Anda di halaman 1dari 16

MAKALAH

PENGERTIAN PARADIGMA ASUHAN KEBIDANAN

Tugas ini diajukan untuk memenuhi tugas dari mata kulia Sosial Budaya

Dosen: Sri Wulan Ratna Sari Dewi, SST.,M.HKes.

Disusun Oleh: Kelompok 1

DEWI SRI RAHAYU

FIZRI RAHMA NURUL INAYAH

HILDA ELISTA

NANDA RENISA

NUR AZIZAH

RIFA AULIA ARIPIANI

RISKA MAHINDA

SHEILA RAHCMAWATI

SHINTA RACHMANIAR GUMILAR

SITI AISYAH

PROGRAM STUDI D III KEBIDANAN

STIKes MUHAMMADIYAH CIAMIS


JL.K.H AHMAD DAHLAN NO.20
TAHUN AKADEMIK 2019/2020
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT, karena atas segala rahmat,
berkah, hidayah, dan karunia-Nya, kelompok kami dapat menyelesaikan makalah tentang
“Pengertian Paradigma Asuhan Kebidanan”.

Makalah ini disusun dan diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Sosial
Budaya.

Selesainya makalah ini tidak terlepas dari bantuan berbagai pihak yang telah
memberikan dorongan, semangat, dan bimbingan yang tak ternilai harganya. Untuk itu,
pada kesempatan ini kami menyampaikan terima kasih kepada:

1. Ibu Sri Wulan Ratna Sari Dewi, SST.,M.HKes. selaku dosen pembimbing yang
telah memberikan bimbingan, motivasi, petunjuk, dan arahan kepada kami; dan
2. Teman-teman seperjuangan di kelas D3 Kebidanan Tingkat I yang senantiasa
memberikan motivasi dan semangat.
Yang terpenting untuk kedua orang tua kami, yang telah memberikan kekuatan
secara moril maupun materil, karena tanpa bantuan mereka mustahil kami bisa
menyelesaikan makalah ini. Terima kasih telah membimbing dan menyayangi kami
sampai saat ini.

Semoga segala bantuan yang telah diberikan kepada kami, senantiasa mendapat
pahala yang berlipat ganda dari Allah SWT. Aamiin.

Akhirnya, kami berharap semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi
penulis khususnya, dan umumnya bagi semua pembaca, serta dapat berguna bagi
kemajuan STIKes Muhammadiyah Ciamis.

Ciamis, 24 Oktober 2019

Penyusun
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ......................................................................................... ii

DAFTAR ISI ........................................................................................................ iii

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang ....................................................................................... 1


1.2 Rumusan Masalah.................................................................................. 2
1.3 Tujuan Penulis ....................................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN

2.1 ............................................................................................................... 3
2.2 ................................................................................................................ 7

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan ........................................................................................... 10


3.2 Saran ...................................................................................................... 10
DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................... 11
BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Paradigma Kebidanan adalah suatu cara pandang bidan dalam
memberikan pelayanan. Keberhasilan pelayanan tersebut dipengaruhi oleh
pengetahuan dan cara pandang bidan dalam kaitan atau hubungan timbal
balik antara manusia/wanita, lingkungan, perilaku, pelayanan
kesehatan/kebidanan dan keturunan.

1) Wanita

Wanita /manusia adalah mahluk bio-psiko-sosial-kultural dan


spritual yang utuh dan unik, mempunyai kebutuhan dasar yang
bermacam-macam sesuai dengan tingkat perkembangannya. Wanita/ibu
adalah penerus generasi keluarga dan bangsa sehingga keberadaan
wanita yang sehat jasmani dan rohani serta sosial sangat diperlukan.
Wanita/ibu adalah pendidik pertama dan utama dalam keluarga. Kualitas
manusia sangat ditentukan oleh keberadaan/kondisi dari wanita/ibu
dalamkeluarga. Para wanita di masyarakat adalah penggerak dan pelopor
dari peningkatan kesejahteraan keluarga.

