Anda di halaman 1dari 19

Mata Kuliah : Dasar-Dasar Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Nama Dosen : Yuliati., ST. M.Kes

EPIDEMIOLOGI KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA

Kelas B2

KELOMPOK 6

 Nur Annisa (14120150039)


 Tiara Aprilia Harma (14120150048)
 Julia Anita Harlindong (14120150058)
 Rezkyana (14120150065)
 Riska (14120150075)

FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT


UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
MAKASSAR
2016
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa


karena dengan rahmat, karunia, serta taufik dan hidayah-Nya lah kami
dapat menyelesaikan makalah ini sebatas pengetahuan dan kemampuan
yang dimiliki.
Kami sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka
menambah wawasan serta pengetahuan kita mengenai Epidemiologi
Kesehatan dan Keselamatan Kerja . Kami juga menyadari sepenuhnya
bahwa di dalam makalah ini terdapat kekurangan-kekurangan dan jauh
dari apa yang kami harapkan.
Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun
yang membacanya. Sekiranya laporan yang telah disusun ini dapat
berguna bagi kami sendiri maupun orang yang membacanya. Sebelumnya
kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang
berkenan dan kami memohon kritik dan saran yang membangun demi
perbaikan di masa depan.

Makassar, 6 Desember 2016

Kelompok 6

i
DAFTAR ISI

Kata Pengantar ............................................................................... i

Daftar Isi .......................................................................................... ii

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang ......................................................................... 1


B. Rumusan Masalah ................................................................... 2
C. Tujuan ...................................................................................... 2

BAB II PEMBAHASAN

A. Epidemiologi K3 ........................................................................ 4
1. Sejarah K3 .......................................................................... 4
2. Definisi Epidemiologi ........................................................... 6
3. Definisi Kesehatan dan Keselamatan Kerja ........................ 7
4. Pengertian Epidemiologi K3 ................................................ 9
5. Tujuan Epidemiologi K3 ...................................................... 11
6. Manfaat Epidemiologi K3 .................................................... 11
7. Sumber Data Epidemiologi K3 ............................................ 12
8. Ruang Lingkup Epidemiologi K3 ......................................... 12
B. Solusi Pemecahan Masalah ..................................................... 13

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan .............................................................................. 15
B. Saran ........................................................................................ 15

DAFTAR PUSTAKA ......................................................................... 16

ii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Penyakit akibat kerja adalah penyakit yang disebabkan oleh
pekerjaan, alat kerja, bahan, proses maupun lingkungan kerja.
Dengan demikian penyakit akibat kerja merupakan penyakit yang
artificial atau man mad disease. World Health Organization (WHO)
membedakan empat kategori penyakit akibat kerja: penyakit yang
hanya disebabkan oleh pekerjaan, seperti Pneumokoniosis, penyakit
yang salah satunya penyebabnya ialah pekerjaan, seperti carcinoma
Bronkhogenik, penyakit dengan pekerjaan merupakan salah satu
penyebab diantara faktor-faktor penyebab lainnya seperti Bronchitis
kronis, penyakit dimana pekerjaan memperberat suatu kondisi yang
sudah ada sebelumnya seperti Asma.
Faktor penyebab Penyakit Akibat Kerja sangat banyak,
tergantung pada bahan yang digunakan dalam proses kerja,
lingkungan kerja ataupun cara kerja. Pada umumnya faktor penyebab
dapat dikelompokkan dalam 5 golongan antara lain: golongan fisik
(suara (bising), radiasi, suhu (panas/dingin), tekanan yang sangat
tinggi, vibrasi, penerangan lampu yang kurang baik), golongan kimiawi
(bahan kimiawi yang digunakan dalam proses kerja, maupun yang
terdapat dalam lingkungan kerja, dapat berbentuk debu, uap, gas,
larutan, awan atau kabut), golongan biologis (bakteri, virus atau jamur),
golongan fisiologis (biasanya disebabkan oleh penataan tempat kerja
dan cara kerja), golongan psikososial (lingkungan kerja yang
mengakibatkan stres).
Ratusan juta tenaga kerja di seluruh dunia saat ini bekerja pada
kondisi yang tidak aman dan dapat menyebabkan gangguan
kesehatan. Menurut International Labor Organization (ILO), setiap hari
terjadi 1.1 juta kematian yang disebakan oleh karena penyakit atau
kecelakaan akibat hubungan pekerjaan. Dari data ILO tahun 1999,

