Anda di halaman 1dari 20

LAPORAN HASIL

PENGABDIAN MASYARAKAT (PENGABMAS)

“PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG PERILAKU HIDUP BERSIH


DAN SEHAT (PHBS) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KEBUN KOPI
KOTA JAMBI”

Oleh :
Ns. Dini Suryani, S.Kep, M.kep
Ns. Oril Ardianto, S.Kep, M.Kep
Ns. Tedy Asharyadi, S.Kep, M.Kep

UNIVERSITAS ADIWANGSA JAMBI


DESEMBER 2019
DAFTAR HADIR
PELAKSANAAN KEGIATAN PENGABDIAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS ADIWANGSA 2019

Hari/Tanggal : Kamis, 5 Desember 2019


Kegiatan : “Penyuluhan Kesehatan Tentang Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Di
Wilayah Kerja Puskesmas Kebun Kopi Kota Jambi”
Tempat : Puskesmas Kebun Kopi Kota Jambi

No Nama Tanda Tangan


1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

10.

11.

12.

13.

14.

15.

17.
18.

19

20

21

22

23

24

25
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ....................................................................................................... i


HALAMAN PENGESAHAN ......................................................................................... ii
DAFTAR ISI ................................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN .............................................................................................. 1
BAB II METODE PELAKSANAAN .............................................................................. 4
BAB III BIAYA DAN JADWAL PELAKSANAAN ........................................................ 5
BAB IV HASIL KEGIATAN ........................................................................................... 6
DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................................... 8
LAMPIRAN
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Program kesehatan masyarakat telah banyak diupayakan dan telah banyak

mendapat perhatian baik kalangan pemerintah maupun swasta. Upaya peningkatan

kesehatan khususnya tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) melalui strategi

promosi kesehatan kepada kelompok khusus seperti : anak sekolah, remaja, dewasa, lansia

dan kelompok khusus yang lainnya masih perlu dilakukan, sehingga lebih meningkatkan

derajad kesehatan di masyarakat. Faktor-faktor yang bisa berpengaruh terhadap

pelaksanaan upaya peningkatan kesehatan pada masyarakat antara lain: faktor lingkungan,

perilaku, pelayanan, sarana dan prasarana dan keturunan. Faktor yang satu dengan lainnya

bisa saling mempengaruhi dan berdampak pada status kesehatan masyarakat.

Upaya peningkatan perilaku sehat di masyarakat belum menunjukkan hasil optimal.

Data hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) tahun 2014 menunjukkan bahwa

di Indonesia sebanyak 38,5% masyarakat masih merokok di dalam rumah ketika bersama

anggota keluarga yang lain. Perokok laki-laki lebih tinggi dari perempuan (72% dibanding

28%). Selanjutnya 77,3% penduduk usia 15 tahun keatas kurang melakukan aktivitas fisik,

dengan katagori (82%) kurang bergerak dan (11%) tidak terbiasa melakukan aktivitas fisik.

Berdasarkan data rumah tangga ber-PHBS di wilayah kerja Puskesmas Kebun Kopi tahun

2018 didapatkan data dari 8573 rumah tangga yang dipantau, jumlah rumah tangga ber

PHBS yaitu 5970 atau 69,6 %. (Dinkes, 2019).

Dari data tersebut belum semua rumah tangga diwilayah kerja Puskesmas Kebun

Kopi melakukan PHBS. Oleh karena itu, kami dari civitas akademika atau dosen
Universitas Adiwangsa akan berusaha melakukan Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu

pengabdian masyarakat dengan melakukan kegiatan berupa penyuluhan kesehatan tentang

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada sebagian masyarakat yang berkunjung ke

Puskesmas Kebun Kopi untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang PHBS

sehingga jumlah rumah tangga ber PHBS di wilayah kerja Puskesmas Kebun Kopi bisa

meningkat.