2) Lingkungan

Lingkungan merupakan semua yang ada dilingkungan dan terlibat


dalam interaksi individu pada waktu melaksanakan aktifitasnya.
Lingkungan tersebut meliputi lingkungan fisik, lingkungan psikososial,
lingkungan biologis dan lingkungan budaya. Lingkungan psiko sosial
meliputi keluarga, kelompok, komuniti maupun masyarakat. Ibu selalu
terlibat dalam interaksi antara keluarga, kelompok, komuniti maupun
masyarakat. Masyarakat merupakan kelompok yang paling penting dan
kompoleks yang telah dibentuk manusia sebagai lingkungan sosial.
Masyarakat adalah lingkungan pergaulan hidup manusia yang terdiri dari
individu, keluarga kelompok dan komuniti yang mempunyai tujuan dan
sistem nilai, ibu/wanita merupakan bagian dari anggota keluarga dan unit
dari komuniti.

Keluarga mencakup sekelompok individu yang berhubungan erat


secara terus menerus terjadi interaksi satu sama lain baik secara
perorangan maupun secara bersama-sama. Keluarga dalam fungsinya
mempengaruhi dan dipengaruhi oleh lingkungan dimana ia berada.
Keluarga dapat nmenunjang kebutuhan sehari-hari dan memberikan
dukungan emosional kepada ibu yang sedang hamil, melahirkan dan
nifas. Keadaan sosial ekonomi, pendidikan, kebudayaan dan lokasi
tempat tinggal keluarga sangat menentukan derajat kesehatan ibu hamil,
melahirkan dan nifas

3) Perilaku

Perilaku merupakan hasil dari berbagai pengalaman serta interaksi


manusia dengan lingkungannya yang terwujud dalam bentuk
pengetahuan sikap dan tindakan. Perilaku manusia bersifat menyeluruh
(holistik).

Perilaku ibu selama kehamilan akan mempengaruhi kehamilan,


perilaku ibu dalam mencari penolong persalinan akan mempengaruhi
kesejahteraan ibu dan janin yang dilahirkan. Demikian pula ibu pada
masa nifas akan mempengaruhi kesehatan ibu dan bayinya.

Adapun perilaku propesional dari bidan mencakup ;

• Dalam melaksanakan tugasnya berpegang teguh pada filosofi, etika


profesi dan aspek legal

• Bertanggung jawab dan mempertanggung jawabkan keputusan klinis


yang dibuatnya

• Senantiasa mengikuti perkembangan pengetahuan dan keterampilan


mutakhir secara berkala
• Menggunakan cara pencegahan universal untuk mencegah penularan
penyakit dan strategi pengendalian infeksi

• Menggunakan konsultasi dan rujukan yang tepat selama memberikan


asuhan kebidanan

• Menghargai dan memanfaatkan budaya setempat sehubungan dengan


praktek kesehatan, kehamilan, kelahiran, periode pasca persalinan,
bayi baru lahir dan anak

• Menggunakan model kemitraan dalam bekerja sama dengan kaum


wanita/ibu agar mereka dapat menentukan pilihan yang telah
diinformasikan tentang semua aspek asuhan, meminta persetujuan
secara tertulis supaya mereka bertanggung jawab atas kesehatannya
sendiri

• Menggunakan keterampilan komunikasi

• Bekerjasama dengan petugas kesehatan lainnya untuk meningkatkan


pelayanan kesehatan ibu dan keluarga

• Melakukan advokasi terhadap pilihan ibu dalam tatanan pelayanan

4) Pelayanan Kebidanan

Pelayanan kebidanan merupakan bagian integral dari pelayanan


kesehatan, yang diarahkan untuk mewujudkan kesehatan keluarga dalam
rangka tercapainya keluarga kecil, bahagia dan sejahtera.

