Anda di halaman 1dari 13

Makalah Kontrasepsi Mantap

Medis Operatif Pria (MOP)

Disusun Untuk Memenuhi Target Asuhan Kebidanan Yang Belum Tercapai

Disusun Oleh :

Winda Handini PO.62.24.2.16.216

KEMENTRIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


BADAN PENGEMBANGAN DAN PEMBERDAYAAN SUMBER DAYA
MANUSIA
POLITEKNIK KESEHATAN PALANGKA RAYA
PRODI SARJANA TERAPAN KEBIDANAN
TAHUN 2019
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat-Nya
sehingga makalah ini dapat tersusun hingga selesai. Dan harapan penulis semoga
makalah ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca,
untuk kedepannya dapat memperbaiki bentuk maupun menambah isi makalah
agar menjadi lebih baik lagi.
Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman penulis, penulis
yakin masih banyak kekurangan dalam makalah ini. Oleh karena itu penulis
sangat mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca demi
kesempurnaan makalah ini.

Palangka Raya, November 2019

Penulis
DAFTAR ISI

KATA OENGANTAR .............................................................................. i


DAFTAR ISI ............................................................................................. ii

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ................................................................................. 1
B. Rumusan Masalah ............................................................................ 2
C. Tujuan Penulisan .............................................................................. 2

BAB II PEMBAHASAN
A. Definisi MOP ................................................................................... 3
B. Keuntungan dan Kerugian MOP ...................................................... 3
C. Teknik MOP ..................................................................................... 4
D. Indikasi dan Kontraindikasi MOP .................................................... 6
E. Efek Samping MOP ......................................................................... 7

BAB II PENUTUP
A. Kesimpulan ...................................................................................... 8

DAFTAR PUSTAKA
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Kondisis kependudukan di Indonesia saat ini yang membutuhkan
jumlah, kualitas, atau persebarannya merupakan tantangan yang harus
diatasi bagi tercapainya kemajuan pembangunan bangsa Indonesia. Situasi
dan kondisi kependudukan yang ada pada saat ini merupakan suatu
fenomena yang perlu diperhatikan dan ditangani oleh lebih seksama, lebih
dari sekedar menunggu dan dipelihara.
Tingginya Angka Kematian Ibu Akibat resiko tinggi untuk review
melahirkan menjadi perhatian pemerintah. Program yang dimiliki
diadakan Keluarga Berencana (KB) sebagai salah satu cara untuk
mengurangi Angka Kematian Ibu. Banyak anak-anak terlantar dan dengan
jarak usia yang sangat dekat juga menjadi perhatian pemerintah.
Metode kontrasepsi mantap terdiri dari dua macam yaitu Medis
Operatif Wanita (MOW) dan Medis Operatif Pria (MOP). Medis Operatif
Wanita sering disebut Tubektomi/ Sterilisasi karena prinsip metode ini
adalah mengikat saluran tuba fallopi sehingga menghindari pertemuan
antara ovum dan sperma. Sedangkan Medis Opratif Pria disebut
Vasektomi yaitu memotong atau mengikat saluran vasdeferens sehingga
cairan sperma tidak diejakulasi.
Angka prevalesnsi kontrasepsi panjang vasektomi masih sangat
rendah dengan kontrasepsi lainnya. Di Indonesia vasektomi sebagai tujuan
kontrasepsi belum begitu digalakan. Hal ini memerlukan motivasi dan
penerangan yang lebih luas, karena masih banyak pria menyangka bahwa
vasektomi sama dengan kebiri. Banyak pria yang bersedia kehilangan
fertilitasnya, namun mereka takut kehilangan kejantanannya. Haruslah
diejlaskan, bahwa pada vasektomi produksi sperma dan produksi hormone
pria akan terus berjalan seperti sebelumnya, hanya sperma yang baru
dihasilkan tidak akan dikeluarkan melalui persetubuhan.

1
B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan kontrasepsi MOP?
2. Apa keuntungan dan kerugian kontrasepsi MOP?
3. Teknik apa saja untuk melakukan kontrasepsi MOP?
4. Apa saja indikasi dan kontraindikasi MOP?
5. Apa efek samping penggunaan MOP?

