Anda di halaman 1dari 56

Universitas Kristen Krida Wacana

Evaluasi Program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Tatanan Rumah Tangga
di Wilayah Kerja Puskesmas Rengasdengklok, Kabupaten Karawang
........................Periode Januari sampai dengan Juni 2019.....................

Disusun oleh :
Dewa Ayu Agung Gita Sugandhi

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kedokteran Komunitas


Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana
Jakarta, September 2019

i
Universitas Kristen Krida Wacana

Evaluasi Program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Tatanan Rumah Tangga
di Wilayah Kerja Puskesmas Rengasdengklok, Kabupaten Karawang
........................Periode Januari sampai dengan Juni 2019.....................

Disusun oleh :
Dewa Ayu Agung Gita Sugandhi-112017163

Kepaniteraan Klinik Ilmu Kedokteran Komunitas


Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana
Jakarta, September 2019

i
Evaluasi Program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Tatanan Rumah Tangga
di Wilayah Kerja Puskesmas Rengasdengklok, Kabupaten Karawang
........................Periode Januari sampai dengan Juni 2019.....................

Lembar Pengesahan

Disetujui September 2019

Pembimbing

(dr. Ernawaty Tamba, MKM)

ii
Ucapan Terima Kasih

Puji syukur kami panjatkan kehad irat Tuhan Yang Maha Esa karena atas
rahmat dan karunia-Nya, kami dapat menyelesaikan evaluasi program ini.
Evaluasi program ini kami laksanakan dalam rangka menjalankan Kepaniteraan
Klinik Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Kristen
Krida Wacana, yang berlokasi di Puskesmas Rengasdengklok, Kabupaten
Karawang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberhasilan program
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada Tatanan Rumah Tangga di wilayah kerja
Puskesmas Rengasdengklok. Akhir kata, kami mengucapkan terima kasih yang
sebesar-besarnya atas segala bimbingan yang telah diberikan dalam penyelesaian
evaluasi program ini kepada:

1. Dr. dr. A. Aris Susanto, MS, Sp.Ok.


2. dr. Julianti Sutanto, Mkes
3. dr. E. Irwandy Tirtawidjaja.
4. dr. Djap Hadi Susanto, Mkes.
5. dr. Melda Suryana, M.Epid.
6. dr. Diana L. Tumilisar, MKes
7. dr. Ernawaty Tamba, MKM.
8. Kepala Puskesmas Rengasdengklok
9. Seluruh responden serta semua pihak yang ikut memberikan dukungan dan
bantuan sehingga penelitian ini dapat diselesaikan dengan baik.

Kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam penelitian ini,


oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun sehingga di
masa mendatang dapat ditingkatkan lebih baik lagi.

Jakarta, September 2019

iii
Evaluasi Program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Tatanan Rumah Tangga
di Wilayah Kerja Puskesmas Rengasdengklok, Kabupaten Karawang
........................Periode Januari sampai dengan Juni 2019.....................

Dewa Ayu Agung Gita Sugandhi

Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Email: agitas07@ymail.com

Abstrak

(vi + 50 halaman : 2 gambar; 6 tabel; 6 lampiran)

Program PHBS menjadi salah satu pilar utama dalam Indonesia Sehat dan salah
satu strategi untuk mengurangi beban negara dan masyarakat terhadap pembiayaan
kesehatan dengan tujuan meningkatkan pengetahuan, kesadaran, kemauan dan
kemampuan masyarakat agar hidup bersih dan sehat, termasuk swasta dan dunia usaha
agar berperan serta aktif mewujudkan derajat kesehatan yang optimal. Tujuan: Untuk
mengetahui gambaran tentang evaluasi program promosi kesehatan PHBS pada tatanan
rumah tangga ditinjau dari input, proses, dan dampak di wilayah kerja Puskesmas
Rengasdengklok kabupaten Karawang pada periode waktu Januari sampai dengan Juni.
Dari hasil evaluasi didapatkan 8 masalah pada keluaran dan diambil dua prioritas masalah
yaitu cakupan memberantas jentik dirumah sekali seminggu sebesar 61,9% dan cakupan
penggunaan jamban sehat sebesar 59,2% Hasil : Terdapat masalah pada komponen input,
tenaga promosi kesehatan yang ada di puskesmas tidak mendapatkan pelatihan yang
maksimal dan kurang aktifnya kader. Pada proses, perencanaan dilaksanakan secara
terpadu, pengorganisasian dan pelaksanaan promkes belum terlaksana maksimal, dan
pemantauan hanya berdasarkan hasil survei PHBS rumah tangga. Komponen output
diketahui penerapan PHBS Tatanan Rumah Tangga masih rendah dibawah target.
Penerapan manajemen PHBS Tatanan Rumah Tangga belum sesuai yang diharapkan.
Disarankan kepada Puskesmas Rengasdengklok agar lebih mensosialisasikan PHBS
Tatanan Rumah Tangga, perlu peningkatan kualitas tenaga pelaksana, menjalin kerjasama
dengan pihak lintas program dan sektoral, maupun para tokoh masyarakat serta
peningkatan manajemen penerapan PHBS tatanan rumah tangga.

Kata kunci: Evaluasi program, PHBS, tatanan rumah tangga

iv
Daftar Isi

Lembar Cover ……………………………………………………………………

Lembar Judul ……………………………………………………………….…….i

Lembar Pengesahan……………………………………………………………….ii

Ucapan Terima Kasih…………………………………………………………….iii

Abstrak………………..…………………………….................................……….iv

DaftarIsi ………………………………………………..…………...………..…..v

Bab I. Pendahuluan ………………………………………………………...….…1

1.1 Latar Belakang …….......................……….…………...................…......1

1.2 Rumusan Masalah .................................................................................…2

1.3 Tujuan ……………………………………………..………………....….2

1.4 Manfaat ................................................................................................…4

1.5 Sasaran …….………..……………………………………………..….…5

Bab II. Materi dan Metode ………………………………………….…….…...…6

2.1. Materi ........................................................……………………...….......6

2.2. Metode ………………………………………..................……...............6

Bab III. Kerangka Teoritis…………………………………………….……….....7

3.1 Kerangka Teoritis ………………………………………………….....…7

3.2 Tolak Ukur Keberhasilan ……………………….…………………........8

Bab IV. Penyajian Data.………........................................................….................9

v
4.1 Sumber Data ………………………………………………….……........9

4.2 Data Umum ……………………………………………………….….....9

4.3 Data Khusus …………………………………………………………….12

BabV. Pembahasan ………………………………………………………....…...23

5.1Masalah menurut Keluaran ……………………….………………......…23

5.2Masalah menurut Masukan …………………………………….……..…24

5.3 Masalah menurut Proses ………………………………………….….…25

5.4Masalah menurut variabel Lingkungan............................................….....26

BabVI. Perumusan Masalah…………………………………………………...…27

Bab VII. Prioritas Masalah…………………………………………………….…30

BabVIII. Penyelesaian Masalah…………………………………………...…..…32

BabIX. Penutup.......................………………………………………..………….35

9.1 Kesimpulan ………………………………………………...…….…….35

9.2 Saran ………………………………………………………....……….. 35

Daftar Pustaka……………………………………………………………………37

Lampiran…………………………………………………………………………38

vi
Bab I
Pendahuluan

1.1 Latar Belakang

Pembangunan kesehatan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran,


kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap penduduk agar dapat
mewujudkan derajat kesehatan yang tinggi. Menurut undang-undang kesehatan
nomor 36 tahun 2009 bab 1 pasal 1, kesehatan adalah keadaan sehat, baik secara
fisik, mental, spritual maupun sosial yang memungkinkan setiap orang untuk
hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Pemberdayaan masayarakat harus
dimulai dari rumah tangga, karena rumah tangga yang menerapkan PHBS dalam
kehidupannya merupakan asset dan modal pembangunan kesehatan di masa depan
yang perlu dijaga, dilindungi dan ditingkatkan kesehatannya.1

Rumah tangga yang menerapkan PHBS berarti mampu menjaga,


meningkatkan dan melindungi kesehatan setiap anggota rumah tangga dari
gangguan ancaman penyakit dan lingkungan yang kurang kondusif untuk hidup
sehat.2,3 Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah upaya untuk
memberdayakan anggota rumah tangga agar tahu, mau dan mampu
mempraktikkan perilaku hidup bersih dan sehat serta berperan aktif dalam
gerakan kesehatan di masyarakat.4
Evaluasi keberhasilan pembinaan PHBS dilakukan dengan melihat 10
indikator PHBS di tatanan rumah tangga. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar
(RISKESDAS) 2013, indikator PHBS terdiri dari persalinan ditolong oleh tenaga
kesehatan, memberi bayi ASI eksklusif, menimbang balita setiap bulan,
menggunakan air bersih, mencuci tangan dengan air bersih yang mengalir dan
menggunakan sabun, menggunakan jamban sehat, memberantas jentik di rumah
seminggu sekali, makan sayur dan buah setiap hari, melakukan aktivtas fisik
setiap hari dan tidak merokok di dalam rumah.5
Ditinjau dari profil kesehatan Indonesia 2014, pencapaian rumah tangga
yang melakukan PHBS tahun 2014 di Indonesia mencapai 56,58%, dengan
pencapaian di provinsi Jawa Barat mencapai 51,40%.6 Sedangkan untuk Jawa
Barat tahun 2016 ditinjau dari Profil Kesehatan Provinsi Jawa Barat tahun 2016 ,

