Anda di halaman 1dari 78

MODUL PEMBELAJARAN

PEMANGKASAN DAN PEWARNAAN RAMBUT


KOMPETENSI KEAHLIAN : KECANTIKAN KULIT

MATA PELAJARAN : PEMANGKASAN RAMBUT KOMERSIAL


KELAS / SEMERSTER : XII/ 1

SMK N 27 JAKARTA
Jl. Dr. Sutomo. No. 1 Jakarta Pusat
Telp. 3845739 – Fax. 3524973
Web : www.smkn27-jkt.orge-mail : info@smkn27-jkt.org

1|MODUL PEMANGKASAN RAMBUT KOMERSIAL


KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan
hidayah Nya kepada penulis untuk menyelesaikan modul pembelajaran ini. Subtitusi modul
kemampuan produktif ini mengacu pada standar kompetensi siswa, sehingga modul ini disusun
secara sistematik, menarik, mudah dicerna, memenuhi aturan penulisan dan mempunyai aspek
keterbatasan yang tinggi.
Penulis menyadari bahwa modul ini masih jauh dari sempurna, penulis berusaha untuk
terus memperbaiki untuk menjadi lebih sempurna sehingga mencapai kompetensi yang
diinginkan.
Terima kasih penulis sampaikan kepada pihak - pihak yang membantu sehingga modul
ini dapat terselesaikan sesuai dengan waktu yang ditentukan. Segala kritik dan saran yang dapat
mengembangkan modul ini agar menjadi lebih baik akan penulis terima dengan senang hati.
Semoga modul ini dapat bermanfaat bagi SMK dan pihak lain yang membutuhkan.

Jakarta, 21 Oktober 2019

Penulis

2|MODUL PEMANGKASAN RAMBUT KOMERSIAL


DAFTARISI
ISI
DAFTAR

Cover……………………………………………………………..……………….i
Kata Pengantar……………………………………………………...…………....ii
Daftar Isi……………………………………………………………..…………..iii
Daftar Gambar………………………………………………………...………….v
Peta Kedudukan Modul………………………………………………………….vi
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Deskripsi………………………………………………………….……….….6
1.2. Prasyarat………………………………………………………………….…..6
1.3. Petunjuk Pengunaan Modul………………………………………………..…6
1.4. Tujuan Pembelajaran……………………………………………………..…..7
1.5. Kompetensi dan Indikator Pencapaian Kompetensi……………………..…...7
1.6. Strategi Pembelajaran……………………………………………………..….9
1.7. Kegiatan Pembelajaran……………………………………………..………...9

BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Pengertian Sistem Organ Tubuh…………………………………….…….10
2.2. Sistem Pecernaan Manusia…………………………………….………….11
2.2.1. Organ – Organ Pencernaan Manusia…………………….………..11
2.3. Sistem Pernapasan………………………………………………………...21
2.4. Sistem Peredaran Darah …………………………………………………..23
2.4.1. Bagian – bagian Darah……………………………………….……24
2.4.2. Sistem Kardiovaskular………………………………….…………26
2.4.3. Macam – macam Peredaran Darah………………………………..28
2.4.4. Proses Pembekuan Dasar………………………………………….29
2.5. Sistem Reproduksi…………………………………………………..…….30
2.5.1. Alat Reproduksi atau Alat Kelamin Pria………………….………30
2.5.2. Alat Reproduksi atau Alat kelamin Wanita……………………….36
2.5.3. Fase Menstruasi………………………………………...………....39
BAB III
EVALUASI
3.1. Kognitif Skill…………………………………………….………..42
3.2. Psikomotorik Skill……………………………………...…………45
BAB IV
PENUTUP

3|MODUL PEMANGKASAN RAMBUT KOMERSIAL


Lembar diagnosa
Lembar diagnosa
4.1. Kesimpulan………………………………………………………46
4.2. Implikasi…………………………………………………………46
4.3. Tindak Lanjut…………………………………………………….47
Daftar Pustaka…………………………………………………………………..48

4|MODUL PEMANGKASAN RAMBUT KOMERSIAL


PETA KEDUDUKAN MODUL

5|MODUL PEMANGKASAN RAMBUT KOMERSIAL


BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Deskripsi

Modul ini merupakan salah satu pedoman yang ditunjukkan untuk siswa kejuruan Tata
Kecantikan, materi yang diajarkan meliputi:
A. Informasi Strategi penyajian dan pengujian materi
B. Informasi tentang standar kompetensi yang akan dicapai
C. Materi-materi yang diperlukan untuk menguasai unit kompetensi yang
dikembangkan.
D. Saran-saran strategi pengujian

1.2 Prasyarat

Kemampuan awal yang dipersyaratkan untuk mempelajari modul tersebut baik berdasarkan
bukti penggunaan modul lain maupun dengan menyabutkan kemampuan spesifik yang
diperlukan. Sebelum anda mempelajari modul, “PEMANGKASAN ”, sebaiknya anda
mempunyai pengetahuan dibidang ini.

1.3 Petunjuk Penggunaan Modul

1. Untuk Peserta Didik

 Bacalah dan pahami modul ini dari awal hingga akhir sesuai dengan urutan materi
yang telah disusun
 Perhatikanlah setiap petunjuk dan uraian materi untuk memudahkan untuk
mempelajari materi yang akan dijelaskan oleh guru.

2. Untuk Fasilitator

 Membantu peserta didik dalam merencanakan proses belajar


 Membimbing peserta didik melalui tugas – tugas pelatihan yang dijelaskan dalam
tahap belajar.

6|MODUL PEMANGKASAN RAMBUT KOMERSIAL


 Membantu peserta didik dalam memahami konsep dan praktik, serta menjawab
pertanyaan peserta didik mengenai proses belajar
 Membantu peserta didik dalam menentukan dan mengakses sumber tambahan lain
yang diperlukan untuk belajar.
 Mencatat rencana pembelajaran selanjutnya
 Mencatat pencapaian kemajuan peserta didik

1.4 Tujuan Pembelajaran

Setelah peserta didik mendapatkan materi “Sistem Organ Tubuh Manusia” diharapkan
peserta didik dapat:
 Siswa Mampu mempelajari sistem organ dalam tubuh
 Siswa mampu menguraikan sistem organ dalam tubuh
 Siswa mampu menyiapkan kerangka tubuh manusia
 Siswa mampu melakukan peragaan pengelompokkan sistem organ dalam tubuh
manusia

1.5 Kompetensi dan Indikator Pencapaian Kompetensi

Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Pembelajaran


3.13. Menerapkan pemangkasan 3.13.1.Menguraikan pemangkasan rambut
rambut komersial komersial
3.13.2. Mengaplikasikan pemangkasan rambut
komersial

4.13.Melakukan pemangkasan 4.13.1. Mengaplikasikan macam-macam Teknik


rambut komersial pemangkasan rambut komersial
4.13.2. Melaksanakan praktik pemangkasan
rambut
komersial

Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Pembelajaran

3.14. Menerapkan pewarnaan 3.14.1.Menguraikan pewarnaan rambut


rambut komersial komersial
3.14.2.Mengaplikasikan pewarnaan rambut
komersial

7|MODUL PEMANGKASAN RAMBUT KOMERSIAL


4.14.Melakukan pewarnaan 4.14.1. Mengaplikasikan macam-macam
rambut komersial Teknik pewarnaan rambut komersial
4.14.2. Melaksanakan praktik pewarnaan
rambut komersial

Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Pembelajaran


3.15Menerapkan penataan 3.15.1.Menguraikan penataan rambut
rambut komersial komersial
3.15.2.Mengaplikasikan penataan rambut
komersial
4.15.Melakukan penataan rambut 4.15.1. Mengaplikasikan macam-macam
komersial Teknik
penataan rambut komersial
4.15.2. Melaksanakan praktik penataan rambut
komersial

1.6 Strategi Pembelajaran

1. Diskusi
Siswa diajak mendiskusikan suatu materi yang akan dibahas guna menarik daya
keingintahuannya, mengetahui apa yang sudah siswa ketahui terhadap materi tersebut.
2. Tanya Jawab
Memberi kesempatan pada siswa menanyakan suatu hal yang belum dimengerti atau
guru bertanya kembali pada siswa dengan tujuan untuk mengetahui apakah siswa
tersebut memahami materi yang telah disampaikan
3. Ceramah
Memaparkan, meluruskan/member penguatan materi yang telah disusun oleh guru.
4. Demontrasi
Memperlihatkan suatu keahlian atau keterampilan dalam mempergunakan suatu alat
atau bagaimana kelaksanakan suatu kegiatan dan disertai juga dengan penjelasan /
teori.
5. Penugasan
Guru memberikan tugas rangkuman pada siswa tentang materi yang telah di jelaskan
guna mengetahui sejauh mana siswa menyerap materi yang telah disampaikan.

1.7 Kegiatan Belajar

Adapun tujuan kegiatan pembelajaran dalam modul ini, yaitu:

8|MODUL PEMANGKASAN RAMBUT KOMERSIAL


 Untuk memudahkan peserta didik dalam menyelesaikan satu kompetensi menuju
kompetensi berikutnya
 Untuk memudahkan fasilitator dalam menginformasikan suatu materi, sehingga waktu
lebih efekti

9|MODUL PEMANGKASAN RAMBUT KOMERSIAL


BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Dasar Ilmu Pemangkasan


2.1. Dasar Ilmu Pemangkasan
Sehubungan dengan adanya teknik – teknik pemangkasan, maka dapat disimpulkan bahwa
pemangkasan adalah tindakan untuk mengurangi panjang rambut semula dengan teknik tertentu,
sesuai dengan bentuk wajah, jenis rambut, perawakan, pekerjaan dan kepribadian seseorang,
sehingga menghasilkan model pangkasan yang diinginkan. Adapun tujuan dari pemangkasan ini
adalah mengurangi panjang rambut, merapikan rambut, merubah penampilan serta mengikuti
mode yang sedang berkembang (trend).
Pemangkasan ini sangat erat sekali hubungann ya dengan beberapa ilmu pengetahuan,
seperti yang diuraikan oleh pivot point bahwa seni memangkas rambut dipengaruhi oleh
beberapa ilmu pengetahuan umum dan seni. Hal tersebut dapat dilihat pada uraian berikut, yaitu:
1. Pengetahuan Alam
Pengetahuan alam digunakan untuk menganalisa bentuk wajah, jenis kelamin bentuk tubuh
dan susunan rambut, diantaranya adalah:
a. Ilmu anatomi, ilmu ini kita gunakan untuk:
1) Menganalisa bentuk wajah dan leher
Bentuk wajah kita digolongkan kepada:
- Bentuk wajah bulat.
- Bentuk wajah buah pear.
- Bentuk wajah persegi.
- Bentuk wajah oval.
- Bentuk wajah segitiga.
- Bentuk wajah segitiga terbalik.
Sedangkan bentuk leher terabagi atas 2, leher pendek dan leher panjang.
2) Anatomi desain perspektif, dapat digolongkan kepada:
a. Tatanan rambut dan wajah memberikan ilusi bentuk oval.
b. Tatanan rambut, wajah dan leher memberikan ilusi bentuk memanjang.

10 | M O D U L P E M A N G K A S A N R A M B U T K O M E R S I A L
c. Tatanan rambut, bentuk wajah, leher dan tinggi badan memberikan ilusi
suatu keserasian.
3) Perbedaan usia, perbedaan usia dibedakan atas usia muda dan usia tua.
4) Perbedaan jenis kelamin, jenis kelamin dibedakan atas wanita dan pria.
5) Perbedaan bentuk badan
- Wanita dewasa tinggi langsing
- Pria dewasa tegap pendek
- Anak gemuk
b. Illmu biologi
Ilmu biologi dalam penerapannya adalah untuk menganalisis dan mengetahui
beberapa hal:
Arah pertumbuhan rambut . Arah pertumbuhan rambut dilihat dari tumbuhnya
(tegak/miring) batang rambut, bisa dilihat pada gambar:

Pertumbuhan tegak Miring Sudut 60 Miring Sudut 45


Gambar. 8.1. Arah Pertumbuhan Rambut

Sumber : Astati, Sutriari (2001)

11 | M O D U L P E M A N G K A S A N R A M B U T K O M E R S I A L
Pertumbuhan rambut ini dapat pula dilihat dari pola pertumbuhan rambut seperti gambar
berikut :

Arah pertumbuhan Arah pertumbuhan pada puncak kepala


dan ke belakang pola belah ketupat
Gambar. 8.2. Pola Pertumbuhan Rambut
Sumber : Astati, Sutriari (2001)

2. Matematika
Ilmu matematika digunakan sebagai kunci pemb uatan macam garis, sudut, pengetahuan
derajat dan perhitun gan lainnya. Dalam teknik pemangkasan, matematika
diterapkan dalam pembuatan seperti:
a. Seleksial aksis
Seleksial aksis adalah alat yang dig unakan sebagai garis petunjuk arah yang
digunakan untuk mengecek apakah garis pemangka san yang kita b uat pada ke pala
model tau boneka sudah lurus dan tepat. Seleksial aksis ini sangat membantu bagi
yang baru belajar dasar pemangkasan. Bisa dibuat sendiri diatas transparansi (plastik)
berukuran 10cm x 10cm, kemudian gambar garis-garis yang bersilangan membentuk
seperti arah mata angin. Seperti gambar berikut:

12 | M O D U L P E M A N G K A S A N R A M B U T K O M E R S I A L
Gambar. 8.3. Seleksial Aksis
Sumber : Astati, Sutriari (2001)

1. Petunjuk penggunaan seleksial aksis


Di bawah ini adalah petunjuk penggunaan seleksial aksis yakni:

Titik poros pada puncak kepala. Titik poros di tengah dahi.

