Anda di halaman 1dari 31

PENDAHULUAN

I. Latar Belakang
Kesehatan adalah salah satu kebutuhan pokok dan juga merupakan faktor
penting yang mempengaruhi produktivitas dan kualitas sumber daya manusia. Dalam
Undang-undang Dasar 1945 pasal 28 H dan Undang-undang Nomor 23/1992, menetapkan
bahwa kesehatan adalah hak fundamental setiap warga. Oleh karena itu negara bertanggung
jawab dalam pengaturan hak hidup sehat bagi penduduknya.
Dalam mencapai tujuan tersebut, Kementerian Kesehatan RI memberikan wewenang
kepada daerah masing-masing yang dalam hal ini dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan yang
selanjutnya kebijakan diturunkan lagi ke Puskesmas-puskesmas sebagai pelaksana teknis
yang lebih dekat dengan masyarakat.
Pusat Kesehatan Masyarakat yang dikenal dengan sebutan Puskesmas adalah Fasilitas
Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yang bertanggung jawab atas kesehatan masyarakat di
wilayah kerjanya pada satu atau bagian wilayah kecamatan. Dalam Peraturan Menteri
Kesehatan Nomor 75 Tahun 2014 tentang Pusat Kesehatan Masyarakat dinyatakan bahwa
Puskesmas berfungsi menyelenggarakan Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) dan Upaya
Kesehatan Perseorangan (UKP) tingkat pertama. Puskesmas merupakan dinas kesehatan
kabupaten/kota, sehingga dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, akan mengacu pada
kebijakan pembangunan kesehatan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota bersangkutan, yang
tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan Rencana
Lima Tahunan dinas kesehatan kabupaten/kota.
Agar Puskesmas dapat mengelola upaya kesehatan dengan baik dan berkesinambungan
dalam mencapai tujuannya, maka Puskesmas harus menyusun rencana kegiatan untuk
periode 5 (lima) tahunan yang selanjutnya akan dirinci lagi ke dalam rencana tahunan
Puskesmas sesuai siklus perencanaan anggaran daerah. Semua rencana kegiatan baik 5 (lima)
tahunan maupun rencana tahunan, selain mengacu pada kebijakan pembangunan kesehatan
kabupaten/kota harus juga disusun berdasarkan pada hasil analisis situasi saat itu (evidence
based) dan prediksi kedepan yang mungkin terjadi. Proses selanjutnya adalah penggerakan
dan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan rencana kegiatan/program yang disusun.
Kemudian melakukan pengawasan dan pengendalian diikuti dengan upaya-upaya
perbaikan dan peningkatan (Corrective Action) dan diakhiri dengan pelaksanaan penilaian
hasil kegiatan melalui penilaian kinerja Puskesmas.
Dalam pelaksanaan pencapaian Indikator yang ditetapkan, Puskesmas akan melakukan
perencanaan yang didasarkan kepada tingkat kebutuhan dan kepentingan masyarakat yang
berada di wilayah kerjanya masing-masing. Dengan cara melakukan analisis terhadap
kebutuhan dan harapan masyarakat, analisis harapan dan kebutuhan masyarakat ini
bersumber dari masyarakat itu sendiri, dimana perolehannya didapat dari berbagai cara
misalnya dengan penyebaran Quistioner, umpan balik dari masyarakat, maupun dari
penilaian/analisis kesenjangan pencapaian indikator yang ditetapkan dan yang diperoleh
selama pelaksanaan kegiatan puskesmas, penerapan hasil analisis ini menjadi acuan kegiatan
yang akan dilaksanakan oleh puskesmas di masa yang akan datang/rencana tahun berikutnya.
Penyususnan rencana kegiatan yang bedasarkan harapan dan kebutuhan masyarakat
merupakan gambaran kinerja puskesmas dalam melibatakan masyarakat yang menjadi
sasaran kegiatan yang berorientasi kemasyarakat itu sendiri. Disini puskesmas akan
mendapatkan gambaran yang jelas tentang rencana kegiatan yang selanjutnya akan
dilaksanakan, khususnya yang berkaitan langsung dengan masyarakat yang dalam hal ini
dipegang oleh program Usaha Kesehatan Masyarakat (UKM) puskesmas.
Usaha Kesehatan Masyarakat (UKM) Puskesmas adalah gabungan dari beberapa
program yang dijadikan kelompok-kelompok kegiatan dan dilaksanakan dengan tujuan
langsung untuk kesehatan masyarakat secara luas diwilayah kerja puskesmas itu sendiri.
Program-program tersebut meliputi: Program Promosi Kesehatan (Promkes), Gizi, KIA, P2P
dan kesehatan Lingkungan (Kesling), program-program ini adalah yang bersentuhan
langsung dengan masyarakat diwilayah kerja puskesmas tersebut.
Setiap progam kerja UKM puskesmas memiliki indikator tersendiri dalam
pelaksanaannya, dan dalam melakukan analisa terhadap kinerja masing-masing program
setiap penanggung jawab program akan melibatkan masyarakat yang menjadi target/sasaran
dari kegiatan program tersebut. Kerjasama yang baik dengan masyarakatakan menjadi
kekuatan dalam mencapai tujuan pelaksanaan program UKM puskesmas.
Dengan tujuan untuk melihat Kebutuhan & Harapan Masyarakat, Puskesmas Rawat Inap
Merlung , melakukan Survei Mawas Diri (SMD) kepada masyarakat di wilayah kerja
Puskesmas Rawat Inap Merlung dengan cara menyebarkan Quisioner ke masyarakat yang
dianggap sebagai sampel dari perwakilan masyarakat masing-masing RT yang tedapat di
wilayah kerja Puskesmas Rawat Inap Merlung. Quistioner yang disebarkan berisikan
pertanyaan- pertanyaan yang menyangkut program kerja UKM Puskesmas Rawat Inap
Merlung, yang berorientasi kepada kebutuhan dan harapan masyarakat yang hasilnya akan
dianalisis sebagai acuan dalam penyusunan rencana kerja ditahun yang akan datang.

