Anda di halaman 1dari 6

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Di zaman modern ini, manusia sudah berpikir rasional dan terjadi banyak sekali
perkembangan dalam berbagai aspek bidang, salah satunya dalam bidang kesehatan. Dalam
bidang kesehatan sendiri sekarang banyak peralatan dan teknologi canggih yang bisa digunakan
untuk membantu penyembuhan segala penyakit ataupun menghasilkan obat yang nantinya juga
membantu penyembuhan pasien. Akan tetapi, di saat teknologi semakin maju dan berkembang
kebanyakan masyarakat di Indonesia malah percaya dan memilih pengobatan alternatif atau
pengobatan tradisional , Pada masa sekarang ini kesehatan merupakan hal yang penting dan
berharga karena tanpa adanya kesehatan orang-orang tidak akan mampu melakukan aktvitasnya
seperti di kala sehat. Saat ini jenis penyakit pun sudah bermacam – macam, mulai dari penyakit
ringan sampai penyakit berat dan kronis. Penyakit-penyakit tersebut dapat di alami oleh siapa
saja dan di pelosok mana saja. Banyak orang berobat kerumah sakit yang memberikan obat-
obatan kimia yang memberikan efek samping. Dalam hal ini kami sebagai pihak yang memiliki
kemampuan dalam bidang pengobatan alternatif ingin melakukan pendirian klinik pengobatan
alternatif dengan obat-obatan berbahan dasar herbal yang alami tanpa bahan kimia.

1.2 Rumusan Masalah


1. Bagaimana faktor pendorong kewirausahaan dalam bidang keperawatan?
2. Bagaimana perencanaan strategis kewirausahaan dalam bidang keperawatan?
1.3 Tujuan Masalah
1. Untuk mengetahui faktor pendorong kewirausahaan dalam bidang keperawatan.
2. Untuk mengetahui perencanaan strategis kewirausahaan dalam bidang
keperawatan.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Faktor Pendorong Kewirausahaan dalam Bidang Keperawatan
Timmons (2008:41) menggambarkan faktor pendorong yang mendasari kesuksesan
ventura baru melalui tiga faktor yaitu peluang usaha, sumber daya, dan tim.
1. Peluang usaha pengobatan alternatif
Disekitar lingkungan berada terlihat peluang usaha jasa pengobatan alternatif
karna Klinik pengobatan Alternatif/ tradisional terus menjamur. Usaha jenis ini
sekarang kian mentereng, sebab lokasinya tidak lagi di gang-gang sempit tetapi di
daerah strategis dengan desain klinik yang lebih modern. Layanan yang diberikan
bukan hanya penyembuhan aneka penyakit saja.
dahulu pengobatan alternatif ini diberikan secara turun temurun. Mulai dari
pengobatan herbal, tokoh masyarakat atau tokoh agama. Jenis pengobatan
alternatif ada yang secara ilmiah, khususnya karena kesesuaian dengan
pengetahuan kedokteran atau biologi serta ada juga yang masih belum mendapat
penjelasan secara ilmiah. Meskipun begitu, tentunya banyak alasan mengapa
masyarakat masih mempercayai pengobatan alternatif di zaman yang serba
canggih ini karena beberapa pengobatan alternatif telah terbukti memberikan hasil
yang baik dalam menyembuhkan pasien.
Layanan pengobatan alternatif ini memang semakin dilirik lantaran selain
diklaim tanpa efek samping, biaya pengobatannya konon lebih murah
ketimbang berobat ke dokter. Tak heran, banyak pebisnis menuai sukses di
bisnis ini. klinik pengobatan alternatif yang memberikan layanan berbeda.
Misalnya, klinik pengobatan Alternatif/tradisional Ustad Imam yang melayani
pengobatan penyakit dengan berbagai teknik, seperti bekam dan terapi lintah.