Titik poros di atas telinga. Titik poros di belakang kepala.


Gambar. 8.4. Petunjuk Penggunaan Seleksial Aksis
Sumber : Astati, Sutriari (2001)

b. Sudut proyeksi

13 | M O D U L P E M A N G K A S A N R A M B U T K O M E R S I A L
Penerapan sudut proyeksi pada pemangkasan adalah besar sudut yang akan
digunakan sesuai dengan berapa banyak tingkatan rambut yang diinginkan sebagai
contoh:
1. Pemangkasan solid, adalah pemangkasan dengan sudut proyeksi 00 dengan kata lain
tidak ada pengangkatan dari kulit kepala. Lihatlah pada gambar berikut ini.

90o 45o
Gambar. 8.5. Pemangkasan Dengan Sudut Proyeksi 00
Sumber : Astati, Sutriari (2001)
2. Pemangkasan Graduasi, adalah pemangkasan dengan sudut proyeksi 00-600,
sudut pengangkatan rambut dimulai dari 00 bertahap hingga 600: dimulai dari 0;
15; 30; 45; 60. Lihat pada Gambar di bawah ini.

Gambar. 8.6. Pemangkasan Graduasi 00-600


Sumber : Astati, Sutriari (2001)
Pengangkatan rambut sewaktu pemangkasan diangkat sedikit demi
sedikit sampai 60° paling tinggi pengangkatannya.
3. Pemangkasan layer, adalah pemangkasan dengan sudut proyeksi 900-1800,
tingkatan rambut yang dihasilkan lebih tinggi lagi. Perhatikanlah pada gambar
di bawah ini.

14 | M O D U L P E M A N G K A S A N R A M B U T K O M E R S I A L
Gambar. 8.7. Pemangkasan Layer 900-1800
Sumber : Astati, Sutriari (2001)

c. Pengaruh trigoneometri
Trigoneometri adalah ilmu ruang, kaitannya dalam pemangkasan ialah; kita harus dapat
membayangkan bahwa kepala manusia bentuknya seperti bola, ini terlihat disaat kita
mengukur panjang pendeknya rambut dari kulit kepala, (menggambarkan struktur rambut).
Dalam menggambarkan sturktur rambut, bisa kita kombinasikan dengan selesksial aksis
dengan tujuh level (yang tingginya tujuh tingkatan).

2.1.2 Alat – Alat Pemangkasan dan Fungsinya


2.1.2 Alat – Alat Pemangkasan dan Fungsinya

Memangkas rambut tidak harus dengan pencucian atau keramas, tetapi jangan sekali-kali
memangkas rambut dalam keadaan kering. untuk itu sebelum memulai pemangkasan terlebih
dahulu persiapkanlah alat-alat yang dibutuhkan dalam pemangkasan seperti:
1. Sisir
a. Sisir besar, untuk menyisir rambut setelah rambut dishampo.
b. Sisir berekor, untuk membuat parting/membagi rambut.
c. Sisir pangkas, untuk menyisir/melicinkan rambut ketika rambut akan dipangkas.
d. Sisir blow, untuk memblow ketika mengeringkan rambut setelah dipangkas

15 | M O D U L P E M A N G K A S A N R A M B U T K O M E R S I A L
Gambar. 8.8. Macam-Macam Sisir
Sumber : Milady Publishing Company (1991)

2. Gunting Rambut
a. Gunting rambut 4 ½, untuk memangkas rambut secara umum, untuk trap
layer dan untuk sudut.
b. Gunting rambut “5”, untuk pangkasan lurus.
c. Gunting rambut 5 ½ untuk garis pangkasan lengkung.
d. Gunting bergigi (bilah 2), untuk menggunting atau penipis garis pangkasan
lengkung.
e. Gunting bergigi (bilah 1), untuk menipiskan garis pangkas lurus.
f. Razor, untuk pemangkasan atau menipiskan rambut.

Gambar. 8.9. Macam-Macam Gunting


Sumber : Milady Publishing Company (1991)

16 | M O D U L P E M A N G K A S A N R A M B U T K O M E R S I A L
3. Jepit
Jepit Bebek Besar, untuk menjepit rambut setelah dibagi dan sekaligus bisa untuk
mengambil section atau lapisan rambut yang akan dipangkas. Seperti gambar di bawah ini.

Gambar. 8.10. Jepit Bebek


Sumber : Penulis (2007)

4. Botol Hair Spray, untuk membasahi rambut sewaktu pemangkasan. Lihatlah contoh
gambar berikut ini:

Gambar. 8.11. Botol Hair Spray


Sumber : Penulis (2007

5. Hand Hair Drayer, untuk mengeringkan rambut setelah dipangkas, biasanya digunakan
dengan sisir blow. Seperti terlihat pada gambar di bawah ini.

Gambar. 8.12. Hand Hair Drayer


Sumber : Penulis (2007)

17 | M O D U L P E M A N G K A S A N R A M B U T K O M E R S I A L
6. Handuk Kecil, untuk mengeringkan rambut setelah penyampoan. Cape Pemangkasan,
untuk menutup/melindungi baju pelanggan dari potongan rambut. Sikat Leher, untuk
membersihkan leher dan badan pelanggan dari potongan rambut.

2.1.3. Cara Memegang Gunting


2.1.3. Cara Memegang Gunting
Memegang gunting dengan baik dan benar merupakan salah satu hal penting untuk
memangkas dengan baik dan bekerja lebih cepat serta professional, adapun teknik memegang
gunting itu adalah sebagai berikut:
a. Masukan jari manis ke dalam lubang gunting dan hadapkan ujung gunting kearah ibu jari.
b. Masukkan ibu jari ke dalam lubang satunya dengan bagian ujung ibu jari yang nantinya
akan mengendalikan buka tutupnya ujung gunting.
c. Untuk pemangkasan yang lebih mantap jari telunjuk dapat diletakkan di atas gunting.
Perhatikan gambar di bawah ini:

Gambar. 8.13. Cara Memegang Gunting


Sumber : Milady Publishing Company (1991)

18 | M O D U L P E M A N G K A S A N R A M B U T K O M E R S I A L
Setelah mengetahui cara memegang gunting selanjutnya pekerjaan dapat lanjutkan dengan
teknik memegang alat pemangkasan dan teknik menggunting yang dimulai dengan cara:
1. Sisir dipegang diantara ibu jari dengan telunjuk.
2. Rambut dijepit diantara telunjuk dengan jari tengah. Menggunting hanya dengan ujung
gunting dengan menggerakkan ibu jari.
3. Bila memangkas rambut menghadap sebelah kanan tubuh, maka tekan rambut dengan
punggung tangan dan ujung gunting mengarahkan ke kanan. Jika kita gunting mengarah
ke kiri kemungkinan hasilnya akan melengkung.
4. Bila memangkas rambut menghadap sebelah kiri tubuh, maka tekan rambut dengan
punggung tangan sedangkan ujung gunting mengarah ke kiri, hasilnya akan benar-benar
lurus.
5. Bila memangkas di sebelah kanan tubuh dan rambut dijepit diantara jari, posisi gunting
berada di bawah telapak tangan dan mengarah ke bahu kiri. Hati-hati dalam menjepit
rambut jika tidak tepat hasilnya tidak rata.
6. Memangkas dengan posisi punggung tangan menghadap ke belakang.
7. Menipiskan rambut dengan ujung gunting, posisi telapak tangan menghadap ke bawah
atau bisa dengan posisi telapak tangan menghadap ke samping.
8. Menerapkan tertib kerja berdasarkan peraturan kesehatan dan keselamatan kerja
Agar hasil pangkasan rambut sesuai dengan keinginan pelanggan, perlu diperhatikan tertib
kerja sesuai dengan model pangkasan. Perhatikan bekas potongan rambut, jangan sampai masuk
ke mata atau ke mulut, karena akan dapat mengganggu kesehatan. Di dalam pemakaian peralatan
seperti gunting, dituntut kehati-hatian supaya tidak melukai kulit pelanggan.

2.1.4. Pola Pemangkasan


2.1.4. Pola Pemangkasan
Pola garis pemangkasan dapat dikelompokkan menjadi 4 seperti yang dikemukakan
Charles Ross yakni:
1. Pola Datar
Pangkasan ini memberikan bentuk garis mendatar pada rambut, yang menjadikan rambut
nampak rata dan sama panjang, tetapi tidak membentuk sudut tertentu, maka bisa disebut
juga pangkasan neutral angle cut atau pangkasan sudut netral. Arah pangkasan dimulai dari
belakang kearah depan.

19 | M O D U L P E M A N G K A S A N R A M B U T K O M E R S I A L
Jadi dengan pola pemangkasan netral ini dapat dibuat model pemangkasan yang dikenal
dengan Flip , Page Boy , French Roll, Vidal Sasson atau yang lebih dikenal dengan nama
The Classic Bob, salah satu penata rambut berasal dari Inggris. Pola datar ini sangat sesuai
digunakan bagi rambut yang mempunyai tekstur bagus, karena pemangkasan ini lebih
menonjolkan ketebalan dan keindahan rambut. Prosedur pemangkasan pola datar ini adalah
dengan langkah-langkah sebagai berikut:
a. Parting rambut menjadi 4 bagian
Membuat patokan pangkasan.
1) Turunkan lapisan ra mbut pada bagian be lakang kura ng lebih dengan
ketebalan 1-1 .5 cm.
2) Sisirlah rambut hingga licin.
3) Pangkas rambut tersebut sesuai dengan kepanjangan yang diinginkan

Gambar. 8. 14. Cara Membuat Patokan Pangkasan


Sumber : Astati, Sutriari (2001)

b. Menurunkan lapisan kedua dan memangkas


1. Turunkan lapisan kedua pada rambut bagian belakang tadi.
2. Sisirlah ra mbut hingga licin.
3. Pangkaslah rambut sa ma dengan patokan yang telah dibuat.
4. Pemangkasan harus dilakukan menempel pada punggung (tanpa pengangk
atan).
5. Cek kepanjangan rambut kiri dan kanan dengan mena rik ujung rambut pa ling
luar ke tengah-tengah dengan sudut penarikan sama

20 | M O D U L P E M A N G K A S A N R A M B U T K O M E R S I A L
c. Memangkas lapis berikut
1. Lanjutkan dengan penurunan lapis berikutnya selapis demi selapis dengan
ketebalan yang sama dan dipangkas hingga selesai keseluruhan rambut bagian
belakang (parting 1 dan 2).
2. Selalu lakukan pengecekan pengecekan dengan cara ya ng sama setiap sele sai
meman gkas tiap lapis rambut

Gambar. 8.16. Cara Memangkas Lapisan Rambut


S umber : Astati, Sutriari (2001 )

d. Hasil pangkasan belakang


1. Hasil pangkasan harus sama rata dengan patokan (lapisan pertama).
2. Penyisiran harus selalu dilakukan setiap menurunkan lapisan rambut ya ng
akan dipangkas.
3. Pengecekan selalu dilakukan, cara melakukan pengecekan: ambil ujung rambut
bagian paling luar kiri dengan kanan, tarik rambut itu sama – sama ketengah
dengan sudut penarikan yang sama.

21 | M O D U L P E M A N G K A S A N R A M B U T K O M E R S I A L
Gambar. 8.17. Hasil P angkasan Belakang
Sumber : Astati, Sutriari (2001)

e. Memangkas bagian samping kiri/kanan


1. Turunkan bagian rambut bagian samping (kiri/kanan) dengan garis
pangkas lurus, menyambung dengan garis pangkas terakhir pada
bagian belakang.
2. Sisirlah rambut hingga licin.
3. Pangkas rambut tersebut sama panjang menyambung dengan rambut
pada pangkasan terakhir bagian belakang.
4. Lanjutkan lapisan berikutnya dan pangkas hingga selesai baik untuk
samping kiri maupun kanan.

Gambar. 8. 18. Cara Memangkas Bagian Sampimg


Sumber : Astati, Sutriari (2001 )

22 | M O D U L P E M A N G K A S A N R A M B U T K O M E R S I A L
f. Hasil pangkasan samping

Gambar. 8.19. Hasil Pangkasan Sa mping


Sumber : Astati, Sutriari (2001 )

g. Hasil pangkasan setelah dikeringkan

Gambar. 8.20. Hasil Pangkasan Setelah Dikeringkan


S umber : Astati, Sutriari (2001 )

2. Pola Turun
Pangkasan dengan pola turun atau dengan kata lain pem angkasan solid form diagonal ke
depan, menghasilkan bentuk pangkasan memendek dari belakang da n makin ke depan
makin memanjang, serta membentuk sudut dikedua sisi depan, karena itu pangkasan ini
juga dikenal dengan istilah pola sudut lebih. Jika pangkasan ini dilihat dari arah belakang
arah garis desain pangkasan akan nampak menurun. Sejak tahun 1920 sampai saat
sekarang ini banyak para penata rambut menggunakan pola pangkasan turun ini, salah
satunya yang terkenal kreasi Vidal Sasson yang diberi nama The Long Geometric Cut.

23 | M O D U L P E M A N G K A S A N R A M B U T K O M E R S I A L
Prosedur pemangkasan pola turun ini adalah:
A. Pembuatan design line (garis desain) dengan arah diagonal ke depan sesuai dengan
arah seleksial aksis.

Gambar. 8.21. Cara Pembuatan Design Line


Sumber : Astati, Sutriari (2001 )

B. Membuat patokan bagian belakang


1. Rambut disisir kearah diagonal ke depan.
2. Dapatkan selapis rambut yang akan dipangkas sebagai patokan dengan cara
menggunakan ujung sisir, tarik garis diagonal ke depan sehingga akan
membentuk garis pangkasan berbentuk V terbalik.