II. Tujuan
1. Tujuan Umum
Dengan pelaksanaan kegiatan SMD Kebutuhan dan Harapan Masyarakat di wilayah kerja
Puskesmas Rawat Inap Merlung diharapkan menjadi acuan dalam penyusunan rencana
kegiatan Program UKM Puskesmas Rawat Inap Merlung ditahun yang akan datang.
2. Tujun Khusus
a. Sebagai gambaran keberhasilan kinerja setiap Program UKM Puskesmas Rawat
Inap Merlung
b. Sebagai acuan setiap Program UKM Puskesmas Rawat Inap Merlung dalam
menyusun rencana kegiatan selanjutnya
c. Sebagai Bahan laporan terhadap hasil kegiatan Program UKM Puskesmas Rawat
Inap Merlung.
HASIL KEGIATAN

III. ANALISA SITUASI


3.1 Kondisi Geografi
Wilayah kerja Puskesmas Rawat Inap Merlung terletak di Kelurahan Merlung dengan
wilayah kerja Satu Kelurahan Sembilan Desa. Kelurahan Merlung 9 Rukun Tetangga
, Desa Merlung 20 Rukun Tetangga , Desa Tanjung Paku 6 Rukun Tetangga, Desa
Lubuk Terap 7 Rukun Tetangga, Desa Penyabungan 6 Rukun Tetangga, Desa Tanjung
Benanak 8 Rukun Tetangga , Desa Tanjung Makmur 9 Rukun Tetangga , Desa Bukit
Harapan 13 Rukun Tetangga, Desa Pinang Gading 9 Rukun Tetangga, dan Desa
Adipurwa 9 Rukun Tetangga. Wilayah Kerja Puskesmas Rawat Inap Merlung yang
secara umum memiliki bentuk topografi yang bervariasi. Permukaan dataran Kecamatan
Merlung Terdiri dari daratan rendah dan tinggi. Wilayah Kecamatan Merlung juga
dilalui Sungai Pengabuan.

3.2 Kondisi Demografi


Wilayah kerja Puskesmas Rawat Inap Merlung terdiri dari satu kelurahan dan Sembilan
desa yaitu Kelurahan Merlung , Desa Merlung, Desa Tanjung, Desa Lubuk Terap, Desa
Penyabungan, Desa Tanjung Benanak, Desa Tanjung Makmur, Desa Bukit Harapan,
Desa Pinang Gading, dan Desa Adipurwa dengan jumlah pendduduk ± 17090
jiwa.Dengan karakteristik yang berbeda-beda, mulai dengan perbedaan suku bangsa,
profesi dan tingkat pendidikan.
Sebagian besar masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Rawat Inap Merlung didominasi
oleh suku Melayu , Suku Jawa selanjutnya diikuti dengan suku Padang, Batak dan suku-
suku pendatang lain. Di wialyah kerja Puskesmas Rawat Inap Merlung sebagian besar
didominasi oleh kawasan pusat pertanian, dan pedesaan.

3.3 Hasil Rekapitulasi Quistioner Harapan dan Kebutuhan Masyarakat Wilayah Kerja
Puskesmas Rawat Inap Merlung.

1) Data Responden
Hasil Survey Mawas Diri yang di lakukan petugas Puskesmas Rawat Inap
Merlung pada bulan januari 2018, di wilayah Kerja Puskesmas Rawat Inap
Merlung di tetapkan sampel sebanyak 389 orang responden yang di ambil
secara acak dengan kriteria usia 15 s/d 60 th, pendidikan dan pekerjaan yang
tidak ditetapkan (acak) dengan menerapkan metode Acidental Sampling.
Penetapan jumlah sampel responden ditetapkan dengan menggunakan
rumus sebagai berikut:
Jumlah Sampel = (1,96)2 x Jlh Populasi di wilayah kerja Pkm. Rawat Inap Merlung x 0,5 x(1-0,5)

Jlh. Populasi x (0,1)2+ (1,96)2 x 0,5 x (1-0,5)


= (1,96)2 x 17090 x 0,5 x 0,5
17090 x 0,01 + 3,8416 x 0,5 x 0,5
= 16.413.236
43.6854
= 389 orang responden
𝑛= 𝑁

1 + N (d2)

Keterangan :
n : Jumlah Sampel
N : Jumlah Populasi
d : tingkat kepercayaan / ketepatan (0,05) .

n = 17.090

1 + 17.090 (0.052)
= 389 orang responden

Dengan pertimbangan untuk mencegah data yang tidak valid maka disepakati
jumlah responden menjadi 389 orang responden.
Maka didapatkan data responden yang tergambar pada tabel dibawah ini.
Tabel 1
Distribusi Frekuensi Kelompok Umur Responden
Di Wilayah Kerja Puskesmas Rawat Inap Merlung Tahun 2018

No Kelompok Umur Jumlah Frekuensi


(Th) (N) (%)
1 20 th 10 2,57%
2 21 th - 29 th 130 33,42%
3 30 th – 39 th 160 41,13%
4 40 th – 49 th 53 13,63%
5 50 th – 59 th 36 9,25%
Jumlah 389 100%
Dari tabel 1 di atas diketahui bahwa Jumlah kelompok umur responden terbesar adalah
umur 30 – 39 tahun sebanyak 160 orang (41,13 %) dan kelompok umur terkecil
responden adalah kelompok umur 20 tahun yaitu 10 orang (2,57%).
Tabel 2
Distribusi Frekuensi Tingkat Pendidikan Responden
Di Wilayah Kerja Puskesmas Rawat Inap Merlung Tahun 2018

No Tingkat Pendidikan Jumlah Frekuensi


(N) (%)
1 SD 160 41,13%
2 SMP 95 24,42%
3 SMA 114 29,31%
4 DIII 5 1,29%
5 S1 15 3,85%
Jumlah 389 100%

Dari tabel 2 di atas diketahui bahwa tingkat pendidikan terbanyak dari responden
quistioner Harapan dan Kebutuhan masyarakat di Wilayah Kerja Puskesmas Rawat Inap
Merlung adalah SD yaitu sebanyak 160 orang (41,13 %) dan pendidikan yang paling
sedikit adalah Tidak Tamat DIII yaitu 5 orang (1,29 %)
Tabel 3
Distribusi frekuensi Jenis Pekerjaan quisioner Harapan dan Kebutuhan
Masyarakat di Puskesmas Rawat Inap Merlung Tahun 2018
NO Jenis Pekerjaan Jumlah Frekuensi
(N) (%)
1 IRT 295 75,84%
2 Petani 64 16,45%
3 Swasta 24 6,17%
4 Pelajar 3 0,77%
6 PNS 3 0,77%
Jumlah 389 100%

Dari tabel 3 diatas diketahui untuk jenis pekerjaan terbanyak responden quistioner
Harapan dan Kebutuhan Mayarakat di wilayah kerja Puskesmas Rawat Inap Merlung
adalah ibu rumah tangga yaitu sebanyak 295 orang (75,84%) dan yang paling sedikit
adalah PNS dan Pelajar , yaitu 3 orang ( 0,77 %).
2) Tingkat Pengetahuan Masyarakat/sasaran Terhadap Program UKM Puskesmas
Rawat Inap Merlung
Dalam pelaksanaan Survey Mawas Diri (SMD) Harapan dan Kebutuhan
Masyarakat, kami tim pokja UKM Puskesmas Rawat Inap Merlung juga memasukkan
pertanyaan kepada masyarakat/sasaran tentang pelayanan/kegiatan UKM puskesmas
guna menggali sejauh mana masyarakat/sasaran mengetahui adanya program kegiatan
puskesmas yang berorientasi ke masyarakat. Tingkat pengetahuan masyarakat/sasaran
tersebut tergambar pada tabel berikut ini:
Tabel 4