1
jumlah Rumah Tangga di Jawa Barat sebanyak 12.634.514 rumah tangga, dan
dipantau sikap prilaku yang melakukan PHBS sebanyak 8.253.302 keluarga
(65,3%), dari pemantauan ini ditemukan 4.334.650 keluarga berperilaku PHBS
(52,5%). Cakupan rumah tangga yang melakukan PHBS menunjukan adanya
penurunun, pada tahun 2015 persentase PHBS mencapai 53,7% dan pada tahun
2016 mencapai 52,5% turun 2,8%.7 Berdasarkan Profil Kesehatan Provinsi Jawa
Barat tahun 2016, PHBS di Kabupaten Karawang pada periode tahun 2016
mencakup sebanyak 49,9%.7
Berdasarkan data PHBS di wilayah kerja Puskesmas Rengasdengklok
pada periode tahun 2018 adalah sebesar 57,5%. Dengan keikutsertaan masyarakat
dalam menerapkan PHBS dalam tatanan rumah tangga maka diharapkan
masyarakat menjadi sehat dan tidak mudah sakit serta dapat bekerja secara
optimal.

1.2. Rumusan Masalah


1.2.1 Dari hasil profil kesehatan Indonesia KEMENKES 2014 diketahui bahwa
rumah tangga yang telah mempraktekkan perilaku hidup bersih dan sehat
(PHBS) di Indonesia baru mencapai 56,58 %.
1.2.2 Dari profil kesehatan provinsi Jawa Barat tahun 2016 diketahui bahwa
rumah tangga yang telah mempraktekkan perilaku hidup bersih dan sehat
(PHBS) di Jawa Barat baru mencapai 52,5%.
1.2.3 Dari profil kesehatan provinsi Jawa Barat tahun 2016 diketahui bahwa
rumah tangga yang mempraktekkan perilaku hidup bersih dan sehat
(PHBS) di kabupaten Karawang baru mencapai 49,9%.
1.2.4 Dari catatan tahun 2018 Puskesmas Rengasdengklok menunjukkan
cakupan rumah tangga yang mempraktekkan PHBS di wilayah kerja
UPTD Puskesmas Rengasdengklok adalah 57,5%.

1.3. Tujuan
1.3.1 Tujuan Umum:
Diketahuinya masalah, penyebab masalah, dan penyelesaian masalah pada
program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada tatanan rumah

2
tangga di wilayah kerja Puskesmas Rengasdengklok periode Januari
sampai dengan Juni 2019 dengan menggunakan pendekatan sistem.

1.3.2 Tujuan Khusus:


1.3.2.1 Diketahuinya cakupan rumah tangga yang melakukan PHBS di
tatanan rumah tangga di wilayah kerja Puskesmas Rengasdengklok
periode Januari sampai dengan Juni 2019
1.3.2.2 Diketahuinya cakupan persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan di
wilayah kerja Puskesmas Rengasdengklok periode Januari sampai
dengan Juni 2019
1.3.2.3 Diketahuinya cakupan memberi bayi ASI eksklusif di wilayah kerja
Puskesmas Rengasdengklok periode Januari sampai dengan Juni
2019
1.3.2.4 Diketahuinya cakupan menimbang balita setiap bulan di wilayah
kerja Puskesmas Rengasdengklok periode Januari sampai dengan
Juni 2019
1.3.2.5 Diketahuinya cakupan menggunakan air bersih di wilayah kerja
Puskesmas Rengasdengklok periode Januari sampai dengan Juni
2019
1.3.2.6 Diketahuinya cakupan perilaku mencuci tangan dengan air bersih
yang mengalir dan menggunakan sabun di wilayah kerja Puskesmas
Rengasdengklok periode Januari sampai dengan Juni 2019
1.3.2.7 Diketahuinya cakupan menggunakan jamban sehat di wilayah kerja
Puskesmas Rengasdengklok periode Januari sampai dengan Juni
2019
1.3.2.8 Diketahuinya cakupan memberantas jentik nyamuk di rumah sekali
seminggu di wilayah kerja Puskesmas Rengasdengklok periode
Januari sampai dengan Juni 2019
1.3.2.9 Diketahuinya cakupan makan sayur dan buah setiap hari di wilayah
kerja Puskesmas Rengasdengklok periode Januari sampai dengan
Juni 2019

3
1.3.2.10 Diketahuinya cakupan melakukan aktivitas fisik setiap hari di
wilayah kerja Puskesmas Rengasdengklok periode Januari sampai
dengan Juni 2019
1.3.2.11 Diketahuinya cakupan perilaku tidak merokok di dalam rumah di
wilayah kerja Puskesmas Rengasdengklok periode Januari sampai
dengan Juni 2019

1.4 Manfaat
1.4.1 Bagi Evaluator:
1.3.1.1.Menerapkan ilmu pengetahuan yang telah diperoleh sebelumnya saat
perkuliahan.

1.3.1.2.Melatih serta mempersiapkan diri dalam mengatur suatu program


khususnya program promosi kesehatan PHBS.

1.3.1.3.Mengetahui kendala yang dihadapi dalam mengambil langkah yang harus


dilakukan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan, antara lain
perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan.

1.3.1.4.Menumbuhkan minat dan pengetahuan mengevaluasi.

1.3.1.5.Mengembangkan kemampuan untuk berpikir kritis.

1.4.2 Bagi Perguruan Tinggi:

1.4.2.1 Mewujudkan kampus sebagai masyarakat ilmiah dalam peran sertanya di


bidang kesehatan.

1.4.2.2 Mewujudkan Universitas Kristen Krida Wacana (Ukrida) sebagai


universitas yang menghasilkan dokter yang berkualitas.

4
1.4.3 Bagi Puskesmas yang dievaluasi:

1.4.3.1 Mengetahui masalah-masalah yang timbul dalam Program Perilaku Hidup


Bersih dan Sehat di Tatanan Rumah Tangga di ruang lingkup kerja
Puskesmas Rengasdengklok

1.4.3.2 Membantu kemandirian puskesmas dalam upaya lebih mengaktifkan


program promosi kesehatan sehingga dapat memenuhi target cakupan
program.

1.4.3.3 Memperoleh masukan dari saran-saran yang diberikan, sebagai umpan


balik agar keberhasilan program dimasa mendatang dapat tercapai secara
optimal.

1.4.4 Bagi Masyarakat:

1.4.4.1 Meningkatnya derajat kesehatan masyarakat di wilayah kerja Puskesmas


Rengasdengklok

1.4.4.2 Pencapaian keberhasilan program diharapkan dapat menurunkan


prevalensi berbagai penyakit masyarakat yang berhubungan dengan
pengetahuan, sikap dan perilaku tentang pola perilaku hidup bersih dan
sehat di tatanan rumah tangga.

1.4. Sasaran
Seluruh masyarakat yang bertempat tinggal di wilayah kerja UPTD
Puskesmas Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, Jawa Barat periode
Januari sampai dengan Juni 2019

5
Bab II
Materi dan Metode

2.1. Materi
Materi yang dievaluasi dalam program ini diperoleh dari catatan perilaku
hidup bersih dan sehat di tatanan rumah tangga periode Januari sampai dengan
Juni tahun 2019 di wilayah kerja Puskesmas Rengasdengklok, kabupaten
Karawang, antara lain:
1. Sosialisasi tentang PHBS Rumah Tangga
2. Pelatihan kader dalam pendataan PHBS Rumah Tangga
3. Pendataan PHBS Rumah Tangga
4. Pengolahan dan pemetaan PHBS Rumah Tangga
5. Perencanaan peningkatan PHBS Rumah Tangga
6. Pelatihan kader dalam menyuluh mengenai PHBS Rumah Tangga
7. Penyuluhan tentang PHBS Rumah Tangga

2.2. Metode
Evaluasi program ini dilaksanakan dengan pengumpulan data, pengolahan
data, dan analisis data sehingga dapat digunakan untuk menjawab permasalahan
pelaksanaan program yang terjadi, baik pada awal, ditengah, maupun akhir
program dengan cara membandingkan cakupan program Promosi Kesehatan yaitu
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Tatanan Rumah Tangga di Puskesmas
Rengasdengklok periode Januari sampai dengan Juni 2019 terhadap tolak ukur
PHBS yang telah ditetapkan dan menemukan penyebab masalah dengan
menggunakan pendekatan sistem.

