Anda di halaman 1dari 39

BAGIAN ILMU KESEHATAN MASYARAKAT LAPORAN OKUPASI

DAN ILMU KEDOKTERAN KOMUNITAS JANUARI 2020


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS HALU OLEO

LAPORAN KEGIATAN KEKARANTINAAN DAN OKUPASI


KANTOR KESEHATAN PELABUHAN KELAS II KENDARI
PERIODE 3 - 15 FEBRUARI 2020

Oleh:
Ayub Samad Haliuddin, S.Ked. K1A114010
Nur Martina Rufia, S.Ked. K1A114035
Waode Fitriani, S.Ked. K1A114047
Wa Ode Zuhraeni Puspa M., S.Ked. K1A115048
Muh. Zainsa Asfar, S.Ked. K1A115086

Pembimbing:
dr. Ika Rahma Mustika Hati, M.KK

DIBAWAKAN DALAM RANGKA TUGAS KEPANITERAAN KLINIK


BAGIAN ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
DAN KEDOKTERAN KOMUNITAS
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS HALU OLEO
KENDARI
2020
HALAMAN PENGESAHAN

Yang bertanda tangan di bawah ini, menyatakan bahwa:


1. Ayub Samad Haliuddin, S.Ked. K1A114010
2. Nur Martina Rufia, S.Ked. K1A114035
3. Waode Fitriani, S.Ked. K1A114047
4. Wa Ode Zuhraeni Puspa M., S.Ked. K1A115048
5. Muh. Zainsa Asfar, S.Ked. K1A115086
Judul Laporan Okupasi : Laporan Kegiatan Kekarantinaan Dan Okupasi Kantor
Kesehatan Pelabuhan Kelas II Kendari Periode 3 - 15
Februari 2020
Telah menyelesaikan tugas Laporan Kegiatan Kekarantinaan dan Okupasi pada
kepaniteraan klinik Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat dan Ilmu Kedokteran
Komunitas Fakultas Kedokteran Universitas Halu Oleo.

Kendari, Februari 2020


Mengetahui,
Pembimbing

dr. Ika Rahma Mustika Hati, M.KK


NIP.

i
KATA PENGANTAR

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh


Segala puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena
atas berkat rahmat dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan penulisan Laporan
Okupasi yang berjudul “Laporan Kegiatan Kekarantinaan Dan Okupasi Kantor
Kesehatan Pelabuhan Kelas II Kendari Periode 3 - 15 Februari 2020”. Penulisan
laporan ini bertujuan untuk melengkapi tugas kepaniteraan klinik Bagian Ilmu
Kesehatan Masyarakat dan Ilmu Kedokteran Komunitas Fakultas Kedokteran
Universitas Halu Oleo.
Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan laporan ini banyak hambatan dan
tantangan didapatkan, namun atas bantuan dari berbagai pihak yang memberikan
bimbingan, motivasi, dan disertai kemauan yang kuat sehingga penulis dapat mengatasi
semua itu. Oleh karena itu, penulis menghaturkan banyak terima kasih kepada dr. Ika
Rahma Mustika Hati, M.KK dan segenap staf KKP Kelas II Kendari atas segala
bimbingan dan arahannya sehingga berbagai masalah dan kendala dalam proses
penyusunan laporan ini dapat teratasi dan terselesaikan dengan baik.
Penulis berharap semoga laporan okupasi ini dapat bermanfaat bagi penulis pada
khususnya dan para pembaca pada umunya serta dapat dipergunakan sebagaimana
mestinya. Atas segala bantuan dan perhatian baik berupa tenaga, pikiran, dan materi
pada semua pihak yang terlibat dalam menyelesaikan laporan ini penulis mengucapkan
terima kasih.
Kendari, Februari 2020

Tim Penulis

ii
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL

HALAMAN PENGESAHAN.......................................................................................i

KATA PENGANTAR....................................................................................................ii

DAFTAR ISI..................................................................................................................iii

DAFTAR TABEL..........................................................................................................iv

DAFTAR GAMBAR.....................................................................................................v

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang..................................................................................................1
B. Rumusan Masalah.............................................................................................2
C. Tujuan...............................................................................................................2
D. Manfaat.............................................................................................................3

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

A. Pelabuhan..........................................................................................................4
B. Air untuk Keperluan Higiene Sanitasi..............................................................13
C. Higiene Makanan Jajanan.................................................................................15

BAB III ANALISIS HASIL KUNJUNGAN

A. Profil Pelabuhan Nusantara Kendari................................................................18


B. Hasil..................................................................................................................19
C. Pembahasan......................................................................................................28

BAB IV PENUTUP

A. Simpulan...........................................................................................................30
B. Saran.................................................................................................................30

DAFTAR PUSTAKA....................................................................................................31

LAMPIRAN

iii
DAFTAR TABEL

No. Tabel Judul Tabel Halaman


Tabel 1 Kriteria dan indikator pelabuhan sehat dari aspek 10
kegiatan
Tabel 2 Kriteria dan indikator pelabuhan sehat dari aspek 13
kelembagaan
Tabel 3 Parameter fisik standar baku mutu kesehatan lingkungan 14
untuk media air untuk keperluan higiene sanitasi
Tabel 4 Parameter biologi standar baku mutu kesehatan 14
lingkungan untuk media air untuk keperluan higiene
sanitasi
Tabel 5 Parameter kimia standar baku mutu kesehatan lingkungan 14
untuk media air untuk keperluan higiene sanitasi
Tabel 6 Hasil pemeriksaan inspeksi sanitasi gedung dan bangunan 21
di Pelabuhan Nusantara Kendari
Tabel 7 Formulir penyediaan air bersih/minum 23
Tabel 8 Hasil pemeriksaan kualitas air di Pelabuhan Nusantara 25
Kendari
Tabel 9 Hasil pemeriksaan makanan dan jajanan di Pelabuhan 26
Nusantara Kendari

iv
DAFTAR GAMBAR

No. Gambar Judul Gambar Halaman


Gambar 1 Pelabuhan Nusantara Kendari 18
Gambar 2 Ruang tunggu terminal Pelabuhan Nusantara 19
Kendari
Gambar 3 Inspeksi sanitasi gedung dan bangunan di Palabuhan 20
Nusantara Kendari
Gambar 4 Alat sound level meter yang digunakan untuk 20
mengukur kebisingan di Pelabuhan Nusantara
Kendari
Gambar 5 A. Blanko B. Air di Pelabuhan Nusantara Kendari 24
ditambahkan phenol red dan diperiksa
menggunakan fotometer untuk mengetahui pH air
Gambar 6 Hasil pemeriksaan NO2 menggunakan fotometer 24
Gambar 7 Hasil pemeriksaan NO3 mengguunakan fotometer 24
Gambar 8 Pemeriksaan makanan dan jajanan di Pelabuhan 25
Nusantara Kendari

