Anda di halaman 1dari 12

1

: Pemasaran pakan hijauan PT Lembu jantan Perkasa /


Peningkatan Pendapatan melalui penjualan pakan
Judul hijauan

Pemrasaran / NIM :
Pembahas / NIM : Ahmad Syukrillah / J3J216384
Hari / Tanggal :
Waktu :
Ruangan :
Dosen Pembimbing : Astriana Febriasari SE. M.Si

Menyetujui

Astriana Febriasari SE. M.Si

1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Peternakan adalah salah satu subsektor pertanian. Pemeliharaan ternak
dianggap sebagai bagian dari pekerjaan bertani. Kondisi ini terlihat dari intregrasi
yang dilakukan oleh petani peternak dengan menggabungkan usaha pertanian dengan
pemeliharaan hewan ternak (Suharno dan Nazaruddin, 1994)
Usaha peternakan sapi potong merupakan salah satu usaha pertanian yang
berpotensi untuk dikembangkan di Indonesia. Hal tersebut digambarkan dari
bertambahnya jumlah populasi sapi potong di Indonesia salah satunya Provinsi
Banten. Jumlah populasi sapi potong di Provinsi Banten meningkat sebesar 13,76%
pada tahun 2018 (Ditjen PKH 2018). Jumlah populasi sapi potong di Provinsi Banten
pada tahun 2017 tercatat sebanyak 56 658 ekor. Jumlah tersebut meningkat menjadi
65 698 ekor pada tahun 2018. Dengan meningkatnya jumlah populasi ternak sapi
potong, maka jumlah pakan yang dibutuhkan juga semakin bertambah dalam
permintaannya. (Sumber : Dinas Peternakan Provinsi Banten)
Pakan merupakan kebutuhan utama dalam segala bidang usaha ternak.
Pemberian pakan dimaksudkan agar ternak ruminansia dapat memenuhi kebutuhan
hidupnya sekaligus untuk pertumbuhan dan reproduksinya. Hijauan makanan ternak
pakan berupa rumput dan leguminosa merupakan pakan yang penting bagi ternak dan
merupakan kunci keberhasilan produksi peternakan terutama daging
Potensi hijauan di Indonesia cukup besar untuk dikembangkan akan tetapi
produksinya masih rendah dan tidak banyak tersedia. Adapun beberapa faktor yang
menyebabkan masih rendahnya produksi pakan bagi ternak karena terjadinya
perubahan fungsi lahan salah satunya berubah menjadi pemukiman, sehingga sumber
daya alam untuk peternakan berupa padang rumput semakin berkurang.
Untuk memaksimalkan produksi pakan hijauan tersebut, diperlukan
peningkatan produksi pakan hijauan dan pendistribusian pakannya. Hal tersebut juga
dapat berguna untuk meningkatkan penerimaan dan pendapatan PT Lembu Jantan
Perkasa. Strategi peningkatan produksi pupuk kompos pada PT Lembu Jantan Perkasa
dapat dirumuskan menggunakan analisis usahatani. Perumusan strategi penjualan
pakan hijauan menggunakan analisis usahatani merupakan tindak lanjut dari strategi
yang diperoleh melalui perumusan Matriks SWOT dari kondisi unit bisnis hijauan
makan ternak (HMT) pada PT Lembu Jantan Perkasa. Penerimaan dan pendapatan
dari unit bisnis hijauan makan ternak dan sesudah dapat diperbandingkan melalui
analisis laba rugi.

1.2 Tujuan

1.1.1 Memetakan kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang dihadapi oleh PT Lembu
Jantan Perkasa pada Unit Bisnis hijauan makan ternak melalui analisis SWOT
1.1.2 Merancang alternatif strategi pengembangan pemanfaatan dan penjualan pakan hijauan
pada PT Lembu Jantan Perkasa dengan metode analisis usahatani
1.1.3 Menganalisis pendapatan dan penerimaan PT Lembu Jantan Perkasa dari unit hijauan
makan ternak melalui analisis laba rugi.

.
2 KERAGAAN PERUSAHAAN

2.1 Sejarah perusahaan

PT Lembu Jantan Perkasa merupakan perusahan peternakan yang bergerak


di bidang penggemukan sapi. PT Lembu Jantan Perkasa didirikan pada tahun 1990
oleh Alm. Djaya Gunawan. Saat ini PT Lembu Jantan Perkasa telah memiliki tiga
cabang unit bisnis diantaranya PT Lembu Jantan Perkasa (LJP) yang bergerak
dibidang penggemukan sapi pedaging, PT Lembu Satwa Prima (LSP) yang
bergerak dibidang penyediaan dan pembuatan pakan sapi, dan PT Lembu Prima
Perkasa (LPP) yang bergerak dibidang pembibitan sapi pedaging. PT Lembu
Jantan Perkasa tidak hanya berlokasi di Serang tetapi juga memiliki cabang di
daerah lain diantaranya di Purwakarta dan tiga lokasi terpisah di Medan
(Pangkalan susu, Stabat, dan Tandem). Kapasitas produksi sapi saat ini sebanyak
6000 ekor pada lokasi Serang, 5000 ekor pada lokasi Purwakarta dan 3000 ekor
pada lokasi Medan yang terbagi rata untuk tiga lokasi.