Jenis JaminanKesehatan Masyarakat di Puskesmas Rawat Inap Merlung Tahun


2018

No Jenis jaminan kesehatan Jumlah Frekuensi


(N) (%)
1 BPJS 177 45,51%
2 KIS 23 5,91%
3 SKTM 1 0,26%
4 Jamkesda 2 0,51%
5 Tidak ada 186 47,81%
Jumlah 389 100%
Dari tabel 4 diatas diketahui bahwa sebagian besar responden quistioner Harapan dan
Kebutuhan Masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Rawat Inap Merlung memiliki BPJS

Tabel 5
Distribusi Frekuensi Perilaku Anggota Keluarga yang Merokok didalam Rumah
Di Puskesmas Rawat Inap Merlung Tahun 2018

No Pengetahuan Responden Jumlah Frekuensi


(N) (%)
1 Ya 261 67,10 %
2 Tidak 128 32,90 %

Dari tabel 5 diatas diketahui bahwa sebagian besar responden quistioner Harapan dan Kebutuhan
Masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Rawat Inap Merlung mengetahui adanya anggota
keluarga yang merokok didalam rumah di Puskesmas Rawat Inap Merlung yakni sebesar 67,10
% (261 orang responden) dan sisanya yang tidak ada anggota keluarga yang merokok dalam
rumah adalah sebanyak 32,90 % (128 orang responden).
Tabel 6
Distribusi Frekuensi Tingkat Pengetahuan Responden Terhadap
Perlunya dibentuk Klinik Konseling UBM
Di Puskesmas Rawat Inap Merlung Tahun 2018

No Pengetahuan Responden Jumlah Frekuensi


(N) (%)
1 Ya 347 89,21 %
2 Tidak 42 10,79 %

Dari tabel 6 diatas diketahui bahwa sebagian besar responden quistioner Harapan dan Kebutuhan
Masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Rawat Inap Merlung perlu dibentuk klinik konseling
upaya berhenti merokok (UBM) Puskesmas Rawat Inap Merlung yakni sebesar 89,21 % (347
orang responden) dan sisanya yang tidak ingin dibentuknya klinik UBM adalah sebanyak 10,79
% (42 orang responden).

Tabel 7
Distribusi Frekuensi Tingkat Pengetahuan Responden Terhadap
Adanya Kegiatan Pembinaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) diwilayah
Kerja Puskesmas Rawat Inap Merlung Tahun 2018

No Pengetahuan Responden Jumlah Frekuensi


(N) (%)
1 Ya 384 98,71 %

2 Tidak 5 1,29 %

Dari tabel 7 diatas diketahui bahwa sebagian besar responden quistioner Harapan dan Kebutuhan
Masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Rawat Inap Merlung perlu dilakukan kegiatan
pembinaan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) diwilayah kerja di Puskesmas Rawat Inap
Merlung yakni sebesar 98,71 %(384 orang responden) dan sisanya tidak ingin dilakukan
kegiatan pembinaan PHBS adalah sebanyak 1,29 % (5 orang responden).

Tabel 8
Distribusi Frekuensi Tingkat Pengetahuan Responden Terhadap
Adanya Kegiatan Kelas Ibu Hamil yang Dilakukan di Kelurahan/Desa
Di Wilayah Kerja Puskesmas Rawat Inap Merlung Tahun 2018
No Pengetahuan Responden Jumlah Frekuensi
(N) (%)
1 Ya 327 84,06 %

2 Tidak 62 15,94 %

Dari tabel 8 diatas diketahui bahwa sebagian besar responden quistioner Harapan dan Kebutuhan
Masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Rawat Inap Merlung mengetahui adanya Kegiatan
Kelas Ibu Hamil yang Dilakukan di Kelurahan/Desa Di Wilayah Kerja Puskesmas Rawat Inap
Merlung yakni sebesar 84,06 % (327 orang responden) dan sisanya yang tidak mengetahui
adalah sebanyak 15,94 % (62 orang responden)
Tabel 9
Distribusi Frekuensi Tingkat Pengetahuan Responden Terhadap
Adanya Program Imunisasi Tambahan (DPT Booster,Campak Booster)
Di Puskesmas Rawat Inap Merlung Tahun 2018

No Pengetahuan Responden Jumlah Frekuensi


(N) (%)
1 Ya 335 86,12 %

2 Tidak 54 13,88 %

Dari tabel 9 diatas diketahui bahwa sebagian besar responden quistioner Harapan dan Kebutuhan
Masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Rawat Inap Merlung mengetahui adanya Program
Imunisasi Tambahan (DPT Booster,Campak Booster) di Puskesmas Rawat Inap Merlung yakni
sebesar 86,12 % (335 orang responden) dan sisanya yang tidak mengetahui adalah sebanyak
13,88 % (54 orang responden).

Tabel 10
Distribusi Frekuensi Tingkat Pengetahuan Responden Tentang Perlu Dilakukannya
Penyuluhan ASI Eksklusif
Di Wilayah Kerja Puskesmas Rawat Inap Merlung Tahun 2018

No Pengetahuan Responden Jumlah Frekuensi


(N) (%)
1 Ya 362 93,06 %

2 Tidak 27 6,94 %
Dari tabel 10 diatas diketahui bahwa sebagian besar responden quistioner Harapan dan
Kebutuhan Masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Rawat Inap Merlung menginginka adanya
penyuluhan ASI Eksklusif yakni sebesar 93,06 % (362 orang responden) dan sisanya yang tidak
menginginkan adalah sebanyak 6,94 % (27 orang responden).

Tabel 11
Distribusi Frekuensi Tingkat Pengetahuan Responden Terhadap
Perlunya dibentuk Kelompok Peduli Air Susu Ibu (KP ASI) Di Puskesmas Rawat Inap
Merlung Tahun 2018

No Pengetahuan Responden Jumlah Frekuensi


(N) (%)
1 Ya 340 87,40%

2 Tidak 49 12,60%

Dari tabel 11 diatas diketahui bahwa sebagian besar responden quistioner Harapan dan
Kebutuhan Masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Rawat Inap Merlung menginginkan
dibentuknya kelompok peduli ASI yakni sebesar 87,40 % (340 orang responden) dan sisanya
yang tidak menginginkan adalah sebanyak 12,60 %. (49 orang responden).