v
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Secara geografis Indonesia membentang dari 6○LU sampai 11○LS dan
92○ sampai 142○ BT, terdiri dari pulau-pulau besar dan kecil yang jumlahnya
kurang lebih 17.504 pulau. Tiga per empat wilayahnya adalah laut (5,9 juta km 2),
dengan panjang garis pantai 95.161 km, terpanjang kedua setelah Kanada. Hal ini
menjadikan Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia (The biggest
Archipelago in the World). Sebagai negara dengan proporsi perairan yang besar,
Indonesia memerlukan sektor pelabuhan yang berkembang dengan baik dan
dikelola secara efisien guna mencegah masalah yang mungkin akan timbul.[1]
Wilayah peraiaran yang terdapat di Indonesia banyak sekali dimanfaatkan
oleh sebagian besar warga lokal maupun internasional. Selain digunakan untuk
pariwisata, perairan indonesia juga digunakan sebagai jalur transportasi baik antar
pulau yang ada di indonesia ataupun jalur transportasi luar negeri. Selain digunakan
untuk hal tersebut, perairan yang ada di Indonesia juga banyak dimanfaatkan
sebagai jalur perdagangan, ± 90 % dari perdagangan internasional dilakukan
melalui laut, selain itu pelabuhan juga berfungsi sebagai pintu gerbang wilayah,
terminal point distribusi barang dan simpul transportasi inter dan antar moda dan
perdagangan.[2]
Pelabuhan merupakan titik simpul pertemuan atau aktifitas keluar masuk
kapal, barang dan orang, sekaligus sebagai pintu gerbang transformasi penyebaran
penyakit, dan merupakan ancaman global terhadap kesehatan masyarakat karena
adanya penyakit karantina, penyakit menular baru (new emerging diseases),
maupun penyakit menular lama yang timbul kembali (re-emerging diseases).
Ancaman penyakit tersebut merupakan dampak negatif dari diberlakukannya pasar
bebas atau era globalisasi, dan dapat menimbulkan kerugian besar baik pada sektor
ekonomi, perdagangan, sosial budaya, maupun politik yang berdampak besar
kepada suatu negara atau daerah. Sebagai langkah awal pencegahan terhadap hal-
hal tersebut, di Pelabuhan dapat dilakukan pemberantasan penyakit dan penyehatan
lingkungan oleh unit pelaksana teknis yaitu Kantor Kesehatan Pelabuhan.[3]

1
2

Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) memiliki tugas melaksanakan


pencegahan masuk dan keluarnya penyakit, penyakit potensial wabah, surveilans
epidemiologi, kekarantinaan, pengendalian dampak kesehatan lingkungan,
pelayanan kesehatan, pengawasan OMKABA serta pengamanan terhadap penyakit
baru dan penyakit yang muncul kembali, bioterorisme, unsur biologi, kimia dan
pengamanan radiasi di wilayah kerja bandara, pelabuhan, dan lintas batas darat
negara. KKP merupakan unit pelaksana teknis (UPT) di lingkungan Kementerian
Kesehatan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Direktorat
Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan.[4,5]
Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Kendari merupakan UPT
Kementrian Kesehatan RI yang memiliki 5 wilayah kerja. Pelabuhan Nusantara
Kendari merupakan salah satu wilayah pengawasan dari KKP Kelas II Kendari
yang mempunyai 1 Pelabuhan Khusus (Pelsus) dan 1 Pelabuhan penyeberangan.
Berdasarkan latar belakang di atas, penulis ingin mengetahui penerapan
sanitasi pelabuhan di Pelabuhan Nusantara Kendari KKP Kelas II Kendari.

B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana sanitasi gedung dan bangunan di Pelabuhan Nusantara Kendari
2. Bagaimana penyediaan air bersih/minum di Pelabuhan Nusantara Kendari
3. Bagaimana kualitas air di Pelabuhan Nusantara Kendari
4. Bagaimana makanan dan jajanan di Pelabuhan Nusantara Kendari

C. Tujuan
1. Tujuan Umum
Untuk mengetahui sanitasi pelabuhan di Pelabuhan Nusantara Kendari
2. Tujuan Khusus
a. Menjelaskan keadaan sanitasi gedung dan bangunan di Pelabuhan Nusantara
Kendari
b. Menjelaskan tentang penyediaan air bersih/minum di Pelabuhan Nusantara
Kendari
c. Menjelaskan kualitas air di Pelabuhan Nusantara Kendari
d. Menjelaskan kondisi makanan dan jajanan di Pelabuhan Nusantara Kendari

D. Mafaat
1. Mahasiswa
Praktik belajar lapangan ini diharapkan menambah pengetahuan dan
wawasan serta dapat menerapkan ilmu yang telah didapatkan di Kepaniteraan
3

Klinik Ilmu Kesehatan Masyarakat dan Ilmu Kedokteran Komunitas (IKM-


IKK) Fakultas Kedokteran Universitas Halu Oleo mengenai sanitasi pelabuhan.
2. Institusi
Praktik belajar lapangan ini diharapkan menjadi bahan kajian proses
pembelajaran mengenai sanitasi pelabuhan di Kepaniteraan Klinik IKM-IKK
Fakultas Kedokteran Universitas Halu Oleo.
3. KKP Kelas II Kendari
Praktik belajar lapangan ini diharapkan memberikan bahan masukan
kepada pihak KKP Kelas II Kendari mengenai penerapan sanitasi pelabuhan
yang telah dilakukan sebagai bahan pertimbangan untuk meningkatkan sanitasi
pelabuhan.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Pelabuhan
1. Pengertian
Pelabuhan adalah tempat yang terdiri atas daratan dan/atau perairan
dengan batas-batas tertentu sebagai tempat kegiatan pemerintahan dan kegiatan
pengusahaan yang dipergunakan sebagai tempat kapal bersandar, naik turun
penumpang, dan/atau bongkar muat barang, berupa terminal dan tempat
berlabuh kapal yang dilengkapi dengan fasilitas keselamatan dan keamanan
pelayaran dan kegiatan penunjang pelabuhan serta sebagai tempat perpindahan
intra dan antarmoda transportasi.[6]
Pelabuhan dan Bandar Udara Sehat adalah suatu kondisi wilayah
pelabuhan yang bersih, aman, nyaman dan sehat untuk komunitas pekerja dan
masyarakat pelabuhan dalam melaksanakan aktifitasnya. Otoritas Pelabuhan
(Port Authority) atau Otoritas Bandara (Airport Authority) sebagai unsur
pemerintah yang melaksanakan fungsi pengaturan, pengendalian, dan
pengawasan kegiatan kepelabuhanan atau kebandarudaraan yang diusahakan
secara komersial menurut peraturan perundang-undangan di bidang
kepelabuhanan atau kebandarudaraan. Kantor Kesehatan Pelabuhan yang
selanjutnya disingkat KKP adalah Unit Pelaksana Teknis Kementerian
Kesehatan di Wilayah Pelabuhan atau Bandar Udara.[6]
2. Tujuan Penyelenggaran Pelabuhan Sehat
Tujuan penyelenggaraan pelabuhan sehat adalah:[6]
a. Mewujudkan wilayah Pelabuhan yang tidak menimbulkan risiko kesehatan
masyarakat; dan
b. Mewujudkan kondisi wilayah Pelabuhan yang bersih, aman, nyaman, dan
sehat untuk komunitas Pelabuhan dalam melaksanakan aktifitasnya
Pada dasarnya keberhasilan penyelenggaraan kegiatan Pelabuhan
tergantung dari kegiatan masing-masing instansi dan badan usaha yang ada di
Pelabuhan. Kegiatan mengeliminasi faktor risiko kesehatan seperti dalam
penyediaan air minum, pengelolaan air limbah, pengendalian kualitas udara,
pencemaran tanah, pengelolaan sampah, pengawasan makanan, pengendalian

