Anda di halaman 1dari 8

`format case based learning tutorial klinik

Nama pasien : An. Q

Usia : 5 tahun

No rm

dx. medis : DHF

Problem Hypothesis mechanisme More Dont know Learning issue Problem


info solving
DS : Terlampir 1. Paracetamol Terlampir Laboratorium : Terlampir
Keluarga pasien mengatakan anak 1. Hipertermi Indikasi : untuk Hematologi
Q usia 5 tahun dibawa ke IGD 2. Resiko mnurunkan panas, bisa Trombosit 58.000
dengan keluhan panas, tidak nafsu perdarahan meredakan nyeri dan Normalnya: 150.000-
makan, mual muntah, pusing, 3. Ketidakseimban demam 450.000,
perutnya sakit, sebelumnya anak gan nutrisi 2. Ondansetron HCT/HMT 37
dibawa kepuskesmas induk untuk kurang dari Indikasi ; untuk mual Normalnya : lk 44%
berobat dan disana diberi obat, kebutuhan 3. Ranitidin Pr : 37 %
tetapi tidak ada perubahan, tubuh Indikasi; untuk
kemudian pasien diberi rujukan 4. Kekurangan melapisi lambung
untuk mendapatkan pennagan di volume cairan 4. Cairan asering
RSUD Wonosari. 5. kelebihan Indikasi : untuk
volume cairan mengatasi kehilangan
DO : 6. Nyeri cairan pada dehidrasi
Ttv : S 38 c, N 110x/menit, RR atau syok
28x/ manit,
Mukosa bibir kering, akral teraba
dingin, terdapat pembesaran hati,
angka trombosit rendah yaitu 5800
u/l.
DONT KNOW

A. Pengertian DHF

DHF adalah suatu infeksi virus yang disebabkan oleh nyamuk aides aygepty yang
ditandai dengan demam tinggi, tidak nafsu makan dan timbul bintik-bintik merah pada
lengan. DHF adalah infeksi virus yang sudah terjadi perdarahan

DHF itu adalah demam yang disertai ndengan penurunan trombosit.Perbedaan antara DF
dan DHF adalah, sama terjadi penurunan trombosit dibawah 10.000 dan ada peningkatan
HMT 20 %, dan persamaan nya adalah trombosit dibawah 10.000

Pada DHF jika terjadi akral dingin, telapak kaki dingin, systol jarak nya hanya 20 dengan
dyastole, nadi dorsal, HMT meningkat maka pasien harus mendapatkan pengawasan khusus
karena pasien mengalami pre syok. Komplikasi DHF itu bisa efusi pleura, udem palbera,
asites dan perdarahan.

B. Etiologi
1. Virus dengue
berdiameter 40 monometer dapat berkembang biak dengan baik pada berbagai macam
kultur jaringan baik yang berasal dari sel – sel mamalia, maupun sel – sel Arthropoda
misalnya sel aedes Albopictus. Virus dengue termauk genus Flvivirus, keluarga Flviridae
2. Vektor : nyamuk aedes aegypti
yaitu nyamuk aedes aegypti, nyamuk aedes albopictus, aedes polyne siensis, infeksi
dengan salah satu serotipe akan menimbulkan antibodi seumur hidup terhadap serotipe
bersangkutan tetapi tidak ada perlindungan terhadap serotipe jenis yang lainnya
3. Host : pembawa.
Jika seseorang mendapat infeksi dengue untuk pertama kalinya maka ia akan
mendapatkan imunisasi yang spesifik tetapi tidak sempurna, sehingga ia masih mungkin
untuk terinfeksi virus dengue yang sama tipenya maupun virus dengue tipe lainnya.

C. Tanda dan gejala


1. Demam
2. Adanya Perdarahan
uji rumple leed positif, petechiae, purpura,echimosis, epistasis, perdarahan gusi dan
yang paling parah adalah melena.
3. Hepatomegali
4. Shock
5. Trombositopenia
6. Kenaikan Nilai Hematokrit
7. Mual, muntah
8. Diare, bahkan bisa menjadi kejang
D. Klasifikasi DHF

DHF (Dengue Haemoragic Fever) berdasarkan derajat beratnya penyakit, secara klinis
dibagi menjadi 4 derajat (Menurut WHO, 1986):

1. Derajat I : Demam disertai gejala klinis lain, tanpa perdarahan spontan, uji tourniquet,
trombositopenia dan hemokonsentrasi.
2. Derajat II : Derajat I dan disertai pula perdarahan spontan pada kulit atau tempat lain.
3. Derajat III: Ditemukan kegagalan sirkulasi, yaitu nadi cepat dan lemah, tekanan daerah
rendah (hipotensi), gelisah, cyanosis sekitar mulut, hidung dan jari (tanda-tanda dini
renjatan).
4. Dejara IV: Renjatan berat (DSS) dengan nadi tak teraba dan tekanan darah tak dapat
diukur.