B. Tujuan

Tujuan diadakannya kegiatan penyuluhan kesehatan tentang perilaku hidup bersih dan

sehat (PHBS) ini yaitu : Meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang contoh, manfaat,

alat dan bahan untuk melakukan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).
BAB II

METODE PELAKSANAAN

A. Strategi Pelaksanaan

1. Metode : Ceramah dan Tanya Jawab

2. Media : Power Point

3. Alat : LCD, Laptop, Layar, Mikrofon, Meja,

4. Sasaran : Kader kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Kebun Kopi

5. Waktu : Jam 09.00 s.d 10.00 WIB

6. Tempat : Aula Puskesmas Kebun Kopi

7. Tanggal : 05 Desember 2019

8. Materi : Terlampir

B. Proses Pelaksanaan

No Kegiatan Respon Peserta Penyuluhan Waktu


1 Pendahuluan 10
a. Penyampaian salam a. Membalas salam menit
b. Perkenalan b. Memperhatikan
c. Menjelaskan topik c. Memperhatikan
d. Menjelaskan tujuan d. Memperhatikan
e. Menjelaskan waktu e. Memperhatikan
pelaksanaan
2 a. Penyampaian materi a. Memperhatikan penjelasan 40
b. Memberikan kesempatan dan mencermati materi menit
untuk bertanya b. Bertanya/respon
c. Menjawab pertanyaan peserta c. Memperhatikan jawaban
3 Penutup 10
a. Menyimpulkan hasil a.Memperhatikan menit
b. Mengakhiri dengan salam b. Menjawab salam
BAB III

BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN

A. Anggaran Biaya

No Kegiatan/Uraian Jumlah Harga Total


1. Pembuatan Proposal 3 bendel Rp.19.000 Rp.57.000
Pengabmas, menjilid dan
memperbanyak proposal
2. Koordinasi dengan pihak 2 kali Rp.5.000 Rp.10.000
puskesmas
3. Penelusuran literature 1 paket Rp.10.000 Rp.10.000
4. Pengadaan leaflet atau alat 50 lembar Rp.2.000 Rp.100.000
bantu penyuluhan
5. Penyediaan hard copy materi 5 bendel Rp.6.000 Rp.30.000
penyuluha
6. Penyediaan konsumsi 60 orang Rp.7.000 Rp.420.000
7. Pembuatan laporan 3 bendel Rp.25.000 Rp.75.000
penyuluhan dan penjilidan
8. Pemberian alat bantu PHBS 50 orang Rp.3.000 Rp.150.000
kepada peserta penyuluhan
9. Honor Transport petugas 4 orang Rp.20.000 Rp.80.000
puskesmas yang terlibat
10. Dokumentasi kegiatan 1 paket Rp.8.000 Rp.8.000
11 Transportasi tim penyuluh 3 orang Rp.20.000 Rp.60.000
Total Rp.1.000.000
B. Susunan Tim Pengabmas

1. Ketua : Ns. Dini Suryani, S.kep, M.Kep

2. Anggota : a. Ns. Oril ardianto, S.Kep, M.Kep

b. Ns. Tedy Asharyadi, S.Kep, M.Kep

3. Mahasiswa yang terlibat :

a. Lusia

b. Faisal

c. Mega Dwi Aprisisca


BAB IV

HASIL KEGIATAN

A. Tempat

Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat dengan tema “Penyuluhan Kesehatan Tentang

Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Di Wilayah Kerja Puskesmas Kebun Kopi Kota

Jambi” dilakukan di Puskemas Kebun Kopi.

B. Metode Pelaksanaan

Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah presentasi

mengenai Kesehatan Tentang Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS). Setelah selesai

presentasi, dilanjutkan dengan tanya jawab dan pemberian door prize bagi peserta yang

dapat menjawab pertanyaan yang diberikan oleh presenter/dosen pemateri.

C. Kegiatan

Adapun kegiatan yang dilaksanakan adalah sebagai berikut:

1. Pelaksanaan Kegiatan penyuluhan Kesehatan Tentang Perilaku Hidup Bersih Dan

Sehat (PHBS) oleh 25 kader kesehatan

a. Pembukaan oleh Kepala Puskesmas Kebun Kopi.

b. Penyampaian Materi

c. Tanya jawab

d. Pembagian door prize

2. Teknis Pelaksanaan

a. Metode : Ceramah dan tanya jawab

b. Media : Power Point

c. Alat : LCD, laptop, layar, mikrofon, meja, kursi


d. Waktu dan Tempat Hari, Tanggal : Kamis, 05 Desember 2019

e. Tempat : Aula Puskesmas Kebun Kopi

f. Waktu : 09.00 wib s.d. 10.00

g. Jumlah Peserta : 25 peserta

D. Kuesioner Kepuasan

Pada akhir kegiatan penyuluhan, Tim Pengabmas dari Universitas Adiwangsa jambi

membagikan kuesioner kepuasan untuk di isi oleh seluruh peserta penyuluhan. Hasil dari

kuesioner tersebut didapatkan bahwa seluruh peserta penyuluhan sangat puas terhadap

materi yang diberikan oleh Tim Pengabmas dari Universitas Adiwangsa jambi.
Lampiran

Materi

1. Apa yang dimaksud dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)?

Kebiasaan / perilaku positif yang dilakukan oleh setiap siswa, guru, penjaga sekolah,

petugas kantin sekolah, orang tua siswa dan lain-lain yang dengan kesadarannya untuk

mencegah penyakit, meningkatkan kesehatannya serta aktif dalam menjaga lingkungan

sehat di sekolah.