4
5

vektor dilaksanakan instansi dan badan usaha sesuai dengan peraturan


perundangan yang berlaku. [6]
Penyelenggaraan Pelabuhan Sehat diwujudkan melalui kegiatan yang
terintegrasi meliputi: [6]
a. Penyelenggaraan kesehatan lingkungan
b. Penataan sarana dan fasilitas
c. Peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat
d. Peningkatan keselamatan dan kesehatan kerja
e. Peningkatan keamanan dan ketertiban
Dalam penyelenggaraan Pelabuhan Sehat masing-masing instansi dan
badan usaha melakukan pembinaan sesuai dengan kewenangannya. Pembinaan
diarahkan pada obyek penyelenggaraan yang berdampak pada penurunan risiko
kesehatan masyarakat yang berkaitan dengan kegiatan: [6]
a. Pengelolaan air
b. Pengelolaan kualitas udara
c. Pengendalian pencemaran tanah
d. Pengawasan makanan
e. Pemilihan bahan untuk sarana dan bangunan
f. Pengendalian vektor
g. Pengawasan sanitasi alat transport
h. Peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dan kesehatan umum
i. Peningkatan keamanan dan ketertiban
j. Peningkatan keselamatan dan kesehatan kerja
Pembinaan dilakukan secara berkala yang dilakukan melalui kegiatan: [6]
a. Pemantauan dan evaluasi
b. Pengembangan kapasitas
c. Bimbingan teknis
d. Pemantapan koordinasi, kemitraan, dan jejaring kerja.
Kegiatan dalam mewujudkan Pelabuhan Sehat adalah meningkatkan
kebersihan, keamanan, kenyamanan dan meniadakan faktor risiko kesehatan
masyarakat yang meliputi: [6]
a. Penyelenggaraan kesehatan lingkungan
Merupakan kegiatan pengawasan pada penyelenggaraan kesehatan
lingkungan terhadap media lingkungan di kawasan Pelabuhan yang terdiri
dari air, udara, tanah, makanan dan vektor.
b. Penataan sarana dan fasilitas
Merupakan kegiatan pengawasan pada penataan sarana dan fasilitas di
kawasan Pelabuhan yang terdiri dari sarana dan bangunan, tempat parkir
6

kendaraan, terminal peti kemas, fasilitas kesehatan, toilet, sarana cuci


tangan dan saluran drainase.
c. Peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat
Merupakan kegiatan pengawasan pada peningkatan Perilaku Hidup Bersih
dan Sehat (PHBS) yang terdiri dari gerakan kebersihan dan pencegahan
penyakit, pengawasan daerah bebas rokok dan gerakan olahraga.
d. Peningkatan keselamatan dan kesehatan kerja
Merupakan kegiatan pengawasan pada peningkatan keselamatan dan
kesehatan kerja yang terdiri dari sanitasi kapal, kesehatan dan keselamatan
kerja serta kesiapsiagaan kesehatan darurat.
e. Peningkatan keamanan dan ketertiban
Merupakan kegiatan pengawasan pada peningkatan keamanan dan
ketertiban yang terdiri kegiatan upaya pencegahan kriminalitas.
3. Peranan Sanitasi Pelabuhan
a. Peranan Fisik
Menjamin kebersihan umum lingkungan pelabuhan. Yang dimaksud
kebersihan tidak terbatas hanya kepada kebersihan sanitasinya saja tetapi
kebersihan fisik pelabuhan disini mengandung maksud yang lebih luas,
yaitu kebersihan air atau penyediaan air bersih, sanitasi makanan dan
minuman, pembuangan air limbah, WC, bebas dari serangga dan tikus,
tersedia tempat pembuangan sampah. [7]
b. Peranan Psikologi
Dapat melayani masyarakat yang menggunakan layanan pelabuhan
dan mendapatkan kepuasan, begitu juga dengan para karyawannya dalam
hal keamanan, perlindungan dan kebebasan. Terminal/stasiun merupakan
tempat berkumpulnya manusia dari berbagai tempat untuk dating dan pergi.
Dengan demikian upaya kegiatan serta bidang pengawasannya akan
menyangkut berbagai aspek, yaitu: [7]
1) Aspek sosial
Pendekatan pada aspek sosial adalah merupakan pendekatan
edukatif yang ditujukan kepada pengelola dan karyawan sangat
diperlukan, sebab berhasil tidaknya program kegiatan higiene dan
sanitasi terminal pelabuhan tergantung atas kesadaran pengelola dan
karyawan terminal. Diharapkan mereka mengerti dan secara sadar
mengetahui bahwa terminal pelabuhan yang tidak memenuhi syarat
7

higiene dan sanitasi akan dapat menimbulkan penyakit bagi masyarakat


luas. Partisipasi aktif terutama diharapkan dari pihak pengelola sebagai
unsur penentu dan pengawas langsung. Usaha peningkatan pengertian
dan kesadaran tentang pentingnya higiene dan sanitasi di terminal
pelabuhan akan meningkatkan pula kualitas kesehatan karyawan,
pengunjung dan anggota masyarakat lainnya.
2) Aspek teknik
Pada dasarnya usaha higiene dan sanitasi pada terminal adalah
merupakan usaha yang dilakukan untuk kepentingan bersama, baik untuk
masyarakat umum maupun pengelolanya sendiri. Dengan demikian perlu
adanya suatu peraturan atau persyaratan yang relevan untuk menjaga
agar usaha higiene dan sanitasi tidak merugikan masyarakat luas. Dalam
pelaksanaannya penerapan dari peraturan sering mengalami hambatan
oleh karena beberapa faktor, antara lain: [7]
a) Kurang ada pengertian atau kesadaran dari karyawan terminal
tentang peraturan yang menyangkut higiene dan sanitasi khususnya
dalam rangka pemeliharaan kesehatan.
b) Adanya sikap apatis dari sebagian masyarakat tentang adanya
peraturan atau persyaratan dari tempat-tempat umum khususnya
higiene dan sanitasi terminal pelabuhan.

3) Aspek administrasi dan manajemen


Agar dapat berhasil dengan baik maka upaya higiene sanitasi
diperlukan perencanaan program yang baik pula. Perlu diingat bahwa
program ini akan melibatkan beberapa instansi lain (lintas sektoral),
petugas kesehatan, petugas keamanan, petugas kebersihan dan petugas
lain.
4. Manfaat Sanitasi Pelabuhan
a. Aspek Kesehatan Pelabuhan
1) Menjamin tempat kerja yang bersih
2) Melindungi pengunjung dan karyawan dari faktor- faktor lingkungan
pelabuhan yang merugikan kesehatan fisik maupun mental
8

3) Mencegah timbulnya berbagai jenis penyakit menular dan penyakit


akibat kerja
4) Menjamin kesehatan karyawan dan pengunjung pelabuhan serta
mencegah terjadinya kecelakaan kerja[7]
b. Aspek Operasional Pelabuhan
1) Keadaan pelabuhan yang bersih membuat pengunjung merasa bebas dan
senang menggunakan jasa pelabuhan
2) Mutu pelabuhan ditentukan dari kebersihannya
3) Sanitasi pelabuhan dilaksanakan, yaitu memenuhi persyaratan sanitasi
dan kebersihannya[7]
5. Persyaratan Sanitasi Pelabuhan
Adapun persyaratan sanitasi pelabuhan yang harus dipenuhi antara lan: [7]
a. Bagian Luar
1) Tempat parkir harus bersih, tidak ada sampah berserakan, dan tidak ada
genangan air
2) Tempat sampah tersedia tempat penampungan sampah sementara yang
tertutup dan kedap air serta dalam jumlah yang cukup
3) Pencahayaan penerangan harus cukup dan tidak menyilaukan mata,
terutama pada pintu masuk dan keluar tempat parkir

