Anda di halaman 1dari 4

Tugas Orthopaedi

Oleh : Uria Ricko Tanguhno Handen

Tulang di bagi mejadi 2 grup yaitu, tulang axial dan tulang appendicular.

Axial skleleton membentuk sumbu panjang tubuh dan itu termasuk salah satunya adalah
tulang tengkorak, columna vertebralis, dan tulang rusuk. Dimana fungsi dari tulang ini adalah
pelindung, menyokong, dan membawa anggota gerak tubuh.

Appendicular skeleton adalah tulang yang terdiri atas tulang-tulang ekstremitas atas dan
bawah, dimana fungsi tulang ini adalah sebagai alat bantu gerak dari pada ekstremitas.

Menurut bentuknya tulang dibagi mejadi long bones, short bones, flat bones, dan irreguler
bones.

Long bones adalah tulang yang bentuknya lebih memanjang dari pada melebar, dimana
tulang –tulang ini termasuk dari tulang-tulang pada ekstremitas kecuali patella dan
pergelangan tangan dan kaki. Tulang ini di nilai dari bentuknya yang memanjang, bukan dari
ukurannya.

Short bones adalah tulang yang berbentuk seperti kubus. Tulang ini ada pada pergelangan
tangan dan kaki, contohnya sesamoid bone. Tulang ini bentuk khusus dari tulang pendek,
dimana di bentuk di sekitar tendon.

Flat bones adalah tulang yang berbentuk tipis, rata dan biasanya sedikit melengkung.
Contohnya pada sterneum, skapula, tulang iga dan kebanyaka tulan tengkorak berbentuk
tulang ini.

Irregular bones adalah tulang yang bentuknya tidak beraturan dan tidak termasuk dari salah
satu diatas. Contohnya vertebrata dan tulang panggul.
Komposisi tulang

• Tulang: matriks kolagen yang berisi garam mineral dan sel-sel.

• Matriks: terdiri dari kolagen tipe 1 (oleh osteoblas) sebagai tempat penyimpanan
kristal hidroksiapatit pada jaringan dasar mukopolisakarida/proteoglikan.

Protein non kolagen terutama osteopontin, osteonektin, dan osteokalsin serta alkali fosfatase
yang fungsinya belum diketahui

Sel-sel tulang

Osteoblas

a) Pembentukan tulang

b) Prekursor  sumsum dan lapisan dalam periosteum.

c) Kaya uksi kolagen tipe I, non-kolagen

d) Inisiasi dan kontrol aktivasi osteoklas (oleh PTH)

• Osteosit

a) Osteoblas yang matang

b) Mempertahankan jaringan tulang

c) Dipengaruhi PTH

d) Berperan dalam resorpsi tulang.

e) Transport kalsium

• Osteoklas

a) Sel besar yang berinti banyak

b) Berperan utama dalam resorpsi tulang

c) Proses resorpsi tulang dipengaruhi oleh enzim lisosom

d) Howship's Lacunae : sel osteoklas yang tersisa pada sisaan hasil resorpsi
Kerja hormon pada tulang.

Hormon paratiroid (PTH)

1. Regulator pertukaran kalsium

2. Mengendalikan konsentrasi kalsium ekstraseluler

3. Tindakan langsung/tidak langsung pada tubulus ginjal, usus dan tulang.

Produksi dan sekresi dipengaruhi kadar kalsium plasma

• Pada tubulus ginjal  PTH meningkatkan ekskresi fosfat & menghemat kalsium.

• PTH kontrol hidroksilasi vitamin D 25-OHD.

• >>  metabolit aktif 1,25 (OH)2D

• <<  metabolit inaktif 24,25-(OH) 2D.

• Di Usus  efek tidak langsung  >> penyerapan kalsium  konversi 25-OHD ke


1,25 (OH) 2D di ginjal.

• Di tulang  aktivasi resorpsi osteoklastik & sekresi Ca/P ke darah.

Hormon Kalsitonin

• Disekresi  sel C tiroid.

• Fungsi berlawanan dari PTH.

• Mengikat reseptor di osteoklas  menekan resorpsi & >> ekskresi kalsium ginjal.

• Terutama pada Paget’s Disease

• Sekresi terjadi bila Kalsium serum > 9 mg / dL).


Gonad pada tulang

• Fungsi:

1. Pertumbuhan tulang

2. Menjaga masa tulang

3. Menjaga keutuhan tulang spongiosa

• Estrogen 

1. Mengurangi Resorpsi

2. Meningkatkan absrobsi kalsium usus.

• Menopause = ammenorhea  bisa kehilangan masa tulang saat masa pubertas

• Androgen juga menginhibisi resorpsi