Tabel 12
Distribusi Frekuensi Tingkat Pengetahuan Responden Terhadap
Adanya Konseling Gizi di Puskesmas Rawat Inap Merlung Tahun 2018

No Pengetahuan Responden Jumlah Frekuensi


(N) (%)
1 Ya (Tahu) 288 74,04%

2 Tidak (Tidak Tahu) 101 25,96%

Dari tabel 12 diatas diketahui bahwa sebagian besar responden quistioner Tingkat pengetahuan
Masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Rawat Inap Merlung mengetahui adanya konseling gizi
di Puskesmas Rawat Inap Merlung yakni sebesar 74,04 % (288 orang responden) dan sisanya
yang tidak mengetahui adalah sebanyak 25,96%. (101 orang responden).
Tabel 13
Distribusi Frekuensi Tingkat Pengetahuan Responden Terhadap
Adanya Pemeriksaan HIV dan Hepatitis B Bagi Ibu Hamil di Puskesmas Rawat Inap
Merlung Tahun 2018

No Pengetahuan Responden Jumlah Frekuensi


(N) (%)
1 Ya 229 58,87%

2 Tidak 160 41,13%

Dari tabel 13 diatas diketahui bahwa sebagian besar responden quistioner tingkat pengetahuan
Masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Rawat Inap Merlung mengetahui adanya pemeriksaan
HIV dan Hepatitis B bagi ibu hamil di Puskesmas Rawat Inap Merlung yakni sebesar 58,87 %
(229 orang responden) dan sisanya yang tidak mengetahui adalah sebanyak 41,13 %. (160 orang
responden).

Tabel 14
Distribusi Frekuensi Tingkat Pengetahuan Responden tentang adanya Pelayanan dan
Pengobatan Penderita TBC di Puskesmas Rawat Inap Merlung Tahun 2018

No Pengetahuan Responden Jumlah Frekuensi


(N) (%)
1 Ya 275 70,69%

2 Tidak 114 29,31%

Dari tabel 14 diatas diketahui bahwa sebagian besar responden quistioner tingkat pengetahuan
Masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Rawat Inap Merlung mengetahui adanya pelayanan
dan pengobatan penderita TBC di Puskesmas Rawat Inap Merlung yakni sebesar 70,69 % (275
orang responden) dan sisanya yang tidak mengetahui adalah sebanyak 29,31 %. (114 orang
responden).
Tabel 15
Distribusi Frekuensi tingkat Pengetahuan Masyarakat tentang adanya pelayanan dan
Pengobatan Rabies
Di wilayah kerja Puskesmas Rawat Inap Merlung Tahun 2018

No Pengetahuan Responden Jumlah Frekuensi


(N) (%)
1 Ya 235 60,41 %

2 Tidak 154 39,59%

Dari tabel 15 diatas, diketahui bahwa sebagian besar responden quistioner Masyarakat di wilayah
kerja Puskesmas Rawat Inap Merlung mengetahui adanya pelayanan dan pengobatan rabies
yakni sebanyak 60,41 % (235 orang responden) sedangkan sisanya tidak mengetahui adalah
sebesar 39,59 % (154 orang responden)

Tabel 16
Distribusi Frekuensi Pengetahuan Masyarakat Adanya Kegiatan POSBINDU
Di wilayah kerja Puskesmas Rawat Inap Merlung Tahun 2018

No Pengetahuan Responden Jumlah Frekuensi


(N) (%)

1 Ya 340 87,40%

2 Tidak 49 12,60%

Dari tabel 16 diatas, diketahui bahwa sebagian besar responden quistioner Harapan dan
pengetahuan masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Rawat Inap Merlung mengetahui adanya
kegiatan POSBINDU yakni sebanyak 87,40 % (340 orang responden) sedangkan sisanya
mengatakan tidak ada adalah sebesar 12,60 %(49 orang responden)

Tabel 17
Distribusi Frekuensi Harapan dan Kebutuhan Masyarakat tentang penggunaan Air
Bersih di Wilayah kerja Puskesmas Rawat Inap Merlung Tahun 2018

No Pengetahuan Responden Jumlah Frekuensi


(N) (%)
1 Ya 368 94,60%
2 Tidak 21 5,40%

Dari tabel 17 diatas, diketahui bahwa sebagian besar responden quistioner Harapan dan
Kebutuhan Masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Rawat Inap Merlung tentang Penggunaan
air bersih di wilayah kerja Puskesmas Rawat Inap Merlung , yakni masyarakat yang
menggunakan air bersih sebanyak 94,60 %(368 orang responden) sedangkan sisanya mengatakan
tidak menggunakan air bersih adalah sebesar 5,40%.(45 orang responden).

Tabel 18
Distribusi Frekuensi Harapan dan Kebutuhan Masyarakat tentang adanya jamban
keluarga di rumah masyarakat di Wilayah kerja Puskesmas Rawat Inap Merlung Tahun
2018

No Adanya Posyandu Lansia Jumlah Frekuensi


(N) (%)
1 Ya 331 85,10%

2 Tidak 58 14,90%

Dari tabel 18 diatas, diketahui bahwa sebagian besar responden quistioner Harapan dan
Kebutuhan Masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Rawat Inap Merlung tentang adanya
jamban keluarga, yakni sebanyak 85,10%(331 orang responden) sedangkan sisanya adalah
sebesar 14,90 %(58 orang responden).

Tabel 19
Distribusi Frekuensi Harapan dan Kebutuhan Masyarakat yang tidak mempunyai jamban
keluarga di Wilayah kerja Puskesmas Rawat Inap Merlung Tahun 2018

No Tempat pembuangan Jumlah Frekuensi


(N) (%)
1 Menumpang 13 22,41%

2 Ke Sungai 43 74,14%

3 Ke Kebun 2 3,45%

Dari tabel 19 diatas, diketahui bahwa sebagian besar responden quistioner Harapan dan
Kebutuhan Masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Rawat Inap Merlung tentang kemana
anggota keluarga (Buang air besar) di wilayah kerja Puskesmas Rawat Inap Merlung, yakni
menumpang sebanyak 22,41%(13 orang responden), Kesungai sebanyak 74,14%(43 orang
responden) dan Ke Kebun sebanyak 3,45%(2 orang responden).
Tabel 20
Distribusi Frekuensi Pengetahuan Masyarakat Tentang Adanya Kegiatan Posyandu
Lansia di Wilayah kerja Puskesmas Rawat Inap Merlung Tahun 2018

No Pengetahuan Responden Jumlah Frekuensi


(N) (%)
1 Ya 357 91,77%

2 Tidak 32 8,23%

Dari tabel 20 diatas, diketahui bahwa sebagian besar responden quistioner di wilayah kerja
Puskesmas Rawat Inap Merlung mengetahui tentang adanya Kegiatan Posyandu Lansia di
wilayah kerja Puskesmas Rawat Inap Merlung, yakni sebanyak 91,77%(357 orang responden)
sedangkan yang tidak mengetahui sebanyak 8,23%(32 orang responden).

Tabel 21
Distribusi Frekuensi Harapan dan Kebutuhan Masyarakat berkunjung ke Posyandu lansia
di Wilayah kerja Puskesmas Rawat Inap Merlung Tahun 2018

No Posyandu Lansia Jumlah Frekuensi


(N) (%)
1 Ya 222 57,07%

2 Tidak 167 42,93%

Dari tabel 22diatas, diketahui bahwa sebagian besar responden quistioner Harapan dan
Kebutuhan Masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Rawat Inap Merlung berkunjung ke
Posyandu Lansia yakni sebanyak 57,07 % (222 orang responden) sedangkan sisanya sebesar
42,93 % (167 orang responden).

