Anda di halaman 1dari 7

Penyakit Perbedaan Persamaan

Kanker 1. Penurunan kesehatan


fisik dapat diprediksi
selama beberapa
minggu, bulan atau
bertahun-tahun.
Sebagian besar
penurunan berat
badan, penurunan
performancestatus
dan gangguan
kemampuan dalam
perawatan diri terjadi
beberapa bulan
terakhir pasien rawat
inap
2. Implikasi Klinis
Sekitar 65% orang
dengan kanker dan
kegagalan organ
memiliki harapan mati
di rumah. Beberapa
standar kerja
perawatan paliatif
pada kondisi ini
merencanakan
perawatan terminal
yang diinginkan oleh
pasien dan keluarga.

Gagal Jantung 1. Pasien gagal jantung


biasanya sakit selama
berbulan-bulan atau
bertahun-tahun
dengan eksaserbasi
akut, seringkali
eksaserbasi.
Kerusakan pada
umumnya terkait
dengan masuk ke
rumah sakit dan
perawatan intensif.
Kondisi ini
menyebabkan perlu
adanya perawatan
klinis yang lebih ketat
karena setiap
eksaserbasi dapat
menyebabkan
kematian walaupun
pasien biasanya
selamat dari masa
tersebut.
2. Implikasi klinis
Eksplorasi sensitif
sangat diperlukan dan
dapat memungkinkan
dalam tindakan
resusitasi untuk
dilakukan. Namun
prosedur resusitasi
mungkin diabaikan
dalam keadaan yang
genting. Sehingga
perencanaan resusitasi
dapat menyebabkan
penurunan kognitif
agresif sering terjadi.

Alzheimer/ Demensia 1. Pasien dengan


Alzheimer atau
demensia memiliki
kondisi cacat progresif
dari awal dengan
fungsi kognitif atau
fisik yang menurun.
Pasien ini dapat
kehilangan berat
badan dan kapasitas
fungsional dan dapat
pula pasien kemudian
menyerah pada
kondisi tertentu yang
dapat berakibat fatal.
2. Implikasi klinis
Dukungan yang kuat
dari orang sekitar dan
tenaga kesehatan
dalam kehidupan
sehari-hari sangat
diperlukan pada
pasien dengan
penyakit
Alzheimer/Demensia.
Sehingga pasien
memiliki rasa
kepercayaan bahwa
Tuhan telah
memberinya waktu
yang baik di dunia ini.

Gagal Ginjal Kronik 1. Gagal ginjal kronik


stadium “terminal”
(akhir) bila fungsi
ginjal sudah dibawah
10-15% dan tidak
mampu lagi diatasi
dengan pemberian
obat-obatan atau diet.
Pada stadium ini
ginjal sudah tidak
mampu lagi
beradaptasi /
mengkompensasi
fungsinya sehingga
harus dilakukan
metode cuci darah
(hemodialysis)
2. Implikasi klinis
Melibatkan keluarga
dalam memberi
dukungan kepada
pasien agar tetap kuat
dalam menghadapi
penyakitnya, tinjau
sasaran perawatan dan
perencanaan
perawatan lanjutan
dengan pasien dan
keluarga terutama
terkait dengan dyalisis