6
Bab III
Kerangka Teoritis

3.1. Kerangka Teoritis

5
LINGKUNGAN

1 2 3 6
MASUKAN PROSES KELUARAN DAMPAK

4
UMPAN BALIK

Bagan 1. Gambar Teori Sistem

Gambar di atas menerangkan sistem adalah gabungan dari elemen-elemen


yang saling dihubungkan dengan suatu proses atau struktur dan berfungsi sebagai
satu kesatuan organisasi dalam upaya menghasilkan sesuatu yang telah ditetapkan.
Bagian atau elemen tersebut dapat dikelompokkan dalam lima unsur, yaitu:
1. Masukan (input) adalah kumpulan bagian atau elemen yang terdapat dalam
sistem dan dibutuhkan untuk dapat berfungsinya sistem tersebut, terdiri dari
tenaga (man), dana (money), sarana (material), metode (method), mesin atau
alat yang digunakan (machine), jangka alokasi waktu (minute), lokasi
masyarakat (market), dan informasi (information).
2. Proses (process) adalah kumpulan bagian atau elemen yang ada di dalam
sistem dan berfungsi untuk mengubah masukan menjadi keluaran yang
direncanakan. Terdiri dari unsur perencanaan (planning), pengorganisasian
(organizing), pelaksanaan (actuating), dan pemantauan (controlling).
3. Keluaran (output) adalah kumpulan bagian atau elemen yang dihasilkan dari
berlangsungnya proses dalam sistem.

7
4. Lingkungan (environment) adalah dunia di luar sistem yang tidak dikelola
oleh sistem tetapi mempunyai pengaruh besar terhadap sistem, terdiri dari
lingkungan fisik dan non fisik.
5. Umpan balik (feed back) adalah kumpulan bagian atau elemen yang
merupakan keluaran dari sistem dan sekaligus sebagai masukan dari sistem
tersebut, berupa pencatatan dan pelaporan yang lengkap, monitoring, dan rapat
bulanan.
6. Dampak (impact) adalah akibat yang dihasilkan oleh keluaran dari suatu
sistem.

3.2. Tolok Ukur Keberhasilan


Tolak ukur merupakan nilai acuan atau standar yang telah ditetapkan dan
digunakan sebagai target yang harus dicapai pada tiap-tiap variabel sistem, yang
meliputi masukan, proses, keluaran, lingkungan, dan umpan balik pada program
perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) rumah tangga. Digunakan sebagai
pembanding atau target yang harus dicapai dalam program perilaku hidup bersih
dan sehat (PHBS) rumah tangga.
Tolak ukur ini diambil dari pedoman pembinaan Perilaku Hidup Bersih
dan Sehat (PHBS) yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan Republik
Indonesia Tahun 2011 sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor
2269/MENKES/PER/X/2011, penyelenggaraan Promosi Kesehatan dengan
indikator kinerja persentase rumah tangga sehat atau rumah tangga yang
melakukan PHBS dan target pencapaian 65%.

8
Bab IV
Penyajian Data

4.1. Sumber Data


Sumber data dalam evaluasi ini diambil dari data yang berasal dari:

1. Data geografis dari wilayah kerja UPTD Puskesmas Rengasdengklok


tahun 2018
2. Data demografi dari wilayah kerja UPTD Puskesmas Rengasdengklok
tahun 2018
3. Profil Puskesmas UPTD Puskesmas Rengasdengklok tahun 2018
4. Rekapitulasi Hasil Pendataan PHBS di Tatanan Rumah Tangga Puskesmas
Rengasdengklok periode Januari sampai dengan Juni 2019.

4.2. Data Umum

4.2.1 Data Geografis


4.2.1.1 Lokasi Puskesmas
Lokasi Gedung Puskesmas Rengasdengklok terletak di Jl.
Rengasdengklok Selatan, Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten
Karawang Barat, Jawa Barat.
4.2.1.2 Luas wilayah kerja

Puskesmas Rengasdengklok memiliki luas wilayah 1.575 Ha;


terdiri dari tanah darat dengan luas 315 ha, dan tanah sawah dengan luas
1.260 ha. yang terdiri dari 6 desa

1. Desa Dewisari jarak dari puskesmas 3 km, dapat dicapai semua jenis
kendaraan.

2. Desa Kertasari jarak dari puskesmas 2 km, dapat dicapai semua jenis
kendaran.

9
3. Desa Rengasdengklok utara jarak dari puskesmas 1 km, dapat dicapai semua
jenis kendaraan.

4. Desa Rengasdengklok selatan jarak dari puskesmas 150 m,lokasi puskesmas


berada di wilayah desa Rengasdengklok selatan dapat di capai semua jenis
kendaraan

5. Desa Amansari jarak dari puskesmas 4 km.dapat dicapai semua jenis


kendaraan

6. Desa Dukuh karya jarak dari puskesmas 4 km, dapat oleh semua kendaraan

4.2.1.3 Batas wilayah kerja


Batas wilayah kerja Puskesmas Rengasdengklok:

- Sebelah Utara berbatasan dengan Puskesmas Medang asem Kec.Jayakerta

- Sebelah Selatan berbatasan dengan Puskesmas Kalangsari


Kec.Rengasdengklok

- Sebelah Barat berbatasan dengan Sungai Citarum Kabupaten Bekasi

- Sebelah Timur berbatasan dengan Puskesmas Kutawaluya Kec.Kutawaluya

4.2.2 Data Demografi


Jumlah penduduk Kecamatan Rengasdengklok Kabupaten Karawang pada
tahun 2019 adalah 83.688 jiwa. Kecamatan Rengasdengklok terdiri dari 6 desa.
Klasifikasi penduduk berdasarkan mata pencaharian di wilayah kerja Puskesmas
Rengasdengklok adalah pedagang (72,43%), petani (13,27%), pegawai negeri
(05,09%), dan lain-lain (09,17%).
Fasilitas Kesehatan yang ada pada wilayah kerja Puskesmas
Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, tahun 2019: 1 unit Puskesmas induk, 1
unit RS swasta, 10 unit praktek dokter swasta, 32 buah praktek bidan swasta, 4
buah klinik 24 jam, 57 pos Posyandu, 6 pos Posbindu. Tenaga kesehatan yang ada
di Puskesmas Rengasdengklok adalah:

10
1. Dokter umum :4 orang

2. Dokter gigi :1 orang

3. SKM :3 orang

4. Perawat (S1) :2 orang

5. Perawat (D3) : 14 orang

6. Bidan (D4) :3 orang

7. Bidan (D3) : 25 orang

8. Kesling (AKL) :1 orang

9. Nutrisionis :1 orang

10. Asisten apoteker :1 orang

11. Sopir Ambulance :1 orang

12. Kader posyandu : 285 orang

13. Tenaga Non ASN : 39 orang

14. Cleaning service :6 orang

11
4.3 Data Khusus
4.3.1. Masukan
4.3.1.1 Tenaga
Terdapat satu orang pimpinan puskesmas. Terdapat satu orang
petugas PHBS sebagai koordinator progam dan pelaksana progam
dengan kader yang membantu pelaksaan progam
4.3.1.2 Dana
Terdapat pembiayaan dari pemerintah berupa Biaya Operasional
Kesehatan (BOK). Dana digunakan untuk membiayai kegiatan –
kegiatan progam perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada Tatanan
Rumah Tangga
4.3.1.3 Sarana dan Prasarana
4.3.1.3.1 Kendaraan Promosi Kesehatan
Tidak terdapat kendaraan roda dua maupun roda empat
4.3.1.3.2 Ruang Promosi Kesehatan
Pada ruang ini terdapat masing – masing 1 buah komputer,
printer, kursi kerja, lemari arsip, lemari alat, meja tulis, dan
tempat sampah tertutup.
4.3.1.3.3 Pencatatan dan Pelaporan
Terdapat buku register pelayanan.

