Anda di halaman 1dari 13

Langkah pertama untuk memasukan data seismik pada HRS adalah membuka

database pada Geoview. Folder database tersebut berisi hasil input data well yang telah
dimasukan sebelumnya (gambar 1.1).

Gambar 1.1. Tampilan saat membuka database

Setelah selesai memilih foder database yang akan diolah, akan muncul window baru
seperti pada gambar 1.2. Untuk memasukan data seismik, pilih pilihan Strata.

Gambar 1.2. Tampilan Geoview


Dengan memilih Strata untuk memasukan data seismik, akan muncul terlebih dahulu
window Project Selection Mode seperti gambar 1.3. Apabila pada Project Section Mode
belum memiliki proyek tertentu, maka dapat membuat proyek baru dengan memilih Start
New Project. Setelah memilih Start New Project, muncul window baru untuk membuat folder
proyek (gambar 1.4). Penempatan folder proyek serta data well sebelumnya diusahakan
berada pada folder yang sama agar saat pemrosesan data yang muncul sesuai dengan yang
diharapkan.

Gambar 1.3. Tampilan Start New Project

Gambar 1.4. Tampilan New Project

Setelah membuat folder proyek baru, maka akan muncul tampilan seperti gambar 1.5.
Di window ini, merupakan tempat dilakukan pengolahan data.
Gambar 1.5 Tampilan window tempat pengolahan data

Untuk memasukan data seismik, klik pilihan Seismic pada bagian kolom sebelah kiri
lalu pilih Open Seismic from file (gambar 1.6).

Gambar 1.6. Tampilan pilihan Seismic

Tampilan yang muncul setelah memilih Open Seismic From File dapat terlihat pada
gambar 1.7. Kolom atas merupakan tempat kumpulan folder, sehingga data seismik yang
ingin diolah dicari pada folder tertentu. Sedangkan kolom kiri bawah merupakan kumpulan
file yang berada pada suatu folder. Setelah mendapat file yang ingin diolah, pilih file tersebut
lalu pilih Add. Hal in dimaksudkan untuk menentukan file apa yang ingin diolah, sehingga
kolom kanan bawah merupakan kolom tempat file yang akan diolah. Untuk melanjutkan
proses pilih Next.

Gambar 1.6. Tampilan window untuk menentukan file yang akan diolah

Setelah memilih Next, maka tampilan yang akan muncul seperti gambar 1.7. Pada
pilihan How would you like to set up the selected file(s) pilih 3D apabila hasil olahan yang
diinginkan berupa 3D. Untuk melanjutkan proses, pilih Next. Tampilan yang muncul
selanjutnya seperti pada gambar 1.8.

Pada Primary key for assigning to the location pilih Inline and Xline bila data yang
diolah berdasarkan Inline dan Xline. Apabila yang digunakan koordinat maka pilih X & Y
coordinates. Untuk melihat data yang akan diolah pilih Header Dump, maka akan muncul
tampilah seperti gambar 1.9. Pada data tersebut akan diketahui nilai-nilai dari setiap
parameter. Untuk melanjutkan proses pilih Next.
Gambar 1.7. Tampilan pilihan file yang diinginkan

Gambar 1.8. Tampilan untuk memilih dasar lokasi


Gambar 1.9. Tampilan Header Dump

Selanjutnya tampilan yang didapatkan setelah memilih dasar pemilihan lokasi seperti
gambar 1.10. Sebelum memasukan data, pilih Reset to default SEGY format, maka data akan
berubah secara otomatis. Selanjutnya masukan nilai Inline Byte Location, Xline Byte
Location dan lainnya berdasarkan data yang dapat dilihat pada header dump. Penulisan
sendiri tidak sama dengan yang ada di header dump, sebagai contoh pada Header Dump
tertulis Inline number: bytes 5-8, yang dituliskan pada window tempat memasukan adalah 5
dan 4. Arti 4 sendiri merupakan jumlah data, datanya sendiri ada 5, 6, 7, 8.

Setelah selesai memasukan nilai data, checklist Ignore Receiver X & Y Coordinates,
lalu pilih Next untuk melanjutkan proses.
Gambar 1.10 Tampilan untuk memasukan data

Setelah pemrosesan sebelumnya, akan muncul window seperti pada gambar 1.11.
Pada window tersebut dapat terlihat base line dari data seismik yang kita olah. Spasi dari data
seismiknya sendiri dapat diubah sesuai yang diinginkan dengan memasukan nilai pada
Spacing. Apabila base line miring dan ingin didatarkan, masukan nilai X, Y, dan Orientation
berupa nilai 0 maka akan seperti pada gambar 1.12.

Gambar 1.11. Tampilan base line


Gambar 1.12. Tampilan base line dengan X,Y,Orientation (0,0,0)

Untuk melanjutkan proses pilih OK, lalu akan muncul penampang data seismik
seperti pada gambar 1.13.

Gambar 1.13 Tampilan penampang seismik


Apabila warna penampang seismik ingin dirubah, pilih ikon berbentuk mata pada
kanan atas penampang seismik. Selanjutnya akan muncul window seperti dibawah ini
(gambar 1.14).

Gambar 1.14. Tampilan untuk mengubah penampang seismik

Untuk mengubah warna, pilih color lalu akan muncul beragam pilihan warna.
Selanjutnya ganti Trace Data Volume menjadi None serta ganti Color Data Volume menjadi
F3 atau nama file data seismik. Pilih Apply untuk melihat hasil perubahan warna seperti
gambar 1.15.
Gambar 1.14. Tampilan perubahan warna penampang seismik

Untuk melihat base line data seismik yang diolah, pilih view lalu base line seperti
gambar 1.15. Selanjutnya akan muncul base line seperti gambar 1.16. Pada base line tersebut
sudah dikorelasikan dengan lokasi well yang ada.

Gambar 1.15. Tampilan pilihan View


Gambar 1.15. Tampilan base line beserta well

Pada software HRS, dapat dilakukan pengkorelasian antara data seismik dengan well
yang ada. Hal tersebut dapat dilakukan dengan memilih pilihan Well pada kolom sebelah kiri
penampang seismik, lalu pilih Well Map Table Menu (gambar 1.16).

Gambar 1.16 Tampilan pada pilihan Well


Selanjutnya akan muncul window baru, yaitu Well To Seismic Map Menu yang
berisikan well-well yang ada pada data seismik (gambar 1.17). Pastikan setiap well memiliki
nilai pada X Location, Y Location, Inline, Xline, dan CDP. Hal tersebut berguna saat
pengeplotan well pada data seismik. Untuk pengeplotan sendiri dilakukan dengan men-
checklist bagian Plot lalu pilik OK. Setelah itu, well dapat dilihat pada data seismik seperti
pada gambar di bawah ini.

Gambar 1.17. Tampilan Well To Seismic Map Menu

Gambar 1.18. Tampilan well F02-01


Gambar 1.19. Tampilan well F03-02

Gambar 1.20. Tampilan well F03-04

Gambar 1.21. Tampilan well F06-01