Tabel 22
Distribusi Frekuensi Harapan dan Kebutuhan Masyarakat tentang adanya Kegiatan
Pendataan dan Pembinaan Penyehat (Program Hattra) di Wilayah kerja Puskesmas
Rawat Inap Merlung Tahun 2018

No Pengetahuan Responden Jumlah Frekuensi


(N) (%)
1 Ya 282 72,49%

2 Tidak 107 27,51%


Dari tabel 22 diatas, diketahui bahwa sebagian besar responden quistioner Harapan dan
Kebutuhan Masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Rawat Inap Merlung tentang dilakukannya
pendataan dan pembinaan program hattra di wilayah kerja Puskesmas Rawat Inap Merlung,
yakni sebanyak 72,49 % (282 orang responden) sedangkan sisanya sebesar 27,51 % ( 107 orang
responden).

QUISTIONER IDENTIFIKASI HARAPAN DAN KEBUTUHAN MASYARAKAT

(SURVEY MAWAS DIRI)

TAHUN 2018

Bapak/ibu yang terhormat, kami dari Tim Kelompok Kerja Upaya Kesehatan Masyarakat
(UKM) Puskesmas Rawat Inap Merlung , ingin mengetahui pemahaman anda tentang kegiatan
pelayanan kesehatan yang telah dilakukan Puskesmas Rawat Inap Merlung baik didalam gedung
maupun diluar gedung serta Harapan dan Kebutuhan bapak/ibu terhadap pelayanan kesehatan
yang bapak/ibu inginkan dari Puskesmas Rawat Inap Merlung yang harus dilakukan secara
berkesinambungan dan untuk mengidentifikasi Harapan dan Kebutuhan masyarakat di
Kecamatan Merlung, Kami Tim Program UKM Puskesmas Rawat Inap Merlung melakukan
Survey Mawas Diri (SMD) kepada bapak/ibu dengan memberikan pertanyaan/quistioner, guna
meningkatkan Kinerja Tim Program UKM Puskesmas Rawat Inap Merlung di tahun 2018 yang
akan datang, Dengan ini kami mohon kepada Bapak/Ibu/Sdr/Sdri untuk sudi kiranya
memberikan masukkan/asupan/saran kepada Puskesmas Rawat Inap Merlung Baru demi
perbaikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat di Kecamatan Merlung dimasa yang akan
datang.

Nama Responden : ......................................................................................

Umur :.......................................................................................

Jenis Kelamin : Laki-laki/Perempuan

Pendidikan Terakhir : Tidak Tamat SD/SD/SLTP/SLTA/D3/S1/S2

Pekerjaan : ....................................................................................

Alamat : ....................................................................................
............................................................................................
Beri tanda centang (x) pada jawaban yang sesuai dengan sebenarnya dan yang anda harapkan!

Jaminan Kesehatan : a. BPJS b. KIS c. SKTM d. Jamkesda e.Tidak Ada

Pertanyaan
1. Apakah ada anggota keluarga yang merokok di dalam ruamah ?
a. Ya b. Tidak
2. Apakah menurut anda perlu dibentuk klinik konseling upaya berhenti merokok (UBM) ?
a. Ya b. Tidak
3. Menurut anda, apakah perlu dilakukan kegiatan pembinaan perilaku hidup bersih dan
sehat (PHBS) di wilayah kerja Puskesmas Rawat Inap Merlung ?
a. Ya b. Tidak
4. Apakah anda mengetahui jika ada kegiatan kelas ibu hamil yang dilakukan di
Kelurahan/Desa anda ?
a. Ya b. Tidak
5. Apakah anda mengetahui ada program imunisasi tambahan (DPT Booster,Campak
Booster)?
a. Ya b. Tidak
6. Apakah menurut anda perlu dilakukan penyuluhan tentang ASI Ekskusif di masyarakat ?
a. Ya b. Tidak
7. Menurut anda, apakah perlu dibentuk kelompok perduli air susu ibu ( KP ASI )
dilingkungan tempat tinggal anda ?
a. Ya b. Tidak
8. Apakah anda mengetahui ada konseling gizi di Puskesmas ?
a. Ya b. Tidak
9. Apakah anda mengetahui di Puskesmas rawat Inap Merlung ada pemeriksaan HIV dan
Hepatitis B bagi Ibu hamil ?
a. Ya b. Tidak
10. Apakah anda mengetahui ada pelayanan dan pengobatan penderita TBC di Puskesmas
Rawat Inap Merlung ?
a. Ya b. Tidak
11. Apakah anda mengetahui ada pelayanan dan pengobatan Rabies (kasus Gigitan
anjing,Kucing dan k era ) di Puskesmas Rawat Inap Merlung ?
a. Ya b. Tidak
12. Apakah anda mengetahui jika ada kegiatan POSBINDU di desa / kelurahan ?
a. Ya b. Tidak
13. Apakah untuk kebutuhan sehari-hari dirumah anda sudah menggunakan air bersih ( yaitu
air yang tidak berbau,tidak berwarna,dan tidak berasa ) ?
a. Ya b. Tidak
14. Apakah dirumah anda tersedia jamban keluarga ?
A. Ya b. Tidak
15. Jika tidak, kemana anggota keluarga (Buang air besar)
a. Menumpang b. Ke sungai c. Ke Kebun
16. Apakah anda mengetahui adanya program kegiatan posyandu lansia di kelurahan / desa
anda ?
a. Ya b. Tidak
17. Jika ya, apakah anda rutin berkunjuung ke posyandu lansia ?
a. Ya b. tidak
18. Menurut anda apakah perlu dilakukan kegiatan pendataan dan pembinaan penyehat
(Program Hattra) untuk penjual jamu gendong dan jamu racik atau depot jamu ?
a. Ya b. Tidak

Terima kasih atas partisipasi anda dalam menyampaikan apa yang menjadi Harapan dan
Kebutuhan anda, yang akan kami pertimbangkan dalam penyusunan rencan kegiatan di
Puskesmas Rawat Inap Merlung .