Sirosis Hepatis 1. Sirosis hepatis 1. Sirosis hepatis


merupaka penyakit merupaka penyakit
sebagai akibat dari sebagai akibat dari
adanya peradangan adanya peradangan
kronis pada organ kronis pada organ
hepar. Pada kondisi hepar. Pada kondisi
sirosis hepatis, sirosis hepatis,
jaringan normal hepar jaringan normal hepar
berubah menjadi berubah menjadi
jaringan parut jaringan parut
(fibrosis) yang (fibrosis) yang
menyebabkan menyebabkan
penurunan fungsi penurunan fungsi
organ hepar organ hepar
2. Implikasi
- Terapi spiritual dapat 2. Implikasi
diterapkan sebagai - Dalam pemberian
salah satu upaya dalam asuhan keperawatan
meningkatkan kondisi
paliatif perlu
spiritual pasien
dengan tujuan untuk mempertimbangka
memberikan segala aspek secara
dukungan atau holistik (bio, psiko,
penguatan kepada spiritual
pasien - Dalam perawatan
- Pada kondisi sirosis pada kasus sirosis
hepatis, perawatan
hepatis kondisi atau
pasien befokus untuk
memperlambat atau perkembangan
menunda perburukan mengenai keadaan
kondisi. pasien harus
- Beberapa tanda disampaikan dengan
gejala atau keluhan jelas kepada keluarga
yang muncul pada dan juga pasien itu
pasien dengan kondisi
sendiri
sirosis hepatis
meliputi : edema atau
penumpukkan cairan
terutama pada bagian
abdomen, dan kondisi
nyeri pada abdomen.
Perawatan pada kasus
sirosis dapat dilakukan
berdasarkan beberapa
tanda gejala atau
keluhan yang muncul
sebagai contoh pada
penjelasan diatas. -
Manajemen cairan dan
nyeri dapat digunakan
sebagai bagian dari
perawatan

Leukimia 1. Lukimia merupakan 1. Leukimia merupakan


penyakit yang terjadi penyakit yang terjadi
sebagai akibat dari sebagai akibat dari
adanya produksi sel
adanya produksi sel
darah putih yang
darah putih yang abnormal.
abnormal 2. Implikasi
2. Implikasi Perawatan pada kasus
Perawatan pada kasus leukemia berfokus
berfokus pada pada permasalahan
dukungan yang aspek fisik pasien.
diberikan kepada Beberapa
pasien dan keluarga. permasalahan yang
Dalam perawatan mungkin ditemukan
paliatif lebih adalah keluhan sesak
mengutamakan nafas, demam dan
pemberian asuhan nyeri
keperawatan di rumah
atau dalam kelompok-
kelompok kecil
tertentu. Perawatan
paliatif diberikan
apabila terdapat
kondisi yang
membahayakan nyawa
dari pasien

Stroke 1. Stroke merupakan penyakit 1. Pada kasus stroke


yang ditandai adanya menyebabkan
penurunan fungsi sebagai penurunan fungsi organ
akibat dari gangguan sistem tubuh yang berkaitan
neurologi dengan sistem neurologi
2. Implikasi dan sistem
Pada kasus stroke
musculoskeletal tubuh.
pemberian perawatan lebih
berfokus untuk perawatan Penurunan fungsi ini
paliatif homecare dengan menyebabkan beberapa
cara meningkatkan peran masalah kesehatan
aktif keluarga dalam pada pasien dengan
pemberian perawatan stroke
pasien untuk membantu 2. Implikasi
dalam mengatasi
Pada kasus stroke,
permasalahan kesehatan
pasien seperti adanya pemberian asuhan
gangguan menelan motorik keperawatan paliatif
dan kognisi, bertujuan untuk
Terdapat 3 domain dalam membuat atau
perawaran paliatif yaitu menciptkan kondisi
meliputi : domain fisik lingkungan yang mampu
(aktivitas fisik, pola makan,
mendukung dan mampu
mobilisasi fisik dan
komunikasi), domain memenuhi kebutuhan
psikologis (memberikan pasien yang agar dapat
dukungan pada pasien meningkatkan kualitas
berdasarkan keterbatasan hidup pasien
yang muncul, domain sosial
(komunikasi pada
lingkungan sekitar pasien0

Sumber :
Illness trajectories and palliative care (Scott A Murray, Marilyn Kendall,
Kirsty Boyd, Aziz Sheikh)

Rak, A., Raina, R., Suh, T. T., Krishnappa, V., Darusz, J., Sidoti, C. W., & Gupta, M. (2017).
Palliative care for patients with end-stage renal disease: approach to treatment that aims to
improve quality of life and relieve suffering for patients (and families) with chronic illnesses.
Clinical Kidney Journal, 10(1), 63–73.