1
penyebab kematian yang berhubungan dengan pekerjaan paling
banyak disebabkan oleh kanker 34%. Sisanya terdapat kecelakaan
sebanyak 25 %, penyakit saluran pernapasaan 21%, dan penyakit
kardiovaskuler 15%. Dari data-data tersebut dapat diketahui bahwa
penyakit saluran pernapasaan menempati peringkat ketiga.
Sebagai tenaga kesehatan, termasuk perawat harus melakukan
pengkajian terhadap pasien dan apakah ada hubungan antara
penyakit yang diderita pasien dengan pekerjaan mereka. Sehingga
dapat ditentukan perencanaan serta intervensi yang tepat untuk
pasien agar hasil yang diperoleh dapat maksimal dan benar-benar
bermanfaat untuk pasien.

B. Rumusan Masalah
Rumusan masalah makalah ini adalah :
1. Bagaimana sejarah epidemiologi?
2. Apa definisi epidemiologi?
3. Apa definisi kesehatan dan keselamatan kerja?
4. Apa pengertian epidemiologi K3?
5. Apa tujuan epidemiologi K3?
6. Apa manfaat epidemiologi K3?
7. Apa sumber data epidemiologi K3?
8. Apa ruang lingkup epidemiologi K3?

C. Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan makalah ini adalah :
1. Untuk mengetahui sejarah epidemiologi
2. Untuk mengetahui definisi epidemiologi
3. Untuk mengetahui definisi kesehatan dan keselamatan kerja
4. Untuk mengetahui pengertian epidemiologi K3
5. Untuk mengetahui tujuan epidemiologi K3
6. Untuk mengetahui manfaat epidemiologi K3

2
7. Untuk mengetahui sumber data epidemiologi K3
8. Untuk mengetahui ruang lingkup epidemiologi K3

3
BAB II
PEMBAHASAN
A. Epidemiologi K3
1. Sejarah Epidemiologi
Sesuai dengan sejarah kelahirannya, epidemiologi
memberikan perhatian terhadap penyakit yang menimpa penduduk.
Penyakit yang banyak menimpa penduduk pada saat itu hingga
akhir abad 19 adalah penyakit wabah atau epidemi (penyakit yang
mengenai penduduk secara luas). Epidemiologi memberikan
perhatian tentang epidemi yang banyak menelan korban kematian.
Pada awal perkembangannya, epidemiologi mempunyai
pengertian sempit. Epidemiologi dianggap sebagai ilmu tentang
epidemi. Pada perkembangan selanjutnya hingga dewasa ini
Epidemiologi dapat diartikan sebagai ilmu tentang distribusi
(penyebaran) dan determinan (faktor-faktor penentu) masalah
kesehatan masyarakat yang bertujuan untuk pembuatan
perencanaan dan pengambilan keputusan dalam menanggulangi
masalah kesehatan. Dengan demikian, epidemiolgi tidak hanya
mempelajari penyakit epidemi saja, tetapi menyangkut masalah
kesehatan secara keseluruhan.
Sebagai ilmu yang berkembang, epidemiologi mengalami
perkembangan pengertian dan karena itu pula mengalami
modifikasi dalam batasan atau definisi. Berbagai definisi telah
dikemukakan oleh para penulis dan mereka para para pakar yang
mencurahkan waktunya dalam epidemiologi. Sejarah Epidemiologi
dapat diikuti dari teori yang berkembang dan kejadian penting oleh
beberapa ahli Epidemiologi antara lain:
a. Wade Hampton Frost (1972), Guru Besar Epidemiologi di
School of Hygiene, Universitas John Hopkins mendifinisikan
epidemiologi sebagai suatu pengetahuan tentang fenomena
massal (mass phenomen) penyakit infeksi atau sebagai riwayat