Berikut ini adalah tabel yang berisi barang – barang yang dapat
digunakan untuk melakukan promosi kesehatan.
Tabel 1. Data Set Promosi Kesehatan
No Jenis Peralatan Jumlah
1 Alat Peraga Cara Menyusui yang Benar 0
(Boneka dan fantom payudara)
2 Alat Permainan Edukatif (APE) 1
3 Biblioterapi 0
4 Boneka Bayi 1
5 Buletin Board / Papan Informasi 1
6 Cetakan Jamban 0
7 Cetakan Sumur Gali (Cicin) 0
8 Fantom Gigi Anak 0
9 Fantom Gigi Dewasa 0
10 Fantom Mata Ukuran Asli 0

12
11 Fantom Mata Ukuran Besar (Fiberglass) 0
12 Fantom Panggul Wanita 0
13 Flip Chart dan Stand Ada
14 Food Model Ada
15 Gambar Anatomi Gigi 1
16 Gambar Anatomi Mata 0
17 Gambar Anatomi Mata 60 x 90 0
18 Gambar Panggul Laki-Laki 0
19 Kamera Foto / Handy Cam 1
20 Laptop 1
21 Layar ukuran 1 x 1,5 M / Screen Ada
22 Leaflet Ada
23 Megaphone / Public Address System 0
24 Papan Tulis Putih 0
25 Poster Ada
26 Proyektor / LCD Proyektor 1
27 Radio Kaset/ Tape Recorder 0

4.3.1.4 Metode
Program PHBS dalam pelaksanaannya dilakukan dalam bentuk
sosialisasi PHBS, pelatihan kader, pengumpulan data, pengolahan data,
penyajian data, perencanaan PHBS, pelaksanaan, dan penyajian data.
Tim penggerak PKK (pemberdayaan kesejahteraan keluarga)
kecamatan bersama petugas kesehatan puskesmas, puskesmas pembantu,
bidan/perawat desa, dan petugas lainnya melakukan sosialisasi PHBS
kepada:
1. Kelompok PKK yaitu kader dasawisma, PKK-RT, PKK-RW, PKK
dusun/lingkungan, PKK desa/kelurahan.
2. Ketua RT, ketua RW, ketua dusun, ketua lingkungan, kader, tokoh
masyarakat, karang taruna dan sebagainya yang berada di
desa/kelurahan.
Kegiatan pengumpulan data PHBS dilakukan satu tahun sekali pada
bulan Juli bersamaan dengan pendataan keluarga oleh kader
PKK/Dasawisma dengan dibimbing oleh petugas kesehatan dan petugas
lapangan keluarga berencana (PLKB). Kegiatan yang dilakukan adalah
sebagai berikut:

13
1. Identifikasi petugas pengumpul data, disarankan menggunakan
kelompok dasawisma/kader posyandu/kader kesehatan lainnya.
Sebaiknya menghubungi Pos Keluarga Berencana (KB) untuk
memperoleh data kader yang selama ini sudah melaksanakan
pendataan keluarga dari BKKBN (Badan Kependudukan dan
Keluarga Berencana Nasional)
2. Mengetahui jumlah rumah tangga dan kepala keluarga yang ada
di desa/kelurahan.
3. Menyiapkan formulir/kartu PHBS, stiker PHBS di rumah
tangga, sesuai jumlah rumah tangga yang ada. Stiker langsung
ditempel pada saat dilakukan pendataan.
4. Pelatihan teknik pengumpulan data (wawancara dan observasi)
termasuk penjelasan definisi operasional dari setiap indikator
bagi petugas pengumpul data.
5. Pembagian tugas pengumpulan data. Upayakan setiap
pengumpul data mengumpulkan data antara 10-20 rumah
tangga.
6. Kader dasawisma mengumpulkan data rumah tangga yang
melakukan PHBS berdasarkan 10 indikator PHBS di masing –
masing rumah tangga yang ada di desa/keluarahan. Kader
dasawisma melakukan pengamatan di sekitar lingkungan rumah
pada saat pengumpulan data untuk mendukung kebenaran
jawaban dari masing-masing rumah tangga.
7. Kader dasawisma menggali informasi lebih dalam tentang
kebiasaan, kepercayaan, sikap, norma, budaya, hambatan, dan
potensi yang ada untuk melaksanakan PHBS di rumah tangga
mealui diskusi/ngobrol bebas dan santai dengan anggota
keluarga.
Pada pengolahan data dilakukan repikatulasi hasil pengumpulan data,
kemudian setiap rumah tangga akan diklasifikasikan sebagai Rumah
Tangga Sehat atau tidak, lalu dihitung berapa jumlah rumah tangga sehat.

14
Dari data yang dikumpulkan diketahui presentase dari tiap – tiap indikator
PHBS.
Di setiap tingkat wilayah (RT-RW-Dusun/Kampung-Desa/kelurahan)
dibuat pemetaan PHBS, yang menggambarkan persentase Rumah Tangga
Sehat, serta persentase setiap jenis indikator PHBS.
Untuk meningkatkan PHBS, promosi diberikan kepada:
1. Setiap keluarga melalui konseling/kunjungan rumah/
penyuluhan individual yang dilakukan oleh kader-kader
PKK/dasa wisma/Posyandu dan petugas sesuai rencana.
2. Kelompok-kelompok yang ada di masyarakat seperti Majelis
Taqlim, karang taruna, dan kelompok lainnya melalui
penyuluhan kelompok minimal sebulan satu kali oleh forum
masyarakat desa/kelurahan beserta jejaringnya.

Data kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh petugas lapangan


dimasukkan ke dalam format pencatatan (register dan formulir lain yang
diperlukan) seterusnya membuat penyajian/visualisasi data dalam bentuk
peta, grafik atau tabel yang diperbaharui secara periodik (bulanan, triwulan
dan tahunan).
Puskesmas yang melaksanakan kegiatan ini melaporkannya kepada
Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota sesuai format yang telah ada

4.3.2. Proses
4.3.2.1.Perencanaan
Pada perencanaan dilakukan langkah – langkah berikut ini untuk
mempersiapkan kegiatan sebagai berikut:
4.3.2.1.1. Perencanaan peningkatan PHBS rumah tangga dilakukan rutin tiap
bulan Januari.
4.3.2.1.2. Melakukan sosialisasi pada kader PKK dan pemuka masyarakat
minimal 2 kali setahun pada saat refreshing kader (bulan Februari dan
bulan Oktober).

15
4.3.2.1.3. Melakukan pelatihan kader dalam pendataan PHBS rumah tangga
minimal 2 kali setahun pada saat refreshing kader (bulan Februari dan
bulan Oktober).
4.3.2.1.4. Melakukan pelatihan kader dalam penyuluhan tentang PHBS rumah
tangga minimal 2 kali setahun pada saat refreshing kader (bulan
Februari dan bulan Oktober).
4.3.2.1.5. Melakukan pendataan jumlah rumah tangga dan kepala keluarga yang
ada di wilayah kerja dilakukan pada minggu pertama bulan April.
4.3.2.1.6. Melakukan pengumpulan data 10 indikator PHBS oleh kader terlatih
pada bulan Juli.
4.3.2.1.7. Melakukan pengolahan data PHBS rumah tangga oleh petugas
puskesmas dan koordinator Promosi Kesehatan Puskesmas pada bulan
Juli.
4.3.2.1.8. Pemetaan (penyajian data) dilakukan terperinci di setiap tingkatan
wilayah (RT-RW-Dusun/Kampung-Desa/Kelurahan).
4.3.2.1.9. Melakukan penyuluhan tentang PHBS rumah tangga termasuk
penyuluhan perorangan dalam bentuk konseling/kunjungan rumah
setiap hari setelah kunjungan di BPU atau KIA serta penyuluhan
kelompok minimal sebulan 1 kali.
4.3.2.1.10. Melaksanakan kegiatan inovatif dalam pembinaan PHBS rumah
tangga untuk tiap indikator PHBS

4.3.2.2 Pengorganisasian

Terdapat struktur tertulis dan pembagian tugas yang teratur dalam melaksanakan
tugasnya. Pengorganisasian dalam program PHBS dibagi berdasarkan jabatan:

a. Kepala Puskesmas Rengasdengklok :

- Sebagai penanggung jawab program.


- Monitoring pelaksanaan PHBS tingkat kecamatan.
- Melakukan evaluasi data hasil pelaksanaan kegiatan PHBS di wilayah
kerja.

16
b. Koordinator PHBS :
- Koordinator program.
- Menerima pelaporan hasil kegiatan PHBS dari wilayah setempat.
- Melakukan pencatatan hasil pelaksanaan program dan melaporkan hasil
pencatatan kepada Kepala Puskesmas Kecamatan dalam waktu tiap
bulan.
- Melatih para kader di tiap desa untuk program pelaksanaan PHBS.
c. Kader:
- Memantau, memotivasi dan memberikan penyuluhan pelaksanaan PHBS
di masing-masing wilayah kerja.
- Melakukan pencatatan hasil keberhasilan program dan melaporkan hasil
pencatatan kepada koordinator program.

