Anda di halaman 1dari 8

DRAFT PETUNJUK PELAKSANAAN

SIMBOL ORGANISASI, ATRIBUT DAN PAKAIAN SERAGAM


RESIMEN MAHASISWA

BAB I
KETENTUAN UMUM
Pasal 1

Dalam melaksanakan kegiatan dinas Resimen Mahasiswa, yaitu melaksanakan tugas pokok
dan fungsinya, anggota Resimen Mahasiswa menggunakan simbol organisasi, atribut dan pakaian
seragam Resimen Mahasiswa selanjutnya disebut Gam Menwa yang masing-masing bentuk dan
penggunaannya memiliki ketentuan sendiri.

BAB II
MAKSUD DAN TUJUAN
Pasal 2
Maksud

Petunjuk pelaksanaan ini dimaksudkan sebagai pedoman dalam mengetahui simbol


organisasi, jenis atribut, pakaian seragam dan penggunaannya oleh anggota Resimen Mahasiswa
dalam keseharian menjalankan aktifitas organisasi.

Pasal 3
Tujuan

Petunjuk Pelaksanaan ini bertujuan memberikan penjelasan tentang berbagai jenis simbol
organisasi, berbagai bentuk atribut organisasi, serta standar pakaian seragam organisasi agar dapat
dipergunakan sebagaimana mestinya.

BAB III
SIMBOL ORGANISASI
Pasal 4
Pengertian

(1) Pengertian Simbol Organisasi adalah segala hal menyangkut benda atau barang yang digunakan
sebagai identitas jati diri dan eksistensi organisasi.

(2) Jenis simbol organisasi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) pasal ini, antara lain, sbb;
1. Pataka/Dhuaja/Tunggul
2. Bendera
3. Papan Nama Organisasi
4. Atribut lainnya yang menggunakan Lambang organisasi

1
BAB IV
NAMA DAN BENTUK SIMBOL ORGANISASI
Pasal 5
Pataka, Dhuaja, Tunggul dan Bendera

(1) PATAKA adalah semacam bendera ukuran besar yang merupakan panji kebesaran organisasi dan
terbuat dari bahan yang kuat/mengkilat berwarna dasar ungu dan berlapis serta dengan jahitan
bordir lambang organisasi RESIMEN MAHASISWA INDONESIA ditengahnya yang terlihat tiga
dimensi (bolak-balik) dan uraian benang tebal disetiap sisinya (rumbai) ukuran 120 x 160 cm.

(2) DHUAJA adalah semacam bendera ukuran besar yang merupakan panji kebesaran organisasi dan
terbuat dari bahan yang kuat/mengkilat berwarna dasar hijau dan berlapis serta dengan jahitan
bordir lambang organisasi RESIMEN MAHASISWA INDONESIA WILAYAH DAN SUB WILAYAH
(Tingkat Provinsi dan kabupaten kota) ditengahnya yang terlihat tiga dimensi (bolak-balik) dan
uraian benang tebal disetiap sisinya (rumbai) ukuran 120 x 160 cm.

(3) TUNGGUL adalah semacam bendera ukuran besar yang merupakan panji kebesaran organisasi
dan terbuat dari bahan yang kuat/mengkilat berwarna dasar putih dan berlapis serta dengan
jahitan bordir lambang organisasi RESIMEN MAHASISWA INDONESIA TINGKAT SATUAN
ditengahnya yang terlihat tiga dimensi (bolak-balik) dan uraian benang tebal disetiap sisinya
(rumbai) ukuran 100 x 140 cm.

(4) BENDERA adalah sebuah kain berukuran standar (90 x 120 cm atau 60 x 90 cm) berbahan dasar
warna ungu dengan lambang organisasi ditengahnya.

Pasal 6
Posisi dan Penggunaan

(1) Pataka, Dhuaja dan Tunggul


a. Pataka/Dhuaja/Tunggul, digunakan untuk perlambang setiap acara seremonial dalam
ruangan (indoor), dibagian terdepan ruang acara.
b. Digunakan pula sebagai upacara pengukugan/pelantikan dan acara resmi lainnya di luar
ruangan (Outdoor) dengan diiringi satu pasukan pembawa panji.
c. Jika tidak sedang digunakan sehari-hari berada dan ditempatkan diruang kerja
Komandan/Kepala Staf bersama-sama dengan Bendera Merah Putih.
d. Pataka harus dalam keadaan bersih dan dihindari untuk terlalu sering berpindah tempat dan
penggunaannya harus seizin Komandan.