4
alamiah (natural history) penyakit menular. Disini tampak
bahwa pada waktu itu penekanan perhatian epidemiologi hanya
ditujukan kepada masalah penyakit infeksi yang mengenai
massa (masyarakat).
b. Greenwood (1934), Profesor di School of Hygiene and Tropical
Medicine, London, mengemukakan batasan epidemiologi yang
lebih luas dimana dikatakan bahwa epidemiologi mempelajari
tentang penyakit dan segala macam kejadian yang mengenai
kelompok penduduk. Kelebihan pengertian ini adalah dengan
adanya penekanan pada kelompok penduduk yang
memberikan arahan distribusi dan metodologi terkait.
c. Brian Mac Mahon (1970), pakar epidemiologi di Amerika Serikat
yang bersama dengan Thomas F. Pugh menulis buku
“Epidemiology: Pricipals and Methods” menyatakan bahwa
“Epidemiology is the study of the distribution and determinants
of disease frequency in man”. Epidemiologi adalah studi
tentang penyebaran dan penyebab frekuensi penyakit pada
manusia dan mengapa terjadi distribusi semacam itu.
Walaupun defenisinya cukup sederhana, disini tampak bahwa
Mac Mahon menekankan epidemiologi sebagai suatu
pendekatan metodologi dalam menentukan distribusi penyakit
dan mencari penyebab mengapa terjadi distribusi yang
demikian dari suatu penyakit.
d. Gary D. Friedman (1974) dalam bukunya “Primer of
Epidemiology” menuliskan bahwa ”Epidemiology is the study of
disease occurance in human populations”. Batasan ini lebih
sederhana dan tampak sepadan dengan apa yang
dikemukakan oleh Mac-Mahon. Dan ini pula yang kurang lebih
dikemukakan oleh Anders Ahlbom dan Staffan Norel (1989)
dalam bukunya Introduction of Modern Epidemiology. Dikatakan
bahwa Epidemiologi adalah ilmu pengetahuan mengenai

5
terjadinya penyakit pada populasi manusia. Hanya saja perlu
ditambahkan bahwa dalam kata pengantarnya, dia mengatakan
antara lain : “Suatu lelucon lama mengatakan bahwa seorang
ahli epidemiologi telah berubah: tidak lagi sebagai wilayah dari
sejumlah kecil dokter yang berdedikasi, tapi telah berkembang
menjadi suatu disiplin riset yang nyata”. Ungkapan ini
mengingatkan akan latar belakang sejarah Epidemiologi yang
semula mendapat perhatian dan dikembangkan oleh para
dokter dalam menggeluti masalah penyakit, yang kemudian
berkembang sebagai suatu pendekatan metodologi.

2. Definisi Epidemiologi
Epidemiologi merupakan ilmu yang mempelajari keadaan
dan sifat karakteristik kelompok penduduk tertentu, dengan
memperhatikan berbagai perubahan yang terjadi pada penduduk
tersebut, yang mempengaruhi derajat kesehatannya serta
kehidupan sosialnya. Berbagai definisi dan pengertian telah
dikemukakan oleh para ahli epidemiologi yang pada dasarnya
memiliki persamaan pengertian yakni epidemiologi adalah Ilmu
yang mempelajari, menganalisis serta berusaha memecahkan
berbagai masalah kesehatan maupun masalah yang erat
hubungannya dengan kesehatan pada suatu kelompok penduduk
tertentu.
Epidemiologi sebagai salah satu disiplin Umum kesehatan
yang relatif masih baru bila dibandingkan dengan beberapa disiplin
ilmu lain. Pada saat ini telah mengalami perkembangan yang
cukup pesat Walaupun terdapat sejumlah penelitian epidemiologis
telah memberikan hasil yang cukup pada beberapa abad yang lalu,
namun karena epidemiologi sebagai suatu systematized body of
epidemiology principles, yang merupakan merupakan dasar dalam