E. Fase DHF
1. Fase demam tinggi
2. Fase kritis
3. Fase penyembuhan
Problem Solving

No Diagnosa Keperawatan Tujuan dan Kriteria Hasil Intervensi


1 Defisit Volume Cairan NOC: NIC :Fluid management
Definisi : Penurunan Fluid balance  Pertahankan catatan intake
cairan intravaskuler, Hydration dan output yang akurat
interstisial, dan/atau Nutritional Status : Food  Monitor status hidrasi
intrasellular. Ini and Fluid Intake (kelembaban membran
mengarah ke dehidrasi, Kriteria Hasil : mukosa, nadi adekuat,
kehilangan cairan dengan Mempertahankan urine tekanan darah ortostatik), jika
pengeluaran sodium output sesuai dengan usia diperlukan
dan BB, BJ urine normal,  Monitor hasil lab yang sesuai
HT normal dengan retensi cairan (BUN,
Tekanan darah, nadi, suhu Hmt , osmolalitas urin)
tubuh dalam batas normal  Monitor vital sign
Tidak ada tanda tanda  Monitor masukan makanan
dehidrasi, Elastisitas /cairan dan hitung intake
turgor kulit baik, membran kalori harian
mukosa lembab, tidak ada  Kolaborasi pemberian cairan
rasa haus yang berlebihan IV
 Monitor status nutrisi
 Berikan diuretik sesuai
interuksi
 Dorong masukan oral
 Atur kemungkinan tranfusi
 Persiapan untuk tranfusI
2 Kelebihan Volume NOC : NIC :Fluid management
Cairan Electrolit and acid base  Pertahankan catatan intake
Definisi : Retensi cairan balance dan output yang akurat
isotomik meningkat Fluid balance  Pasang urin kateter jika
Hydration diperlukan
Kriteria Hasil:  Monitor hasil lab yang sesuai
 Terbebas dari edema, dengan retensi cairan (BUN ,
efusi, anaskara Hmt , osmolalitas urin)
 Bunyi nafas bersih, tidak  Monitor status hemodinamik
ada dyspneu/ortopneu termasuk CVP, MAP, PAP,
 Terbebas dari distensi dan PCWP
vena jugularis, reflek  Monitor vital sign
hepatojugular (+)  Monitor indikasi retensi/
 Memelihara tekanan vena kelebihan cairan (cracles,
sentral, tekanan kapiler CVP, edema, distensi vena
paru, output jantung dan leher, asites)
vital sign dalam batas  kaji lokasi dan luas edema
normal  Monitor masukan makanan/
 Terbebas dari kelelahan, cairan dan hitung intake
kecemasan atau kalori harian
kebingungan  Monitor status nutrisi
 Menjelaskanindikator  Berikan diuretik sesuai
kelebihan cairan interuksi
 Batasi masukan cairan pada
keadaan hiponatrermi dilusi
dengan serum Na < 130
mEq/l
 Kolaborasi dokter jika tanda
cairan berlebih muncul
memburuk
3 Nyeri NOC : NIC :Pain Management
Pain Level,  Lakukan pengkajian nyeri
Pain control, secara komprehensif
Comfort level termasuk lokasi,
Kriteria Hasil : karakteristik, durasi,
 Mampu mengontrol nyeri frekuensi, kualitas dan faktor
(tahu penyebab nyeri, presipitasi
mampu menggunakan  Observasi reaksi nonverbal
tehnik nonfarmakologi dari ketidaknyamanan
untuk mengurangi nyeri,  Gunakan teknik komunikasi
mencari bantuan) terapeutik untuk mengetahui
 Melaporkan bahwa nyeri pengalaman nyeri pasien
berkurang dengan  Evaluasi pengalaman nyeri
menggunakan manajemen masa lampau
nyeri  Evaluasi bersama pasien dan
 Mampu mengenali nyeri tim kesehatan lain tentang
(skala, intensitas, ketidakefektifan kontrol
frekuensi dan tanda nyeri) nyeri masa lampau