2.2 Aspek Organisasi dan Manajemen Perusahaan

PT Lembu Jantan Perkasa memiliki struktur organisasi yang telah


terstruktur dengan rapih mulai dari direktur utama sampai ke karyawan, PT
Lembu Jantan Perkasa memiliki 177 tenaga kerja, mulai dari direktur, general
manager, farm manager, staff, unit manager, supervisor, dan karyawan kandang.
2.3 Sumberdaya Perusahaan

Sumberdaya perusahaan memiliki peranan penting bagi kelancaran dalam


suatu bisnis. Kinerja suatu perusahaan bergantung pada sumberdaya-sumberdaya
yang dimiliki oleh perusahaan. Sumberdaya yang dimiliki oleh PT Lembu Jantan
Perkasa adalah sumberdaya fisik, sumberdaya manusia dan sumberdaya
keuangan. Sumberdaya fisik berupa sarana dan prasarana seperti lahan, bangunan,
bakalan & indukan, kendaraan, mesin, dan peralatan yang mendukung kegiatan
produksi. Sumberdaya manusia yang dimiliki oleh PT Lembu Jantan Perkasa
adalah tenaga kerja yang berjumlah 171 anggota dan direktur berjumlah 6 orang.
Sedangkan sumberdaya keuangan yang dimiliki Kelompok Tani Sekar Tani
merupakan modal usaha pribadi Bapak Alm. Djaya Gunawan

3 KAJIAN PENGEMBANGAN BISNIS

3.1 Rumusan ide pengembangan bisnis

Rumusan ide pengembangan bisnis ini diperoleh berdasarkan analisis SWOT yang
mengkombinasikan antara kekuatan (strengths) dan peluang (opportunities) yang didapat
dari PT Lembu Jantan Perkasa. Pakan untuk ternak pada saat ini memiliki permintaan yang
terus meningkat khususnya pada pakan hijauan / rumput. Di PT Lembu Jantan Perkasa
terdapat pakan hijauan baik dari kebun inti maupun plasma yang masih tersisa cukup
banyak, sehinggan kurang dapat dimanfaatkan dengan baik. Pengembangan bisnis ini
diupayakan untuk dapat memanfaatkan sisa pakan hijauan yang tersisa dan tidak terpakai
oleh perusahaan, dan juga bertujuan untuk memenuhi permintaan pasar pakan hijauan di
peternak daerah sekitar perusahaan. Sehingga dapat menambah keuntungan yang didapat
perusahaan, dan tidak ada lagi pakan hijauan yang terbuang sia-sia. Alur rumusan rencana
pengembangan penjualan pakan hijauan dapat dilihat pada Gambar 1.
Permasalahan
Menumpuknya Pakan Hijauan di unit pakan hijauan PT LJP
Adanya permintaan mengenai pakan hijauan di daerah sekitar

Analisis Faktor Internal dan eksternal Pada PT Lembu Jantan Perkasa

Internal
Eksternal
Kekuatan (Strength)
Peluang (Opportunity)
Dukungan dari pemerintah
mengenai Usaha di bidang
pertanian
Menggunakan rumput berkualitas
Adanya permintaan pakan hijauan
Ketersediaan sarana dan prasarana
yang meningkat
produksi yang
Memiliki pelanggan tetap
berkesinambungan
Bahan baku yang selalu tersedia

Rencana Pengembangan Bisnis


Pemasaran & Penjualan Hijauan Makan Ternak

Analisis Kelayakan Usaha dari Aspek non finansial dan aspek finansial

Layak Tidak Layak

Laksanakan Kaji Ulang / Evaluasi


Gambar 1 Alur ide pengembangan Penjualan Pakan Hijauan

3.2 Rencana Pengembangan Bisnis


Rencana pengembangan bisnis yang akan dijalankan oleh PT Lembu
Jantan Perkasa adalah membuat produk baru berupa pakan hijauan yang dikemas
menggunakan karung dengan brand perusahaan sendiri. Rencana pengembangan
bisnis ini meliputi dari perencanan pasar dan pemasaran, perencanaan produksi,
perencanaan organisasi, manajemen dan sumberdaya manusia, perencanaan sosial
dan lingkungan, dan perencanaan finansial.