b. Bagian Dalam
1) Ruang tunggu
a) Ruangan harus bersih
b) Tempat duduk harus bersih dan bebas dari kutu busuk
c) Pencahayaan harus cukup dan tidak menyilaukan (minimal 10 fc)
sehingga dapat digunakan untuk membaca
d) Penghawaan harus cukup, minimal 10% dari luas lantai
e) Lantai tidak licin, kedap air, dan mudah dibersihkan
f) Tersedia tempat penampungan sampah sementara yang tertutup,
kedap air, dan dalam jumlah yang cukup
2) Pembuangan kotoran manusia
a) Tersedia jamban yang memenuhi syarat (tipe leher angsa) minimal 1
jamban untuk 100 pengunjung, atau minimal 2 buah jamban
b) Tersedia peturasan yang baik, minimal 1 peturasan untuk 200
pengunjung dan tersedia pasokan air yang cukup
c) Harus ada tanda yang jelas untuk membedakan antara jamban pria
dan wanita
d) Jamban dan peturasan harus dalam keadaan bersih dan tidak berbau
3) Pembuangan sampah
9

a) Harus tersedia tempat penampungan sampah sementara yang


tertutup, kedap air, dan dalam jumlah yang cukup
b) Pengangkutan sampah dilakukan setiap hari sehingga tidak ada
sampah yang menumpuk
4) Pembuangan air limbah dan air hujan dialirkan melalui saluran tertutup
dan dibuang ke septic tank atau saluran air kotor perkotaan
5) Tempat cuci tangan harus tersedia tempat cuci tangan yang baik,
minimal satu dilengkapi dengan sabun atau kain serbet
Perlengkapan lain yang harus tersedia, yaitu:
1) Perlengkapan P3K
2) Alat pemadam kebakaran

6. Kriteria dan Indikator Pelabuhan Sehat


a. Aspek Kegiatan
Tabel 1. Kriteria dan indikator pelabuhan sehat dari aspek kegiatan[6]
NO INDIKATOR UPAYA URAIAN
A PENYELENGGARAAN KESEHATAN LINGKUNGAN
Media
1 Air 10
Penyediaan air - Ketersedian air untuk semua
keperluan pelabuhan
- Kualitas syarat fisik, kimia dan
mikrobiologi air
- Kran air siap minum
Pengelolaan limbah - Air limbah domestik dan industri
cair diolah di instalasi pengolahan limbah
- Saluran limbah cair yang tertutup
- Ceceran minyak di kawasan
Pelabuhan/Bandar Udara
- Genangan air limbah
2 Udara
kualitas udara dan - Kualitas udara di lingkungan
kebisingan Pelabuhan/Bandar Udara
- Kualitas kebisingan di lingkungan
Pelabuhan/Bandar Udara
- Program pemantauan kualitas udara
dan kebisingan secara teratur
Penghijauan - Mempunyai ruang terbuka hijau
- Penghijauan di lingkungan kantor
instansi
- Penghijauan di jalan umum
Kendaraan angkutan - Baku mutu emisi kendaraan bergerak
di - Kendaraan laik jalan/operasi
Pelabuhan/ Bandar
Udara
3 Tanah
Pengelolaan sampah - Sampah di tempat umum
- Pencemaran oleh Tempat
penampungan sampah sementara
- Ketersediaan bak/tempat sampah
terpisah di kantor instansi
- Pangkutan sampah keluar
Penyediaan sarana - Sarana Penampungan Limbah B3
Penampungan - Kapasitas SPL B3
Limbah B3 - Pengangkutan Limbah B3

NO INDIKATOR UPAYA URAIAN


A PENYELENGGARAAN KESEHATAN LINGKUNGAN
Media
4 Makanan
Pengawasan - Sertifikasi/laik higiene dan sanitasi
jasaboga, restoran
dan Tempat
Pengelolaan Makanan
(TPM)

5 Vektor
Pengendalian vektor - Lingkungan Pelabuhan/Bandar
dan binatang penular Udara bebas dari tikus dan kecoa
penyakit - House Indeks A. Aegypty
- MHD (Man Hour Density) jumlah
Anopheles yang ditangkap setiap jam
- Kepadatan lalat di Tempat
Penampungan Sampah sementara
11

b. Aspek Kelembagaan
Tabel 2. Kriteria dan indikator pelabuhan sehat dari aspek kelembagaan[6]
ASPEK KELEMBAGAAN
Legal aspek Adanya Forum dengan SK
Rencana kerja Adanya dokumen rencana kegiatan/kerja
2 (dua) tahun terakhir
Kegiatan umum Adanya kegiatan rutin (triwulan, bulanan,
dll)
Pendanaan Adanya dukungan dana dari pemerintah
dan sumber lain
Aktivitas anggota Jumlah anggota aktif
Kantor Adanya kantor untuk skretariat
Sekretariat
Kelompok masyarakat/ Adanya anggota berasal dari kelompok
Kader masyarakat

B. Air untuk Keperluan Higiene Sanitasi


Standar Baku Mutu Kesehatan Lingkungan untuk media Air untuk
Keperluan Higiene Sanitasi meliputi parameter fisik, biologi, dan kimia yang dapat
berupa parameter wajib dan parameter tambahan. Parameter wajib merupakan
parameter yang harus diperiksa secara berkala sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan, sedangkan parameter tambahan hanya diwajibkan untuk
diperiksa jika kondisi geohidrologi mengindikasikan adanya potensi pencemaran
berkaitan dengan parameter tambahan. Air untuk Keperluan Higiene Sanitasi
tersebut digunakan untuk pemeliharaan kebersihan perorangan seperti mandi dan
sikat gigi, serta untuk keperluan cuci bahan pangan, peralatan makan, dan pakaian.
Selain itu Air untuk Keperluan Higiene Sanitasi dapat digunakan sebagai air baku
air minum. [8]
12

Tabel 3. Parameter fisik standar baku mutu kesehatan lingkungan untuk media air
untuk keperluan higiene sanitasi[8]
Standar Baku Mutu
No Parameter Wajib Unit
(kadar maksimum)
1. Kekeruhan NTU 25
2. Warna TCU 50
3. Zat padat terlarut mg/l 1000
(Total Dissolved Solid)
4. Suhu oC Suhu udara ± 3
5. Rasa Tidak berasa
6. Bau Tidak berbau

Tabel 4. Parameter biologi standar baku mutu kesehatan lingkungan untuk media
air untuk keperluan higiene sanitasi[8]
Standar Baku Mutu
No Parameter Wajib Unit
(kadar maksimum)
1. Total coliform CFU/100ml 50
2. E. coli CFU/100ml 0

Tabel 5. Parameter kimia standar baku mutu kesehatan lingkungan untuk media air
untuk keperluan higiene sanitasi[8]
Standar Baku Mutu
No Parameter Unit
(kadar maksimum)
Wajib
1. pH mg/l 6,5 - 8,5
2. Besi mg/l 1
3. Fluorida mg/l 1,5
4. Kesadahan (CaCO3) mg/l 500
5. Mangan mg/l 0,5
6. Nitrat, sebagai N mg/l 10
7. Nitrit, sebagai N mg/l 1
8. Sianida mg/l 0,1
9. Deterjen mg/l 0,05
10. Pestisida total mg/l 0,1
Tambahan
1. Air raksa mg/l 0,001
2. Arsen mg/l 0,05
3. Kadmium mg/l 0,005
4. Kromium (valensi 6) mg/l 0,05
5. Selenium mg/l 0,01
6. Seng mg/l 15
7. Sulfat mg/l 400
8. Timbal mg/l 0,05
9. Benzene mg/l 0,01
10. Zat organik (KMNO4) mg/l 10
Syarat air untuk keperluan higiene sanitasi yaitu: [8]
1. Air dalam keadaan terlindung dari sumber pencemaran, binatang pembawa
penyakit, dan tempat perkembangbiakan vektor
13

a. Tidak menjadi tempat perkembangbiakan vektor dan binatang pembawa


penyakit
b. Jika menggunakan kontainer sebagai penampung air harus dibersihkan
secara berkala minimum 1 kali dalam seminggu
2. Aman dari kemungkinan kontaminasi
a. Jika air bersumber dari sarana air perpipaan, tidak boleh ada koneksi silang
dengan pipa air limbah di bawah permukaan tanah
b. Jika sumber air tanah non perpipaan, sarananya terlindung dari sumber
kontaminasi baik limbah domestik maupun industri
c. Jika melakukan pengolahan air secara kimia, maka jenis dan dosis bahan
kimia harus tepat