Pelayanan kebidanan merupakan layanan yang diberikan oleh bidan


sesuai dengan kewenangan yang diberikannya dengan maksud
meningkatkan kesehatan ibu dan anak dalam rangka tercapainya
keluarga kecil, bahagia dan sejahtera.

Sasaran pelayanan kebidanan adalah individu, keluarga dan


masyarakat yang meliputi upaya peningkatan, pencegahan,
penyembuhan dan pemulihan.
Layanan kebidanan dapat dibedakan menjadi :

1. Layanan kebidanan Primer ialah layanan bidan yang sepenuhnya


menjadi tanggung jawab bidan.

2. Layanan kebidanan Kolaborasi adalah layanan kebidanan yang


dilakukan oleh bidan sebagai anggota tim yang kegiatannya
dilakukan secara bersama-sama atau sebagai salah satu urutan dari
sebuah proses kegiatan pelayanan kesehatan.

3. Layanan kebidanan Rujukan adalah layanan yang dilakukan oleh


bidan dalam rangka rujukan ke sistem pelayanan yang lebih tinggi
atau sebaliknya. Pelayanan yang dilakukan oleh bidan sewaktu
menerima rujukan dari dukun yang menolong persalinan, juga
layanan rujukan yang dilakukan oleh bidan ketempat/fasilitas
pelayanan kesehatan lainnya secara horizontal maupun vertikal
atau ke profesi kesehatan lainnya. Layanan kebidanan yang tepat
akan meningkatkan keamanan dan kesejahteraan ibu serta
bayinya.

5) Keturunan

Kualitas manusia, diantaranya ditentukan oleh keturunan. Manusia


yang sehat dilahirkan oleh ibu yang sehat. Hal ini menyangkut
penyiapan wanita sebelum perkawinan, masa kehamilan, masa kelahiran
dan masa nifas.

Walaupun kehamilan, kelahiran dan nifas adalah proses yang


fisologis namun bila ditangani secara tidak akurat , keadaan fisologis
akan menjadi patologis. Hal ini akan berpengaruh pada bayi yang akan
dilahirkannya. Oleh karena itu layanan praperkawinan, kehamilan,
kelahiran dan nifas adalah sangat penting dan mempunyai keterkaitan
satu sama lain yang tak dapat dipisahkan.
1.2 Tujuan
1. Tujuan Umum

Untuk menambah pengetahuan tentang paradigma asuhan kebidanan.

2. Tujuan Khusus

Tujuan khusus dalam penyusunan makalah ini adalah untuk mengetahui:

a) Pengertian paradigma,
b) komponen paradigma kebidanan,
c) hubungan antara paradigma,falsafah,mode teori dan konsep

1.3 Manfaat
1. Dapat mengetahui menambah pengetahuan tentang paradigma asuhan
kebidanan.
2. Dapat mengetahui Pengertian paradigm.
3. Dapat mengetahui komponen paradigma kebidanan.
4. Dapat mengetahui hubungan antara paradigma, falsafah, mode teori, dan
konsep.
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Denisi paradigma asuhan kebidanan


2.1.1 definisi paradigma

2.1.2 definisi asuhan

2.1.3 definisi kebidanan

Secara garis besar definisi paradihgma asuhan kebidanan, seperti berikut:

1. Suatu cara pandang dalam memberikan pelayanan kebidanan.

2. Paradigma asuhan kebidanan adalah berupa pandangan terhadap


manusia/wanita, lingkungan, layanan kesehatan dan kebidanan.

