Anda di halaman 1dari 10

Nama : Yasrul

Nim : 2016030269
Kelas : W.T.E.004

PRINSIP KERJA MOTOR BAKAR DAN KOMPONENNYA

1. Pengertian Motor Bakar

Motor bakar adalah mesin kalor atau mesin konversi energi yang mengubah energi kimia bahan
bakar menjadi energi mekanik berupa kerja. Pada dasarnya mesin kalor (Heat Engine)
dikategorikan menjadi dua (2), yaitu:

1. a) External Combustion Engine

Yaitu hasil dari pembakaran udara dan bahan bakar memindahkan panas ke fluida kerja pada
siklus. Dimana energi diberikan pada fluida kerja dari sumber luar seperti furnace, geothermal,
reaktor nuklir, atau energi surya. Contoh mesin yang termasuk External Combustion Engine
adalah turbin uap.

1. b) Internal Combustion Engine

Dimana energi didapat dari pembakaran bahan bakar didalam batas sistem sehingga gas
pembakaran yang terjadi sekaligus berfungsi sebagai fluida kerja. Contoh Internal Combustion
Engine adalah Motor Bakar torak dan sistem turbin gas. Jadi motor bakar torak termasuk jenis
Internal Combustion Engine.

2. Prinsip Kerja Motor Bakar

Motor bakar torak menggunakan beberapa silinder yang didalamnya terdapat torak yang
bergerak translasi bolak-balik ( reciprocating engine ). Didalam silinder itulah terjadi
pembakaran antara bahan bakar dengan oksigen dari udara. Gas pembakaran yang dihasilkan
oleh proses tersebut mampu menggerakkan torak yang dihubungkan dengan poros engkol oleh
batang penghubung (batang penggerak). Gerak translasi torak tadi menyebabkan gerak rotasi
pada poros engkol dan sebaliknya. Berdasarkan langkah kerjanya, motor bakar torak dibedakan
menjadi motor bakar 4 langkah dan motor bakar dua langkah.

1. Motor Bakar 4 Langkah

Pada motor bakar 4 langkah, setiap 1 siklus kerja memerlukan 4 kali langkah torak atau 2 kali
putaran poros engkol, yaitu:

1. langkah Isap (Suction Stroke)


Torak bergerak dari posisi TMA (titik mati atas) ke TMB (titik mati bawah), dengan katup KI
(katup isap) terbuka dan katup KB (katup buang) tertutup. Karena gerakan torak tersebut maka
campuran udara dengan bahan bakar pada motor bensin atau udara saja pada motor diesel akan
terhisap masuk ke dalam ruang bakar.

2. Langkah Kompresi (Compression Stroke)

Torak bergerak dari posisi TMB ke TMA dengan KI dan KB tertutup.Sehingga terjadi proses
kompresi yang mengakibatkan tekanan dan temperatur di silinder naik.

3. Langkah Ekspansi (Expansion Stroke)

Sebelum posisi torak mencapai TMA pada langkah kompresi, pada motor bensin busi
dinyalakan, atau pada motor diesel bahan bakar disemprotkan ke dalam ruang bakar sehingga
terjadi proses pembakaran. Akibatnya tekanan dan temperatur di ruang bakar naik lebih tinggi.
Sehingga torak mampu melakukan langkah kerja atau langkah ekspansi. Langkah kerja dimulai
dari posisi torak pada TMA dan berakhir pada posisi TMB saat KB mulai terbuka pada langkah
buang. Langkah ekspansi pada proses ini sering disebut dengan power stroke atau langkah kerja.

4. Langkah Buang

Torak bergerak dari posisi TMB ke TMA dengan KI dan KB terbuka. Sehingga gas hasil
pembakaran terbuang ke atmosfer.
Skema masing masing langkah gerakan torak di dalam silinder motor bakar 4 langkah tersebut
ditunjukkan dalam gambar berikut

1. Motor Bakar 2 Langkah

Pada motor bakar 2 langkah, setiap satu siklus kerja memerlukan dua kali langkah torak atau satu
kali putaran poros engkol. Motor bakar 2 langkah juga tidak memiliki katup isap (KI) atau katup
buang (KB), dan digantikan oleh lubang isap dan lubang buang yang dibuat pada sisi-sisi
silinder (cylinder liner). Secara teoritis, pada berat dan displacement yang sama, motor bakar 2
langkah menghasilkan daya sekitar dua kali lipat dari motor bakar 4 langkah, tetapi pada
kenyataanya tidak demikian karena efisiensinya lebih rendah akibat pembuangan gas buang yang
tidak kompit dan pembuangan sebagian bahan bakar bersama gas buang akibat panggunaan
sistem lubang. Tetapi melihat konstruksinya yang lebih simpel dan murah serta memiliki rasio
daya – berat dan daya – volume yang tinggi maka motor bakar 2 langkah cocok untuk sepeda
motor dan alat-alat pemotong.