Bagan 2. Gambar Struktur organisasi Puskesmas Rengasdengklok

17
4.3.2.3 Pelaksanaan
Sosialisasi pada kader PKK dan pemuka masyarakat 2 kali setahun pada
saat refreshing kader. Kemudian dilakukan pendataan jumlah rumah
tangga dan kepala keluarga yang ada di wilayah kerja. Kader terlatih
mengumpulkan data 10 indikator PHBS, Petugas Puskesmas dan
koordinator Promosi Kesehatan Puskesmas mengolah data PHBS rumah
tanggan atas perencanaan peningkatan PHBS rumah tangga.

4.3.2.4. Pengawasan

Pencatatan dan pelaporan ini dilakukan berjenjang dari tingkat desa


hingga kabupaten. Pencatatan perilaku hidup bersih dan sehat pada setiap
rumah tangga yang ada dicatat di formulir PHBS rumah tangga oleh kader
kesehatan. Kader kesehatan kemudian akan melaporkan hasil rekapitulasi
dari desanya kepada koordinator program PHBS Puskesmas. Oleh
koordinator program PHBS puskesmas, data dari setiap desa akan
dikumpulkan dan dilakukan rekapitulasi untuk kemudian dilaporkan ke
kepala Puskesmas dan Dinas Kabupaten Karawang.

4.3.3. Keluaran
Indikator Komposit/ Gabungan :
Cakupan kumulatif PHBS Rumah Tangga Sehat*
Jumlah rumah tangga yang dikategorikan sehat
Jumlah seluruh rumah tangga yang ada
x 100 %
13421
x 100 % = 58,9%
22769

Cakupan 58,9%; Target 65%


Kesimpulan = Cakupan rumah tangga sehat di wilayah kerja Puskesmas
Rengasdengklok belum mencapai target, dengan besar masalah (65%-58,9%):
65% x 100% = 9,38%

18
Cakupan berdasarkan 10 Indikator PHBS*:
1. Cakupan persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan
Jumlah ibu yang bersalin dalam 6 bulan 947 orang. Jumlah persalinan
dengan ditolong oleh tenaga kesehatan dalam 1 tahun 947 orang
Cakupan persalinan ditolong tenaga kesehatan:

Jumlah persalinan ditolong tenaga kesehatan x 100 %


Jumlah seluruh persalinan yang ada
947
* x 100% = 100%
947

2. Cakupan pemberian bayi ASI eksklusif


Jumlah bayi usia 0-6 bulan yang mendapat ASI saja = 544 bayi
Jumlah seluruh bayi usia 0-6 bulan = 1.107 bayi
Cakupan pemberian ASI eksklusif

Jumlah bayi usia 0-6 bulan yang mendapat ASI saja x 100 %
Jumlah seluruh bayi usia 0-6 bulan yang ada
544
x 100 % = 49,1%
1107

3. Cakupan penimbangan balita setiap bulan


Jumlah seluruh balita yang ada 5.450 balita
Jumlah balita yang ditimbang setiap bulannya 6.230 balita
Cakupan penimbangan balita

Jumlah balita yang ditimbang setiap bulannya x 100 %


Jumlah seluruh balita yang ada
5450
x 100 % = 87,5%
6230

4. Cakupan penggunaan air bersih


Jumlah rumah tangga yang menggunakan air bersih 17.601 rumah tangga
Jumlah seluruh rumah tangga yang ada 22.769 rumah tangga
Cakupan penggunaan air bersih

19
Jumlah rumah tangga yang mengunakan air bersih x 100 %
Jumlah seluruh rumah tangga yang ada
17601
*x 100 % = 77,3%
22789
5. Cakupan perilaku mencuci tangan dengan air bersih yang mengalir dan
sabun
Jumlah rumah tangga yang mencuci tangan dengan air bersih dan
menggunakan sabun 16.374 rumah tangga
Jumlah seluruh rumah tangga yang ada: 22.769 rumah tangga *
Cakupan rumah tangga yang mencuci tangan dengan air bersih dan sabun

Jumlah rumah tangga yang mencuci tangan dengan air bersih yang
mengalir dan menggunakan sabun x 100
Jumlah seluruh rumah tangga yang ada
16374
*x 100 % = 71,9%
22769
6. Cakupan perilaku menggunakan jamban sehat
Jumlah rumah tangga yang menggunakan jamban sehat: 13.471 rumah
tangga
Jumlah seluruh rumah tangga yang ada: 22.769 rumah tangga
Cakupan perilaku menggunakan jamban sehat

Jumlah rumah tangga yang menggunakan jamban sehat x 100 %


Jumlah seluruh rumah tangga yang ada
13471
x 100 % = 59,2%
22769
7. Cakupan perilaku memberantas jentik di rumah sekali seminggu
Jumlah rumah tangga yang memberantas jentik 14.084 rumah tangga
Jumlah seluruh rumah tangga yang ada 22.769 rumah tangga
Cakupan perilaku memberantas jentik di rumah

Jumlah rumah tangga yang memberantas jentik di rumah x 100 %


Jumlah seluruh rumah tangga yang ada
14084
x 100 % = 61,9%
22769

20
8. Cakupan perilaku makan buah dan sayur setiap hari
Jumlah rumah tangga yang makan buah dan sayur setiap hari 16.272
rumah tangga
Jumlah seluruh rumah tangga yang ada 22.769 rumah tangga
Cakupan perilaku makan buah dan sayur setiap hari:

Jumlah rumah tangga yang makan buah dan sayur setiap hari x 100 %
Jumlah seluruh rumah tangga yang ada
16272
x 100 % = 71,5%
22769

9. Cakupan perilaku melakukan aktivitas fisik setiap hari


Jumlah rumah tangga yang melakukan aktivitas fisik setiap hari 15.828
rumah tangga
Jumlah seluruh rumah tangga yang ada 22.769 rumah tangga

Cakupan perilaku melakukan aktivitas fisik setiap hari:


Jumlah rumah tangga yang melakukan aktivitas fisik setiap hari x 100 %
Jumlah seluruh rumah tangga yang ada
15828
*x 100 % = 69,5%
22769

10. Cakupan perilaku tidak merokok dalam rumah:


Jumlah rumah tangga yang tidak merokok dalam rumah: 15.390 rumah
tangga
Jumlah seluruh rumah tangga yang ada: 22.769 rumah tangga
Cakupan persalinan ditolong tenaga kesehatan
Jumlah rumah tangga yang tidak merokok dalam rumah x 100 %
Jumlah seluruh rumah tangga yang ada
15390
x 100 % = 67,6%
22769

21
4.3.4 Lingkungan
4.3.4.1 Lingkungan Fisik
Kepadatan penduduk
Jumlah penduduk Rengasdengklok
= Luas wilayah Rengasdengklok

= 83.688 jiwa*/ 1.575 Ha*


= 53,1 jiwa/km2= 53 jiwa/km2

Kesimpulannya, wilayah Rengasdengklok termasuk wilayah yang padat.


Terdapat beberapa lokasi yang memiliki daerah akses sulit karena jalan
kecil dan saat musim penghujan jalanan sulit dilalui karena belum diaspal
Sarana transportasi umum yang tersedia berupa angkot dan ojeg. Terdapat
fasilitas kesehatan lain seperti klinik dan praktek dokter swasta. Untuk
pengadaan air bersih terdapat PDAM, SGL, pompa listrik, penampungan
air hujan. Kebersihan lingkungan, terjaga hanya pada daerah yang dekat
dengan jalan besar.

4.3.4.2 Lingkungan non fisik


Peran serta dan perilaku masyarakat untuk hidup bersih sehat kurang.
Rata-rata penduduk di wilayah Rengasdengklok berstatus Pendidikan
rendah.
4.3.5 Umpan Balik
Adanya pencatatan dan pelaporan secara lengkap setiap tahun mengenai
program PHBS di rumah tangga dari hasil rapat kerja tiap bulan yaitu keseluruhan
program perilaku hidup bersih dan sehat yang dilaksanakan belum mencapai
target sesuai dengan tolok ukur yang ditetapkan. Adanya rapat kerja bulanan
bersama Kepala Puskesmas dan lintas program untuk mengevaluasi program yang
telah dijalankan.

4.3.6. Dampak
Dampak langsung adalah target rumah tangga terbina yang melaksanakan
PHBS tercapai. Dampak tidak langsung adalah terjadi peningkatan derajat
kesehatan, anak tumbuh sehat dan cerdas serta maasyarakat yang lebih produktif

22
Bab V

Pembahasan Masalah
Berikut di bawah ini adalah penyajian tabel pembahasan masalah. Masalah
dibagi atas masalah menurut keluaran, masalah menurut masukan, masalah
menurut proses, dan juga masalah menurut variabel lingkungan. Masalah menurut
keluaran, masukan, proses, dan juga lingkungan didapatkan hari hasil perhitungan
antara pencapaian dan tola k ukur.

