Anda di halaman 1dari 9

Nama : Gita Rizky Aprilia

NIM : 1910911220018

Jenis – Jenis Termometer

1. Termometer digital

Termometer badan digital adalah jenis termometer yang paling umum


digunakan dan dianggap paling akurat. Termometer tersedia dalam beberapa bentuk,
tapi yang paling umum adalah bentuknya memanjang. Terdapat sebuah sensor di
ujung termometer yang menjadi pengukur suhu ketika menyentuh bagian tubuh.

Cara menggunakan temometer digital di bagi menjadi 3 cara yaitu bisa


digunakan dengan cara dipasang di mulut, di bawah ketiak, dan bisa juga dimasukkan
ke dalam rectum.

Cara menggunakan termometer digital di mulut

Cara yang satu ini sebenarnya dapat dilakukan untuk semua umur, tapi
penggunaan pada anak-anak lebih direkomendasikan untuk anak di atas 4 tahun. Cara
menggunakannya:

 Pastikan tidak ada makanan atau minuman yang masuk ke mulut dalam 15 menit
terakhir

 Buka mulut

 Letakkan sensor termometer di bawah mulut

 Tutup mulut dan diamkan hingga terdengar bunyi ‘biip’ yang menandakan
termometer sudah selesi mengukur suhu.
Cara menggunakan termometer digital di bawah ketiak

Sama seperti penggunaan di mulut, penggunaan di ketiak juga bisa dilakukan


untuk semua usia. Cara menggunakannya adalah sebagai berikut:

 Lepas baju

 Himpit termometer di ketiak dan pastikan bagian sensor bersentuhan dengan kulit

 Tahan hingga termometer berbunyi dan selesai mengukur suhu.

Cara menggunakan termometer digital di anus

Penggunaan termometer di anus biasanya dilakukan pada bayi dengan usia di


bawah 3 bulan. Cara menggunakannya adalah sebagai berikut:

 Oleskan pelembap pada bagian anus.

 Tempatkan temometer dengan lembut sekitar ½ inci ke dalam anus.

 Tahan temometer menggunakan tanggan dan tunggu hingga sensor berbunyi.

2. Temometer air raksa

Jenis termometer badan yang kedua adalah temometer air raksa atau bisa juga
disebut mercury thermometer. Termometer ini termasuk termometer analog.
Termometer berbentuk tabung gelas kaca yang di dalamnya terdapat air raksa. Setelah
ditempelkan ke tubuh, air raksa akan bergerak ke ruang kosong dalam tabung dan
menuju titik penanda suhu.

Penggunaan termometer air raksa sama seperti termometer digital, yaitu bisa
digunakan di mulut atau diketiak. Berikut adalah langkah menggunakannya:

 Letakkan ujung temometer di bawah lidah atau di ketiak

 Tunggu selama 1-3 menit

 Lihat letak air raksa yang menjadi indikator suhu

3. Termometer pacifier

Pacifier thermometer juga dikenal dengan temometer dot karena bentuknya


memang seperti dot atau empeng bayi. Termometer ini paling cocok digunakan untuk
bayi yang masih menyusui. Namun jika anak banyak bergerak kemungkinan
termometer ini akan sulit untuk digunakan.

Cara menggunakan :

Sebaiknya gunakan temometer ini ketika bayi sedang dalam keadaan tenang.
Jangan gunakan ketika bayi sedang menangis atau rewel. Cara menggunakannya
adalah sebagai berikut:

 Pastikan termometer dalam keadaan bersih


 Pasang termoter di mulut bayi

 Diamkan selama 1-2 menit

 Liat hasilnya di layar thermometer

4. Termometer telinga

Sudah disebutkan sebelumnya bahwa terdapat jenis-jenis termometer yang


menggunakan sinar inframerah sebagai sensornya. Jenis termometer badan ini tentu
lebih praktis karena tidak mengharuskan sensor bersentuhan langsung dengan kulit
agar dapat mengukur suhu.

Salah satu jenis termometer badan yang menggunakan inframerah adalah


termometer telinga atau termometer membran timpani. Temometer ini cukup akurat
namun tidak dapat digunakan pada bayi usia di bawah 6 bulan.

Cara menggunakan :

Penggunaan termometer telinga bisa sangat cepat, tapi cara penggunaannya


harus sangat hati-hati untuk mendapatkan hasil yang akurat. Berikut langkah
pengunaannya:
 Pastikan telinga dalam keadaan bersih. Telinga kotor dapat
menurunkan akurasi termometer.

 Arahkan sensor tepat pada lubang telinga

 Hasil akan langsung muncul pada layar alat

5. Termometer digital untuk dahi

Termometer digital dahi adalah jenis termometer dengan inframerah


selanjutnya. Termometer ini mengukur suhu melalui arteri temporalis yang ada di
dahi. Sama seperti termometer telinga, Anda juga harus menemukan titik yang tepat
untuk mendapatkan hasil yang akurat.

Cara menggunakan :

Termometer ini banyak digunakan dalam pemeriksaan dokter karena memang


praktis dan bisa digunakan oleh semua umur. Cara menggunakan termometer arteri
temporalis:
 Arahkan termometer pada bagian dahi

 Lihat hasil pada layar.

 Ulangi kembali dan liat apa hasilnya sama dengan yang sebelumnya.