Gambar. 8.22. Cara Membuat Patokan Rambut


Sumber : Astati, Sutriari (2001)

C. Cara memangkas lapisan pertama


1. Pangkaslah rambut yang telah diturunkan tadi dengan cara posisi tangan
menjepit rambut sejajar dengan garis pangkas yang telah dibuat (diagonal ke
depan) sebagai patokan.

24 | M O D U L P E M A N G K A S A N R A M B U T K O M E R S I A L
2. Panjang rambut bagian tengah terlihat pendek dan semakin ke depan terlihat
semakin panjang, namun sebenarnya adalah sama panjang
3. Rambut bagian kanan digunting dari arah bawah ke atas arah tengah.
4. Rambut bagian sebelah kiri digunting dari atas tengah kearah bawah.
5. Rambut bagian tengah terlihat pendek dan rambut paling kanan/kiri terlihat
terpanjang

Gambar. 8. 23. Cara Memangkas Lapisan Pertama


Sumber : Astati, Sutriari (2001 )

D. Memangkas lapisan kedua dan selanjutnya tanpa melakukan pengangkatan

Gambar. 8.24. Cara Memangkas Lapisan Kedua


Sumber : Astati, Sutriari (2001)

E. Memangkas bagian samping kiri dan kanan


Memangkas rambut bagi an samping kiri dan kan an dilakuka n secara berga ntian.
1. Turunkan rambut sesuai dengan garis pangkas diagonal ke depan.
2. Pangkas rambut itu sesuai dengan garis pangkas sehingga semakin ke depan ram but
semakin panjang.

25 | M O D U L P E M A N G K A S A N R A M B U T K O M E R S I A L
3. Lanjutkan sel apis demi selapis hing ga selesai k emudian g anti pada bagian kiri atau
kanan.

Gambar. 8.25. Cara Memangkas Bagian Samping


S umber : Astati, Sutriari (2001 )

F. Pengecekan kepanjangan rambut secara silang (cross cheeked).

Gambar. 8. 26. Cara Mencek Kepanjangan Rambut


S umber : Astati, Sutriari (2001 )

G. Hasil pangkasan sebelum dan sesudah dikeringkan

G ambar. 8.27. Hasil Pangkasa n


S umber : Astati, Sutriari (2001 )

26 | M O D U L P E M A N G K A S A N R A M B U T K O M E R S I A L
3. Pola Naik
Pola naik merupakan kebalikan dari pola turun, pangkasan ini memanjang dari
belakang dan terus memendek ke depan an tidak membentuk sudut yang lancip di depan,
oleh Charles Ross dikenal dengan pangkasan the minus angle cut, jika dilihat dari arah
belakang garis desain pangkasan akan nampak naik ke atas. Prosedur pemangkasan pola naik
ini adalah:
a. Bentuk garis pangkasan dengan patokan seleksial aksis dan pembuatan design line.

Gambar. 8.28. Cara Mem bentuk Garis Pangkasan


Sumber : Astati, Sutriari (2001 )
b. Membuat patokan pada rambut bagian samping kiri atau kanan
1. Turunkan selapis rambut dengan menggunak an ujung sisir ditarik
garis sear ah dengan d iagonal ke belakang.
2. Sisirlah rambut hingga licin.
3. Pangkaslah rambut dengan posisi tangan sejajar dengan garis
pangkas.
4. Hasil pangkasan lapisan pertama dijadikan patokan.
5. Lanjutkan dengan lapisan kedua dan seterus nya hingga mencapai
garis pan gkas yang menyam bung deng an rambut bagian belakang.

27 | M O D U L P E M A N G K A S A N R A M B U T K O M E R S I A L
Gambar. 8 .29. Cara Membuat Patokan Rambut
Sumber : Astati, Sutriari (2001 )

c. Memangkas bagian belakang dan hasilnya


1. Turunkan selapis rambut bagian belakang s esuai denga n bagian samping yang
telah di pangkas
2. Sisirlah ra mbut hingga licin.
3. Pangkas rambut dengan posisi jari tangan menjepit sejajar dengan garis pangkas
(diagonal kebelakang).
4. Menggunting rambut dengan patokan rambut yang terpanjang rambut samping
yang telah di pangkas, mengarah ke bawah diagonal ke belakang.
5. Lanjutkan lapisan kedua dan seterusnya hingga selesai sebagian.
6. Lanjutkan pengguntingan pada bagian seb elahnya yan g belum digunting (kiri
atau kanan), hasil pang asan menunjukkan diagonal ke belakang (oval).

Gambar. 8. 30. Cara Memangkas Bagian Belakang


Sumber : Astati, Sutriari (2001 )

28 | M O D U L P E M A N G K A S A N R A M B U T K O M E R S I A L
4. Pola Lingkar
Pola lingkar ini pada hakekatnya adalah pola naik yang dibuat menyambung sampai
ke dahi. Arah pangkasan memanjang di belakang dan memendek ke depan, menghasilkan
sebuah lingkaran bulat atau oval.
Seoarang pahlawan Prancis yang hidup pada abad ke IV yang bernama Jeanne d’Arc atau
Joan Of Arc, sangat gemar memangkas rambutnya dengan pola pangkasan ini. Beberapa
kreasi Vidal Sasson pada zaman modern juga menggunakan pola pangkasan ini, salah satu
kreasinya diberi nama The Halo.
Pangkasan ini sangat cocok untuk rambut yang teksturnya kurang tebal serta pangkasan ini
memperlihatkan kecemerlangan dan keindahan mata serta menonjolkan bentuk tulang pipi.
Sebelum melakukan pemangkasan rambut pelanggan, kunci utama yang perlu dipahami
adalah menganalisa kondisi rambut, bentuk wajah dan umur pelanggan. Berikan saran /
diskusikan terlebih dahulu dengan pelanggan model mana yang ia pilih. Kemudian rambut
dicuci dengan menggunakan shampo, lalu dibilas sampai bersih, keringkan dan lanjutkan
dengan pemangkasan.

2.1.5. Teknik Pemangkasan


2.1.5. Teknik Pemangkasan
Seiring dengan terciptanya mode – mode baru dalam penataan rambut pada saat
sekarang ini, maka teknik pemangkasan pun dapat berkembang lebih cepat. Ada
beberapa teknik pemangkasan yang banyak digunakan diantaranya adalah:
1. Pangkasan Bertingkat atau Graduation Cut
Teknik pangkasan graduation ini juga dikenal dengan istilah teknik pangkasan bertrap,
yang gunanya untuk mencapai hasil pangkasan dari pendek memanjang atau dari panjang
memendek, yang membentuk seperti tangga ata u steps dia ntara lapisan rambut.
Ketajaman graduasi yang dihasilkan akan ditentu kan oleh 2 hal yaitu; ketinggian elevasi
rambut yang akan dipangkas dan sudut pangkasan. Makin tinggi pengangkatan makin
besar tingkat ketajaman graduasinya, makin rendah pengangkatan makin kurang ketajaman
tingkat graduasinya., sehingga tingkat ketajaman graduasi sama dengan nol, ini berarti
rambut akan bergantung sama panjang. Ketentuan ini berlaku bila sudut pangkasan 900
atau garis pangkasan dibuat tegak lurus.

29 | M O D U L P E M A N G K A S A N R A M B U T K O M E R S I A L
Gambar. 8.31. Pangkasan Bertingkat
Sumber : DEPD IKBUD (1999)

Graduasi ini terbagi dari beberapa macam bentuk :


a. Graduasi paralel
Graduasi paralel adalah pembuata n graduasi dengan ga ris yang sejajar,
menghasilkan gradu asi yang sama tinggi dan sudut pangkasan muka dan belak
ang sama b esar. Graduasi paralel ini mempunyai garis pola pangkasan horizontal,
garis pola pangkasan diagonal ke belakang (diagonal min) dan garis pola pangkasan
diagonal ke depan (diagonal plus, seperti pada gambar berikut ini.

Gambar. 8.32. Garduasi Paralel


Sumber : Astati, Sutriari (2001 )

b. Graduasi plus (increasing graduation)


Graduasi plus adalah graduasi yang lebih banyak dibagian belakang dan sedikit
dibagian depan, sudut pangkas bagian belakang lebih besar dan sudut pangkas bagian
depan lebih kecil. Graduasi plus ini memiliki bentuk pangkasan horizontal, diagonal
minus dan diagonal plus, seperti pada gambar berikut ini.

30 | M O D U L P E M A N G K A S A N R A M B U T K O M E R S I A L
Gambar. 8.33. Graduasi Plus
Sumber : Astati, Sutriari (2001 )

c. Graduasi min (deereasing graduation )


Pemangkasan graduasi min adalah graduasi pangkasan yang dihasilkan lebih sedikit
pada bagian belakang dan lebih banyak dibagian depan serta sudut pangkas lebih
besar pada bagian depan. Pangkasan graduasi min ini berbentuk horizontal dan
diagonal min, seperti terlihat pada gambar berikut ini
2. Pangkasan Berbalik (Reverse Graduation Cut)
Teknik pangkasan berbalik ini dilakukan dengan cara mengambil bagian rambut yang telah
di pangkas sebelumnya sebagai patokan bagi pemangkasan untuk rambut berikutnya,
sekaligus menentukan tingkat ketinggian gradasi yang hendak dicapai. Pengambilan
dilakukan dengan cara membalik bagian rambut kearah luar atau kearah dalam. Pangkasan
berbalik ini sering digunakan untuk membentuk pangkasan fire fly dan pangkasan rambut
pria. Seperti gambar.

31 | M O D U L P E M A N G K A S A N R A M B U T K O M E R S I A L
Gambar. 8.35. Teknik Pangkasan Berbalik
Astati, Sutriari (2001)

3. Pangkasan Cembung (Convex Cut)


Teknik pangkasan cembung ini di gunakan untuk membuat hasil penataan dapat
mengembumg disuatu bagian yang dikehendaki. Pangkasan cembung dilakukan dengan
cara membagi 2 rambut kearah samping sehingga menjauhi garis pembaginya.
Pangkasan dilakukan dengan arah vertical dari sebelah luar, sehingga akan membentuk
pangkasan yang memanjang dibagian tengah kepala, sehingga penataan akhir dibagian
yang lebih panjang akan menghasilkan bentuk cembung yang lebih nyata. Terlihat pada
gambar berikut.

Gambar. 8.36. Teknik Pangkasan Cembung


Sumber : DEPD IKBUD (1999)

4. Pangkasan Cekung
Pangkasan cekung digunakan untuk memberi hasil penataan akhir yang lebih dekat kepada
kulit kepala dibagian tertentu. Pangkasan ini dilakukan dengan cara menarik rambut kearah
atas dengan ujung – ujung rambut yang saling bertemu di atas bagian puncak kepala,

32 | M O D U L P E M A N G K A S A N R A M B U T K O M E R S I A L
kemudian rambut digunting dengan arah mendatar, sehingga akan menghasilkan bentuk
pangkasan yang memanjang dibagian samping dan sekitarnya.
Karena bagian rambut tengah lebih pendek dari rambut bagian samping maka hasil
pemangkasan akan berbentuk cekung ditengah dan mengembung disamping atau
disekitarnya. Seperti gambar berikut.

Gambar. 8.37. Teknik Pangkasan Cekung


Sumber : DEPD IKBUD (1999)

5. Pangkasan Zig – Zag (Zig – zag Cut)


Pangkasan zig-zag di gunakan untuk menyempurnakan hasil pangkasan yang dibuat
sebelumnya, dengan cara menggunting ujung rambut menurut arah zig-zag atau seperti
mata gergaji.
Teknik pangkasan ini akan memberi kesan yang lembut dan wajar sepanjang garis desain
pangkasan, garis pangkasan yang tidak dibuat lurus akan lebih nampak membaur.
Kepanjangan ujung - ujung rambut yang berbeda ini akan saling mengisi. Lihat gambar
berikut ini.

Gambar. 8.38. Teknik Pangkasan Zig-Zag


Sumber : DEPD IKBUD (1999)

33 | M O D U L P E M A N G K A S A N R A M B U T K O M E R S I A L
6. Pangkasan Garis V (V-Lin e Cut)
Cara pangkasan garis V i ni semua dilakukan membentuk huruf V baik fyang tegak lurus
maupun V terbalik. Tujuan penggunaan pangkasan V ini adalah untuk memberi bentuk
lembut kepada garis desain pangkasan geometris, sehingga hasil akhir penataan akan
nampak lebih supel, lembut dan wajar. Teknik pangkasan V ini banyak digunakan dalam
pangkasan dengan mode shake, bob, wispi dan guntigan rambut pria . Seperti gambar di
bawah ini.

