Anda di halaman 1dari 3

Muhammad Ryan Pratama

1806218416
FILSAFAT HUKUM

Aliran Filsafat Hukum

Hukum Alam Hukum Positif

Positif
Rasional Irasional Murni
Analistis

Deskripsi
Menurut sumbernya, aliran hukum alam dapat dibagi dua macam yaitu: Irasional
dan Rasional. Aliran hukum yang irasional berpendapat bahwa hukum yang berlaku
universal dan abadi itu bersumber dari tuhan secara langsung. Sebaliknya, aliran
hukum alam yang rasional berpendapat bahwa sumber hukum yang universal dan
abadi itu adalah rasio manusia. Pendukung aliran hukum alam irasional antara lain:
Thomas Aquinas (1225-1274): yang mengatakan ada 4 macam hukum yaitu:
a. lex aeterna (hukum rasio tuhan yang tidak dapat ditangkap oleh panca indera
manusia)
b. lex devina (hukum rasio tuhan yang dapat ditangkap oleh pancaindera manusia)
c. lex naturalis (hukum alam yaitu penjelmaan dari lex aeterna kedalam rasio
manusia)
d. lex positivis (penerapan lex naturalis dalam kehidupan manusia didunia)
Sedangkan pendukung hukum alam rasional adalah:
Hugo de Groot (Grotius) (1583-1643): menurutnya sumber hukum adalah rasio
manusia.

Positivisme hukum (Aliran Hukum Positif) memandang perlu secara tegas


memisahkan antara hukum dan moral (antara hukum yang berlaku dan hukum yang
seharusnya, antara das sein dan das sollen).
Positivisme hukum dapat dibedakan dalam dua corak yaitu:
a. Aliran Hukum Positif Analistis: John Austin (1790-1859)
Hukum adalah perintah dari penguasa Negara. Dan menurutnya hukum dipandang
sebagai suatu system yang tetap, logis, dan tertutup. Hukum yang sebenarnya
memiliki emapat unsure yaitu:
- Perintah (command)
- Sanksi (sanction)
- Kewajiban (duty)
- Kedaulatan (sovereignty)
b. Aliran Hukum Murni: Hans Kelsen (1881-1973)
Menurut Kelsen, harus dibersihkan dari anasir-anasir yang nonyuridis, seperti
unsure sosiologis, politis, historis, bahkan etis. Pemikiran inilah yang dikenal dengan
teori hukum murni. Baginya hukum adalah suatu keharusan yang mengatur tingkah
laku manusia sbagai mahluk rasional.

Ada beberapa point penting yang dapat dikemukakan, yaitu:


 Hukum alam adalah hukum yang berlaku universal dan abadi. Hukum alam
ini ada yang bersumber dari Tuhan dan ada yang bersumber dari rasio
manusia. Hal ini yang membedakan hukum alam dengan hukum positif
dimana eksistensi hukum positif tergantung dari kehendak kemauan manusia.
Dengan kata lain adanya perintah dan adanya keinginan untuk mengikuti
perintah itu, serta adanya sanksi dari masyarakat bila hukum itu tidak ditaati.
Ketika masyarakat sudah hidup bernegara, institusi negara menjadi pemegang
otoritas tertinggi dalam pembentukan dan penegakkan aturan hukum melalui
sanksi yang mempunyai daya paksa. Dengan demikian hukum positif dapat
dirumuskan sebagai hukum yang berlaku pada suatu tempat dan waktu
tertentu dimana pembentukan dan pemberlakuannya sangat tergantung
dengan kehendak penguasa atau negara.
 Pada zaman modern hukum alam kurang dianut orang. Kalupun ada, mereka
lebih suka tidak mengatakan sebagai hukum alam, tetapi disebutnya sebagai
asas-asas hukum umum atau prinsip-prinsip hukum umum. Beberapa asas
hukum yang terkenal, misalnya datang dari Duguit dengan Solidarete Social-
nya, Groundnormnya Hans Kelsen, Social Engineering dari Roscoe pound,
Kulturentwicklung dari Kohler serta Regle Morale dari Ripert,. Asas-asas
hukum umum ini walaupun bukan hukum alam, namun memiliki daya berlaku
yang tidak dibatasi oleh waktu dan tempat. Pada saat ini hak asasi manusia,
sebagai prinsip-prinsip hukum umum, wajib dihormati, dilindungi dan
dipenuhi oleh semua negara terhadap warga negaranya. Perlindungan dan
pemenuhan hak asasi manusia juga dijadikan sebagai suatu ukuran untuk
menentukan apakah suatu produk hukum itu baik atau tidak, demokratis atau
tidak demokratis.
 Bagi aliran hukum alam, dasar validitas hukum positif bersumber dari hukum
alam. Hukum positif baru teruji keabsahannya bila sesuai dengan hukum
alam. Sementara menurut positivisme hukum, dasar validitas hukum positif
bersumber dari norma hukum itu sendiri. Dasar validitas norma hukum yang
satu berasal dari norma hukum lain yang lebih tinggi. Hukum positif
menempatkan grundnorm sebagai dasar validitas tertinggi dari semua norma
hukum.
 Hukum alam lebih menekankan pada usaha untuk menemukan hukum yang
adil. Sementara hukum positif berupaya untuk mencapai suatu kepastian
hukum. Bagi aliran hukum positif suatu perbuatan yang menurut hukum
dianggap adil, sebaliknya perbuatan yang tidak sesuai dengan hukum
dianggap tidak adil. Jadi disini yang ditekankan adalah keadilan menurut
sudut pandang hukum, bukan atas pertimbagan etis, sosiologis ataupun
politik.