Anda di halaman 1dari 4

Uji Densitas dan Porositas pada Batuan dengan Menggunakan

Neraca O Houss dan Neraca Pegas

Izeddin Ahmad H, Muhammad Lutfillah K, Reno Fadilla Rudian


Departemen Teknik Geofisika, Fakultas Teknik Sipil Lingkungan dan Kebumian,
Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)
Jl. Arief Rahman Hakim, Surabaya 60111 Indonesia

Abstrak
Telah dilakukan percobaan Uji Densitas dan Porositas pada Batuan dengan Menggunakan
Neraca O Houss dan Neraca Pegas. Percobaan ini bertujuan untuk mengetahui nilai densitas
pada batuan dan untuk mengetahui nilai porositas pada batuan dengan menggunakan neraca
O Houss. Percobaan ini menggunakan prinsip hukum Archimedes, densitas dan porositas.
Percobaan ini dimulai dengan mengukur massa batu dengan neraca O Houss kemudian batu
di oven sekitar 10 menit setelah suhunya mencapai 80 oC dan timbang lagi sampai mencapai
massa yang konstan dan ditulis sebagai massa kering(mk), setelah itu batu diukur beratnya
dengan menggunakan neraca pegas dan ditulis sebagai berat kering(wk). kemudian batu
diikat dengan benang wol lalu dimasukkan ke dalam air pada beker glass ditunggu sampai
gelembung air hilang baru kemudian diukur beratnya dengan neraca pegas sebagai berat
basah(wb). Lalu ikatan tali dilepaskan dari batu, kemudian diukur massanya dengan neraca o
houss dan ditulis sebagai massa basah(mk). Dari percobaan yang telah dilakukan, maka telah
didapatkan kesimpulan bahwa batuan yang memiliki nilai densitas paling besar adalah batu
kali yaitu 240,1 g/cm3, . sedangkan batuan yang memiliki nilai densitas paling kecil adalah
batu bata yaitu 197,225 g/cm3. Batuan yang memiliki nilai porositas paling besar adalah batu
bata yaitu 27,9503106 % sedangkan batuan yang memiliki nilai porositas paling kecil adalah
batu koral yaitu 0,8333333%.
perminyakan maupun dalam bidang air
tanah. Penelitian ini
1. Pendaahuluan
Setiap bahan atau material memiliki
sifat fisis, sifat mekanis dan sifat kimiawi dilakukan untuk menganalisis
yang berbeda-beda. Sifat fisis merupakan porositas pada batuan sedimen dengan
sifat yang dimiliki suatu bahan yang dapat cara mencari nilai massa basah, massa
diamati secara langsung. Salah satu sifat kering, dan volume bulk dengan
fisis batuan adalah porositas dan densitas. melakukan percobaan kemudian dihitung
Besar kecilnya porositas suatu batuan nilai porositas setiap sampel batuan.
akan menentukan kapasitas penyimpanan
fluida reservoir. Pori merupakan ruang di 1.1 Porositas
dalam batuan yang selalu terisi oleh fluida, Porositas merupakan perbandingan
seperti udara, air, minyak atau gas bumi. antara volume ruang yang terdapat dalam
Densitas ukuran kerapatan suatu zat yang batuan yang berupa pori-pori terhadap
dinyatakan banyaknya zat / massa per volume batuan secara keseluruhan,
satuan volume. Densitas suatu batuan biasanya dinyatakan dalam fraksi. Dengan
dipengaruhi oleh komposisi mineral dan kata lain porositas merupakan kemampuan
porositasnya. Porositas suatu batuan batuan untuk menyimpan fluida di dalam
sangat penting dalam eksplorasi dan pori. Besar-kecilnya porositas suatu batuan
eksploitasi baik dalam bidang akan menetukan kapasitas penyimpanan
fluida reservoir. Secara matematis Neraca pegas digunakan untuk mengukur
porositas dapat dinyatakan sebagai : massa batu. Gelas beker digunakan
𝑉𝑏−𝑉𝑆 𝑉𝑝
sebagai tempat air dan batu yang akan
Φ= = x 100 diukur berat dan massa basahnya. 4
𝑉𝑏 𝑉𝑏
%................................(1.1) macam batu yang digunakan yaitu batu
bata, batu apung, batu koral dan batu kali,
keterangan : batu ini berfungsi sebagai bahan/material
Vb :volume batuan total (bulk volume) yang diukur densitas dan porositasnya.
Vs : volume padatan batuan total (volume Bewang wol digunakan untuk mengikat
grain)
batu yang akan dicelupkan ke air. Air
Vp : volume ruang pori-pori batuan
berfungsi untuk membasahi batu. Oven
Untuk menentukan porositas suatu batuan berfungsi untuk memanaskan agar benar
dapat dengan menyelupkan kedalam suatu benar kering.
fluida cair. Berdasarkan hal tersebut,
persamaan 1.1 dapat ditulis menjadi 2.2 Cara Kerja