IV. PRIORITAS MASALAH


Dari Analisa Situasi dan hasil kegiatan penyebaran Quistioner Harapan dan Kebutuhan
Masyarakat langsung ke masyarakat yang telah dilakukan diwilayah kerja Puskesmas
Rawat Inap Merlung yang meliputi keseluruhan Kelurahan dan Desa Wilayah Kerja
Puskesmas Rawat Inap Merlung, dapat disimpulkan beberapa Harapan dan Kebutuhan
Masyarakat yang perlu mendapat perhatian dan tindak lanjut dalam perencanaan kegiatan
UKM di tahun yang akan datang.
Harapan dan Kebutuhan masyarakat tersebut antara lain:
1. Masih rendahnya pengetahuan masyarakat tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat
(PHBS).
2. Masih rendahnya pengetahuan masyarakat tentang ASI Eksklusif
3. Masih banyaknya masyarakat yang merokok
4. Masih rendahnya pengetahuan masyarakat tentang kelompok perduli air susu ibu
(KP ASI)
5. Belum adanya pendataan dan pembinaan penjual jamu gendong
6. Masih banyaknya anggota keluarga yang merokok dalam rumah
Dari hasil rekapitulasi quistioner yang didapat diatas dan untuk mempermudah
menganalisis Harapan dan Kebutuhan Masyarakat terhadap kegiatan UKM Puskesmas
Rawat Inap Merlung, maka kami membagi 2 (dua) kategori Harapan dan Kebutuhan yang
akan dianalisis, yakni: Kelompok 1 (pertama) adalah yang berkaitan dengan harapan akan
adanya “Pembentukkan”. Sedangkan Kelompok ke 2 (dua) yakni harapan akan
“dilakukannya”. Suatu kegiatan untuk memperjelas maka akan kami tampilkan kedalam
kolom pembagian sebagai berikut :

No Kelompok yang Membutuhkan Kelompok yang Membutuhkan


adanya “diLakukannya” adanya “Pembentukkan”
1 Cakupan PHBS yang masih Masih rendahnya pemahaman
rendah masyarakat tentang kelompok peduli
air susu ibu
2 Cakupan pencapaian ASI Ekslusif Masih kurangnya kesadaran
yang masih rendah masyarakat untuk berhenti merokok
3 Cakupan Hatra yang masih kurang
4 Masih banyaknya anggota
keluarga yang merokok

1. Penetapan Pioritas Masalah


a. Teknik Penetapan Prioritas Masalah
Dalam menentukan prioritas masalah digunakan dapat beberapa cara, salah
satunya yang sering digunakan adalah penilaian dengan menggunakan metode
USG (Urgency. Seriousness, Growth) sehingga akan tergambar dengan jelas
pemasalahan kesehatan yang akan kami pecahkan. Selanjutnya dari hasil USG akan
kami akan mencoba jabarkan lebih lanjut dengan menggunakan Fish
bone.(menjabarkan akar masalah). Untuk masalah kesehatan selanjutnya akan kami
urutkan dengan menggunakan metode pemecahan masalah Multiple Criteria Utility
Assesment yang dikenal dengan MCUA. Dengan metode MCUA tersebut diharapan
Puskesmas Rawat Inap Merlung dapat menentukan masalah yang mana perlu
diprioritaskan terlebih dahulu.
Untuk menetapkan prioritas kegiatan maka Para Pemegang Program UKM
Puskesmas Rawat Inap Merlung melakukan diskusi kelompok, sehingga dapat
menentukan masalah mana yang harus diprioritaskan terlebih dahulu.
Dari 6 masalah yang ditemukan dalam SMD yang dilakukan oleh petugas UKM
Puskesmas Rawat Inap Merlung , maka dengan teknik MCUA kami menempatkan
prioritas masalah berdasarkan hasil skooring, dengan pertimbangan masalah
tersebut di prioritaskan karena kelak akan menimbulkan dampak yang sangat
berpengaruh sekali terhadap masalah kesehatan masyarakat.
b. Skoring dan Pembobotan Masalah

Kriteria yang telah ditetapkan diberi pembobotan berdasarkan kesepakatan


kelompok kerja UKM Puskesmas Rawat Inap Merlung, untuk tiap masalah yang
diajukan harus diberi nilai (skooring) berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan
diatas disertai dengan pembobotan, rata-rata nilai dari masing–masing anggota akan
menjadi nilai skor masalah tersebut.

TABEL 23
PRIORITAS MASALAH KESEHATAN (USG) KEBUTUHAN & HARAPAN
MASYARAKAT KELOMPOK ADANYA “DILAKUKANNYA”

No Masalah Kesehatan U S G Tot

1 Cakupan PHBS yang masih rendah 3 2 2 7


2 Cakupan pencapaian ASI Ekslusif yang masih
3 3 2 8
rendah
3 Cakupan Hatra yang masih kurang 2 2 2 6
4 Masih banyaknya anggota keluarga yang
3 2 2 7
merokok

Dari Tabel 23 diatas, diketahui masalah kesehatan yang paling menonjol dari segi medesak,
keseriusan dan perkembangan masalah kesehatan apabila tidak segera mendapat perhatian dari
semua pihak terutama oleh petugas kesehatan yang dalam hal ini adalah Puskesmas Rawat Inap
Merlung yakni:
1. Perlu dilakukannya Pembinaan PHBS Tatanan Rumah Tangga diwilayah kerja Puskesmas
Rawat Inap Merlung
2. Perlu diadakannya Penyuluhan tentang ASI Ekslusif
3. Masyarakat memerlukan adanya kegiatan Pendataan dan Pembinaan Penyehat Tradisional
(Program Hattra) untuk penjual jamu gendong dilingkungan tempat tinggal
masyarakat/sasaran
Dari data skoring masalah kesehatan diatas. Maka masalah kesehatan yang paling utama
untuk mendapatkan perhatian untuk segera dilakukan adalah: Masyarakat memerlukan adanya
Pembinaan PHBS disekitar wilayah tempat tinggal masyarakat/sasaran, masalah ini kami
anggap mendesak untuk dilaksanakan karena factor social ekonomi, dan perilaku hidup sehat.
TABEL 31
PRIORITAS MASALAH KESEHATAN (USG) KEBUTUHAN & HARAPAN
MASYARAKAT KELOMPOK ADANYA “PEMBENTUKKAN”

No Masalah Kesehatan U S G Tot

1 Masih rendahnya pemahaman masyarakat 3 2 2 6


tentang kelompok peduli air susu ibu
2 Masih kurangnya kesadaran masyarakat
2 2 2 6
untuk berhenti merokok

Dari Tabel 31 diatas, diketahui masalah kesehatan yang paling menonjol dari segi medesak,
keseriusan dan perkembangan masalah kesehatan apabila tidak segera mendapat perhatian dari
semua pihak terutama oleh petugas kesehatan yang dalam hal ini adalah Puskesmas Rawat Inap
Merlung yakni:
a. Pembentukkan Kelompok Perduli Air Susu Ibu (KP ASI) dilingkungan tempat
tinggal masyarakat
b. Pembentukan klinik konseling Upaya Berhenti Merokok (UBM) di Puskesmas
Rawat Inap Merlung.
Dari data skoring masalah kesehatan diatas. Maka masalah kesehatan yang paling utama
untuk mendapatkan perhatian adalah: Pembentukkan Kelompok Peduli Asi (KP ASI) ,
masalah ini kami anggap mendesak untuk dilaksanakan karena dewasa ini terjadi
perubahan gaya hidup, pola pikir masyarakat akan pemberian susu formula di anggap lebih
praktis selain itu karena kesibukan ibu sebagai pekerja di luar rumah. KP ASI juga
meningkatkan pemberdayaan peran masyarakat dalam meningkatkan pencapaian Asi
Eksklusif.
Pembinaan PHBS Tatanan Rumah Tangga.
AKAR PENYEBAB MASALAH BERDASARKAN FISH BONE