2. BAGAIMANA CARA MENGGUNAKAN JAMBAN DENGAN BENAR

Buang air kecil (BAK) dan buang air besar (BAB) di jamban dengan benar, yaitu

bila menggunakan jamban duduk jangan berjongkok karena kaki /alas kaki akan

mengotori jamban

Menyiram hingga bersih setelah buang air kecil dan buang air besar

Membuang sampah pada tempatnya, agar jamban tidak tersumbat dan penuh

dengan sampah

Mengingatkan siswa/I dan penjaga sekolah untuk mengawasi dan memastikan

jamban yang tersedia selalu dalam keadaan bersih.

3. BAGAIMANA CARA MEMELIHARANYA

Membersihkan lantai jamban dan menghindari terjadi genangan air

Membersihkan jamban secara teratur sehingga ruang jamban dalam keadaan

bersih dan tidak ada kotoran didalam jamban, tidak ada serangga (kecoa,lalat) dan

tikus yang berkeliaran

Selalu tersedia alat pembersih (sabun,sikat dan air bersih )


Apabila ada kerusakan segera diperbaiki

4. APA SAJA PLUS CARA LAINNYA ?

mengganti air vas bunga, minuman burung dan tempat-tempat lainnya seminggu

sekali.

Memperbaiki saluran dan talang air yang tidak lancer / rusak.

Menutup lubang-lubang pada potongan bamboo, pohon dan lain-lain misalnya

dengan tanah.

Membersihkan / mengeringkan tempat-tempat yang dapat menampung air seperti

pelepah pisang atau tanaman lainnya termasuk tempat-tempat lain yang dapat

menampung air hujan dipekarangan,kebun, dan lain-lain.

Melakukan larvasidasi, yaitu membubuhkan bubuk pembunuh jentik nyamuk

(abate atau lainnya ) ditempat-tempat yang sulit dikuras atau didaerah yang sulit

air.

Memelihara ikan pemakan jentik nyamuk

Memasang kawat kasa

Pencahayaan dan ventilasi ruang kelas harus memadai.

Menghindari gigitan nyamuk : dengan menggunakan obat nyamuk (baker,oles

gosok,elektrik ) dan lain-lain untuk mencegah gigitan nyamuk. dengan menghindari gigitan

nyamuk,penyakit lainnya seperti malaria dan penyakit kaki gajah (filariasis)dapat dicegah !

5. BAGAIMANA CARA MEMBERANTAS JENTIK ?

Dengan melakukan cara 3M yaitu :

- menguras dan menyikat dinding tempat-tempat penampungan air sekurang-

kurangnya seminggu sekali


- menutup rapat-rapat tempat penampungan air

- menguburkan, mengumpulkan, memanfaatkan atau menyingkirkan barang-

barang bekas yang dapat menampung air hujan, seperti kaleng bekas, plastic

bekas dan lain-lain.

6. BAGAIMANA MELAKUKAN PEMERIKSAAN JENTIK BERKALA ?

- menggunakan senter untuk melihat keberadaan jentik

- jika ditemukan jentik, warga sekolah harus segera melakukan pemberantasan

jentik dengan melakukan 3M dan plus cara lainnya

- memeriksa hasil pemeriksaan jentik

7. KAPAN DILAKUKAN PEMERIKSAAN JENTIK BERKALA DAN 3M ?

Sebaiknya pemeriksaan jentik berkala dan 3M dilakukan secara teratur setiap minggu

(satu hari dalam satu minggu) .

8. Apa yang dimaksud dengan perokok aktif dan pasif

-perokok aktif adalah orang – orang yang menghisap rokok secara rutin dengan jumlah

yang paling kecil sekalipun misalnya merokok 1 batang dalam sehari atau merokok

karena sekedar coba-coba saja, atau merokok hanya menghembus hembusan asap rokok.

