Anda di halaman 1dari 1

Referensi

Definisi Bobak, Lowdermilk, Jansen. 2005. Buku Ajar Keperawatan Maternitas. Edisi 4. Jakarta : EGC.
MNH, JNPK-KR dan DepKes. 2003. Buku Acuan Persalinan Normal. Jakarta : DepKes
Bayi baru lahir normal adalah bayi yang lahir dengan umur kehamilan WEB OF CAUTION (WOC) NANDA. 2012. Diagnosa Keperawatan Definisi dan Klasifikasi. Jakarta : EGC
Prawirohardjo, Sarwono. 2005. Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan
37 minggu sampai 42 minggu dan berat lahir 2500 gram sampai 4000
gram (Depkes RI, 2005). BAYI BARU LAHIR Neonatal.Jakarta : Yayasan Bina Pustaka
RI DepKes. 2005. Pelayanan Kesehatan Neonatal Esensial. Jakarta : DepKes.
Saifuddin, abdul bari. 2002. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal Dan
Bayi baru lahir Neonatal. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.

Perubahan fisiologis

Sistem respirasi Sistem kardiovaskuler Sistem gastrointestinal Termoregulasi


Pemotongan tali pusar

Hipoksia tekanan pada Alveolus terisi O2 Asam lambung menurun Adaptasi hangat ke Port de entry bakteri
Kegagalan peningkatan
rongga dada, penumpukan dingin (kehilangan panas) panas
CO2 prubahan suhu.
Kolik
Resistensi vaskular Resiko infeksi
paru menurun Aktivitas otot
Hipotermia
Merangsang syaraf pernafasan Distres diantara waktu
makan Menagis dan mengigil
Tekanan pylmonalis Tujuan: Dalam waktu 1x24 Tujuan
menurun jam setelah dilakukan Setelah dilakukan intervensi
Pernafasan pertama bayi
Resiko defisit nutrisi intervensi keperawatan keperawatan selama 1x24 jam resiko
infeksi tidak menjadi aktual Kriteria
hipotermia tidak terjadi
hasil :
Aliran darah paru Kriteria hasil : 1) BBL bebas dari tanda dan gejala
Pengeluaran cairan paru masuk ke jantung Tujuan: 1. BBL menunjukkan
infeksi
Tidak ada Kebutuhan nutrisi terpenuhi. termoregulasi neonates 2) Jumlah leukosit dalam batas normal
surfaktan (keseimbangan antara 3) Status imun, gastrointestinal, dalam
Kriteria hasil:
panas yang dihasilkan, batas normal
Cairan pada jalan nafas Tekanan atrium kiri 1) Penurunan BB tidak lebih dari 10% peningkatan panas, dan
Alveolus tidak tidak adekuat BB lahir. kehilangan panas selama
berfungsi 2) Intake dan output makanan seimbang. periode neonatus)
Bersihan jalan nafas tidak Feramen ovale tidak 3) Tidak ada tanda-tanda hipoglikemi
efektif Intervensi:
menutup
1) Pantau tanda/gejala infeksi
Pola nafas tidak 2) Ajarkan keluarga BBL teknik
Intervensi:
efektif mencuci tangan yg benar
Tujuan: Setelah dilakukan Percampuran darah 3) Cuci tangan dengan benar dapat
1) Pantau suhu paling
intervensi keperawatan selama Intervensi: mencegah transmisi organism
sedikit setiap 2 jam,
1x24 jam BBL menunjukkan  Timbang BB setiap hari. 4) Ajarkan kepada keluarga BBL
2) Ajarkan indikasi
keefektifan jalan nafas Kriteria Hipoksia jaringan tanda/gejala infeksi dan kapan harus
hasil  2) Auskultasi bising usus, hipotermia
Tujuan: Dalam 3) Pemahaman tentang melaporkannya ke pusat kesehatan
1) BBL mudah untuk perhatikan adanya distensi
waktu 1x24 jam kondisi hipotermi dapat 5) Perubahan hasil laboratorium dapat
bernafas
setelah dilakukan Gangguan perfusi abdomen. mencegah terjadinya mengindikasikan adanya infeks
2) Kegelisahan, sianosis, dan
intervensi perifer 6) Berikan terapi antibiotic bila
dispnea tidak ada  3) Anjurkan ibu untuk hipotermi
keperawatan pola 4) Selimuti bayi segera diperlukan
3) RR dalam batas normal
menyusui pada payudara
nafas bbl kembali setelah dilahirkan
efektif Kriteria secara bergantian 5-10
hasil: Kemudahan menit.
bernafas dan TANDA DAN GEJALA 13. Genetalia :
kedalaman Intervensi:
inspirasi 1) Auskultasi bagian dada 1. Lahir aterm antara 37-42 minggu a. Pada laki-laki kematangan ditandai dengan testis yang
anterior dan posterior untuk
mengetahui adanya 2. Berat badan 2500 – 4000 gram berada pada skrotum dan penis yang berlubang.
penurunan atau tidak adanya 3. Panjang lahir 48 – 52 cm b. Pada perempuan kematangan ditandai dengan vagina dan
ventilasi dan adanya bunyi
Intervensi
tambahan 4. Lingkar dada 30 – 38 cm uterus yang berlubang ,serta labia mayora menutupi labia
1) Observasi
2) Pantau status oksigen BBL
adanya pucat
Jika sao < 80%
5. Lingkar kepala 33 – 35 cm minora.
dan sianosis
mengindikasikan adanya 6. Lingkar lengan 11-12 14. Kulit kemerah- merahan dan licin karena jaringan subkutan yang
Sianosis
ketidakefektifan jalan nafas
menunjukkan 7. Frekuensi denyut jantung 120-160x/menit cukup.
3) Jelaskan pada BBL dan
adanya keluarga tentang
gangguan pada 8. Rambut lanugo tidak terlihat dan rambut 15. Refleks rooting ( mencari putting susu dengan rangsangan taktil
penggunaan peralatan: O2,
pernafasan BBL kepala biasanya telah sempurna pada pipi dan daerah mulut)sudah terbentuk dengan baik.
suction, inhalasi
2) Pantau
kecepatan, 9. Kuku agak panjang dan lemas 16. Refleks sucking sudah terbentuk dengan baik.
irama,
kedalaman dan
10. Nilai APGAR >7 17. Refleks grasping sudah baik
usaha respirasi 11. Gerakan aktif 18. Refleks morro
Mengetahui
perkembangan 12. Bayi lahir langsung menangis kuat 19. Eliminasi baik, urine dan mekonium keluar dalam 24 jam pertama
kondisi BBL