(2) Bendera
a. Digunakan secara resmi setiap upacara atau acara kebesaran organisasi, seperti pelantikan,
penganugerahan, seminar, rapat komando, dan rapat kerja, di arena luar ruangan (outdoor)
sekitar lokasi acara maupun ditepi jalan dalam jumlah yang banyak.
b. Setiap pengibaran bendera di ruang publik harus melalui mekanisme yang berlaku secara
umum dan mendapatkan izin dari aparat terkait.
c. Tidak boleh dikibarkan disepanjang acara atau kegiatan yang bukan merupakan aktifitas
organisasi tanpa seizin Komandan.

2
Pasal 7
Papan Nama Organisasi

(1) Papan nama organisasi adalah sebuah papan khusus berukuran standar (150x100cm) berbahan
dasar triplex berlapis/mika/fiberglass sebagai wadah tulisan nama organisasi beserta alamat
untuk menandakan lokasi Markas Komando Resimen Mahasiswa.

(2) Penggunaan papan nama organisasi sebagai berikut;

a. Diletakkan atau diposisikan secara permanent ditempat yang mudah terlihat oleh masyarakat
umum didepan markas komando atau dinding depan pintu masuk markas komando.
b. Berfungsi sebagai tanda pengenal markas komando Resimen Mahasiswa.

BAB V
ATRIBUT
Pasal 8

Atribut organisasi Resimen Mahasiswa adalah segala bentuk pakaian dan perlengkapan
lainnya yang menggunakan lambang organisasi bersifat simbolis, baik secara formal dan informal
yang digunakan secara personal maupun keorganisasian dalam berbagai bentuk dan acara kegiatan.

BAB VI
S IFAT ATRIBUT
Pasal 9
Formal

(1) Sifat atribut Resimen Mahasiswa dikatakan formal, menyangkut segala bentuk pakaian dan
perlengkapan yang menggunakan lambang organisasi dan yang wajib dipergunakan dalam
kegiatan bersifat resmi sesuai dengan format seremonial.

(2) Atribut Resimen Mahasiswa bersifat formal sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) pasal ini,
terdiri atas;
1. Pakaian Seragam Organisasi,
2. Penutup Kepala yang dinamakan Baret berwarna Ungu,
3. Pataka/Dhuaja/Tunggul dan Bendera,
4. Tanda Jabatan, Brevet dan Wing Kualifikasi,
5. Papan Nama Organisasi,
6. Kartu Tanda Anggota (KTA).

Pasal 10
Informal

(1) Sifat atribut Resimen Mahasiswa dikatakan informal, jika menyangkut segala bentuk pakaian
dan perlengkapan yang menggunakan lambang organisasi dan dipergunakan tidak dalam
kegiatan bersifat resmi, atau tidak wajib digunakan dalam kegiatan berformat seremonial.

(2) Atribut Resimen Mahasiswa informal sebagaimana dimaksud ayat (1) pasal ini, terdiri atas;
1. Kaos berlambang Menwa,
2. Kemeja berlambang Menwa,
3. Sticker berlambang Menwa,
4. Slayer berlambang Menwa,
3
5. Topi berlambang Menwa,
6. Jacket berlambang Menwa,
7. Hal lainnya yang digunakan anggota dimana terdapat lambang organisasi Menwa.

BAB VII
JENIS SERAGAM DAN ATRIBUT LAINNYA
Pasal 11
Pakaian Dinas

Jenis Seragam Resimen Mahasiswa merupakan pakaian kedinasan organisasi berupa;


a. Pakaian Dinas Harian (PDH),
b. Pakaian Dinas Lapangan (PDL),
c. Penutup Kepala (Baret) berwarna Ungu.

Pasal 12
Atribut Simbol Organisasi

(1) Atribut yang merupakan Simbol Organisasi pelengkap yang digunakan dalam berbagai acara
seremonial berupa;
a. Tunggul KOSAT (lambang Menwa Satuan),
b. Dhuaja KOMENWA (lambang Menwa Wilayah dan Sub Menwa)
c. Pataka KONAS MENWA (lambang Menwa).

(2) Atribut simbol organisasi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) pasal ini disimpan atau berada
didalam ruang kantor pimpinan Resimen Mahasiswa.