- sementara perokok pasif adalah orang yang bukan perokok tetapi menghisap asap rokok

orang lain atau berada dalam satu ruangan tertutup dengan orang yang sedang merokok.

- perokok pasif dapat menderita penyakit sama dengan yang diderita oleh perokok aktif

dan bahkan lebih berbahaya dari perokok aktif karena tidak adanya kekebalan tubuh yang

terbentuk dalam tubuh perokok pasif saat racun asap rokok masuk kedalam tubuh.
9. Bagaimana supaya kita terhindar dari merokok ?

- jangan pernah mencoba untuk merokok

- jangan mau terbujuk oleh rayuan untuk merokok

- berani bilang TIDAK kalau ada yang menawari kita merokok

- katakan TIDAK MAU kalau ada yang mengajak merokok

- TEGUR kalau ada yang merokok disekolah

- Katakan TIDAK BOLEH kepada penjual rokok disekitar sekolah

- Pilih dan bergaulah dengan teman yang tidak merokok

Bebaskan dirimu dari asap rokok

10. Zat apa saja yang ada dalam rokok ?

Dalam 1 batang rokok mengandung 4000 bahan kimia dan 43 senyawa tersebut terbukti

menyebabkan kanker. Bahan utama rokok terdiri dari nikotin, tar dan karbon monoksida (co).

- nikotin dapat merusak jantung dan aliran dalam darah terganggu seperti

terjadinya penyempitan pembuluh darah mengeras dan terjadinya

penggumpalan darah. Nikotin menyebabkan perokok menjadi kecanduan.

- Tar merupakan bahan kimia beracun yang dapat mengakibatkan kerusakan sel

paru – paru dan menyebabkan kanker, terutama kanker paru.

- Karbon monoksida, merupakan gas beracun yang berakibat pada kurangnya

kemampuan darah membawa oksigen sehingga mengakibatkan otak, jantung

dan organ tubuh yang penting menjadi kekurangan oksigen.

11. Apa saja bahaya merokok ?

-dapat menderita kanker paru, kanker mulut, kanker organ tubuh yang lainnya, penyakit

jantung dan pembuluh darah, batuk – batuk yang menahun ( kronik ), kelainan
kehamilan, katarak, kerusakan ginjal, kerusakan gigi, kehilangan pendengaran, tulang

mudah patah dll

- selain dapat menyebabkan penyakit juga memberikan pengaruh pada pikiran, perasaan

dan tingkah laku perokok seperti menjadi ketagihan, kemudian ketergantungan pada

rokok tinggi.

12. Bagaimana tanda – tanda dengan gizi kurang ?

1. siswa tampak kurus

2. tidak segar , tidak ceria

3. tidak bergairah / malas melakukan aktifitas

4. cenderung sering sakit

13. bagaimana tanda – tanda dengan gizi lebih ?

1. siswa tampak gemuk

2. bentuk tubuh terlihat tidak seimbang

3. tidak dapat bergerak bebas

4. nafas mudah tersengal – sengal jika melakukan kegiatan

5. mudah lelah

6. malas melakukan kegiatan

14. bagaimana tanda – tanda dengan gizi baik ?

1. tumbuh normal

2. segar , kuat , giat dan ceria

3. mata bersih dan bersinar

4. nafsu makan baik

15. mengapa perlu mengetahui berat badan dan tinggi badan kita ?
- menimbang berat badan mengukur tinggi badan secara teratur setiap 6 bulan ,

berarti siswa dapat mengetahui pertumbuhan dan perkembangan badan serta

status gizi ( gizi kurang, gizi baik atau gizi lebih ).

- Dengan mengamati pertumbuhan berat badan dan tinggi badan dari waktu ke

waktu, dapat diketahui perkembangan kesehatannya.

16. Bagaimana mengetahui pertumbuhan dan perkembangan siswa ?

- pencatatan hasil penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan siswa

di kartu menuju sehat anak sekolah (KMS-AS) secara teratur setiap 6 bulan

akan memperlihatkan pertumbuhan dan perkembangan siswa ( kekurangan gizi ,

kegemukan atau gizi baik ).

- Anak dengan status gizi baik akan tumbuh dan berkembang secara optimal

sesuai usia.

17. Secara garis besar, sampah dibedakan menjadi tiga jenis yaitu :

- sampah anorganik / kering, yang tidak dapat mengalami pembusukan secara

alami, contoh : logam, besi, kaleng, kertas, plastic, karet, atau botol.