Gambar. 8.39. Teknik Pangkasan Garis V


Sumber : DEPD IKBUD (1999)

Pewarnaan Komersial
Pewarnaan Komersial
Pengetahuan Warna
Pengetahuan Warna
Pewarnaan pada zaman modern terutama dalam seni tata rambut, dapat berwujud
sebagai 3 proses yang berbeda, yaitu penambahan warna, (hair tinting), pemudaan warna (Hair
light tening) dan penghilangan warna (bleaching).
Ada penambahan warna atau hair tinting terutama dilakukan guna menutupi warna
rambut kelabu yang terjadi karena rambut kehilangan pigmen warna aslinya. Pemudaan warna
atau hair lightening banyak diperlukan dalam pewarna korektif atau corrective coloring
sedangkan penghilangan warna atau bleaching banyak dilakukan dalam mempersiapkan proses
perubahan warna yang lebih mendasar.
Dalam praktek pewarnaan sering terjadi bahwa diantara tindakan pemudaan warna dan
tindakan penghilang warna sebagian tidak diadakan pembatasan yang tajam. Ada pengetahuan
yang perlu dimiliki oleh seorang pewarna rambut untuk melengkapi keterampilannya, seperti:

34 | M O D U L P E M A N G K A S A N R A M B U T K O M E R S I A L
1. Pengetahuan Tentang Cahaya
Tanpa adanya cahaya atau sinar, tidak akan terjadi warna, seperti pada ruang yang gelap
semua benda yang kita lihat akan nampak hitam. Karena itu warna-warni yang kita lihat
erat hubungannya dengan cahaya yang ada. Rambut kita mempunyai permukaan yang
tidak rata dan tembus cahaya. Sinar yang jatuh kepadanya sebagian dibiaskan dan
sebagian dipantulkan dalam secara difus.
Sebuh benda yang berwarna hitam menyerap semua warna spectrum dan tidak ada yang
dipantulkannya kembali, karena itu hitam sebenarnya bukan warna, tetapi menunjukkan
ketidakadaannya warna, sebaliknya sebuah benda dikatakan berwarna putih, jika ia
mengembalikan semua warna spectrum secara lengkap. Karena itu warna putih
menunjukkan adanya warna spectrum selengkapnya.
Dari tingkatan warna ada 12 % sinar yang dapat dilihat, sedangkan sinar yang tidak
dapat dilihat atau invisible light dibagi dalam 2 kelompok yaitu Infra merah dan
ultraviolet. Kelompok sinar infra merah berada di atas spectrum warna merah. Sinar
infra merah memiliki sifat panas. Dalam penataan rambut sinar infra merah dapat
digunakan untuk mengeringkan dengan lebih cepat, terutama untuk mengeringkan tanpa
mengubah desain penataan yang telah selesai.

2. Pengetahuan Tentang Penggunaan Segitiga Warna


Warna merah, kuning dan biru disetiap sudut segitiga disebut warna primer, karena
merupakan warna-warna utama yang mendasari terjadinya warna-warna lain. Jika garis
spectrum warna yang berada di samping prisma itu kita lipat membentuk sisi sebuah
segitiga, maka akan diperoleh sebuah segitiga warna seperti yang terlihat pada gambar
di bawah ini:

35 | M O D U L P E M A N G K A S A N R A M B U T K O M E R S I A L
Merah

Ungu Jingga

Biru
kuning

hijau

Gambar. 10.4. Segitiga Warna


Sumber : DEPDIKBUD (1999)

Warna jingga, hijau dan ungu disetiap sisi segitiga disebut warna sekunder dan terjadi
sebagai pencampuran dalam kuantita yang sama antara 2 warna primer yang berada
disuatu sisi segitiga. Pencampuran antara warna jingga dan hijau disebut kuning (olive),
begitu pula warna ungu dan jingga disebut coklat merah (russet). Ketiga warna hasil
pencampuran warna-warna sekunder disebut warna tersier. Pencampuran warna merah,
kuning dan biru dalam kuantita yang sama menghasilkan warna hitam seperti tergambar
ditengah segitiga pada gambar di atas.
Penggunaan segitiga warna akan sangat membantu pelaksanaan pekerjaan seorang
pewarna dalam menghadapi masalah-masalah seperti:
a. Koreksi warna
Dalam melakukan pewarnaan banyak menghasilkan warna yang tidak sesuai
dengan keinginan, untuk itu kita perlu berpedoman pada segitiga warna, karena
dengan berpedoman pada segitiga warna koreksi warna dapat dilakukan lebih
cepat dan pasti, misalnya rambut yang berwarna kekuning-kuningan, dengan
memberikan kepadanya pembilas ungu, akan dapat diubah menjadi kuning
kecoklatan. Jika warna kuning itu sangat muda, pemberian pembilas ungu, akan
menjadikan putih keperakan.
b. Pengaruh modifikasi warna Apabila warna-warna tertentu diletakkan dekat atau
berdampingan maka akan terjadi modifikasi warna satu dengan yang lain. Jika

36 | M O D U L P E M A N G K A S A N R A M B U T K O M E R S I A L
warna hijau ditempatkan berdampingan dengan warna biru, maka warna hijau
akan nampak lebih kuning, sedangkan warna biru akan nampak lebih ungu. Ini
disebabkan karena tidak adanya unsur warna kuning diwarna biru. Maka unsur
warna kuning yang ada dalam warna hijau menjadi menonjol secara kontras.
Warna pakaian juga mempengaruhi modifikasi warna rambut, contohnya seorang
berambut pirang kemerahan memakai pakaian berwarna hijau. Warna rambut yang
merah akan makin menonjol berhubung tidak adanya unsur merah dalam warna
hijau. Pengaruh modifikasi warna-warna harus selalu diperhitungkan dalam
hubungan dengan penempatan 2 atau lebih warna secara berdekatan. Warna yang
kita lihat merupakan hasil interaksi yang terjadi antara faktor-faktor sebagai
berikut:
1. Jenis sinar yang jatuh kepada suatu benda dan pencampuran berbagai ukuran
panjang gelombang yang dimiliki berkas sinar itu.
2. Sifat dan benda itu sendiri, sejauh mana ia menyerap dan memantulkan
kembali gelombang-gelombang yang dimiliki berkas sinar itu.
3. Latar belakang yang mewarnai benda itu melalui modifikasi warna dapat
mempengaruhi setiap orang sehingga dapat menimbulkan kesan intensitas
yang berbeda-beda.
4. Kemampuan mata seseorang dalam menangkap gelombang-
gelombang warna itu.
5. Interpretasi yang diberikan oleh otak masing-masing setelah melihat benda
itu.

3. Asam dan Basa


a. Asam dan penggunaannya
Asam adalah senyawa dengan pH di bawah 7 yang sangat berguna. Rambut dan
kulit kita pada dasarnya bersifat asam dan karena itu lebih dapat betahan terhadap
senyawa asam selama senyawa tersebut tidak terlalu keras. Larutan ataupun bahan-
bahan kosmetika rambut yang bersifat asam banyak digunakan dalam perawatan
rambut guna mencapai berbagai tujuan sebagai berikut:
1. Untuk menutup dan memperkecil imbrikasi rambut, yang karena berbagai

37 | M O D U L P E M A N G K A S A N R A M B U T K O M E R S I A L
faktor terbuka lebih lebar.
2. Untuk memperkuat batang rambut, dengan cara membuatnya
menyusut lebih padat.
3. Untuk membersihkan secara lebih sempurna sisa shampo, yang pada dasarnya
bersifat lindi.
4. Untuk membuat hydrogen peroksida stabil dalam penyimpanan. Dalam
keadaan stabil hydrogen peroksida dapat disimpan lebih lama.

b. Basa dan penggunaanya


Senyawa atau alkali juga banyak digunakan dalam proses penataan rambut,
meskipun dapat menjadi penyebab utama berbagai kerusakan rambut, jika
pemakaiannya kurang hati-hati
Larutan dan kosmetika rambut yang bersifat lindi digunakan untuk mencapai
beberapa tujuan sebagai berikut:
1) Untuk membuka dan memperbesar imbrikasi rambut, yang menutup terlalu
rapat. Misalnya imbrikasi rambut pelawan atau resistan hair.
2) Untuk membuat batang rambut mengembang dan menjadi lebih lunak,
sehingga mudah dibentuk. Berbagai molekul kosmetika rambut seperti larutan
pengeriting, kosmetika penglurus dan pewarna rambut dapat mudah masuk ke
dalam kulit rambut.
3) Untuk membersihkan minyak lemak alami, terutama yang berada dicelah-celah
antara sisik selaput rambut secara lebih bersih dan mudah.
4) Untuk membuat larutan hidrogen peroksida menjadi tidak stabil. Sehingga
larutan itu siap digunakan.

c. Penggolongan asam
Asam dapat dibedakan dalam 2 golongan yaitu:
1) Asam inorganik; Asam inorganik atau asam mineral merupakan asam keras
yang banyak digunakan dalam industri pupuk, pewarnaan, obat-obatan dan
tidak digunakan untuk penataan rambut, yang termasuk dalam golongannya
adalah asam sulfat, asam clorida, asam fosfat, dan asam nitrat.

38 | M O D U L P E M A N G K A S A N R A M B U T K O M E R S I A L
2) Asam organik; Asam organik adalah asam yang berasal dari hewan dan
tumbuh- tumbuhan, seperti asam sitrik dari buah jeruk, asam asetat dari cuka,
asam laktat dari susu. Kesemuanya merupakan asam lemah yang banyak
digunakan sebagai pembilas rambut lotion kulit dan sebagainya.

d. Basa atau alkali


Basa atau alkali yang banyak digunakan dalam salon penata rambut antara lain adalah
ammonium hidroksida NH4OH4 guna mengaktifkan hydrogen peroksida H2O2 dalam
proses bleacing. Kalsium oksida CaO sebagai sumber panas eksatormik dalam keriting
panas, kalium hidroksida KOH untuk membuat sabun lunak atau sabun hijau (green soap)
dan natrium hidroksida NaOH untuk menghilangkan lemak dan minyak serta juga
digunakan sebagai bahan bahan dasar kosmetika pelurus rambut. Dalam keadaan murni
kalium hidroksida dan natrium hidroksida merupakan basa keras yang dapat
menimbulkan luka bakar dikulit.

Penggunaan Kosmetika Pewarnaan Rambut


Penggunaan Kosmetika Pewarnaan Rambut
Jika proses suatu jenis perawatan rambut dikehendaki hanya berlangsung dilapisan
selaput rambut saja, maka baik digunakan kosmetika yang bersifat asam. Misalnya dalam
menghadapi rambut kusut dan sulit diatur, kekusutan ini biasanya terjadi akibat penyasakan yang
intensif, oleh penyasakan, sel-sel selaput rambut mencuat keluar dan menjadikan rambut
bertautan satu dengan yang lain.
Penggunaan pembilas yang bersifat asam akan menutup kembali imbrikasi rambut dan
menghilangkan kekusutannya. Sebaliknya, jika dalam suatu perawatan rambut, prosesnya
dikehendaki terjadi di dalam kulit rambut, maka perlu digunakan kosmetika rambut yang bersifat
lindi. Misalnya dalam pewarnaan rambut yang bersifat permanen. Untuk keperluan tersebut
dapat digunakan pewarna dari tumbuh-tumbuhan atau dari garam logam. Kedua-duanya akan
melapisi batang rambut secara permanen. Tetapi rambut akan kehilangan kecemerlangannya
yang wajar, karena selaput rambut terlapisi oleh bahan pewarna. Dengan menggunakan pewarna
rambut jenis para yang bersifat lindi, proses pewarnaan akan dapat berlangsung dikulit rambut.

39 | M O D U L P E M A N G K A S A N R A M B U T K O M E R S I A L
Pemilihan kosmetika harus senantiasa didasarkan kepada kondisi rambut dan tujuan yang
hendak dicapai. Penggunaan kosmetika rambut yang bersifat lindi, harus dilakukan dengan lebih
hati-hati, karena sering menjadi penyebab utama terjadinya kerusakan rambut.
a. Teknik Tes Kepekaan Kulit
Sebelum melakukan pewarnaan rambut, terlebih dahulu melakukan tes kepekaan kulit,
tujuannya agar tidak terjadi kesalahan kesalahan seperti: gatal-gatal atau alergi pada kulit.
Caranya pertama-tama kulit belakang daerah telinga selebar bulatan telur dibersihkan
dengan kapas, cara membersihkan jangan ditekan agar kulit tidak lecet, cukup digosok
pelan saja sekali gasok atau 2 kali. Kemudian oleskan cat rambut yang telah diseduh air
bersih, lalu oleskan pada kulit yang telah dibersihkan tadi. Biarkan selama 24 jam, jangan
dicuci atau dibersihkan. Bagi kulit yang peka maka reaksi alergi akan dapat terlihat, yaitu
kulit merah disekitar cat rambut yang menempel pada kulit ditengah atau daerah yang
ditempelkan cat akan timbul bintik-bintik seperti biang keringat (meliaria) dan bila
digaruk bintil-bintil akan pecah dan mengeluarkan air. Alergi akibat cat rambut rasanya
sangat gatal. Hasil Patch-test di atas adalah positif, karena menimbulkan reaksi alergi,
berarti pengecatan rambut tidak dapat dilakukan. Patch-test yang tidak menimbulkan
reaksi alergi pada kulit disebut negatif, sebab pada kulit tidak terjadi perubahan –
perubahan apapun selama 24 jam, maka pewarnaan rambut bisa dilakukan.

Alat, lenan dan Kosmetika Pewarnaan


Alat, lenan dan Kosmetika Pewarnaan
1. Alat, Lenan dalam Pengecatan/Pewarnaan Rambut
Dalam melaksanakan pengecatan/pewarnaan rambut, diperlukan alat dan lenan
sehingga pekerjaan yang dilakukan dapat berjalan dengan lancar. Alat dan lenan yang
dibutuhkan diantaranya adalah:
a. Plastik untuk alas lantai, biar lantai tidak terkena cat.
b. Cape plastik sebaiknya yang pendek dan hitam.
c. Cape pencucian.
d. Handuk kecil 3 buah warna hitam, serta baju cat/schort warna hitam.
e. Sarung tangan hitam.
f. Sikat atau kuas cat.
g. Tissue dan tutup telinga.