Pasal 13
Atribut Tanda Kualifikasi

(1) Atribut yang menjadi Penanda (bukti) kualifikasi personel, berupa;


a. Tanda kualifikasi bersifat keahlian dan kemampuan personel, seperti; Brevet, dan Wing,
b. Tanda Jkualifikasi bersifat struktural organisasi berupa; Tanda Jabatan dan Tongkat
Komando

(2) Jenis, bentuk dan fungsi Brevet, Wing, Tanda Jabatan serta Tongkat Komando dijabarkan dalam
aturan penjelasan dari Petunjuk Pelaksanaan ini.

BAB VII
PAKAIAN DINAS HARIAN
Pasal 14
Spesifikasi PDH

Pakaian Dinas Harian (PDH) merupakan paduan Kemeja berlengan pendek dengan lidah bahu
dan saku ganda dengan celana panjang/rok berwarna Khaki (krim terang) berbahan famatex dengan
code No.09. Digunakan oleh anggota pria dan wanita dengan ketentuan sebagai berikut;

4
Pasal 15
PDH Anggota Pria

Adapun uraian Pakaian Dinas Harian untuk Pria :


a. Tutup Kepala (Baret)
b. Tutup Badan (kemeja lengan pendek saku ganda)
c. Tutup Kaki (celana panjang)
d. Tanda-tanda pengenal (Brevet, Wing, Tanda Jabatan dan Papan Nama dengan penjepit)
e. Tali Pinggang dengan kepala berlambang Menwa warna hitam
f. Sepatu Pantofel Hitam
g. Kaos dalam warna putih

Pasal 16
PDH Anggota Wanita

Adapun uraian Pakaian Dinas Harian untuk Wanita :


a. Tutup Kepala (Baret/Jilbab)
b. Tutup Badan (kemeja, lengan pendek atau lengan panjang jika dengan jilbab)
c. Tutup Kaki (rok atau celana panjang longgar jika dengan jilbab)
d. Tanda-tanda pengenal (Brevet, Wing, Tanda Jabatan dan Papan Nama dengan penjepit))
e. Tali Pinggang dengan kepala berlambang Menwa warna hitam
f. Sepatu Pantofel Hitam
g. Kaos dalam warna putih

Pasal 17
PDH Khusus Provoost/Polmen

Adapun uraian Pakaian Dinas Harian untuk Pria :


a. Tutup Kepala (Baret)
b. Tutup Badan (kemeja lengan pendek saku ganda)
c. Tutup Kaki (celana panjang)
d. Tanda-tanda pengenal (Brevet, Wing, Tanda Jabatan dan Papan Nama dengan penjepit)
e. Tali Pinggang dengan kepala berlambang Menwa warna putih
f. Tali Kur Putih dilengan kanan
g. Ban lengan Provoost/Polmen di lengan kiri
h. Sepatu Pantofel Hitam
i. Kaos dalam warna putih
j. Untuk Provost/Polmen wanita yang berjilbab menggunakan jilbab putih.

BAB VI
PAKAIAN DINAS LAPANGAN
Pasal 18
Spesifikasi PDL

Pakaian Dinas Lapangan (PDL) merupakan paduan Kemeja berlengan panjang bersaku ganda
dengan celana panjang bentuk cargo (6 saku) berwarna Hijau Gelap berbahan Drill. Digunakan oleh
anggota pria dan wanita dengan ketentuan sebagai berikut;

Pasal 19
PDL Anggota Pria dan Wanita

Bentuk pakaian terdiri atas :


a. Tutup Kepala (Baret dan atau Topi Pet dalam kegiatan diklat)

5
b. Tutup Badan (Kemeja berlengan panjang saku ganda)
c. Tutup Kaki (Celana Panjang Cargo)
d. Tanda-tanda pengenal (Brevet, Wing, Tanda Jabatan dan Papan nama yang dijahit)
e. Sarung Tangan warna hijau dengan tutup leher warna ungu (untuk upacara kebesaran)
f. Kopel Rim (Ikat ban pinggang) berwarna hitam
g. Untuk wanita yang berjilbab menggunakan Jilbab warna hitam
h. Sepatu Lars/PDL hitam