(𝑀𝑏−𝑀𝑘)
Percobaan uji densitas dan porositas
Φ= 𝜌𝑓
x 100 %.............................(1.2) pada batuan dengan menggunakan neraca
𝑉𝑏 O Houss dan neraca pegas ini pertama-
tama diawali dengan mengukur massa
Keterangan:
mb : massa basah (massa total batuan, pada ke empat macam batu yang
karena terdapat fluida), gr digunakan dengan menggunakan necara
mk : massa kering (massa ketika tidak O Houss, setelah itu batu di oven selama
terdapat fluida), gr sepuluh menit setelah setelah suhunya
𝜌𝑓 : massa jenis fluida mencapai lebih dari 800C , kemudian
Vb : volume total batuan ditimbang lagi massa batu dengan necara
O Houss, lalu di oven lagi sampai berulang
Porositas berkisar antara 5%-30%, tetapi ulang sampai massanya konstan dan
yang umum berkisar antara 10%-20%. ditulis sebagai massa kering (mk). Lalu
Faktor yang mempengaruhi porositas batu ditimbang beratnya dengan neraca
antara lain adalah ukuran butir, bentuk pegas dan ditulis sebagai berat kering (wk).
butir, sortasi, sementasi, dan kompaksi.
Batu kemudian diikat dengan
1.2 Densitas menggunakan benang wol. Kemudian
Densitas merupakan perbandingan massa mengambil air diletakkan pada gelas
terhadap volume zat. Densitas suatu beker, lalu batu dimasukkan kedalam gelas
batuan dipengaruhi oleh komposisi beker yang telah berisi air tersebut. Tunggu
mineral dan porositasnya. Dalam sampai gelembung-gelembung air hilang
percobaan ini digunakan rumus lalu kemudian batu diukur beratnya dengan
neraca pegas dan ditulis sebagai berat
𝜌𝑎𝑖𝑟×𝑚𝑘×𝑔 basah (wb). Setelah itu benang wol dilepas
𝜌= ……………(1.3) dari batu. Kemudian batu ditimbang
𝐹𝑎
massanya dengan menggunakan necara O
𝐹𝑎 = 𝑊𝑘 − 𝑊𝑏…………...(1.4)
Houss dan ditulis sebagai massa basah
2. Metodologi (mb).

2.1 Alat dan Bahan 2.3 Flowchart

Alat dan bahan yang digunakan pada


percobaan ini adalah neraca O Houss,
neraca pegas, gelas beker, 4 macam batu,
benang wol, air dan oven. Neraca O Houss
digunakan untuk mengukur massa batu.
Analisa Data Pada percobaan yang
telah dilakukan telah didapatkan hasil
sebagai berikut :

Tabel 1.Data hasil percobaan

Tabel 2. Hasil perhitungan densitas

Tabel 3. Hasil perhitungan porositas


3.2 Pembahasan
Dari hasil perhitungan dapat diketahui
bahwa batu kali memiliki densitas terbesar
yaitu 240,1 g/cm3 dan yang memiliki
densitas terkecil yaitu batu bata yaitu 240,1
g/cm3. Batuan yang memiliki nilai porositas
paling besar adalah batu bata yaitu
27,9503106 % sedangkan batuan yang
memiliki nilai porositas paling kecil adalah
batu koral yaitu 0,8333333%.
Dari grafik hubungan antara densitas dan
porositas dapat diketahui memiliki
hubungan berbanding terbalik, dapat kita
lihat hasil percobaan pada batu bata
dimana batu bata memiliki densitas terkecil
dan memiliki porositas terbesar. Jadi
semakin padat suatu bahan atau material
maka semakin kecil daerah kosong pada
material tersebut. Ketika terdapat banyak
daerah kosong pada suatu material atau
bahan maka kerapatan massanya semakin
kecil. Densitas batuan sangat bergantung
pada komposisi mineral penyusun batuan
3. Hasil dan Pembahasan dan jumlah pori atau ruang rekahan dan
material pengisinya. Di dalam batuan beku
3.1 Hasil dan kebanyakan batuan metamorf jumlah
pori-pori relatif kecil dan dapat diabaikan.
Tetapi untuk batuan sedimen pada
umumnya mempunyai ruang pori yang 5. Daftar Pustaka
cukup untuk terisi fluida dan gas.
ATHY L.F, “Density, porosity and
4. Kesimpulan compaction of sedimentary
rocks” Bull. Amer. Assoc.
Dari percobaan yang telah
Petrol. Geol. v. 14, pp. (1930)
dilakukan, maka telah didapatkan
1-24.
kesimpulan bahwa:
Das, B.M, 1990, “Principles of
1. Batuan yang memiliki nilai Foundation Engineering”,
densitas paling besar adalah Second Edition, PWS Kent
batu kali yaitu 240,1 g/cm3. Publishing Company, Boston.
2. Batuan yang memiliki nilai Schon,J.H, 1996 “Physical
densitas paling kecil adalah Properties of Rock” Institute
batu bata yaitu 197,225 g/cm3. of Applied Geophysics
3. Batuan yang memiliki nilai Leoben, Austria.
porositas paling besar adalah Callister, W.D., Jr., 2001,
batu bata yaitu 27,9503106 % Fundamental of Materials
4. batuan yang memiliki nilai Science and Engoneering,
porositas paling kecil adalah Departement of Metallurgical
batu koral yaitu 0,8333333%. Engineering, John Wiley &
5. Porositas dan Densitas memiliki Sons, inc, New York.
hubungan yang berbanding Jewett, Serway, 2009. ”Fisika untuk
terbalik Sains dan Teknik ”. Salemba
Teknika, Jakarta.