Anda di halaman 1dari 2

Prosedur Kerja

Menyediakan kaca benda yang bersih, lelu melewatkan kaca benda di atas nyala
api lampu spiritus.

Meneteskan setetes aquades di atas kaca benda tersebut.

Secara aseptik mengambil inokulum bakteri yang akan diperiksa lalu meletakkan
di atas tetesan aquades itu kemudian meratakan perlahan-lahan dan tunggulah
sampai mengering.

Melakukan fiksasi dengan cara melewatkan sediaan tersebut di atas nyala api
spiritus dengan cepat.

Meneteskan larutan hijau malakit di atas sediaan itu, lalu memanaskan sediaan
tersebut di atas nyala api spiritus selama 3 menit.

Meletakkan sediaan tersebut di atas lewat penyangga yang diletakkan di atas


mangkuk pewarna, lalu membiarkan sampai dingin.

Mencuci kelebihan larutan hijau malakit dengan air kran dalam botol penyemprot.

Meneteskan larutan safranin di atas sediaan tersebut, lalu membiarkannya selama


3 menit.
Mencuci kelebihan larutan safranin pada sediaan itu.

Mengeringkan sediaan dengan kertas penghisap dan mengamati di bawah


mikroskop.

Jawaban Diskusi
1. Apakah fungsi spora bagi bakteri?
- Spora pada bakteri merupakan bentuk bakteri yang bertujuan untuk
melindungi diri dari pengaruh negatif dari luar tubuhnya. Spora pada
bakteri pada umumnya adalah endospora karena spora terbentuk di
dalam sel. Bakteri dalam bentuk spora lebih terlindungi terhadap
disinfektan, sinar utamanya terhadap kekeringan, panas dan suhu
rendah. Hal ini disebabkan oleh dinding spora lebih bersifat
impermeabel dan spora memiliki sangat sedikit air, akibatnya
menyebabkan spora tidak mudah mengalami perubahan temperatur
(Irianto, 2006).

2. Mengapa diperlukan pemanasan dalam proses pewarnaan spora? Jelaskan!


- Tujuan dilakukan pemanasan pada saat proses pewarnaan yaitu agar
memudahkan zat pewarna untuk meresap ke dalam dinding pelindung
spora bakteri (Irianto, 2006).

Irianto, K. 2006. Mikrobiologi Jilid I. Bandung: Yrama Widya