C. Higiene Makanan Jajanan


Makanan jajanan adalah makanan dan minuman yang diolah oleh pengrajin
makanan di tempat penjualan dan atau disajikan sebagai makanan siap santap untuk
dijual bagi umum selain yang disajikan jasa boga, rumah makan/restoran, dan hotel.
Penanganan makanan jajanan adalah kegiatan yang meliputi pengadaan,
penerimaan bahan makanan, pencucian, peracikan, pembuatan, pengubahan bentuk,
pewadahan, penyimpanan, pengangkutan, penyajian makanan atau minuman.
Bahan makanan adalah semua bahan makanan dan minuman baik terolah maupun
tidak, termasuk bahan tambahan makanan dan bahan penolong. Hygiene sanitasi
adalah upaya untuk mengendalikan faktor makanan, orang, tempat dan
perlengkapannya yang dapat atau mungkin dapat menimbulkan penyakit atau
gangguan kesehatan. [9]
Penjamah makanan jajanan dalam melakukan kegiatan pelayanan
penanganan makanan jajanan harus memenuhi persyaratan antara lain: [9]
a. Tidak menderita penyakit mudah menular misal : batuk, pilek, influenza, diare,
penyakit perut sejenisnya
b. Menutup luka (pada luka terbuka/ bisul atau luka lainnya)
c. Menjaga kebersihan tangan, rambut, kuku, dan pakaian
d. Memakai celemek, dan tutup kepala; mencuci tangan setiap kali hendak
menangani makanan
e. Menjamah makanan harus memakai alat/ perlengkapan, atau dengan alas
tangan
f. Tidak sambil merokok, menggaruk anggota badan (telinga, hidung, mulut atau
bagian lainnya)
14

g. Tidak batuk atau bersin di hadapan makanan jajanan yang disajikan dan atau
tanpa menutup mulut atau hidung
Peralatan yang digunakan untuk mengolah dan menyajikan makanan
jajanan harus sesuai dengan peruntukannya dan memenuhi persyaratan higiene
sanitasi. [9]
a. Untuk menjaga peralatan syarat yang harus dipenuhi
b. Peralatan yang sudah dipakai dicuci dengan air bersih dan dengan sabun;
c. Lalu dikeringkan dengan alat pengering/lap yang bersih
d. Kemudian peralatan yang sudah bersih tersebut disimpan di tempat yang bebas
pencemaran
e. Dilarang menggunakan kembali peralatan yang dirancang hanya untuk sekali
pakai
Air yang digunakan dalam penanganan makanan jajanan harus air yang
memenuhi standar dan Persyaratan Hygiene Sanitasi yang berlaku bagi air bersih
atau air minum. Air bersih yang digunakan untuk membuat minuman harus dimasak
sampai mendidih. Semua bahan yang diolah menjadi makanan jajanan harus dalam
keadaan baik mutunya, segar dan tidak busuk. Semua bahan olahan dalam kemasan
yang diolah menjadi makanan jajanan harus bahan olahan yang terdaftar di
Departemen Kesehatan, tidak kadaluwarsa, tidak cacat atau tidak rusak.[9]
Penggunaan bahan tambahan makanan dan bahan penolong yang digunakan
dalam mengolah makanan jajanan harus sesuai dengan ketentuan perundang-
undangan yang berlaku yaitu: [9]
a. Bahan makanan, serta bahan tambahan makanan dan bahan penolong makanan
jajanan siap saji harus disimpan secara terpisah
b. Bahan makanan yang cepat rusak atau cepat membusuk harus disimpan dalam
wadah terpisah
Makanan jajanan yang disajikan harus dengan tempat/alat perlengkapan
yang bersih, dan aman bagi kesehatan. Makanan jajanan yang dijajakan dengan
sarana penjaja konstruksinya harus dibuat sedemikian rupa sehingga dapat
melindungi makanan dari pencemaran. Konstruksi sarana penjaja harus memenuhi
persyaratan yaitu antara lain: [9]
a. Mudah dibersihkan
b. Tersedia tempat untuk:
1) Air bersih
2) Penyimpanan bahan makanan
15

3) Penyimpanan makanan jadi/siap disajikan


4) Penyimpanan peralatan
5) Tempat cuci (alat, tangan, bahan makanan) tempat sampah
BAB III
ANALISIS HASIL KUNJUNGAN

A. Profil Pelabuhan Nusantara Kendari

Gambar 1. Pelabuhan Nusantara Kendari


Pelabuhan General Cargo Nusantara Kendari yang dikenal dengan nama
Pelabuhan Nusantara Kendari, secara geografis terletak pada 03° 58’ 25’’ LS dan
125° 11’ 00’’ BT merupakan pelabuhan utama di Kota Kendari dan merupakan
salah satu pelabuhan besar di Sulawesi Tenggara. Pelabuhan Nusantara Kendari ini
pengoperasiannya dilakukan oleh PT. (PERSERO) Pelabuhan Indonesia-IV
(Pelindo-IV) dengan kantor pusat direksi berkedudukan di jalan Konggoasa,
Kelurahan Kandai, Kecamatan Kendari, Kota Kendari.[10]

Pelabuhan Nusantara Kendari adalah salah satu pintu gerbang perhubungan


laut di Sulawesi Tenggara yang melayani arus penumpang dan barang yang berasal
dari kota-kota di sekitarnya ataupun sebaliknya. Pelabuhan Nusantara Kendari
merupakan salah satu fasilitas/komponen transportasi laut yang sangat berarti bagi
perkembangan perekonomian dan taraf hidup penduduk di Kota Kendari dan
sekitarnya. Potensi sumber daya alam yang ada di daerah ini nampaknya akan terus
mengalami perkembangan yang tentunya akan memberikan dampak pada
peningkatan arus penumpang melalui laut.[11]

16
17

Gambar 2. Ruang tunggu terminal Pelabuhan Nusantara Kendari


Kawasan Pelabuhan Nusantara Kendari merupakan daerah dengan kondisi

hidrografi pantai sekitar pelabuhan curam dan hampir sepanjang pantai terdapat

rumah penduduk. Dasar lautnya lumpur pasir dan disepanjang alur sekitar pantai

terdapat terdapat karang menonjol ke laut. Di pelabuhan ini terdapat dua alur

pelayaran utara dan selatan dan di sepanjang alur ini telah dipasang rambu-rambu

pengenal untuk mengingatkan kapal agar selalu berhati-hati keluar masuk

pelabuhan. Alur pelayaran di pelabuhan ini sempit dan berliku-liku. Ukuran kapal

yang masuk ke pelabuhan ini maksimum 5.000 DWT. Pelabuhan Nusantara

Kendari meliputi areal kerja daratan seluas 30.041 Ha dengan luas kolam 90.000 m²

dan kedalaman kolam pelabuhan 6-20 M LWS serta keadaan tanah dasar lumpur.[11]

B. Hasil

Pemeriksaan sanitasi pelabuhan dan kesehatan lingkungan di wilayah

pelabuhan dilakukan di Pelabuhan Nusantara Kendari. Pemeriksaan ini dilakukan

secara rutin oleh KKP Kelas II Kendari. Berikut hasil yang didapatkan dari

pemeriksaan sanitasi pelabuhan dan kesehatan lingkungan.