1. Sumber daya usaha pengobatan alternatif


Sumber daya yakni potensi dan kompetensi yang didukung oleh kreativitas
dan penghematan. Wirausahawan yang sukses adalah yang dapat menghemat
modal dan memanfaatkannya dengan cerdik. Selain modal, ada juga fasilitas dan
pekerja yang dapat mendukung usaha agar berjalan dengan lancar. Persiapan yang
harus disiapkan dalam mengembangkan usaha pengobatan alternatif adalah
sebagai berikut:
a) Sumber daya manusia (pekerja)
Dalam menyelesaikan tugasnya klinik pengobatan alterantif dan pijat
akupresur tidak lepas dari kinerja para karyawan yang terlibat didalamnya.
Jumlah karyawan yang bekerja di klinik pengobatan alternatif ada 8 orang
tersebut meliputi:
 Tenaga ahli spesialis pijat akupresur : 3 orang
 Tenaga peracik obat tradisional : 2 orang
 Tenaga harian lepas ( perawat ) : 3 orang
Masing-masing tenaga kerja mempunyai tugas, tanggung jawab dan wewnang
sesuai dengan peranannya didalam klinikpengobatan alternatif
b) Fasilitas
Alat dan perbekalan klinik yang diperlukan:
1) Bangunan, terdiri dari:
 tanah seluas 300 m2
 luas bangunan 150 m2
 Ruang penyimapanan obat
 Ruang tempat pencucian alat 7 m²
 W.C ada 2 ruangan m²
 Lantai terbuat dari tehel
 Dinding terbuat dari beton
 Langit-langit terbentuk dari plafon
 Atap terbuat dari genteng
2) Kelengkapan bangunan
 Sumber air PAM
 Penerangan dari PLN
 Jendela ada 2 buah dan ventilasi ada 2
 ada saluran pembangunan air limbah
 3 buah TV
 1 jaringan telepon
 4 BuahAc panasonic
 Wireless
3) Perlalatan kerja
 3 ( tiga) set tempat tidur ukuran satu kaki
 satu set alat-alat kesehatan yaitu :
1) timbangan berat badan
2) pengukur tinggi badan
3) stetoskop
4) mikroskop
5) alat pengukur kadar gula darah
 satu set alat peracik obat yaitu :
1) fun untuk membuat instan herbal
2) open
3) blender
4) saringan
 2 lemari penyimpanan obat
4) Keuangan
Untuk modal usaha klinik pengobatan alternatif dan akupresur ada
3 yaitu:
1) Tahapan modal :
Untuk tahap pertama diperlukan Rp35.000.000,00 (Tiga
puluh lima juta rupiah), tahap kedua Rp20.000.000,00
(Dua puluh juta rupiah), dan tahap berikutnya
Rp25.000.000,00 (dua puluh lma juta rupiah).

2) Sumber modal
Modal tahap pertama akan dikumpulkan dari 8 peserta
kongsi sebesar Rp35.000.000,00 (tiga puluh lima juta
rupiah) dengan masing-masing peserta mengumpulkan
dana sebesar Rp 8.750.000,00.

2.2 Perencanaan Strategis Kewirausahaan dalam Bidang Keperawatan


Untuk mengetahui situasi dan kondisi klinik ini dilakukan dengan analisis SWOT dengan
mengidentifikasi faktor-faktor Internal yaitu Strength dan Weakness, dan juga faktor
Eksternal yaitu Opportunity dan Threat.
1. Faktor internal
a) Kekuatan
Yang menjadi kekuatan kompetitif klinik alternatif baru yang akan didirikan
adalah sebagai berikut:
 Letak / lokasi klinik berada di tempat startegis yang ramai dilalui arus
kendaraan dan mudah dijangkau dari segala arah.
 Petugas klinik yang handal dan loyal, terdiri dari tenaga spesialis dan
yang sudah berpengalaman
 Tenaga spesialis yang selalu siap memberikan layanan dan konsultasi
seputar penyakit yang di derita.
b) Kelemahan
 Merupakan klinik yang baru, belum banyak dikenal oleh masyarakat,
dan belum mempunyai langganan yang loyal.
 Merupakan klinik alternatif yang berdiri sendiri bukan suati klinik
jaringan atau waralaba
2. Faktor eksternal
a) Peluang
 Mempunyai tempat usaha yang cukup strategis terletak di jaln
raya,mudah dijangaku oleh masyarakat.
 Klinik pertama yang ada di sekitar wilayah,dan jarak yang jauh dari
rumah sakit
b) Ancaman
 Timbulnya opini masyarakat untuk melakukan pengobatan di luar
negeri lebih baik
 Tinggnya tingkat persaingan anatara klinik.
 Perkembangan teknologi terdapat banyak situs internet klinik
alternatif online sehingga promosi yang mudah di akses melihat
daftar barang dan harganya.
 Sosial budaya, dengan adanya puskesmas gratis, merubah pemikiran
masyarakat bila merasakan sakit ringan untuk langsung periksa ke
puskesmas dari pada ke klinik alternatif.
BAB III

PENUTUP

a. Kesimpulan

Setelah mejelaskan dan menguraikan setiap babnya Penulis menyimpulkan bahwa


usaha akan sukses jika kita mampu mempertahankan usaha tersebut untuk tetap
berdiri dan mengembangkan usaha tersebut. Usaha klinik pengobatan
alternatif/tradisional merupakan pelajaran yang harus di ketahui dan di pelajari dalam
kehidupan, khususnya dalam kesehatan. Pengobatan alternatif/tradisional juga menjadi
tonggak dan pegangan dalam ilmu kesehatan dasar untuk menjalankan langkah-langkah
pengobatan dengan cara alternatif/tradisional. Tanpa dasar dan aturan yang kuat, tidak
akan mungkin pranata social keperawatan dapat berjalan. Karena pranata yang sanggup
dilakukan oleh tim medis (perawat dan dokter) terhadap berbagai persoalan tentang
kesehatan (tradisional & modern) dapat saling berkolaborasi dengan baik.

b. Saran

Saran bagi pengusaha adalah tingkatkanlah usaha tersebut kearah yang lebih baik.
Tingkatkan tenaga kerja yang ada dalam usaha tersebut. Adapun saran bagi pembaca
pahamilah hakikat wirausaha dan bewirausahalah untuk masa depan. Penulis juga
menyadari masih banyak terdapat kekurangan dalam isi maupun yang lain, dan juga
kesalahan dalam penulisan makalah ini. Semoga dengan makalah ini para pembaca
dapat menambah cakrawala ilmu pengetahuan.