 Menyatakan rasa nyaman  Bantu pasien dan keluarga
setelah nyeri berkurang untuk mencari dan
 Tanda vital dalam rentang menemukan dukungan
normal  Kontrol lingkungan yang
dapat mempengaruhi nyeri
seperti suhu ruangan,
pencahayaan dan kebisingan
 Kurangi faktor presipitasi
nyeri
 Pilih dan lakukan
penanganan nyeri
(farmakologi, non
farmakologi dan inter
personal)
 Kaji tipe dan sumber nyeri
untuk menentukan intervensi
 Ajarkan tentang teknik non
farmakologi
 Berikan analgetik untuk
mengurangi nyeri
 Evaluasi keefektifan kontrol
nyeri
 Tingkatkan istirahat
 Kolaborasikan dengan dokter
jika ada keluhan dan
tindakan nyeri tidak berhasil
 Monitor penerimaan tentang
manajemen nyeri
 analgesik pertama kali
4 Hipertermia NOC : Thermoregulation NIC:Fever treatment
Definisi : suhu tubuh naik Kriteria Hasil :  Monitor suhu sesering
diatas rentang normal  Suhu tubuh dalam rentang mungkin
normal  Monitor warna dan suhu kulit
 Nadi dan RR dalam  Monitor tekanan darah, nadi
rentang normal dan RR
 Tidak ada perubahan  Monitor penurunan tingkat
warna kulit dan tidak ada kesadaran
pusing  Monitor intake dan output
 Berikan anti piretik
 Berikan pengobatan untuk
mengatasi penyebab demam
 Selimuti pasien
 Kolaborasipemberian cairan
intravena
 Kompres pasien pada lipat
paha dan aksila
 Tingkatkan sirkulasi udara
 Berikan pengobatan untuk
mencegah terjadinya
menggigil
5 Ketidakseimbangan NOC : NIC :
nutrisi kurang dari Nutritional Status : food and Nutrition Management
kebutuhan tubuh Fluid Intake  Kolaborasi dengan ahli gizi
Nutritional Status : nutrient untuk menentukan jumlah
Intake kalori dan nutrisi yang
Weight control dibutuhkan pasien.
Kriteria Hasil :  Anjurkan pasien untuk
Adanya peningkatan berat meningkatkan protein dan
badan sesuai dengan tujuan vitamin C
Berat badan ideal sesuai  Berikan makanan yang
dengan tinggi badan terpilih (sudah
Mampumengidentifikasi dikonsultasikan dengan ahli
kebutuhan nutrisi gizi)
Tidak ada tanda tanda  Ajarkan pasien bagaimana
malnutrisi membuat catatan makanan
Menunjukkan peningkatan harian.
fungsi pengecapan dari  Monitor jumlah nutrisi dan
menelan kandungan kalori
Tidak terjadi penurunan  Berikan informasi tentang
berat badan yang berarti kebutuhan nutrisi
 Kaji kemampuan pasien
untuk mendapatkan nutrisi
yang dibutuhkan
PATHWAY

Arbovirus (melalui Beredar dalam aliran Infeksi virus dengue


nyamuk aedes aegypti) darah (viremia)

Membentuk dan Mengaktifkan sistem


PGE2hipothalamus
melepaskan zat C3a, komplemen
C5a

Hipertermi Peningkatan reabsorsi Permeabilitas


Na+ dan H2O membran meningkat

Agregasi trombosit Kerusakan endotel Resiko syok


pembuluh darah hipovolemik

Trombositopeni
Merangsang & mengaktifasi Renjatan hipovolemik
faktor pembekuan dan hipotensi

DIC Kebocoran plasma

Resiko perdarahan Perdarahan

Resiko perfusi jaringan


tidak efektif

Asidosis metabolik Hipoksia jaringan

Resiko syok (hipovolemik)


Kekurangan Ke extravaskuler
volume cairan

Paru-Paru Hepar Abdomen

Efusi pleura Hepatomegali Asites

Ketidakefektifan Penekanan intra abdomen Mual muntah


pola nafas

Nyeri Ketidakseimbangan
nutrisi kurang dari
kebutuhan tubuh