Anda di halaman 1dari 6

1.

Togaf Parts
Menurut TOGAF, ada empat tipe arsitektur secara umum diterima sebagai bagian dari
keseluruhan enterprise architecture, yaitu:
 Arsitektur bisnis (proses bisnis) – menggambarkan struktur organisasi, proses
bisnis, aktifitas bisnis dan hubungan para aktor yang terlibat dalam proses bisnis.
 Arsitektur data – menggambarkan struktur aset data organisasi secara logik dan
fisik serta sumberdaya manajemen data.
 Arsitektur aplikasi – suatu bentuk arsitektur yang menyediakan cetak biru sistem
aplikasi individual untuk didistribusikan, interaksi dan hubungannya dengan
proses bisnis utama organisasi.
 Arsitektur teknologi – menggambarkan kapabilitas perangkat keras dan perangkat
lunak secara logik yang dibutuhkan untuk mendukung penyebaran bisnis, data,
dan layanan aplikasi. Hal ini termasuk infrastruktur TI, jaringan, komunikasi,
proses, standar, dan sebagainya.

2. Togaf Phase
a. Preliminary Phase : Framework and Principles
Fase ini adalah tentang menetapkan bagaimana melakukan arsitektur terkait
dengan enterprise. Ada dua aspek utama yaitu menetapkan framework yang
digunakan dan menetapkan prinsip arsitektur yang akan mengoperasikan
pekerjaan arsitektur. Pendekatan enterprise untuk menggunakan kembali aset-aset
arsitektur adalah bagian kunci dari definisi framework dan prinsip arsitektur. Pada
umumnya prinsip akan menyatakan kebijakan penggunaan kembali;
dan framework akan menjelaskan bagaimana penggunaan kembali itu efektif.
Fase ini menetapkan prinsip arsitektur yang akan membentuk bagian pembatas
pada pekerjaan arsitektur yang dilakukan.

Input pada fase ini adalah :


 TOGAF ADM;
 Framework arsitektur yang lain, jika diperlukan;
 Strategi bisnis, prinsip bisnis, tujuan bisnis, dan driver bisnis, jika sudah
ada;
 Strategi tata kelola TI, jika sudah ada;
 Prinsip arsitektur, jika sudah ada;
 Prinsip yang dipakai, datang dari arsitektur yang lain.

Output pada fase ini adalah:


 Definisi framework
 Prinsip arsitektur
 Uraian baru, atau referensi kepada prinsip bisnis, tujuan bisnis,
dan driver bisnis.

b. Phase A : Architecture Vision (Envisioning the future state)


Aktifitas dalam fase A berhubungan dengan verifikasi dan pemahaman strategi
dan tujuan bisnis yang didokumentasikan, menetapkan lingkup arsitektur,
bagaimana membuat visi dan memperoleh persetujuan. Visi arsitektur meliputi
deskripsi tingkat tinggi lingkungan saat ini dan target dari perspektif bisnis dan
teknik.
Input pada fase ini adalah :
 Permintaan untuk pekerjaan arsitektur;
 Startegi bisnis; tujuan bisnis, dan driver bisnis;
 Prinsip arsitektur, termasuk prinsip bisnis, jika sebelumnya sudah ada;
 Enterprise continuum, dokumentasi arsitektur saat ini
(deskripsi framework, arsitektur, baseline, dan sebagainya).

Output pada fase ini adalah :


 Pernyataan pekerjaan arsitektur yang disetujui, termasuk :
o Lingkup dan batasan
o Rencana untuk pekerjaan arsitektur
 Pernyataan tujuan bisnis dan driver strategi yang diperbaiki\
 Prinsip arsitektur, termasuk prinsip bisnis
 Visi arsitektur, termasuk:
o Arsitektur bisnis baseline versi 0.1
o Arsitektur teknologi baseline versi 0.1
o Arsitektur data baseline versi 0.1
o Arsitektur aplikasi baseline versi 0.1
o Arsitektur bisnis target versi 0.1
o Arsitektur teknologi target versi 0.1
o Arsitektur data target versi 0.1
o Arsitektur aplikasi target versi 0.1

c. Phase B : Business Architecture


Pengetahuan tentang arsitektur bisnis adalah prasyarat untuk pekerjaan arsitektur
dalam domain lainnya yaitu data, aplikasi, dan teknologi. Fase ini membuat
arsitektur bisnis yang meliputi proses bisnis, layanan, fungsi, organisasi dan
strategi.

