Anda di halaman 1dari 12

BAB XI

SELISIH KOMPOSISI DAN HASIL BAHAN BAKU

11.1 Komposisi dan Hasil Bahan Baku


Bahan baku yang dipakai dalam perusahaan terdiri dari berbagai jenis. Dalam perusahaan
tertentu terdapat kemungkinan untuk merubah komposisi bahan baku yang dipakai dengan tujuan
untuk merendahkan biaya akan tetapi dengan tetap menjaga agar kualitas dan kuantitas hasil produksi
memuaskan. Penurunan biaya dapat juga dilakukan dengan perubahan hasil bahan baku yang dipakai.
Apabila perusahaan melakukan hal seperti tersebut di atas maka manajemen memerlukan suatu
analisis atas komposisi dan hasil bahan baku. Jika perusahaan menggunakan harga pokok standar maka
harus ditentukan terlebih dahulu standar komposisi dan standar hasil bahan baku.
Dengan adanya perubahan atas komposisi bahan baku yang digunakan dapat menimbulkan
penyimpangan biaya bahan baku yang dapat di analisis menjadi : Selisih Komposisi dan Selisih Hasil
Bahan Baku.

11.1.1 Standar Komposisi dan Standar Hasil Bahan Baku


Standar komposisi bahan baku merupakan komposisi dari setiap jenis bahan baku yang
seharusnya dipakai untuk membuat satu unit produk tertentu. Sedangkan standar hasil bahan baku
merupakan hasil produksi yang seharusnya diperoleh dari pengolahan sejumlah bahan baku tertentu.

11.1.2 Selisih Komposisi dan Selisih Hasil Bahan Baku


a. Selisih Komposisi Bahan Baku
Selisih komposisi bahan baku disebabkan oleh adanya perbedaan antara biaya bahan baku pada
komposisi yang sesungguhnya dengan biaya bahan baku pada komposisi standar.

Rumus Selisih Komposisi Bahan Baku =

Bahan Baku pd Komposisi Sesungguhnya = ……………..


Bahan Baku pd Komposisi Standar = ……………..
Selisih Komposisi Bahan Baku = …………….

Bab XI | 1
(KKmSes - KKmSt) x Hst (KSes x Hst) - (TKSes x HRst)

Di mana :
KKmSes = Kuantitas bahan baku pada komposisi sesungguhnya
KKmSt = Kuantitas bahan baku pada komposisi standar
KSes = Kuantitas pemakaian BB sesungguhnya untuk setiap jenis Bahan Baku
Hst = Harga standar setiap jenis bahan baku
TKSes = Total kuantitas semua jenis Bahan Baku yang sesungguhnya digunakan
HRst = Harga rata-rata standar bahan baku per satuan

Kondisi yang terjadi :


BB pd Komposisi Standar > BB pd Komposisi Sesungguhnya = Favorable
BB pd Komposisi Standar < BB pd Komposisi Sesungguhnya = Unfavorable

Selisih komposisi dapat pula dihitung dengan cara membandingkan antara biaya bahan baku
pada komposisi sesungguhnya dengan standar hasil dari bahan baku yang digunakan.
Rumus Selisih Komposisi Bahan Baku =

(KSes x Hst) - (StH x Bst)

Di mana :
KSes = Kuantitas pemakaian BB sesungguhnya untuk setiap jenis Bahan Baku
Hst = Harga standar setiap jenis bahan baku
StH = Standar hasil dari bahan baku yang diolah
Bst = Biaya bahan baku standar per satuan output

Kondisi yang terjadi :


BB pd Komposisi Standar < Standar hasil = Favorable
BB pd Komposisi Standar > Standar hasil = Unfavorable

Bab XI | 2
b. Selisih Hasil Bahan Baku
Selisih hasil bahan baku disebabkan karena adanya perbedaan antara standar hasil dari bahan
baku yang diolah dengan hasil sesungguhnya yang diperoleh dari bahan baku yang diolah.

Rumus Selisih Hasil Bahan Baku =

Hasil Standar = ……………..


Hasil Sesungguhnya = ……………..
Selisih Hasil Bahan Baku = …………….