6
penelitian epidemiologi, baru berkembang pada beberapa puluh
tahun terakhir.
Epidemiologi merupakan suatu cabang ilmu kesehatan
untuk menganalisis sifat dan penyebaran berbagai masalah
kesehatan dalam suatu penduduk tertentu serta mempelajari
sebab timbulnya masalah gangguan kesehatan tersebut untuk
tujuan pencegahan maupun penanggulangannya. Epidemiologi
rnerupakan filosofi dasar disiplin llmu-ilmu kesehatan, termasuk
kedokteran, yakni suatu proses logis untuk menganalisis serta
memahami hubungan interaksi antara proses flsik, biologis dan
fenomena sosial yang berhubungan erat dengan derajat kesehatan,
kejadian penyakit maupun gangguan kesehatan lainnya. Metode
epidemiologi rnerupakan cara pendekatan ilmiah dalam mencari
faktor penyebab serta hubungan sebab akibat terjadinya peristiwa
tertentu pada suatu kelompok penduduk tertentu.

3. Definisi Kesehatan dan Keselamatan Kerja


a. Kesehatan Kerja
Pengertian sehat senantiasa digambarkan sebagai
suatu kondisi fisik, mental dan sosial seseorang yang tidak
saja bebas dari penyakit atau gangguan kesehatan melainkan
juga menunjukan kemampuan untuk berinteraksi dengan
lingkungan dan pekerjaannya.
Paradigma baru dalam aspek kesehatan
mengupayakan agar yang sehat tetap sehat dan bukan
sekedar mengobati, merawat atau menyembuhkan gangguan
kesehatan atau penyakit. Oleh karenanya, perhatian utama
dibidang kesehatan lebih ditujukan ke arah pencegahan
terhadap kemungkinan timbulnya penyakit serta pemeliharaan
kesehatan seoptimal mungkin.

7
Status kesehatan seseorang, menurut blum (1981)
ditentukan oleh empat faktor yakni :
a) Lingkungan, berupa lingkungan fisik (alami, buatan) kimia
(organik/anorganik, logam berat, debu), biologi (virus,
bakteri, mikroorganisme) dan sosial budaya (ekonomi,
pendidikan, pekerjaan).
b) Perilaku yang meliputi sikap, kebiasaan, tingkah laku
c) pelayanan kesehatan: promotif, perawatan, pengobatan,
pencegahan kecacatan, rehabilitasi.
d) Genetik, yang merupakan faktor bawaan setiap manusia.
“Pekerjaan mungkin berdampak negatif bagi kesehatan
akan tetapi sebaliknya pekerjaan dapat pula memperbaiki
tingkat kesehatan dan kesejahteraan pekerja bila dikelola
dengan baik. Demikian pula status kesehatan pekerja sangat
mempengaruhi produktivitas kerjanya. Pekerja yang sehat
memungkinkan tercapainya hasil kerja yang lebih baik bila
dibandingkan dengan pekerja yang terganggu kesehatannya”.
Menurut Suma’mur (1976) Kesehatan kerja merupakan
spesialisasi ilmu kesehatan/kedokteran beserta praktiknya
yang bertujuan agar pekerja/ masyarakat pekerja memperoleh
derajat kesehatan setinggi-tingginya baik fisik, mental maupun
sosial dengan usaha preventif atau kuratif terhadap penyakit/
gangguan kesehatan yang diakibatkan oleh faktor pekerjaan
dan lingkungan kerja serta terhadap penyakit umum.
Konsep kesehatan kerja dewasa ini semakin banyak
berubah, bukan sekedar “kesehatan pada sektor industri” saja
melainkan juga mengarah kepada upaya kesehatan untuk
semua orang dalam melakukan pekerjaannya (total health of
all at work).