18

1. Pemeriksaan Inspeksi Sanitasi Gedung dan Bangunan

Gambar 3. Inspeksi sanitasi gedung dan bangunan di Palabuhan Nusantara


Kendari

Gambar 4. Alat sound level meter yang digunakan untuk mengukur kebisingan
di Pelabuhan Nusantara Kendari

Tabel 6. Hasil pemeriksaan inspeksi sanitasi gedung dan bangunan di Pelabuhan


Nusantara Kendari
19

Variable
Bobot Komponen yang dinilai Nilai Skor
Upaya
20

Lingkungan 6 Bersih 2,5 15


luar/halaman Tertata rapi 2,5 15
Tidak ada genangan air 2,5 15
Tingkat kebisingan maksimal 70 dbA 2,5 15
Ruangan 6 Bangunan kuat, terpelihara dan bersih 1,5 9
bangunan Lantai kuat, kedap air, rata dan tidak licin 1,5 9
Dinding rata, bersih dan berwarna terang 1,5 9
Permukaan dinding yang selalu terkena air, 1,5 9
terbuat dari bahan yang kedap air
Langit-langit kuat, bersih berwarna terang 1,5 9
dan tinggi minimal dari lantai 3
Lubang-lubang ventilasi 1,5 9
(jendela+pintu+kisi-kisi) minimal 1/6 x
luas lantai
Setiap karyawan mendapat ruang udara 1 6
minimal 10 m3/orang
Penyehatan air 10 Tersedia air bersih untuk kebutuhan 4 40
bersih karyawan dengan kapasitas 60 l/orang/hari
Kualitas air bersih memenuhi syarat fisik 4 40
Distribusi air dengan system perpipaan 2 20

Penyehatan 10 Suhu : 18-26 C (ruang ac) dan suhu 3,5 35
udara ruang ruangan terasa nyaman (tanpa ac)
Kelembapan 40%-60% (ruang ac) atau 3 30
kelembapan udara ambient 70% (tanpa ac)
Kadar debu total ≤ 0,15 mg/m3 udara atau 3,5 35
usap jari pada beberapa permukaan
(bagian atas lemari/meja) tidka berdebu.
Pengelolaan 15 Pengelolaan sampah dikumpulkan di 5 75
limbah tempat yang tersedia
Limbah cair yang diolah dalam IPAL 5 0
Pencahyaan 10 Intensitas cahaya ditiap ruangan minimal 6 0
100 lux
Pencahyaan ruang tidak menimbulkan 4 40
bayangan
Kebisingan 10 Tingkat kebisingan maksimal selama 1 10 100
padat (satu) hall pada ruang proses : 85 dbA
Getaran di 10 Getaran di ruang kerja tidak mengganggu 10 100
ruang kenyamanan
Variable
Bobot Komponen yang dinilai Nilai Skor
Upaya
Pengendalian 8 Indeks lalat dalam pengukuran 30 menit 2 16
vektor maksimal 8 ekor/fly grill (100x100 cm)
penyakit Indeks kecoa dalam pengukuran 24 jam 2 16
maksimal 2 ekor/plate (20x20 cm)
Indeks aedes aegypti perimeter area (house 2 16
indeks aedes) = 0
21

Indeks aedes aegypti buffer area (house 2 16


indeks aedes) = 0,01
Seluruh ruangan bebas tikus 2 16
Instalasi 5 Instalasi listrik, pemadam kebakaran, air 5 25
bersih, air kotr, air limbah, air hujan.
Bangunan kantor yang mempunyai tinggi 5 25
> 10 meter atau > bangunan sekitarnya
dilengkapai penangkal petir.

Pemeliharaan 10 Jamban dan kamar mandi bersih dan tidak 2 20


jamban dan bau
kamar mandi
Jamban dan kamar mandi untuk karyawan 2 20
pria terpisah dengan wanita

Lantai jamban dan kamar mandi kedap air 2 20


dan tidak licin

Tersedia air bersih yang mencukupi 2 20


wastafel, jamban, kamar mandi dan
peturasan

Jumlah jamban, peturasan, wastafel, dan 2 0


kamar mandi mencukupi jumlah karyawan

Total bobot 100 Total skor 100 845

Keterangan:
0-699 = tidak memenuhi syarat kesehatan
700-1000 = memenuhi syarat kesehatan

Berdasarkan tabel 6 di atas dapat dilihat pemeriksaan inspeksi sanitasi


gedung dan bangunan yang meliputi (lingkungan luar/halaman, ruang bangunan,
penyehatan air bersih, penyehatan udara ruang, pengelolaan limbah,
pencahayaan, kebisingan, geteran di ruangan, pengendalian vektor penyakit,
instalasi, dan pemeliharaan jamban dan kamar mandi) didapatkan hasil dengan
total skor 845 (skor antara 700 - 1000). Sehingga dapat disimpulkan bahwa
sanitasi gedung dan bangunan di Pelabuhan Nusantara Kendari memenuhi syarat
kesehatan.
2. Penyediaan Air Bersih/Minum
Tabel 7. Formulir penyediaan air bersih/minum
KETERANGAN UMUM
NO PERTANYAAN YA TIDAK
22

1 Apakah airnya keruh √

2 Apakah airnya berwarna √

3 Apakah airnya berasa √

4 Apakah airnya berbau √

DIAGNOSA KHUSUS
NO PERTANYAAN YA TIDAK
1 Apakah tangki air tongkang/ perahu air/water Car √
dalam keadaan berkarat, kotor, berminyak, dan
berdebu?
2 Apakah tutup atas tangki air tongkang/perahu √
air/water car/tidak terututup rapat?
3 Apakah lobang oulet tidak tertutup rapat dan bocor √

4 Apakah air tongkang/perahu air/water care juga √


digunakan oleh masyarakat/awak kapal/pesawat
dengan cara membuka kran langsung dari lubang
outlet ataupun menhole?
5 Apakah ada tumpukan sampah, genangan limbah √
cair, pesisida dan jenis sampah lainnya disekitar
diatas tongkang/perahu air/water car?
6 Apakah ada kebocoran pipa yang menghubungkan √
antara tangki tongkang/perahu air/water car-mesin
pompa-kapal/pesawat?
7 Apakah ada kebocoran selang penyalur outlet? √
Total 0 11
Skor risiko kontaminasi: Jumlah jawaban YA
9-11 = Amat tinggi 3-5 = Sedang
6-8 = Tinggi 0-2 = Rendah
Berdasarkan tabel 7 dari pemeriksaan penyediaan air bersih melalui
keterangan umum dan diagnosis khusus didapatkan hasil dengan total jawaban
YA 0 (YA 0-2 = rendah). Sehingga dapat disimpulkan bahwa penyediaan air
bersih/minum di Pelabuhan Nusantara Kendari memiliki risiko rendah.