 Ulangi beberapa kali hingga mendapatkan hasil yang konsisten.

Jenis - Jenis Tensimeter

1. Tensimeter Air Raksa

Tensimeter air raksa termasuk dalam jenis tensimeter konvensional yang


sudah ada sejak lama. Tensimeter jenis ini sudah jarang sekali digunakan oleh banyak
tempat kesehatan karena tensimeter jenis ini cukup berbahaya. Bahan air raksa yang
menjadi salah satu penyusunnya adalah penyebabnya. Namun, kita mungkin masih
menjumpai tensimeter jenis ini di beberapa tempat. Tensimeter jenis ini berbentuk
persegi panjang terbuat dari besi dan kaca yang dapat dibuka tutup tergantung
penggunaannya. Walaupun mengandung raksa yang berbahaya, tensimeter jenis ini
memiliki tingkat akurasi yang tinggi. Tensimeter air raksa memiliki toleransi
kesalahan maksimum sebesar ± 3 mmHg.
Cara Menggunakan Tensimeter Air Raksa Dengan Benar
1. Buka wadah tensimeter sehingga penunjuk angka terlihat.
2. Arahkan jarum ke arah ‘on’ sehingga air raksa akan naik.
3. Cari denyut nadi pada orang yang akan Anda ukur tekanan darahnya pada
bagian atas siku.
4. Pasang manset tensimeter pada tempat Anda menemukan denyut nadi tersebut.
5. Letakkan tensimeter dengan posisi sejajar jantung.
6. Katup penutup udara dapat Anda tutup setelah Anda meletakkan manset dan
mengencangkannya.
7. Gunakan stetoskop Anda pada bagian yang mana Anda dapat merasakan nadi
pada atas lipatan siku.
8. Tekan pompa karet yang ada pada tensimeter sehingga udara menekan manset
sampai dengan air raksa menunjuk angka 140 mmHg.
9. Buka katup secara perlahan, lalu dengarkan detak jantung pertama yang Anda
dengar. Detak pertama adalah tekanan sistole, kemudian detak yang terakhir
adalah diastole.

2. Tensimeter Aneroid (Jarum)

Selain tensimeter air raksa, yang termasuk dalam tensimeter manual lainnya
adalah tensimeter jarum. Tensimeter ini tidak menggunakan air raksa dalam
menunjukkan angga melainkan jarum. Hal ini membuat alat tensimeter ini menjadi
lebih aman digunakan. Tensimeter jarum ini, seperti yang sudah disebutkan
sebelumnya, disebut juga dengan tensimeter aneroid. Tensimeter jenis ini
memanfaatkan jarum mekanik sebagai penunjuk ukuran. Alat ini dirancang
sedemikian rupa agar jarum dapat bergerak sesuai dengan tekanan yang diberikan
pada manset. Tensimeter jenis ini menjadi pilihan karena tensi jenis ini dapat
digunakan secara manual tanpa memiliki risiko yang berbahaya. Tensimeter aneroid
memiliki toleransi kesalahan maksimum sebesar ± 2 mmHg.
Cara menggunakan tensimeter jarum sebenarnya sama dengan menggunakan
tensimeter air raksa. Hal yang membedakan cara mengukur tekanan darah
menggunakan tensimeter jarum dengan air raksa hanya ada pada jarum ‘on’ yang
harus diarahkan pada tensimeter air raksa, sedangkan pada tensimeter jarum, hal
tersebut tidak perlu dilakukan. Ukuran alat tensimeter jarum ini juga lebih ringkas
sehingga lebih mudah disimpan. Anda bisa melakukan pengukuran tekanan darah
sama persis dengan urutan yang ada pada tensimeter air raksa.

3. Tensimeter Digital

Seperti namanya, tensimeter digital lebih mudah digunakan karena semuanya


serba otomatis. Tensimeter jenis ini sangat mudah digunakan dan memberikan data
yang akurat dengan menunjukkan tekanan darah dengan angka digital. Anda tidak
perlu menggunakan stetoskop karena alat ini akan bekerja secara otomatis tanpa harus
mendengarkan detak pertama dan kedua. Bagi penggunaan pribadi, alat ini juga cukup
esien. Walaupun beberapa orang kerap meragukan pengukuran secara digital ini,
namun, hasilnya sudah melalui uji sehingga tingkat keakuratannya cukup tinggi.
Adapun cara menggunakan tensimeter digital cukup mudah sehingga orang
awam pun dapat melakukannya dengan mudah. Nah, cara mengukur tekanan darah
menggunakan tensimeter digital adalah sebagai berikut.
Cara Menggunakan Tensimeter Digital
1. Pasang manset pada bagian atas siku seperti saat pengukuran dengan
cara manual.
2. Tutup bagian katup udara, kemudian atur udara yang akan Anda
masukan untuk menekan manset. Biasanya selisihnya 30 sampai
dengan 40 mmHg dari tekanan darah normal.
3. Setelah itu, Anda hanya perlu menekan tombol power sehingga
tensimeter digital bekerja.
4. Jika Anda melakukan dengan benar, setelah mencapai tekanan yang
diinginkan, tekanan pada manset akan berkurang sendiri dan angka
diastole serta sistole akan tertera pada layar digital Anda.