8
b. Keselamatan Kerja
Keselamatan kerja atau Occupational Safety, dalam
istilah sehari hari sering disebut dengan safety saja, secara
filosofi diartikan sebagai suatu pemikiran dan upaya untuk
menjamin keutuhan dan kesempurnaan baik jasmaniah
maupun rohaniah tenaga kerja pada khususnya dan manusia
pada umumnya serta hasil budaya dan karyanya. Dari segi
keilmuan diartikan sebagai suatu pengetahuan dan
penerapannya dalam usaha mencegah kemungkinan
terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat kerja.
Keselamatan kerja adalah keselamatan yang bertalian
dengan mesin, pesawat, alat kerja, bahan, dan proses
pengolahannya, landasan tempat kerja dan lingkungannya
serta cara-cara melakukan pekerjaan (Sumakmur, 1993).
Keselamatan kerja memiliki sifat sebagai berikut :
a. Sasarannya adalah lingkungan kerja.
b. Bersifat teknik.
Pengistilahan Keselamatan dan Kesehatan kerja (atau
sebaliknya) bermacam macam, ada yang menyebutnya
Higiene Perusahaan dan Kesehatan Kerja (Hyperkes) dan ada
yang hanya disingkat K3, dan dalam istilah asing dikenal
Occupational Safety and Health. Pengertian Kecelakaan Kerja
(accident) adalah suatu kejadian atau peristiwa yang tidak
diinginkan yang merugikan terhadap manusia, merusak harta
benda atau kerugian terhadap proses.

4. Pengertian Epidemiologi K3
Epidemiologi adalah suatu ilmu yang berkenaan dengan
morbiditas dan mortalitas: mempelajari distribusi status kesehatan
dan penyakit pada masyarakat serta distribusi kejadian-kejadian

9
yang berhubungan dengan kesehatan dan determinanya (WHO,
1986).
Epidemiologi adalah ilmu yang mempelajari pola kesehatan
dan penyakit serta faktor yang terkait di tingkat populasi. Ini adalah
untuk mengidentifikasikan faktor risiko penyakit serta menentukan
pendekatan penanganan yang optimal untuk praktik klinik dan
untuk kedokteran preventif. Menurut Dr. Anton Muhibuddin
(Universitas Brawijaya), saat ini epidemiologi telah berkembang
pesat baik pendalaman ilmunya maupun perluasan ilmunya.
Epidemiologi juga berarti ilmu tentang distribusi dan
determinan-determinan dari kejadian yang berhubungan dengan
kesehatan dalam suatu populasi tertentu (Last, 1988). Obyek
epidemiology adalah pada sekelompok individu (masyarakat) dan
mengamati semua kejadian / peristiwa dan semua faktor yang
menyertainya serta menganalisa hasil pengamatan tersebut.
Ruang lingkup epidemiologi terdiri dari :
1. Epidemiologi penyakit menular dan tidak menular
2. Epidemiologi klinis
3. Epidemiologi kependudukan
4. Epidemiologi pengelolaan pelayanan kesehatan
5. Epidemiologi lingkungan
6. Epidemiologi kesehatan keselamatan kerja
7. Epidemiologi kesehatan jiwa
8. Epidemiologi gizi
9. Epidemiologi perilaku
10. Epidemiologi genetika Perbedaan
Epidemiologi kesehatan keselamatan kerja adalah studi
yang mempelajari efek kesehatan yang disebabkan oleh faktor-
faktor pemaparan (bahaya) di lingkungan kerja. Selain itu gaya
hidup (merokok, minum minuman keras, pola makan kebiasaan

10
olah raga merupakan faktor sekunder yang turut memodifikasi
variabel yg menyertai pemaparan faktor lingkungan Kerja.
Epidemiologi K3 adalah suatu studi tentang efek pajanan-
pajanan di tempat kerja terhadap frekuensi dan distribusi penyakit
dan cidera pada suatupopulasi dengan demikian termasuk
kategori dalam sub disiplin orientasi pajanan (Checkoway, Pearce
dan Brown).