- Sampah organic / basah, yang dapat mengalami pembusukan secara alami,

contoh : daun-daunan, sampah dapur, sampah restoran ,sisa sayuran, rempah-

rempah atau sisa buah.

- Sampah berbahaya, contoh : baterai, botol obat nyamuk. Jarum suntik bekas,

botol sisa kimia, atau pecahan kaca.


Membuang sampah pada tempatnya

Mengapa kita harus membuang sampah ditempatnya ?

Sampah adalah sarang kuman dan bakteri penyakit. Membuang sampah pada tempatnya

menghindari tubuh supaya tidak tertular penyakit, juga menjaga kebersihan lingkungan

sekolah.

18. Akibat membuang sampah sembarangan

- sampah menjadi tempat berkembangbiak dan sarang serangga dan tikus.

- Sampah menjadi sumber polusi dan pencemaran tanah, air dan udara

- Sampah menjadi sumber dan tempat hidup kuman-kuman yang membahayakan

kesehatan.

- Sampah dapat menimbulkan kecelakaan dan kebakaran .

19.Mengapa kita tidak boleh jajan sembarangan ?

- bila jajan sembarangan, kita tidak dapat memastikan apakah jajanan tersebbut

bersih, bergizi , sehat dan aman.

- Jajanan yang tidak terjamin kebersihannya bisa saja sudah tercemar kuman

sehingga menyebabkan penyakit diare atau disentri, atau pada makanan tersebut

ada telur cacing yang menyebabkan penyakit cacingan.

- Jajan sembarangan tidak aman karena kita tidak tahu apakah bahan makanan

tambahan yang digunakan seperti zat pewarna, zat pengawet, bumbu penyebab

apakah aman bagi kesehatan kita. Oleh karena itu berhati-hatilah dengan jajanan

yang berwarna mencolok. Zat pewarna alami seperti daun pandan, kunyit, bit

dsb biasanya menimbulkan warna yang pudar pada makanan sehingga jajanan

terlihat kurang menarik. Penjaja makanan cenderung menggunakan zat pewarna


kain karena murah sedangkan zat pewarna yang aman bagi kesehatan biasanya

mahal.

- Bahan makanan tambahan yang tidak aman dapat menjadi racun bagi tubuh.

Reaksi yang ditimbulkan oleh keracunan makanan bisa seperti muntah, diare

bahkan syok.

20. Kapan sebaiknya kita mencuci tangan

- Sebelum dan setelah makan

- Sebelum memegang makanan

- Sebelum melakukan kegiatan apapun yang memasukkan jari-jari kedalam

mulut atau mata

- Setelah buang air kecil (BAK) dan buang air besar (BAB)

- Setelah buang ingus, sampah

- Setelah bermain dengan hewan/unggas termasuk hewan peliharaan

- Sebelum memasukkan dan mengeluarkan lensa kontak

- Sebelum mengobati luka

21. Mengapa kita harus mencuci tangan dengan air bersih yang mengalir dan memakai

sabun?

- Air yang tidak bersih banyak mengandung kuman dan bakteri penyebab

penyakit. Bila digunakan, kuman berpindah ke tangan. Pada saat makan,

kuman dengan cepat masuk ke dalam tubuh, yang bisa menimbulkan penyakit

antara lain mencret/diare, cacingan, Thypus, Flu burung, dll.

- Sabun dapat membersihkan kotoran dan membunuh kuman, karena tanpa

sabun, kotoran dan kuman masih tertinggal di tangan


- Oleh karena itu biasakan cuci tangan dengan air bersih yang mengalir dan

memakai saun agar tangan bersih dan sehat.

22. Bagaimana mencuci tangan yang baik dan benar?

- Basahi tanganmu terlebih dahulu denga air yang mengalir. Air yang mengalir

dapat diperoleh dari air kran, air dalam ember yang dituang dengan

menggunakan gayung

- Gosokkan tangan dengan sabun secara benar ke semua bagian tangan dan ajri-

jari selama 10 – 15 detik, terutama untuk membersihkan bagian bawah kuku,

antara jari-jari, telapak dan punggung tangan

- Bilas tangan dengan air bersih yang mengalir

- Keringkan tangan dengan handuk bersih atau kertas tisu atau diangin-

Anginkan
Lampiran Dokumentasi Kegiatan

Peserta Penyuluh

Penyampaian Materi oleh Penyuluh