Dua langkah kerja motor bakar 2 langkah tersebut dijelaskan sebagai berikut :

1. Langkah Torak dari TMA ke TMB

Sebelum torak mencapai TMA, busi dinyalakan pada motor bensin (atau bahan bakar
dikompresikan pada motor diesel) sehingga terjadi proses pembakaran, karena proses ini torak
terdorong dari TMA menuju TMB, langkah ini merupakan langkah kerja dari motor bakar 2
langkah. Saat menuju TMB, piston lebih dulu membuka lubang buang sehingga gas sisa
pembakaran terbuang , setelah itu dengan gerakan piston yang menuju TMB, lubang isap
terbuka, dan campuran udara bahan bakar pada motor bensin atau udara pada motor diesel akan
masuk ke dalam silinder.

2. Langkah Torak dari TMB ke TMA

Setelah torak mencapai TMB maka torak kembali menuju TMA. Dengan gerakan ini, sebagian
gas sisa yang belum terbuang akan didorong keluar sepenuhnya. Selain itu, gerakan piston yang
turun menuju TMA menyebabkan terjadinya kompresi yang kemudian akan dilanjutkan dengan
pembakaran setelah lubang isap tertutup oleh torak.
Skema masing-masing langkah gerakan torak di dalam silinder motor bakar 2 langkah tersebut
ditunjukkan dalam gambar berikut.
3. Komponen-komponen Engine

Engine terdiri dari komponen-komponen engine dan bagian-bagian pendukung kerja engine.
Yang dimaksud komponen-komponen engine meliputi: Blok silinder, kepala silinder, mekanik
katup, kelengkapan piston, poros engkol, poros nok dan roda penerus. Sedang bagian-bagian
penunjang kerja engine meliputi: Sistem pendinginan, sistem pelumasan, sistem bahan bakar dan
sistem pengapian.

1. Blok silinder (cylinder block)

Pada bagian linernya sebagai tempat terjadinya proses pembakaran. Selain itu juga sebagai
tempat kerjanya komponen-komponen yang lain seperti piston, poros engkol, poros nok. Pada
bagian atas blok silinder dipasang kepala silinder dan pada bagian bawah dipasang panci oli.

2. Kepala silinder (Cylinder Head)

Membentuk ruang bakar atau tempat ruang bakar tambahan. Pada kepala silinder juga digunakan
untuk menempatkan kelengkapan mekanik katup, saluran pemasukan dan juga saluran
pembuangan.

3. Mekanik katup (valve mekanism)

Katup pada umumnya diletakkan pada kepala silinder. Metode penggerak mekanik katup
menggunakan: timing gear, timing chain atau dengan timing belt. Adapun fungsi katup untuk
membuka dan menutup ruang bakar sesuai proses yang terjadi di dalam silinder.
Gambar : Model Timing Gear
Model timing gear digunakan pada motor jenis OHV (Over Head Valve) dan menggunakan
lifter serta push rod.
Timing gear : untuk penghubung putaran poros engkol dengan poros nok, sekaligus
menepatkan posisi katup dengan piston.

Gambar : Model Timing Chain


Model timing chain digunakan pada motor jenis OHC (Over Head
Cam shaft) atau DOHC (Double Over Head Cam shaft). Poros Noknya terletak
pada kepala silinder, digerakkan oleh rantai, serta Roda gigi sprocket sebagai pengganti timing
gear. Tegangan rantai diatur oleh tensioner dan getarannya diredam oleh Vibration damper.
Gambar : Model Timing Belt
Pada model timing belt, poros nok digerakkan oleh sabuk yang Bergigi sebagai pengganti rantai.
Jenis ini tidak memerlukan tensioner dan pelumasan. Cam shaft dan crank shaft timing pulley:
untuk menepatkan posisi katup dengan piston.

4. Kelengkapan Piston (Piston Assy)

Piston berfungsi menghisap dan mengkompresi campuran bahan bakar dan udara pada motor
bensin atau udara murni pada motor disel, juga sebagai pembentuk ruang bakar. Selain itu piston
juga meneruskan tenaga panas hasil pembakaran menjadi tenaga mekanik pada poros engkol
melalui batang piston. Kelengkapan piston terdiri dari: Piston, ring piston, pena piston dan
batang piston.

Gambar : Konstruksi piston (Torak)


Compression ring grooves: untuk menempatkan ring kompresi
Oil ring grooves: untuk menempatkan ring oli
Piston pin boss: untuk bantalan dudukan pena piston
Piston pin hole: untuk menempatkan pena piston
Lands: sebagai pembatas ring piston
Skirt: sebagai penyerap panas.