MANUSIA METODE

Penyuluhan kurang tepat Pembinaan dari Nakes Kurang


sasaran efektif/tidak tepat sasaran

Penyuluhan tidak sesuai jadwal Penyebaran leaflet ke


masyarakat kurang
Kurangnya sosialisasi dari
kader Pendekatan ke masyarakat dan
LINGKUNGAN TOMA masih kurang berjalan

1. kurangnya kerjasama lintas Petugas kesehatan kurang


sektor turun kemasyarakat CAKUPAN
2. Faktor Ekonomi dan sosial PHBS YANG
3. Pengaruh lingkungan. MASIH
RENDAH
Sarana & prasarana kurang
memadai Ketersediaan Dana untuk kegiatan (-)

Ketersediaan peralatan peraga


khusus yang menunjang kegiatan Transport petugas dan kader
(-)
Dana Khusus utk pelaksanaan &
MESIN/ALAT pengadaan peralatan (-) MONEY
Diagram Tulang Ikan (FISH BONE)
Penyuluhan tentang ASI Ekslusif
AKAR PENYEBAB MASALAH BERDASARKAN FISH BONE

MANUSIA METODE

Kurangnya koordinasi lintas Penyuluhan dari Nakes Kurang


program efektif/tidak tepat sasaran

Tidak sesuai jadwal Penyebaran leaflet ke


masyarakat kurang

Kurangnya dukungan dari pihak


terkait
LINGKUNGAN
Petugas kesehatan kurang
1. Ibu yang pekerja turun kemasyarakat CAKUPAN
2. Keluarga kurang PENGETAHUAN
mendukung TENTANG ASI EKSKLUSIF
YANG MASIH RENDAH

Sarana & prasarana kurang Ketersediaan Dana untuk kegiatan (-)


memadai

Transport petugas dan kader


Ketersediaan peralatan peraga
khusus yang menunjang kegiatan Dana Khusus utk pelaksanaan &
(-) pengadaan peralatan (-)
MESIN/ALAT
MONEY
Pendataan dan Pembinaan Penyehat Tradisional (Program Hattra)
AKAR PENYEBAB MASALAH BERDASARKAN FISH BONE

MANUSIA METODE

Kurangnya kesadaran Pembinaan dari Nakes Kurang


efektif/tidak tepat sasaran

Tingkat pengetahuan masih Penyebaran leaflet ke


rendah masyarakat kurang
Organisasi Hattra tidak
optimal Pendekatan ke masyarakat dan
LINGKUNGAN TOMA masih kurang berjalan
Petugas kesehatan kurang
turun kemasyarakat
1. sugesti masyarakat untuk
mengkonsumsi hattra masih CAKUPAN HATTRA
kurang YANG MASIH
2. Faktor Ekonomi dan sosial KURANG
Sarana & prasarana kurang Ketersediaan Dana untuk kegiatan (-)
3. Pengaruh lingkungan
memadai

Transport petugas dan kader


Ketersediaan peralatan peraga
khusus yang menunjang kegiatan
(-) Dana Khusus utk pelaksanaan &
pengadaan peralatan (-)
MESIN/ALAT
MONEY
Diagram Tulang Ikan (FISH BONE)
Pembentukan KELOMPOK PEDULI ASI (KP ASI)
AKAR PENYEBAB MASALAH BERDASARKAN FISH BONE

MANUSIA METODE

Kurangnya Pengetahuan Penyuluhan dari Nakes masih


ibu Kurang efektif

Kesadaran masyarakat yang Penyebaran leaflet & Brosur ke


masih kurang mendukung masyarakat belum berjalan maks

Petugas Kurang turun Pendekatan ke TOMA masih


langsung kemasyarakat kurang

LINGKUNGAN KURANGNYA
Tenaga Petugas kesehatan Kurangnya Dukungan dari PERAN SERTA
1. Ibu yang bekerja kurang pihak terkait MASYARAKAT
2. Keluarga yg kurang DALAM
mendukung MENGGALAKKAN
Sarana & prasarana ASI EKSKLUSIF
kurang memadai Dana pembentukkan KP ASI (-)

Pemanfaatan Bantuan Dana utk pelaksanaan kegiatan (-)


pihak swata
Dana pelatihan kader (-)
Peralatan untuk yang menunjang
kegiatan belum memenuhi MONEY
MESIN/ALAT
kebutuhan
Diagram Tulang Ikan (FISH BONE)
Penyuluhan Merokok
AKAR PENYEBAB MASALAH BERDASARKAN FISH BONE

MANUSIA METODE

Kurangnya Pengetahuan Penyuluhan dari Nakes


masyarakat perokok Kurang efektif

Perokok yang tidak mengetahui Penyebaran leaflet ke


bahaya dari merokok masyarakat kurang luas
Perokok yang sering tidak
perduli dgn org sekitarnya
Belum berjalannya penyuluhan PHBS YANG MASIH
LINGKUNGAN secara interpersonal RENDAHNYA
1.Lingkungan pemukiman Petugas kesehatan kurang KHUSUSNYA
penduduk dgn penduduk yg mensosialisasikan tentag KESADARAN
merokok Kurangnya Dukungan dari BERHENTI
bahaya merokok
2. Tdk tersedianya tempat pihak terkait MEROKOK DI
khusus bagi perokok MASYARAKAT
3. Iklan ttg rokok yg gampang
dijumpai
4. Penjual rokok dimana-mana Sarana & prasarana Dana pembuatan klinik (-)
kurang memadai
Perlu tempat & dana utk
pelaksanaan kegiatan

ketersediaan peraga
khusus yang menunjang Dana Khusus utk pelaksanaan
kegiatan (-) & pengadaan peralatan (-)
MESIN/ALAT
MONEY
Diagram Tulang Ikan (FISH BONE)
Pembentukan KLINIK UBM
AKAR PENYEBAB MASALAH BERDASARKAN FISH BONE

MANUSIA METODE

Kurangnya Pengetahuan Penyuluhan dari Nakes


masyarakat perokok Kurang efektif

Perokok yang tidak mengetahui Penyebaran leaflet ke


bahaya dari merokok masyarakat kurang luas
Perokok yang sering tidak
perduli dgn org sekitarnya
Belum berjalannya penyuluhan MASIH BAYAKNYA
LINGKUNGAN secara interpersonal MASYARAKAT
1.Lingkungan pemukiman Petugas kesehatan kurang YANG MEROKOK
penduduk dgn penduduk yg mensosialisasikan tentag
merokok Kurangnya Dukungan dari
bahaya merokok
2. Tdk tersedianya tempat pihak terkait
khusus bagi perokok
3. Iklan ttg rokok yg gampang
dijumpai
4. Penjual rokok dimana-mana Sarana & prasarana Dana pembuatan klinik (-)
kurang memadai
Perlu tempat & dana utk
pelaksanaan kegiatan

ketersediaan peraga
khusus yang menunjang Dana Khusus utk pelaksanaan
kegiatan (-) & pengadaan peralatan (-)
MESIN/ALAT
MONEY
PEMECAHAN MASALAH