(HslSt - HslSes) x Bst (HslSt x BSt) - (HslSes x BSt) (TKSes - TKSt) x HRSt

Dimana :
HslSt = Hasil standar dari bahan baku yang diolah
HslSes = Hasil sesungguhnya dari bahan baku yang diolah
TKSt = Total kuantitas semua jenis standar bahan baku yang digunakan
TKSes = Total kuantitas semua jenis bahan baku yang sesungguhnya digunakan
HRst = Harga rata-rata standar bahan baku per satuan

Kondisi yang terjadi :


Standar Hasil BB > Hasil BB Sesungguhnya = Unfavorable
Standar Hasil BB < Hasil BB Sesungguhnya = Favorable

Contoh :
PT. ZAMZAM memproduksi produk X, dimana untuk memproduksi produk tersebut dibutuhkan bahan
baku dengan komposisi standar sebagai berikut :
Jenis Bahan Kuantitas (kg) Harga (Rp./Kg) Jumlah (Rp.)
P 4 200,- 800,-
Q 6 150,- 900
Jumlah 10 1.700,-

Jumlah produk X yang dihasilkan selama bulan Desember 2012 sebanyak 150 unit dengan pemakaian
bahan baku sebagai berikut :

Bab XI | 3
P = 590 kg @ Rp. 210,- Rp. 123.900,-
Q = 960 kg @ Rp. 145,- Rp. 139.200,-
Jumlah Rp. 263.100,-
Diminta :
1. Hitunglah selisih biaya bahan baku,
2. Hitunglah selisih harga bahan baku,
3. Hitunglah pemakaian bahan baku,
4. Hitunglah selisih komposisi bahan baku, dan
5. Hitunglah selisih hasil bahan baku.

Jawab :
1. Selisih biaya bahan baku :
Standar biaya bahan baku = ………….X………… = ……………..
Biaya BB sesungguhnya = ………….X………… = ……………..
Selisih biaya bahan baku = …………….

2. Selisih harga bahan baku :


HSt KSes Selisih Harga
Bahan HSes (Rp/kg) Ket.
(Rp/kg) (Kg.) (Rp.)
P …………… ……………. …………. ………………. …………..
Q …………… ……………. …………. ………………. …………..
Total Selisih

3. Selisih pemakaian bahan baku :


KSt KSes HSt Selisih Kuant
Bahan Ket.
(Kg) (Kg) (Rp./Kg.) (Rp.)
P …………… ……………. …………. ………………. …………..
Q …………… ……………. …………. ………………. …………..
Total Selisih

Bab XI | 4
4. Selisih komposisi bahan baku :
KKmSes KKmSt HSt Selisih Komposisi
Bahan Ket.
(Kg) (Kg) (Rp./Kg.) (Rp.)
P …………… ……………. …………. ………………. …………..
Q …………… ……………. …………. ………………. …………..
Total Selisih

5. Selisih hasil bahan baku :


Selisih Hasil
HslSt HslSes Selisih Hasil BSt
Bahan Baku Ket.
(unit) (unit) (unit) (Rp./unit)
(Rp.)
………… ………… ……………. …………. ………………. …………..

11.2 Selisih Hasil Biaya Upah Langsung dan Selisih Hasil Biaya Overhead Pabrik
11.2.1 Selisih Hasil Biaya Upah Langsung
Selisih hasil biaya upah langsung merupakan selisih yang terjadi karena adanya perbedaan
antara hasil dari jam tenaga kerja langsung yang seharusnya (standar) dengan hasil dari jam tenaga kerja
langsung yang sesungguhnya.

Rumus Selisih Hasil Biaya Upah Langsung =

(HslSt - HslSes) x Tst

Dimana :
TSt = Tarif upah standar per unit

Kondisi yang terjadi :


Standar Hasil TKL > Hasil TKL Sesungguhnya = Unfavorable
Standar Hasil TKL < Hasil TKL Sesungguhnya = Favorable

Contoh :
Melanjutkan contoh di atas. PT. ZAMZAM memproduksi satu unit produk X, diperlukan biaya upah
langsung sebesar : 4 jam @ Rp. 1.200,-. Sedangkan biaya upah langsung yang sesungguhnya terjadi
untuk mengolah sebanyak 150 unit produk X adalah sebagai berikut : 750 jam @ Rp. 1.000,-

Bab XI | 5
Diminta :
1. Hitunglah selisih biaya upah langsung,
2. Hitunglah selisih tariff upah langsung,
3. Hitunglah selisih efisiensi upah langsung,
4. Hitunglah selisih efisiensi (multi produk), dan
5. Hitunglah selisih hasih biaya upah langsung.