C. Tujuan Penulisan
1. Mahasiswa dapat mengetahui Apa yang dimaksud dengan kontrasepsi
MOP
2. Mahasiswa dapat mengetahui keuntungan dan kerugian kontrasepsi
MOP
3. Mahasiswa dapat mengetahui Teknik apa saja untuk melakukan
kontrasepsi MOP
4. Mahasiswa dapat mengetahui indikasi dan kontraindikasi
menggunakan MOP
5. Mahasiswa dapat mengetahui efek samping penggunaan MOP

2
BAB II
PEMBAHASAN

A. Definisi Kontrasepsi MOP (Medis Operatif pria)


Vasektomi adalah tindakan memotong dan menutup saluran mani (vas
deferens) yang menyalurkan sel mani (sperma) keluar dari pusat produksinya
di testis. (Mochtar, 2002).
Vasektomi adalah tindakan merupakan tindakan bedah minor dan kadang
memerlukan insisi yang kecil atau tanpa insisi sehingga hanya meliputi daerah
superfisial. (Sarwono: 2003) Vasektomi sebenarnya telah dikenal orang sejak
lama. Pada abad 19 pada ahli bedan telah melakukan vasektomi untuk tujuan
pengobatan, mencegah infeksi kelanjar prostat atau pada hipertropi kelenjar
prostat.
Vasektomi adalah prosedur klinik untuk menghentikan kapasitas
reproduksi pria dengan jalan melakukan oklusi vasa deferensia sehingga alur
trasportasi sperma terhambat dan proses fertilisasi terhambat. Vasektomi
merupakan upaya untuk menghentikan fertilitas dimana fungsi reproduksi
merupakan ancaman atau gangguan terhadap kesehatan pria dan pasangannya
serta melemahkan ketahan dan kualitas keluarga.
Kontrasepsi mantap atau sterillisasi merupakan metode kb yang efektif,
murah, aman dan memeliki nilai demografi yang tinggi. Kontap yang saat ini
belum masuk program Gerakan keluarga berencana nasional Indonesia,
namun pelayanan kontap dapat diterima masyarakat, dan makin lama makin
besar besar jumlahnya dengan usia makin muda.
Di Indonesia vasektomi sebagai tujuan kontrasepsi belum begitu
digalakan. Hal ini memerlukan motivasi dan penerangan yang lebih luas ,
karna masih banyak pria menyangka bahwa vasektomi sama dengan kebiri.

B. Keuntungan Dan Kerugian MOP


1. Keuntungan:
a. Efektif
b. Aman, morbiditas rendah dan hampir tidak ada mortalitas

3
c. Sederhana
d. Cepat, hanya memerlukan waktu 5-10 menit
e. Hanya memerlukan anestesi lokal saja
f. Biaya rendah
g. Secara kultural, sangat dianjrkan di negara-negara dimana wanita merasa
malu untuk ditangani oleh dokter pria atau kurang tersedia dokter wanita
dan paramedis wanita
2. Kerugian:
a. Diperlukan suatu tindakan operatif
b. Kadang-kadangmenyebabkan komplikasi seperti perdarahan atau
infeksi
c. Belum memberi perlindungan total sampai semua spermatozoa yang
sudah ada didalam sistem reproduksi distal dari tempat oklusi vas
deferens dikeluarkan.
d. Problem psikologis yang berhubungan dengan perilaku seksual
mungkin bertambah parahsetelah tindakan operatif yang menyangkut
sistem reproduksi pria.

C. Teknik MOP
1. Operatif
Vasektomi dengan pisau setelah anestesilokal yaitu dengan larutan
prokain lidokain atau lignokain tanpamemakai adrendin maka dilakukan
irisan pada kulit scrotum. Kulit dan otot-otot disayat,maka tampak vas
deferens dengan sarungnya. Irisan dapat dilakukan pada garis tengah
antara dua belahan scrotum atau pada dua tempat di atas masing-masing
vas deferensKedua vas tampak sebagai saluran yang putih dan agak kenyal
pada perabaan. Vas dapatdibedakan dari pembuluh-pembuluh darah,
karena tidak berdenyut. IdentifikasiVasterutaa sukar apabila kulit
scrotumtebal.
Vasektomi Tanpa pisau untuk mengurangi atau menghilangkan
rasa takut calon akseptor kontap pria akantindakan operasi (yang

4
umumnya dihubungkam dengan pemakaian pisau operasi), dan untuk
menggalakkan penerimaan kontap pria, di Indonesia sekarang telah
diperkenalkanmetode vasektomi tanpa pisau (VTP).Vasektomi pada pisau
juga dapat dilakukan tanpa mengiris kulit, jadi tanpa memakai pisau sama
sekali, yaitu dengan cara:
 Saluran diikat bersama-sama dengan kulit
 scrotum dengan cara mencobloskan jarum dengan benang sampai ke
bawah saluran mani.
 Dapat juga disuntikkan ke dalam saluran mani
 Saluran mani dapat dibakar dengan mencobloskan jarum kauter halus
melalui kulit ke dalam saluran mani.