3. Pemeriksaan Kualitas Air


23

A B
Gambar 5. A. Blanko B. Air di Pelabuhan Nusantara Kendari ditambahkan
phenol red dan diperiksa menggunakan fotometer untuk mengetahui pH air

Gambar 6. Hasil pemeriksaan NO2 menggunakan fotometer

Gambar 7. Hasil pemeriksaan NO3 mengguunakan fotometer


Hasil pemeriksaan kualitas air di Pelabuhan Nusantara Kendari dapat
dilihat pada tabel 8 berikut.
24

Tabel 8. Hasil pemeriksaan kualitas air di Pelabuhan Nusantara Kendari

No Parameter Satuan Baku Mutu Hasil Keterangan


1 NO2 mg/l 3 0,418 Memenuhi syarat
2 NO3 mg/l 50 0,016 Memenuhi syarat

3 Suhu C Suhu udara ±3 - -
4 pH 6,5-8,5 7,6 Memenuhi syarat
5 Clorin Mg/l 5 - -
6 Warna TCU 15 - -
7 Kekeruhhan NTU/FTU 5 5 Memenuhi syarat

Berdasarkan tabel 4 dapat dilihat pemeriksaan kualitas air didapatkan


hasil parameter NO2 0,418 mg/l (NO2 < 3) baku mutu dan memenuhi syarat,
didapatkan hasil parameter NO3 0,017 mg/l (NO3 < 50) baku mutu memenuhi
syarat, selanjutnya parameter pH didapatkan hasil 7,6 dan memenuhi syarat, dan
dari kekeruhan air didapatkan hasil 5 NTU/FTU (5 NTU/FTU) baku mutu dan
memenuhi syarat.
4. Pengawasan Makanan dan Jajanan

Gambar 8. Pemeriksaan makanan dan jajanan di Pelabuhan Nusantara Kendari


Tabel 9. Hasil pemeriksaan makanan dan jajanan di Pelabuhan Nusantara
Kendari

No. Item pemeriksaan Ya Tidak


25

A PENJAMAH MAKANAN
1 Tidak menderita penyakit mudah menular misal : batuk,

pilek, influenza, diare, penyakit perut sejenisnya;
2 Menutup luka (pada luka terbuka/bisul atau luka lainnya); √
3 Menjaga kebersihan tangan, rambut, kuku dan pakaian; √
4 Memakai celemek, dan tutup kepala; √
5 Mencuci tangan setiap kali hendak menangani makanan; √
6 Menjamah makanan harus memakai alat/ perlengkapan, atau

dengan alas tangan;
7 Tidak sambil merokok, menggaruk anggota badan (telinga,

hidung, mulut atau bagian lainnya);
8 Tidak batuk atau bersin dihadapan makanan jajanan yang

disajikan dan atau tanpa menutup mulut atau hidung.
B PERALATAN
9 Peralatan yang sudah dipakai dicuci dengan air bersih dan

dengan sabun;
10 Peralatan dikeringkan dengan alat pengering/lap yang bersih; √
11 Peralatan yang sudah bersih tersebut disimpan ditempat yang

bebas pencemarah.
12 Tidak menggunakan kembali peralatan yang dirancang

hanya untuk sekali pakai
C AIR, BAHAN MAKANAN, BAHAN TAMBAHAN DAN
PENYAJIAN
13 Air yang digunakan dalam penanganan makanan jajanan
harus air yang memenuhi standar dan persayaratan hygen √
sanitasi yang berlaku bagi air bersih atau air minum.
14 Air bersih yang digunakan untuk membuat minuman harus

dimasak sampai mendidih
15 Semua bahan yang diolah menjadi makanan jajanan harus

dalam keadaan baik mutunya, segar dan tidak busuk.
16 Semua bahan olahan dalam kemasan yang diolah menjadi
makanan jajanan harus bahan olahan yang terdaftar di

Departemen Kesehatan, tidak kadaluarsa, tidak cacat atau
tidak rusak.
17 Bahan makanan, serta bahan tambahan makanan dan bahan
penolong makanan jajanan siap saji harus disimpan secara √
terpisah
18 Bahan makanan yang cepat rusak atau cepat membusuk
harus disimpan dalam wadah terpisah √

No. Item pemeriksaan Ya Tidak


19 Makanan jajanan yang dijajakan harus dalam keadaaan

terbungkus dan atau tertutup
20 Pembungkus yang digunakan dan atau tutup makanan
jajanan harus dalam keadaan bersih dan tidak mencemari √
makanan
26

21 Pembungkus sebagai mana dimaksud pada nomor 20



dilarang ditiup
22 Makanan jajanan yang diangkut, harus dalam keadaan

tertutup atau terbungkus dan dalam wadah yang bersih
23 Makanana jajanan yang diangkut harus dalam wadah yang
terpisah dengan bahan mentah sehingga terlindung dari √
pencemaran
24 Makanan jajanan yang siap disajikan dan telah lebih dari 6
(enam) jam apabila masih dalam keadaan baik, diolah √
kembali sebelum disajikan
D SARANA PENJAJA
25 Konstruksi saran penjaja mudah dibersihkan: √
Tersedia tempat untuk : √
26 1. Air bersih; √
27 2. Penyimpanan bahan makanan; √
28 3. Penyimpanan makanan jadi atau siap disajikan; √
29 4. Penyimpanan peralatan √
30 5. Tempat cuci (alat, tangan, bahan makanan); √
31 6. Tempat sampah √
32 Pada waktu menjajakan makanan persayaratan sebagai mana
dimaksud pada nomor 26 s/d 31 harus dipenuhi, dan harus √
dilindungi dari debu dan pencemaran.
Total 32 0
Keterangan:
Memenuhi syarat : Jawaban Ya ≥ 80% = 26 - 32
Tidak memenuhi syarat: Jawaban Ya < 80%= 0 – 25
Berdasarkan tabel 9 dapat dilihat bahwa pemeriksaan makanan dan
jajanan yang meliputi (penjamah makanan, peralatan, air, bahan makanan,
bahan tambahan dan penyajian, serta sarana penjaja) didapatkan hasil dengan
total jawaban Ya yaitu 32 (Ya ≥ 80%). Sehingga dapat disimpulkan bahwa
makanan dan jajanan di Pelabuhan Nusantara Kendari memenuhi syarat
kesehatan.

C. Pembahasan
1. Pemeriksaan Inspeksi Sanitasi Gedung dan Bangunan
Pemeriksaan inspeksi sanitasi gedung dan bangunan dilakukan dengan
mengisi lembar penilaian terlampir secara visual menggunakan check list,
melakukan pengukuran lapangan dan pemeriksaan laboratorium. Adapun
kompenen yang dinilai berupa ; lingkungan luar/halaman, ruang bangunan,
27

