.

Kegiatan pencampuran (mixing ) herbisida dilakukan di tempat yang telah


disediakan, dan tidak dibenarkan melakukan pencampuran di lapangan. Dalam
melakukan penyemprotan perlu memperhatikan arah angina, karena tidak
dibenarkan untuk melakukan penyemprotan melawan arah angin. Penyemprotan
dilakukan dengan menyemprot gulma dengan jarak ketinggian nozzle 20-40 cm
diatas gulma dengan volume semprot yang cukup sehingga gulma mati dengan
sempurna. Bahan aktif herbisida yang digunakan yaitu parakuat, metil metsulfuron,
dan glyphosate.

Gambar 10. kegiatan penyemprotan diareal TBM

18
V. PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan pelaksanaan kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) pada PT.
Ken Brothers Mulia Sejahtera (KBMS) mengenai kegiatan Teknik Pemeliharaan
Tanaman Belum Menghasilkan Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.), Penulis
dapat menarik kesimpulan sebagai berikut:
1) Pemeliharaan tanaman dimaksudkan untuk menciptakan kondisi lingkungan
tumbuh yang optimal bagi tercapainya pertumbuhan dan produksi optimal
tanaman yang dibudidayakan.
2) Teknik pemeliharaan yang dilakukan PT. Ken Brothers Mulia Sejahtera
dilihat dari cara kerja yang sudah berjalan cukup baik.
3) Terdapat beberapa kegiatan pemeliharaan tanaman kelapa sawit yang ada di
PT. Ken Brothers Mulia Sejahtera diantaranya: Perawatan piringan dan
gawangan, perawatan jalan dan parit, pengendalian gulma, pengendalian
hama penyakit, kastrasi dan sanitasi
5.2 Saran
Beberapa saran yang dapat ditarik adalah sebagai berikut:
1) Penting dilakukannya pengawasan kegiatan pemeliharaan dengan ketat
supaya hasil kerja dari tenaga kerja diperoleh secara maksimal
2) Penting bagi perusahaanr untuk menyediakan APD (Alat Pelindung Diri)
bagi para pekerja untuk meminimkan terjadinya kecelakaan ketika sedang
melaksanakan pekerjaan.

19
DAFTAR PUSTAKA

Badan Pusat Statistik. 2016. Statistik Kelapa Sawit Indonesia.Ma’ruf A. 2018.


Direktorat Jendral Perkebunan. 2017. Statistik Perkebunan Indonesia 2016-2018.
KementrianPertanian.
Ma’ruf,A.2018.pemeliharaantanaman.{https://www.researchgate.net/publication/3
25961511_materi_kelapa_sawit_3_pemeliharaan_tanaman}. Diakses pada
tanggal 1 november 2019
Pahan,I.2012.panduan lengkap kelapa sawit manajemen agribisnis dari hulu hingga
hilir.penebar swadaya : Jakarta
Pengelolaan Kelapa Sawit 3 : Pemeliharaan Tanaman. Materi
KuliahProgram Studi Agroteknologi Universitas Asahan.
PT Ken Brothers Mulia Sejahtera.2017.SOP
Risza. S. 2010. Kelapa Sawit. Upaya Peningkatan Produktivitas. Penerbit Kanisius.
Yogyakarta
Sunarko. 2009. Petunjuk Praktis Budidaya dan Pengolahan Kelapa Sawit dengan
sistem kemitraan.Agromedia Pustaka. Jakarta.
Sulaiman.2018. 7. Sop Pemeliharaan Fixed Edit1.{
https://www.scribd.com/document/389236760/7-Sop-Pemeliharaan-Fixed-
Edit1}. Diakses pada tanggal 08 november 2019

20
LAMPIRAN 1

1. peta administrasi kebun bukit naga

21
LAMPIRAN 2
Gambar fasilitas kebun Ken Brothers Mulia Sejahtera

Gambar camp yg siap huni dan yang belum

Gambar kantor KBMS

Gambar gudang dan sarana air


bersih

22
Gambar panel surya dan sarana olah raga

Gambar mushala dan bengkel

Gambar kantin/koperasi

2. fasilitas kebun KBMS

23