No PRIORITAS PENYEBAB MASALAH ALTENATIF PEMECAHAN MASALAH KETERANGAN


MASALAH PEMECAHAN TERPILIH
MASALAH
1 Cakupan PHBS yang Penyuluhan kurang tepat sasaran, penyuluhan Pembinaan PHBS tatanan Pembinaan PHBS tatanan Belum Terlaksana
masih rendah tidak sesuai jadwal, pembinaan nakes kurang rumah tangga rumah tangga
efektif, sarana dan prasarana kurang memadai,
ketersediaan dana (-)
2 Cakupan pencapaian ASI Kurangnya koordinasi lintas program, petugas Penyuluhan tentang ASI Penyuluhan tentang ASI Belum Terlaksana
Ekslusif yang masih nakes kurang turun ke masyarakat, peyuluhan Eksklusif Eksklusif
rendah nakes kurang efektif, sarana dan prasarana
kurang memadai, ketersediaan dana (-)
3 Cakupan HATTRA yang Kurangnya kesadaran masy, organisasi Pendataan dan pembinaan Pendataan dan pembinaan Belum Terlaksana
masih kurang HATTRA tidak optimal, pembinaan nakes penyehat tradisional penyehat tradisional
kurang efektif, sarana dan prasarana kurang (Program HATTRA) (Program HATTRA)
memadai, ketersediaan dana (-)
4 Kurangnya peran serta Kurangnya pengetahuan Ibu , kesadaran Pembentukan kelompok Pembentukan kelompok Belum Terlaksana
masyarakat dalam masyarakat yang masih kurang mendukung, peduli Asi (KP ASI) peduli Asi (KP ASI)
menggalakkan ASI penyuluhan nakes kurang efektif, sarana dan
Eksklusif prasarana kurang memadai, ketersediaan dana (-)
5 PHBS yang msih rendah Kurangnya pengetahuan masyarakat perokok, Pembentukan klinik Pembentukan klinik UBM Belum Terlaksana
khusunya perilaku perokok yang sering tidak peduli dengan UBM
merokok di masyarakat lingkungan sekitarnya, penyuluhan nakes kurang
efektif, sarana dan prasarana kurang memadai,
ketersediaan dana (-)

6 Masih banyaknya anggota Kurangnya kesadaran masyarakat untuk berhenti Penyuluhan Merokok Penyuluhan Merokok Belum Terlaksana
keluarga yang merokok merokok
BUKTI EVALUASI HASIL KEGIATAN

No KEGIATAN RENCANA KEGIATAN HASIL KEGIATAN KETERANGAN


1 Pembentukan Kelompok Melakukan pembentukan Kelompok peduli ASI Adanya kesepakatan bersama dengan Hasil Kesepakatan Bersama Kegiatan
Peduli Air Susu ibu diwilayah kerja Puskesmas Rawat Inap masayarakat tentang pelaksanaan Akan dilakukan pada tahun 2019 yang
Merlung kegiatan yang meliputi waktu akan dilaksanakan bersamaan dengan
- Pemaparan masalah dan pelaksanaan pelaksanaan dan tempat pelaksanaan kegiatan Kelas Ibu Hamil
kegiatan yang akan berlangsung bersamaan
- Menangkap harapan & Kebutuhan dengan pelaksanaan Kelas Balita dan
masyarakat/sasaran Kelas Ibu Hamil
- Penetapan waktu dan tempat kegiatan

2 Penyuluhan ASI Ekslusif Melakukan sosialisasi kemasyarakat diwilayah Adanya kesepakatan bersama dengan Kegiatan sudah ada dilakukan di tahun
kerja Puskesmas Rawat Inap Merlung masyarakat tentang pelaksaan kegiatan 2018 namun jika masyarakat ingin
- Pemaparan kegiatan yang meliputi waktu dan tempat penyuluhan dilakukan kembali,
- Penjelasan materi pelaksanaan akan dilakukan kegiatan akan di rencanakan di tahun
- Penetapan waktu dan tempat kegiatan bersamaan dengan posyandu / kelas 2019
ibu hamil
3 Pembentukan Klinik Melakukan Pembentukan klinik konseling Adanya kesepakatan bersama dengan Pembentukan akan direncanakan
Konseling Upaya berhenti UBM di Puskesmas Rawat Inap Merlung masyarakat bahwa klinik konseling tahun depan
Merokok - Mensosialisasikan ke masyarakat adanya UBM akan dibentuk di Puskesmas
klinik konseling di puskesmas rawat inap Rawat Inap Merlung
merlung
4 Penyuluhan Merokok Melakukan sosialisasi kemasyarakat diwilayah Adanya kesepakatan bersama denga Kegiatan sudah dilaksanakan ditahun
kerja Puskesmas Rawat Inap Merlung msayarakat bahwa penyuluhan 2018 namun jika masyarakat ingin
- Pemaparan tentang bahaya merokok merokok akan dilakukan bersamaan dilakukan kembali kegiatan akan
- Penetapan waktu dan tempat kegiatan dengan pembinaan PHBS direncanakan pada tahun depan.
5 Pembinaan perilaku hidup Melakukan pembinaan kemasyarakat diwilayah Kegiatan sudah dilkukan di tahun ini Kegiatan sudah dilakukan ditahun
bersih dan sehat(PHBS) kerja Puskesmas Rawat Inap Merlung 2018 namun jika masyarakat ingin
- Pemaparan masalah dan pelaksanaan dilkukan pembinaan maka kegiatan
kegiatan akan direncanakan kembali ditahun
- Penetapan waktu dan tempat kegiatan 2019
- Melakukan kesepakatan bersama dengan
masyarakat untuk pembentukan kader PHBS
6 Pendataan dan pembinaan Melakukan pendataan dan pembinaan Adanya kesepkatan bersama dengan Kegiatan akan direncanakan di tahun
Hattra untuk penjual jamu kemasyarakat diwilayah kerja Puskesmas masyarakat bahwa kegiatan akan 2019
gendong Rawat Inap Merlung direncakan di tahun 2019
- Pemaparan masalah dan pelaksanaan
kegiatan
- Menangkap harapan & Kebutuhan
masyarakat/sasaran
- Melakukan kesepakatan bersama dengan
penjual jamu gendong
- Penetapan waktu dan tempat kegiatan
HASIL ANALISIS

QUISTIONER HARAPAN DAN KEBUTUHAN MASYARAKAT

TERHADAP KEGIATAN UKM PUSKESMAS

RAWAT INAP MERLUNG

TAHUN 2018

PUSKESMAS RAWAT INAP MERLUNG


TAHUN 2018
HASIL REKAPITULASI
QUISTIONER HARAPAN DAN KEBUTUHAN MASYARAKAT
TERHADAP KEGIATAN UKM PUSKESMAS
RAWAT INAP MERLUNG
TAHUN 2018

PUSKESMAS RAWAT INAP MERLUNG

TAHUN 2018