Jawab :
1. Selisih biaya upah langsung :
Standar biaya TKL = ………….X………… = ……………..
Biaya TKL sesungguhnya = ………….X………… = ……………..
Selisih biaya upah langsung = …………….

2. Selisih tariff upah langsung :


= (………. -…………) x …………...=…………………………..

3. Selisih efisiensi upah langsung :


= (………. -…………) x …………...=…………………………..

4. Selisih efisiensi upah (ada hasil) :


= (………. -…………) x …………...=…………………………..

5. Selisih hasil biaya upah langsung :


= (………. -…………) x …………...=…………………………..

11.2.2 Selisih Hasil Biaya Overhead Pabrik


Selisih hasil biaya overhead pabri merupakan selisih yang terjadi karena adanya perbedaan
antara hasil dari suatu dasar pembebanan tertentu (misalnya: jam kerja langsung) yang seharusnya
(standar) dengan hasil dari suatu dasar pembebanan tertentu (misalnya: jam kerja langsung) yang
sesungguhnya.

Bab XI | 6
Rumus Selisih Hasil Biaya Ovehead Pabrik =

(HslSt - HslSes) x TOHst

Dimana :
TOHSt = Tarif BOP standar per unit

Kondisi yang terjadi :


Standar Hasil BOP > Hasil BOP Sesungguhnya = Unfavorable
Standar Hasil BOP < Hasil BOP Sesungguhnya = Favorable

Contoh :
Melanjutkan contoh di atas. PT. ZAMZAM memproduksi satu unit produk X, diperlukan biaya overhead
sebesar :
Tarif BOP variable = 4 jam @ Rp. 600,- = Rp. 2.400,-
Tarif BOP tetap = 4 jam @ Rp. 1.000,- = Rp. 4.000,-
Biaya overhead pabrik sesungguhnya untuk memproduksi sebanyak 150 unit produk X sebesar Rp.
1.100.000,-. Tarif BOP ditentukan atas dasar jam kerja langsung dengan kapasitas normal sebesar 800
jam.

Diminta :
1. Hitunglah selisih biaya overhead pabrik,
2. Dengan menggunakan metode 2 selisih :
a. Hitunglah selisih terkendali,
b. HItunglah selisih volume, dan
c. Hitunglah selisih hasil biaya overhead pabrik
3. Dengan menggunakan metode 3 selisih :
a. Hitunglah selisih anggaran,
b. Hitunglah selisih kapasitas,
c. Hitunglah selisih efisiensi, dan
d. Hitunglah selisih hasil biaya overhead pabrik.

Bab XI | 7
Jawab :
1. Selisih biaya overhead pabrik =
Standar biaya overhead = ………….X………… = ……………..
BOP sesungguhnya = ………….X………… = ……………..
Selisih biaya overhead pabrik = …………….

2. Metode 2 selisih :
a. Selisih terkendali =

BOP Sesungguhnya Rp……….


BOP yang dibebankan pd kapasitas (jam) standard
Var :…………….X…………… =Rp………..
Tetap :…………….X…………… =Rp………..+
Rp……….-
Selisih Terkendali Rp………..

b. Selisih volume =

Kapasitas (jam)Normal = ………………..


Kapasitas (jam) Standar = ………………..-
Selisih Volume = ……………….
Tarif BOP Tetap Rp. …………….X
Selisih Volume Rp………………

c. Selisih hasil biaya overhead pabrik =


= (………. -…………) x …………...=…………………………..
3. Metode 3 selisih :
a. Selisih anggaran =

BOP Sesungguhnya Rp……….


BOP yang dibebankan pd kapasitas sesungguhnya
Var :…………….X…………… =Rp………..
Tetap :…………….X…………… =Rp………..+
Rp……….-
Selisih Anggaran Rp………..

Bab XI | 8
b. Selisih kapasitas =

Kapasitas (jam) Normal = ………………..


Kapasitas (jam) Sesungguhnya = ………………..-
Selisih Kapasitas = ……………….
Tarif BOP tetap Rp. …………….X
Selisih Kapasitas Rp………………

c. Selisih efisiensi =

Kapasitas (jam) Standar = ………………..