5. Tujuan Epidemiologi K3
1) Untuk menentukan pemapar yang menyebabkan penyakit
akibat pekerjaan atau gangguan kesehatan dan
merekomendasi upaya pencegahan serta menyediakan data
untuk proyeksi yang akan datang. Pendekatan yang dilakukan
dalam epidemiologi kesehatan keselamatan kerja
experimental, Observasional (retrospektif dan prospektif).
2) Penilaian standar paparan yang melibatkan mekanisme
induksi penyakit dan prediksi hubungan antara dosis-respon.

6. Manfaat Epidemiologi K3
Manfaat epidemiologi dalam lingkup kesehatan
keselamatan kerja dalam penganalisa status kesehatan pekerja
adalah:
1) Mengidentifikasi faktor sebagai bahan perencanaan,
manajemen dan evaluasi.
2) Menyusun standar keselamatan Kesehatan Kerja
3) Menggambarkan mekanisme toksisitas dan proporsi kelompok
tenaga kerja yang terpapar hazards ke arah perkembangan
atau timbulnya penyakit akibat pekerjaan atau gangguan
kesehatan
4) Melihat banyaknya kesakitan akibat penyakit akibat pekerjaan
atau kecelakaan kerja antara berbagai kelompok tenaga kerja.

11
5) Menjelaskan sebab terjadinya penyakit akibat pekerjaan atau
kecelakaan kerja.
6) Mencari hubungan sebab akibat atau pengaruh hazards bagi
tenaga kerja dan menguji hipotesa.

7. Sumber Data Epidemiologi K3


1) Studi-studi yang berasal dari industry (industry base)
yangmmeaparkan mengenai identifikasi potensial toksik
bahan,sumber data dan kebutuhan spesifik yang tersedia,
rekonstruksi sejarah paparan, dan hubungannya paparan
dengan pekerja dan monitoring prospektif paparan
2) Studi – studi yang berasal dari masyarakat (community base)
yang bersumber dari riwayat individu, laporan RS, laporan
registrasi penyakit, sertfikat kematian dan sensus.
8. Ruang Lingkup Epidemiologi K3
Ruang lingkup atau manfaat epidemiologi kesehatan kerja
diantaranya :
1) Penyebab (causation),
Pertama, terdapat tiga faktor penyebab terjadinya
kecelakaan kerja diantaranya faktor agen, host, dan
lingkungan. Dari ketiga faktor tersebut memiliki peran dalam
penentu faktor kesehatan dari para pekerjanya. Pada faktor
lingkungan dibagi lagi penjabaran lima faktor diantaranya
faktor psikologis, faktor biologis, faktor kimia, faktor
kecelakaan, dan faktor fisika. Yang termasuk faktor psikologis
adalah tingkat stress, pembagian pekerjaan, serta hubungan
dalam penggajian pekerja dan lain-lain. Faktor biologis
dipengaruhi oleh aktivitas organisme yang berada pada
lingkungan pekerjaan seperti bakteri, virus, dan parasit. Faktor
kimia misalnya debu, bahan kimiawi, rokok. Faktor kecelakaan

12
diantaranya situasi bahaya dan sebagainya. Dan faktor fisika
misalnya iklim, bising, cahaya, radiasi.
2) Riwayat alamiah penyakit (natural history of desease),
Kedua, riwayat penyakit ilmiah menunjukkan peranan
hubungan antar faktor-faktor tadi secara berganda.
3) Menjelaskan status kesehatan populasi pekerja (description of
health status of population),
Ketiga, mendeskripsikan status kesehatan pekerja,
dengan adanya epidemiologi K3 kita dapat mengetahui status
dari kesehatan pekerja.
4) Melakukan penilaian terhadap perlakuan yang diberikan
(evaluasi of intervetion).
Keempat, evaluasi yang merupakan penilaian terhadap
perlakuan yang diberikan.
Dengan hasil yang telah didapatkan, kita dapat melakukan
beberapa tindakan dalam upaya mencapai kesehatan dengan
mengadakan promosi kesehatan, pelayanan kesehatan
masyarakat, dan pelayanan pengobatan.