2. Penyumbatan Vas Deferens


Mekanis dilakukan dengan penjepitan vas deferens menggunakan :
 Vaso-clips
 Intra Vasal Thread (IVT)
 Reversible Intravas Device (R-IVD).
 Shug
 Phaser (Bionyx Control)
 Reversible Intravasal Occlusive Devices (RIOD)

3. Penyumbatan vas deferens kimiawi


Dilakukan penyumbatan terhadap vas deferens menggunakan zat-zat
kimiawi berupa :
a) Quinacrine
b) Ethanol
c) Ag-nitrat

5
D. Indikasi dan Kontraindikasi MOP
1. Indikasi
Pada dasarnya indikasi untuk melakukan vasektomi ialah bahwa
pasangan suami-istri tidak menghendaki kehamilan lagi dan pihak suami
bersedia bahwa tindakan kontrasepsi dilakukan pada dirinya.

2. Kontraindikasi
a. Infeksi kulit lokal, misalnya Scabies (penyakit kulit menular akibat tuma
gatal).
b. Infeksi traktus genetalia
c. Kelainan skrotum dan sekitarnya :
1) Varicocele (varikositas pleksus pampiniformis korda spermatika,
yang membentuk benjolan skrotum yang terasa seperti ”kantong
cacing”).
2) Hydrocele besar
3) Filariasis.
4) Hernia inguinalis.
5) Orchiopexy (fiksasi testis yang tidak turun pada skrotum).
6) Luka parut bekas operasi hernia.
7) Skrotum yang sangat tebal.

Konseling Pasca Operasi


1. Menjaga daerah insisi agar tetap kering
2. Tidak menarik-narik atau menggaruk-nggaruk luka yang sedang dalam
penyembuhan.
3. Memakai penahan skrotum (celana dalam).
4. Menghindari mengangkat benda berat dan kerja keras untuk 3 hari.
5. Klien boleh bersenggama sesudah tidak merasa sakit (hari ke 2-3),
namun untuk mencegah kehamilan,pakailah kondom atau cara
kontrasepsi lain selama 3 bulan atau sampai ejakulasi15-20 kali.
6. Periksa semen 3 bulan pasca vasektomi atau sesudah 15-20 kali
ejakulasi.

6
E. Efek Samping
Macam-Macam Efek Samping Atau Masalah Kontrasepsi Efek samping
yang dapat timbul yang akan timbul adalah:
1. Timbul rasa nyeri.
2. Infeksi pada bekas luka.
3. Membengkaknya kantung biji zakar karena pendarahan.
4. Belum ada efek samping jangka panjang.
5. Mengalami ketidak-nyamanan setelah operasi.
6. Komplikasi yang serius karena operasi jarang terjadi.

7
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan
MOP atau Vasektomi MOP atau vasektomi merupakan alat kontrasepsi
mantap pada laki-laki yaitu dengan memotong saluran mani (vasdeverens)
kemudian kedua ujungnya di ikat, sehingga sel sperma tidak dapat mengalir
keluar penis (urethra). Kerugian dari kontrasepsi ini yaitu salah satunya yaitu
Belum memberi perlindungan total sampai semua spermatozoa yang sudah
ada didalam sistem reproduksi distal dari tempat oklusi vas deferens
dikeluarkan. Teknik melakukan kontrasepsi ini ada berbagai cara yaitu :
operatif, penyumbatan vas deverens, dan penyumbatan vas deferens kimiawi.

8
DAFTAR PUSTAKA

Indriani K, Sumadikarya. 2009. Rekomendasi praktik pilihan untuk penggunaan


kontrasepsi edisi 2. Jakarta: EGC
Saifudin, Abdul B. 2003. Paduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi.
Bina Pustaka

http://id.shvoong.com/medicine-and-health/epidemiology-public-helth/1984787-
kontrasepsi-untuk-pria/. Diunduh oada tanggal 23 November 2019