Anda di halaman 1dari 6

FORUM KOMUNIKASI

MAHASISWA POLTEKKES KEMENKES SE-INDONESIA


AKSI PERGERAKAN NASIONAL
Sekretariat: Jalan Kurnia Makmur No. 64 , Kalimantan Timur
Telepon : Rahmat Dony ( 0895636427421)
Email : rahmatdoony@gmail.com
Email APN : apnforkompi123@gmail.com

Kajian Permenkes Nomor 3 Tahun 2020

Menteri Kesehatan (Menkes), Terawan Agus Putranto, pada 14 Januari 2020 mengeluarkan
Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes/PMK) nomor 3 tahun 2020 tentang Klasifikasi dan
Perizinan Rumah Sakit. Lahirnya Peraturan Menteri Kesehatan ini telah diundangkan pada tanggal
16 Januari 2020 yang artinya dengan aturan ini maka Permenkes No 30 Tahun 2019 tentang
Klasifikasi dan Perizinan Rumah Sakit dinyatakan telah dicabut dan tidak berlaku. Namun
dibalik Permenkes ini beberapa instalasi dan profesi mengalami perubahan pengelompokkan dan
uraian tugas yang dinilai merugikan. Misalnya Instalasi Gizi, dalam PMK Nomor 3 Tahun 2020
ini tanggung jawab klinisnya tidak diuraikan lagi sehingga seolah – olah Instalasi Gizi hanya
sebagai produsen makanan. Demikian juga dengan profesi farmasi, rehabilitasi medis dan
sebagainya yang tidak lagi tergolong pada kelompok penunjang medis melainkan sebagai
kelompok non medis.

Hal yang terjadi ini dianggap sebuah kemunduran dalam proses penghidupan pelayanan
Gizi dan Kefarmasian difasilitas kesehatan khususnya rumah sakit. Pelayanan Gizi dan
kefarmasian sebagai salah satu pelayanan yang paling dibutuhkan oleh masyarakat kini
diklasifikasikan kedalam kelompok kerja yang sesungguhnya telah menyimpang dari cita cita
luhur keprofesian. Peran kedua profesi ini dirumah sakit sangatlah vital dalam rangka menjamin
proses pemulihan, perawatan, dan kesembuhan pasien dirumah sakit. Kedua profesi ini hadir demi
tercapainya tujuan tersebut. Alih-alih menganggap pelayanan Gizi dan kefarmasian itu penting,
pemerintah malah mengeyampingkannya dengan membuat peraturan yang sangat merugikan
kedua profesi ini.
FORUM KOMUNIKASI
MAHASISWA POLTEKKES KEMENKES SE-INDONESIA
AKSI PERGERAKAN NASIONAL
Sekretariat: Jalan Kurnia Makmur No. 64 , Kalimantan Timur
Telepon : Rahmat Dony ( 0895636427421)
Email : rahmatdoony@gmail.com
Email APN : apnforkompi123@gmail.com

 Pada Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 30 Tahun 2019 tentang Klasifikasi dan
Perizinan Rumah Sakit.

Pasal 7 ayat 2

Pelayanan kesehatan yang diberikan oleh Rumah Sakit umum sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) paling sedikit terdiri atas:

a. pelayanan medik;

b. pelayanan keperawatan dan kebidanan;

c. pelayanan penunjang medik; dan

d. pelayanan penunjang nonmedik.

Pasal 10 ayat 4

(4) Pelayanan penunjang medik lain sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c
meliputi pelayanan sterilisasi yang tersentral, pelayanan darah, gizi, rekam medik, dan
farmasi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

 Pada Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 3 Tahun 2020 tentang Klasifikasi dan
Perizinan Rumah Sakit.
Pasal 7 ayat 2
‘(2) Pelayanan kesehatan yang diberikan oleh Rumah Sakit umum sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) paling sedikit terdiri atas :
a. Pelayanan medik dan penunjang medik;
b. Pelayanan keperawatan dan kebidanan;
c. Pelayanan nonmedik
FORUM KOMUNIKASI
MAHASISWA POLTEKKES KEMENKES SE-INDONESIA
AKSI PERGERAKAN NASIONAL
Sekretariat: Jalan Kurnia Makmur No. 64 , Kalimantan Timur
Telepon : Rahmat Dony ( 0895636427421)
Email : rahmatdoony@gmail.com
Email APN : apnforkompi123@gmail.com

Pasal 10

‘Pelayanan non-medik sebagai mana dimaksud dalam Pasal 7 Ayat (2) Huruf C ; Pelayanan
Farmasi, Pelayanan Binatu/Tukang Cuci, Pengolahan Makan/Gizi, Pemeliharaan sarana
prasarana dan alat kesehatan, informasi dan komunikasi, pemulasaran jenasah, dan
pelayanan non-medik lainnya’

Dari kedua Permenkes tersebut dapat disimpulkan bahwa Pelayanan Penunjang Medik, telah
dihilangkan serta Pelayanan Gizi dan Farmasi dimasukkan dalam Kelompok Pelayanan Non
Medik. Diperjelas dengan lampiran matrik tabel dalam Permenkes tersebut bahwa Pelayanan Gizi
dan Farmasi termasuk pada kategori layanan non medik sama halnya dengan layanan laundry.

