Anda di halaman 1dari 3

BAB IX

KEGIATAN ORIENTASI

Rumah Sakit Umum Kasih Ibu sebagai institusi pelayanan kesehatan yang
menyelenggarakan pelayanan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif kepada
pasien perlu dikelola secara efektif dan efisien.
Manajemen rumah sakit dikatakan efektif dan efisien apabila seluruh sumber
daya yang dimiliki rumah sakit dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk
meningkatkan pelayananan mutu rumah sakit. Untuk hal ini perlu pengelolaan
sumber daya manusia secara efektif dan efisien.
Kegiatan orientasi Pencegahan dan Pengendalian Infeksi dilakukan pada
staf/pegawai baru yang akan bekerja di Rumah Sakit Umum Kasih Ibu. Pelaksanaan
orientasi dilakukan berdasarkan daftar kegiatan orientasi di unit kerja penempatan
staf/ pegawai tersebut.
Kegiatan orientasi ini bertujuan agar staf/pegawai baru mengerti dan
memahami tentang Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di rumah sakit sehingga
dapat melindungi petugas rumah sakit dan masyarakat dari penularan penyakit
infeksi.
Kegiatan orientasi Pencegahan dan Pengendalian Infeksi yakni memberikan
pengenalan berupa tentang tempat sampah (infeksius dan non infeksius), kebersihan
tangan, penggunaan alat pelindung diri dan sebagainya.
BAB X
PERTEMUAN / RAPAT

Untuk meningkatkan mutu program kerja Komite Pencegahan dan


Pengendalian Infeksi mengadakan pertemuan / rapat yang dilakukan setiap 3 bulan
sekali. Setiap pertemuan membahas tentang laporan dari setiap program dan kegiatan
yang ada di dalam Pencegahan dan Pengendalian Infeksi guna mengetahui kegiatan
apa saja yang sudah terlaksana dan yang belum terlaksana.
BAB XI
MONITORING, EVALUASI DAN PELAPORAN

A. Monitoring
- Monitoring dilakukan oleh IPCN.
- Dilakukan setiap hari dalam hal pengumpulan data untuk surveilans
mempergunakan check list.
- Ada formulir bantu surveilans

B. Evaluasi
- Dilakukan oleh Tim PPIRS dengan frekuensi minimal setiap bulan.
- Panita membuat evaluasi program PPI kepada Direktur setiap tahun
apabila di temukan KLB / insidentil
- Khusus untuk kebijakan dan SPO evaluasi dilakukan setiap 3 tahun sekali
oleh Panitia PPIRS

C. Laporan
- Pelaporan bisa dalam bentuk bulanan, triwulan, enam bulanan, satu
tahunan dan insedentil (KLB).
- Tim PPI membuat laporan kepada Komite PPI setiap 3 bulan KLB /
insidentil

D. Contoh Lampiran
Terlampir