penyehatan air bersih, penyehatan udara ruang, pengelolaan limbah,


pencahayaan, kebisingan getaran, pengendalian vektor penyakit, instalasi, dan
pemeliharaan jamban dan kamar mandi.[12]
Berdasarkan hasil pemeriksaan inspeksi sanitasi gedung dan bangunan
yang meliputi (lingkungan luar/halaman, ruang bangunan, penyehatan air bersih,
penyehatan udara ruang, pengelolaan limbah, pencahayaan, kebisingan, geteran
di ruangan, pengendalian vektor penyakit, instalasi, dan pemeliharaan jamban
dan kamar mandi) didapatkan hasil dengan total skor 845 (skor antara 700-
1000). Sehingga dapat disimpulkan bahwa sanitasi gedung dan bangunan di
Pelabuhan Nusantara Kendari memenuhi syarat kesehatan. Hal ini menunjukkan
bahwa kondisi gedung dan bangunan serta fasilitas yang mendukung di
Pelabuhan Nusantara Kendari dapat mendukung pengendalian faktor risiko
kemungkinan timbulnya masalah kesehatan.
2. Penyediaan Air Bersih/Minum
Pemeriksaan penyediaan air bersih didapatkan hasil risiko kontaminasi
rendah dimana hal ini menunjukkan bahwa sarana penyediaan air bersih,
kualitas air (fisik, kimia, dan bakteriologi) serta pemakaian di pelabuhan
maupun di kapal dapat menjamin untuk hidup sehat sehingga menurunkan risiko
timbulnya penyakit di Pelabuhan Nusantara Kendari. Hal ini sesuai dengan
KEPMENKES RI No. 431 (2007) bahwa pengawasan penyediaan air bersih
adalah pengawasan terhadap sarana penyediaan air bersih, kualitas air (fisik,
kimia dan bakteriologi) dan tindak lanjutnya di pelabuhan maupun kapal,
sehingga hal ini sangat mendukung adanya pengawasan sanitasi lingkungan
yang dilakukan terhadap lingkungan pelabuhan/bandara/pos lintas batas maupun
alat angkut, sehingga lingkungan pelabuhan maupun alat angkut cocok untuk
hidup sehat.
3. Pemeriksaan Kualitas Air
Perlu ditetapkan persyaratan kesehatan kualitas air minum agar air
minum yang dikonsumsi masyarakat tidak menimbulkan gangguan kesehatan.
Adapun penilaian kualitas air minum tersebut menggunakan beberapa parameter
meliputi parameter yang berhubungan langsung dengan kesehatan (parameter
28

mikrobiologi, kimia an-organik), dan parameter yang tidak langsung


berhubungan dengan kesehatan (parameter fisik dan parameter kimiawi).[13]
Pemeriksaan kualitas air yang dilakukan terdiri dari beberapa parameter
meliputi; parameter kimia an-organik (NO2 dan NO3), dan parameter kimiawi
(pH). Berdasarkan pemeriksaan NO2 didapatkan hasil 0,418 mg/l (N02 <3 mg/l)
baku mutu, hal ini menunjukkan bahwa kadar NO 2 memenuhi syarat untuk
dikonsumsi, sedangkan pemeriksaan N03 didapatkan hasil 0,017 mg/l (N03 <50
mg/l) baku mutu, ini menunjukkan bahwa kadar NO3 juga memenuhi syarat
untuk dikonsumsi. Kemudian berdasarkan pemeriksaan parameter kimiawi (pH)
didapatkan hasil 7,6 hal ini menunjukkan bahwa pH air memenuhi syarat untuk
dikonsumsi karena memenuhi kriteria baku mutu (pH 6,5-8,5).
Berdasarkan hasil pemeriksaan, maka dapat dikatakan bahwa kualitas air
di Pelabuhan Nusantara Kendari memenuhi syarat untuk dikonsumsi dan aman
bagi kesehatan, karena memenuhi persyaratan kualitas air minum yang mana
termuat dalam Permenkes RI No. 492 (2010) menyatakan bahwa air minum
aman bagi kesehatan apabila memenuhi persyaratan fisika, mikrobiologis,
kimiawi, dan radioaktif yang dimuat dalam parameter wajib dan tambahan.
4. Pengawasan Makanan dan Jajanan
Masyarakat perlu dilindungi dari makanan dan minuman yang tidak
memenuhi persyaratan kesehatan agar tidak membahayakan kesehatannya,
meliputi penilaian air, bahan makanan, bahan tambahan dan penyajian,
penjamah makanan, peralatan, serta sarana penjaja.[9]
Pengawasan makanan dan jajanan di Pelabuhan Nusantara Kendari
didapatkan hasil memenuhi syarat kesehatan, yang mana hal ini menunjukkan
bahwa air, bahan makanan, bahan tambahan dan penyajian termasuk penjamah
makanan, peralatan serta sarana penjaja dapat mengendalikan kemungkinan
terjadinya penyakit atau gangguan kesehatan.
BAB IV
PENUTUP

A. Simpulan
1. Inspeksi sanitasi gedung dan bangunan di Pelabuhan Nusantara Kendari
memenuhi syarat kesehatan untuk hidup sehat
2. Penyediaan air bersih/minum di Pelabuhan Nusantara Kendari mempunyai
risiko kontaminasi rendah dan baik untuk hidup sehat
3. Kualitas air di Pelabuhan Nusantara Kendari memenuhi syarat untuk di
konsumsi dan baik untuk hidup sehat
4. Makanan dan jajanan di Pelabuhan Nusantara Kendari memenuhi syarat
sehingga dapat menghindarkan kemungkinan terjadinya penyakit atau gangguan
kesehatan

B. Saran
Dokter Muda Fakultas Kedokteran Halu Oleo yang melaksanakan praktik
belajar lapangan di Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Kendari harus mendata,
mencatat, dan mendokumentasikan seluruh kegiatan yang dilakukan dengan
seksama khususnya mengenai sanitasi pelabuhan di Pelabuhan Nusantara Kendari.

29
DAFTAR PUSTAKA

1. Lasabuda R. Pembangunan Wilayah Pesisir dan Lautan dalam Perspektif Negara


Kepulauan Republik Indonesia. J Ilmiah Platax. Januari 2013; 1(2): 92-94.
2. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 1983 Tentang
Pembinaan Kepelabuhan. Jakarta.
3. Zulfikar FJ. Gambaran Sanitasi Gedung Terminal Penumpang Pelabuhan Soekarno
Hatta Makassar [Skripsi]. Makassar. Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Islam
Negeri Alauddin Makassar; 2012.
4. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor
356/MENKES/PER/IV/2008 Tentang Otganisasi dan Tata Kerja Kantor Kesehatan
Pelabuhan. Jakarta.
5. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor
2348/MENKES/PER/XI/2011 Tentang Perubahan atas Peraturan Menteri
Kesehatan Republik Indonesia Nomor 356/MENKES/PER/IV/2008 Tentang
Otganisasi dan Tata Kerja Kantor Kesehatan Pelabuhan. Jakarta.
6. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2014 Tentang
Penyelenggaraan Pelabuhan dan Bandar Udara Sehat. Jakarta.
7. Ikhtiar M. Pengantar Kesehatan Lingkungan. Makassar. CV. Social Politic Genius
(SIGn). 2017. 10-16.
8. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2017 Tentang
Standar Baku Mutu Kesehatan Lingkungan Dan Persyaratan Kesehatan Air Untuk
Keperluan Higiene Sanitasi, Kolam Renang, Solus Per Aqua, Dan Pemandian
Umum. Jakarta.
9. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor
942/Menkes/Sk/VII/2003 Tentang Pedoman Persyaratan Hygiene Sanitasi Makanan
Jajanan Menteri Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta.
10. Magribi LO, Putra AA, Ardiwansa M. Analisis Kinerja Pelabuhan Laut Nusantara
Kendari “Tinjauan Terhadap Angkutan General Cargo”. J Stabilita. Juni 2018;
6(2):31.
11. Hendrik. Analisis Kebutuhan Terminal Penumpang Pelabuhan Nusantara Kendari
[Skripsi]. Makassar. Departemen Teknik Perkapalan Fakultas Teknik Universitas
Hasanuddin Makassar; 2017.
12. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor
431/MENKES/SK/IV/2007 Tentang Pedoman Teknis Pegendalian Risiko
Kesehatan Lingkungan di Pelabuhan/Bandara/Pos Lintas Batas dalam Rangka

30
31

Karantina Kesehatan. Jakarta.


13. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor
492/MENKES/PER/IV/2010 Tentang Persyaratan Kualitas Air Minum. Jakarta.
32

LAMPIRAN
33