3.2.1 Perencanaan Produk


Hasil analisis SWOT diperoleh bahwa di PT Lembu Jantan Perkasa
menggunakan kekuatan dan memanfaatkan peluang yang ada. Perencanaan
produk dari usaha ini adalah Penjualan sisa hasil pakan hijauan yang dikemas
menggunakan brand perusahaan sendiri. Rumput Taiwan Grass sebagai bahan
baku utama yang dipanen melalui kebun inti dan kebun plasma, kemudian proses
pencacahan atau pemotongan dengan menggunakan mesin chopper, sehingga
menghasilkan rumput berupa potongan kecil, kemudian rumput yang sudah di
chopper dimasukkan ke dalam kemasan karung lalu ditimbang.

3.2.2 Perencanaan Pasar dan Pemasaran

Berdasarkan hasil dari survei pasar untuk permintaan bunga mawar potong
celup terdapat permintaan sekitar 1.970.940 Kg per hari yang belum dapat
terpenuhi. Permintaan tersebut terdapat dari para perhitungan jumlah populasi sapi
potong prov banten (65.696 ekor) x jumlah bobot sapi rata-rata (300 Kg) x 10%,
dan didapat juga dari peternak daerah sekitar PT Lembu Jantan Perkasa.

1. Strategi STP
Tabel 1 Strategi pada Kelompok Tani Sekar Tani
Strategi Uraian
Segmentation Dipasarkan di daerah Kabupaten Serang dan sekitarnya
Targeting Peternak Ruminansia Besar dan Kecil
Positioning Menghasilkan produk Rumput Taiwan Grass berbentuk potongan

2. Bauran pemasaran
Tabel 2 Bauran pemasaran pada Kelompok Tani Sekar Tani
Bauran 4P Uraian
Rumput Taiwan Grass berbentuk potongan yang dikemas menggunakan
Product karung dengan jumlah berat 50 kg
Harga pakan hijauan dalam kemasan ini yaitu Rp.450/kg atau harga 1
Price karungnya Rp. 22.485 isi 50 kg

Place PT Lembu Jantan Perkasa, Jalan Raya Serang – Pandeglang Km 9,6


Kota Serang, Provinsi Banten
Promotion Menawarkan langsung kepada peternak yang membutuhkan
4

3.2.3 Perencanaan produksi


Perencanaan produksi pakan hijauan dalam kemasan ini terdiri dari
pengumpulan pakan hijauan yang tidak terpakai, pencacahan hijauan
menggunakan chopper, pengemasan dan penimbangan pakan hijauan,
pendistribusian pakan hijauan kepada customer. Kapasitas produksi dalam
pengembangan bisnis dapat dilihat pada Tabel 3.

Tabel 3 Kapasitas produksi Pakan Hijauan

Jenis Produksi per Produksi Produksi


Hijauan hari (karung) Per Bulan Per Tahun
(karung) (karung)
Taiwan Grass 553 16.579 198.947

3.2.4 Perencanaan Organisasi dan Manajemen


Usaha produksi dan penjualan pakan hijauan ini masih berada dibawah
tanggung jawab PT Lembu Jantan Perkasa, sehingga tanggung jawab atas usaha
penjualan pakan hijauan dipegang langsung oleh unit manager divisi Hijauan
Makan Ternak (HMT). Kegiatan pengembangan bisnis produksi dan penjualan
pakan hijauan ini tidak membentuk organisasi baru melainkan melakukan
penambahan tenaga kerja baru.

3.2.5 Perencanaan Sumber Daya Manusia


Pada usaha produksi dan penjualan pakan hijauan ini tidak memerlukan
pendidikan khusus pada perekrutan pekerja baru. Tetapi karyawan harus memiliki
keahlian dalam bidang pertanian (menanam, perawatan, dan pemanenan), kerja
sebagai tim dan tekun dalam bekerja

3.2.6 Perencanaan Kolaborasi


Kerjasama yang dilakukan untuk usaha produksi dan penjualan pakan
hijauan ini yaitu bekerjasama dengan supplier bibit rumput Taiwan Grass dalam
penyediaan bibit rumput, dan pemasok karung dan benang untuk pengemasan.
Pemasok bibit, karung, dan benang memberikan kemudahan dalam penyediaan
input sehingga sesuai dengan kualitas dan kuantitas yang dibutuhkan. Selain itu,
Kelompok Tani Sekar Tani juga bekerjasama dengan para peternak yang
membutuhkan pakan hijauan agar terserapnya produk secara menyeluruh.

