Anda di halaman 1dari 2

TUGAS KE-1

Nama : Dadan Suherman, S.Pd.


Tempat Tugas Mengajar : MAS Al-Falah Nagreg – Kabupaten Bandung

Jawaban :
1. Ya, secara umum praktikum ini dapat dilaksanakan di sekolah, karena alat dan bahan untuk
praktikum pembuktian pernapasan pada hewan/serangga ini umum terdapat di laboratorium
sekolah, namun ada beberapa alat seperti Volumetri, thermometer dan penggunaan bahan seperti
es dan air panas tidak umum/ tidak biasa digunakan dalam praktikum pernapasan pada hewan
tersebut.
2. Bisa, siswa diperkirakan akan mendapatkan kesulitan pada bagian penggunaan alat volumetri
yang digunakan sebagai alat pembuktian dalam praktikum tersebut dan langkah kerja yang kurang
procedural/kurang detail sehingga tidak dapat menuntun siswa untuk melaksanakan langkah kerja
dengan semestinya.
3. Tidak, alasannya : langkah kerja yang disajikan dalam LKS tersebut kurang lengkap/ kurang
detail, sehingga tidak dapat menuntun siswa untuk melaksanakan langkah kerja secara mandiri
seperti yang diharapkan dalam praktikum tersebut. Misalnya: pada bagian alat dan bahan
disebutkan ada Thermometer, pipet, timbangan, pencatat waktu, tapi di langkah kerja tidak
disebutkan bagaimana proses penggunaannya.
4. Tidak, karena langkah kerja yang kurang lengkap, memungkinkan siswa tidak dapat memperoleh
data yang diharapkan, misalnya dalam penggunaan air panas tidak dijelaskan bagaimana proses
penggunaannya pada alat volumetri dalam praktikum tersebut, sehingga siswa tidak mampu
menganalisis pengaruh perbedaan suhu pada pernapasan.
5. Kesimpulannya :
a. Berat hewan berbanding lurus dengan laju pernapasannya, semakin berat hewan maka
semakin tinggi laju pernapasannya, hal ini dapat dilihat dari pergerakan air berwarna (eosin)
pada alat tersebut.
b. Suhu berpengaruh terhadap laju pernapasan hewan, karena semakin tinggi suhu maka
kebutuhan energy juga semakin tinggi, meningkatnya kebutuhan energy akan mempengaruhi
terhadap peningkatan proses metabolism dalam sel yang prosesnya memerlukan O2 , semakin
banyaknya oksigen yang digunakan untuk metabolism mengakibatkan tubuh kita kekurangan
O2 sehingga hal inilah yang akan meningkatkan laju pernapasan.
c. Pemberian KOH/NaOH juga dapat berpengaruh dalam laju pernapasan hewan tersebut,
karena pemberian KOH dimaksudkan untuk mengikat senyawa CO 2 yang dihasilkan dari
proses pernapasan hewan tersebut serta memastikan bahwa pergerakan eosin/cairan berwarna
tersebut terjadi karena konsumsi O2.
6. Tiga variabel, yaitu :
a. Variabel bebas (factor yang mempengaruhi) : pemberian KOH/NaOH, Es, Air panas, Berat
Serangga
b. Variabel terikat (factor yang dipengaruhi) : Laju pernapasan hewan/serangga
c. Variabel control: penggunaan cairan berwarna/ eosin
7. A. Kompetensi pengetahuan (penguatan konsep materi yang dibuktikan dengan hasil praktikum),
B. Kompetensi Keterampilan motorik
8. Faktor-faktor yang mempengaruhi laju pernapasan hewan, kegiatan di laboratorium tersebut
sangat relevan dengan tuntutan kurikulum saat ini yang mengharapkan siswa menjadi pusat
pembelajaran dan menjadikan siswa mendapatkan pengalaman belajar yang sesungguhnya.
9. Pendekatan saintific, karena dalam kegiatan laboratorium tersebut siswa secara aktif
mengontruksi konsep secara mandiri melalui tahapan-tahapan mengamati (untuk mengidentifikasi
atau menemukan masalah), merumuskan masalah, mengajukan atau merumuskan hipotesis,
mengumpulkan data dengan berbagai teknik, menganalisis data, menarik kesimpulan dan
mengomunikasikan konsep, hukum atau prinsip yang ditemukan, sesuai dengan karakteristik
pembelajaran dengan pendekatan saintific.
10. - langkah kerja : disusun lebih lengkap lagi dan sistematis
- Tabel pengamatan dibuat lebih sederhana dan mudah dipahami siswa
- Pertanyaan disusun mencakupi semua kegiatan praktikum, mulai dari persiapan, proses, data
hasil pengamatan, analisis dan kesimpulan.
11. Kurang layak, karena masih ada beberapa yang harus diperbaiki, diantaranya mulai dari alat dan
bahan yang disebutkan harus sesuai dengan yang benar-benar dibutuhkan dan digunakan dalam
praktikum, langkah kerja, table pengamatan dan pertanyaan.