40 | M O D U L P E M A N G K A S A N R A M B U T K O M E R S I A L
h. Mangkok cat dari plastik atau melamin dapat juga dari kaca atau porselin.
i. Jepit bergerigi.
j. Sisir biasa.
k. Kapas bersih yang telah dibuat bulatan-bulatan atau kapas dipotong berbentuk
persegi.

2. Kosmetika Pewarnaan
Adapun kosmetika yang diperlukan dalam pewarnaan adalah sebagai berikut:
a. Shampo, sebaiknya shampo khusus untuk mencuci rambut setelah dicat.
b. Color ex, berguna untuk menghilang cat yang menempel pada kulit, color ex ini
tidak akan melunturkan cat yang sudah menyerap ke dalam kulit rambut, sebab
color ex tidak mempunyai daya tembus pada kulit rambut.
c. Cat rambut tergantung selera masing-masing produk cat yang akan
dipergunakan.
d. Cream kolesterol untuk menghilangkan cat yang menempel pada kulit.

 Menerapkan tertib kerja berdasarkan peraturan kesehatan dan keselamatan kerja


Semua alat, lenan dan kosmetika pewarnaan tersebut di atas disusun sesuai dengan
tertib kerja berdasarkan peraturan kesehatan dan keselamatan kerja.
 Melakukan persiapan kerja
Agar semua pekerjaan di dalam pewarnaan dapat berjalan lancar dibutuhkan
persiapan yang matang, sebagai contoh semua peralatan yang dibutuhkan, kosmetika dan
lenan sudah disusun sesuai urutan kerja.

3. Prosedur Pewarnaan

 Mendiagnosa kulit kepala dan rambut


Sebelum proses pewarnaan dilakukan, maka diagnosalah kulit kepala dan
rambut dengan teliti. Jangan sampai terjadi kesalahan, karena akan berefek tidak
baik terhadap hasil pewarnaan rambut. Pemudaan warna rambut

41 | M O D U L P E M A N G K A S A N R A M B U T K O M E R S I A L
 Melakukan tes kepekaan kulit
Bila telah selesai memberi saran model pewarnaan yang cocok dengan
pelanggan, lanjutkan dengan melakukan tes kepekaan kulit.

 Berikut adalah proses pewarnaan:


1. Menyisir rambut kemuka ke belakang, samping kiri dan kanan, setelah
itu melakukan analisa kulit kepala dan rambut, agar tidak terjadi
kesalahan dan kecelakaan sewaktu melakukan proses pengecatan.
2. Melakukan pencucian rambut sampai bersih dengan menggunakan
shampo sesuai dengan jenis kulit kepala dan rambut.
3. Setelah itu rambut dikeringkan dengan alat pengering (hair dryer).
4. Setelah rambut kering, lakukan parting atau bagi seluruh rambut
menjadi 4 bagian yang terdiri dari 2 bagian depan dan 2 bagian
belakang membentuk garis simetris.
5. Pasangkan handuk kecil untuk penutup pundak dan pasangkan cape
plastik hitam lalu pasangkan tisu disekeliling leher.
6. Oleskan cream cholesterol pada sekeliling luar garis rambut, untuk
menghindari bagian lain terkena cat.
7. Kemudian persiapkan untuk mengaduk cat rambut, jangan lupa baca
petunjuk penggunaan cat terlebih dahulu.

 Berikut adalah beberapa petunjuk cara menggunakan cat


pewarnaan:

a. Powder cat dicampur dengan air hangat kuku + H2O2 (Hidrogen


peroxida).
b. Cat bigen, kimis, peacock yang berbentuk powder dan di dalam
kemasannya tidak terdapat H2O2, maka air yang digunakan air
dingin biasa, biasanya cat ini telah dicampur dengan H 2O2, karena
H2O2 ini bentuknya bermacam-macam berupa cairan ada yang
berupa liquid, berupa tablet atau berupa powder.

42 | M O D U L P E M A N G K A S A N R A M B U T K O M E R S I A L
c. Cat rambut berupa cream terdapat di dalam kemasan tube, cara
menggunakannya menurut kebutuhan, H2O2 dari cat berupa
powder, cream dalam kemasannya.
d. Cat rambut berupa cairan, kemasannya botol berupa
Application.

Yang perlu diingat, bila cat rambut sudah dicampur dengan air atau
yang berupa cream sudah dicampur hydrogen peroxide, maka segera dicat
atau dipakai, sebab apabila cat tersebut tidak segera dipakai maka molekul cat
akan membesar, sehingga molekul cat tidak dapat menembus imbrikasi
rambut, akibatnya bila rambut dicuci, maka akan terlihat rambut akan menjadi
putih (kembali ke warna semula).
Jadi molekul cat rambut adalah kecil/halus dan lebih kecil daripada
imbrikasi rambut, sehingga cat rambut dapat menembus imbrikasi rambut dan
masuk ke dalam cortex (kulit rambut) hingga pada bagian terdalam dari kulit
rambut. Sisa cat rambut yang telah dipakai tidak dapat disimpan, kecuali cat
yang berupa cairan maka sisanya masih dapat dipergunakan asalkan botol
catnya ditutup yang rapat dan disimpan dalam dusnya kembali/ditempat yang
sejuk.
Setelah cat rambut dipersiapkan, mulailah mengecat rambut model
untuk memudahkan pengecatan pelaksanaannya dimulai pada rambut bagian
depan tengah/atas dan rambut yang telah dicat dapat dilepaskan ke arah
sampingnya agak ke belakang, setelah satu bagian selesai dicat gulunglah
rambut dan beri jepitan agar tidak mengenai kulit lainnya.
Setelah semua rambut selesai dicat, lepaskan jepitan, biarkan lepas dan
jangan disisir karena akan mengakibatkan cat rambut akan terdorong keluar
dari kulit rambut.
 Melakukan pembilasan dan memeriksa hasil pewarnaan
 Tunggu proses selama 30-40 menit tergantung kondisi rambut.
 Setelah itu rambut dicuci/dibilas dengan air hangat kuku, yang sebelumnya bersihkan
cat yang menempel pada kulit kepala dengan menggunakan ex color.

43 | M O D U L P E M A N G K A S A N R A M B U T K O M E R S I A L
 Gunakan shampo yang berwarna hitam atau ege shampoo medicated, shampo untuk
rambut berketombe. Guna mendapatkan warna yang sesuai dengan permintaan
pelanggan maka untuk mengaplikasikan produk pewarnaan harus mengikuti petunjuk
yang ada pada kemasan serta sesuai dengan prosedur pewarnaan. Pada saat
pembilasan perlu diperhatikan kebersihannya, jangan sampai tertinggal sisa-sisa
pewarnaan dan sisa shampo. Terakhir periksa hasil pewarnaan, tanyakan pada
pelanggan apakah sudah sesuai dengan keinginannya dan adakah ia merasa puas.

Perkembangan Pewarnaan
Perkembangan Pewarnaan

1. Perkembangan Pewarnaan

Pada mulanya pewarnaan ini hanya berfungsi untuk menutupi rambut


yang putih, karena faktor usia atau hal lain, tetapi dalam lingkungan masyarakat
tradisional atau yang sedang berkembang, tindakan mewarnai rambut diluar
tujuan seperti di atas hampir tidak pernah dilakukan.
Sebaliknya di negara-negara industri, khususnya di negara barat,
mewarnai rambut merupakan suatu hal yang bisa memperindah rambut mereka,
dengan menambahkan warna-warna yang tidak jauh beda dengan warna rambut
aslinya, sesuai dengan mode yang sedang berkembang.
Dalam penelitian tentang pemakaian pewarna rambut di dunia Barat yang
didasarkan atas motivasi penggunaan pewarna, Ralph G. Harry pada tahun 1975
menyimpulkan bahwa:

a. Sektor warna mode (fashion shade market)


Penggunaan pewarna rambut untuk tujuan memperindah warna asli dan mengikuti
mode mencapai 66% dari penggunaan pewarna rambut secara keseluruhan.
b. Sektor anti kelabu (anti grey market)
Penggunaan pewarna rambut untuk tujuan menutupi warna kelabu rambut karena
ketuaan usia dan faktor-faktor lain yang menyebabkan rambut kehilangan pigmen warna
aslinya mencapai 33% dari penggunaan pewarna rambut secara keseluruhan.

44 | M O D U L P E M A N G K A S A N R A M B U T K O M E R S I A L
c. Sektor rambut putih (white hair market)
Penggunaan pewarna rambut oleh mereka yang memiliki rambut putih
dan ingin nampak bewarna pastel, mencapai 1% saja dari penggunaan
pewarna rambut secara keseluruhan.

2. Istilah Teknis Pewarnaan


Dalam Pewarnaan artistik dan korektif khususnya digunakan berbagai
istilah teknis yang sudah berlaku secara umum diantaranya:
a. Hue
Hue adalah warna spectrum yang belum dicampur dengan warna
lain. Hue merupakan warna-warna primer dan sekunder yang terdapat
dalam spectrum warna.
b. Tint
Tint adalah warna spectrum yang telah dimudakan dengan
mencampurkan warna putih.
c. Shade
Shade adalah warna spectrum yang dibuat menjadi lebih tua
dengan memberi campuran warna hitam.
d. Tone
Tone adalah derajat kedalaman atau intensitas suatu warna
e. Lift

Lift adalah tindakan mengurangi kedalaman atau intensitas warna


sehingga hasilnya lebih muda dari warna sebelumnya.
f. Cover
Cover adalah tindakan melapisi batang rambut dengan zat pewarna
yang bertujuan membuat warna rambut lebih tua.

g. Warm colors
Warm colors adalah warna-warna dengan dominasi warna merah,
jingga dan kuning.

45 | M O D U L P E M A N G K A S A N R A M B U T K O M E R S I A L
h. Cool colors
Coll colors adalah warna-warna dengan dominasi unsur hijau, biru
dan ungu.
i. Netral colors
Netral colors adalah warna-warna netral seperti putih, kelabu dan
hitam.

j. atural base color


Natural base color adalah warna pigmen rambut asli sebelum
dilakukan pewarnaan.
k. Artificial base color
Artificial Base Color adalah pewarna rambut yang telah ada dalam
kulit rambut sebelumnya.
l. Dye colors
Dye Colors adalah nama-nama warna yang bersifat deskriptif bagi
produk pewarna yang ada. Misalnya Dark Warm Brown, Beigi, blonde,
Platinum Blonde Biru, Merah, Hitam dan sebagainya.
m. Fashionable names of colors
Nama-nama warna yang sengaja dibuat berlainan oleh pabrik
seakan-akan berbeda dengan produk lain, meski pada dasarnya sama.
Nama-nama tersebut biasanya bersifat romantis dan tidak deskriptif.
Misalnya Sahara Light atau Shocking Pink dan sebagainya.

n. Drabbing action in colors


Drabbing action in colors adalah proses yang saling menetralisir
pada warna.
Istilah pewarnaan di atas akan masih terus berkembang dan
bertambah, sejalan dengan perkembangan teknik dan variasi dalam
pewarnaan.

Penataan Rambut
Penataan Rambut

46 | M O D U L P E M A N G K A S A N R A M B U T K O M E R S I A L
Dalam seni tata rias rambut, istilah penataan dapat dibedakan dalam pengertian, yakni arti
yang luas dan arti yang sempit. Penataan dalam arti yang luas meliputi semua tahap dan semua
segi yang dapat diberikan kepada seseorang dalam rangka memperindah penampilan dirinya
melalui pengaturan rambutnya. Pengaturan dimaksud melinatkan berbagai proses seperti
penyampoan, pemangkasan, pengeritingan, pewarnaan , pelurusan , pratata dan penataan itu
sendiri. Walaupun masing – masing proses tersebut diatas dibedakan, namun dalam
pelaksanaannya jarang dijumpai adanya satu proses yang tunggal dan berdiri sendiri, selain
proses penataan dalam arti sempit. Dalam arti yang sempit penataan dapat dikatakan sebagai
tahap akhir proses penataan rambut dalam arti yang luas. Pada umumnya tindakan tersebut dapat
berupa penyisiran, penyanggulan dan penempatan berbagai hiasan rambut baik secara sendiri-
sendiri maupun sebagai suatu keseluruhan.