5.1 Masalah menurut keluaran


Tabel 2. Masalah menurut variabel keluaran

No Variabel Tolok Pencapaian Masalah


Ukur(%) (%) (%)
1. Cakupan rumah tangga sehat 65% 58,9% (+) 9,38%
2. Cakupan persalinan ditolong oleh 100% 100% (-) 0%
tenaga kesehatan
3. Cakupan pemberian bayi ASI 100 % 49,1 % (+)50,9%
eksklusif
4. Cakupan penimbanganbalita setiap 100 % 87,5% (+)12,5%
bulan
5. Cakupan penggunaan air bersih 100% 77,3% (+) 22,7 %
6. Cakupan perilaku mencuci tangan 100 % 71,9% (+) 28,1 %
dengan air yang mengalir dan
menggunakan sabun
7. Cakupan penggunaan jamban sehat 100 % 59,2% (+) 40,8 %
8. Cakupan pemberantasan jentik di 100% 61,9% (+) 38,1%
rumah sekali seminggu
9. Cakupan perilaku makan buah dan 100 % 71,5% (+) 28,5%
sayur setiap hari
10. Cakupan perilaku melakukan 100 % 69,5% (+)30,5%
aktivitas fisik setiap hari
11. Cakupan tidak merokok dalam 100% 67,6% (+) 32,4%

23
rumah

5.2 Masalah menurut masukan


Tabel 3. Masalah menurut variabel masukan

No Variabel Tolok Ukur Pencapaian Masalah


1. Tenaga Tersedia kader yang telah dilatih dan Tersedia, namun kader (+)
(Man) aktif membina tentang PHBS di kurang aktif melakukan
rumah tangga. penyuluhan dan sosialisasi
ke masyarakat.
Tersedia petugas PHBS Tersedia dan terlatih (-)

2. Dana Tersedianya pembiayaan kegiatan Tersedia dana yang cukup (-)


(Money) PHBS dari desa/kelurahan, kecamatan dari dana BOK
dan kabupaten/kota baik bersumber
dari pemerintah, swasta, dunia usaha
maupun dari swadaya masyarakat.

3. Sarana Tersedia media pendukung untuk Tersedia namun belum (+)


(Material) pembinaan PHBS di rumah tangga lengkap

4 Metode Adanya kebijakan penyelenggaraan Tersedia (-)


(Methode) PHBS di rumah tangga mulai dari
Provinsi, Kabupaten/Kota, Kecamatan
dan Desa/Kelurahan
Adanya dukungan kebijakan untuk 10 Tersedia (-)
indikator PHBS di rumah tangga

24
5.3 Masalah menurut Proses
Tabel 4. Masalah menurut variabel proses

No Variabel Tolok Ukur Pencapaian Masalah


1. Peren- Perencanaan kegiatan setiap 1 tahun Dilaksanakan (-)
canaan sekali

2. Peng- Dibentuk struktur organisasi, Kepala Dilaksanakan (-)


organisasian Puskesmas sebagai penanggung
jawab program, melimpahkan
kekuasaan kepada Koordinator
program (programmer), kemudian
melakukan koordinasi dengan
pelaksana program

3. Pelaksana- Adanya pelatihan PHBS di rumah Dilaksanakan (-)


an tangga untuk kader
Adanya gerakan pemberdayaan Dilaksanakan (-)
masyarakat dalam penerapan PHBS
Adanya kegiatan inovatif dalam Tidak dilaksanakan (+)
peningkatan PHBS di rumah tangga secara optimal
Adanya penyuluhan perorangan Tidak dilaksanakan (+)
dalam bentuk konseling/kunjungan secara optimal
rumah (+)
Adanya penyuluhan kelompok Tidak dilaksanakan
minimal 1 kali/bulan secara optimal

4. Pengawas- Pencatatan setiap tahun dan Dilaksanakan (-)


an pelaporan secara berkala

25
5.4. Masalah Menurut Variabel Lingkungan

Tabel 5. Tabel masalah menurut variabel lingkungan

No Variabel Masalah
1. Fisik - Lokasi Jarak tempuh tidak terlalu jauh, akses
tidak sulit, terdapat sarana transportasi (-)

Pada saat musim hujan beberapa tempat


sulit dijangkau karena jalanan becek
sehingga tidak dapat diakses dan banyak
- Iklim barang bekas yang menampung air dan (+)
tidak dibuang

2 Non Masyarakat menggunakan sumber air (-)


Fisik bersih

Tingkat pengetahuan tentang PHBS (+)


rumah tangga yang masih rendah

26
Bab VI

Perumusan Masalah

6.1. Masalah sebenarnya (menurut keluaran)


Dari hasil laporan rekapitulasi program PHBS di Puskesmas Rengasdengklok
priode Januari sampai dengan Juni 2019 terdapat beberapa masalah, yaitu:
a. Cakupan pemberian bayi ASI eksklusif sebesar 49,1% dengan besar
masalah 50,9%
b. Cakupan penimbangan balita setiap bulan sebesar 87,5% dengan besar
masalah 12,5%
c. Cakupan penggunaan air bersih sebesar 77,3% dengan besar masalah
22,7%
d. Cakupan perilaku mencuci tangan dengan air bersih dan sabun sebesar
71,9 % dengan besar masalah 28,1%
e. Cakupan penggunaan jamban sehat sebesar 59,2% dengan besar masalah
40,8%
f. Cakupan pemberantasan jentik di rumah sebesar 61,9% dengan besar
masalah 38,1%
g. Cakupan perilaku makan sayur dan buah setiap hari sebesar 71,5% dengan
besar masalah 28,5%
h. Cakupan melakukan aktivitas fisik setiap hari sebesar 69,5% dengan besar
masalah 30,5%

27
6.2. Masalah dari unsur lain (penyebab)
Dari hasil evaluasi program PHBS di Puskesmas Rengasdengklok periode
Januari sampai dengan Juni 2019 didapatkan beberapa penyebab masalah, yaitu:

6.2.1. Masukan

-Tersedia kader yang dilatih, namun kader kurang aktif dan kurang
kesadaran untuk melakukan penyuluhan dan sosialisasi ke masyarakat.
-Dengan kondisi kekurangan SDM, operasi kerja ditentukan oleh jumlah
dan kompetensi dari masing-masing SDM yang ada sehingga belum cukup
untuk melaksanakan fungsi dalam melaksanakan program secara
maksimal.
- Sarana media yang tersedia belum lengkap misalnya leaflet, poster,
sticker yang dapat digunakan untuk promosi kesehatan

6.2.2. Proses
- Struktur organisasi sudah jelas, namun uraian untuk tugas atau fungsi pada
masing-masing petugas puskesmas yang terlibat dalam tim program PHBS
tidak dibuat secara tertulis dan terstruktur.
- Kegiatan penyuluhan perorangan belum optimal karena sewaktu
penyuluhan dilakukan biasanya tidak menggunakan media yang ada
seperti leaflet, poster, sticker sehingga penyuluhan dilakukan tidak
maksimal
- Kegiatan penyuluhan kelompok belum optimal karena sewaktu
penyuluhan dilakukan tidak memanfaatkan sarana yang ada misalnya LCD
proyektor sehingga penyampaian penyuluhan tidak maksimal.

- Kurangnya kegiatan inovatif dalam peningkatan PHBS di rumah tangga

28
6.2.3. Lingkungan

6.2.3.1 Lingkungan fisik

- Pada saat musim hujan beberapa tempat sulit dijangkau karena jalanan
becek sehingga tidak dapat diakses dan banyak barang bekas yang
menampung air dan tidak dibuang

6.2.3.2 Lingkungan non fisik

- Masyarakat lebih memilih jamban diatas kali sebagai tempat BAB/BAK


daripada memilih BAB/BAK di WC pribadi maupun umum karena budaya
dari masyarakat sendiri
- Tingkat pengetahuan tentang PHBS rumah tangga yang masih rendah

29
Bab VII
Prioritas Masalah
7.1 Masalah menurut keluaran:
a. Cakupan pemberian bayi ASI eksklusif sebesar 49,1% dengan besar
masalah 50,9%
b. Cakupan penimbangan balita setiap bulan sebesar 87,5% dengan besar
masalah 12,5%
c. Cakupan penggunaan air bersih sebesar 77,3% dengan besar masalah
22,7%
d. Cakupan perilaku mencuci tangan dengan air bersih dan sabun sebesar
71,9 % dengan besar masalah 28,1%
e. Cakupan penggunaan jamban sehat sebesar 59,2% dengan besar masalah
40,8%
f. Cakupan pemberantasan jentik di rumah sebesar 61,9% dengan besar
masalah 38,1%
g. Cakupan perilaku makan sayur dan buah setiap hari sebesar 71,5% dengan
besar masalah 28,5%
h. Cakupan melakukan aktivitas fisik setiap hari sebesar 69,5% dengan besar
masalah 30,5%
Tabel 6. Parameter derajat masalah