2.2 Komponen Paradigma


1. Manusia

a. Adalah makhluk Bio-Psiko-Sosio-Kultural-Spiritual serta unik dan utuh.

b. Punya Siklus tumbuh dan berkembang

c. Punya kemampuan untuk mengatasi perubahan dunia (kemampuan dari


lahir atau belajar dari lingkungan).

d. Cenderung mempertahankan keseimbangan Homeostasis.

e. Cenderung beradaptasi dengan lingkungan

f. Memenuhi kebutuhan melalui serangkaian peristiwa belajar

g. Mempunyai kapasitas berfikir, belajar merasionalisasi, berkomunikasi


dan mengembangkan budaya serta nilai-nilai.

h. Mampu berjuang untuk mencapai tujuan.


i. Terdiri dari pria dan wanita.

j. Keluarga

Adapun peran wanita di dalam keluarga, meliputi:

a. Sebagai Pendamping

1. Peran perempuan sebagai ibu,keluarga merupakan suatu


lembaga social yang paling besar perannya bagi kesejahteraan social
dan kelestarian anggota-anggotanya terutama anak-anaknya keluarga
merupakan lingkungan social yang terpenting bagi perkembangan dan
pembentukan pribadi anak.

2.Peran perempuan sebagai istri suami,berbicara masalah peran ibu


sebagai istri pendamping suami tentunya tidak lepas dari peran ibu sebagi ibu
rumah tangga. Tetapi ada baiknya dilihat beberapa peran yang pokok seorang
wanita sebagai pendamping suami.

b. Sebagai Pengelola

c. Sebagai Pencari Nafkah

d. Sebagai Penerus Generasi

Peran bidan untuk individu dan masyarakat, meliputi:

a. Menolong individu mengatasi dan beradaptasi terhadap perubahan


lingkungan.

b. Membawa perubahan tingkah laku yang positif

c. Merencanakan perawatan yang bersifat individual.

d. mengetahui budaya-budaya yang berkembang dalam masyarakat

e. Menerapkan Pendektan komprehensif

2. Lingkungan
a. Semua yang ada dilingkungan dan terlibat dalam interaksi individu
pada waktu melaksanakan aktivitasnya.

b. Adalah organisasi biologis yang meliputi semua organisme yang


berada dalam wilayah tertentu yang berinteraksi dengan lingkungan
fisik.

c. Lingkungan menjadi persyaratan yang penting agar kesehatan ibu


dapat terjaga

d. Penyesuaian ibu terhadap lingkungan sekitarnya serta tempat tinggal


yang memadai juga menunjang kesehatan ibu.

e. Lingkungan Fisik

• Terdiri dari semua benda-benda mati yang berada disekitar kita.

• Wanita merupakan bagian dari keluarga serta unit dari komuniti

• Keluarga bisa mempengaruhi dan dipengaruhi oleh lingkungan

f. Budaya

• Meliputi sosial-ekonomi, pendidikan, kebudayaan.

• Lokasi tempat tinggal keluarga sangat menentukan derajat kesehatan


bumil, bulin dan bufas.

g. Psikososial

• Ibu sebagai wanita terlibat dalam interaksi antara keluarga,


kelompok, dan masyarakat

• Keberadaan wanita yang sehat jasmani, rohani, dan sosial sangat


diperlukan karena wanita mempunyai 5 peran yang sangat penting
dalam keluarga.

h. Biologis

• Meliputi genetika, biomedik dan maturistik


• Manusia merupakan susunan sistem organ tubuh yang mempunyai
kebutuhan untuk mempertahankan hidupnya.

3. Kesehatan

a. Terdapat “PERILAKU”, yaitu : hasil dari berbagai pengalaman serta


interaksi manusia dgn lingkungan nya.

b. Sehat menurut WHO adalah suatu keadaan yang sempurna baik fisik,
mental dan sosial serta tidak hanya bebas dari penyakit atau
kelemahan.

c. Sehat bukan merupakan suatu kondisi tetapi merupakan proses, yaitu


proses adaptasi individu yang tidak hanya tehadap fisik tetapi juga
terhadap lingkungan sosial.

d. Wujud : dalam bentuk pengetahuan, sikap dan tindakan.

Adapun Karakteristik Sehat antara lain sebagai berikut:

• Merefleksikan perhatian pada individu sebagai manusia

• Memandang sehat dalam konteks eksternal & internal.