A. Pelayanan Gizi
Jika kita lihat matrik tabel pada halaman (37) bahwa jenis pelayanan spesialis Gizi klinis
bertanda (+/-) pada setiap kelas Rumah Sakit A, B, C, D. yang artinya pelayanan spesialis tersebut
bisa tersedia dan bisa tidak tersedia juga. Pada tabel matrik halaman (38) jenis pelayanan nonmedik
Pengolahan makanan/gizi bertanda (+) pada setiap kelasnya. Ini mengartikan bahwa seolah – olah
Instalasi Gizi hanya sebagai produsen makanan. Padahal jika mengacu pada Permenkes Nomor 78
Tahun 2013 tentang Pelayanan Gizi Rumah Sakit bahwasanya Tenaga Gizi yaitu Nutrisionis dan
Dietisien memiliki kewajiban melakukan pelayanan gizi rumah sakit yang meliputi: a. Pelayanan
gizi rawat jalan b. Pelayanan gizi rawat inap c. Penyelenggaraan makanan d. Penelitian dan
pengembangan gizi. Sehingga dari Permenkes 2020 ini dinilai telah mencederai tenaga gizi sebagai
Profesional Pemberi Asuhan jika terklasifikasi didalam pelayanan nonmedik
FORUM KOMUNIKASI
MAHASISWA POLTEKKES KEMENKES SE-INDONESIA
AKSI PERGERAKAN NASIONAL
Sekretariat: Jalan Kurnia Makmur No. 64 , Kalimantan Timur
Telepon : Rahmat Dony ( 0895636427421)
Email : rahmatdoony@gmail.com
Email APN : apnforkompi123@gmail.com

B. Pelayanan Farmasi

Jika kita lihat pada PMK 72 tahun 2016 Pasal 3 (1) Standar Pelayanan Kefarmasian di
Rumah Sakit disebutkan meliputi standar:
1. Pengelolaan Sediaan Farmasi, Alat Kesehatan, dan Bahan Medis Habis Pakai; dan

2. Pelayanan farmasi klinik, meliputi


pengkajian dan pelayanan Resep; penelusuran riwayat penggunaan Obat; rekonsiliasi Obat;
Pelayanan Informasi Obat (PIO); konseling; visite; Pemantauan Terapi Obat (PTO);
Monitoring Efek Samping Obat (MESO); Evaluasi Penggunaan Obat (EPO); dispensing
sediaan steril; dan Pemantauan Kadar Obat dalam Darah (PKOD);

Lalu jika dibandingkan dengan PMK no 3 tahun 2020 dimana pada Pasal 25 berbunyi :
“Kefarmasian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 ayat (2) merupakan pelayanan kefarmasian
yang menjamin ketersediaan sediaan farmasi, alat kesehatan, dan bahan medis habis pakai yang
aman, bermutu, bermanfaat, dan terjangkau.

Maka dengan dasar PMK no 3, kegiatan pelayanan Farmasi klinis pada ayat 1 PMK 72 tahun
2016, bukan merupakan standar pelayanan Farmasi di RS. Pelayanan Farmasi menjadi pelayanan
non Medis, artinya kegiatan pada PMK 72 tahun 2016 boleh bila tidak dilaksanakan karena
termasuk dalam Pelayanan Medis.
FORUM KOMUNIKASI
MAHASISWA POLTEKKES KEMENKES SE-INDONESIA
AKSI PERGERAKAN NASIONAL
Sekretariat: Jalan Kurnia Makmur No. 64 , Kalimantan Timur
Telepon : Rahmat Dony ( 0895636427421)
Email : rahmatdoony@gmail.com
Email APN : apnforkompi123@gmail.com

Pernyataan Sikap

1. Menolak dengan tegas PERMENKES RI No. 3 Tahun 2020 tentang Klasifikasi dan
Perizinan Rumah Sakit.
2. Menuntut Menteri Kesehatan Republik Indonesia untuk mencabut PERMENKES
tersebut dan segera merevisi pasal bermasalah yang merugikan profesi Gizi dan
Kefarmasian.
3. Menghimbau kepada seluruh Mahasiswa Poltekkes Kemenkes Se-Nusantara untuk
melakukan seruan aksi media Sosial dengan hastag #TolakPMKno3Tahun2020

#TOLAK PMK NOMOR 3 TAHUN 2020


FORUM KOMUNIKASI
MAHASISWA POLTEKKES KEMENKES SE-INDONESIA
AKSI PERGERAKAN NASIONAL
Sekretariat: Jalan Kurnia Makmur No. 64 , Kalimantan Timur
Telepon : Rahmat Dony ( 0895636427421)
Email : rahmatdoony@gmail.com
Email APN : apnforkompi123@gmail.com

DAFTAR PUSTAKA

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia .2020. Peraturan menteri kesehatan Republik


Indonesia Nomor 3 Tahun 2020 tentang Klasifikasi dan Perizinan Rumah Sakit

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia .2019. Peraturan menteri kesehatan Republik


Indonesia Nomor 30 Tahun 2019 tentang Klasifikasi dan Perizinan Rumah Sakit

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia .2016. Peraturan menteri kesehatan Republik


Indonesia Nomor 72 Tahun 2016 tentang Standar Pelayabab Kefarmasian Di Rumah Sakit

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia .2013. Peraturan menteri kesehatan Republik


Indonesia Nomor 78 Tahun 2013 tentang Pedoman Pelayanan Gizi Rumah Sakit

Universitas Gajah Mada (UGM).2020. Pelayanan farmasi pada permenkes pmk no 3 tahun 2020.
https://farmasi.ugm.ac.id/id/pelayanan-farmasi-pada-permenkes-pmk-no-3-tahun-2020/.
Diakses 11 Februari 2020