No Parameter a b c d e f g h

1 Besarnya masalah 5 2 3 3 4 4 2 2

2 Akibat yang ditimbulkan 3 3 3 4 3 5 2 3

3 Keuntungan sosial karena 3 2 4 3 5 5 3 3


selesainya masalah
4 Teknologi yang tersedia dan 2 3 4 3 3 4 3 4
dapat dipakai
5 Sumber daya yang tersedia 2 2 3 2 3 4 4 5
untuk menyelesaikan
masalah

30
Jumlah 15 12 17 151 18 22 14 17

Keterangan derajat masalah:


5 : sangat penting
4 : penting
3 : cukup penting
2 : kurang penting

1 : tidak penting
Yang menjadi prioritas masalah:
1. Cakupan pemberantasan jentik di rumah periode Januari sampai dengan
Juni 2019 sebesar 61,9% dari target 100%
2. Cakupan penggunaan jamban sehat periode Januari sampai dengan Juni
2019 sebesar 59,2% dengan besar masalah 40,8%

31
Bab VIII

Penyelesaian Masalah
8.1. Masalah I
Cakupan pemberantasan jentik di rumah periode Januari sampai dengan
Juni 2019 sebesar 61,9% dari target 100%

8.1.1 Penyebab
- Tersedia kader yang telah dilatih, namun kader kurang aktif dan kurang
kesadaran untuk melakukan penyuluhan dan sosialisasi terhadap
masyarakat. Kurangnya SDM dalam pelaksaan progam dan belum
terbentuk kader khusus yang memegang progam PHBS
- Tersedia media pendukung namun kurang lengkap seperti poster yang bisa
digunakan untuk media promosi kesehatan
- Struktur organisasi sudah jelas, namun koordinasi di lintas sektoral belum
optimal.
- Kegiatan penyuluhan perorangan dan kelompok yang dilakukan belum
optimal
- Kurangnya kegiatan inovatif dalam peningkatan PHBS di rumah tangga
- Lingkungan
- Pada musim hujan banyak barang bekas yang terisi oleh air hujan dan
tidak dibuang.
- Tingkat pengetahuan tentang PHBS rumah tangga yang masih rendah
yang kemudian akan mempengaruhi sikap dan perilaku masyarakat
tentang penerapan PHBS di rumah tangga.

8.1.2 Penyelesaian:
- Meningkatkan kinerja dan kesadaran dari para kader untuk melakukan
penyuluhan dan sosialiasi terhadap masyarakat
- Melalui kader yang ada untuk mencari anggota baru yang memang mau
berkomitmen untuk berpartisipasi dalam pelaksanaan progam dan diterima

32
oleh koordinator progam. Penambahan ini dimaksudkan untuk membantu
memantau lingkungan karena sering sekali fokus pemantauan hanya di
rumah dan pemantauan di lingkungan sering terlewatkan.
- Menambah ilmu pengetahuan yang terbaru tentang penyakit demam
berdarah dengue dan pemberantasan sarang nyamuk serta terus
meningkatkan kesadaran kader untuk tetap berkomitmen melaksanakan
progma melalui pertemuan yang ada.
- Melakukan penyuluhan dan sosialisasi mengenai pentingnya melakukan
pemberantasan jentik nyamuk dan dampak yang dapat ditimbulkan kepada
masyarakat melalui penyuluhan kelompok atau perorangan dengan
memanfaatkan media promosi kesehatan yang ada
- Melakukan bina suasana dengan tokoh masyarakat yang manjadi panutan
bagi masyarakat
- Mengadakan kerja bakti untuk menciptakan lingkungan yang tidak
menjadi sumber tempat nyamuk berkembang biak khususnya pada musim
hujan seperti mengubur barang – barang bekas
- Tetap disiplin dalam pelaksanaan jadwal progam dan pelaporan data yang
sudah ditetapkan.
- Pembuatan media promosi sepeti poster yang berisi tentang kegiatan 3M
plus yang mudah dimengerti dan dapat diaplikasikan oleh masyarakat
- Mengadakan PSN setiap hari jumat bersama jumantik dan dibantu oleh
warga secara bergiliran untuk memantau apakah ada jentik di
penampungan air disetiap rumah

8.2 Masalah II
Cakupan penggunaan jamban sehat periode Januari sampai dengan
Juni 2019 sebesar 59,2% dengan besar masalah 40,8%

33
8.2.1 Penyebab

- Kurangnya sosialisasi serta pelatihan kader dalam pendataan dan


penyuluhan PHBS rumah tangga
- Pelaksanaan jadwal penyuluhan kelompok yang tidak dilakukan secara
rutin
- Masih belum adanya komitmen yang dibentuk bersama dengan
masyarakat dalam upaya mengubah perilaku buruk dalam hal penggunaan
jamban sehat
- Masih kurangnya kegiatan inivatif dalam pengadaan jamban sehat bagi
masyarakat
- Masih kurangnya pemberdayaan masyarakat guna memelihara asilitas
jamban yang telah ada.

8.2.2 Penyelesaian:
- Melakukan sosialisasi serta pelatihan kader dalam pendataan dan
penyuluhan PHBS rumah tangga sesuai dengan jadwal
- Meningkatkan penyuluhan kelmpok mengenai PHBS di rumah
penggunaan jamban sehat merupakansalah satu indikatornya sehingga
masyarakat dapat mengetahui manfaat jamban sehat bagi diri sendiri dan
orang sekitar
- Mengadakan pertemuan bersama dengan masyarakat dan tokoh-tokoh
masyarakat untuk membentuk komitmen masyarakat dalam penggunaan
jamban sehat
- Melakukan pemberdayaan masyarakat untuk memlihara fasilitas jamban
sehat yang telah ada agar tetap nyaman dan dapat digunakan.

34
Bab IX
Penutup

9.1. Kesimpulan
Dari hasil evaluasi program PHBS rumah tangga yang dilakukan dengan cara
pendekatan sistem di wilayah kerja Puskesmas Rengasdengklok periode Januari
sampai dengan Juni 2019 dapat disimpulkan sebagai berikut :
1. Pada indikator memberantas jentik di rumah sekali seminggu
ditemukannya masalah pada masukan kurang lengkap seperti poster yang
bisa digunakan untuk media promosi kesehatan maka dibuatnya poster
untuk menambah pengetahuan. Pada proses ditemukannya masalah
kegiatan penyuluhan perorangan dan kelompok yang dilakukan belum
optimal, kurangnya kegiatan inovatif dalam peningkatan PHBS di rumah
tangga sehingga diadakannya setiap jumat PSN oleh jumantik dan di
bantu oleh warga secara bergiliran.
2. Pada indikator penggunaan jamban sehat ditemukannya masalah pada
masukan kurang lengkap seperti poster yang bisa digunakan untuk media
promosi kesehatan maka dibuatnya poster untuk menambah pengetahuan.
Pada proses ditemukannya masalah kegiatan penyuluhan perorangan dan
kelompok yang dilakukan belum optimal, kurangnya kegiatan inovatif
dalam peningkatan PHBS di rumah tangga sehingga pemberdayaan
masyarakat untuk memlihara fasilitas jamban sehat yang telah ada agar
tetap nyaman dan dapat digunakan.

9.2. Saran
Ditujukan kepada Kepala Puskesmas Rengasdengklok, Kabupaten Karawang,
dengan langkah-langkah sebagai berikut:
1. Peningkatan mutu kompetensi SDM melalui pendidikan dan pelatihan
yang diadakan serta meningkatkan motivasi para pelaksana progam
2. Uraian tugas pada masing-masing petugas puskesmas yang terlibat dalam
tim program PHBS sebaiknya dibuat secara tertulis dan terstruktur agar

35
setiap pelaksana berperan sesuai dengan tugasnya masing – masing dan
lebih terorganisir dalam pelaksanaan progam.
3. Meningkatkan motivasi terhadap kader kesehatan dengan pemberian
penghargaan untuk kader yang aktif dalam melaksanakan progam.
4. Meningkatkan konsistensi dan komitmen dari para kader untuk
menggerakkan dan memberdayakan masyarakat dengan cara
meningkatkan pengetahuan mereka dalam berperilaku sehat sejalan
dengan dalam program PHBS, sehingga mampu menumbuhkan kesadaran
dan kemampuan masyarakat sekitar dalam berperilaku positif terhadap
kesehatan di kehidupan sehari - hari melalui pendekatan atau upaya yang
belum pernah ditempuh oleh Pemerintah Kecamatan Rengasdengklok.
Sebagaimana contoh: melakukan penyuluhan perorangan, kelompok
maupun gerakan masa, menyelenggarakan seminar, diskusi, lokakarya
maupun studi banding terkait PHBS.
5. Menjalin kerjasama dengan pihak lintas program dan sektoral, LSM,
maupun para pembuat opini masyarakat, seperti kerjasama dengan Dinas
Tata Kota dan Perumahan dalam mengatasi permasalahan lingkungan dan
tata ruang disana, kerjasama dengan Dinas Pendidikan dalam upaya
memotong mata rantai kebiasaan tidak sehat yang diturunkan oleh orang
tua ke anak mereka, maupun dengan dinas-dinas lain yang memiliki
keterkaitan dengan program PHBS agar upaya pemberdayaan masyarakat
dapat berjalan dengan sinkron dan lebih terpadu.
6. Menggiatkan penyuluhan dengan audio visual tentang PHBS rumah
tangga untuk meningkatkan derajat pengetahuan masyarakat terhadap
PHBS rumah tangga.
7. Melakukan pengkajian PHBS di tatanan rumah tangga dengan tujuan
untuk mempelajari, menganalisis dan merumuskan permasalahan yang
sebenarnya supaya pelaksanaan program PHBS yang selanjutnya lebih
efektif dalam meningkatkan jumlah rumah tangga mempraktikkan PHBS.