Pasal 20
PDL Khusus Provoost/Polmen

Bentuk pakaian terdiri atas :


a. Tutup Kepala (Baret dan atau Topi Pet dalam kegiatan diklat)
b. Tutup Badan (Kemeja berlengan panjang saku ganda)
c. Tutup Kaki (Celana Panjang Cargo)
d. Tanda-tanda pengenal (Brevet, Wing, Tanda Jabatan dan Papan nama yang dijahit)
e. Sarung Tangan warna putih dengan tutup leher warna putih (untuk upacara kebesaran)
f. Helm Provoost/Polmen warna Putih
g. Kopel Rim (Ikat ban pinggang) berwarna putih
h. Draghrim/Sabuk Selempang berwarna putih
i. Tali Kur Putih lengan kanan
j. Ban Lengan Provoost/Polmen di lengan kiri
k. Untuk Provost/Polmen wanita yang berjilbab menggunakan Jilbab warna putih
l. Sepatu Lars/PDL hitam bervariasi putih (Sepatu kelinci).

BAB VII
TANDA PENGENAL, BADGE DAN EMBLEM
Pasal 21

(1) Tanda pengenal dan badge organisasi Resimen Mahasiswa adalah penanda yang melekat dalam
bentuk jahitan border yang dijahit sebagai pelengkap dari pakaian seragam organisasi baik PDH
dan PDL, baik berupa lambang organisasi, tanda pengenal, dan sebagainya.

(2) Jenis dan ragam bentuknya adalah sebagai berikut;


1. Tanda Lokasi Resimen Mahasiswa (KONAS, KOMENWA, KOSUB dan KOSAT)
2. Badge Lambang Resimen Mahasiswa
3. Tanda-tanda Jabatan (Pimpinan dan Staf)
4. Tanda Kualifikasi
5. Tanda-tanda Pengenal Resimen Mahasiswa Lainnya
6. Tanda Senioritas / Penghargaan lainnya.

(3) Emblem adalah lambang Resimen Mahasiswa yang disematkan pada tutup kepala (baret) dan
terbuat dari logam berwarna keemasan.

(4) Bentuk dan model tanda pengenal, badge dan emblem diatur dalam penjelasan petunjuk
pelaksanaan ini.

BAB IX
PAPAN NAMA DAN TANDA PENGHARGAAN
Pasal 22
Papan Nama Personil

(1) Papan nama personil disematkan diatas saku sebelah kiri dari PDH dan PDL.

6
(2) Ukuran dan bentuknya diatur dalam penjelasan pertunjuk pelaksanaan ini.

Pasal 23
Tanda Penghargaan

(1) Tanda Penghargaan Khusus


a. Merupakan bagian dari kelengkapan atribut yang disematkan dalam PDH dan PDL sebagai
wujud otentik dari kualifikasi senioritas atau jasa-jasa anggota dalam pengembangan
organisasi.
b. Tanda Penghargaan bisa berupa tanda senioritas (lama pengabdian) maupun tanda jasa,
seperti Satyalencana, yang diberikan kepada mereka yang dianggap berjasa dalam
membantu mengembangkan dan memajukan organisasi Resimen Mahasiswa Indonesia.
c. Bentuk dan model dari tanda penghargaan diatur dalam penjelasan petunjuk pelaksanaan
ini.

(2) Tanda Penghargaan Umum


a. Merupakan bagian dari kelengkapan atribut yang diberikan organisasi sebagai wujud otentik
terhadap berbagai bentuk kegiatan yang diselenggarakan.
b. Tanda penghargaan umum bisa berupa sertifikat, vandel/plakat dan piala yang diberikan
lepada mereka yang dianggap telah membantu suksesnya kegiatan yang diselenggarakan
organisasi.
c. Bentuk dan model dari tanda penghargaan diatur dalam penjelasan petunjuk pelaksanaan
ini.

BAB IX
PENUTUP
Pasal 24

Demikianlah uraian Peraturan Pelaksanaan Simbol Organisasi, Atribut dan Pakaian Seragam
Resimen Mahasiswa ini dibuat sebagai aturan dasar dan standar dalam menjalankan roda aktifitas
keorganisasian Resimen Mahasiswa Indonesia.

Dikeluarkan di : Jakarta
Pukul : __________WIB
Pada tanggal : ___________2010

PIMPINAN SIDANG KOMISI D


RAKOMNAS II SIMBOL
ORGANISASI, ATRIBUT DAN
GAM RESIMEN MAHASISWA
INDONESIA TAHUN 2010

Ketua Sekretaris

_________________________ ________________________
NBP. NBP.

7
8