Gambar : Ring piston dan alurnya pada piston


Ring piston terdiri dari ring kompresi (compression ring) dan ring Oli (oil ring). Ring kompresi
sebagai perapat kompresi sekaligus Perapat agar pembakaran tidak merambat ke bawah piston.
Sedang ring oli untuk menyapu oli pelumas pada dinding silinder agar kembali ke panci oli.
Untuk motor dua langkah tidak menggunakan ring oli karena panci oli terpisah dengan
ruang engkol.

Gambar : Pena piston (Piston Pin)


Pena piston berfungsi menyambung piston dengan batang piston agar dapat bergerak sesuai
fungsinya masing-masing. Oleh sebab itu penyambungan pena piston ada beberapa tipe, antara
lain: tipe Fixed, full floating dan semi floating
5. Poros engkol (Crank shaft)

Poros engkol menerima beban dari piston dan batang piston, akibat tenaga hasil pembakaran.
Poros ini berfungsi untuk meneruskan tenaga/putaran ke roda penerus.

Gambar 39. Poros engkol (crank shaft)


Oil hole: Untuk saluran pelumasan
Crank pin: untuk tempat tumpuan big end batang piston
Crank journal: sebagai titik tumpu pada blok motor
Counter balance weight: sebagai bobot penyeimbang putaran

6. Poros nok (Cam shaft)

Poros nok adalah sebuah poros yang dilengkapi dengan nok-nok sebagai penggerak mekanik
katup. Poros nok sebagai penggerak mekanik katup ada yang hanya untuk katup buang atau
katup masuk saja, ada pula yang sekaligus menggerakkan katup masuk dan buang.

7. Roda penerus (Fly wheel)

Roda penerus dipasang pada out put poros engkol dan berfungsi
sebagai penerus putaran/tenaga dari mesin ke sistem pemindah
tenaga kendaraan (Power train). Kecual i itu roda penerus juga untuk meneruskan putaran
dari motor starter ke poros engkol agar mesin dapat distart.
Gambar : Roda penerus (Fly wheel)

8. Panci oli (Oil punch)

Panci oli dipasang pada blok motor paling bawah dan berfungsi sebagai penampung oli motor.

Gambar : Panci oli (Oil punch)

9. Sistem pendinginan (Cooling System)

Secara umum sistem pendinginan engine bensin dan disel sama. Sedangkan fungsi utama sistem
pendinginan adalah untuk mengontrol suhu kerja engine. Untuk dapat melaksanakan fungsinya,
sistem pendinginan dilengkapi dengan komponen-komponen berikut:
Radiator: menampung air pendingin untuk didinginkan.
Slang bawah radiator: Untuk mengalirkan air ke engine.
Slang atas radiator: Untuk mengalirkan air panas dari engine.
Thermostaat: Sebagai pengontrol suhu kerja engine.
Pompa air/Water pump: untuk mensirkulasikan air.
Tali kipas/Fan belt: Untuk menggerakkan kipas pendingin.

10. Sistem Pelumasan (Lubrycating System)

Sebagian besar mekanik engine yang bergerak memerlukan pelumasan, hal ini dimaksudkan agar
komponen-komponen engine tidak cepat aus dan kinerja engine tetap terjaga. Adapun komponen
sistem pelumasan meliputi: Saringan (strainer), pompa oli, saringan oli (Oil filter), saluran
oli (hole).
11. Sistem Bahan bakar (Fuel System)

Pada prinsipnya sistem bahan bakar berfungsi menyuplai bahan bakar sesuai kebutuhan engine.
Sistem bahan bakar engine bensin menggunakan karburator dan sistem bahan bakar engine
disel menggunakan pompa injeksi dan nozel. Sistem bahan bakar engine bensin terdiri dari:
Tangki (Fuel tank): sebagai penampung bahan bakar
Pompa (Fuel pump): Menyuplai bahan bakar dari tangki ke Karburator.
Karburator: Untuk mencampur udara dan bahan bakar.
Saringan : Untuk menyaring bensin dari kotoran yang ada.

12. Sistem Pengapian konvensional

Sistem pengapian digunakan pada engine bensin, adapun fungsinya memberikan api bertegangan
tinggi ke dalam ruang bakar untuk pembakaran. Komponen-komponen sistem pengapian antara
lain:
Baterai: sebagai penyimpan arus listrik.
Kunci kontak (Switch): Untuk memutus dan menghubungkan arus listrik dengan sistem.
Koil: Merubah arus primer menjadi arus skunder bertegangan Tinggi.
Distributor: Mendistribusikan/membagi arus tegangan tinggi ke busi-busi.
Kondensator: Menyimpan arus primer saat platina menutup, dan menyalurkan kembali saat
platina membuka.
Busi: Meloncatkan api bertegangan tinggi ke dalam ruang bakar untuk pembakaran.

Gambar 48. Sistem pengapian engine bensin konvensional