Faktor – faktor yang mempengaruhi penataan


Faktor – faktor yang mempengaruhi penataan

Baik dalam arti yang luas maupun dalam arti sempit, teknik dan hasil penataan rambut
sangat ditentukan atau setidak-tidaknya dipengaruhi oleh faktor-faktor tertentu, faktor tersebut
dapat dikelompokkan sebagai faktor intern dan ekstern.
a. Faktor intern
- Faktor perwujudan fisik
tekstur rambut, bentuk kepala dan wajah, bentuk tubuh dalam keseluruhan dan usia yang
bersangkutan. Contoh: seorang yang memiliki rambut dengan tekstur jelek tidak mungkin
dapat dihasilkan penataan yang sama baiknya seandainya tekstur rambutnya lebih bagus.
Leher yang sangat jenjang akan membatasi kemungkinan pola penataan puncak walaupun
pola tersebut sedang menjadi mode.
- Faktor pendidikan
Tingkat pendidikan umum seseorang juga membatasi kemungkinan penataan. Pada
umumnya mereka yang berkesempatan menikmati pendidikan dasar yang cukup, cenderung
hanya ingin menirukan mode tata rambut apa saja yang sedang digemari pada waktu itu,
tanpa mempertimbangkan apakah mode tersebut sesuai dan tepat untuk dirinya. Hal ini

47 | M O D U L P E M A N G K A S A N R A M B U T K O M E R S I A L
sering menyulitkan penata rambut, yaitu antara menuruti kemauan peminta jasa atau
mengorbankan prinsip-prinsip penataan yang baik.
- Faktor penghargaan seni
Tidak semua orang mempunyai kemampuan menikmati karya seni dengan intensitas yang
sama. Latar belakang pendidikan yang tinggi sekalipun tidak menjamin terciptanya kemampuan
demikian. Bahkan seorang yang sangat terpelajar dan rasional seringkali cenderung menilai suatu
karya hanya dari segi kemanfaatannya saja. Sikap ini akan sangat membatasi kemungkinan
variasi penataan yang baik untuk dirinya.
- Faktor kepribadian
Berbagai aliran modern dalam penataan rambut menghendaki agar pembuatan
suatu desain penataan tidak lagi hanya dilandaskan atas dasar segi fisik saja. Penataan
yang baik harus juga mampu menonjolkan segi positif kepribadian modelnya. Karena
kepribadian setiap orang tidak sama maka suatu desain tata rambut yang baik untuk
pribadi tertentu belum tentu akan sesuai dan baik untuk yang lain.

b. Faktor ekstern
- Faktor sejarah
Manusia membuat sejarah dan sebaliknya sejarah pun menciptakan manusia
dengan berbagai sifatnya. Berdasarkan faktor sejarah itu orang dapat menciptakan dan
meniru mode rambut.
- Faktor kebudayaan
Setiap bangsa atau kelompok masyarakat mempunyai tolak ukur tersendiri
terhadap apa yang dipandangnya baik dan buruk. Sebagai contoh suku Khirgis yang
hidup mengembara di daerah Mongolia menyukai penataan rambut yang memberi
kesan wajah kuda bagi yang mengenakannya. Sebagai suku pengembara sebagian besar
kehidupan suku ini sangat tergantung kepada kuda. Sehingga menimbulkan anggapan
bahwa kuda adalah makhluk ciptaan Tuhan yang sempurna. Pandangan yang
menghasilkan norma keindahan tersendiri ini juga memberi warna tersendiri bagi tata
rambut mereka.

- Faktor ekonomi

48 | M O D U L P E M A N G K A S A N R A M B U T K O M E R S I A L
Tingkat perkembangan ekonomi suatu masyarakat juga mempengaruhi terhadap
variasi dan kemungkinan teknis penataan. Jika tingkat kemakmuran baik penataan rambut
cenderung mengarah kepada penataan yang lebih meriah dan ini juga dimungkinkan dengan
tersedianya peralatan penataan yang serba lengkap.

- Faktor sosial
Sejak zaman dahulu tata rambut juga dipergunakan sebagai atribut yang menandakan
perbedaan tingkat dan status sosial para warga masyarakat dalam suatu masyarakat tertentu. Tata
rambut dari wig yang dipakai penguasa ataupun para pendeta di Mesir purba terbuat dari bahan
dan mengikuti gaya penataan yang berbeda dengan yang diperuntukkan bagi rakyat kebanyakan.
Di Indonesia sendiri juga dikenal tata rambut tradisional yang dipergunakan untuk membedakan
status sosial seorang wanita melalui penataan rambutnya. Sanggul gelung malang yang dikenal
di Palembang, pada zaman Sriwijaya hanya dikenalkan oleh para permaisuri dan putri keraton.

- Faktor perkembangan teknologi


Perkembangan peralatan dan selalu diperbaikinya mutu kosmetika dalam bidang
penataan rambut, merupakan salah satu faktor yang sangat besar pengaruhnya terhadap
kemampuan teknis dan variasi penataan. Betapapun mahirnya seorang penata rambut,
kemampuannya tidak akan mempunyai arti banyak jika tidak didukung oleh tersedianya
peralatan dan kosmetika rambut yang diperlukan untuk mencapai bentuk penataan tertentu.
Kemampuan mempergunakan peralatan penataan yang serba modern dan pengetahuan yang baik
tentang produk kosmetika terbaru, merupakan sesuatu yang perlu dimiliki oleh penata rambut
masa kini.
Faktor intern dan ekstern seperti tersebut di atas saling kait mengait serta tidak
dapat dipisahkan satu dengan yang lain. Dalam melakukan penataan kedua kelompok
faktor tersebut tadi harus selalu diperhitungkan.

Pola Penataan
Pola Penataan
Betapapun mode tata rambut terus berubah dan berganti, tetapi alternatif bagi suatu
penataan tidak pernah dapat meyimpang dari 5 pola pokok penataan sebagai berikut:
a. Penataan simetris

49 | M O D U L P E M A N G K A S A N R A M B U T K O M E R S I A L
Penataan simetris adalah penataan yang memberi kesan seimbang bagi model
yang bersangkutan. Penataan simetris sudah digemari sejak zaman Mesir Purba dan te
rutama oleh bangsa Yunani. Kegemaran terhadap segala sesuatu yang simetris dapat
dime ngerti jika kita ingat bahw kupu -kupu, burung, bu nga, ikan hias dan ma khluk
lain isi bumi ini, oleh Tuhan Maha Pencipta diberi unsur – unsur keindahan yang serba
simetris pola maupun letaknya. Lihatlah contoh di bawah ini.

b. Penataan asimetris
Penataan asimetris banyak dibuat dengan tujuan memberi kesan dinamis bagi suatu
desain tata ramb ut. Apabila penataan simetris menim bulkan kesan seimbang dan statis, maka
pena taan asime tris akan menciptakan kes n adanya k etidakseimb angan. Dar i
ketidakseimbangan lahir impresi akan adanya gerak yang cenderung kepada d icapainya suatu
keseimban gan. Hal ini akan menimbulkan ef ek dinamis bagi tata rambu t yang bersangkutan.
Selain efek dinamis penataan asimetris juga banyak digunakan untuk mendramatisir ekspresi
wajah model. Juga banyak digunakan untuk menciptakan kesan keseimbangan yang lebih
harmonis bagi bentuk wajah yang tidak simetris. Seperti contoh gambar berikut.

50 | M O D U L P E M A N G K A S A N R A M B U T K O M E R S I A L
Gambar. 6.39. Contoh Penataan Asimetris

Sumber : DEPD IKBUD (1999)

c. Penataan puncak
Penataan puncak menitik beratkan pembuatan kreasi tata rambut didaerah ubun-ubun
(parietal). Pola penataan puncak selain digunakan sebagai penataan korektif bagi bentuk kepala,
wajah dan leher, juga akan mendukung penampilan perhiasan leher dan telinga model yang
bersangkutan. langkah sayangnya, jika seorang model ingin membanggakan kalung maupun
anting - antingnya kemudian harus menjadi kecewa karena penata rambutnya tidak menyadari
ada nya pola penataan puncak sebagai jalan keluarnya . Lihat contoh.

51 | M O D U L P E M A N G K A S A N R A M B U T K O M E R S I A L
Gamb ar. 6.40. Contoh Penataan Pu ncak

Sumber : DEPD IKBUD (1999)

d. Penataan belakang

Penataan belakang menitikberatkan penataan rambut dibagian mahk


ota atau bagian belakang kepala. Pola penataan belakang akan sangat
memudahkan penataan rambut panjang. Sebagian besar sanggul-sanggul
Indonesi a dibuat dengan pola penataan belakang. Ke san yang
ditimbulkan adalah feminin da n anggun.

Gamba r. 6.41. Contoh Penataan Belakang

Sumber : DEPD IKBUD (1999)

e. Penataan depan

52 | M O D U L P E M A N G K A S A N R A M B U T K O M E R S I A L
Penataan depan menitik beratkan penataan rambut di daerah dahi. Pola penataan ini
belum pernah dikemukakan dalam literatur tentang penat aan rambut. Namun pe rkembangan
model tata rambut k hususnya menjelang tahun- tahun terak hir 1980, ba nyak menge tengahkan
penataan didaerah dahi dengan hasil yang tidak kalah indahnya.
Karena itu sekarang sudah pada waktu nya untuk m njadikan pola penataan depan ini
sebagai satu kategori penataan tersendiri. Pola penataan depan memberi kesan
anggun dan gerak alamiah bagi sua tu kreasi da lam satu keselu ruhan. Kecuali itu juga dapat
digunakan sebagai penataan korektif bagi bentuk dahi yang terlampau menonjol.

Gambar. 6.42. Conto h Penataan Depan

Sumber : DEPD IKBUD (1999)

Dengan memahami adanya 5 pola pokok penataan serta pengaruh yang mampu diberikan
oleh masing – masing pola penataan, pendekatan dalam penataan rambut dapat dilakukan
dengan lebih mudah. Penataan dapat dilakukan dengan mengambil salah satu pola, ataupun
dengan memperpadukan beberapa pola sekaligus. Sepanjang kombinasi tersebut tidak
merupakan kombinasi yang antagonistis, melainkan suatu kombinasi yang komplementer.
Penataan dapat dibuat dengan lebi h cepat dan lebih pasti, karena sebelum memulai sesuatu
telah ada pegangan jelas yang dapat disesuaikan dengan model yang tersedia.
Tugas penata rambut hanya menentukan pola penataan apa yang kiranya paling
sesuai dan paling mendukung penampilan keseluruhan model tersebut. Jika di pilih
pola penat aan depan misalnya, maka variasi penataan yang lebih mendetail dilakukan
secara lebih terarah untuk menuju kepada bentuk akhir yang ingin dicapai.

53 | M O D U L P E M A N G K A S A N R A M B U T K O M E R S I A L
Untuk lebih sempurnanya bentuk penataan rambut/model, didisk usikan terle
bih dahulu dengan pela nggan mode l yang diinginkannya dan berilah beberapa
alternatif model yang sesuai dengan bent uk wajah, umur dan kesempatan.

Tipe Penataan
Tipe Penataan
Tata rambut yang baik selalu dibuat sesuai dengan waktu dan kesempatan
penggunaannya. Dalam seni tata rambut modern dikenal 5 kategori tipe penataan sebagai
berikut:
a. Penataan pagi dan siang hari
Penataan siang hari atau day style merupakan tata rambut yang dibuat untuk dig unakan
sew aktu pagi maupun sia ng hari. B aik untuk tinggal dirumah, bekerja dikantor maupun untuk
menghadiri berbagai perte muan yang bersifat resmi.
Bentuk tata rambut siang hari harus lebih sederhana, mudah diatur dan menarik.
Penggunaan warna-warni dan hiasan rambut dibatasi hingga seminimal mungkin. Hiasan rambut
yang dapat dipergunakan antara lain terbatas kepada jepit, jepit sisir dan ikat rambut yang
sederhana. Penggunaan syal atau scarf baik yang diikatkan dirambut maupun sebagai penutup
leher masih dapat dibenarkan.

b. Penataan cocktail

Arti sebenarnya daripada cocktail adalah jenis minuman yang terbuat dari
alkohol, ataupun campuran dari berbagai macam buah yang diberi alkohol dan
dihidangkan sebagai pembangkit selera makan. Karena minuman semacam ini
biasanya dihidangkan dalam pertemuan resmi, maka penataan cocktail adalah penataan
yang digunakan dalam kesempatan resmi pada waktu pagi, siang atau menjelang sore
hari saja.
Bentuknya dapat sedikit lebih meriah daripada penataan pagi atau siang hari,
tetapi lebih sederhana daripada tata rambut sore atau malam hari. Karena perbedaannya
yang relatif kecil saja terhadap penataan siang hari, maka dalam berbagai lomba
penataan rambut, penataan cocktail jarang sekali dipertandingkan sebagai satu tipe
penataan tersendiri. Biasanya cocktail style sudah tercakup dalam day style.

54 | M O D U L P E M A N G K A S A N R A M B U T K O M E R S I A L
c. Penataan sore dan malam hari

Penataan sore dan malam hari atau evening style adalah tata rambut yang dibuat untuk
digunakan pada sore dan malam hari, pada umumnya dalam kesempatan yang lebih bersifat
resmi. Bentuknya biasanya lebih rumit. Penggunaan warna-warni dan hiasan rambut juga lebih
bebas. Tetapi masih dalam batas-batas rasa keindahan dan kepantasan masyarakat setempat.

d. Penataan gala

Penataan gala atau gala style merupakan tata rambut yang sesuai untuk
dikenakan dalam menghadiri pesta-pesta gala, atau pesta-pesta besar. Bentuknya dapat
lebih rumit. Penggunaan warna-warni dan hiasan rambut dapat lebih rumit.
Penggunaan warna-warni dan hiasan rambut dapat lebih bebas. Satu-satunya unsur
yang membedakan penataan gala dengan penataan sore dan malam hari adalah bahwa
dalam tata rambut gala harus terdapat unsur kecenderungan (trend) mode terbaru pada
waktu itu. Karena itu gala style juga sering dinamakan high fashion style atau juga
haute coiffure style.

e. Penataan fantasi

Penataan fantasi atau fantasy style merupakan tata rambut yang lebih menampilkan
kemahiran sang penata rambut daripada penjelamaan suatu kreasi dengan tujuan mempercantik
perwujudan, lahiriah seseorang melalui tata rambutnya. Bentuknya biasanya rumit, sulit,
kompleks dan besar.

Teknik Penataan
0
Teknik Penataan
1
2
Di dalam penataan rambut yang diinginkan adalah suatu bentuk keserasian, oleh karena
itu perlu diperhatikan hal-hal seperti bentuk wajah, leher, tekstur dan tebal tipisnya rambut, serta

55 | M O D U L P E M A N G K A S A N R A M B U T K O M E R S I A L
bentuk tubuh. Tekstur rambut turut menentukan dalam pembentukan penataan yang sempurna.
Tekstur rambut bangsa Indonesia umumnya bersifat agak kasar dan berat, sehingga memerlukan
sasak yang padat supaya dapat tahan lama, untuk tekstur rambut yang halus dan ringan tidak
membutuhkan sasak yang padat. Dan mengetahui bentuk-bentuk wajah sangat dipentingkan
dalam penataan.