36
Daftar Pustaka

1. Undang – undang republik Indonesia nomor 36 tahun 2009 tentang


kesehatan. Diunduh dari
http://www.depkes.go.id/resources/download/general/UU%20Nomor%2036
%20Tahun2%20009%20tentang%20Kesehatan.pdf diakses 3 September
2019 ; hal 2.
2. Kemenkes RI, tim PKK pusat RI. Panduan pembinaan dan penilaian perilaku
hidup bersih dan sehat di rumah tangga melalui tim penggerak PKK. Jakarta:
Kemenkes RI; 2011.
3. Pemerintah provinsi jawa barat, Dinas Kesehatan. Petunjuk teknis perilaku
hidup bersih dan sehat (PHBS) di rumah tangga. Jawa Barat: Dinas
Kesehatan Jawa Barat; 2010.
4. Kementrian kesehatan. Pedoman pembinaan perilaku hidup bersih dan sehat..
Jakarta: Kementerian kesehatan RI; 2011.
5. Riset kesehatan dasar (RISKESDAS) 2013. Perilaku hidup bersih dan sehat
(PHBS). Laporan nasional 2013. Badan penelitian dan pengembangan
kesehatan, departemen kesehatan, republik indonesia, Desember 2008. Hal :
147-50
6. Kementrian kesehatan RI. Profil kesehatan indonesia 2014. Kesehatan
lingkungan. Jakarta: Kementrian kesehatan RI. 2015.h.171-2
7. Profil Kesehatan Provinsi Jawa Barat 2016.Perilaku hidup bersih dan sehat
(PHBS). Bandung: Dinas Kesehatan Jawa Barat. 2016. Hal:143-4.

37
Lampiran

Lampiran 1
Tabel variabel dan tolak ukur keberhasilan
No Variabel Tolok Ukur
I Masukan
Kebijakan penyelenggaraan PHBS di Rumah Adanya kebijakan penyelenggaraan PHBS di
Tangga mulai dari provinsi, kabupaten/kota, Rumah Tangga mulai dari provinsi,
kecamatan dan kelurahan/desa kabupaten/kota, kecamatan dan
kelurahan/desa
Dukungan kebijakan untuk 10 indikator PHBS Adanya dukungan kebijakan untuk 10
di rumah tangga indikator PHBS di rumah tangga
Pembiyaan kegiatan PHBS di Rumah Tangga Adanya pembiyaan kegiatan PHBS di Rumah
dari desa/kelurahan, kecamatan dan Tangga dari desa/kelurahan, kecamatan dan
kabupaten/kota baik bersumber dari kabupaten/kota baik bersumber dari
pemerintah,swasta, dunia usaha maupun dari pemerintah,swasta, dunia usaha maupun dari
swadaya masyarakat swadaya masyarakat
Kader yang telah dilatih PHBS di Rumah Adanya kader yang telah dilatih PHBS di
Tangga Rumah Tangga
Kader aktif yang membina PHBS di Rumah Adanya kader aktif yang membina PHBS di
Tangga Rumah Tangga
Media pendukung untuk pembinaan PHBS di Adanya media pendukung untuk pembinaan
Rumah Tangga PHBS di Rumah Tangga
II Proses
Pelatihan PHBS di Rumah Tangga untuk kader Dilaksanakan setiap bulan
Penyuluhan PHBS di Rumah Tangga:
Penyuluhan perorangan Setiap hari saat kunjungan maupun saat
kegiatan di BPU dan KIA
Penyuluhan kelompok Dilaksanakan setiap bulan
Kegiatan inovatif dalam pembinaan PHBS Ada, untuk 10 indikator PHBS
rumah tangga
Pencatatan angka kejadian pada warga ber- Pencatatan rutin setiap bulannya
PHBS

38
Pencatatan dan pelaporan program PHBS Pencatatan setiap hari kerja, pencatatan hasil
rumah tangga kegiatan setelah kegiatan selesai dilaksanakan.

III Keluaran
Persalinan ditolong oleh tenaga 100%
kesehatan
100%
Memberi bayi ASI eksklusif
100%
Menimbang bayi dan balita
100%
Menggunakan air bersih
100%
Mencuci tangan dengan air bersih dan
100%
sabun
100%
Menggunakan jamban sehat
100%
Memberantas jentik di rumah.
100%
Makan sayur dan buah setiap hari
100%
Melakukan aktivitas fisik setiap hari
100%
Tidak merokok di dalam rumah

39
Lampiran 2
Definisi operasional tiap indikator PHBS
Indikator Definisi operasional

1. Persalinan ditolong oleh Ibu bersalin yang mendapat pertolongan oleh


tenaga kesehatan tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi
kebidanan (dokter kandungan dan kebidanan,
dokter umum dan bidan)

2. Memberi bayi ASI Bayi usia 0-6 bulan yang mendapat ASI saja
eksklusif sejak lahir sampai usia 6 bulan

3. Menimbang balita setiap Balita (umur 12-60 bulan) ditimbang setiap


bulan bulan dan tercatat dalam Kartu Menuju Sehat
(KMS) atau buku KIA

4. Menggunakan air bersih Rumah tangga yang menggunakan air besih


untuk kebutuhan sehari-hari berasal dari: air
kemasan, air ledeng, air pompa, sumur
terlindung, mata air terlindung dan
penampungan air hujan dan memenuhi syarat air
bersih yaitu tidak berasa, tidak berbau dan tidak
berwarna. Sumber air pompa, sumur dan mata
air terlindung berjarak minimal 10 meter dari
sumber pencemar seperti tempat penampungan
kotoran atau limbah

5. Mencuci tangan dengan Penduduk 5 tahun ke atas mencuci tangan


air bersih yang mengalir sebelum makan dan sesudah buang air besar,
dan menggunakan sabun sebelum memegang bayi, setelah menceboki
anak dan sebelum menyiapkan makanan
menggunakan air bersih mengalir dan
menggunakan sabun

40
6. Menggunakan jamban Anggota rumah tangga yang menggunakan
sehat jamban leher angsa dengan tangki septik atau
lubang penampung kotoran sebagai pembuangan
akhir dan terpelihara kebersihannya. Untuk
daerah yang sulit air dapat menggunakan jamban
cemplung , jamban plengsengan.

7. Memberantas jentik di Rumah tangga melakukan pemberantasan sarang


rumah sekali seminggu nyamuk di dalam dan atau di luar rumah
seminggu sekali dengan cara 3M plus/
abatisasi/ikanisasi atau cara lain yang dianjurkan

8. Makan sayur dan buah Anggota rumah tangga umur 10 tahun ke atas
setiap hari yang mengkonsumsi minimal 2 porsi sayur dan
3 porsi buah atau sebaliknya tiap hari

9. Melakukan aktivitas fisik Penduduk/ anggota keluarga umur 10 tahun ke


setiap hari atas yang melakukan aktivitas fisik minimal 30
menit setiap hari

10. Tidak merokok di dalam Penduduk/ anggota rumah tangga umur 10 tahun
rumah ke atas tidak merokok di dalam rumah ketika
bersama anggota keluarga lainnya

41
Lampiran 3

Tabel Rekap Pendataan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Rumah Tangga,
dan Kematian Wanita Usia Subur Puskesmas Rengasdengklok Tahun 2019

42
Lampiran 4

Leaflet PHBS

44
Lampiran 5

Poster PHBS

45
Lampiran 6

Foto – foto kegiatan

Penyuluhan kelompok

46
Penyuluhan perorangan

47
48
49
Kondisi Lingkungan

50