Anda di halaman 1dari 2

Pandangan Kolb terhadap Belajar

Kolb seorang ahli penganut aliran Humanistik membagi tahap-tahap belajar menjadi 4,
yaitu:
1. Tahap Pengalaman Konkret (Concrete Eksperience)

Pada tahap paling awal dalam peristiwa belajar adalah seseorang mampu atau dapat
mengalami suatu peristiwa atau suatu kejadian sebagaimana adanya ia dapat melihat dan
merasakannya, dapat menceritakan peristiwa tersebut sesuai dengan apa yang dialaminya.
Namun dia belum memiliki kesadaran tentang hakikat dari peristiwa tersebut.Ia hanya dapat
merasakan kejadian tersebut apa adanya, dan belum dapat memahami mengapa peristiwa
tersebut terjadi seperti itu. Kemampuan inilah yang terjadi dan dimliki sesorang pada tahap
paling awal dalam proses belajar.Tahap ini merupakan tahap ketika seseorang dapat melihat
dan merasakan ketika mengalami suatu peristiwa. Namun seseorang tersebut belum memiliki
kesadaran tentang hakikat peristiwa yang dialami tersebut. Ia bisa menceritakan peristiwa
yang dialami tersebut, namun belum memahami bagaimana peristiwa tersebut bisa/harus
terjadi.
2. Tahap pengamatan aktif dan reflektif (Reflection Observation)
Tahap kedua dalam peristiwa belajar adalah bahwa seseorang makin lama akan
semakin mampu melakukan observasi secara aktif terhadap peristiwa yang dialaminya. la
mulai berupaya untuk mencari jawaban dan memikirkan kejadian tersebut. la melakukan
refleksi terhadap peristiwa yang dialaminya, dengan mengembangkan pertanyaan-pertanyaan
bagamana hal itu bisa terjadi, dan mengapa itu mesti terjadi. Pemahamannya terhadap
peristiwa yang dialaminya semakin berkembang. Kemampuan inilah yang terjadi dan
seseorang pada tahap ke dua dalam proses belajar. Ketika seseorang sudah mulai mampu
memikirkan bagaimana peristiwa yang dialaminya tersebut bisa terjadi, inilah tahap belajar
menurut pandangan Kolb yang ke dua.Seseorang tersebut sudah mulai mampu dan mencari
jawaban bagaimana peristiwa yang dialaminya itu bisa terjadi. Ia mulai berkembang dengan
mengembangkan pertanyaan-pertanyaan bagaimana peristiwa itu bisa terjadi, dan kenapa
peristiwa itu harus terjadi.

3. Tahap konseptualisasi (Abstract Conceptualization)


Tahap ke tiga dalam peristiwa belajar adalah seseorang sudah mulai berupaya untuk
membuat abstraksi, mengembangkan suatu teori, konsep, atau hukum dan prosedur tentang
sesuatu yang menjadi objek perhatiannya.Berpikir induktif banyak dilakukan untuk
merumuskan suatu aturan umum atau generalisasi dari berbagai contoh peristiwa yang
dialaminya. Walaupum kejadian-kejadian yang diamati tampak berbeda-beda, namun
memiliki komponen-komponen yang sama yang dapat dijadikan dasar aturan bersama.
Tahap ketiga dari pandangan Kolb terhadap belajar ini adalah ketika sesorang
tersebut sudah dapat membuat abstraksi dan mengembangkan konsep, teori, serta hukum
maupun prosedur yang menjadi objek perhatiannya.
4. Tahap eksperimentasi aktif (Active Eksperimentation)
Tahap terakhir dari peristiwa belajar menurut Kolb adalah melakukan eksperimentasi
secara aktif.Pada tahap ini seseorang sudah mampu mengaplikasikan konsep-konsep, teori-
teori atau aturan-aturan ke dalam situasi nyata.Berpikir deduktif banyak digunakan untuk
mempraktekkan dan menguji teori-teori serta konsep-konsep di lapangan.la tidak lagi
mempertanyakan asal usul teori atau suatu rumus, tetapi ia mampu menggunakan teori atau
rumus-rumus tersebut untuk memecahkan masalah yang dihadapinya, yang belum pemah ia
jumpai sebelumnya.
Yang terakhir tahap belajar menurut pandangan Kolb merupakan tahap dimana
seseorang sudah mampu mengaplikasikan konsep, teori maupun aturan-aturan pada situasi
nyata. Ia sudah mulai menguji dan mempraktekkan teori-teori maupun konsep dengan
pemikiran deduktifnya di lapangan

Tahap-tahap belajar demikian dilukiskan oleh Kolb sebagai suatu siklus yang
berkesinambungan dan berlangsung di luar kesadaran orang yang belajar. Secara teoretis
tahap-tahap belajar tersebut memang dapat dipisahkan, namun dalam kenyataannya proses
peralihan dari satu tahap ke tahap belajar di atasnya sering kali terjadi begitu saja sulit untuk
ditentukan kapan terjadinya.

Gaya Pembelajaran oleh David Kolb


Dari tahapan pembelajaran menurut pandangan Kolb, ia kemudian berpikir bahwa gaya untuk
menjalani setiap tahapan pembelajaran oleh satu orang dengan orang lainnya akan berbeda. Kolb
juga membagi beberapa gaya belajar tersebut menjadi beberapa jenis, yaitu:

 Converger, yaitu tipe orang yang suka belajar dengan memiliki jawaban tertentu atau sudah
pasti. Mereka yang memiliki gaya belajar converger biasanya ditandai dengan sifat tidak
emosional dan lebih suka menghadapi benda (mati) dibandingkan manusia. (baca: Psikologi
Pendidikan)
 Diverger, yaitu tipe belajar seseorang yang hobi menelaah berbagai sisi dan mencobanya
menghubungkan semua sisi tersebut menjadi kesatuan utuh. Orang dengan tipe diverger biasanya
memiliki preferensi untuk mendalami bahasa, sastra, sejarah, atau ilmu sosial. (baca: Psikologi
Abnormal)
 Assimilation,yiatu tipe belajar seseorang yang cenderung tertarik pada konsep abstrak. Mereka
tidak akan terlalu mermperhatikan penerapan atau praktek dari ide-ide mereka. Biasanya, orang
dengan gaya belajar ini cenderung tertarik dengan hal-hal ilmiah dan matematika.
(baca: Psikologi Industri dan Organisasi)
 Accomodator, yaitu tipe atau gaya belajar seseorang yang berusaha mengembangkan berbagai
konsep. Orang dengan gaya belajar ini cenderung menyukai hal-hal yang konkrit dan bisa
dipraktikkan.