 Bentuk – bentuk wajah


Wajah dengan bentuk oval adalah yang paling ideal, untuk itu seni menata rambut untuk
menjadikan pada bentuk wajah ideal sangat diperlukan. Berikut akan dijelaskan tentang berbagai
bentuk wajah yang sering dijumpai pada bangsa kita, guna mencapai keserasian antara bentuk –
bentuk ini dengan tatataan rambutnya.
Seperti diketahui, bentuk wajah manusia sangat beragam. Namun, yang umum dikenal
hanya 7 bentuk, yakni oval (bulat telur), oblong (panja ng), bulat, persegi empat, hati, belah
ketupat dan buah pear.
1. Bentuk oval
Bentuk wajah oval merupakan bentuk yang ideal, dengan perbandingan ukuran panjang
satu setengah kali lebar muka. Penataan apapun dapat diterapkan, sehingga tidak perlu ada
koreksi untuk bentuk wajah ini.

2. Bentuk lonjong (oblong)


Bentuk wajah ini memp unyai panjang satu setengah kali melebihilebarn ya, sehingga
bentuk muka kelihatan sempit. Penataan yang cocok untuk bentuk wajah seperti ini adalah
membuat kesan wajah lebih pendek. Penataan harus cenderung ke arah dahi, yang mana ikal
rambut diperlukan untuk memenuhi bagian atas dan samping kepala, dengan tujuan mengurangi
kepanjangan wajahnya. Hindari penataan dengan volume pada bagian atas kepala.

3. Bentuk bulat
Bentuk wajah ini memiliki panjang yang hampir sama dengan lebar. Penataan
yang cocok adalah membuat kesan yang lembut dengan volume rambut pada bagian
atas kepala yang me ngarah ke belakang. Hindari volume p ada kedua sisi, sehingga
muka akan kelihatan lebih panjang.

56 | M O D U L P E M A N G K A S A N R A M B U T K O M E R S I A L
Gambar. 6.46. Con toh Bentuk Ov al, Bentuk Lonjong, Bentuk Bulat

Sumber : Puspoyo, Widjanarko, Endang (1995)

4. Bentuk persegi empat

Bentuk wajah ini mempunyai garis pertumbuhan rambut didahi lurus, dengan
garis rahang persegi. Penataan yang cocok adalah membuat ikal yang lembut den an
volume rambut pad a bagian atas. Perma salahanya hampir sama dengan bentuk wajah
bulat. Hindari volume pada kedua sisi dan arahkan rambut ke arah pipi hingga
menutupi pelipis. Jangan paksakan pemangkasan yang terlalu pendek, usahakan rambut
lebih panja ng dari garis dagu, karena bagian tersebut dapat dibuat ikal lembut untuk
menghilangkan kesan persegi.

5. Bentuk hati
Bentuk wajah ini mempunyai kelebaran pada daerah pelipis , dengan dahi yang
sempit, dan bentuk dagu meruncing. Penataan harus memberi kesan daerah dagu lebih
lebar dan daerah dahi serta pelipis menjadi lebih kecil. Arahkan rambut ke belakang
dengan volume rambut penuh pada bagian atas. Belahan pinggir atau tanpa belahan
sangat ideal bagi wajah dengan bentuk hati, dan hindari belahan tengah. Untaian
rambut pada pelipis dan dahi akan memberi kesan lembut dan hindari rambut
sepanjang garis rahang.

57 | M O D U L P E M A N G K A S A N R A M B U T K O M E R S I A L
Gambar. 6.47. Co ntoh Bentuk Persegi Empat Dan Bentuk H ati

Sumber : Puspoyo, Widjanarko, Endang (1995)

6. Bentuk belah ketupat


Bentuk wajah ini mempunyai dahi yang sempit dengan kelebaran pada kedua
tulang pipi dan meruncing pada dagu. Penataan dibuat untuk mengurangi kelebaran
tulang pipi dan memberi kesan lebar pada daerah rahang dan dagu. Ikal penuh pada
daerah pelipis akan membantu menciptakan kesan lembut.

7. Bentuk buah pear

Bentuk wajah ini mempunyai jarak antara pelipis yang sempit, dengan tulang
pipi yang tinggi serta membesar pada dagu. Penataan untuk bentuk wajah ini tidak jauh
berbeda dengan berbagai variasi yang memberi kesan lembut

58 | M O D U L P E M A N G K A S A N R A M B U T K O M E R S I A L
Gambar. 6.48. Conto h Bentuk Belah Ketupat Dan Bentuk Buah Pear

Sumber : Puspoyo, Widjanarko, Endang (1995)

Selain ketujuh bentuk wajah yang sudah dikemukakan di atas, ada hal-ha l lain
yang juga bisa menjadi penghambat dalam pencapaian hasil penataan yang sempurna.
Berikut coba diuraikan hal – hal yang dimaksud tersebut, sekaligus penjelasan
mengenai alternatif pilihan penataannya.

8. Wajah kecil
Untuk memberikan kesan agar wajah tidak kelihatan kecil, maka perlu dibuat penataan
rambut secara lembut ke arah luar wajah dengan desain penataan yang tidak terlalu besar.
Dengan demikian, diharapkan kesan wajah akan terlihat lebih lebar. Perlihatk an sedikit telinga
agar leher dan wajah berkesan lebih lebar.

Gambar. 6.49. Wajah Kecil

Sumber : Puspoyo, Widjanarko, Endang (1995)

59 | M O D U L P E M A N G K A S A N R A M B U T K O M E R S I A L
9. Wajah lebar

Penataan yang penuh kearah wajah akan memberikan kesan wajah lebih kecil,
terutama pada pelipis dan pipi. Hindari penataan rambut yang terlalu besar, karenakan
lebih memperle bar wajah.

Gambar. 6.50. Wajah Kecil

Sumber : Puspoyo, Widjanarko, Endang (1995)

10. Wajah panjang


Jika bentuk wajah panjang dan bentuk leher juga panjang, maka disarankan memakai
poni untuk mengurangi kesan panjangnya wajah. Panjang rambut sebaiknya sebatas leher,
dengan model pageboy atau menggembung di bagian bawah.

G ambar. 6.51. Wajah Panjang

Sumber : Puspoyo, Widjanarko, Endang (1995)

60 | M O D U L P E M A N G K A S A N R A M B U T K O M E R S I A L
11. Wajah gemuk
Jika bentuk wajah pendek dan gemuk, rambut sebaiknya panjang pada bagian
sisi agar dapat menutupi kedua kening dan pipi. Panjang rambut bagian belakang
disesuaikan dengan bagian kedua sisi.

G ambar. 6.52. Wajah Gemuk

Sumber : Puspoyo, Widjanarko, Endang (1995)

12. Rahang persegi

Untuk bentuk rahang yan g persegi, bagian dahi sebaiknya dibiarkan tanpa poni. Buatlah
ketebalan /volume pada kedua ga ris rahang. Ikal yang lembut dibagian sisi akan mengurangi
kesan kepersegiannya.

Gambar. 6.53. R agang Persegi

61 | M O D U L P E M A N G K A S A N R A M B U T K O M E R S I A L
Sumber : Puspoyo, Widjanarko, Endang (1995)

13. Rahang menonjol

Jika bentuk rahang persegi dan sangat menonjol, buatlah suatu penataan yang
menarik per atian pada bagian lainnya, misalnya pada bagian yang sejajar dengan mata,
dengan menggunakan sirkam atau pengikat rambut ke arah belakang. Penataan yang lembut
harus dicipta kan untuk mengurangi kesan rahang yang terlalu menonjol.

Ga mbar. 6.54. R ahang Menonj ol

Sumber : Puspoyo, Widjanarko, Endan

14. Tulang pipi tinggi/menonjol


Jika bentuk tulang pipi sangat me nonjol, hindari penata an yang menggembung
pada bagian sisi. Buatlah penataan yang penuh (menggembung) pada bagian atas dan bawah
telinga. Pemakaian poni akan memberi kesan dahi yang lebar sehingga ketinggian tulang pipi
tidak akan terlihat jelas.

62 | M O D U L P E M A N G K A S A N R A M B U T K O M E R S I A L
Gambar . 6.55. Tulang Pipi Tinggi/Me nonjol

Sumber : Puspoyo, Widjanarko, Endang (1995)

15. Dagu kecil


Jika bentuk dagu kecil, tarik rambut ke arah atas dengan ketebalan dibagian
tersebutt, dan berikan penataan dengan volume penuh (meng gembung) pada bagian
belakangkepala.

Gambar. 6.56. Dagu Kecil

Sumber : Puspoyo, Widjanarko, Endang (1995)

16. Dahi sempit

63 | M O D U L P E M A N G K A S A N R A M B U T K O M E R S I A L
Jika bentuk dahi sempit, sebaiknya poni dibuat pendek dan tinggi di atas alis
secara terpisah atau dibuat membulat. Dapat pula dibuat tanpa poni, dengan volume
atau ketinggian pada bagian atas kepala.

Gambar. 6.58. Dahi Sempit

Sumber : Puspoyo, Widjanarko, Endang (1995)

64 | M O D U L P E M A N G K A S A N R A M B U T K O M E R S I A L
17. Hidung besar
Untuk mengurangi kesan hidung besar, arahkan rambut ke bagian atas kepala
dengan diikat (ekor kuda) atau dijepit, yang mana rambut pada bagian tersebut akan
mengembang dengan ikal penuh yang akan menimbulkan kesan hidung kelihatan
seimbang.

Gambar. 6.59. Hidung Besar

Sumber : Puspoyo, Widjanarko, Endang (1995)

18. Leher Panjang


Leher yang panjang akan kelihatan lebih pendek dengan kepanjangan rambut
yang sedang dan ditata menutupi leher. Hindari rambut pendek atau penarikan/
pengikatan rambut ke atas, karena akan mengesankan leher lebih panjang.

Gambar. 6.60. Leher Panjang

Sumber : Puspoyo, Widjanarko, Endang (1995)

65 | M O D U L P E M A N G K A S A N R A M B U T K O M E R S I A L
19. Leher pendek
Jika leher pendek, hindari penataan yang menutupi leher. Jika rambut panjang,
jangan biarkan rambut terlepas menutupi leher. Tarik rambut ke arah belakang atau ke
atas untuk menimbulkan kesan leher lebih panjang.

Gambar. 6.61. Leher Pendek

Sumber : Puspoyo, Widjanarko, Endang (1995)

20. Pipi bulat


Jika bentuk pipi bulat, penataan lembut kearah pipi akan mengurangi kesan
bulatnya. Hindari penataan yang mengembang dikedua sisi dan hindari pula poni tebal
pada bagian depan.

Gambar. 6.6 2. Pipi Bulat

Sumber : Puspoyo, Widjanarko, Endang (1995)

21. Telinga besar atau kecil

66 | M O D U L P E M A N G K A S A N R A M B U T K O M E R S I A L
Jangan sekalipun memperlihatkan telinga kalau memang mempunyai kelainan
dalam bentuknya. Penataan yang penuh dan lembut pada bagian telinga akan menyemb
unyikan telinga yang besar atau yang kecil.

Gambar. 6.63. Teling a Besar Atau Kecil

Sumber : Puspoyo, Widjanarko, Endang (1995)

22. Berkaca mata


Jika anda berkaca mata, buatlah penataan rambut yang mengarah ke luar wajah,
dengan penataan yang mengembang dikedua sisi dekat telinga dan ikal yang lembut serta tidak
terlalu keriting. Penataan seperti ini akan memberikan kesan lembut. Pemakaian perhiasan
telinga akan memberikan kesan wajah menjadi lebih seimbang.

Gambar. 6.64. Berkaca Mata

Sumber : Puspoyo, Widjanarko, Endang (1995)

Alat Kosmetika Penataan


Alat Kosmetika Penataan
Sebelum melaksanakan penataan, perlu dipersi apkan telebih dahulu , alat dan bahan
yang diperlukan, seperti sebagai berikut:

67 | M O D U L P E M A N G K A S A N R A M B U T K O M E R S I A L
1. Alat
Alat yang dibutuhkan dalam penataan antara lain sisir dan sikat rambut, sisir sasak, sisir
blow, sisir berekor, hair pin, aneka ukuran jepitan, jepit bebek, hand hair dryer, curling iron
heated, slyling brushes, crimping iron dan lain-lain.
2. Kosmetika
Kosmetika yang dapat dipakai dalam melaksanakan penataan adalah sebagai berikut
a. Hair spray, merupakan kosmetika yang berfungsi untuk mempertahankan bentuk
penataan yang dibuat . Ada berbagai jenis hair spray yang tersedia, namun dalam
pemanfaatannya pilihlah yang sesuai dengan jenis rambut pelanggan.
b. Hair shine, merupakan k osmetika yang berfung si untuk memberikan wa rna lebih ce
merlang pada rambut.
c. Color spray, merupakan kosmetika yang berfun gsi untuk menambah warna sebagai
penutup uban ataupun sebagai variasi dalam penampilan penataan, jika
diperlukan.
d. Styling foam, kosmetika ini berbentuk busa, yang berfungsi untuk
memudahkan dalam proses penataan .
e. Jelly, pemakaian jelly bertujuan untuk memberi kesan basah pada rambut.
Menerapkan tertib kerja berdasarkan peraturan kesehatan dan keselamatan kerja. Bila
pratata telah selesai dilakukan langkah selanjutnya adalah analisa makna penataan rambut.
Untuk tercapainya penataan yang baik perlu mengatur tertib kerja yang jelas. Agar proses
penataan dapat dikerjakan dengan tepat dan cepat sesuai waktu yang telah direncanakan.