Kapasitas (jam) Sesungguhnya = ………………..-
Selisih Efisiensi = ……………….
Tarif BOP Total Rp. …………….X
Selisih Efisiensi Rp………………

d. Selisih hasil biaya overhead pabrik =


= (………. -…………) x …………...=…………………………..

Bab XI | 9
SOAL LATIHAN
SOAL 11 – 1
PT. MAMBO merupakan sebuah perusahaan manufaktur yang memproduksi produk Y. Manajemen
perusahaan telah menetapkan standar biaya per unit untuk memproduksi produk Y tersebut adalah
sebagai berikut :
Bahan baku A = 6 kg @ Rp. 500,- = Rp. 3.000,-
Bahan baku B = 4 kg @ Rp. 250,- = Rp. 1.000,-
= 10 kg. = Rp. 4.000,-
Upah Langsung = 4 jam @ Rp. 1.000,- = Rp. 4.000,-
Overhead =
Variabel = 4 jam @ Rp. 375,- = Rp. 1.500,-
Tetap = 4 jam @ Rp. 125,- = Rp. 500,-
Harga Pokok Standar Per Unit = Rp. 10.000,-
Biaya overhead pabrik dibebankan kepada produk Y atas dasar Jam Kerja Langsung (JKL) pada kapasitas
normal sebesar 10.000 jam.

Data kegiatan perusahaan selama bulan Desember 2006 adalah sebagai berikut :
a. Pembelian bahan baku A = 15.000 kg, bahan baku B = 10.000 kg.
b. Pemakaian bahan baku A = 14.200 kg, bahan baku B = 9.800 kg. Harga A Rp. 490, B Rp. 265
c. Upah langsung sesungguhnya = 9.500 jam @ Rp. 1.025,-
d. Biaya overhead pabrik sesungguhnya = Rp. 4.212.500,-
e. Produk yang dihasilkan sebanyak = 2.450 unit.

Diminta :
1. Hitunglah selisih bahan baku (selisih harga, komposisi, dan hasil),
2. Hitunglah selisih upah langsung (selisih biaya, tariff, efisiensi, dan hasil)
3. Hitunglah selisih overhead pabrik (selisih biaya, terkendali, volume, dan hasil).

SOAL 11 – 2
PT. BAROS dalam memproduksi produk X membutuhkan komposisi bahan baku standar sebagai berikut :

Bab XI | 10
Kuantitas Harga Jumlah
Bahan baku
(kg) (Rp./kg) (Rp.)
A 4 220,- 880,-
B 8 160,- 1.280,-
Jumlah 12 2.160,-

Selama bulan Desember 2012 telah diproduksi sebanyak 300 unit produk X dengan pemakaian bahan
baku sebagai berikut :
Bahan baku A = 1.090 kg @ Rp. 240,-
Bahan baku B = 2.150 kg @ Rp. 175,-
Diminta :
1. Hitunglah selisih biaya bahan baku,
2. Hitunglah selisih harga bahan baku,
3. Hitunglah selisih kuantitas (pemakaian) bahan baku,
4. Hitunglah selisih komposisi bahan baku, dan
5. Hitunglah selisih hasil bahan baku.

SOAL 11 – 3
PT. LAKU memproduksi suatu peganan khas Bandung dengan menggunakan system biaya standar.
Standar biaya untuk memproduksi satu peganan tersebut adalah sebagai berikut :
Bahan Baku
Keterangan
Terigu Gula
Komposisi (Kg.) 1,8 1,2
Harga (Rp./Kg.) 1.200,- 1.500,-
Biaya sesungguhnya yang dikeluarkan untuk memproduksi sebanyak 9.000 buah peganan tersebut
adalah :
Bahan Baku
Keterangan
Terigu Gula
Komposisi (Kg.) 7.800 6.000
Harga (Rp./Kg.) 1.250,- 1.300,-

Bab XI | 11
Diminta :
1. Hitunglah selisih biaya bahan baku,
2. Hitunglah selisih harga bahan baku,
3. Hitunglah selisih kuantitas (pemakaian) bahan baku,
4. Hitunglah selisih komposisi bahan baku, dan
5. Hitunglah selisih hasil bahan baku.

Bab XI | 12