Anda di halaman 1dari 5

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan pada Tuhan Yang Maha Esa atas terselesaikannya
laporan praktikum mengenai Viskositas Fluida ini. Laporan ini dibuat untuk memenuhi nilai
praktik mata pelajaran Fisika.

Ada perasaan senang apabila kegiatan praktikum ini memiliki hasil yang baik. Namun
dengan keterbatasan pengamat, tentu banyak kendala yang dihadapi saat praktikum. Dan jika
akhirnya praktikum ini dapat berjalan dengan baik maka tentulah karena bantuan dukungan
dari berbagai pihak.

Terimakasih kami ucapkan kepada pihak yang sudah membantu praktikum ini :

1. Bu Kin Kin Hariyani, selaku guru mata pelajaran Fisika.


2. Teman- teman putra dan putri kelas XI IPA

Tidak ada yang lebih bisa kami berikan selain doa dan ucapan terima kasih yang tulus kepada
para pendukung. Atas keterbatasan kami sebagai pengamat, kritik dan saran kami perlukan
untuk membangun praktikum yang lebih baik kedepannya. Penulis berharap laporan
praktikum ini dapat bermanfaat dan menambah wawasan bagi yang membacanya.
Terimakasih.

Bekasi, November 2019

Penulis

1
Judul Praktikum
Viskositas Fluida

Tempat dan Tanggal Praktikum


Laboratorium Fisika SMA St. Bellarminus, hari Kamis, tanggal 21 November 2019.

Tujuan
 Mengamati sifat viskositas beberapa cairan
 Menentukan alat dan bahan praktikum viskositas fluida
 Melakukan percobaan viskositas fluida
 Menyusun laporan viskositas fluida

Landasan Teori

 Viskositas
Viskositas adalah ukuran kekentalan fluida yang menyatakan besar atau kecilnya gesekan
di dalam fluida. Semakin besar viskositas (kekentalan) fluida, maka sulit fluida untuk
mengalir dan menunjukkan bahwa sulit suatu benda bergerak di dalam fluida tersebut.
Jika sebuah benda memiliki bentuk bola dan jatuh bebas ke dalam suatu fluida kental,
kecepatannya akan bertambah sebab pengaruh gravitasi bumi hingga mencapai pada suatu
kecepatan terbesar yang tetap. Kecepatan terbesar yang tetap itu dinamakan dengan kecepatan
terminal. Kecepatan terminal adalah istilah untuk kecepatan suatu benda yang dicapai
ketika gaya tarik, atau gaya apung, yang mendorong terhadap benda adalah sama dengan gaya
gravitasi yang menariknya ke bawah. Ketika kecepatan terminal tercapai, berlaku keadaan:

2
 Hukum Stokes
Gaya gesek antara suatu permukaan benda padat yang bergerak dengan fluida akan
sebanding dengan suatu kecepatan relatif gerak benda ini kepada fluida. Hambatan gerak di
dalam fluida disebabkan gaya gesek antara bagian fluida yang melekat ke permukaan suatu
benda dengan bagian fluida di sebelahnya. Gaya gesek tersebut sebanding dengan koefisien
viskositas (η) fluida.
Menurut Stokes, gaya gesek yaitu :
Fs = 6 π r η v
Keterangan :
Fs : gaya hambatan (N)
η : koefisien viskositas (kg m-1 s-1)
r : jari jari bola (m)
π : 22/7
v : laju relatif benda pada fluida

Alat dan Bahan


1. Bejana kaca (sesuai banyaknya cairan yang dijadikan bahan percobaan)
2. Kelereng
3. Pinset
4. Penggaris
5. Stopwatch
6. Cairan yang menjadi bahan
- Sabun cair
- Handbody / lotion
- Pembersih porselen (Sunlight)
- Minyak goreng

Langkah Kerja
1. Masukkan sabun, lotion, sunlight, dan minyak goreng ke dalam bejana kaca
2. Ukur ketinggian cairan yang dimasukkan dengan penggaris
3. Lepaskan kelereng menggunakan pinset kedalam fluida
4. Ukur waktu yang diperlukan bola untuk sampai ke dasar bejana
5. Ulangi langkah 2, 3, 4 untuk setiap cairan

3
Hasil Praktikum

 Penghitungan Massa Jenis


𝑚
𝜌= 𝑣
5,28
Kelereng = 𝜌 = = 2,2 gr/cm3
2,3
25,4
Sabun cair = 𝜌 = = 1,27 gr/cm3
20
24,59
Lotion = 𝜌 = = 1,11 gr/cm3
22
17,80
Sunlight = 𝜌 = = 1,27 gr/cm3
14
18,18
Minyak goreng = 𝜌 = = 0,95 gr/cm3
19

 Penghitungan koefisien viskositas


𝑚 . (ℎ1 − ℎ𝑜)
𝜂=
𝑡
0,0254 𝑘𝑔 .0,084 𝑚
Sabun cair = 𝜂 = = 3,048 x 10-5
70 𝑠
0,2459 𝑘𝑔 .0,084 𝑚
Lotion = 𝜂 = = 1.18 x 10-4
175 𝑠
0,0178 𝑘𝑔 .0,073 𝑚
Sunlight = 𝜂 = = 1,39 x 10-5
93 𝑠
0,01818 𝑘𝑔 .0,09 𝑚
Minyak goreng = 𝜂 = = 2,33 x 10-4
7𝑠

 Penghitungan kecepatan terminal

10 . 2,3 . 0.000001 . (2,29−1,27)


Sabun cair = Vt = = 5,45 x 10-3 m/s
6 . 3,14 . 3,048 . 0,00001 . 0,75

10 . 2,3 . 0.000001 . (2,29−1,11)


Lotion = Vt = = 16,3 x 10-4 m/s
6 . 3,14 . 1,18 . 0,0001 . 0,75

10 . 2,3 . 0.000001 . (2,29−1,27)


Sunlight = Vt = = 11,96 x 10-3 m/s
6 . 3,14 . 1,39 . 0,00001 . 0,75

10 . 2,3 . 0.00001 . (2,29−0,95)


Minyak goreng = Vt = = 24 x 10-3 m/s
6 . 3,14 . 2,33 . 0,0001 . 0,75

4
KESIMPULAN

 Dari praktikum ini, dapat dibuktikan bahwa kekentalan cairan mempengaruhi


viskositas fluida. Semakin kental jenis cairan semakin lambat gerak cairan itu maupun
gerak benda yang dimasukkan didalamnya.
 Semakin kental jenis cairan, gaya gesek cairan tersebut dengan benda padat semakin
besar, sehingga lebih sulit bergerak.
 Dari hasil praktikum, dapat dilihat bahwa benda yang dimasukkan ke Lotion memiliki
gerakan paling lambat, yaitu 16,3 x 10-4 m/s, itu karena Lotion memiliki kekentalan
lebih dari zat yang lain. Sedangkan yang paling cepat ada di Minyak Goreng dengan
kecepatan 24 x 10-3 m/s, berarti minyak goreng memiliki gaya gesek yang paling kecil
dengan kelereng yang dimasukkan.