KETERANGAN GAMBAR KOMPLIKASI ETIOLOGI PEMERIKSAAN PENUNJANG

: Definisi, Etiolog, Komplikasi, Penunjang, Sebore pH tali pusat, tingkat 7,20 sampai 7,24 menunjukkan status
His(Kontraksi otot rahim)
Tanda Dan Gejala Ruam praasidosis, tingkat rendah menunjukkan gangguan asfiksia
Kontraksi otot dinding perut
Moniliasis bermakna.
: Diagnosa Keperawatan Kontraksi diafragma pelvis atau
Ikterus fisiologi Hemoglobin mencapai 15 sampai 20 g. hematokrit berkisar
: Tujuan, Kriteria Hasil, Intervensi kekuatan mengejan.
gangguan sistem saraf pusat: koma,menurunnya reflex antara 43% sampai 61%.
: Patofisiologi
Ketegangan dan kontraksi
mata(seperti mengdip) Tes Coombs langsung pada daerah tali pusat menentukan
ligamentum retundum.
Cardiovascular: penurunan tekanan darah secara adanya kompleks antigen-antibodi pada membran sel darah
berangsur, menghilangnya tekanan darah sistolik merah yang menunjukkan kondisi hemolitik.
Pernafasan: menurunnya konsumsi oksigen Bilirubin Total sebanyak 6 mg/dl pada hari pertama
Saraf dan otot: tidak adanya gerakan, menghilangnya kehidupan, 8 mg/dl 1 sampai 2 hari dan 12 mg/dl pada 3
reflex perifer sampai 5 hari.