• Sehat diartikan sebagai hidup yang kreatif dan produktif.

4. Perilaku

Perilaku merupakan hasil seluruh pengalaman serta interaksi manusia


dengan lingkungannya, yang terwujud dalam bentuk pengetahuan, sikap
dan tindakan.

Perilaku Sehat

• Perilaku merupakan hasil segala macam pengalaman serta interaksi


manusia dengan lingkungan yang terwjud dalam bentuk pengetahuan,
sikap, dan tindakan perilaku manusia bersifat holistik atau menyeluruh.
• Ibu yang mempunyai pengetahuan dan pengalaman serta selalu
melakukan hubungan atau interaksi dengan lingkungannya maka akan
mendapat informasi dalam menjaga kesehatannya.

perilaku propesional dari bidan mencakup ;

Dalam melaksanakan tugasnya berpegang teguh pada filosofi,


etika profesi dan aspek legal
Bertanggung jawab dan mempertanggung jawabkan keputusan
klinis yang dibuatnya
Senantiasa mengikuti perkembangan pengetahuan dan
keterampilan mutakhir secara berkala
Menggunakan cara pencegahan universal untuk mencegah
penularan penyakit dan strategi pengendalian infeksi
Menggunakan konsultasi dan rujukan yang tepat selama
memberikan asuhan kebidanan
Menghargai dan memanfaatkan budaya setempat sehubungan
dengan praktek kesehatan, kehamilan, kelahiran, periode pasca
persalinan, bayi baru lahir dan anak
Menggunakan model kemitraan dalam bekerja sama dengan
kaum wanita/ibu agar mereka dapat menentukan pilihan yang
telah diinformasikan tentang semua aspek asuhan, meminta
persetujuan secara tertulis supaya mereka bertanggung jawab atas
kesehatannya sendiri
Menggunakan keterampilan komunikasi
Bekerjasama dengan petugas kesehatan lainnya untuk
meningkatkan pelayanan kesehatan ibu dan keluarga
Melakukan advokasi terhadap pilihan ibu dalam tatanan
pelayanan
5. Kebidanan

a. Pelayanan Kebidanan terbagi menjadi 3 jenis :


• Layanan kebidanan Primer ialah layanan bidan yang sepenuhnya
menjadi tanggung jawab bidan.

• Layanan kebidanan Kolaborasi adalah layanan kebidanan yang


dilakukan oleh bidan sebagai anggota tim yang kegiatannya
dilakukan secara bersama-sama atau sebagai salah satu urutan dari
sebuah proses kegiatan pelayanan kesehatan.

• Layanan kebidanan Rujukan adalah layanan yang dilakukan oleh


bidan dalam rangka rujukan ke sistem pelayanan yang lebih tinggi
atau sebaliknya. Pelayanan yang dilakukan oleh bidan sewaktu
menerima rujukan dari dukun yang menolong persalinan, juga
layanan rujukan yang dilakukan oleh bidan ketempat/fasilitas
pelayanan kesehatan lainnya secara horizontal maupun vertikal
atau ke profesi kesehatan lainnya. Layanan kebidanan yang tepat
akan meningkatkan keamanan dan kesejahteraan ibu serta bayinya

b. Batang Keilmuan Kebidanan terdiri dari beberapa yaitu :

• Ilmu Kedokteran

• Ilmu Keperawatan

• Ilmu Kesehatan Masyarakat

• Ilmu Sosial

• Ilmu Budaya

• Ilmu Psikologi

• Ilmu Manajemen

c. Pelayanan Kebidanan :

• seluruh tugas yang menjadi tanggung jawab praktek profesi bidan


dalam sistem pelayanan kesehatan.
• Tujuan meningkatkan KIA dalam rangka mewujudkan kesehatan
keluarga dan masyarakat.

BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

3.2 Saran
Daftar Pustaka