Anda di halaman 1dari 2

UNIVERSITAS AIRLANGGA

FAKULTAS KEDOKTERAN
Kampus A Jalan Mayjen Prof.Dr.Moestopo 47 Surabaya 60131 Telepon (031) 5030252-3 Faks. 5022472
Website : http://www.fk.unair.ac.id e-Mail : dekan@fk.unair.ac.id

LAPORAN KEMAJUAN PELAKSANAAN


( MONITORING DAN EVALUASI )

A. DATA PENELITIAN
Judul Penelitian : Ekspresi TNF-α Terhadap Hasil Pemaparan Ekstrak
Sambiloto pada Perlemakan Hepatosit Tikus Wistar

Ketua Peneliti : Tania AS Hariadi, dra, MS


Anggota : FX Himawan Haryanto Jong,dr

Fakultas : Kedokteran
Departemen : Anatomi dan Histologi
S.K Dekan : 112/UN3.1.1/KD/2016
Kontrak :
Nomor : 130/UN3.1.1/KD/2016
Tanggal ; 31 Mret 2016

Waktu Pelaksanaan : 31 Maret – 30 Oktobr 2016

B. TUJUAN PENELITIAN
Menjelaskan ekspresi TNF-α terhadap hasil pemaparan ekstrak sambiloto pada
perlemakan hepatosit tikus Wistar yang diberi diet tinggi lemak

C. PROSES PENELITIAN
1. Ekstrak Sambiloto
Ekstrak Sambiloto yang digunakan berasal dari daun tanaman Sambiloto
(Andrographis paniculata) yang dikumpulkan dan dideterminasi di Dinas
Kesehatan Propensi Jawa Timur, UPT Materia Medica Batu, Jawa Timur.
Preparasi ekstrak etanol daun Sambiloto dilakukan di FST Unair, freeze dryer
ekstraksi etanol di ITD Unair

2. Penelitian dilakukan di Laboratorium Hewan Coba Farmakologi FK Unair


Hewan Penelitian, adalah tikus jantan Wistar yang didapat dari Laboratorium
tersebut di atas, berusia 2-3 bulan, berat 150-200 mg sejumlah 40 ekor kemudian
diadaptasikan selama 2 minggu. Pada awal dilakukan penelitian, tikus di
kelompokkan secara random menjadi 2 kelompok, yaitu: 8 ekor diberi makanan
standart atau Kontrol Negatif (K-) dengan 0,5% NaCMC/kg BB dan 32 ekor
lainnya diberi makanan diet tinggi lemak, dimana makanan dan minuman tikus
diberikan secara et libitum
3. Ransum pellet pakan untuk tikus kelompok standart dan diet tinggi lemak dibuat
oleh Laboratorium Pakan Ternak FKH Unair

4. Pemberian pellet pakan pada ke 2 kelompok tersebut selama 9 minggu.

5. Berat badan ke 2 kelompok ditimbang dengan penimbang hewan coba dan


kolesterol diukur menggunakan alat ukur autocheck

6. Tikus kelompok diet tinggi lemak secara random dibagi menjadi 4 kelompok,
masing-masing 8 ekor menjadi kelompok Kontrol Positif (K+) dengan 0,5% Na
CMC/kg BB, Perlakuan I (PI) dengan konsentrasi ekstrak sambiloto 100 mg /kg
BB, Perlakuan II (PII) 200 mg /kg BB dan Perlakuan III (PIII) 400 mg /kg BB

7. Perlakuan diberikan selama 2 minggu, setiap 2 hari sekali

8. Sebelum dikorbankan tikus ditimbang untuk dapat melihat perubahan BB tikus

9. Pengambilan darah intracardiium sebanyak 3 cc untuk diperiksa kolesterol akhir di


Laboratorium medika PACAR

D. HASIL PENELITIAN
Masih dalam proses pembuatan blok paraffin

E. HAMBATAN YANG DIHADAPI


1. Hewan coba untuk penelitian tidak siap pakai, dibutuhkan waktu untuk
mendapatkannya.
2. Belum mendapatkan standart fungsi hepar
3. Hiperlipidemia alami pada tikus membutuhkan waktu yang lama
4. Proses pembuatan ekstrak Sambiloto cukup lama dan tidak satu tempat pelayanan

F. PERKIRAAN PENYELESAIAN
Diharapkan akhir Agustus 2016 data yang dibutuhkan sudah didapatkan untuk
menyusun laporan

Mengetahui,
Ketua UPPM FK UNAIR Ketua Peneliti,

Dr. Arifa Mustika,dr.,M.Si Tania AS Hariadi, dra, MS


NIP 19700915 199802 2 001 NIP 19631006 199303 2 001