Input :
 Output pada fase A
 Permintaan untuk pekerjaan arsitektur
 Enterprise continuum

Output :
 Pernyataan pekerjaan arsitektur, diperbaharui jika perlu
 Prinsip bisnis yang divalidasi, tujuan bisnis, dan driver startegi
 Arsitektur bisnis target versi 1.0 (dirinci), termasuk :
o Struktur organisasi – identifikasi lokasi bisnis dan menghubungkannya
dengan unit organisasi
o Tujuan dan sasaran bisnis
o Fungsi bisnis
o Layanan bisnis
o Proses bisnis
o Peran bisnis
o Model data bisnis
o Hubungan organisasi dan fungsi
 Arsitektur bisnis baseline versi 1.0 (dirinci), jika sesuai
 Pandangan yang bersesuaian dengan sudut pandangan perhatian
stakeholder kunci
 Hasil analisis gap
 Kebutuhan teknis – mengidentifikasi, menggolongkan, dan
memprioritaskan implikasi untuk pekerjaan domain arsitektur lainnya.
 Laporan arsitektur bisnis
 Kebutuhan bisnis yang diperbaharui.

Phase C : Information System Architecture

Fase ini membuat arsitektur sistem informasi yang mendukung arsitektur bisnis.
Arsitektur sistem informasi disusun dari arsitektur data dan aplikasi.

Input :
 Prinsip data, jika ada
 Permintaan untuk pekerjaan arsitektur
 Pernyataan pekerjaan arsitektur
 Visi arsitektur
 Kebutuhan teknis yang relevan akan berlaku pada fase C
 Hasil analsis gap (dari arsitektur bisnis)
 Arsitektur bisnis baseline, versi 1.0 (dirinci), jika sesuai
 Arsitektur bisnis target, versi 1.0 (dirinci)
 Arsitektur data baseline, versi 0.1, jika tersedia
 Arsitektur data target ,versi 0.1, jika tersedia
 Building blocks yang dapat digunakan kembali, dari enterprise
continuum organisasi, jika tersedia.

Output :
 Pernyataan pekerjaan arsitektur, diperbaharui jika perlu
 Arsitektur data baseline versi 1.0, jika sesuai
 Prinsip data yang divalidasi, atau prinsip data baru (jika dihasilkan di
sisni)
 Arsitektur data target versi 1.0
 Sudut pandang perhatian stakeholder kunci
 Pandangan yang berhubungan dengan sudut pandang yang dipilih
 Hasil analisis gap
 Kebutuhan teknis yang relevan akan berlaku dalam evolusi siklus
pengembangan arsitektur.
 Laporan arsitektur data
 Analisis dampak

Phase D: Technology Architecture

Fase ini membuat arsitektur teknologi yang membentuk fondasi target


infrastruktur TI.
Input :
 Prinsip teknologi, jika dad
 Permintaan untuk pekerjaan arsitektur
 Pernyataan pekerjaan arsitektur
 Visi arsitektur
 Arsitektur teknologi baseline, versi 0.1, jika sesuai dan tersedia (dari fase
A)
 Arsitektur teknologi target, versi 0.1, jika tersedia (dari fase A)
 Kebutuhan teknis yang relevan dari fase sebelumnya
 Hasil analisis gap (dari arsitektur data)
 Hasil analisis gap (dari arsitektur aplikasi)
 Arsitektur bisnis baseline, versi 1.0 (dirinci), jika sesuai
 Arsitektur data baseline, versi 1.0, jika sesuai
 Arsitektur aplikasi baseline, versi 1.0, jika sesuai
 Arsitektur bisnis target, versi 1.0 (dirinci)
 Arsitektur data target, versi 1.0
 Arsitektur aplikasi taget, versi 1.0
 Building blocks yang dapat digunakan kembali, dari enterprise
continuum organisasi, jika tersedia

Output :
 Pernyataan pekerjaan arsitektur, diperbaharui jika perlu
 Arsitektur teknologi baseline versi 1.0, jika sesuai
 Prinsip teknologi yang divalidasi, atau prinsip teknologi baru (jika
dihasilkan di sini)
 Laporan arsitektur teknologi
 Arsitektur teknologi target versi 1.0
 Arsitektur teknologi, laporan analisis gap
 Sudut pandang perhatian stakeholder kunci
 Pandangan yang berhubungan dengan sudut pandang yang dipilih

Phase E : Opportunities and Solutions