 Pelaksanaan tata rambut


Penataan rambut dan pratata merupakan 2 pekerjaan yang tidak dapat dipisahkan karena
sesuai dengan penjelasan pada materi pratata bahwa pratata merupakan langkah awal penataan
rambut agar rambut mudah diarahkan sesuai desain penataan yang diinginkan. Pada proses
pelaksanaan penataan rambut, ada beberapa hal yang harus diperhatikan untuk mencapai
keberhasilan penataan yang sesuai dengan keinginan tamu/pelanggan. Beberapa hal yang harus
diperhatikan adalah sebagai yang diuraikan di bawah ini:

A. Analisis karakteristik pelanggan

68 | M O D U L P E M A N G K A S A N R A M B U T K O M E R S I A L
Analisis karakteristik pelanggan sangat penting karena di samping anda mengetahui apa
yang diinginkan pelanggan juga anda dapat merencanakan desain penataan, memberikan
rekomendasi penataan yang terbaik juga memberikan saran/nasihat pada pasca penataan.
Sebelum menata rambut, terlebih dahulu wajah pelanggan harus dianalisa, gunanya untuk
menentukan/menciptakan alur-alur rambut yang lebih serasi. Penataan yang dibuat harus dapat
menutupi atau mengurangi kekurangan sempurnaan bagian-bagian yang ada pada wajah.
Hal-hal yang harus diketahui pada analisis pelanggan dapat dilakukan sebagai berikut:
Melalui wawancara anda dapat mengetahui keinginan dan keluhan pelanggan, serta dapat
memberikan kesimpulan atas dasar hasil analisa dan menyarankan penataan yang terbaik.
Melalui pengamatan anda dapat memperkirakan bentuk wajah, proporsi tubuh, kondisi
rambut, status sosial, kepribadian pelanggan dan sebagainya. Melalui hasil analisa anda dapat
menentukan desain penataan yang sesuai kemudian disampaikan pada pelanggan.
Seorang penata rambut yang profesional, bersamaan melakukan analisa, secara otomatis
sudah tergambar desain penataan sesuai dengan karakteristik pelanggan.

B. Desain penataan
Bagi seorang ahli penata rambut, desain penataan tidak harus digambar di atas
kertas, tapi artinya bahwa desain tersebut sudah ada dalam bayangan pikiran penata rambut.
Rencana penataan yang bagaimana kiranya yang sesuai dengan tamu/pelanggan.
Desain penataan tentu saja dikaitkan dengan faktor-faktor yang mempengaruhi penataan,
pola penataan, tipe penataan, kepribadian dan faktor sosial pelanggan. Hal-hal tersebut sesuai
dengan uraian yang telah dijelaskan di atas.
a. Kondisi rambut

Tekstur rambut dan panjang pendeknya rambut harus dipertimbangkan karena


tekstur rambut dan panjang pendeknya rambut memiliki tingkat kesulitan yang tinggi dalam
pelaksanaan penataan.

69 | M O D U L P E M A N G K A S A N R A M B U T K O M E R S I A L
Berikut adalah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk memecahkan kesulitan apabila
kita menyisir untuk membuat style yang bisa menutupi kekurangan/kelebihan yang ada pada
wajah seseorang yaitu:

a. Apabila akan membuat wajah kelihatan lebih panjang sasakan dibuat yang tinggi di
atas, ramping di samping.
b. Apabila akan membuat wajah kelihatan lebih lebar, sasakan dibuat yang agak lebar
pada bagian samping kiri dan kanan.
c. Apabila wajah lebar, tutupi bagian kedua kening agar kelihatan agak menyempit.
d. Apabila dahinya lebar, rambutnya diturunkan sehingga menutupi sebagian dahinya,
agar menyempit bagian dahi.
e. Apabila lehernya panjang, tutupilah dengan rambut (jangan dipotong terlalu tinggi).
f. Sebaliknya leher yang pendek agak diperlihatkan lehernya (rambut dipotong agak
pendek) agar lehernya kelihatan. Kalau dibuat sanggul dibuat agak ke atas sedikit.
g. Menyarankan model penataan rambut

Sebelum proses penataan dilakukan konsultasikan dengan pelanggan terlebih dahulu,


tentang model yang diinginkan, berilah saran sesuai dengan panjang pendeknya rambut, bentuk
wajah dan postur pelanggan.

C. Teknik penataan
Setelah rambut dipratata sesuai desain penataan, untuk itu agar penataan (styling )
berhasil dengan tepat, perlu diperhatikan dan diterapkan tertib kerja berdasarkan
peraturan kesehatan dan keselamatan kerja. Teknik penataan dapat dilakukan dengan
langkah sebagai berikut:
1. Arah penataan rambut
Dengan bantuan sisir atau sikat, arahkan rambut ke posisi yang dikehendaki. Sibakan
atau belahan rambut akan mengawali penataan, dan dalam menentukan belahan rambut ini
sebaiknya pertimbangkan bentuk wajah ataupun permintaan pElanggan sesuai kebiasaannya
sehari-hari.

2. Belahan rambut

70 | M O D U L P E M A N G K A S A N R A M B U T K O M E R S I A L
Jika ingin men dapatkan belahan ram but secara w ajar (alami), lakukan penyikatan
rambut dan biarkan pada posisi yang siap ditata. Dorong rambut ke arah depan dengan
menggunakan kedua tangan, maka belahan alami akan diperoleh. Parting alami akan terbentuk
dengan sendirinya, membentuk belahan dengan penyesuaian bentuk kepala.

Gambar. 6.65. Sibakan Atau Belahan Rambut

Sumber : Puspoyo, Widjanarko, Endang (1995)

Jika ingin membuat belahan sesuai dengan desain, beberapa pilihan belahan dapat
dilakukan, tetapi belahan rambut yang baru ini tidak dijamin kelihatan alami. Beri kut
diperlihatkan berbagai alternatif belahan yang dapat dipilih, yakni:

a) Belahan tengah
Belahan tengah sangat ideal bagi wajah yang berbentuk oval atau oblong,
karena akan mengura ngi kepanja ngan wajah.

G ambar. 6.66. Belahan Tenga h

Sumber : Puspoyo, Widjanarko, Endang (1995)

71 | M O D U L P E M A N G K A S A N R A M B U T K O M E R S I A L
b) Belahan pinggir
Belahan pinggir sangat ideal bagi wajah berbentuk bulat atau persegi
empat , karena akan mengurangi kebulatan wajah. Belahan dapat dilakukan
pada bahagian kanan atau kiri, tergantung desain yang akan dibuat.

Gambar. 6.67. B elahan Pinggi r


Sumber : Puspoyo, Widjanarko, Endang (1995)

c) Tanpa belahan
Pilihan ini dapat diterapkan pada bentuk wajah apa pun, dengan
penyesuaian pada volume serta ikal yang dihasilkan.

Gambar. 6.68. T anpa Belahan


Sumber : Puspoyo, Widjanarko, Endang (1995)

3) Penyasakan rambut (back combing)

72 | M O D U L P E M A N G K A S A N R A M B U T K O M E R S I A L
Penataan rambut dapat divariasi dengan teknik penyikatan atau
penyasakan secara keseluruhan maupun sebagian saja. Tentunya, dasar
pemilihan penataan sudah dilandasi dengan pengetahuan tentang bentuk wajah,
usia, perawatan dan m ode yang sedang berlaku.
Penyasakan rambut merupakan tindakan untuk menambah volume
rambut atau ekstrabody pada desain tertentu, yang mana volume atau
ketinggian dapat membantu kesem purnaan d alam desain yang dikeh endaki.
Ada 2 jenis penyasakan rambut, yang masing-masing memiliki
kekhususan tujuan atau maksud dalam pencapaian hasil penataan akhir. Kedua
jenis penyasakan tersebut adalah:
a. Menenun (weaving)
Istilah menenun dipakai pada teknik penyasakan ini, karena
pelaksanaannya seperti pada teknik menenun kain. Pengambilan rambut
(blocking) dilakukan secara lapis demi lapis, dipegang dengan cermat, dan arah
penyasakan yang sejajar satu dengan lainnya, sehingga hasilnya akan saling
berkaitan.

Gam bar. 6.69. Menenun (Weavi ng)

Sumber : Puspoyo, Widjanarko, Endang (1995)

b. Menopang (propping)
Propping atau menopang adalah penyasakan yang dilakukan dengan
pengambilan rambut (blocking) lapis demi lapis dengan jumlah yang sama.
Arah penyasakan rambut dimulai dari tengah batang rambut. Biarkan bagian

73 | M O D U L P E M A N G K A S A N R A M B U T K O M E R S I A L
selebihnya (batang rambut dan ujung rambut) tanpa sasakan. Pada umumnya, je
nis penyas akan ini dil akukan pada rambut pendek.

Gambar. 6.70. Menopang (Propping)


Sumber : Puspoyo, Widjanarko, Endang (1995)

Walaupun teknik weaving dan propping ini berlainan jenisnya, namun


keduanya memiliki tujuan yang sama. Kedunya mengambil blocking
rambut yang sama besar, kurang lebih satu setengah sampai dua setengah
sentimeter, dipegang secara cermat dengan menggunakan jari telunjuk dan
jari tengah. Arah pengambilan rambut hendaknya disesuaikan dengan arah
yangg dikehendaki, yang sudah diarahkan pada teknik penggulungan
rambut sebelumnya.
Pemakaian sisir khusus untuk membuat sasakan sangat penting, karena
sisir dengan gigi yang jarang atau sikat rambut tidak akan menghasilkan
penyasakan yang baik.

4) Tahap akhir penataan rambut

Tahapan ini merupakan tahapan yang paling sulit dalam penataan. Bentuk wajah
ad alah salah s atu kunci keberhasilan seorang ha irdresser membuat penata an dengan
prima. Sese orang dikatakan berhasil dalam penat aan bukan karena kemahirannya
memegang sisir atau pemakaian kosm tika yang baik, melain kan kemahirannya
menyelaraskan penataan yang dibuat deng an bentuk wajah, perawakan, usia , serta status
sosial dimasyarakat.

74 | M O D U L P E M A N G K A S A N R A M B U T K O M E R S I A L
Selain teknik yang dilakukan seperti di atas, dapat pula dilakukan penataan
dengan menggunakan alat tertentu. Teknik ini diterapkan pada rambut dalam keadaan
kering, yang mana pada saat-saat mendesak kita harus menatanya secara tergesa-gesa
atau saat pelanggan tidak meng hendaki pencucian melainkan hanya penataan singkat,
ataupun saat dimana kita berada da lam perjalanan yang tidak memungkinkan pergi ke
salon. Peralatan pendukung teknik ini dirancang sedemikian rupa, sehingga dapat dipakai
oleh orang yang awam dalam hal menata rambut sekalipun.

5) Curling iron
Curling iron adalah alat pembuat ikal secara cepat, praktis dan mudah.
Alat ini dikenal sebagai alat catok, dapat digunakan untuk pembuatan ikal pada
poni bagian sisi kanan dan kiri ke pala bagian ujung rambut, atau untuk seluruh
bagian rambut. Alat ini bekerja secara elektronis dan membutuhkan bantuan
tenaga listrik untuk mengoperasikannya.
Teknik pemanfaatan alat ini dalam pembuatan ikal rambut

Gambar. 6.71 . Curling Iron

Sumber : Puspoyo, Widjanarko, Endang (1995)

b) Heated styling brushes (sikat penggulung yang dipanaskan)

Heated styling brushes atau sikat penggulung yang di panaskan


mempunyai fungsi yang sama seperti alat curling iron. Bentuk alat ini hampir
sama dengan curling iron, hanya pada alat ini terdapat bulu/sikat halus yang
berfungsi untuk lebih memegang rambut pada posisinya disaat melakukan
penggulungan. Adapun teknik pemanfaatan alat ini sama sepeti curling iron
.

75 | M O D U L P E M A N G K A S A N R A M B U T K O M E R S I A L
Gambar. 6.72. Cara Memegang Sikat P enggulung

Sumber : Puspoyo, Widjanarko, Endang (1995)

76 | M O D U L P E M A N G K A S A N R A M B U T K O M E R S I A L
KESIMPULAN

DAFTAR PUSTAKA

1. Roeswoto, Ny. H. Buku pelajaran kosmetologi tata kecantikan kulit tingkat


dasar. Jakarta: Yayasan INSANI
2. Kusantati, Herni. 2009. Tata kecantikan kulit jilid 3. Jakarta
3. Titin, Supiani. 2016. Tata rias wajah khusus. Jakarta
4. Tilaar, Martha, 1992. Indonesia bersolek. Jakarta: Buku Pedoman Seni Rias
Indonesia.
5. Syaifuddin, Drs, AMK, anatomi fisiologi untuk mahasiswa keperawatan, Buku
Kedokteran EGC, Jakarta 2003
6. http://dasarrias.blogspot.com/2017/01/tata-rias-wajah-tata-rias-
wajah.html
7. http://meliqnyaharin.blogspot.com/2016/05/makalah-rias-cikatri-geriatri-
panggung.html
8. https://periaspanggilanyogyakartaprofesional.wordpress.com/2014/11/03/r
ias-wajah-tv-dan-film/
9. http://faradisumihani.blogspot.com/2016/12/tata-rias-fantasi-dan-
karakter.html
10. http://gudeliasite.blogspot.com/2011/02/tata-rias-fantasi.html