3.2.7 Perencanaan Finansial


Perencanaan Finansial ini digunakan untuk mengetahui berapa besar biaya
yang dibutuhkan untuk menjalankan suatu bisnis, metode yang digunakan dalam
pengembangan bisnis ini adalah analisis penerimaan, analisis pengeluaran dan
analisis pendapatan usaha tani (laporan laba rugi, payback period dan R/C ratio).
1 Umur proyek ditetapkans selama 5 tahun, dilihat dari investasi yang
memiliki nilai paling besar yaitu mesin chopper
2 PT Lembu Jantan Perkasa dalam menjalankan bisnis ini menggunakan
modal sendiri.
3 Komponen invesasi secara keseluruhan dimiliki oleh perusahaan
4 Analisis usahatani disusun dalam setahun
5 Pajak penghasilan mengacu pada PP No. 23 Tahun 2018 tentang pajak
untuk penghasilan bruto di bawah Rp. 4.800.000.000 maka dibebankan
tariff pajak sebesar 0,5 %
6 Produksi rata-rata pakan hijauan per hari yaitu 553 karung isi 50 Kg.

A. Analisis pendapatan usaha tani

 Analisis Laba Rugi

Biaya Per tahun (Rp)


KOMPONEN Laba sebelum Laba setelah
pengembangan pengembangan
Penerimaan
Fattening Rp 262.440.000.000 Rp 262.440.000.000
Kotoran Hewan Rp 131.989.680 Rp 131.989.680
Hijauan Makan Ternak Rp - Rp 2.447.942.410
Total Penerimaan Rp 262.571.989.680 Rp 265.019.932.090
Pengeluaran
Biaya Tetap Rp 14.727.600.000 Rp 14.919.600.000
Biaya Variabel Rp 64.373.851.040 Rp 65.621.817.163
Total Pengeluaran Rp 79.101.451.040 Rp 80.541.417.163
Laba Kotor (EBIT) Rp 183.470.538.640 Rp 184.478.514.926
Biaya Bunga Rp - Rp -
Laba Bersih Sebelum Pajak
Rp 183.470.538.640 Rp 184.478.514.926
(EBT)
Pajak Penghasilan 10% Rp 18.347.053.864 Rp 18.447.851.493
Laba Bersih Setelah Pajak Rp 165.123.484.776 Rp 166.030.663.434

Tabel 1 Proyeksi laba rugi sebelum dan setelah pengembangan


 Analisis R/C Ratio

Sebelum Sesudah
Komponen pengembangan pengembangan
Biaya Operasional
Biaya Variabel Rp 64.373.851.040 Rp 65.621.817.163
Biaya Tetap Rp 14.727.600.000 Rp 14.919.600.000
Total Biaya
Operasional Rp 79.101.451.040 Rp 80.541.417.163
Penerimaan
Fattening Rp 262.440.000.000 Rp 262.440.000.000
Kotoran Hewan Rp 131.989.680 Rp 131.989.680
Hijauan Makan ternak Rp - Rp 2.447.942.410
Total Penerimaan Rp 262.571.989.680 Rp 265.019.932.090
R/C Ratio 3,32 3,35

Tabel 2 Proyeksi R/C Ratio sebelum dan setelah pengembangan


2 SIMPULAN DAN SARAN
2.1 Simpulan

1. Ide pengembangan bisnis produksi dan penjualan pakan hijauan pada PT Lembu Jantan
Perkasa muncul karena adanya faktor internal dan eksternal pada perusahaan, dimana
perusahaan dapat menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang. Tingginya
permintaan pakan hijauan dikarenakn populasi ternak yang semakin meningkat, menjadi
peluang bagi perusahaan untuk meningkatkan produksi pakan hijauan dan memasarkannya
2. Berdasarkan analisis finansial dengan menggunakan laporan laba rugi, peningkatan
produksi dan penjualan pakan hijauan pada PT Lembu Jantan Perkasa dapat menghasilkan
penerimaan yang lebih besar jika dibandingkan dengan laporan laba rugi sebelum adanya
peningkatan produksi.

4.2 Saran

Saran yang diberikan kepada PT Lembu Jantan Perkasa dalam menanggapi perencanaan
pengembangan bisnis ini antara lain :
1. PT Lembu Jantan Perkasa dapat mengaplikasikan ide pengembangan bisnis produksi &
penjualan pakan hijauan agar dapat mengurangi penumpukan pada hijauan, memenuhi
permintaan konsumen ,dan meningkatkan pendapatan perusahaan.
2. Proses produksi pakan hijauan harus dilakukan secara kontinu agar tidak terjadi
penumpukan. Dalam kegiatan meningkatkan produksi, PT Lembu Jantan Perkasa juga
dapat menambah jumlah mesin dan tenaga kerja agar kegiatan produksi lebih efektif.
3. PT Lembu Jantan Perkasa dapat melakukan kegiatan promosi untuk memperluas pasarnya
dan memberikan brand produk untuk meningkatkan kepercayaan konsumen.
5
9
10