B. Solusi Pemecahan Masalah


1) Mengidentifikasi faktor-faktor yang berperan dalam risiko
kecelakaaan dan terjadinya penyakit atau masalah kesehatan
pada pekerja.
2) Menyediakan data yang diperlukan untuk perencanaan kesehatan
dan pengambilan keputusan.
3) Membantu melakukan evaluasi terhadap program kesehatan dan
keselamatan kerja yang sedang atau telah dilakukan oleh
perusahaan.
4) Mengembangkan metodologi untuk menganalisis keadaan suatu
penyakit dan risiko kecelakaan kerja dalam upaya untuk
mengatasi atau menanggulanginya.

13
5) Mengarahkan intervensi yang diperlukan untuk menanggulangi
masalah yang perlu dipecahkan.
6) Mempelajari riwayat status kesehatan atau jenis penyakit yang
sering menjangkit pada sekolompok pekerja dari waktu ke waktu,
studi ini dipergunakan untuk keperluan projeksi di masa
mendatang.
7) Mengestimasi faktor risiko kecelakaan kerja dan risiko yang
mungkin dapat menimbulkan suatu penyakit pada pekerja sendiri,
seperti risiko penyakit asma setelah bekerja di pabrik
semen/tepung.
8) Melengkapi gambaran klinik penyakit kronik pada pekerja, agar
dapat memberikan informasi secara jelas mengenai riwayat
perjalanan penyakitnya.
9) Surveilans dan monitoring terhadap penyakit yang menular dan
berbahaya untuk keperluan preventif agar tidak berjangkit luas
pada pekerja lainnya serta terhadap risiko yang membahayakan
para pekerja.

14
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
1) Faktor-faktor yang mempengaruhi masalah ketenagakerjaan
adalah faktor kependudukan, perkembangan pembangunan di
bidang pendidikan, masalah pertumbuhan ekonomi dan
pertumbuhan angkatan kerja dan ketersediaan angkatan kerja.
2) Keempat faktor tersebut merupakan mata rantai yang tidak
terpisahkan dan yang paling menentukan adalah pertumbuhan
ekonomi, karena sangat menentukan besar kecilnya kesempatan
kerja.
3) Peranan pendidikan dan pelatihan kerja memiliki arti penting
dalam memenuhi tuntutan kebutuhan tenaga terampil dalam
berbagai jenis pekerjaan.

B. Saran
1) Permasalahan ketenagakerjaan ini harus mendapatkan perhatian
yang serius dari berbagai pihak baik pemerintah maupun swasta.
2) Masalah ketenegakerjaan adalah masalah pokok yang harus
dihadapi oleh negara dan masyarakat Indonesia untuk menuju
masyarakat yang adil dan makmur.
3) Dengan mengeluarkan kebijakan – kebijakan yang terkait dengan
ketenagakerjaan dan perlu mendapatkan perhatian berupa
perlindungan kesehatan dan keselamatan kerja bagi seluruh
pekerja baik formal, informal, wanita, remaja, maupun anak agar
kecelakaan akibat kerja dapat teratasi.

15
DAFTAR PUSTAKA

Nuraeni., dkk. 2014. Epidemiologi K3, (Online)


http://dokumen.tips/documents/kelompok-11-epidemiologi-k3.html
(diakses 6 Desember 2016)

Nurcahyo,H. 2013. Manfaat Epidemiologi dalam lingkup Kesehatan


Keselamatan Kerja ( KKK ) dalam Menganalisis Status Kesehatan
Pekerja. Universitas Dipenogoro, Semarang.

Azwar, asrul. 1988. PENGANTAR EPIDEMIOLOGI. PT Binarupa, Jakarta.

M.n.bustan. 2006. Pengantar Epidemiologi. Rineka Cipta, Jakarta.

Anonim, 2010. Epidemiologi dan Peranannya dalam mengatasi Masalah


Kesehatan Masyarakat, (Online)
http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/epidemiologi_kebidanan
/bab1-definisi_epidemiologi.pdf. (diakses 4 Januari 2016)

16